Anda di halaman 1dari 2

HERPES ZOSTER (SHUNGLES)

DEFINISI

Reaktifasi dari virus varicella zoster yang melibtkan distribusi dari pengaruh saraf sensori

TANDA DAN GEJALA

 Demam dengan menggigil


 Sakit kepala
 Kelelahan
 Sakit perut
 Mata terkulai
 Kesulitan dalam bergerak wajah otot jika wajah terpengaruh
 Beberapa lesi atas alat kelamin
 Hilangnya pendengaran
 Hilangnya gerakan mata
 Hilangnya rasa
 Bengkak kelenjar (nodus limfa)
 Sakit sendi

ETIOLOGI

Faktor Predisposisi :

1. Chronic immunosupresive
2. pengobatan dengan obat cytotoxic atau immunosuppresive
3. radiasi
4. malignant
5. usia lanjut
6. konsumsi alkohol
7. stress
8. dental manipulayion
9. dalam perawatan kemoterapi kanker
10. keadaan immunocompromised karena AIDS
11. keganasan hematologi

PATOGENESIS

initial infection dari VSV (chicken pox)  virus di transportasikan ke saraf sensori  laten di ganglia
spinal dorsal (terlemah)  reaktivasi virus oleh karena faktor predisposisi  herpes zoster

GAMBARAN KLINIS
 nervus trigeminal merupakan yang paling sering terinfeksi virus recurrent dengan lesi pada :
 V1 : bagian atas kelopak mata, dahi, kulit kepala
 V2: bagian tengah wajah dan bibir atas
 V3: bagian bawah wajah dan bibir bawah
 Masa prodromal 2 – 4 hari dengan rasa sakit, parestesi, rasa terbakar disepanjang saraf yang
terkena
 Vesikel unilteral dengan dasar eritema muncul pada kelompok atau sepanjang saraf yang
terkena. Kemudian muncul menjadi fistul dan ulser dalam 1 minggu  membaik dalam 2 – 3
minggu
 Vesikel 1 – 4 mm, putih, opak dan membentuk ulser yang dangkal
 Saraf yang terkena herpes zoster  C3, T5, L1, L2 dan divisi I saraf trigeminal

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Sitopatik terhadap sel epitel dan menghasilkan formasi dari multinucleated epithelialcell dengan
penyertaan virus. Terdapat inflamasi peripheral nerve menuju ke demilenasi dan wallerton
degeneration serta degenerasi dari dorsal horn cells paa spinal cord.

PENATALAKSANAAN

 Antipiretik dipanhidramin, vit B12, antibiotik supportif


 Acyclovir, valacyclovir, famcyclovir  efektif 72 jam setelah lesi
 Topical treatment (capcaicin)  biji cabe, trcyclicantidepresan, steroid infection dan
symphateticn blok
 Vaksin zostavax, kortikosteroid sistemik, zoster immunoglobulin
 Konsultasi ke apthal mologist