Anda di halaman 1dari 3

KRITERIA PASIEN YANG PERLU

DIRUJUK
No.Dokumen : 440/ C.VII.SOP..0001.02/01.2.15/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 17 Juni 2017
Halaman : 1/3
Kepala Puskesmas Belo
Pemerintah Kabupaten Bima
Dinas Kesehatan dr. Eni Andriani
NIP. 198309022009072001

1. Pengertian Suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang


melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik
terhadap kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal
(ke unit yang lebih mampu) atau secara horizontal (antara unit-
unit yang sma kemampuannya)
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam menentukan
kriteria pasien yang perlu dirujuk
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Belo Nomor
440/C.VII.SK.50.0004.07/01.2.15/2016 Tentang Kewajiban
kriteria pasien yang perlu dirujuk
4. Referensi Permenkes No 1453 tahun 2010 tentang Standar pelayanan
Kedokteran
Permenkes 75 tahun 2014 tentang pusta kesehatan
masyarakat
5. Prosedur 1. Persiapan :
- Informed consent
- Blangko penolakan rujukan
- Surat Rujukan
- Menghubungi tempat rujukan
- Rekam medik
- Ambulance
- Koordinasi ke sopir

2. Prosedur
- Petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik serta
penegakan diagnosa, jika pasien tersebut memenuhi

1 | P e l a y a n a n P e n d a ft a r a n
kriteria pasien yang harus dirujuk maka pasien tersebut
harus dirujuk
- Adapun kriteria pasien yang harus dirujuk adalah :
a. Asthma bronkhiale : penderita status asthmatikus
memerlukan oksigen, terapi parentral dan
perawatan intensif sehingga harus dirujuk. Status
asthmatikus adalah keadaan sesak hebat yang
ditandai dengan giatnya otot-otot pernapasan dan
sianosis
b. Diabetes militus : penderita yang tergolong ID DM
(insulin dependen diabetes militus ) untuk
menentukan dosis insulin atau bila terdapat
komplikasi
c. Thypoid : penderita dengan suhu tinggi, mengigau,
kesadaran menurun, apatis
d. Hipertensi : penderita dengan hipertensi berat
(tekanan diastoki ≥ 115 mmhg) dan bersifat menetap
serta terdapat komplikasi
e. Pterygium : penderita dengan pterygium lanjut yang
telah mengganggu penglihatan
f. Kreatitis : penderita keratitis yang bila setelah 5 hari
pengobatan tidak ada perbaikan karena dapat
berlanjut menjadi ulcus kornea dan dapat
menimbulkan kebutaan
g. Diare : penderita yang kekurangan cairan mencapai
10 % atau lebih akan jatuh dalam dehidrasi berat
dan dapat berlanjut kekeadaan syok bahkan sampai
kematian
h. Khusus kasus PONED yang perlu dirujuk adalah
yang termasuk dalam 18 penapisan awal yaitu :
1. Riwayat SC
2. Perdarahan pervaginam
3. Persalinan kurang bulan ( uk < 37 mg )
4. Ketuban pecah disertai mekoneum yang
kental
5. Ketuban pecah lama
6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan

2 | P e l a y a n a n P e n d a ft a r a n
( uk <37 mg)
7. ikterus
8. Anemia berat
9. Tanda / infeksi
10. Preeklamsia ( HT dalam kehamilan )
11. TFU 40 cm / lebih
12. Gawat janin
13. Primipara dalam fase aktif kala 1 persalinan
dan kepala janin 5/5
14. Presentasi bukan belakang kepala
15. Presentasi ganda (majemuk)
16. Kehamilan ganda / gemeli
17. Tali pusat menumbung
18. syok

6. Unit Terkait Ruang Gawat darurat, Ruang rawat Inap, Ruang pemeriksaan
umum, ruang pemeriksaan anak/MTBS, Ruang KIA/KB, Ruang
Bersalin
7. Rekaman Tgl. Mulai

historis No Yang dirubah Isi Perubahan diberlaku

perubahan. kan

3 | P e l a y a n a n P e n d a ft a r a n

Anda mungkin juga menyukai