Anda di halaman 1dari 24

Bab I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan dunia usaha semakin dinamis dengan persaingan
yang ketat, di mana para konsumen semakin pintar dalam memilih
produk yang berkualitas dengan harga yang diinginkan dapat
memberikan nilai yang maksimal bagi para konsumen. Banyaknya
perusahaan dengan mengeluarkan berbagai jenis produk maupun jasa
semakin memberikan pilihan yang bervariasi bagi konsumen dalam
menentukan pilihan pembelian.
PT Sido Muncul merupakan perusahaan yang memiliki
kompetensi yang cukup baik. Mengantisipasi perubahan selera konsumen
PT Sido Muncul kini memiliki serangkaian produk dengan jumlah
keseluruhan tidak kurang dari 150 produk, seratus produk diantaranya
generik. Sedangkan yang branded diantaranya Kuku Bima, Tolak angin,
STMJ, Anak Sehat dan sebagainya. Beragamnya produk maupun jasa
yang ditawarkan oleh perusahaan membuat dunia persaingan semakin
hiperkompetisi, karena mereka harus terus bersaing
dalammemperoleh, mengembangkan dan mempertahankan konsumen yang
dimilikinya. Keadaan ini menuntut perusahaan untuk memaksimalkan
strategi pemasaran agar produk yang dijual ke pasar dapat bertahan
selama mungkin dengan mengungguli pesaing yang ada di pasar.
PT Sido Muncul memproduksi berbagai macam produk yang beredar
di pasaran, di antaranya: jamu, jamu instan, food supplement, dan lain-lain.
Harga produk-produkPT Sido Muncul sangat terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat. Distribusi produk-produk PT Sido Muncul terjangkau
diseluruh Indonesia di perkotaan maupun di pedesaan.
Peran dari kompetensi yang dimiliki PT Sido Muncul dalam rangka
meningkatkan produknya didukung oleh karyawan yang mempunyai

1
keahlian, sumber daya manusia yang berkualitas, dan mempunyai
agrowisata yang digunakan untuk mengoleksi tanaman. Dalam
meningkatkan produknya PT Sido Muncul didukung oleh karyawan yang
mempunyai keahlian. Untuk meningkatkan kemampuan para karyawannya
diberikan kesempatan mengikuti pelatihan kursus maupun seminar.
PT Sido Muncul merupakan perusahaan jamu pertama di Indonesia,
sehingga perannya dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan tetap
menjadi pemimpin pasar jamu tradisional terbesar. penulis memutuskan
untuk melakukan penelitian lebih dalam di PT Industri Jamu dan Farmasi
Sido Muncul Tbk. khususnya dalam hal analisis likuiditas, solvabilitas, dan
pada periode 2014-2016.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi masalah pokok dalam


penelitian ini adalah: “Bagaimana kinerja keuangan pada PT Industri Jamu
dan Farmasi Sido Muncul Tbk. khususnya dalam hal analisis likuiditas,
solvabilitas, dan pada periode 2014-2016?”

1.3 Tujuan

Berdasarkan masalah pokok dalam penelitian ini, tujuan dari penelitian


ini adalah untuk menganalisis/mengetahui kinerja keuangan pada PT Industri
Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. khususnya dalam hal analisis likuiditas,
solvabilitas, dan pada periode 2014-2016.
1.4 Manfaat
a. Bagi Perusahaan
1. Membantu memberikan masukan kepada manajemen dalam
menilai kinerja keuangan yang telah dicapai

b. Bagi Mahasiswa

2
1. Memberikan pembelajaran bagi mahasiswa dalam menganalisis
laporan keuangan sebuah perusahaan.

3
BAB II

PENDEKATAN MASALAH

2.1 Teori

Analisis Rasio

Menurut Munawir (2004: 37), analisis rasio adalah suatu


metode analisa untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam
neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari
kedua laporan tersebut.Menurut Hanafi (2005:77), analisis rasio
adalah penggabungan yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur
dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan, hubungan antara unsur
laporan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.

Analisis rasio merupakan bentuk atau cara umum yang


digunakan dalam analisis laporan keuangan dengan kata lain diantara
alat-alat analisis yang selalu digunakan untuk mengukur kekuatan atau
kelemahan suatu perusahaan di bidang keuangan adalah analisis rasio
keuangan (Financial Ratio Analysis). Menurut Keown, dkk.
(2002:60), tujuan dari analisis rasio adalah untuk membantu manager
finansial memahami apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan,
berdasarkan informasi yang tersedia dan sifatnya terbatas. Analisis
rasio pada dasarnya tidak hanya berguna bagi kepentingan intern
perusahaan saja melainkan juga pihak luar dan ini berbeda menurut
kepentingan khusus dari analisis atau pihak yang berkepentingan.

Analisis rasio berguna bagi para analisis intern untuk


membantu manajemen membuat evaluasi mengenai hasil-hasil
operasinya, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menghindari
keadaan yang dapat menyebabkan kesulitan keuangan.

4
1) Analisis Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai


kemampuan perusahaanmembayar semua kewajiban finansial jangka
pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang
tersedia.Likuiditas tidak hanya berkenaan dengan keadaan keseluruhan
keuangan perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuannya
mengubah aktiva lancar tertentu menjadi uang kas.

Riyanto (2008:25) menyatakan bahwa likuiditas adalah


masalah yang berhubungan dengan masalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus
dipenuhi.Suatu perusahaan yang mempunyai alat-alat likuid
sedemikian besarnya sehingga mampu memenuhi segala kewajiban
finansialnya yang segera harus terpenuhi, dikatakan bahwa perusahaan
tersebut likuid, dan sebaliknya apabila suatu perusahaan tidak
mempunyai alat-alat likuid yang cukup untuk memenuhi segala
kewajiban finansialnya yang segera harus terpenuhi dikatakan
perusahaan tersebut insolvable.
Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.Rasio-rasio ini
dapat dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu
pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Dengan demikian rasio
likuiditas berpengaruh dengan kinerja keuangan perusahaan sehingga
rasio ini memiliki hubungan dengan harga saham perusahaan.

a) Current Ratio (Rasio Lancar)

Current ratio merupakan perbandingan antara aktiva


lancar dan kewajiban lancar dan merupakan ukuran yang paling
umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan suatu
perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.Current

5
ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi
kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar
dan kewajiban lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan
menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Current ratio yang rendah biasanya dianggap


menunjukkan terjadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya
current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena
menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya
dapat mengurangi kemampulabaan perusahaan (Sawir,
2009:10).Apabila mengukur tingkat likuiditas dengan
menggunakan current ratio sebagai alat pengukurnya, maka
tingkat likuiditas atau current ratio suatu perusahaan dapat
dipertinggi dengan cara (Riyanto, 2001:28):

1. Dengan utang lancar tertentu, diusahakan untuk


menambah aktiva lancar.

2. Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk


mengurangi jumlah utang lancar.

3. Dengan mengurangi jumlah utang lancar sama-sama


dengan mengurangi aktiva lancar.
𝒂𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓
Current ratio dapat dihitung dengan formula:
𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓

b) Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio ini disebut juga acid test rasio yang juga


digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.Penghitungan

6
quick ratio dengan mengurangkan aktiva lancar dengan
persediaan.

Hal ini dikarenakan persediaan merupakan unsur aktiva


lancar yang likuiditasnya rendah dan sering mengalami
fluktuasi harga serta menimbulkan kerugian jika terjadi
likuiditas. Jadi rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan
kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi
hutang lancar.

Sawir (2009:10) mengatakan bahwa quick ratio


umumnya dianggap baik adalah semakin besar rasio ini maka
semakin baik kondisi perusahaan. Quick ratio dapat dihitung
dengan formula:
𝒂𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 − 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂𝒂𝒏
𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓
c) Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan posisi kas


yang dapat menutupi hutang lancar dengan kata laincash ratio
merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan kas yang
dimiliki dalam manajemen kewajiban lancar tahun yang
bersangkutan.

𝒌𝒂𝒔
Cash ratio dapat dihitung dengan formula:
𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓

7
2) Analisis Rasio Hutang
Menggambarkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban finansial baik jangka waktu pendek atau
panjang apabila sekiranya perusahaan dilikuidasi.Suatu
perusahaan yang solvable berarti bahwa perusahaan tersebut
mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar
semua hutang-hutangnya begitu pula sebaliknya perusahaan
yang tidak mempunyai kekayaan yang cukup untuk membayar
hutang-hutangnya disebut perusahaan yang insolvable. Rasio
hutang terdiri dari:
a) Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio atau
Ratio Leverage)

Menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat


menutupi hutang-hutang pada pihak luar dan digunakan untuk
mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai oleh
hutang.Struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana
mencerminkan pengimbangan antara hutang jangka panjang dan
modal sendiri.Modal sendiri adalah modal yang berasal dari
perusahaan itu sendiri (cadangan, laba) atau berasal dari
mengambil bagian, peserta, atau pemilik (modal saham, modal
peserta dan lain-lain) (Riyanto, 2008:22).
Jadi dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio
merupakan perbandingan antara total hutang (hutang lancar dan
hutang jangka panjang) dan modal yang menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya
dengan menggunakan modal yang ada. Rasio hutang modal
dihitung dengan formula:

8
𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈
𝒅𝒆𝒃𝒕 𝒆𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 𝒓𝒂𝒕𝒊𝒐 =
𝒆𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒎𝒆𝒈𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒎

Menurut Syafri (2008:303) semakin kecil rasio hutang


modal maka semakin baik dan untuk keamanan pihak luar rasio
terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah hutang atau
minimal sama.

b) Rasio Hutang (Debt Ratio)

Rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang


dengan total aktiva. Sehingga rasio ini menunjukkan sejauh
mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Menurut Sawir
(2008:13) debt ratio merupakan rasio yang memperlihatkan
proposi antara kewajiban yang dimiliki dan seluruh kekayaan
yang dimiliki.

Rasio ini dihitung dengan rumus:


𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈
𝒅𝒆𝒃𝒕 𝒓𝒂𝒕𝒊𝒐 =
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒂𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂

Apabila debt ratio semakin tinggi, sementara proporsi


total aktiva tidak berubah maka hutang yang dimiliki
perusahaan semakin besar. Total hutang semakin besar berarti
rasio financial atau rasio kegagalan perusahaan untuk
mengembalikan pinjaman semakin tinggi.

Dan sebaliknya apabila debt ratio semakin kecil maka


hutang yang dimiliki perusahaan juga akan semakin kecil dan ini
berarti risiko financial perusahaan mengembalikan pinjaman juga
semakin kecil.

9
2.2 Gambaran Umum Perusahaan

2.2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Awal usaha industri jamu Perseroan bermula dari sebuah


industri rumah tangga yang dikelola oleh Ibu Rahmat Sulistio pada
1940 di Yogyakarta, dengan dibantu oleh tiga orang karyawan.
Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis,
mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang
praktis(serbuk).Seiring dengan kemajuan usaha tersebut, pengolahan
jamu dipindahkan dari Yogyakarta ke Semarang.

Pada tahun 1951 berdirilah perusahaan sederhana dengan nama


Sido Muncul yang berarti “Impian yang Terwujud” dengan pabrik
pertamanya berlokasi di Jl. Mlaten Trenggulun, Semarang.Pada 1970,
dibentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu &
Farmasi Sido Muncul. Kemudian pada 1975, bentuk usaha industri
jamu berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri
Jamu & Farmasi Sido Muncul, dimana seluruh usaha dan aset dari CV
Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul dimasukkan ke dalam dan
dilanjutkan oleh perseroan terbatas tersebut.

Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten


Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi
yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan pada
1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaliwage,
Semarang. Guna mengakomodir permintaan pasar yang terus
bertambah, maka pabrik mulai dilengkapi dengan mesin-mesin modern,
demikian pula jumlah karyawannya bertambah sesuai kapasitas yang
dibutuhkan.

10
Untuk mengantisipasi kemajuan masa mendatang, Perseroan
merasa perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan
modern, maka pada 1997 diadakan peletakan batu pertama
pembangunan pabrik di Klepu, Ungaran, oleh Sri Sultan
Hamengkubuwono X dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan
Obat dan Makanan saat itu.Pabrik baru yang berlokasi di Klepu,
kecamatan Bergas, Ungaran dengan luas sekitar 30 hektar tersebut
diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik
Indonesia saat itu pada 11 November 2000. Saat peresmian pabrik,
Perseroan sekaligus menerima dua sertifikat, yaitu Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik (“CPOTB”) dan Cara Pembuatan Obat yang
Baik (“CPOB”) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang
menjadikan Perseroan sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar
farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas
sekitar 8 hektar dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan
pabrik.

11
2.2.2 Struktur Organisasi

Direktur

Manajer
Cabang
Jaminan mutu

Manajer Teknik Manajer Operasional Manajer Pengembangan

Enginering Kepala Teknologi Administrasi Konsultan Sekretaris


informasi & & Keuangan
Laboratorium Diklat
Pmasaran

Produksi Tekniksi Staff Operasional Staff Staff

12
2.2.3 Visi dan Misi Perusahaan

2.2.3.1 Visi:

Menjadi perusahaan obat herbal, makanan-minuman


kesehatan, dan pengolahan bahan baku herbal yang dapat
memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

2.2.3.2 Misi:

a) Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional.


b) Mengembangkan research/penelitian yang berhubungan
dengan pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami.
c) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-
bahan alami dan pengobatan secara tradisional.
d) Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih
berperan dalam pengembangan pengobatan tradisional

2.2.4 Sumber Daya Manusia dan Jenjang Pendidikan

Keseluruhan karyawan PT. Sido muncul lebih dari 3400


orang. Karyawan yang bekerja di PT. Sido Muncul dibagi
menjadi 2 kelompok kerja berdasarkan jenis pekerjaan yaitu
karyawan bagian produksi dan staff.
Dalam menentukan posisi kedudukan seorang tenaga kerja,
kualifikasi pendidikan tentu sangat menentukan. Pekerja dengan
ijazah SD sampai SMP ditempatkan pada bagian kuli panggul,
cleaning service, atau sortasi bahan baku tenaga manusia,
sedangkan pekerja lainnya dengan bermodalkan ijazah SMP
sampai dengan SMS/MA/SMK cenderung ditempatkan pada
bagian produksi dan pengemasan. Berbeda dengan bagian

13
operator yang umumnya di pegang oleh lulusan SMK/DIPLOMA.
Salah satu syarat penentuan operator calon kerja juga dilihat dari
faktor tinggi badan, dimana tinggi badan bagi operator adalah 160
cm, dan tinggi badan bagi operator wanita adalah 150 cm. Namun
hal ini tergantung dari spesifikasi dan tingkat kerumitn mesin.
e. Teknisi dan pengawasan mesin di PT. Sido Muncul rata
rata diduduki oleh pekerja dengan pendidikan D1 sampai
D3. Penerimaan tenaga kerja di pt sido muncul dibatasi
oleh usia produktif kerja antara 18 tahun sampai 55 tahun.
Sekitar 70% tenaga kerja di PT Sido Muncul adalah wanita,
dikarenakan dalam pekerjaan yang di geluti umumnya tidak
berat namun justru lebih mengutamakan ketelatenan dan
kesabaran. Untuk mengembangkan kemampuan pekerja,
PT Sido Muncul juga memberikan kesempatan kepada
karyawannya untuk mengikuti pelatihan kursus maupun
seminar.

2.2.5 Kebijakan Akuntansi yang Diterapkan


Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai PSAK No.
1 (Revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan”. Dasar
pengukuran yang digunakan adalah berdasarkan biaya historis,
kecuali untuk akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran
lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan


laporan keuangan konsolidasian konsisten dengan yang digunakan
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk periode
sebelumnya, kecuali untuk penerapan beberapa PSAK dan ISAK
dan revisi baru yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2015
seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini. Laporan posisi
keuangan konsolidasian tambahan per 1 Januari 2014/31 Desember

14
2013 disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian dikarenakan
pengaplikasian retrospektif dari kebijakan akuntansi tertentu.

2.2.6 Bentuk Kerjasama

Partisipasi masyarakat dari segi tenaga kerja dalam


program Desa Rempah dapat ditemukan di Desa Gladagsari. Untuk
menunjang pelaksanaan pemberdayaan program Desa Rempah,
masyarakat di dua desa tersebut secara inisiatif melalui kelompok
tani dan kelompok Gapokan sebagai kelompok organisasi
masyarakat yang untuk mengurus pelaksanaan program Desa
Rempah.

2.3 Pembahasan dan Deskripsi Data


2.3.1 Perhitungan Analisis Rasio
Perhitungan analisis rasio yang dilakukan oleh penulis
berdasarkan data- data yang diambil dari laporan keuangan PT.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk selama periode
tahun 2012 dan 2013. Rasio keuangan terdiri dari 5 (lima)
jenis, yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio hutang, rasio
profitabilitas, dan rasio pasar. Namun, penulis hanya
membatasi analisis rasio PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk. pada analisis rasio likuiditas, rasio hutang, dan
rasio profitabilitas.

Analisis Likuiditas
1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Tabel 2.1

15
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Current Ratio
(dalam jutaan rupiah)

tahun Aktiva Hutang rasio


Lancar Lancar
2014 1.860.438 181.431 1.025%

2015 1.707.439 184.060 927% turun


2016 1.794.125 215.686 832% turun
Sumber: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul
Tbk. tahun 2014, 2015,2016

Bila dilihat pada Tabel 2.1, terjadi penuran rasio lancar


pada tahun 2015 dan 2016 dibanding tahun sebelumnya.Ini
dikarenakan aktiva lancar di tahun 2015 dan 2016 terjadi
penurunan yang cukup banyak apabila dibandingkan
peningkatan terhadap hutang lancarnya.

Rasio Cepat (Quick Ratio)

Tabel 2.2
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk.
Quick Ratio
(dalam jutaan rupiah)

tahun Aktiva Hutang Ratio


Lancar- lancar
Persediaan
2014 1.629.702 181.431 898%
2015 1.442.457 184.060 783% Turun
2016 1.477.043 215.686 685% Turun
Sumber: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul
Tbk. tahun 2014, 2015,16

16
Karena rasio cepat terjadi penurunan dibanding tahun
sebelumnya, biasanya diikuti juga dengan penurunan rasio
cepat yang bisa dilihat pada tabel. Namun apabila persediaan
terlalu banyak, maka akan menurunkan rasio cepat dari
perusahaan karena sifat dari persediaan yang kurang likuid.

3. Rasio Kas (Cash Ratio)


Tabel 2.3
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk.
Cash Ratio
(dalam jutaan rupiah)
tahun Kas Hutang Ratio
lancar
2014 864.791 181.431 476%
2015 836.975 184.060 454% Turun
2016 997.135 215.686 462% Naik
Sumber: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul
Tbk. tahun 2014, 2015,2016

Dalam Tabel 2.3 bisa dilihat bahwa pada tahun 2015


mengalami penurunan rasio kas dikarenakan kas juga
mengalami penurunan di Neraca. Namun pada tahun 2016 rasio
kas mengalami kenaikan dikarenakan peningkatan kas yang
cukup signifikan

Analisis Hutang
1. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio atau
Ratio Leverage)
Tabel 2.5
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk.

17
Debt to Equity Ratio
(dalam jutaan rupiah)
tahun Hutang Ekuitas Ratio
Jangka pemegang
Panjang saham
2014 5.309 2.634.659 0.2%
2015 4.286 2.598.314 0.16% Turun
2016 14.043 2.987.614 0.47% Naik
Sumber: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul
Tbk. tahun 2014, 2015,2016

Terdapat penurunan rasio hutang terhadap ekuitas pada


tahun 2015
mengindikasikan bahwa hutang jangka panjang perusahaan
mengalami penurunan yaitu dengan membayar sebagian hutang
jangka panjang. Sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan
rasio hutang terhadap ekuitas. Hal ini dikarenakan PT
Sidomuncul meningkatkan utang jangka panjang yang signifikan

2. Rasio Hutang (Debt Ratio)


Tabel 2.6
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk.
Debt Ratio
(dalam jutaan rupiah)
tahun Total Hutang Total Aktiva Ratio
2014 186.740 2.821.399 6%
2015 197.797 2.796.111 7% Naik
2016 229.729 2.987.614 8% Naik
Sumber: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul
Tbk. tahun 2014, 2015,2016

18
Terdapat peningkatan rasio hutang pada tahun 2015 dan
2016 yakni 1% disetiap Tahunya. Ini dikarenakan terdapat
peningkatan hutang disetiap tahunya yang akan membuat
presentase rasio hutang semakin meningkat.

19
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Simpulan dari penelitian ini adalah:
1. Rasio likuiditas, secara keseluruhan keadaan perusahaan berada
dalam keadaan baik, meskipun selama kurun waktu dari tahun
2014-2016 berfluktuasi. Makin tinggi nilai rasio likuiditas,
menandakan bahwa keadaan perusahaan berada dalam kondisi baik
atau liquid.
2. Rasio solvabilitas, keadaan perusahaan tahun 2014-2016 berada
pada posisi solvable. Hal ini dapat dilihat bahwa keadaan modal
perusahaan cukup untuk menjamin hutang yang diberikan oleh
kreditor.

3.2 Saran
Saran yang dapat disampaikansebagai berikut:
1. Perusahaan harus meningkatkan likuiditasnya, meski pun dalam
kondisi liquid tapi akanlebih baik jika perusahaan meningkatkan
likuiditasnya untuk menjaga kepercayaan bagi para kreditur.
2. Solvabilitas perusahaan berada pada posisi baik. Keadaan ini harus
dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam
melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

20
Daftar Pustaka

Alwi, Iskandar. Z. 2003. Pasar Modal Teori dan Aplikasi, Edisi Pertama. Jakarta:
Yayasan Pancur Siwa.
Bambang Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat.
Yogyakarta: BPFE.
Hanafi, Mahmud M. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta:
PT.
Raja Grafindo Persada.
Husnan Suad dan Rekan. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta:
UPP STIM YKPN.
J. Keown, Arthur dkk. 2002. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta:
SalembaEmpat.
Sido Muncul. 2014. Annual Report.
http://www.sidomuncul.com/download/annual_report_sidomuncul_2014.p
df(diunduh tanggal 19 Juni 2018).
Sido Muncul. 2016. Annual Report.
http://www.sidomuncul.com/download/annual_report_sidomuncul_2016.p
df(diunduh tanggal 19 Juni 2018).

21
Lampiran

22
23
24