Anda di halaman 1dari 8

46

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): 46-52 (2011)


46

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL


SURIAN (Toona sinensis)

Antioxidant and toxicity of ethanolic extracts of Surian (Toona sinensis)


Rita K. SARI1, Wasrin SYAFII2, Suminar S. ACHMADI3, Muhammad HANAFI4
Corresponding Author: rita_kartikasari@ipb.ac.id

ABSTRACT mengkonsumsi senyawa antioksidan serta pengobatan medis


seperti pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan terapi
Crude ethanolic extracts of Toona sinensis of heartwood, biologi. Kemoterapi tidak dapat dihindari bila sel kanker sudah
sapwood, innerbark, and leave were examined for their menyebar, namun selain sangat mahal, masalah utama yang
antioxidant (radical scavenging) activity by 1,1-diphenyl-2- dihadapi dalam kemoterapi adalah selektivitas yang rendah
picrylhydrazyl (DPPH) and toxicity by brine shrimp lethality dari obat antikanker karena selain bersifat antiproliferasi
test (BSLT) of Artemia salina. This experiment showed that terhadap sel kanker juga terhadap sel normal (Sajuthi 2001).
leave, heartwood and sapwood extracts had very high DPPH Hal ini menyebabkan eksplorasi senyawa bioaktif tumbuhan
radical scavenging activity with EC50 are 11, 13, and 15 µg /mL yang bersifat preventif maupun kuratif dalam
respectively. For BSLT test showed that heartwood and menanggulangi peningkatan jumlah penderita kanker perlu
sapwood extracts of this plant exhibited higher toxicity (LC50 9 dilakukan.
and 12 µg /mL) than innerbark and leave extract (IC50 34 and Salah satu tumbuhan yang dipilih untuk diteliti baik
36 µg /mL). Pyrolysis GC-MS analysis showed that pyrogallol aktivitas antioksidan maupun antiproliferasi adalah Surian
and 9,19-cyclolanostan-3-ol as dominant compound in the (Toona sinensis). Pemilihan ini didasari oleh pertimbangan
leave extract and the heartwood extract contribute to high bahwa secara empiris hampir keseluruhan bagian dari pohon
antioxidant activity of extracts. Whereas compounds such as Surian termasuk biji, kulit batang, kulit akar, tangkai, dan daun
α-muurolene, aromadendrene, amorphene, α-cadinol, δ- digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara
cadinene and α-copaene contribute to high antioxidant activity (Edmond & Staniforth 1998, Sangat et al. 2000, Shu et al.
of the heartwood and sapwood extracts. The qualitative 2008). Secara ilmiah beberapa penelitian menunjukkan
analysis detect all the extracts containing flavonoids, tannins, bahwa daun Surian asal Cina mengandung senyawa bioaktif
triterpenoids, steroids, and quinones which are thought to yang bersifat antiproliferasi terhadap sel kanker paru-paru, sel
contribute to the high antioxidant activity and toxicity of this kanker ovarium, dan sel kanker prostat (Chang et al. 2002,
extract. Chang et al. 2006, Chia et al. 2007, Chen et al. 2009) dan
mengandung senyawa antioksidan (Wang et al. 2007; Hsheu
Keywords: Toona sinensis, antioxidant activity, toxicity et al. 2008). Selain itu, Departemen Kehutanan (2004)
menetapkan pohon ini termasuk jenis pohon yang digunakan
dalam gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan (gerhan),
penghijauan kota dan pembangunan hutan rakyat di Indonesia
PENDAHULUAN sehingga mudah diperoleh. Mudahnya ketersediaan bahan
baku dan pengetahuan mengenai potensi antikanker
Perubahan gaya hidup dan kondisi lingkungan telah diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pohon suren
meningkatkan jumlah penderita kanker. Di dunia, jumlah sabrang dan pengembangannya menjadi obat yang siap pakai
penderita kanker pada tahun 2005 sebanyak 7,6 juta jiwa dalam upaya mendukung swasembada obat dan
dan diperkirakan menjadi 26,4 juta jiwa pada tahun 2030 dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
85% diantaranya terjadi di negara berkembang seperti Penelusuran pustaka belum banyak mengungkapkan
Indonesia (Ferlay et al. 2008). Berbagai cara dilakukan untuk pembuktian secara ilmiah potensi senyawa bioaktif antikanker
menanggulangi penyakit ini, seperti pencegahan dengan yang terkandung dalam bagian lain Surian. Padahal
1 Mahasiswa Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor kandungan senyawa bioaktif selain dipengaruhi oleh umur,
2 Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB tempat tumbuh, dan genetik, juga dipengaruhi oleh bagian
3 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan jaringan dalam pohon seperti bagian daun, kulit kayu bagian
Alam IPB luar (outerbark), kulit kayu bagian dalam (innerbark), bagian
4 Pusat Penelitian Kimia, LIPI kayu gubal (sapwood), maupun bagian kayu terasnya

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): 46-52 (2011)


Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas 47

(heartwood) (Thompson et al. 2006; Gao 2007). Perbedaan konsentrasi ekstrak dalam wadah uji sebesar 500 µg/mL.
kandungan dan bioaktivitas zat ekstraktif yang terdapat di Kontrol negatif dibuat dengan mencampurkan 100 µL etanol
berbagai bagian pohon Surian perlu diteliti. dengan 100 µL larutan DPPH. Asam askorbat (vitamin C)
Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas digunakan sebagai kontrol positif antioksidan dengan
antioksidan serta sitoksisitas ekstrak etanol dari berbagai konsentrasi perlakuan yang sama dengan ekstrak uji. Setelah
bagian pohon Surian terhadap larva udang Artemia salina homogen, wadah uji yang berisi larutan tersebut diinkubasi
yang menggunakan metode brine shrimp lethality test (BSLT) dalam tempat gelap selama 30 menit dan diukur serapan
serta menganalisis kandungan fitokimia secara kualitatif dan cahayanya dengan spektrofotometer UV-vis pada maks 517
kuantitatif dengan kromatograf gas-spektrometer massa nm. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan menghitung
pirolisis. Pengujian BSLT dilakukan sebagai skrining tahap persen penangkapan radikal bebas DPPH oleh ekstrak dengan
awal untuk mendeteksi kemungkinan terkandungnya senyawa rumus:
antikanker karena ada korelasi positif antara toksisitas yang
 A - B  
menggunakan metode BSLT dengan efek antiproliferasi pada % Penangkapa n radikal   x100% 
kultur sel kanker (Meyer et al.1982).  A  
BAHAN DAN METODE dimana, A adalah serapan kontrol negatif (DPPH + etanol)
dan B adalah serapan ekstrak uji (DPPH + etanol + ekstrak
Penyiapan bahan baku uji).
Korelasi antara persen penangkapan radikal dan
Bahan baku dalam penelitian ini adalah daun, kulit konsentrasi ekstrak diplotkan dan nilai EC50 dihitung melalui
kayu bagian dalam, kayu teras, dan kayu gubal berupa persamaan regresi hasil interpolasinya. EC50 adalah
serbuk 40-60 mesh dalam keadaan kering udara. Bahan konsentrasi efektif ekstrak yang mampu menangkap
baku diperoleh dari pohon Surian berdiameter ± 26 cm (menurunkan) konsentrasi radikal bebas DPPH sebesar 50%,
dan tinggi ± 14 m. Pohon ini berasal dari Hutan Pendidikan sehingga nilai EC50 yang semakin rendah berarti aktivitas
IPB Gunung Walat. Untuk memastikan kebenaran jenis antioksidan ekstrak semakin tinggi.
pohon yang digunakan, bagian daunnya diidentifikasi di
Herbarium Bogoriense LIPI Cibinong. Uji toksisitas dengan metode BSLT (Meyer et al. 1982)

Ekstraksi BSLT menggunakan larva udang A. salina hasil


penetasan telur dalam air laut selama 48 jam. Dalam
Serbuk bagian pohon Surian (± 20 g) seperti daun, kulit pembuatan larutan ekstrak, ekstrak dilarutkan dalam air laut (2
kayu, kayu gubal, dan kayu yang telah diukur kadar airnya mg/mL) dan larutan yang diperoleh dijadikan sebagai larutan
masing-masing diekstraksi dengan cara maserasi dalam induk. Larutan uji dibuat dengan mengencerkan larutan induk
etanol (3×1.000 mL) selama ± 24 jam pada suhu kamar. Filtrat dalam air laut. Banyaknya larutan induk yang digunakan
yang diperoleh kemudian dipekatkan sampai 100 mL dengan bergantung pada konsentrasi larutan ekstrak yang diinginkan.
menggunakan rotarry evaporator pada suhu sekitar 40-50C BSLT dilakukan dengan mencampur 1 mL air laut yang
dan 50 rpm. Sebanyak 5 mL ekstrak yang telah dipekatkan berisi ± 20 larva udang dengan 1 mL larutan ekstrak ke
tersebut dikeringkan dalam oven bersuhu ± 103C untuk dalam wadah uji. Pemberian larutan ekstrak 2.000 µg/mL
menetapkan rendemen ekstrak, sedangkan sisanya akan menghasilkan konsentrasi ekstrak dalam wadah uji
dikeringkan dalam oven bersuhu 40C untuk uji bioaktivitas. sebesar 1.000 µg /mL. Setiap konsentrasi ekstrak diulang 6
kali. Setelah 1 hari dihitung jumlah larva yang mati dan yang
Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH hidup. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan
(1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) (Leu et al. 2006) metode analisis probit untuk menemukan LC50 dengan selang
kepercayaan 95%. LC50 adalah konsentrasi ekstrak yang
Ekstrak dilarutkan dalam etanol (1 mg/mL) dan larutan mampu mematikan 50% populasi larva udang yang diujikan.
yang diperoleh dijadikan sebagai larutan induk (konsentrasi Nilai LC50 yang semakin rendah berarti toksisitas ekstrak
1.000 µg /mL). Larutan ekstrak dibuat dengan mengencerkan semakin tinggi.
larutan induk dalam etanol. Banyaknya larutan induk yang
digunakan bergantung pada konsentrasi larutan ekstrak yang Analisis komponen kimia (Harborne 1996)
diinginkan. Nisbah larutan ekstrak dengan larutan DPPH
dalam pengujian ini adalah 1:1. Total larutan dalam wadah Analisis fitokimia secara kualitatif dilakukan untuk
uji adalah 200 µL yang terdiri atas larutan ekstrak sebanyak mendeteksi keberadaan flavonoid, tanin, alkaloid (uji Meyer),
100 µL dan 100 µL larutan DPPH ((125 µM dalam etanol). saponin (uji froth), steroid, dan triterpenoid (uji Liebermann
Pemberian larutan ekstrak 1.000 µg/mL akan menghasilkan Bouchard) dalam ekstrak. Komponen kimia yang terkandung

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): 46-52(2011)


48 Sari, et al.

dalam ekstrak etanol kayu teras, kayu gubal, kulit dalam eter, dan kloroform. Ekstrak etanol bagian daun, kayu teras
dan daun Surian dianalisis menggunakan alat kromatograf dan kayu gubal berupa padatan dengan tekstur agak
gas-spektrometer massa pirolisis merk Shimadzu Pyr-GCMS mengental diduga karena ekstrak mengandung lemak atau
QP2010 dengan kolom kapiler kuarsa yang dilapisi resin minyak atsiri. Harborne (1996) menyatakan kemampuan
poliamida. Alat ini bekerja pada suhu pirolisis 400 C selama etanol melarutkan lemak atau minyak atsiri. Keberadaan
1 jam, suhu injeksi 280 °C, suhu detektor 280 °C dan suhu minyak atsiri dalam ekstrak terbukti dengan aroma khas yang
awal kolom 50 °C dengan peningkatan 15 °C per menit keluar dari ekstrak.
sampai 280 °C. Identifikasi senyawa dilakukan dengan
mencocokkan data spektrum masa beserta fragmentasi ion Aktivitas antioksidan
suatu senyawa dalam ekstrak dengan data yang ada dalam
pangkalan data WILEY 7th library. Aktivitas antioksidan vitamin C (sebagai kontrol positif)
dalam pengujian ini sama dengan hasil pengujian yang
HASIL DAN PEMBAHASAN dilakukan Hanani et al. (2005) dengan menggunakan metode
uji yang sama, dimana nilai EC50 vitamin C 3 µg /mL. Hasil
Identifikasi jenis pohon pengujian menunjukkan bahwa semua ekstrak etanol berbagai
bagian pohon Surian memiliki aktivitas antioksidan. Hal ini
Hasil identifikasi bagian daun dari pohon yang ditunjukkan oleh meningkatnya aktivitas penangkapan radikal
digunakan dalam penelitian ini oleh Herbarium Bogoriense bebas akibat meningkatnya konsentrasi ekstrak. Namun kurva
LIPI Cibinong menunjukkan bahwa pohon tersebut adalah yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi ekstrak
Toona sinensis. Hasil identifikasi tersebut telah memastikan dengan persen penangkapan radikal bebas antar-ekstrak
kebenaran jenis pohon yang digunakan dalam penelitian ini. berbeda. Interpolasi antara konsentrasi ekstrak dengan
persen penangkapan radikal bebas setiap ekstrak juga
Rendemen ekstrak menghasilkan jenis persamaan regresi yang berbeda (Gambar
Ekstraksi berbagai bagian pohon Surian dalam etanol 1). Perbedaan ini akan menghasilkan nilai EC50 setiap ekstrak
menghasilkan rendemen ekstrak yang beragam. Tabel 1 yang berbeda.
menunjukkan bahwa rendemen tertinggi dihasilkan dari
ekstraksi daun (13%), diikuti dengan bagian kulit dalam dan
kayu teras (7%), dan kayu gubal (4%). Wujud fisik keempat
jenis ekstrak juga berbeda (Tabel 1). Perbedaan rendemen
dan wujud fisik ekstrak menunjukkan bahwa kandungan zat
ekstraktif berbeda di antara berbagai bagian jaringan pohon
meskipun diekstraksi dengan pelarut yang sama (Thompson et
al. 2006; Gao 2007).

Tabel 1 Rendemen dan wujud fisik ekstrak etanol berbagai


bagian pohon Surian
Gambar 1 Hubungan antara konsentrasi ekstrak etanol
Bagian Rendemen*) % Wujud fisik ekstrak berbagai bagian pohon Surian dengan persen
pohon (w/w) penangkapan radikal DPPH, berikut persamaan
Kayu teras 6,50 merah kecokelatan, padatan regresinya.
kental, beraroma
Kayu gubal 4,46 merah, padatan kental, Ekstrak etanol berbagai bagian pohon Surian memiliki
beraroma aktivitas antioksidan yang beragam dengan nilai EC50 11-122
Kulit kayu 7,06 cokelat, padatan µg /mL. Gambar 2 menunjukkan bahwa ektrak daun memiliki
Daun 13,11 hijau kehitaman, padatan aktivitas antioksidan tertinggi dengan EC50 11 µg/mL, diikuti
mengental, beraroma ekstrak kayu bagian teras dengan nilai EC50 13 µg/mL, ekstrak
Keterangan: *) Rerata dari 3 ulangan, diukur pada kondisi berat kayu gubal (EC50:15 µg/mL), dan ekstrak kulit kayu bagian
kering oven ±103 C dalam kurang aktif dengan nilai EC50 122 µg/mL. Perbedaan
aktivitas antioksidan tersebut disebabkan oleh perbedaan jenis
Rendemen ekstrak etanol daun lebih tinggi dan komposisi senyawa antioksidan yang terkandung dalam
dibandingkan rendemen bagian pohon lainnya. Hal ini jaringan tumbuhan yang berbeda (Tabel 4). Hal ini dipertegas
disebabkan oleh senyawa klorofil daun yang ikut terekstraksi oleh hasil penelitian Gao (2007) yang menunjukkan bahwa
oleh etanol. Harborne (1996) menyatakan bahwa klorofil dapat aktivitas antioksidan ekstrak metanol kayu teras
larut dalam pelarut organik seperti etanol, aseton, metanol, Chamaecyparis lawsoniana berbeda dengan bagian kayu

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): ?-? (2011)


Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas 49

gubal dan kulit kayunya karena jenis dan komposisi senyawa


antioksidan yang terkandung dalam kayu bagian teras berbeda Hasil analisis fitokimia secara kualitatif menunjukkan
dengan bagian gubal dan kulit. bahwa kelompok senyawa yang terdeteksi pada semua
ekstrak etanol berbagai bagian pohon Surian adalah flavonoid,
kuinon, triterpenoid, steroid, dan tanin. Kelompok senyawa
140.0
121.7 yang tidak terdeteksi pada semua ekstrak yang diuji adalah
120.0 alkaloid (Tabel 3). Berdasarkan hasil uji fitokimia tersebut,
EC50 ekstrak (µg /mL)

100.0 kelompok senyawa yang diduga berperan terhadap toksisitas


ekstrak adalah flavonoid, kuinon, triterpenoid, dan steroid.
80.0 Studi pustaka menunjukkan beberapa senyawa yang termasuk
60.0 dalam kelompok kuinon, triterpenoid, flavonoid seperti tanin,
40.0
aglikon flavonoid dan glikosidanya sangat toksik berdasarkan
15.3
uji BSLT dan mempunyai aktivitas antikanker dengan
12.7
20.0 10.6
3.05 menghambat pertumbuhan sel kanker (Sajuthi 2001; Mitsui et
0.0 al. 2005; Jamilah 2008).
teras gubal kulit daun vit C
Tabel 2 Mortalitas dan LC50 ekstrak etanol berbagai bagian
Jenis ekstrak pohon Surian berdasarkan uji BSLT

Gambar 2 Nilai EC50 ekstrak etanol berbagai bagian Bagian Mortalitas (%)1) LC50
pohon Surian. pohon 10 100 500 1.000 (µg/mL)
µg/mL µg/mL µg/mL µg/mL
Meskipun aktivitas antioksidan ekstrak etanol berbagai Kayu teras 51 91 100 100 9,48
bagian pohon Surian lebih rendah dibandingkan vitamin C, Kayu gubal 45 95 100 100 12,37
namun ekstrak etanol daun, kayu teras dan gubal tergolong
Kulit kayu 20 86 100 100 34,35
memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi karena nilai EC50
Daun 18 80 100 100 35,76
jauh di bawah 200 µg/mL (Blois (1958) dalam Hanani et al.
(2005)). Hal ini menunjukkan kecuali ekstrak kulit kayu, Keterangan: rerata dari 6 ulangan
1)

ekstrak etanol bagian pohon Surian berpotensi mengandung


senyawa aktif yang bersifat antioksidan (Tabel 4). Tabel 3 Hasil analisis fitokimia secara kualitatif terhadap
ekstrak pohon Surian
Toksisitas
Kelompok Ekstrak etanol dari bagian pohon
Hasil pengujian menunjukkan semua ekstrak bersifat toksik Senyawa Daun Teras Gubal Kulit
karena peningkatan konsentrasi meningkatkan nilai mortalitas Alkaloid - - - -
larva A salina. Hasil pengolahan data mortalitas dengan Flavonoid + + + +
analisis probit menghasilkan nilai LC50 ekstrak etanol berbagai Kuinon + + + +
bagian pohon Surian 9-36 µg/mL (Tabel 2). Hal ini Triterpenoid + + + +
mengindikasikan semua ekstrak bersifat toksik karena nilai Steroid + + - +
LC50 < 250 µg/mL (Rieser et al. 1996). Ekstrak yang bersifat Saponin - + - -
sangat aktif dan sangat potensial mengandung senyawa yang Tanin + + + +
bersifat antiproliferasi terhadap sel kanker adalah ekstrak kayu Keterangan : - : tidak terdeteksi; + : terdeteksi
teras dan kayu gubal karena nilai LC50 < 30 µg/mL (Meyer et
al. 1982).
Terdeteksinya flavonoid, dan tanin dalam ekstrak etanol
Tabel 2 menunjukkan bahwa ekstrak daun Surian memiliki
berbagai bagian pohon Surian diduga sebagai penyebab
toksisitas yang tinggi. Hal ini membuktikan bahwa daun Surian
ekstrak memiliki aktivitas antioksidan. Studi pustaka
mengandung senyawa yang bersifat antiproliferasi terhadap
menunjukkan beberapa senyawa yang termasuk dalam
beberapa sel kanker (Chang et al. 2002, Chang et al. 2006,
kelompok fenolik seperti fenol sederhana, flavonoid, dan tanin
Chia et al. 2007, Chen et al. 2009). Ekstrak kayu, baik kayu
memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi (Wang 2007).
teras maupun gubal memiliki toksisitas yang lebih tinggi
Berhubung ekstrak mengeluarkan aroma yang khas
dibandingkan daun diduga karena kayu mengandung jenis
dengan tekstur agak mengental maka analisis fitokimia
senyawa antikanker yang lebih aktif atau komposisinya lebih
dilanjutkan dengan menggunakan kromatograf gas-
tinggi dibandingkan daun
spektrometer massa pirolisis. Hasil analisis mengidentifikasi
Kandungan fitokimia
64 senyawa untuk ekstrak kayu teras, 90 senyawa untuk

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): 46-52(2011)


50 Sari, et al.

ekstrak kayu gubal, 86 senyawa untuk ekstrak daun dan 22 memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Komponen dominan
senyawa untuk ekstrak kulit kayu. Namun, yang dijabarkan di dalam ekstrak daun dan kayu teras adalah pirogalol dan 9,19-
dalam tulisan ini adalah jenis senyawa dominan dan memiliki siklolanostan-3-ol yang bersifat antioksidan. Terdeteksinya
bioaktivitas berdasarkan studi pustaka (Tabel 4). senyawa fenolik lain berdasarkan analisis fitokimia kualitatif
turut berperan terhadap tingginya aktivitas antioksidan. Hal ini
Tabel 4 Dugaan jenis senyawa dominan dalam ekstrak
dipertegas oleh hasil penelitian Wang et al. (2007) yang
pohon Surian dan bioaktivitasnya
mengisolasi beberapa senyawa fenolik yang bersifat
antioksidan dalam ekstrak daun Surian seperti asam galat dan
Bagian Konsen- Bioaktivitas**)
Nama IUPAC turunannya, galotanin, dan flavonol.
pohon trasi
senyawa*) Hasil analisis kromatograf gas-spektrometer massa
relatif (%)
Kayu 9,19-siklolanostan-3- antioksidan (Tanaka et al. pirolisis menunjukkan bahwa senyawa mono dan
15,13 seskuiterpenoid penyusun minyak atsiri seperti α-murolena,
teras ol 2011)
α-murolena 6,04 antifungal (Ali et al. 2008) aromadendrena, amorfena, α-kadinol, δ-kadinena, α-kopaena
anti serangga (Daisy et al. terdeteksi dalam ekstrak kayu teras. Hasil analisis juga
naftalena 5,43
2002) mendeteksi adanya amorfena, α-kadinol, δ-kadinena, α-
(+)-aromadendrena 4,44 antifungal (Ali et al. 2008) kopaena, α-ilangena dalam ektrak kayu gubal dan limonena
α-amorfena 4,39 antimikrob (Rios et al. 2003) dalam ekstrak daun. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan
antikanker (Duh et al. 2002) bahwa senyawa mono dan seskuiterpenoid tersebut memiliki
α-kadinol 4,11
antifungal (Ali et al. 2008) aktivitas antikanker, antifungal, dan antiserangga (Tabel 4).
antikanker (Duh et al. 2003) Ketiga jenis aktivitas tersebut berkorelasi positif dengan
δ-kadinena 3,67
antifungal (Ali et al. 2008)
toksisitas hasil uji BSLT.
antimikroba (Owolabi et al.
α-kopaena 3,28
2010
Ekstrak etanol bagian kayu teras memiliki toksisitas
Kayu α-kopaena 15,77 antimikroba (Owolabi et al. tertinggi dibandingkan ekstrak lainnya karena diduga ekstrak
gubal 2010) didominasi oleh senyawa-senyawa dari kelompok
1,2-benzenadiol 1,33 antikanker (Weyant et mono/seskuiterpen dan fenolik yang bersifat anti kanker, anti
(cas) pirokatekol al.2001) serangga dan anti fungal (Tabel 4). Selain senyawa yang
α-amorfena 1,23 antimikroba (Rios et al. teridentifikasi GC-MS, kelompok senyawa yang menyebabkan
2003) toksisitas ekstrak kayu teras tertinggi diduga juga karena
α-ilangena 1,19 antikanker (Duh et al. 2003) analisis fitokimia kualitatif mendeteksi adanya
α-kadinol 1,05 antikanker (Duh et al. 2002), triterpenoid/steroid, kuinon, dan flavonoid (Tabel 3).
antifungal (Ali et al. 2008) Hasil uji hayati ini menunjukkan bahwa berbagai bagian
(+)-aromadendrena 1,05 antifungal (Ali et al. 2008) pohon Surian berpotensi mengandung zat ekstraktif yang
Daun 1,2,3-benzenatriol 54,93 antioksidan (Tourino et al.
memiliki aktivitas antioksidan dan toksisitas yang tinggi.
(cas) pirogalol 2008)
Bagian daun mengandung ekstrak dan aktivitas antioksidan
1,2-benzenadiol 3,95 antikanker (Weyant et
(cas) pirokatekol al.2001) tertinggi namun memiliki toksisitas terendah dibandingkan
DL-limonena 3,09 antikanker (Kipassa et al. bagian pohon lainnya. Eksplorasi senyawa bioaktif yang
2007) memiliki aktivitas antioksidan dan antiproliferasi terhadap sel
asam kuinat 2,02 antibakteri (Gohari et al. kanker dalam daun sudah banyak dikerjakan (Chang et al.
2010) 2002, Chang et al. 2006, Chia et al. 2007, Mitsui et al. 2005,
fenol, 4-metil- (cas) 1,18 antioksidan (Akao et al. Wang 2007). Kayu teras berada di urutan kedua dalam hal
p-kresol 2004) kadar ekstrak dan aktivitas antioksidan, sedangkan
Neofitadiena 1,10 antioksidan (Plaza et al. toksisitasnya tertinggi dibandingkan bagian pohon lainnya;
2010) namun penelitian mengenai potensi zat ekstraktif kayu
1,4-benzenadiol 1,05 antitumor (Kintzios & terasnya sebagai senyawa antioksidan dan bersifat
(cas) hidrokuinon Barberaki (2004),) antiproliferasi terhadap sel kanker belum dilakukan. Untuk itu,
Kulit 1,2-benzenadiol 34,18 antikanker (Weyant et
penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi senyawa aktif yang
kayu (cas) pirokatekol al.2001)
dalam flouroglusinol
bersifat antikanker dalam kayu teras Surian sedang
2,63 antioksidan (Lee et al. 2003)
dikerjakan.
asam asetat (cuka 1,54 antibakteri (Nagoba et al.
kayu) 2008)
Keterangan : *) berdasarkan analisis GC-MS pirolisis KESIMPULAN
**) berdasarkan studi pustaka
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ektrak etanol daun,
Analisis fitokimia yang dijabarkan pada Tabel 3 dan 4 kayu teras dan gubal Surian memiliki aktivitas antioksidan
menjawab fenomena mengapa ekstrak etanol daun dan kayu sangat tinggi karena konsentrasi efektif ekstrak yang mampu

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): ?-? (2011)


Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas 51

menangkap radikal bebas DPPH sebesar 50% (EC50) untuk Chia YC, Wang PH, Huang YJ, Hsu HK. 2007. Cytotoxic
ekstrak daun, kayu teras dan kayu gubal berturut-turut adalah activity of Toona sinensis on human lung cancers.
11 µg/mL, 13 µg /mL, dan 15 µg /mL, sedangkan ekstrak kulit Nat Sc Council Report: 230.
kayu bagian dalam tergolong relatif kurang aktif dengan EC50
122 µg /mL. Ekstrak kayu teras dan gubal sangat toksik Chen HM, Yang-Chang Wu YC, Chia YC, Chang FR, Hsu HK,
terhadap larva udang A. Salina dengan nilai LC50 9 µg/mL dan Hsieh YC, Chen CC, Yuan SS. 2009. Gallic acid, a
12 µg/mL, sedangkan ekstrak daun dan kulit kayu tergolong major component of Toona sinensis leaf extracts,
toksik dengan nilai LC50 34 µg/mL dan 36 µg/mL. contains a ROS-mediated anti-cancer activity in
Hasil anasisis GC-MS pirolisis menunjukkan bahwa human prostate cancer cells. Cancer Letters
pirogalol dalam ekstrak daun dan 9,19-siklolanostan-3-ol 286:161–171.
dalam ekstrak kayu teras berperan terhadap tingginya aktivitas Daisy BH, Strobel GA, Castillo U, Ezra D, Sears J, Weaver
antioksidan ekstrak, sedangkan senyawa seskuiterpenoid DK, Runyon JB. 2002. Naphthalene, an insect
seperti amorfena, α-kadinol, δ-kadinena, dan α-kopaena dalam repellent, is produced by Muscodor vitigenus, a novel
ekstrak kayu teras dan kayu gubal berperan terhadap tingginya endophytic fungus. Microbiology 48(11): 3737-3741.
toksisitas ekstrak. Hasil analisis kualitatif mendeteksi semua
ekstrak mengandung flavonoid, tanin, triterpenoids, steroid dan [Dephut] Departemen Kehutanan. 2004. Keputusan Menteri
kuinon yang diduga turut berperan terhadap tingginya aktivitas Kehutanan Nomor SK.456/Menhut-II/2004 tentang 5
antioksidan dan toksisitas ekstrak. Kebijakan Prioritas Bidang Kehutanan Dalam
Program Pembangunan Nasional. Jakarta: Dephut.
UCAPAN TERIMA KASIH Duh CY, Chien SC, Song PY, Wang SK, El-Gamal A, Dai CF.
2002. New cadinene sesquiterpenoids from the
Terima kasih kami sampaikan kepada BPPS Kemdikbud formosan soft coral Xenia puerto-galerae. J Nat
yang telah mendanai penelitian ini, Laboratorium Kimia Hasil Prod 65:1853-1856.
Hutan IPB tempat preparasi ekstrak dan uji BSLT, Pustekolah
Kemenhut tempat menganalisis GC-MS, Pusat Studi Edmonds J, Staniforth M. 1998. Toona sinensis (Meliaceae).
Biofarmaka IPB tempat menganalisis fitokimia kualitatif dan Curtis's Bot Mag 15:186–193.
menguji aktivitas antioksidan, Bapak Supriatin dan Ahmad
Jamhari, S.Hut yang membantu preparasi sebagian ekstrak Ferlay J, Shin H, Bray F, Forman D, Mathers C, Parkin D.
dan uji BSLT. 2008. Cancer Incidence and Mortality Worldwide:
IARC Cancer Base No. 10. Lyon, France: International
DAFTAR PUSTAKA Agency for Research on Cancer.
Gao H. 2007. Chemical analysis of extract from port-orford
Akao Y, Seki N, Nakagawa Y, Yi H, Matsumoto K, Ito Y, Ito cedar [thesis]. Louisiana State: The School of
K, Funaoka M, Maruyama W, Naoi M. 2004. A Renewable Natural Resources.
highly bioactive lignophenol derivative from bamboo
lignin exhibits a potent activity to suppress apoptosis Hseu YC, Chang WH, Chen CS, Liao JW, Huang CJ, Lu FJ,
induced by oxidative stress in human neuroblastoma Chia YC, Hsu HK, Wu JJ, Yang HL. 2008.
SH-SY5Y cells. Bioorg Med Chem 12:4791–4801. Antioxidant activities of Toona Sinensis leaves
extracts using different antioxidant models. Food and
Ali NA, Wurster M, Ulrike NA, Lindequist, Wessjohan L. 2008. Chem Toxicol 46:105–114.
Essential oil composition from oleogum resin of
soqotraen Commiphora kua. Rec Nat Prod 2(3):70- Hanani E, Abdul M, Ryany S. 2005. Identifikasi senyawa
75. antioksidan dalam spons Callyspongia sp dari
kepulauan seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian 2 (3):127
Chang HL, Hung WC, Huang MS, Hsu HK. 2002. Extract from – 133.
the leaves of Toona sinensis Roemor exerts potent
antiproliferative effect on human lung cancer cells. Harborne. 1996. Metode Fitokimia:Penemuan cara modern
Am J Chin Med 30(2-3):307-314. menganalisis tumbuhan. Padmawinata K, penerjemah;
Niksolihin S, editor. Bandung: Penerbit ITB.
Chang HL, Hsu HK, Su JH, Wang PH, Chung YF, Chia YC, Terjemahan dari : Phytochemical Methods.
Tsai LY, Wu YC, Yuan SS. 2006. The fractionated
Toona sinensis leaf extract induces apoptosis of Jamilah. 2008. Isolasi dan penentuan struktur senyawa kimia
human ovarian cancer cells and inhibits tumor growth serta uji aktivitas biologi kulit batang marga
in a murine xenograft model. Gync Oncol 102 (2 ): Calophyllum spp. [disertasi]. Depok: Program
309-314. Pascasarjana Universitas Indonesia.

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): 46-52(2011)


52 Sari, et al.

Kintzios SE, Barberaki MG. 2004. Plants that fight cancer. acetogenins from the seeds of Annona muricata. J Nat
Florida: CRC Press LLC. Prod 59:100-108.
Kipassa NT, Iwagawa T, Okamura H, Doe M, Morimoto Y, Rios MY, Jastrozon F, Robledo N, Leon I, Rojas G, Navvaro V.
Nakatani M. 2006. Limonoids from the stem bark of 2003. Chemical composition and antimicrobial activity
Cedrela odorata. Phytochemistry 69:1782–1787. of the essential oil from Annona cherimola. J
Mexican chem society 47 (2):139-142.
Lee SM, Na MK, An RB, Min BS, Lee HK. 2003. Antioxidant
activity of two phloroglucinol derivatives from Sajuthi D. 2001. Ekstraksi, fraksinasi, karakterisasi, dan uji
Dryopteris crassirhizoma. Biol Pharm Bull 26(9): hayati in vitro senyawa bioaktif daun dewa sebagai
1354–1356. antikanker, tahap II. Buletin Kimia 1:75-79.
Leu SJ, Lin YP, Lin RD. Phenolic constituents of Malus Sangat HM, Zuhud EAM, Damayanti EK. 2000. Kamus
doumeri var. formosana in the field of skin care. Biol Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia
Pharma Bull 29 (4):740–745. (Etnofitomedika). Jakarta: Pusaka Populer Obor.
Meyer BN, Feerigni NR, Putnam JE, Jacobson LB, Nicholas Shu XC, Hua P, Edmond JM. 2008. Toona (Endlicher) M.
DE, McLaughlin JL. 1982. Brine shrimp : A convinient Roemer. Nat Fl China 11:112–115.
general bioassay for active plant constituens. Plant
Tanaka M, Nomaguchi K, Ehara T, penemu; Morinaga Milk
medica 45:31-34.
Industry Co., Ltd. 19 Oktober 2011. The antioxidant
Mitsui K, Maejima M, Saito H, Fukaya H, Hitotsuyanagi Y, contains a compound selected from a cyclolanostane
Takeya K. 2005. Triterpenoids from Cedrela sinensis. compound and a lophenol compound as an active
Tetrahedron 61:10569–10582. ingredient. European patent EP 2 377 874 A1.
Nagoba B, Wadher B, Kulkarni P, Kolhe S. 2008. Acetic acid Thompson A, Cooper J, Ingram I. 2006. Distribution of
treatment of pseudomonal wound infections. Eur J Gen terpenes in heartwood and sapwood of loblolly pine.
Med 5(2):104-106. Forest Prod J 56(7/8):46-48.
Owolabi MS, Ogundajo A, Yusuf KO, Lajide L, Villanueva HE, Touriño S, Lizárraga D, Carreras A, Matito C, Ugartondo V,
Tuten JA, Setzer WN. 2010. Chemical composition Mitjans M, Centelles J, Vinardell M, Juliá L, Cascante
and bioactivity of the essential oil of Chromolaena M, Torres J. 2008. Antioxidant/prooxidant effects of
odorata from Nigeria. Rec Nat Prod 4 (1):72-78. bioactive polyphenolics. EJEAFChe 7 (8):3348-3352.
Plaza M, Santoyo, Jaime SL, Reina GB, Herrero M, Senoráns Wang KJ, Yang CR, Zhang YJ. 2007. Phenolic antioxidants
FJ, Ibánez E. 2010. Screening for bioactive from Chinese toon (fresh young leaves and shoots of
compounds from algae. J Pharma Biomed Analysis Toona sinensis). Food Chem 101:365–371.
51(2):450-455.
Weyant MJ, Carothers AM, Dannenberg AJ, Bertagnolli MM.
Rieser MJ, Gu ZM, Fang XP, Zeng L, Wood KV, McLaughlin 2001. Catechin inhibits intestinal tumor formation and
JL. 1996. Five novel mono-tetrahydrofuran ring suppresses focal adhesion kinase activation in the
mouse. Cancer Research 61(1):118–125.

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 4(2): ?-? (2011)