Anda di halaman 1dari 1

By: Anang Widjajanta – Manager Bidang Pembangkitan

Proses Bisnis Pembangkitan terdiri dari 2 hal penting yaitu sistem Operasi dan
Pemeliharaan.
Tujuan dari sistem operasi adalah menyusun pola operasi atau jadwal pengoperasian
dan tata acara mengoperasikan satuan pembangkit diesel agar dicapai kinerja yang
optimal dan ekonomis.
Dalam perencanaan operasi perlu memperhatikan beberapa faktor yaitu:
- Daya Mampu merupakan daya pembangkit sesuai dengan spesifikasinya bukan
terkait terhadap daya terpasang. Sedangkan daya terpasang adalah pembebanan
yang diberikan kepada pembangkit terhadap sistem penyaluran daya listrik.
Pembebanan disesuaikan dengan daya mampu yang sasarannya adalah lifetime
dan keandalan pembangkit.
- Keandalan merupakan kemampuan pembangkit untuk dapat terus beroperasi
sesuai dengan jadwal operasi dan tidak mengalami shut down secara mendadak
ketika terjadi gangguan.
- Efisiensi, parameter untuk mengetahui efisiensi pembangkit adalah dengan
menghitung SFC (Specific Fuel Consumption) dan SLC (Specific Lube Consumption).
- Pembebanan, pembebanan suatu unit pembangkit mempertimbangkan rencana
operasi yang akan dilakukan seperti, pembebanan harian dan pembebanan
mingguan yang mengacu pada ramalan beban.
Evaluasi pada sistem operasi yang harus dilakukan ialah berfungsi untuk:
- Mengukur kinerja operasi pembangkit
- Menyusun rencana operasi pembangkit

Pemerliharaan pembangkit terdiri dari 3 kegiatan, yaitu:


- Pemeliharaan Rutin (P0-P5)
- Pemeliharaan Periodik (P6-P8)
- Perbaikan dan Penyempurnaan (Korektif)