Anda di halaman 1dari 4

HUKUM DASAR ILMU KIMIA

HUKUM KEKEKAKALAN MASSA


(HUKUM LAVOISIER)

ANALISIS KIMIA DASAR


KELAS X KIMIA INDUSTRI
SINTA CHINTIA TAMPUBOLON
2018
IDENTITAS
Kelas/ Semester : XI / Ganjil
Mata Pelajaran : Analisis Kimia Dasar
Topik : Konsep Dasar Ilmua Kimia (Hukum Kekekalan Massa)
Alokasi Waktu : 6 JP x45 menit

 Tujuan Pembelajaran

1. Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat memahami ilmu dasar kimia dasar pada
submateri Hukum Kekekalan Massa
2. Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat membuktikan fenomena mengenai
Hukum Kekekalan Massa dengan baik dan benar.

 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar

 Buku ini dilengkapi berbagai macam informasi dan penugasan


 Tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang harus siswa dicapai dalam mempelajari materi
pokok dalam suatu bab
 Materi pembelajaran yang ada, menjelaskan lebih lengkap mengenai perubahan materi
terutama perubahan fisika dan perubahan kimia
 Jika dalam bahan ajar ini ada yang kurang dimengerti bisa ditanyakan kepada guru.
 Latihan yang diberikan bertujuan untuk menguji pemahaman sis

 Pendahuluan

Berbagai proses Kimia telah dikenal sejak ribuan tahun silam, yakni sejak zaman mesir
kuno. Namun baru sekitar abad XVIII ilmu kimia lahir sebagai ilmu. Sebagaimana telah
diketahui pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu apabila diperoleh secara ilmiah , yaitu
melalui metode ilmiah. Penerapan metode ilmiah dalam ilmu kimia dimulai oleh Antonie
Laurent Lavoisier (1743-1794) . Ia merupakan orang pertama yang menerapkan metode
eksperimen dalam bidang kimia. Ilmuwan ini menemukan hukum-hukum pertama dalam
bidang Kimia, yaitu Hukum kekekalan massa
 Materi Ajar

HUKUM KEKEKALAN MASSA

A SEJARAH AWAL
Pada awal sejarah kimia, telah berkembang teori yang salah tentang apa yang terjadi selama
reaksi kimia. Teori ini telah lama dipercaya orang. Sebagai contoh, ketika kayu dibakar,
terjadi abu yang sangat ringan. Demikian juga ketika logam dibakar di udara, penampilannya
berubah. Bahan yang dihasilkan mempunyai massa jenis lebih kecil dari logam semula,
sehingga tampaknya lebih ringan. Pengamatan ini menyebabkan timbulnya suatu kesimpulan
tentang adanya sesuatu yang oleh ahli kimia Jerman, Becher dan Sthal dinamakan
"Flogiston", yang lepas dari zat ketika dibakar. Walaupun telah ditekankan bahwa hasil
pembakaran logam di udara lebih berat, tetapi orang masih tetap percaya adanya flogiston.
Teori flogiston ini menunjukkan kuatnya anggapan terhadap fenomena umum yang
berlangsung di alam atau karena perbuatan manusia. Teori baru sulit diterima, karena teori ini
diterima begitu saja tanpa ada keinginan untuk menjelaskan fakta-fakta hasil pengamatan
dengan lebih baik.
Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794), ahli kimia bangsa Perancis,
akhirnya menyangkal teori flogiston dan berusaha membawa lagi
kimia pada pengetahuan yang tepat. Beliau mendemonstrasikan
eksperimennya bahwa pada proses pembakaran, ternyata terjadi
pengikatan oksigen oleh zat yang dibakar. Beliau juga menunjukkan
melalui pengukuran yang teliti. Bila suatu reaksi dilakukan dalam
tempat tertutup, maka tidak ada hasil reaksi yang hilang. Jumlah massa
semua zat yang terdapat setelah reaksi sama dengan sebelum reaksi
dimulai. Pengamatan ini merupakan dasar dari hukum kekekalan
massa yang menyatakan bahwa massa tidak dapat diciptakan atau
Gambar 1. Antonie Lavoisier
dimusnahkan dalam suatu reaksi kimia. Dengan kata lain, massa zat
sebelum dan sesudah reaksi kimia sama.
Hukum ini adalah salah satu prinsip kimia yang paling penting hingga sekarang.Lavoisier
berhasil mendemonstrasikan pentingnya pengukuran yang teliti dengan sangat jelas. Setelah
beliau menerbitkan buku "Traite Elementaire de Chimie" (Kimia Unsur) pada tahun 1789,
banyak ahli kimia memperoleh inspirasi untuk melakukan penelitian terhadap aspek
kuantitatif dari reaksi kimia.

B TEORI
perhatikan gambar berikut :

Kayu dibakar
Kertas dibakar
Apakah Anda sering melihat kayu atau kertas terbakar, hasil yang diperoleh adalah sejumlah
sisa pembakaran berupa abu. Jika Anda menimbang abu tersebut, maka massa abu akan lebih
ringan dari massa kayu atau kertas sebelum dibakar.

Pernahkah kalian membakar tumpukan sampah?Apa yang terjadi setelah sampah tersebut
kalian bakar, Nah ketika kita membakar sampah biasanya akan dihasilkan abu. Kalau kita
timbang berat abu hasil pembakaran sampah, selalu lebih kecil dari massa sampah. Fenomena
ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Fakta bahwa massa zat-zat bersifat kekal, pada awalnya belum dapat diketahuikarena
keterlibatan gas dalam suatu reaksi belum dipahami, Antoine Laurent Lavoisier (1743-
1794) seorang ahli Kimia Perancis berhasil menjelaskanketerlibatan gas dalam suatu reaksi
kimia.

Eksperimen Lavoisier
Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) melakukan beberapa penelitian terhadap terhadap
proses pembakaran beberapa zat. Dalam percobaan tersebut diamati proses reaksi antara
raksa (merkuri) dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah dan
diperoleh data sebagai berikut:
Logam Merkuri + gas oksigen → merkuri oksida
530 gram 42,4 gram 572, 4 gram

Jika merkuri oksida dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen
Merkuri oksida → logam merkuri + gas oksigen
572,4 gram 42,4 gram 530 gram

Dari hasil eksperimen ini dan banyak eksperimen lainnya, Lavoisier menemukan bahwa di
dalam suatu reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa zat-zat. Berdasarkan hal ini, ia
merumuskan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) yang berbunyi:

"Di dalam suatu reaksi kimia, massa zat-zat sebelum dan


sesudah reaksi adalah sama"