Anda di halaman 1dari 38

#Case 12

Uber in 2016 : Can It Remain the Dominant Leader of the World’s


Fast Emerging Ride-Sharing Industry?
Kelompok 2 – Strategic Management

Ade،Krisnanda P | Afa Soraya | Antokalina SV | Innez Ameylia | Komang Gde ADY | Risman Nur AW
Agenda

1. Ringkasan Kasus

2. Analisis Kasus

3. Kesimpulan

4. Rekomendasi
Pendahuluan

Travis Kalanick
Garret Camp

 Pada malam musim dingin di Paris tahun 2008, Garrett Camp dan Trent Kalanick kesulitan
memanggil taksi setelah menghadiri LeWeb Conference
 Mereka berfikir bagaimana mengembangkan suatu ide untuk layanan mobil yang gesit dan
memiliki pilihan upper class untuk para traveler.
 Ide pengembangan sebuah aplikasi iPhone yang juga dapat mengatasi permasalahan
sulitnya mencari taksi di San Francisco.
Uber Time Line

https://www.elluminatiinc.com/uber-timeline /
 Camp mulai mengerjakan aplikasi pada bulan Maret 2009
 Pertengahan 2009, Kalanick bergabung dengan perusahaan tersebut sebagai chief incubator.
 Uber akan mengirim mobil untuk konsumen berdasarkan letak koordinat lokasinya melalui
pemesanan pada aplikasi Uber yang dapat diunduh dengan menggunakan smartphone.
 Camp tidak tahu bahwa prototipe dari sebuah aplikasi iPhone yang sedang mereka bangun akan
merevolusi bisnis transportasi, dan dampak yang dikenal saat ini sebagai "sharing economy".
Pertumbuhan Uber

• Pertumbuhan pengemudi uber dari 25,000 tahun 2012 meningkat pesat menjadi 160,000 di
tahun 2015
• Meskipun mengalami kerugian, valuasi perusahaan Uber meningkat dari $18 juta menjadi
$64 juta di tahun 2016.

Sumber : Thompson, (2018)


Operasi Bisnis Uber

Layanan yang diberikan Uber :


• Uber Taxi
• UberBlack
• Uber X
• Uber XL
• Uber Chopper
• Uber boat
• Uber Pop
• Uber Pool
• Uber Garage
Bisnis Model Uber

 Uber adalah bagian dari "sharing economy “


 Uber mengklasifikasikan dirinya sebagai
perusahaan teknologi dan bukan
perusahaan transportasi.
 Para pengemudi Uber dianggap hanya
sebagai kontraktor independen.
Kompetisi Industri Ridesharing (1)

 Industri jasa transportasi taksi dan limousine dibagi menjadi dua, taksi tradisional dan jasa
transportasi; dan transportation network companies (TNC)
 Evolusi di bidang teknologi telah merubah cara perusahaan tradisional berinteraksi
dengan konsumennya.
 Uber tidak dianggap sebagai saingan langsung tetapi sebagai barang
pelengkap/komplementor yang memfasilitasi transaksi yang juga bisa dianggap sebagai
pengganti
 Saingan utama Uber di Amerika Serikat yang paling signifikan secara nasional adalah Lyft
➢ 9 jasa layanan, meliputi Lyft line, Plain Lyft, Lyft Plus dan Lyft Premier
➢ menggunakan kumis berwarna pink.
➢ waktu “Prime Time” dari Lyft vs tarif surge pricing Uber
➢ Supir pribadi vs “buddy picking you up from a bar”.
Kompetisi Industri Ridesharing (2)

 Kompetitor Uber yang bisa dibilang kecil mulai bermunculan


 Mengincar target niche
 Pada Desember 2015, empat saingan utama Uber, yaitu Lyft, GrabTaxi Holding, Pte. Ltd,
Ola dan Didi Kuaidi bergabung
Perlakuan Pengemudi

Kekurangan Kelebihan
 Mayoritas dari pengemudi Uber  Pengemudi uber memiliki lebih banyak
diperlakukan sebagai kontraktor, bukan waktu luang dibanding driver Taxi atau
sebagai pegawai perusahaan transportasi publik pada umumnya

 Beberapa pengemudi merasa  Mendaftar menjadi pengemudi juga


sangat dipermudah
dieksploitasi dan merasa tidak
diperlakukan dengan baik
 Karena pengemudi tidak bisa
menetapkan harga, Driver juga dihadapi
dengan margin yang sangat tipis
Taktik Perekrutan Uber

 Tahun 2014 Lyft yang merupakan


perusahaan kompetitor Uber
mengatakan Uber mencoba untuk
menarik pegawainya
 Uber menyewa tim independen untuk
menjadi “duta” dalam operasinya untuk
menjadi penumpang meyakinkan para
driver dari Lyft
 Cara perekrutan seperti ini membuat
Uber mendapatkan reputasi “win at all”
 Kalanick berkata tidak ada yang salah
dengan cara ini, selama mereka
membayar tarif jasa antarnya
Pemeriksaan Latar Belakang

 Pengecekan latar belakang merupakan  Kebanyakan dari perusahaan transportasi


salah satu syarat mendaftar di Uber menggunakan teknologi sidik jari yang
terhubung dengan database catatan
 Terdapat laporan dari California bahwa kriminal, namun Uber hanya
Uber tidak mengeluarkan 25 melaksanakannya dengan mengecek data
pengemudi yang memilkiki catatan kriminal 7 tahun terakhir melalui catatan
kriminal yang tersebar di Los Angeles lokal hingga nasional
dan San Francisco, salah satunya
memiliki catatan pernah dipenjara 26  Tahun 2016 Uber dan Lyft memberhentikan
tahun karena kasus pembunuhan operasinya di Austin, Texas karena tidak
belum memenuhi persyaratan dewan kota
Austin
Kekerasan oleh Pemgemudi

 Uber tercatat memiliki kasus pemerkosaan,


penculikan bahkan kematian yang terkait
dengan drivernya
 Tahun 2015, seorang wanita berumur 39
tahun yang berprofesi sebagai guru smp di
Charlestown, South Carolina menuntut Uber
dengan alasan penculikan dan meminta
membayar tarif Uber dalam bentuk aksi
seksual
 Salah satu catatan terburuknya
adalah pada tahun 2014
Syed Muzafer sebagai driver Uber
menabrak anak perempuan berumur
6 tahun hingga tewas
 Namun Uber berdalih driver pada saat
kecelakan tidak log in ke aplikasi Uber
sehingga perusahaan merasa tidak
harus bertanggung jawab
Penolakan Membawa Penumpang

 Uber dilaporkan menolak untuk menjemput penumpang


tuna netra dan dituntut oleh National Federation of the
Blind
 Uber juga mengalami perseteruan dengan ADA
(American Disablilites Act) dikarenakan driver menolak
untuk menjemput penumpang yang disabilitas dengan
berbagai alasan
 Namun Uber berpendapat apakah mereka harus
mengurus masalah tersebut, karena Uber merasa
tuntutan dari asosiasi diatas adalah peraturan yang
berlaku bagi perusahaan jasa transportasi, dan Uber
bukanlah jasa layanan publik
 Pada akhirnya Uber merespon penumpang perorangan
yang memiliki masalah dengan pelayanan mereka
melalui pemberian Uber gift cards
 Lalu Uber juga menolak bertanggung jawab dengan
alasan status driver mereka adalah kontrak, bukan
pegawai
Reaksi pada Uber (1)

https://qz.com/309382/map-heres-where-uber-is-and-isnt-outlawed/

 Maryland  Uber harus taat pada peraturan


 Nevada  masalah klasifikasi perusahaan, kejaksaan Nevada membekukan Uber dan Lyft
 Auburn, Alabama  regulasi yang berat
 Portland, Oregon  pembekuan kegiatan operasional Uber
 Perancis Uber Pop
 London, U.K.  kehilangan izin beroperasi
Reaksi pada Uber (2)

Maka, untuk memenangkan customernya kembali Uber harus:


1. Harus mencapai opsi barunya secara agresif
2. Berbuat lebih banyak kepada para pengemudinya untuk memenangkan loyalty
3. Mungkin harus mulai berpikir untuk mengubah model bisnisnya

Ancaman Terbesar untuk Masa Depan Uber

1. Waymo Attacks
2. The Greyball Investigation
3. Setting Fire to Cash
4. Toxic Culture
5. An Executive Exodus
Video Uber

Driverless Cars Uber Air Uber Elevate Elevate Summit


Travis Kalanick told Code Uber Elevate has already Uber Elevate will use The 2017 Elevate Summit
conference that, “the started exploring the electric vertical takeoff was an information-
reason Uber could be barriers we’ll need to and landing vehicles packed three days with 72
expensive is because overcome to make (evtols) to make our lives industry-leading experts
you’re not just paying for vertical takeoff and easier, our commutes speaking on topics about
the car — you’re paying landing (VTOL) a reality shorter, and our cities Elevate mission,
for the other dude in the and bringing uberAIR to cleaner
car.” Dallas and Los Angeles by https://youtu.be/8RHFaPfRjLQ
2020 https://youtu.be/nuFSh7N0Nhw

https://youtu.be/R7G9a0onMQE https://youtu.be/JuWOUEFB_IQ
Uber Elevate
http://www.jitunews.com/read/45656/infografis-
https://inet.detik.com/inetgrafis/d-3372849/perjalanan-603-
perbandingan-gojek-grab-dan-uber
juta-kilometer-uber-di-jakarta

https://www.youtube.com/watch?v=YNe7PZaV5D4
Analisa Kasus

Analisis PESTEL (1)

Political factors
Belum ada regulasi yang jelas mengatur tentang industri ridesharing khususnya Transportation
Network Company (TNC).

Economic condition
Analisis dari pakar industri memperkirakan pertumbuhan yang lambat dari bisnis transportasi
dari rata-rata 3,3 persen di tahun 2011 - 2016 menjadi 2,4 persen di tahun 2016 - 2021.
Pertumbuhan ini disebabkan oleh pertumbuhan GDP, menguatnya ekonomi dan pariwisata
serta bisnis travel.

Sosiocultural forces
Peningkatan dalam hal penggunaan smartphone dalam segala aktivitas kehidupan sehingga
memacu pertumbuhan industri ridesharing dalam berbagai bidang.
Analisa Kasus

Analisis PESTEL (2)

Technological factors
Perkembangan evolusi teknologi yang mengubah cara interaksi perusahaan tradisional dengan
pelanggannya sehingga mengakibatkan banyak aplikasi yang dibuat untuk menunjang hal
tersebut.

Enviromental forces
Perkembangan dari keberadaan sharing economy mengubah cara berbisnis sehingga
memudahkan entry ke dalamnya dan mengurangi dampak dari lingkungan (ramah lingkungan).

Legal/regulatory condition
Regulasi untuk masuk di industri bagi Transportation Network Company (TNC) dibandingkan
dengan traditional transportation yang harus membeli lisensi.
Analisa Kasus

Analisis SWOT-Opportunity (1)

 Uber merupakan first mover dalam bisnis Transportation Network Companies (TNC) sehingga
mempunyai keuntungan sebagai first-mover advantages

 Dapat menerapkan technological leadership sehingga dengan bantuan teknologi menyebabkan low-
cost.

 Keuntungan sebagai first-mover advantages dan technological leadership menyebabkan timbulnya


network effects.

 Kemudahan penggunaan teknologi aplikasi. Penggunaan aplikasi ridesharing apps pada Uber selalu
mengalami peningkatan

 Adanya pertumbuhan industri yang sedang berkembang sebagai pendorong pertumbuhan bisnis
transportasi
Analisa Kasus

Analisis SWOT-Opportunity (2)

 Adanya permintaan tinggi terhadap transportasi, namun supply rendah.

 Investor optimis akan menjadi investasi yang menarik.

 Peluang ekspansi ke luar negeri khususnya negara-negara yang berpenduduk banyak (Misalnya ke
India, negara-negara Asia Tenggara)

 Ketidakpuasan terhadap layanan taksi konvensional.

 Tidak semua wilayah tersedia alat transportasi umum yang baik dan memadahi.

 Peluang besar untuk melakukan diversifikasi pengembangan layanan tambahan (kirim antar barang,
pembelian makanan).
Analisa Kasus

Analisis SWOT-Threat

 Rasa ketidakpuasan pengemudi dengan adanya independent contract

 Bargaining power dari pengemudi rendah, khususnya terkait dengan pembagian fee sehingga
menimbulkan ketidakpuasan

 Regulasi otoritas yang belum jelas serta membolehkan bagi industri ridesharing.

 Munculnya perlawanan dari asosiasi perusahaan taksi konvensional

 Masuknya pesaing baru ke dalam industri yang menawarkan benefit yang lebih baik bagi
penumpang dan pengemudi membuat penumpang dan pengemudi beralih ke pesaing lainnya.
Analisa Kasus

Analisis Five Forces Framework (1)

Rival sellers Potential new entrants

 Terbatasnya jumlah perusahaan di industri  Regulasi pemerintah yang belum secara jelas
ridesharing yang bersaing ketat di beberapa mengatur tentang ridesharing apps dan adanya
pasar perbedaan antar daerah menyebabkan untuk
memasuki bisnis ini tidak terlalu sulit.
 Perkembangan dari teknologi ridesharing
apps serta adanya perubahan cara  Biaya masuk pada industri transportasi tradisional
perusahaan dalam melayani pelanggan sangatlah mahal dibandingkan memasuki
memunculkan banyak bisnis sejenis ridesharing industry.

 Rendahnya switching cost ditambah dengan  Mempunyai keuntungan sebagai first mover
banyaknya pesaing memungkinkan pelanggan sehingga mempunyai brand prefences yang besar
dapat beralih dengan mudah kepada pesaing. terhadap pelanggan.

 Adanya network effect yang menyebabkan  Umumnya industri yang bergerak di bidang
barriers to exit menjadi tinggi sehingga akan ridesharing apps mempunyai barriers to exit yang
sulit bagi pemain yang terlibat meninggalkan tinggi dikarenakan adanya network effect yang
industri dengan mudah menyebabkan tingkat persaingan menjadi lebih
tinggi.
Analisa Kasus

Analisis Five Forces Framework (2)

Subtitute products Supplier bargaining power

 Biaya switching cost kemungkinan rendah  Pemasok (dalam hal ini adalah pengemudi)
bahkan hampir tidak ada sehingga merupakan kekuatan persaingan yang lemah
mengakibatkan kemungkinan pelanggan karena mereka tidak memiliki kekuatan
dapat berpindah menggunakan transportasi penawaran yang mencukupi untuk mempengaruhi
lainnya. persyaratan dan kondisi pasokan.

 Banyaknya industri ridesharing menyebabkan  Tidak ada diferensiasi layanan pemasok, layanan
pelanggan mempunyai banyak pilihan untuk mereka tidak kekurangan pasokan, dan anggota
pindah. industri merupakan pelanggan utama para
pemasok.
Customer bargaining power

 Pembeli memiliki demand yang sangat tinggi namun didukung oleh ketersediaan supply yang
memadai.

 Biaya switching cost rendah atau bahkan tidak ada, sehingga pembeli bisa mengambil keputusan
untuk pindah.
Analisa Kasus

Analisis Five Forces Framework (3)


▪ Besarnya kekuatan mempengaruhi diukur melalui besaran skala 1 sampai dengan 5
dimana angka 1 adalah pada tingkat rendah sedangkan 5 adalah pada tingkat tinggi.
▪ Jumlah semua kelima kekuatan selanjutnya dijumlahkan jika keseluruhannya adalah :
 5 sampai dengan 11 maka tingkat persaingan pada kondisi rendah.
 12 sampai dengan 19 maka tingkat persaingan pada kondisi sedang/medium.
 20 sampai dengan 25 maka tingkat persaingan pada kondisi tinggi.
Tingkat Pengaruh
Sumber Tekanan Persaingan Scoring
Tekanan
Rival seller Tinggi 5
Potential new entrants Sedang 3
Subtitute products Tinggi 5
Supplier bargaining power Rendah 1
Buyer bargaining power Sedang 3
Total 17
Dari hasil scoring di atas didapatkan sebesar 17, yang menyatakan bahwa tingkat persaingan
untuk Uber berdasarkan five forces framework adalah sedang.
Analisa Kasus

Analisis Value Net

Customers:
Kebutuhan yang tinggi terhadap moda transportasi terutama untuk segmen non pekerja seperti anak
sekolah, kuliah dan dewasa muda dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi dengan menggunakan
layanan Uber melalui fasilitas UberPool, dan berbagai fasilitas lainnya.

Suppliers :
Semua yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat bergabung menjadi mitra Uber melalui
kontrak menjadi pengemudi. Tentunya hal yang didapatkan adalah mempunyai fleksibilitas waktu,
ekstra income dan membawa kendaraan dengan kepastian (assurance).

Competitors :
Perusahaan pesaing dianggap sebagai mitra. Uber secara teknis tidak dianggap sebagai pesaing
langsung di pasar taksi dan limusin. Namun dipandang sebagai barang pelengkap yang membantu
memfasilitasi transaksi yang bisa dianggap pengganti layanan taksi tradisional. Seperti contoh di
Indonesia Uber bekerjasama dengan Taxi Express.

Complementors :
Kerjasama Uber dengan penyedia barang komplementer untuk dapat memberikan nilai tambah
perusahaan. Misalnya kerjasama Uber dengan Perusahaan Mobil seperti Perusahaan BMW 7 Series,
Mercedes S-Class, Cadillac, Toyota Camry, GMC Yukon Denali, Kerjasama GPS: Alley pay, Spotyfy
ataupun kerjasama dengan Perbankan dalam kemudahan pembayaran melalui penggunaan Kartu
Credit, dll.
Analisa Kasus

Analisis Strategic Group Map (1)

Kelompok strategis terdiri dari anggota industri dengan pendekatan dan posisi kompetitif yang serupa di
pasar. Perusahaan dalam kelompok strategis yang sama bisa saling mirip dalam berbagai cara. Analisis
Strategic Group Map dengan menggunakan variabel valuation dengan geographic coverage.

Valuation Geographical coverage

Sumber : Griswold, A. (2017) Sumber : Thompson, (2018)


Analisa Kasus

Analisis Strategic Group Map (2 )

Dari gambar peta kelompok strategi


tersebut terlihat,
 Uber masih menduduki posisi
yang pertama dalam hal nilai
valuasi dan jangkauan
operasionalnya.
 Perusahaan-perusahaan pesaing
Uber yang lain. Mereka
terkonsentrasi pada wilayah-
wilayah negara tertentu
 Uber harus mewaspai pesaing
terdekatnya adalah yaitu Lyft
yang mulai melakukan ekspansi
mengejar Uber baik dari sisi aset
maupun jangkauan wilayah.
 Didi berupaya mengejar Uber
dalam sisi valuasinya.
Analisa Kasus

Analisis Kompetitor (1)

Untuk mengetahui kekuatan pesaing makan dilakukan analisis kompetitor dengan menggunakan
framework dari Michael Porter dengan menggunakan empat indikator yang dapat diigunakan oleh
pesaing, yaitu dengan menganalisa strateginya saat ini (current strategy), sasaran (objectives),
kapabilitas dan sumber daya (resources and capabilities) dan asumsi (assumptions).

Indikator

Strategi Saat Ini ▪ Ekspansi secara agresif ▪ Difersifikasi layanan produk


▪ Iklan secara agresif (GrabFood, GrabCar, GrabBike,
▪ Menciptakan atmosfere yang berbeda GrabShare, GrabTaxi, GrabExpress)
dengan positioning yang berbeda ▪ Membidik ekspansi di pasar asia
▪ Target pasar : kaum muda dan wanita ▪ Penggunaan fixed price dan
berdasarkan jarak
▪ Pembayaran dapat dilakukan secara
tunai
Tujuan Yang Ingin ▪ Menguasai pasar ridesharing untuk ▪ Membidik pangsa pasar di Asia, yaitu
Dicapai konsumen kaum muda dan wanita Singapore, Malaysia, Indonesia, China,
▪ Ekspansi pasar di kelas jarak pendek India
▪ Ekspansi ke pasar Asia
Analisa Kasus

Analisis Kompetitor (2)

Indikator

Sumber Daya dan ▪ Driver yang terlatih, khususnya ▪ Diferensiasi dengan menciptakan
Kapabilitas terkait safety dalam berkendara GrabBike (cocok untuk
▪ Membangun keterikatan dengan pengembangan di pasar Asia)
pelanggan dan pengemudi melalui ▪ Berasal dari Asia
komunitas ▪ Mengembangkan program CSR
▪ Membangun loyalitas melalui ▪ Menjalin kerjasama dengan
hubungan pertemanan perusahaan taksi konvensional
▪ Pembayaran sudah melalui sistem (GrabTaxi)
cash deposit ▪ Mendapatkan pendanaan dari Didi
Kuaidi
▪ Teknologinya masih tertinggal (tidak
dapat menunjukkan posisi driver
yang terdekat)
Asumsi ▪ Akan ada banyak perusahaan yang ▪ Akan ada banyak perusahaan yang
berkompetisi di industri ridesharing berkompetisi di industri ridesharing
▪ Mempunyai permasalahan terkait ▪ Mempunyai permasalahan terkait ijin
ijin dan regulasi dan regulasi
Analisa Kasus

Analisis Kompetitor (3 )

Dari analisis tersebut, maka kemungkinan terbesar strategi yang akan dilakukan pesaing
adalah melakukan gerakan ofensif untuk Lyft dan Grab dikarenakan mereka berdua belum
puas dengan posisinya saat ini dan berupaya untuk melakukan ekspansi ke pasar
internasional. Dalam berbagai kesempatan Lyft juga berupaya untuk membuat “order palsu”
kepada Uber.

https://sf.curbed.com/2017/7/14/15973436/lyft-shuttle http://www.theindependent.sg/grab-driver-allegedly-fired-after-customer-
screamed-at-him-for-not-picking-her-up-at-taxi-stand /
Analisa Kasus

KEY SUCCESS FACTOR (KSF)

Key Sucess Factors (KSF) atau kunci faktor kesuksesan adalah elemen-elemen strategis, produk dan
servis, pendekatan operasional, sumber daya, dan kapabilitas yang kompetitif yang penting dalam
kelangsungan dan perkembangannya dalam industri.

Key Succes Factor Uber adalah sebagai berikut :

 Uber memberikan keuntungan bagi konsumen


 Uber memberikan keuntungan bagi pengemudi
 Perusahaan pertama yang memanfaatkan teknologi
 Penggunaan Surge Pricing
 Melemahkan barrier to entry

https://www.npr.org/2016/05/17/478266839/this-is-your-brain-on-uber
KESIMPULAN (1)

 Perkembangan ridesharing economy telah membawa perkembangan pada Transportation


Network Company (TNC) dengan Uber sebagai first mover. Kondisi industri ini berada pada
emerging industry sehingga langkah yang dilakukan Uber adalah menjadi technological
leadership.

 Selain hal tersebut, secara generik Uber menerapkan strategi best-cost provider strategy.
Uber dapat melakukan diversifikasi produknya dan tetap menjadi perusahaan TNC
berbiaya murah. Namun, Uber lebih memberikan perhatian terhadap permasalahan
internalnya, yaitu terkait sistem independent contract yang mengatur hubungan antara
Uber dengan pengemudi.

 Perkembangan dari Uber juga dipengaruhi oleh lingkungan makro, dalam hal ini adalah
dilakukan analisis PESTEL. Hal yang penting menjadi fokus bagi perkembangan Uber
adalah memperhatikan regulasi yang mengatur agar dapat masuk ke semua negara.

 Analisis SWOT menunjukkan bahwa yang menjadi titik fokus yaitu dalam hal opportunity
dan threats. Di sisi opportunity, peluang Uber sangat diuntungkan karena menjadi first
mover dan menerapkan technological leadership serta terbuka melakukan ekspansi dan
dari sisi threats, yaitu terkait dengan regulasi yang belum jelas untuk mengatur industri
ridesharing.
KESIMPULAN (2)

 Analisis Five Forces menunjukkan bahwa posisi Uber pada tingkat persaingan di industri
ridesharing adalah moderat/sedang dengan angka scoring 17 dan masih dalam kondisi
daya tarik atraktif untuk dimasuki (2 High, 2 Medium, 1 Low).

 Kondisi di industri ridesharing adalah barriers to entry rendah sedangkan barriers to exit
tinggi sehingga semakin lama menambah jumlah pesaing yang ada.

 Analisis value net framework memperkenalkan kategori baru dalam persaingan industri
yang melibatkan kolaborasi antara Customers, Suppliers, Competitors dan
Complementors yang dapat meningkatkan nilai dari fokus perusahaan.

 Analisis grup strategis menunjukkan bahwa posisi Uber terhadap pesaingnya di pasar
global yaitu sebagai market leader dan first mover. Hasil dari pemetaan tersebut untuk
mengantisipasi gerakan ofensif yang akan dilakukan pesaingnya dalam hal ini adalah Lyft.
REKOMENDASI

 Adanya persaingan antara industri ridesharing adalah membangun customer-switching


cost agar pelanggan tidak mudah berpindah ke pesaing.

 Mengupayakan agar barriers to exit menjadi mudah sehingga kondisi tersebut dapat
mengurangi pesaing.

 Melakukan inovasi karena posisi sebagai technological leadership akan semakin banyak
ditiru oleh pesaing.
Thank You

Anda mungkin juga menyukai