Anda di halaman 1dari 4

KASUS 3:

MENDESAIN PENGUJIAN SUBSTANTIF: AUDIT AKTIVA TETAP

Setelah melakukan pengujian substantif pada kas, tahapan pengujian substantif selanjutnya yang
dilakukan oleh KAP Gani, Bondan, dan Rekan adalah pengujian substantif terhadap akun aktiva
tetap. Pada 4 Februari 2017, Bagus Wijaya, seorang asisten Controller PT Sriwedari Properti
memberikan bukti-bukti perolehan aktiva tetap sampai akhir tahun 2016 yang dimiliki oleh
perusahaan pada auditor KAP Gani, Bondan, dan Rekan. Adapun saldo dari akun aktiva tetap
dan akumulasi penyusutan dalam laporan keuangan PT Sriwedari adalah sebagai berikut:
Akumulasi
Aktiva Tetap Harga Perolehan
Penyusutan
Bangunan Wartel 93,695,000
Gedung PASN 123,525,500,630
Prasarana 3,405,804,318
Mobil 50,000,000
Komputer 5,875,000
Peralatan Gedung 2,279,094,230
Peralatan Kantor 1,465,854,035
Bangunan (86,843,587,931)
Kendaraan (50,000,000)
Peralatan Kantor (1,474,504,331)
130,825,823,213 (88,368,092,261)

Untuk memulai pelaksanaan audit terhadap aktiva tetap perusahaan, auditor melakukan
pengecekan terhadap data historis terkait berbagai macam aktiva tetap yang pernah dimiliki
sampai saat ini masih dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan menggunakan metode penyusutan
garis lurus. Selain itu, auditor juga akan melakukan pengamatan fisik terhadap berbagai aktiva
tetap yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun tabel daftar aktiva tetap disajikan di bawah ini:
Daftar Aktiva Tetap yang Pernah Dimiliki Oleh Perusahaan Mulai Perusahaan Didirikan

Jenis Umur Tanggal


Tanggal
No Aktiva Harga Beli Manfaat Mulai Biaya Terkait
Perolehan
Tetap (tahun) Digunakan
Biaya pembongkaran
bangunan lama yang
berada di atas tanah
yang dibeli serta biaya
peralatan tanah
1 Tanah - 01/06/2005 01/02/2007 (dikeluarkan selama
1,000,000,000
bulan Juni 2005 s/d
Januari 2007 sebesar
Rp 250,000,000

Biaya pengecatan
ulang sebagian tembok
Gedung kantor akibat
2 20 10/01/2007 01/02/2007
Prasarana 93,695,000 keusangan sebesar Rp
2.000.000 pada 21
September 2007

Gedung
3 20 11/01/2007 01/02/2007 -
PASN 123,525,500,630
Biaya pembetulan
Bangunan gedung sebesar Rp
4 20 11/01/2015 01/02/2015
Wartel 3,405,804,318 230.000.000 pada 1
Juli 2015
Total ongkos angkut
mesin dari vendor Rp
7.500.000 (dikeluarkan
tanggal 12 Januari
2007), biaya instalasi
dan set up mesin Rp
Peralatan
16.500.000
Gedung
5 10 09/01/2007 01/02/2007 (dikeluarkan tanggal
(Mesin 2,279,094,230
20 Januari 2007),
Genset)
biaya perolehan
pembelian pelindung
mesin yang telah rusak
sebesar Rp 670.000
(dikeluarkan tanggal 9
Juni 2008)
Jenis Umur Tanggal
Tanggal
No Aktiva Harga Beli Manfaat Mulai Biaya Terkait
Perolehan
Tetap (tahun) Digunakan
Biaya pembuatan
STNK Rp 11.500.000
Mobil (dikeluarkan 21
6 10 20/02/2008 01/03/2008 Februari 2008, biaya
Avanza 50,000,000
penggantian ban Rp
2.300.000 (dikeluarkan
1 Desember 2008)
Peralatan
7 5 25/01/2012 01/02/2012
Kantor 1,465,854,035
Komputer
8 5 20/02/2012 01/03/2012
(5 buah) 1,175,000

PERTANYAAN DISKUSI DAN LATIHAN

Pertanyaan Diskusi

(1) Auditor dapat menggunakan jasa profesional lainnya untuk mendukung pelaksanaan
pengujian substantif. Bagaimana hal ini diatur dalam Standar Auditing dan pada kondisi
apa auditor diperkenankan menggunakan jasa profesional lainnya?
(2) Apakah perusahaan diperkenankan mengganti kebijakan akuntansi mengenai depresiasi
aktiva tetap? Jika ya, apakah pertimbangan auditor mengenai hal ini?
Latihan

Guna melengkapi proses audit substantif atas akun aktiva tetap PT Sriwedari, saudara diminta
untuk membuat working paper dengan susunan sebagai berikut:

(1) Siapkan program audit untuk pengujian substantif atas aktiva tetap PT Sriwedari!
(2) Buatlah top schedule untuk pengujian substantif atas aktiva tetap PT Sriwedari (kode
aktiva tetap: F)!
(3) Buatlah supporting schedule:
 F/1 untuk bangunan
 F/2 untuk peralatan gedung
 F/3 untuk mobil
 F/4 untuk peralatan kantor
 F/5 untuk komputer
(4) Tuliskan jurnal penyesuaian (bila ada) beserta keterangannya!
(5) Lengkapi dengan tick mark dan keterangan tentang prosedur audit yang telah dilakukan!
Catatan : setiap perbedaan antara saldo klien dengan perhitungan auditor, selisih yang
terjadi dianggap material.