Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TANDA BAHAYA MASA NIFAS


PADA WANITA DENGAN MASA NIFAS DI KAMPUNG PEUTEUYJAYA
RT 01 RW 03 DESA JAYARATU, KECAMATAN SARIWANGI,
KABUPATEN TASIKMALAYA
Judul : Satuan Acara Penyuluhan Tanda bahaya nifas pada
wanita dengan masa nifas di Kampung Peuteuyjaya
Rt 01 Rw 03, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi,
Kabupaten Tasikmalaya

Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Masa Nifas

Sub Pokok Bahasan : Penyuluhan Tentang Tanda Bahasa Masa Nifas

Sasaran : Wanita Pada Masa Nifas

Target : Keluarga dari Wanita dengan Masa Nifas

Hari/Tanggal : Rabu, 25 April 2018

Waktu : 1x60 Menit

Tempat : Madrasah Diniyah Al-Huda, Peuteuyjaya

A. LATAR BELAKANG
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil, bersalin dan nifas adalah
masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin sekitar 25-30%
kematian wanita usia subur disebabkan oleh kehamilan persalinan dan nifas.
Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita
muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 1996 WHO memperkirakan
lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil bersalin dan nifas.
Di Asia Selatan wanita kemungkinan 1 : 18 meninggal akibat kehamilan,
persalinan dan nifas. Di negara Afrika 1 : 14, sedangkan di Amerika Utara
hanya 1 : 6.366. Lebih dari 50% kematian di negara berkembang sebenarnya
dapat dicegah dengan teknologi yang ada serta biaya relatif rendah
(Prawirohardjo, 2002).
Pada wanita atau ibu nifas penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya
masa nifas sangat penting dan perlu, oleh karena masih banyak ibu atau
wanita yang sedang hamil atau pada masa nifas belum mengetahui tentang
tanda-tanda bahaya masa nifas, baik yang diakibatkan masuknya kuman
kedalam alat kandungan seperti eksogen (kuman datang dari luar), autogen
(kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh) dan endogen (dari jalan lahir
sendiri) (Rustam Mochtar, 1998).
Hingga saat ini penyebab infeksi nifas diantaranya adalah persalinan
berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar, tindakan operasi
persalinan, tertinggalnya plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah, ketuban
pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi 6 jam, keadaan yang
dapat menurunkan keadaan umum yaitu perdarahan antepartum dan post
partum, anemia pada sat kehamilan, malnutrisi, kelelahan, dan ibu hamil
dengan penyakit infeksi (Manuaba, 1998).

B. TUJUAN
Setelah dilakukan penyuluhan 1x60 menit diharapkan wanita dengan
masa nifas dapat lebih meningkatkan kesadaran terhadap perlunya
pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya masa nifas sehingga mereka dapat
mengetahui dan mengenali apa yang termasuk dalam tanda-tanda bahaya nifas
dengan demikian diharapkan gangguan/komplikasi dalam masa nifas dapat
dideteksi secara dini.
C. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
2. Media
a. Leaflet
b. Power point
3. Garis Besar Materi
a. Definisi Masa Nifas
b. Macam-Macan Infeksi Pada Masa Nifas
c. Faktor-Faktor Fredisposisi Infeksi Pada Masa Nifas
d. Penyebab Terjadinya Infeksi Masa Nifas
e. Keadaan Abnormal Pada Rahim Saat Masa Nifas
f. Keadaan Abnormal Pada Payudara Saat Masa Nifas
g. Tanda dan Bahaya Kala Nifas

D. PROSES PELAKSANAAN
NO KEGIATAN KEGIATAN WAKTU
PENYULUH PESERTA/AUDIENCE
1. Pembukaan 5 menit
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
 Perkenalan  Memperhatikan
 Menjelaskantujuandan  Memperhatikan
waktu

2. Pelaksanaan 50 menit
 Menyampaikan garis  Mendengarkan dan
besar materi memperhatikan
 Memberi kesempatan  Bertanya
untuk bertanya
 Menjawab pertanyaan  Mendengarkan dan
memperhatikan

3. Penutup 5 menit
 Menyimpulkan materi  Bersama penyuluh
yang telah disampaikan menyimpulkan
materi
 Melakukan evaluasi  Peserta kooperatif
penyuluhan dalam menjawab
pertanyaan penyuluh
 Mengakhiri kontrak  Peserta kooperatif
 Mengakhiri kegiatan  Menjawab salam
penyuluhan dengan
salam

E. SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Moderator : Observer

: Penyaji : Audiens / Peserta

: Fasilitator
F. PENGORGANISASIAN
Pembawa Acara : Rendi Fauzani
Pemateri : Indra Wijaya
Moderator : Dea Claudia Pratiwi
Notulis : Rizal Abdillah
Fasilitator : M. Zulkifli Fajari
Observer : Panji Pratama Putra

G. EVALUASI
 Jenis Evaluasi : Sumatif
 Bentuk Evaluasi : Tanya Jawab
 Butir Pertanyaan :
1. Apa Definisi dari Masa Nifas ?
Jawaban :
Masa nifas adalah pulih kembali, mulai dari partus selesai sampai alat-
alat kandungan kembali sebelum hamil, lamanya 6-8 minggu masa
nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir
ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan
berlangsung kira-kira 6 minggu.
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa post partum oleh
karena itu sangatlah penting untuk membimbing para ibu dan
keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menandakan bahwa ia
perlu segera mencari bantuan medis, ibu juga perlu mengetahui
kemana ia mencari bantuan tersebut.
Beritahulah ibu jika mengetahui adanya masalah-masalah berikut,
maka ia perlu segera menemui tenaga kesehatan :
 Perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah
banyak (lebih dari perdarahan haid biasa atau bila memerlukan
penggantian pembalut dua kali dalam setengah jam).
 Pengeluaran vagina yang baunya menusuk.
 Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung
 Sakit kepala yang terus-menerus, nyeri ulu hati atau masalah
penglihatan.
 Pembengkakkan diwajah atau di tangan.
 Demam, muntah, rasa sakit pada waktu buang air kecil atau jika
merasa tidak enak badan.
 Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan atau terasa
sakit.
 Kehilangan nafsu makandalam waktu yang lama.
 Rasa sakit, merah, lunakdan/atau pembengkakkan di kaki.
 Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya
atau diri sendiri.
2. Apa saja jenis infeksi yang mungkin terjadi pada masa nifas ?

Jawaban :

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting


diantaranya makin meningkatnya pembentukkan urin untuk
mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan beberapa bahan
tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan
suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan patologis
atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan
merupakan tempat masuknya kuman ke dalam tubuh, sehingga
menimbulkan infeksi pada kala nifas.Infeksi kala nifas adalah infeksi
peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab
apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38 0C
tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.

Gambaran Klinis Infeksi Umum dapat dalam bentuk :

 Infeksi lokal

 Pembengkakan luka episiotomi.


 Perubahan warna lokal.
 Pengeluaran lochia bercampur nanah.
 Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.
 Temperatur badan dapat meningkat.

 Infeksi General

 Tampak Sakit dan Lemah


 Temperatur meningkat diatas 39 oC.
 Tekanan darah dapat menurundan nadi meningkat.
 Pernapasan dapat meningkat dan napas terasa sesak.
 Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.
 Terjadi gangguan involusi uterus.
 Lochia : berbau, bernanah serta kotor.

3. Apa saja Faktor Fredisposisi Infeksi Masa Nifas ?

Jawaban :

 Persalinan berlangsung lama sampai terjadi Persalinan Terlantar


 Tindakan Operasi Persalinan
 Tertinggalnya plasenta selaput ketuban dan bekuan darah.
 Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi
enam jam.
 Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum, yaitu
perdarahan antepartum dan post partum, anemia pada saat
kehamilan, malnutrisi, kelelahan dan ibu hamil dengan penyakit
infeksi.

4. Apa Tenyebab Terjadinya Infeksi Masa Nifas ?

Jawaban :

 Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan


pemeriksaandalam, alat yang dipakai kurang steril
 Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial).
 Hubungan seks menjelang persalinan.
 Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar,
ketuban pecah lebih dari enam jam,terdapat pusat infeksi dalam
tubuh (lokalinfeksi).

5. Apa Saja Keadaan Abnormal Pada Rahim ?

Jawaban :

 Sub Inovolusi Uteri

Proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,


sehingga proses pengecilan rahim terhambat. Penyebab terjadinya
sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium,
terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah, atau
mioma uteri.
 Pendarahan Masa Nifas Sekuder

Adalah pendarahan yang terjadi pada 24 jam pertama.


Penyebabnya adalah terjadinya infeksi pada endometrium dan
terdapat sisa plasenta dan selaputnya

 Flegmansia alba dolens

Merupakan salah satu bentuk infeksi puerpuralis yang


mengenai pembuluh darah vena femoralis.Gejala kliniknya adalah:

 Terjadi pembengkakan pada tungkai.


 Berwarna putih.
 Terasa sangat nyeri.
 Tampak bendungan pembuluh darah.
 Temperatur badan dapat meningkat

6. Apa Saja Keadaan Abnormal Pada Payudara ?

Jawaban :

a. Bendungan ASI

Disebabkan oleh penyumbatan pada saluran ASI.Keluhan


mamae bengkak, keras, dan terasa panas sampai suhu badan
meningkat.

b. Mastitis dan Abses Mamae

Infeksi ini menimbulkan demam, nyeri lokal pada mamae,


pemadatan mamae dan terjadi perubahan warna kulit mamae.
7. Apa Saja Tanda Bahaya Kala Nifas ?

Jawaban :

Selama kala nifas, bidan harus memberitahu ibu dan keluarga tentang
tanda bahaya :

 Demam
 Perdarahan aktif
 Bekuan darah banyak
 Bau busuk dari vagina
 Pusing
 Lemas luar biasa
 Kesulitan dalam menyusui
 Nyeri panggul atau abdomen yang lebih dari kram uterus biasa.

H. SUMBER
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan.Jakarta : PT. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo
Hanifa Wiknjosastro, Gulardi. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan neonatal.Jakarta :Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
Manuaba. 1999.Buku Acuan Pelayanan Maternal Neonatal dan Keluarga
Berencana. Balai Pustaka : Jakarta.
I. LAMPIRAN
1. Materi
A. Definisi Masa Nifas
Masa nifas adalah pulih kembali, mulai dari partus selesai sampai alat-
alat kandungan kembali sebelum hamil, lamanya 6-8 minggu masa
nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir
ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan
berlangsung kira-kira 6 minggu.
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa post partum oleh
karena itu sangatlah penting untuk membimbing para ibu dan
keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menandakan bahwa ia
perlu segera mencari bantuan medis, ibu juga perlu mengetahui
kemana ia mencari bantuan tersebut.
Beritahulah ibu jika mengetahui adanya masalah-masalah berikut,
maka ia perlu segera menemui tenaga kesehatan :

 Perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah


banyak (lebih dari perdarahan haid biasa atau bila memerlukan
penggantian pembalut dua kali dalam setengah jam).
 Pengeluaran vagina yang baunya menusuk.
 Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung
 Sakit kepala yang terus-menerus, nyeri ulu hati atau masalah
penglihatan.
 Pembengkakkan diwajah atau di tangan.
 Demam, muntah, rasa sakit pada waktu buang air kecil atau jika
merasa tidak enak badan.
 Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan atau terasa
sakit.
 Kehilangan nafsu makandalam waktu yang lama.
 Rasa sakit, merah, lunakdan/atau pembengkakkan di kaki.
 Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya
atau diri sendiri.

B. Infeksi Masa Nifas

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting


diantaranya makin meningkatnya pembentukkan urin untuk
mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan beberapa bahan
tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan
suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan patologis
atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan
merupakan tempat masuknya kuman ke dalam tubuh, sehingga
menimbulkan infeksi pada kala nifas.Infeksi kala nifas adalah infeksi
peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab
apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38 oC
tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.

Gambaran Klinis Infeksi Umum dapat dalam bentuk :

a. Infeksi lokal

 Pembengkakan luka episiotomi.


 Perubahan warna lokal.
 Pengeluaran lochia bercampur nanah.
 Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.
 Temperatur badan dapat meningkat.
b. Infeksi General

 Tampak Sakit dan Lemah


 Temperatur meningkat diatas 39 oC.
 Tekanan darah dapat menurundan nadi meningkat.
 Pernapasan dapat meningkat dan napas terasa sesak.
 Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.
 Terjadi gangguan involusi uterus.
 Lochia : berbau, bernanah serta kotor.

C. Faktor Fredisposisi Infeksi Masa Nifas

 Persalinan berlangsung lama sampai terjadi Persalinan Terlantar


 Tindakan Operasi Persalinan
 Tertinggalnya plasenta selaput ketuban dan bekuan darah.
 Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi
enam jam.
 Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum, yaitu
perdarahan antepartum dan post partum, anemia pada saat
kehamilan, malnutrisi, kelelahan dan ibu hamil dengan penyakit
infeksi.

D. Terjadinya Infeksi Masa Nifas

 Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan


pemeriksaandalam, alat yang dipakai kurang steril
 Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial).
 Hubungan seks menjelang persalinan.
 Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar,
ketuban pecah lebih dari enam jam,terdapat pusat infeksi dalam
tubuh (lokalinfeksi).

E. Keadaan Abnormal Pada Rahim

 Sub Inovolusi Uteri

Proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,


sehingga proses pengecilan rahim terhambat. Penyebab terjadinya
sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium,
terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah, atau
mioma uteri.

 Pendarahan Masa Nifas Sekuder

Adalah pendarahan yang terjadi pada 24 jam pertama.


Penyebabnya adalah terjadinya infeksi pada endometrium dan
terdapat sisa plasenta dan selaputnya

 Flegmansia alba dolens

Merupakan salah satu bentuk infeksi puerpuralis yang


mengenai pembuluh darah vena femoralis.Gejala kliniknya adalah:

 Terjadi pembengkakan pada tungkai.


 Berwarna putih.
 Terasa sangat nyeri.
 Tampak bendungan pembuluh darah.
 Temperatur badan dapat meningkat
F. Keadaan Abnormal Pada Payudara
a. Bendungan ASI

Disebabkan oleh penyumbatan pada saluran ASI.Keluhan


mamae bengkak, keras, dan terasa panas sampai suhu badan
meningkat.

b. Mastitis dan Abses Mamae

Infeksi ini menimbulkan demam, nyeri lokal pada mamae,


pemadatan mamae dan terjadi perubahan warna kulit mamae.

G. Tanda Bahaya Kala Nifas

Selama kala nifas, bidan harus memberitahu ibu dan keluarga tentang
tanda bahaya :

 Demam
 Perdarahan aktif
 Bekuan darah banyak
 Bau busuk dari vagina
 Pusing
 Lemas luar biasa
 Kesulitan dalam menyusui
 Nyeri panggul atau abdomen yang lebih dari kram uterus biasa.

2. Alat Bantu/Media
a. Leaflet
b. Power Point
SATUAN ACARA PENYULUHAN
TANDA BAHAYA MASA NIFAS
PADA WANITA DENGAN MASA NIFAS DI KAMPUNG PEUTEUYJAYA
RT 01 RW 03 DESA JAYARATU, KECAMATAN SARIWANGI,
KABUPATEN TASIKMALAYA
( Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum
Mata Kuliah Keperawatan Maternitas )

LOGO BTH

OLEH:
INDRA WIJAYA
10116072
2B KEPERAWATAN

STIKES BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA


PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
2017/2018
Jl. Cilolohan No.36, Setiaratu, Cibereum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
Telp (0265)334740 Fax. (0265) 327244