Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Meningkatnya dunia pariwisata saat ini di Indonesia menunjukkan arti pentingnya sebuah
hotel. Semakin banyaknya hotel yang berdiri menunjukkan bahwa dunia industri perhotelan
semakin strategis untuk menarik karyawan-karyawan baru di berbagai tempat, sekaligus
mengurangi tingkat pengangguran. Pengurangan tingkat pengangguran tentunya
membantu pemerintah dalam meminimalisasi tingkat kemiskinan. Di samping itu,
arti pentingnya industri perhotelan dapat juga dilihat dari sisi pendapatan pajak yang diberikan
hotel terhadap pemerintah.
Akuntansi bertujuan memberikan informasi mengenai operasional hotel. Dengan informasi
keuangan ini, manajemen akan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Manajemen
memerlukan informasi keuangan dengan tujuan perencanaan, analisis dan pengendalian.
Dengan informasi keuangan yangsekarang, manajemen dapat merencanakan kegiatan periode
yang akan datang, berupa anggaran periode yang akan datang. Selain itu, manajemen juga
dapatmelakukan analisis dan pengendalian yang lebih baik untuk aktivitas operasional hotel.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari akuntansi?
2. Bagaimanah bagan dan siklus akuntansi pada perusahaan perhotelan?
3. Bagaimankah bagan dan rerangka konseptual akuntansi?
4. Apa pengertian dari sistem dan prosedur akuntansi dan cara membedakannya?
5. Apa yang dimaksud dengan SPI di perhotelan?
6. Bagaimanakah struktur organisasi di departemen akuntansi?

1.3 Tujuan dan Manfaat


1. Untuk dapat menerangkan akuntansi.
2. Agar dapat membuat bagan dan mengerti siklus akuntansi pada perusahaan perhotelan.
3. Agar dapat membuat bagan dan menerangkan rerangka konseptual akuntansi
4. Agar dapat mengerti dan membedakan sistem dan prosedur akuntansi
5. Agar dapat mengerti SPI di perhotelan.
6. Agar dapat mengerti struktur organisasi di departemen akuntansi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Menerangkan Akuntansi


Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Definisi resmi yang mula-
mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam Accounting Terminologi Bulletin
No.1(1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite penyusun prinsip akuntansi yang
dibentuk oleh AICPA. “Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a
significant manner and in terms of money, transaction and event which are, in part at least, of
financial character, and interpreting the result there off”. Akuntansi adalah seni pencatatan,
penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara
yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan menginterpretasikannya hasil proses
tersebut.
Karena semakin luasnya funsi akuntansi dan semakin berkembangnya praktik akuntansi
definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal tersebut, komite kemudian
mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut: “Accounting is the body of knowledge
and function concerned with systematic originating, authenticating, recording, classifying,
processing, summarizing, analyzing, interpreting, and supplying of dependable and significant
information covering transactionand events which are, in part of least, of a financialcharacter,
required for the management and operationof an entity and for report that have to submitted
there on to meet fiduciary and other responsibilities”. Akuntansi adalah seperangkat
pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan,
pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian secara sistematis informasi yang dapat dipercaya
dan berdaya guna tentang transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam
pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan untuk dasar penyusunan
laporan keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggungjawaban pengurusan
keuangan dan lainnya.
Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam Statement of
Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut: “Accounting is a service activity. Its
function is to provide quantitative information, primary financial in nature, about economic
entities that intended to be useful in making economic decisions”. Akuntansi adalah kegiatan
jasa. Kegiatannya adalah menyediakan informasi kuantitatif tentang unit-unit usaha ekonomik,
terutama yang bersifat keuangan yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan-
keputusan ekonomik.

2
2.2 Membuat bagan dan menerangkan siklus akuntansi pada usaha perhotelan
Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan pencatatan transaksi
berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa dilakukan secara manual
ataupun menggunakan aplikasi komputer. Beberapa transaksi penting dalam operasi hotel,
yaitu :
1) Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku khusus
penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus penjualan.
2) Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan transaksi dari
penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn, penjualan tunai dan
pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas dan
bank.
3) Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku khusus pebelian,
diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia
membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan departemen dimana
karyawan tersebut bekerja.

3
Transaksi Bukti Pencatatan Klasifikasi Peringkasan
Akuntansi Transaksi Bukti Kas Buku
Bukti Kas Bukti Penjualan Besar
Bukti Penjualan Bukti Pembelian Neraca
Bukti Pembelian Bukti Retur & Percobaan
Jurnal
Bukti Retur & Potongan
Balik Buku Umum & Buku
(Akun Riil) Potongan
Umum & Khusus Pembantu
Khusus - Piutang
JurnalKhusus - Persediaan
Jurnal - Aktiva
Penutup JK Kas Masuk Penyesuaian
JK Kas Keluar tetap
(Akun Akrual
JK Penjualan - Hutang
Nominal)
JK Pembelian
JK Retur &
Penyusunan Potongan Jurnal
Umum - Pembayaran
Laporan
Keuangan uang muka
Neraca Lajur - Pos-pos
1.Neraca (Opsional) taksiran
2.Laba Rugi - Penyusutan
3.Perubahan Neraca Saldo aktiva tetap
Modal yang Disesuaikan
4.Aliran Kas

Analisis dan Pengguna Laporan


Interpretasi Keuangan

Gambar Siklus Akuntansi

Dasar akuntansi untuk akuntansi hotel menggunakan double-entry bookkeeping, dimana


setiap entri data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan sama.
1) Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo debet dan
kredit. Jurnal ini dilakukan secara bulanan yang biasanya digunakan untuk
mempermudah jurnal harian, di mana jumlah secara harian diakumulasikan dan jurnal
tunggal dibuat atas transaksi bulanan.
2) General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun individual.
3) Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4) Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya disiapkan

4
2.3 Membuat Bagan dan Menerangkan Rerangka Konseptual Akuntansi
Rerangka kerja konseptual serupa dengan konstitusi adalah suatu sistem koheren yang
terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan
bagi penatapan standart yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi dan serta batas-batas dari
akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Pada tahun 1976 menerbitkan memorandum
diskusi bagian yang berjudul “Conseptual framework for financial accounting and reporting:
Element of Financial Statements”. Sejak dokumen dipublikasikan FASB telah menerbitkan
Statement of Financial Accounting Concepts yang berhubungan dengan pelaporan keuangan
entitas bisnis, yaitu:
a. SFAC No.1, “Obyectives of Financial Reporting By Business Enterprise”
Menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
b. SFAC No.2, “Qualitative Characteritics of Accounting Information” menjelaskan
karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
c. SFAC No.3, “Elements of Financial Statements of Business Enterprises” memberikan
definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan, seperti: aktiva, kewajiban,
pendapatan, dan beban.
d. SFAC No.5, “Recognition and measurement I financial statements of Business
Enterprise” menetapkan criteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta
pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukkan dalam laporan
keuangan dan kapan waktunya.
e. SFAC No.6, “Elements of Financial Statements” menggantikan SFAC No. 3 dan
memperluas lingkup SFAC No.3 dengan memasukan organisasi-organisasi nirlaba
f. SFAC No.7, “Using cash flow information and present value in accounting
Measurements” memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas ke masa depan
yang diharapkan dan nilai sekarang sebagai dasar pengukuran.
g. SFAC No.8, “Conceptual framework for Financial reporting”

2.4 Menerangkan dan Membedakan Sistem dan Prosedur Akuntansi


Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedur-proseduryang
dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Bisa dikatakan
sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan. Cecil Gillespie (1971)
menyatakan bahwa sistem akuntansi terdiri dari:

5
1. Subsistem akuntansi Utama
Kode rekening
Buku besar dan buku pembantu
Jurnal
Bukti Transaksi
2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang
Order penjualan, perintah pengiriman dan pembuatan faktur
Distribusi penjualan
Piutang
Penerimaan uang dan pengawasan kredit
3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang
Orde penjualan, perintah pengiriman dan pembuatan faktur
Distribusi penjualan
Hutang
Prosedur pengeluaran uang
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian
Personalia
Pencatatan waktu
Penggajian
Distribusi gaji dan upah
5. Subsistem produksi dan biaya produksi
Order produksi
Pengawasan persediaan
Akuntansi biaya
Pendekatan prosedur adalah urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang
dalam satu bagian/departemen atau lebih untuk menangani transaksi secara seragam dari
transaksi yang sama akan terjadi berulang-ulang.Pekerjaan klerikal terdiri dari kegiatan
menulis, menggandakan, menghitung, member kode, mendaftar, memilih, memindah, dan
membandingkan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan
buku besar.
Tujuan utama dari sistem khususnya sistem informasi adalah untuk menghasilkan
informasi. Tugas dari sistem informasi adalah melakukan siklus pengolahan data (data
processing life cycle). Pendekatan komponen, sistem adalah kumpulan dari komponen-

6
komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai tujuan tertentu. Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:

Data Diolah Informasi


Input Model Output

Teknologi
Data
Base

Control

Gambar 1. Komponen Sistem Informasi

1) Komponen Input
Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem informasi. Data
sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen dasar. Fungsi dokumen dasar,
yaitu:
a. Untuk menunjukan jenis dari data yang dikumpulkan.
b. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
c. Data disebutkan satu persatu, sehingga data akuntansi akan lengkap.
d. Sebagai alat pendistribusi data antar departemen, karena tembusan atau copynya
diberikan ke departemen lain.
e. Sebagai pembuktian bahwa transaksi tersebut sah, sehingga sangat berguna audit trail.
f. Dapat digunakan sebagai buck up dari file-file komputer.
Sehingga secara ringkas proses input data dapat digambar sebagai berikut:

Dokumen Proses
Data Dasar Input
Data

Gambar 2. Proses input data dari dokumen dasar

7
2) Komponen Model
Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa model logika dan
model matematika. Contoh inventory beverage dengan kode barang 1104 harus dipesan
kembali 100 krat, karena dari perhitungan Economics Order Quatity (EOQ) order
seratus itu adalah order yang paling ekonomis.
3) Komponen Output
Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di data base
dan diproses menggunakan model tertentu.
4) Komponen data base
Data base adalah kumpulan dari data base yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Perangkat lunak (software) disebut dengan DBMS (Data Base
Management System). Contohnya Microsoft Acces.
5) Komponen Teknologi
Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem informasi. Tanpa teknologi
yang memadai tidak dapat mendukung dan menghasilkan informasi yang tepat waktu
(timelines).
6) Komponen Kontrol
Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dari
sistem informasi adalah informasi yang akurat. Pengendalian umum dapat terdiri dari:
a. Pengendalian organisasi
b. Pengendalian dokumentasi
c. Pengendalian perangkat keras
d. Pengendalian keamanan fisik
e. Pengendalian keamanan data
f. Pengendalian komunikasi

Pengendalian aplikasi dapat dikelompokkan menjadi pengendalian input, pengendalian


proses dan pengendalian output. Pengendalian aplikasi diimpelementasikan kepada program
di perangkat lunaknya, seperti: control digital check, zero balance check, matching check, bath
control check.

8
2.5 Menerangkan SPI di perhotelan (unsur-unsur SPI, lingkup SPI, merancang SPI)
Secara garis besar pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
pengendalian akuntansi (accounting control) dan pengendalian administrative (administrative
control). Pengendalian akuntansi terdiri dari struktur organisasi dan semua prosedur serta
catatan yang berkaitan dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayainya catatan keuangan.
Pengendalian adminstratif terdiri dari struktur organisasi dan semua metode dan prosedur yang
berkatian dengan efesiensi operasi dan dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah
ditetapkan.
Pengendalian akuntansi bisa disebut preventive control yang bertujuan untuk mencegah
terjadinya ketidak effisienan, sedangkan pengendalian administrative bisa disebut
administratice control atau feedback control yang bertujuan untuk memperoleh informasi
mengenai hasil operasi.
Terdapat beberapa elemen yang merupakan ciri pokok dari sistem pengendalian intern
yang baik, yaitu:
a) Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tepat
dan tegas.
b) Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk melakukan
pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik perusahaan, hutang, pendapatan
dan biaya.
c) Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap bagian dalam
organisasi.
d) Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan tanggungjawabnya.
e) Adanya pengecekan independen.

Struktur pengendalian intern menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of


the Treadway) terdiri dari lima komponen yakni:
a) Lingkungan pengendalian (control environment)
Manajemen dan seluruh pegawai arus menciptakan dna memelihara lingkungan dalam
keseluruhan organisasi yang menimbulkan perilaku positif dan mendukung terhadap
pengendalian intern dan manajemen yang sehat.
b) Penilaian resiko (risk ussessement)
Pengendalian intern harus menyediakan peneliaian resiko yang dihadapi oleh organisasi
baik yang bersumber dari dalam organisasi maupun dari luar organisasi.

9
c) Aktivitas pengendalian (control activities)
Aktivitas pengendalian intern membantu memastikan bahwa arahan manajemen
dilaksanakan. Aktivitas pengendalian harus efesien dan efektif mencapai tutjuan
pengendalian.
d) Informasi dan komunikasi (information and communication)
Informasi harus dicatat dan dikomunikasikan kepada manajemen dan satujuan kerja
lainnya dalam suatu entitas yang membutuhkan, dalam bentuk dan jangka waktu yang
memungkinkan untuk menyelenggarakan pengendalian intern dan tanggungjawab
lainnya.
e) Pemantauan (monitoring)
Pemantauan pengendalian intern harus selalu menilai kualitas kinerja dan memastikan
bahwa temuan audit atau review lainyna diselesaikan tepat waktu.

The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control Committee (CoCo)


memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni:
a) Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?
b) Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?
c) Apakah perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang
tepat?
d) Apakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?

CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni:
1) PURPOSE
 Tujuan harus dinyatakan dan dikomunikasikan kepada seluruh stakeholders
 Risiko signifikan baik dari dalam maupun luar organisasi yang terkait dengan
pencapaian tujuan harus diidentifikasikan dan dinilai
 Kebijakan yang didesain untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan
pengelolaan risiko harus dibuat, dikomunikasikan dan dipraktikan sehingga pegawai
mengerti apa yang diharapkan dan kebebasan yang diperlukan untuk bertindak
 Perencanaan untuk menuntun pencapaian tujuan organisasi harus disusun dan
dikomunikasikan
 Tujuan dan perencanaan terkait harus mencantumkan target dan indikator kinerja

10
2) COMMITMENT
 Nilai-nilai etika termasuk integritas harus dibuat secara formal, dikomunikasikan
kepada seluruh stakeholders dalam organisasi
 Kebijakan dan praktik manajemen SDM harus konsisten dengan etika dan nilai-nilai
dan pencapaian tujuan
 Wewenang, tnaggungjawab dan tanggunggugat harus secara jelas didefinisikan dan
konsisten dengan tujuan organisasi sehingga keputusan-keputusan dan perilaku-
perilaku diperagakan dengan benar oleh pegawai
 Armosfir kepercayaan yang tinggi harus dipelihara dan didukung oleh informasi yang
mengalir antara pegawai dan kinerja mereka dalam mendukung pencapaian tujuan
organsasi
3) CAPABILITY
 Pegawai harus memiliki pengetahuam, keahlian dan peralatan yang cukup untuk
mendukung pencapaian tujuan organisasi
 Proses komunikasi harus mendukung nilai dan pencapaian organisasi atas tujuan yang
telah ditetapkan
 Informasi yang cukup dan relevan harus diidentifikasikan dan dikomunikasikan pada
saat yang tepat sehingga pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan baik
 Tujuan dan aktivitas dari bagian-bagian yang berbeda dalam suatu organisasi harus
dikoordinasikan
 Aktivitas pengendalian harus didesain sebagai kesatuan yang menyeluruh dari suatu
organisasi dengan mempertimbangkan tujuan, risiko dan hubungan terkait antar
komponen pengendalian
4) MONITORING AND LEARNING
 Lingkungan internal dan eksternal harus dimonitor untuk memeperoleh informasi
sehingga tujuan dan pengendalian organisasi tetap mutakhir
 Kinerja harus dimonitor dibandingkan dengan target dan indikator yang telah
ditetapkan
 Asumsi yang digunakan dalam penentuan tujuan dan system harus secara periodic
dikaji ulang
 Informasi yang dibutuhkan harus dikaji terus menerus sesuai dengan adanya perubahan
tujuan atau adanaya pelaporan yang menunjukkan penyimpangan

11
 Prosedur tindaklanjut harus disusun dan dilakukan untuk menjamin bahwa perubahan
dan kegiatanyang tepat dilakukan
 Manajemen secara periodic menilai efektivitas pengendalian dan kemudian
mengkomunikasikan hasilnya kepada para pihak yang bertanggungjawab

2.6 Menerangkan Struktur Organisasi di Departemen Akuntansi


a) General cashier merupakan kasir yang mempunyai tanggung jawab penuh atas semua
penerimaan dan pengeluaran hotel.
b) Cashier outlet seperti front office, restoran, bar, kasir outlet bertanggung jawab atas
penerimaan pada masing-masing outlet.
c) Income auditor adalah orang yang mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil
penjualan hotel dan menkoreksi kembali pekerjaan night auditor.
d) Night audit merupakan orang yang bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian
pemasukan data penjualan dalam satu hari dari masing-masing outlet.
e) Credit merupakan bagian yang mempunyai tanggung jawab atas besarnya kredit yang
telah digunakan oleh tamu, dan menyetujui batas kredit untuk setiap tamu, serta
melakukan analisa atas guest bill.
f) Account receivable merupakan bagian yang bertanggung jawab atas penyiapan tagihan
dan penagihan kepada tamu yang melakukan reservasi melalui agen. Account
Recieveable juga bertanggung jawab atas pencatatan piutang untuk tamu yang masih
menginap di hotel (guest ledger) dan untuk tamu yang sudah keluar dari hotel (city
ledger).
g) Account payble merupakan bagian yang bertanggung jawab atas hutang hotel pada
pihak luar, khususnya supplier.
h) Cost control bertanggung jawab atas pengendalian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
masing- masing departemen, mencek harga barang di pasar, menyetujui pembelian
barang untuk keperluan hotel.
i) Personalia bertanggung jawab atas perhitungan, pengalokasian dan pembayaran gaji
karyawan.
j) Electronic data processing bertanggung jawab atas system informasi yang digunakan
di hotel, khususnya dalam pemrosesan data.
k) Purchasing bertanggung jawab dalam pembelian barang keperluan hotel.

12
l) Storeroom bertanggung jawab dalam menerima barang yang dibeli dan menyimpannya,
melakukan pencatatan atas persediaan di gudang.
m) Accounting/bookeeper bertanggung jawab dalam menyiapkan laporan keuangan.

13
BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Definisi resmi yang mula-
mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam Accounting Terminologi Bulletin
No.1(1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite penyusun prinsip akuntansi yang
dibentuk oleh AICPA. Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan
pencatatan transaksi berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa
dilakukan secara manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Rerangka kerja konseptual
serupa dengan konstitusi adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep
fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penatapan standart yang
konsisten dan penentuan sifat, fungsi dan serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan
keuangan. Pada tahun 1976 menerbitkan memorandum diskusi bagian yang berjudul
“Conseptual framework for financial accounting and reporting: Element of Financial
Statements”.
Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedur-proseduryang
dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Secara garis
besar pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengendalian akuntansi
(accounting control) dan pengendalian administrative (administrative control). Pengendalian
akuntansi terdiri dari struktur organisasi dan semua prosedur serta catatan yang berkaitan
dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayainya catatan keuangan. Pengendalian
adminstratif terdiri dari struktur organisasi dan semua metode dan prosedur yang berkatian
dengan efesiensi operasi dan dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

14
Daftar Referensi

Widanaputra, A.A.GP., Suprasto, HB., Aryanto, Dodik., Sari, M.M. 2009. Ratna. Akuntansi
Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Awin. 2011. Akuntansi Hotel. http://meweks.blogspot.co.id/2011/12/akuntansi-hotel.html.
(Diakses pada tanggal 20 Februari 2018)
Permana, Indra. 2014. Akuntansi Hotel. http://id.scribd.com/doc/150662685/Akuntansi-
Perhotelan#scribd. (Diakses pada tanggal 20 Februari 2018)

15