Anda di halaman 1dari 8

BAB 33

MENDOKUMENTASIKAN PEKERJAAN AUDIT


Tinjauan Umum
Mendokumentasikan pekerjaan audit berperan penting dalam perencanaan dan
pelaksanaan audit. dokumentasi ini berfungsi sebagai catatan atau rekaan mengenai
pekerjaan yang dilakukan, dan menjadi dasar untuk laporan auditor. Dokumentasi juga
digunakan untuk reviu kendali mutu, untuk memantau kepatuhan terhadap ISAs dan
ketentuan perundangan terkait, serta kemungkinan inspeksi oleh pihak ketiga.

Kepemilikan atas File


Kecuali ditetapkan lain oleh ketentuan perundang-undangan, dokumentasi audit merupakan
milik Kantor Akuntan Publik (KAP)

Copy Catatan Entitas


Salinan, ringkasan (abstracts) atau copies catatan entitas dapat dimasukkan sebagai bagian
dari dokumentasi audit jika dipandang perlu. Namun, copies catatan akuntansi dari entitas
tersebut bukanlah pengganti dokumentasi audit yang baik.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Dokumentasi Ya/Tidak


Apakah kepatuhan terhadap syarat-syarat dan kewajiban dokumentasi,
sebagaimana diatur dalam pedoman kendali mutu KAP, sudah
didokumentasikan ?

Apakah Dokumentasi audit rapi dan lengkap, termasuk hubungan yang jelas
dengan hal-hal penting yang ditangani ?

Apakah dokumentasi mengindikasi:


 Siapa yang melaksanakan pekerjaan audit dan tanggal pekerjaan
selesai ?
 Siapa yang mereviu pekerjaan dan tanggal reviu selesai?
 Hasil diskusi hal-hal penting dengan manajemen, TCWG, dan pihak lain.
Apa isi/sifat hal-hal penting yang dibahas, kapan dan dengan siapa
pembahasan dilakukan?

Apakah auditor yang berpengalaman, yang tidak mempunyai hubungan


sebelumnya dengan audit itu, memahami:
 Sifat, waktu, dan luasnya prosedur audit yang dilaksanakan sesuai ISAs
dan ketentuan perundang-undangan terkait dan ketentuan profesi?
 Hasil dari prosedur audit yang dilaksanakan, dan bukti audit yang
diperoleh; dan
 Hal-hal signifikan yang ditemukan dalam audit, kesimpulan atas hal-hal
itu,dan kearifan profesional yang diterapkan dalam menarik
kesimpulan tersebut?

Apakah file berisi dokumentasi mengenai:


 Adanya prakondisi audit dan keputusan untuk menerima atau
melanjutkan penugasan?
 Strategi audit menyeluruh?
 Diskusi diantara anggota tim audit?
 Unsur utama pemahaman mengenai entitas, dan setiap komponen dari
kelima komponen pengendalian internal, termasuk sumber-sumber
informasi, sudah diperoleh?
 Hasil pelaksanaan prosedur penilaian risiko
 Risiko salah saji material yang diidentifikasi dan dinilai pada tingkat
laporan keuangan dan pada tingkat asersi?
 Rencana audit terinci yang menanggapi risiko audit yang dinilai?
 Hasil pelaksanaan prosedur audit, termasuk relevansi dan keandalan
bukti yang diperoleh dan perlakuan terhadap penyimpangan yang
ditemukan, termasuk perubahan yang harus dilakukan karena risiko
yang dinilai?
 Informasi dan prosedur yang dilaksanakan untuk menangani indikator
adanya kecurangan yang diidentifikasi selama audit berlangsung?
 Perubahan dalam materialitas sebagai akibat diperolehnya informasi
baru?
 Cukup informasi yang mengulang (re-perform) setiap prosedur, jika
memang diperlukan ?
 Perubahan signifikan yang dibuat selama audit, terhadap strategi audit
menyeluruh atau rencana audit, dan alasan mengapa perubahan
dibuat?
 Rincian masalah penting, dan bagaimana masalah itu diselesaikan,
termasuk ketidakpastian material, kekhawatiran/pertanyaan mengenai
estimasi manajemen, peristiwa kemudian, dan masalah lain yang
berakibat dengan diterbitkannya pendapat yang modifikasi?

Apakah konsultasi di dalam KAP dan dengan tenaga ahli yang dikaryakan
oleh auditor dan manajemen telah didokumentasikan?

Sewakti tenaga ahli digunakan, apakah tepatnya keahlian tenaga tersebut


sebagai bukti audit telah didokumentasikan?

Apakah kepatuhan terhadap ISA 600 mengenai komunikasi dengan


component auditors telah didokumentasikan
BAB 34
REPRESENTASI TERTULIS

Tinjauan Umum

Salah satu tanggung jawab manajemen ketika ia menandatangani surat perikatan


(engangemernt letter) ialah mengonfirmasi ekspektasi auditor untuk menerima penegasan
tertulis (written confirmation) mengenai representasi yang dibuatnya sehubungan dengan
perikatan audit.
Selama berlangsungnya audit, manajemen membuat sejumlah representasi lisan kepada
auditor, yang dapat digunakan sebagai buku audit yang menguatkan prosedut audit lainnya.
Pada akhir penugasan, representasi lisan harus dimasukkan dalam surat pernyataan tertulis
(written representation letter) yang diperoleh darimanajemen, dan jika perlu, dari TCWG
(those charge with governance).
Surat representasi berisi pernyataan tertentu dan keyakinan manajemen (management’s
belief) bahwa:
 Ia memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan;
 Informasi yang diberikan kepada auditor sudah lengkap.
Surat representasi diperoleh menjelang akhir atau mendekati, tetapi tidak sesudah, tanggal
laporan auditor atas laporan keuangan.Pernyataan tertulis mencakup seluruh laporan
keuangan dan seluruh periode yang disebutkan dalam laporan auditor.
Representasi tertulis dari manajemen tidak boleh digunakan sebagai:
 Pengganti pelaksanaan prosedur audit lainnya;
 Satu- satunya sumber bukti untuk masalah audit yang signifikan
BUTIR PERTIMBANGAN
Siapa yang menandatangan surat itu?
Untuk penugasan audit yang dipandang berisiko tinggi, pertimbangkan memperoleh lebih
dari satu tanda pada surat pernyataan. Contoh, surat pernyataan dapat ditandatangani
pemilik merangkap pengelola (owner- manager) dan anggota kunci dari tim manajemen.

Representasi sebagai bukt


Representasi tertulis saja, tidak memberikan bukti yang cukup dan tepat mengenai hal- hal
yang dicakupnya. Fakta bahwa manajemen memberikan representasi tertulis yang handal,
tidak berdampak terhadap sifat atau luasnya bukti audit lainnya yang diperoleh auditor
mengenai pemenuhan tanggung jawab manajemen, atau mengenai suatu arsesi tertentu.

Representasi Manajemen

Representasi manajemen bisa dalam bentuk lisan maupun tertulis. Representasi


manajemen dalam bentuk lisan bisa diberikan atas permintaan auditor, maupun tidak
diminta auditor.Representasi ini diperoleh selama berlangsungnya audit.
Pada akhir penugasan, auditor wajib meminta pernyataan tertulis (written statement) dari
manajemen yang mengaskan hal- hal tertentu seperti:
 representasi lisan yang disebutkan diatas;
 manajemen sudah memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku;
 semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporann keuangan;
 representasi lainnyaa yang diperlukan untuk mendukung bukti audit yang diperoleh.
Bentuk- bentuk representasi manajemen, antara lain:
 hal- hal yang dikomunikasikan dalam diskusi;
 hal- hal yang dikomunikasikan secara elektronis, seperti email, pesan- pesan telpon yang
terekam, atau sms;
 skedul (schedules), analisis (analyses) dan laporan yang dibuat entitas, serta notasi/
disposisi dan komentar yang dibuat manajemen atas sekdul/ analisis/ laporan keuangan
tersebut.
 Memo dan korespondensi internal dan eksternal
 Risalah rapat TCWG (those charged wit governance) dan komite gaji (compensation
committees);
 laporan keuangan yang ditandatangani;
 surat representasi manajemen
Mengevaluasi Representasi Manajemen

Tabel 30-1 menyajikan hal- hal yang perlu diperhatikan ketika mengevaluasi representasi
manajemen.
Apakah orang/ pejabat yang membuat representasi dapat diharapkan akan objektf dan
mempunyai pengetahuaan mengenai pokok masalah?
Apakah representasi itu layak dan konsisten dengan:
 pemahaman auditor mengenai entitas dan lingkungannya?
 Bukti lain yang diperoleh, termasuk representasi lain yang diperoleh dari manajemen?
 Butki lain yang diperoleh melalui pelaksanaan prosedur audit untuk mencapai tujuan
audit lain?
Apa prosedur audit selanjutnya untuk menguatkan representasi manajemen?
Untuk menguatkan pembuktian mengenai niat- niat manajemen, pertimbangkan sumber-
sumber buktiseperti risalah rapat Dewan Komisaris/ Direksi, risalah rapat Komite Investasi,
dokumen hukum, atau korespondensi dan email internal. Misalnya, untuk mendalami
masalah going concern (kesinambungan usaha), bukti yang “menguatkan” meliputi inspeksi
atas risalah rapat Dewan Komisaris/ Direksi, dokumen hukum, dan informasi mengenai
pendanaan, dan lain- lain.
Apabila bukti uang menguatkan tidak tersedia, apakah ada pembatasan lingkup (scope
limitation)?
Ketika representasi manajemen bertentangan dengan bukti lain yang diperoleh:
 Apakah ada alas an untuk meragukan kejujuran dan integritas manajemen? Jika ya,
auditor perlu membahas hal ini dengan TCWG (those charged with governence0, dan
mengkaji dampaknya terhadap penilaian risiko (risk assessment) dan perlunya prosedur
audit selanjutnya.
 Apakah memercayai representasi manajemen lainnya masih tepat dan dapat dibenarkan?
Pertimbangkan cara yang paling tepat untuk mendokumentasikan representasi. Contoh
dengan:
 Memo yang dibuat auditor;
 Memo yang dibuat manajemen;
 Mencantumkan dalam surat representasi manajemen
Representasi Tertulis

Representasi tertulis merupakan sumber bukti audit yang penting, karena:


 Jika manajemen mengubah representasi tertulisnya atau tidak memberikan representasi
tertulis yang diminta, hal ini memicu perhatian auditor tentang kemungkinan adanya satu
atau lebih masalah; dan
 Permintaan akan representasi tertulis (dan bukan lisan) mungkin akan mendorong
manajemen mempertimbangkan masalah itu dengan lebih seksama, dan dengan
demikian, meningkatkan mutu dari representasi itu.
Representasi tertulis diminta dari orang/ pejabat yang bertanggung jawab atas pembuatan
dan penyajian laporan keuangan dan orang/ pejabat tersebut mempunyai pengetahuan
pokok masalah dalam representasi. Dalam banyak hal, orang ini adalah Direktur Utama/ CEO
(Chief Executive Officer) dan Direktur Keuangan/ CFO (Chief Finance Officer), atau setara
dengan itu, seperti pemilik merangkat mengelola (owner- manager).
Auditor harus meminta kepada manajemen untuk memberikan representasi tertulis bahwa:
 Manajemen sudah memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan
sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku;
 Manajemen sudah memberikan kepada auditor semua informasi yang relevan dan akses
sebagai disepakati dalam persyaratan penugasan audit;
 Semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporan keuangan;
 Representasi manajemen mendukung bukti audit lainnya yang relevan untuk laporan
keuangan (sebagaimana diharuskan oleh ISAs lainnya) atau satu/ lebih arsesi tertentu
dalam laporan keuangan.
Sejumlah ISAs berisi kewajiban spesifik bagi auditor untuk meminta pernyataan tertulis.Tabel
30-2 menjajikan ISAs dan alinea yang relevan yang mewajibkan representasi tertulis untuk
hal- hal tertentu.
Tabel 30-2
ISA Tittle Paragraph
240 The Auditor’s Responsibilities Relating to Fraud in an Audit of 39
Financial Statement
250 Consideration of Laws dan Regulations In an Audit of Financial 16
Statements
450 Evaluation of Misstatements Identified during the Audit 14
501 Audit Evidence- Specific Considerations for Selected Items 12
540 Auditing Accounting Estimates, Including Fair Value Accounting 22
Estimates, and Related Disclosures
550 Related Parties 26
560 Subsequent Events 9
570 Going Concern 16(e)
710 Comparative Information- Corresponding Figures and Comparative
Financial Statements

Representasi tertulis bisa menyangkut hal- hal umum seperti dijelaskan di atas (tanggung
jawab manajemen atas pembuatan laporan keuangan; manajemen sudah memberikan
semua informasi relevan dan akses; semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam
laporan keuangan).
Representasi tertulis juga bisa menyangkut hal- hal khusus seperti representasi manajemen
tentang berikut ini.
1. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi sudah tepat dan sesuai dengan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku.
2. Hal- hal berikut, dimana ada relevansinya dalam kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku, telah diakui, diukur, disajikan, atau diungkapkan sesuai kerangka pelaporan
keuangan tersebut.
 Rencana atau niat/ intensi yang bisa berdampak terhadap nilai (carrying value) atau
klasifikasi asset dan kewajiban/ utang.
 Kewajiban, yang sebenarnya (actual) maupun kontinjen (contingent)
 Hakatas (tittle to) atau pengendalian terhadap (control over) ase tersebut.
 Beban hukum (liens or encumbrances) atas asset dan asset yang dijadikan agunan
(collateral)
 Aspek- aspek hukum, ketentuan perundangan lain, dan perikatan (contractual
agreements) yang dapat berdampak atas laporan keuangan termasuk masalah
ketidakpatuhan.
3. Komunikasi tentang semuua kelemahan dan kekurangan dalam pengendalian internal
yang manajemen tahu
4. Semua alasan mengapa entitas memilih tindakan tertentu, telah dikomunikasikan.
5. Internsi/ niat/ rencana mengenai [sebutkan masalahnya] adalah sebagai berikut. [jelaskan
intensi/ niat/ rencana entitas tersebut].
Pertimbangan- Pertibambangan Lain

Penggunaan qualifying language


Dalam hal- hal tertentu, manajemen mungkin menggunakan bahasa yang tidak lugas
‘tersamar dalam nuansa santun’, yang dalam bahasa inggris diisebut “qualifying language”
yang berdampak bahwa representasinya dibuat “to the best of its knowledge and belief”
atau “sepanjang yang kami ketahui dan pahami”.
Redaksi semacam itu bisa diterima jika auditor puas bahwa representasi tersebut dibuat
oleh orang- orang yang mempunya I tanggung jawab yang tepat dan mengetahui hal- hal
yang dicantumkan dalam representasi itu.
Salah saji yang sepele
Sewaktu meminta representasi tentang salah saji (misstatements), jumlah ambang batas (a
threshold amount) ditentukan.Masing- masing salah saji dibawah ambang batas ini dianggap
sepele (trivial).
Manajemen bertanya ke pihak lain
Jika manajemen tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai hal- hal yang dicakup
dalam representasi tertulis, manajemen dapat memutuskan untuk bertanya (to make
inquiries) kepada orang- orang yang ikut membuat/ menyajikan laporan keuangan dan segala
asersi yang berkaitan dengan laporan keuangan tersebut.Ini mungkin melibatkan orang-
orang yang mempunyai keahlian khusus.
Di halaman- halaman berikut disajikan contoh surat representasi manajemen dalam bahasa
Indonesia
Contoh surat representasi dalam bahasa Indonesia, disajikan di halaman- halaman berikut.

Kertas Surat PT Bali Asri Furniture

Maret 15, 20X3

Kepada yang terhormat


Kantor Akuntan Publik Arinda, Bahtiar & Cindina
Margonda Boulevard
Pengkolan Depok

U.p Saudari Dr. Anisa Cindina:

Surat representasi ini diberikan sehubungan audit kantor akuntan public Arinda, Bahtiar &
Cindina atas laporan keuangan PT Bali Asri Furniture untuk tahun yang berkahir pada tanggal
31 Desember 20x2, untuk tujuan memberikan pendapat mengenai apakah laporan
keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan
International Finance Reporting Standards (IFRS)

Kami mengeaskan bahwa:

Laporan keuangan
 Kami telah memenuhi tanggung jawab kami, sebagaimana dituangkan dalam surat
penugasan audit 11 Oktober 20x2, atas pembuatan laporan keuangan sesuai dengan
IFRS; khususnya bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan IFRS.
 Asumsi penting yang kami gunakan untuk membuat estimasi akuntansi, termasuk
estimasi yang diukur dengan nilai wajar (fair value) adalah layak
 Hubungan istimewa dan transaksi hubungan istimewa sudah mendapat perlakuan
akuntansi yang tepat dan diungkapkan sesuai dengan IFRS.
 Semua peristiwa sesudah tanggal laporan keuangan dan yang menurut IFRS harus
dibuat adjustment atau diungkapkan, sudah dibuatkan adjustment atau diungkapkan.
 Dampak salah saji yang tidak dikoreksi, terpisah maupun tergabung, tidaklah material
terhadap laporan keuangan secara keseluruhan. Daftar salah saji yang tidak dikoreksi
dapat dilihat pada lampiran surat ini.
 Perusahaan mematuhi semua ketentuan dalam perjanjian/ perikatan yang dibuatnya,
yang bisa mempunyai dampak yang material terhadap laporan keuangan jika terjadi
ketidakpatuhan.
 Tidak ada ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang- undangan yang bisa
mempunyai dampak yang material terhadap laporan keuangan jika terjadi
ketidakpatuhan
 Perusahaan mempunyai hak yang sah atas semua asetnya, dan tidak ada beban-
beban hukum atas asset perusahaan, kecuali atas asset yang diungkapkan dalam
Catatan X atas laporan keuangan.
 Kami tidak mempunyai rencana untuk menghentikan jenis produk ayng kami buat
sekarang. Kami tidak mempunyai rencana lain yang berdampak pada produksi
berlebih atau persediaan yang using. Tidak ada persediaan yang dicatat dengan
jumlah diatas nilai yang dapat terealisasi (not realizable value)
 Tidak ada penurunan nilai (impairment) dalam nilai yang dapat direalisasi (net
realizable value) dari asset tetap atau peralatan yang sekarang sudah diganti dengan
mesin- mesin baru.

Informasi yang diberikan


 Kami telah memberikan kepada KAP anda:
a. Akses kepada semua informasi yang kami tahu adalah relevan dalam
pembuatan laporan keuangan seperti catatan pembukuan, dokumentasi, dan
lain- lain;
b. Informasi tambahan yang anda minta dari kami untuk tujuan audit;
c. Akses yang tidak terbatas terhadap pegawai kami yang menurut pendapat
anda diperlukan untuk memperoleh bukti audit.
 Semua transaksi sudah dicatat dalam catatan pembukuan dan dicerminkan dalam
laporan keuangan
 Kami telah mengungkapkan kepada anda, hasil penilaian risiko bahwa laporan
keuangan bisa disalah sajikan secara material karena kecurangan.
 Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua informasi yang terkait dengan
kecurangan atau dugaan mengenai kecurangan yang kami ketahui dan yang
berdampak terhadap entitas dan melibatkan;
a. Manajemen
b. Pegawai yang mempunyai peran penting dalam pengendalian internal
c. Orang- orang lain dimana kecurangan bisa berdampak material terhadap
laporan keuangan
 Ksmi telah mengungkapkan kepada anda, semua informasi yang berhubungan
dengan tuduhan dan sangkahan mengenai kecurangan yang berdampak terhadap
laporan keuangan, seperti yang dikomunikasikan oleh pegawai, mantan pegawai,
analisis perusahaan, regulator, atau pihak- pihak lain.
 Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua kasus ketidakpatuhan atau
kecurigaan akan ketidakpatuhan terhadap hukum dan ketentuan perundang-
undangan yang dampaknya harus diperhitungkan dalam membuat laporan keuangan
 Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua hubungan istimewa dan transaksi
hubungan istimewa yang kami ketahui.

Hormat Kami,

I Gde Aditya (Direktur Utama), Ni Wayan Putri (Direktur Keuangan)