Anda di halaman 1dari 7

RESUME KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN BPH


DI IGD PKU MUHAMMADIYAH 1
YOGYAKARTA

Stase Keperawatan Gawat Darurat

Disusun Oleh :
Vivin Roy Wardana Putra S.Kep
201420206049

PROGRAM PENDIDIKAN NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2016
PENGKAJIAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

Pengkajian Keperawatan Tanggal Masuk : 28/1/2016


No RM : 354235
Gawat Darurat Jam : 9.30 WIB

Identitas Klien
Agama : Islam
Nama : Tn.A
Pekerjaan : Tani
Umur : 76 th
Informan : Keluarga, RM
Alamat : Sleman, Yogyakarta
Diagnosa : BPH
Jenis Kelamin : Laki-laki
I. Survey Primer
A. Air way
Jalan  Bebas  Obstruksi Obstruksi total karena :  Darah  Lender  L
napas parsial idah
Suara  Normal  Snoring  Gorgling  Crowing  Stridor
napas
Lain - lain :
Jalan nafas bersih, bicara jelas tidak ada hambatan

B. Breathing
 RR : 20 x/mt.  Takhipnea  Whezing  Ro  Friction Rub Pleura
nkhi
 Aupnea  Cheynestokes  Bradipnoe  Ba  Retraksi  Flail Chest
gging
Lain - lain :
Napas spontan,
Tidak ada ketinggalan gerak

C. Circulator
Vital Sign: TD : 110/80 mmHg, Suhu : 36.5oc, Nadi : 90 x/menit,
Syok:  Perdarahan  Tidak  Terlihat
terlihat
 Henti jantung  Bradicardi  0<500cc  0>500cc Capillary  < 3  >3
refill: detik detik
Warna kulit  Pucat  Kebiruan
Penurunan  Turgor kulit  Mobilitas  Urine
Lain - lain :
Akral hangat, nadi kuat, regular, Tidak ada perdarahan

D. Disability
Kesadaran  CM  Apatis  Somnolen  Sopor
Nilai GCS E : 4 V : 5 M : 6  Total GCS; 15
Pupil  Isokor  Midriasis  Pinpoint
Laterasisasi  Refleks  Kejang
motorik abnormal satu salah satu
sisi sisi
Keluhan lain :
Klien sadar penuh,
II.Survey Sekunder
1. Keluhan utama
Nyeri perut, Kesulitan BAK

2. Riwayat penyakit sekarang


Sejak 4 bulan yang lalu klien sering BAK tersendat, tidak ada darah. sejak 1 hari SMRS klien
mengeluh tidak bisa kencing, nyeri perut bawah tak tertahan dan klien dibawa ke IGD RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta

3. Riwayat penyakit Dahulu


Tidak ada riwayat menderita penyakit jantung, HT, DM

4. AMPEL
Alergi : Tidak ada riwayat alergi
Medication : -
Post illness : -
Last meal : -
Event : -

5. Pemeriksaan Fisik
Kepala : Rambut beruban
Mata : Tampak simetris, pupil isokor, kunjungtiva tidak anemis
Hidung & Mulut : tidak ada polip, tidak ada obstruksi, secret tidak ada, tidak ada
pernafasan cuping hidung
Mulut tak tampak stomatitis, mukosa bibir lembab
Telinga : Tampak bersih, tidak ada pengurangan pendengaran
Dada : I : Tampak Simetris, tak tampak jejas/memar
P: Tak teraba tumor
P: suara sonor
A: suara nafas vesikuler, Jantung S1-S2
Abdomen : I : Tampak Simetris, tak tampak jejas atau memar
P : Ada nyeri tekan
P : Timphani
A : Bising usus 14 x/mnt
Sistem Saraf : Rangsang nyeri kuat
Sisten Muskulo : kekuatan otot
Skeletal 5 5
5 5
Sistem Integumen : Warna kulit sawo matang, tak tampak lecet
Sistem Endokrin : Tak tampak pembesaran kelenjar tiroid
Sistem Perkemihan : BAK 2-3 x sehari, BAK sering tersendat tidak lancar
Sistem Immun : Tidak ada riwayat alergi
Ekstremitas : Ekstremitas atas : anggota gerak bebas, tak tampak deformitas
Ekstremitas bawah : geraka kuat, tak tampak deformitas

6. Px Penunjang
Lab Darah : Belum Jadi

7. Medikasi
Inj Keterolac 1 A
ANALISA DATA

No Data Masalah Etiologi


1 Selasa, 26/1/2016 Jam 09.00
DS: Gangguan Eliminasi Adanya sumbatan
Klien mengatakan sulit kencing, Urin saluran
kencing menetes pengeluaran pada
kandung kemih :
DO: BPH, Batu
- Terpasang DC

2 Selasa, 26/1/2016 Jam 09.00


DS: Nyeri akut Agen injury biologis
Klien mengatakan nyeri dibagian perut
bawah
P: BPH
Q: ditusuk,
R: Perut Bawah,
S: Skala 7,
T: bila bergerak

DO:
- Klien meringis kesakitan
- TD: 110/80 mmHg, Nadi: 90x/m,
-

III. Diagnosa Keperawatan


1. Nyeri Acut berhubungan dengan agent injury biologis
2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan Adanya sumbatan saluran
pengeluaran pada kandung kemih : BPH
RENCANA KEPERAWATAN

No Dx Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional


1 Nyeri Setelah dilakukan tindakan Pain Management
berhubungan keperawatan selama 1 x 4 jam 1. Kaji nyeri secara komprehensif - Nyeri dapat dirasakan,
dengan agen nyeri klien berkurang, dengan (lokasi, intensitas, waktu, dan dimanifestasikan dan ditoleransi
injury biologis kriteria: frekuensi nyeri) secara individual. Penting untuk
Risk control 2. Observasi tanda-tanda non verbal pasien membedakan nyeri dari tipe
Kriteria hasil: adanya ketidaknyamanan nyeri lain.
a. Melaporkan nyeri yang 3. Ajarkan teknik relaksasi untuk - Petunjuk non verbal ini dapat
sudah terkontrol mengurangi nyeri. mengindikasikan adanya derajat
b. Menggunakan teknik 4. Berikan terapi analgetik yang nyeri yang dialami.
relaksasi, distraksi dan sesuai aturan dan dosis. - Teknik relaksasi dapat mengurangi
guided imagery untuk 5. Monitor TTV (TD, HR, RR, S). tingkat nyeri yang dirasakan. Dapat
mengurangi nyeri 6. Evaluasi pengalaman nyeri masa meningkatkan kenyamanan dan
c. Skala nyeri 2 (s10) lampau sebagai metode pengalihan dari
7. Jelaskan penyebab nyeri rasa nyeri yang timbul.
8. Monitor efektifitas penanganan - Terapi analgetik berfungsi sebagai
nyeri non farmakologi dan respon terapi pengobatan utama untuk
pasien terhadap terapi farmakologi menurunkan rasa nyeri yang terlalu
9. Ajarkan keluarga untuk memonitor hebat.
nyeri - Nyeri bisa berespon terhadap
TTV(TD, HR, RR)
2 Gangguan Setelah dilakukan tindakan Urinary retention care - Keluaran urin akan memberikan
eliminasi urine keperawatan selama 1 x 4 jam 1. Memonitor keluaran urin informasi tentang fungsi ginjal dan
berhubungan eliminasi urine lancar, dengan 2. Lakukan penilaian kemih yang adanya komplikasi.
dengan Adanya kriteria hasil: komprehensif - Pemasangan kateter kemih akan
sumbatan saluran Kandung kemih kosong 3. Masukkan kateter kemih yang mengurangi refleks balik urine
pengeluaran Tidak ada residu urine sesuai akibat sumbatan di uretra.
pada kandung Tidak ada spasme bladder 4. Memantau asupan dan keluaran - Peninggian hasil BUN,Creatinin
kemih : BPH cairan menunjukkan adanya disfungsi
5. Memasukkan pipa ke kedalam ginjal
lubang tubuh untuk mengeluarkan - Irigasi membantu
sisa urin mengencerkan/mengalirkan sisa-
6. Memonitor laboratorium sisa darah yang ada
BUN,Creatinin
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No Dx Keperawatan Implementasi Evaluasi Paraf


1 Nyeri akut Kamis, 28/1/2016 Jam 22.00 Jum’at, 29/1/2016 Jam 00.30
berhubungan
Agen injury fisik - Mengkaji nyeri secara komprehensif (lokasi, S : Klien mengatakan nyeri sudah berkurang,
intensitas, waktu, dan frekuensi nyeri) Nyeri kadang-kadang hilang timbul dengan
- Memonitor KU dan Tensi, Nadi, Rsepirasi sendirinya
- Mengobservasi tanda-tanda verbal adanya O : Klien tampak lebih tenang/rileks
ketidaknyamanan Melakukan tehnik nafas dalam
Vivin
- Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam TD: 110/80 N: 80x/m RR: 20x/menit
untuk mengurangi nyeri. A : Masalah nyeri akut teratasi sebagian
- Injeksi Keterolac 1 A Klien melaporkan nyeri berkurang
P : Motivasi manajemen nyeri dengan teknik
distraksi, Kolaborasi pemberian analgesic

2 Gangguan Kamis, 28/1/2016 Jam 22.00 Jum’at, 29/1/2016 Jam 00.30


eliminasi urine
berhubungan - Memonitor produksi urine,warna S : Klien mengatakan terasa mau kencing tetapi tidak
dengan Adanya
- Mengkaji respon pasien saat berkemih keluar (anyang-anyangen)
sumbatan saluran
- Masukkan kateter kemih FC 24 treeway O : DC warna kuning kemerahan
pengeluaran Jumlah urine 400cc
pada kandung - Memantau intake cairan intravena RL 20
tts/mnt A : Masalah teratasi sebagian Vivin
kemih : BPH Kandung kemih kosong
- Mencatat keluaran urin
P : Jaga kebersihan kateter
Monitor kelancaran selang urin