Anda di halaman 1dari 16

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan

perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2013-2016. Data-data sampel penelitian ini diperoleh dari situs

Indonesia Stock Exchange www.idx.co.id dan laman resmi masing-masing

perusahaan.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian akan dilakukan secara bertahap berdasarkan waktu

yang ditentukan oleh lembaga yang terkait yaitu dimulai dari bulan April

sampai Agustus 2017. Adapun rincian kegiatan penelitian dapat diuraikan

sebagai berikut:

Tabel 3.1. Rincian Kegiatan Penelitian


Tahun 2017
No. Jenis Kegiatan April Mei Juni Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. a. Pengajuan judul
b. Penyusunan dan
pengajuan proposal
2. BAB I & II
3. a. BAB III
b. Pengumpulan data
4. a. Analisis data
b. BAB IV dan V
c. Menyusun laporan
penelitian

58
59

B. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini

adalah penelitian korelasi atau penelitian korelasional. “Penelitian korelasi

adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat

hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan manipulasi terhadap

data yang memang sudah ada” (Arikunto, 2010). Penelitan ini juga merupakan

penelitian empiris yang mencoba memberikan bukti tentang pengaruh

kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi komisaris

independen, dan ukuran perusahaan pada perusahaan-perusahaan manufaktur

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016.

Rancangan penelitian ini dapat digambarkan dalam skema sebagai

berikut:

Kepemilikan Institusional
(X1)

H1
Kepemilikan Manajerial
(X2)

H2
Proporsi Komisaris Manajemen Laba
Independen (Y)
(X3) H3

H4
Ukuran Perusahaan
(X4)

H5

Keterangan:
: pengaruh secara parsial
: pengaruh secara parsial

Gambar 3.1. Model Penelitian tentang Pengaruh Mekanisme Corporate


Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Mekanisme Laba
60

C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas: obyek atau

subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

(Sugiyono, 2013). Berdasarkan pendapat tersebut maka populasi dalam

penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia (BEI) selama empat periode, dari tahun 2013-2016.

2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah “sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut” (Sugiyono, 2013). Pemilihan sampel dalam

penelitian ini berdasarkan metode purposive sampling yaitu merupakan

teknik penentuan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh

dengan menggunakan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Adapun

kriteria sampel yang akan digunakan yaitu:

a. Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI untuk tahun

2013-2016.

b. Menyediakan laporan tahunan maupun sustainability report (laporan

keberlanjutan) lengkap selama tahun 2013-2016.

c. Perusahaan yang memiliki kelengkapan data mengenai variabel

corporate governance dan ukuran perusahaan. Semua perusahan

mempunyai data yang lengkap, yaitu data tersebut memuat seluruh

komponen pengukuran variabel yang diteliti.


61

d. Selama tahun 2013-2016 perusahaan harus listing.

e. Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah (IDR) dalam laporan

keuangannya.

Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan food and

beverage yang terdaftar di BEI. Alasan peneliti memilih perusahaan food

and beverage diantaranya: Pertama, perkembangan perusahaan food and

beverage yang cukup pesat, terbukti dengan semakin banyaknya jenis

minuman yang ditawarkan di pasaran, sehingga perusahaan akan menjadi

lebih maju dan besar yang menyebabkan para investor menanamkan

modalnya. Kedua, pada perusahaan food and beverage terdapat investor

institusional yang mana dapat memonitor agen usaha untuk mengatur laba

sehingga selalu terjaga dengan baik perusahaannya.

Berdasarkan penentuan kriteria sampel seperti yang disebutkan di

atas, maka perusahaan-perusahaan manufaktur sektor food & beverages

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016 yang menjadi

sampel dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut:

Tabel 3.2. Jumlah Sampel Berdasarkan Kriteria Penarikan Sampel


No. Karateristik Perusahaan Jumlah
1. Jumlah perusahaan manufaktur sektor food & beverages 14
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-
2016
2. Perusahaan yang tidak memenuhi syarat (2)
Jumlah perusahaan yang menjadi sampel penelitian 12

Berdasarkan penentuan kriteria sampel di atas, maka perusahaan-

perusahaan manufaktur sektor food & beverages yang terdaftar di Bursa


62

Efek Indonesia periode 2013-2016 yang menjadi sampel dalam penelitian

ini adalah sebanyak 12 perusahaan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

berasal dari data historis perusahaan-perusahaan manufaktur sektor food &

beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016 yang

berupa laporan keuangan auditan. Menurut Sugiyono (2013) pengumpulan data

dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara.

Bila dilihat dari sumber datanya Cara pengumpulan data dalam penelitian ini

dengan menggunakan metode dokumentasi.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode

dokumentasi. Arikunto (2013) menyebutkan bahwa metode dokumentasi, yaitu

mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip,

buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan

sebagainya. Dalam penelitian ini dilakukan teknik pengumpulan data

dokumentasi dengan mengakses dari publikasi laporan keuangan perusahaan-

perusahaan manufaktur sektor food & beverages yang ada dalam website Bursa

Efek Indonesia. Menggunakan teknik dokumentasi diperoleh data sejumlah 48

data dimana data diperoleh dari laporan keuangan 12 perusahaan manufaktur

sektor food & beverages yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama 4 tahun,

yakni mulai tahun 2013 sampai dengan tahun 2016. Laporan keuangan yang

dijadikan data adalah data keuangan yang diaudit.


63

E. Instrumen Penelitian

Menurut Siregar (2014) instrumen penelitian adalah suatu alat ukur yang

dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterprestasikan

informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan

menggunakan pola ukur yang sama. Pengukuran variabel dalam penelitian ini

dijelaskan dengan rumusan sebagai berikut:

1. Variabel bebas (X)

Menurut Sugiyono (2013) variabel bebas merupakan variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel

dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah:

a. Kepemilikan institusional (X1)

Kepemilikan institusional adalah jumlah persentase hak suara yang

dimiliki oleh institusi. Investor institusional merupakan pihak yang dapat

memonitor agen dengan kepemilikannya yang besar, sehingga motivasi

manajer untuk mengatur laba menjadi berkurang. Kepemilikan

institusional dalam penelitian ini menggunakan indikator persentase

jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang

beredar (Widiastuti, Midiastuty, dan Suranta, 2013).

Metode pengukuran kepemilikan institusional menurut Jensen dan

Meckling sebagai berikut:

Jumlah saham yang dimiliki institusional


Kepemilikan Institusional = x 100%
Jumlah saham yang beredar akhir tahun

(Riska dan Ratih, 2009)


64

b. Kepemilikan Manajerial (X2)

Kepemilikan manajerial adalah jumlah kepemilikan saham saham

oleh pihak manajemen dari seluruh modal saham perusahaan yang

dikelola. Indikator yang digunakan adalah persentase jumlah saham yang

dimiliki manajemen dari seluruh modal saham perusahaan (Imanta dan

Satwiko, 2011). Menurut Agnes dan Juniarti kepemilikan manajerial

diukur dengan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh pihak

manajemen dari seluruh modal saham perusahaan yang beredar.

Pengukuran ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Jumlah saham pihak manajemen


Kepemilikan Manajerial = x 100%
Jumlah saham beredar

(Sabila, 2012)

c. Proporsi komisaris independen (X3)

Komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak

terafiliasi dengan manajemen, anggota dewan komisaris lainnya dan

pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau

hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk

bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan

perusahaan. Proporsi komisaris independen diukur dengan menggunakan

indikator persentase anggota dewan komisaris yang berasal dari luar

perusahaan dari seluruh anggota dewan komisaris perusahaan. Proporsi

komisaris independen diukur berdasarkan persentase jumlah dewan

komisaris independen terhadap jumlah total dewan komisaris yang ada.

Pengukuran ini dapat dirumuskan sebagai berikut:


65

Jumlah komisaris independen


Komisaris Independen = Jumlah anggota dewan komisaris yang ada x 100%

(Sabila, 2012)

d. Ukuran Perusahaan (X4)

Ukuran perusahaan merupakan skala perusahaan yang dapat

diklasifikasikan ke dalam besar kecilnya suatu perusahaan di dalam

industri sejenis (Kusumawardhani, 2012). Proksi ukuran suatu

perusahaan dalam penelitian ini adalah Ln (Asset) yang dihitung dengan

rumus:

Size = Logaritma natural dari total aktiva

(Putra, dkk., 2009)

2. Variabel terikat (Y)

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba.

Manajemen laba yaitu suatu kemampuan untuk memanipulasi pilihan-

pilihan yang tersedia dan mengambil pilihan yang tepat untuk dapat

mencapai tingkat laba yang diinginkan (Perdana, 2012). Dalam penelitian

ini, proxy manajemen laba yang digunakan adalah discretionary accrual

yang dihitung dengan menggunakan model Jones karena model ini dianggap

lebih baik di antara model lain untuk mengukur manajemen laba. Model tersebut

dituliskan sebagai berikut:


66

Total accruals sesungguhnya:

TAC= NIit – CFit .......................................................................................... (1)

Keterangan:

NIit = laba bersih (net income) perusahaan i pada periode t

CFit = arus kas operasi (cash flow of operation) perusahaan i pada

periode t

Total accruals yang diestimasi dengan persamaan regresi OLS (Ordinary

Least Square) adalah:

TACt/TAt-1 = (β)1(1/TAt-1) + (β)2(ΔSALt/TAt-1)+(β)3(PPEt/TAt-1) + e ....... (2)

Keterangan:

TACt = total accruals dalam periode t

TAt-1 = total asset periode t-1

(Δ)SAL = perubahan pendapatan atau penjualan bersih dalam

periode t

PPEt = property, plan, and equipment periode t

(β)1, (β)2, (β)3 = koefisien regresi

Dengan menggunakan koefisien regresi di atas nilai non discretionary

accruals (NDA) dapat dihitung dengan rumus:

NDTACt = (β)1(1/TAt-1)+(β)2[(ΔSALt-ΔRECt)/TAt-1]+(β)3(PPEt/TAt-1)+e...(3)

Keterangan:

(Δ)RECt = perubahan piutang usaha dalam periode t

(β)1, (β)2, (β) = fitted coefficient yang diperoleh dari hasil regresi pada

perhitungan total akrual


67

Diskresioner total akrual

DTACt= TACt/TAt-1 –NDTACt .................................................................. (4)

Keterangan:

DTACt = diskresioner total akrual tahun t

TACt = total accruals tahun t

NDTACt = non akrual diskresioner pada tahun t

Jika nilai DA nol maka menunjukkan perusahaan melakukan manajemen

laba dengan pola perataan laba (income smoothing). Jika nilai DA positif

maka menunjukkan bahwa manajemen laba dilakukan dengan pola penaikan

laba (income increasing) dan nilai negatif menunjukkan manajemen laba

dengan pola penurunan laba (income decreasing).

F. Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

Menurut Ghozali (2016), statistik deskriptif memberikan gambaran

atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar

deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness

(kemencengan distribusi). Analisis deskriptif digunakan untuk

mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang terdiri dari

kepemilikan institusional (X1), kepemilikan manajerial (X2), proporsi

komisaris independen (X3), dan manajemen laba (Y). Alat analisis yang

digunakan dalam penelitian ini adalah standar deviasi, mean, maksimum

dan minimum.
68

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa uji

sebagai berikut:

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.

Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual

mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik

menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2016). Model

regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati

normal. Metode yang digunakan untuk uji normalitas adalah One Sample

Kolmogorov-Smirnov yang diolah dengan program SPSS. Apabila nilai

signifikansi > 0,05, maka data terdistribusi normal (Ghozali, 2016).

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui apakah ditemukan

adanya korelasi yang sangat kuat antar variabel bebas. Model regresi

yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sangat kuat di antara

variabel bebas. Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan

variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel

independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen

lainnya. Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi

(karena VIF=1/tolerance) dan menunjukkan adanya kolinearitas yang

tinggi. Nilai yang umum dipakai adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama
69

dengan VIF > 10. Walaupun multikolinieritas dapat dideteksi dengan

nilai tolerance dan VIF, tetapi tetap tidak mengetahui variabel-variabel

bebas mana sajakah yang saling berkorelasi (Ghozali, 2016).

Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas adalah

dengan melihat nilai tolerance dan VIF (variance inflation factor) dari

output SPSS. Apabila nilai tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari

10 maka pada masing-masing variabel bebas tidak terjadi

multikolinieritas (Priyatno, 2010).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap, maka disebut homoskesdastisitas dan jika berbeda

maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah jika

terjadi homoskedastisitas. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala ini,

digunakan uji koefisien korelasi Spearman rho. Apabila nilai

signifikansi > 0,05, maka dalam persamaan regresi tidak terjadi

heteroskedastisitas (Ghozali, 2016).

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi

antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada

periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresi yang

bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi


70

dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW Test) dengan pengambilan

keputusan ada tidaknya autokorelasi sebagai berikut (Ghozali, 2016):

Tabel 3.3. Kriteria Pengujian Autokorelasi

Hipotesis nol Keputusan Jika


Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl
Tidak ada autokorelasi positif No decision dl ≤ d ≤ du
Tidak ada korelasi negatif Tolak 4 – dl < d < 4
Tidak ada korelasi negatif No decision 4 – du ≤ d ≤ 4 – dl
Tidak ada autokorelasi, Tidak ditolak du < d < 4 - du
positif atau negatif
Sumber: Ghozali (2016)

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara

dua variabel atau lebih serta menunjukkan arah hubungan antara variabel

dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2016). Asumsi utama yang

mendasari model regresi linear klasik dengan menggunakan model

Ordinary Least Square (OLS), yaitu model regresi linear yang berdasarkan

asumsi tertentu (Ghozali, 2016). Model regresi linier berganda dalam

penelitian ini menurut Siregar (2014) adalah sebagai berikut:

Y = a + b1X1+b2X2 + b3X3+b4X4

Y : manajemen laba

X1 : kepemilikan institusional

X2 : kepemilikan manajerial

X3 : proporsi komisaris independen

X4 : ukuran perusahaan

a, b1, b2, b3, b4 : konstanta


71

4. Uji Hipotesis

a. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Besarnya koefisien determinasi ini adalah antara 0 sampai dengan 1.

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent

dalam menjelaskan variasi variabel dependent sangat terbatas. Nilai yang

mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir

semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

dependen (Ghozali, 2016).

Pada penelitian ini analisis koefisien determinasi (R2)

menggunakan nilai Adjusted R Square. Menurut Priyatno (2010) nilai

koefisien determinasi (R2) dapat diketahui dari output tabel Model

Summary pada program SPSS. Adjusted R Square adalah nilai R Square

yang telah disesuaikan, nilainya selalu lebih kecil dari R Square. Untuk

regresi dengan lebih dari dua variabel bebas digunakan Adjusted R

Square sebagai koefisien determinasi. Adapun perbedaan nilai R Square

dan Adjusted R Square adalah pada faktor koreksi (derajat bebas). R

Square tidak memiliki faktor koreksi sehingga jika dalam model, variabel

bebas terus ditambah, maka nilainya akan terus membesar. Sementara

itu, penambahan variabel bebas belum tentu menaikkan angka Adjuster R

Square sebab ia mampu menjelaskan apakah proporsi keragaman

variabel dependen mampu dijelaskan oleh variabel bebas atau tidak.


72

Penambahan nilai variabel bebas tentu belum menjadi jaminan nilai

Adjusted R Square meningkat sebab bisa saja terdapat variabel yang

sebenarnya tidak mampu menjelaskan proporsi keragaman variabel

dependen malah masuk dalam model sehingga secara implisit merusak

model.

b. Uji Parsial dengan Menggunakan Uji Statistik t

Langkah-langkah uji parsial (uji statistik t) adalah sebagai berikut

(Riduwan dan Sunarto, 2015):

1) Merumuskan hipotesis

Ho : b1, b2, b2, b4 = 0, berarti variabel X1, X2, X3, dan X4 secara

parsial tidak mempengaruhi variabel terikat Y.

Ho : b1, b2, b3, b4 ≠ 0, berarti variabel X1, X2, X3, dan X4 secara

parsial mempengaruhi variabel terikat Y.

2) Menentukan nilai kritis (t tabel)

Dipilih level of significant : = 0,05 (5%)

Derajat bebas pembagi (df2) = n – k

3) Menentukan nilai t

Nilai statistik t (thitung) dapat dicari dengan rumus:

bi
t hitung =
SE (bi )
dimana:

bi = koefisien regresi

SE (bi) = standard error koefisien regresi


73

4) Kriteria pengujian:

Ho ditolak, bila p < signifikansi (α), dimana α = 0,05

Ho diterima, bila p > signifikansi (α), dimana α = 0,05.

c. Uji Simultan dengan Menggunakan Uji Statistik F

Langkah-langkah uji simultan (uji statistik F) adalah sebagai

berikut:

1) Merumuskan hipotesis

Hipotesis dalam Uji F ini adalah:

Ho : b1, b2, b2, b4 = 0 berarti secara simultan tidak ada pengaruh

antara variabel independen dengan variabel

dependen.

Ha : b1≠ b2 ≠ b3≠ b4 ≠ 0 berarti secara simultan ada pengaruh antara

variabel independen dengan variabel

dependen.

2) Menentukan nilai Ftabel

Dipilih level of significant () = 0,05 (5%)

df. pembilang (df1) = k = 4

df. penyebut (df2) = (k – 1) (n – k)

3) Menghitung nilai Fhitung

Hasil pengolahan dengan menggunakan komputer program SPSS.

4) Kriteria uji:

Ho ditolak, bila p < signifikansi (α), dimana α = 0,05

Ho diterima, bila p > signifikansi (α), dimana α = 0,05.