Anda di halaman 1dari 2

Siapakah dirimu?

Dalam awal-awal pernikahannya banyak yang harus


dipelajari Arfin dari istrinya Annisah. Ia sedang
dihadapkan pada sebuah laboratorium bernyawa, tengah
ada banyak pelajaran dan penelitian yang bisa
dieksplorasi. Ia menghadapi hari-hari yang berharga,
pengenelan-pengenalan, pengalaman-pengalaman dan
berbagai pertanyaan yang belum semua terjawab mengisi
hari-harinya,
Seorang perempuan yang tiba-tiba menangis tanpa
sebab-sebab yang bisa diterima laki-laki. Seorang
perempuan yang tiba-tiba ngambek hanya karena urusan
kecil menurut ukuran laki-laki. Sesekali sedemikian
manja dan amat ceria ,pada kesempatan lain tampak
begitu keras. Sesekali tampak cerdas dan pintar dalam
berargumentasi, sesekali lain tampak sedemikan
emosional dan logikannya tak jalan.
Dalam hari-harinya sering timbul pertanyaan dalam
diri Arifin tentang siapakah pasangannya karena memang
“dunianya” jarang mengajari tetang hal ini. Dunia
laki-laki sering mengajarkan, pola hidup rasional
argumentatif dan cenderung menggelimir unsur perasaan
dan banyak hal kaku. Ia lebih mengerti mengapa orang
berkelahi daripada mengapa orang menangis dalam
menyeleseikan masalahnya. Ia lebih bisa menerima orang
yang berdebat dalam memperjuangkan keinginan daripada
diam membisu dalam mengekspresikan kehendak. Ia lebih
mengerti jawaban ya atau tidak daripada bahasa
perasaan yang mengalir tanpa kejelasan. Cukup sulit
baginya mengerti makna air mata, ia berusaha
menerjemahkannya dalam bahasa manusia biasa, ia harus
segera memahami bahwa istrinya bukanlah dirinya.
Cinta antara rahmat dan virus
Siapakah diantara kita yang belum pernah mendengar
kata cinta? Tentunya semua telah sering atau bahkan
pernah mengucapkan cinta baik pada Alloh maupun sesama
manusia. Secara fitrah cinta adalah rahmat Alloh untuk
makhuknya agar kehidupan ini berjalan damai, sehingga
karena cintalah manusia dapat menjalankan fungsinya
sebagai khalifah dimuka bumi. Lho kok bisa begitu? YA
bisa bila manusia bisa menempatkan cinta secara benar,
benar disini adalah bila cinta kepada Alloh dalam
urutan yang tertingi sebelum cinta kepada lainnya.
Eh …sebelumnya apa ya ciri-ciri cinta itu ya? Mungkin
diantara ciri-ciri orang yang jatuh cinta adalah:
1. Ta’jub
2. Ridho atau rela melakukan apa yang diminta oleh yang kita cintai
3. Selalu ingat yang kita cintai
4. Bergetar hatinya bila disebut namanya
Lalu bagaimana bila cinta kepada lawan jenis-bukan
mahrom- sampai menggeser cinta kita kepada Alloh, maka
dalam keadaan ini maka cinta tersebut berubah menjadi
Virus pada orang tersebut, namanya Virus pasti
merugikan bahkan harus dibuang jauh-jauh dari kita
karena dosa buat kita. Untuk membuang virus ini tentu
tak mudah kita harus bersungguh-sungguh dan berusaha
semaksimal mungkin agar virus tersebut hilang.
Memangnya cinta kepada lawan jenis bisa menggeser
cinta kepada Alloh? Lho bisa saja misalkan orang itu
belum menikah lalu terjangkit virus cinta (seperti
kriteria diatas), maka disini jelas kedudukan cinta
kepada Alloh telah tergeser. Terus solusinya bagaimana
ya…….. Solusinya yaitu NIKAH karena satu-satunya
cinta(menurut kriteria di atas) pada lawan jenis-bukan
mahrom-yang diperbolehkan bahkan mendapat pahala yaitu
apabila kita sudah menikah, maka cinta kepada suami
atau istri kita adalah ibadah.