Anda di halaman 1dari 7

PERJANJIAN USAHA PATUNGAN (JOINT VENTURE)

ANTARA
MEBOCYN COAL AND ENERGY, Ltd.
DENGAN
PT. TMX

Perjanjian ini ditandatangani pada hari ini Kamis tanggal 05 bulan Januari tahun 2012,
antara :
(A) Tuan Angga Bijaksana, 44 tahun, Direktur Utama PT. TMX, yang didirikan
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, NPWP 123456742, yang
berkedudukan di Jl. Sejahtera No. 87, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan,
Indonesia. Dalam kedudukannya berhak mewakili perusahaan menandatangani
perjanjian berdasarkan SK Direksi No. 1345/2012. Selanjutnya disebut sebagai PIHAK
PERTAMA.
(B) Raihan Kamaru, 56 tahun, Direktur Utama Mebocyn Coal and Energy, yang didirikan
berdasarkan hukum Negara India, sebuah perusahaan industri pertambangan batu bara
di India. Yang berkedudukan di Jl. Gangga No.13, India. Dalam kedudukannya berhak
mewakili perusahaan dan selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjutnya disebut sebagai PARA PIHAK.

a. Bahwa PIHAK PERTAMA telah mendapatkan perijinan sampai penjualan


meliputi eksplorasi, eksploitasi, dan operasi pertambangan batu bara di Indonesia.-----

b. b. Bahwa PIHAK PERTAMA belum memiliki peralatan dan sumber daya manusia
yang mengerti untuk mengoperasikan alat-alat canggih dalam pertambangan batu bara di
Indonesia.-----------------------------------------------------------------------------------------------

c. c. Bahwa PIHAK KEDUA memiliki reputasi yang baik di bidang usaha dalam industri
pertambangan batu bara dalam kegiatan eksplorasi, eksploitasi, ekspor, dan impor.--------

d. d. Bahwa PIHAK KEDUA memiliki sumber daya manusia serta peralatan yang lengkap
untuk kegiatan pertambangan batu bara.-----------------------------------------------------------
Menimbang:

Bahwa para pihak telah sepakat dan mufakat untuk saling mengikatkan diri dalam suatu
perjanjian Joint venture. Selanjutnya, perjanjian ini diatur dengan ketentuan dan syarat-
syarat sebagai berikut :

PASAL 1
DEFINISI
Untuk menghindarkan perbedaan penafsiran tentang istilah-istilah yang mungkin
timbul dalam perjanjian joint venture ini disusun istilah-istilah yang digunakan dalam
perjanjian ini : -------------------------------------------------------------------------------------
(1) Perjanjian adalah suatu peristiwa yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
menimbulkan hak dan kewajiban untuk melaksanakan sesuatu hal. ---------------------

(2) Joint venture adalah suatu usaha kerjasama yang dilakukan antara penanaman modal
asing dengan modal nasional berdasarkan suatu perjanjian untuk tujuan keuntungan
bersama. ------------------------------------------------------------------------------------------

(3) Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di
wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik
yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan
penanam modal dalam negeri. ------------------------------------------------------------------

(4) Perusahaan modal ventura (Venture Capital Company) adalah badan usaha yang
melaksanakan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu
perusahaan pasangan usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu. ----------

(5) Perusahaan pasangan usaha (Investee Company) adalah perusahaan yang memperoleh
pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dalam perusahaan modal ventura. --------

(6) Asset dalam perjanjian ini adalah pabrik batu bara, lahan pertambangan batu bara,
mesin-mesin, dan asset lainnya dalam rangka kerjasama ini tidak terbatas pada waktu
tertentu. ---------------------------------------------------------------------------------------------

(7) Mata uang yang digunakan adalah dollar Amerika dan rupiah Republik Indonesia,
dengan kurs $1.00 (satu dolar) senilai Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). ---------------

(8) Know – how adalah informasi mengenai sesuatu hal sebagai hasil dari pengalaman yang
dimiliki oleh perusahaan modal ventura, termasuk rahasia serta promosi penjualan
barang, mulai dari proses produksi barang sampai penjualannya, cara penjualan ke
konsumen dan administrasi serta manajemen keuangan, sehingga pada akhir perjanjian,
berkembang dalam posisi kompetisi dan membantu untuk masuk dalam pasar yang
baru. ---------------------------------------------------------------------------

(9) Rahasia adalah know – how sebagai pokok atau kelompok penting dan perakitan
komponen-komponen tidak secara umum diketahui atau mudah didapat, tidak terbatas
pada semua hal yang diketahui oleh masing-masing pihak dikenal sebagai know – how
yang secara keseluruhan tidak diketahui atau dapat dipilih di luar bisnis batu bara. ----

(10) Eksplorasi adalah suatu kegiatan penjelajahan daerah yang memiliki kandungan
mineral tambang batu bara untuk melakukan pengeboran. ---------------------------------

(11) Eksploitasi adalah pendayagunaan suatu objek, dalam hal ini merupakan
pertambangan batu bara. -------------------------------------------------------------------------

PASAL 2
MAKSUD DAN TUJUAN
(1) Maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama usaha patungan ini adalah membagi
keuntungan para pihak secara adil sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. ----

(2) Pembagian keuntungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah 50 % (lima
puluh persen) dari keuntungan bersihperusahaan untuk Mebocyn coal and energy Ltd.
dan 50% (lima puluh persen) keuntungan bersih perusahaan untuk PT. TMX. ----------

PASAL 3
RUANG LINGKUP KERJASAMA
(1) Pertimbangan dan kinerja kerjasama berkaitan dengan perolehan berbagai perijinan
hingga penjualan yang meliputi eksplorasi, eksploitasi dan operasi, setidak-tidaknya
pada akhir tahun 2012 telah dilakukan pengeboran di lokasi sekitar wilayah Selatan
Pulau Kalimantan. -------------------------------------------------------------------------------

(2) Penyerahan peralatan yang dipinjam dan/atau dibeli oleh PT. TMX dari Mebocyn coal
and energy, Ltd dilaksanakan pada akhir tahun 2014. ---------------------------------------

PASAL 4
LOKASI USAHA
Lokasi kegiatan ekplorasi, eksploitasi dan operasi pertambangan batu bara ini
berkedudukan di Jalan Kebahagiaan No. 107 RT. 02 RW. 15 Desa Batujati Kecamatan
Sukamurni, Kota Banjarmasin, Kode Pos 25647, Provinsi Kalimantan Selatan,
Indonesia.

PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
(1) Kewajiban PIHAK PERTAMA: --------------------------------------------------------------
a. Pada akhir tahun 2012, telah melakukan pengeboran (eksplorasi) pertambangan
batu bara di Pulau Kalimantan. -----------------------------------------------------------------
b. Mengambil langkah-langkah standar keselamatan umum yang wajib diikuti
dalam industri seperti yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku. ---------------------------------------------------------------------------------------------
c. Menerapkan sistem open management secara transparan dan terbuka. -------------
d. Apabila PIHAK PERTAMA akan mengadakan kerjasama dan hubungan dengan
Pihak Ketiga, terutama dengan Lembaga Keuangan dan atau Pihak Lain yang
berkeinginan turut serta menanam modal dalam Usaha Penambangan batu bara, maka
PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk mengadakan koordinasi dan mendapat
persetujuan tertulis berkenaan penanaman modal dari PIHAK KEDUA. -----------------

(2) Kewajiban PIHAK KEDUA : ------------------------------------------------------------------


a. Melakukan penyerahan peralatan yang dibeli pada akhir tahun 2014. -------------
b. Melakukan pelatihan dan bimbingan pengoperasian peralatan kepada PIHAK
PERTAMA. ---------------------------------------------------------------------------------------
c. Memberikan pinjaman alat pengeboran dan eksplorasi batu bara kepada PIHAK
PERTAMA. ---------------------------------------------------------------------------------------
d. Melakukan perawatan terhadap alat-alat pengeboran dan eksplorasi batu bara
yang dipinjamkan kepada PIHAK PERTAMA. ----------------------------------------------
e. Memberikan jaminan bahwa peralatan yang dipinjamkan kepada PIHAK
PERTAMA, dalam keadaan baik, tidak terdapat cacat-cacat yang dapat mengganggu
pelaksanaan pengeboran dan eksplorasi batu bara. -------------------------------------------
f. Bertanggungjawab untuk memberikan ganti rugi apabila dalama pelaksanaan
pengeboran dan eksplorasi batu bara menimbulkan kerusakan (pencemaran
lingkungan). ---------------------------------------------------------------------------------------
g. Memberikan bantuan terhadap PIHAK PERTAMA untuk mendapatkan semua
lisensi dan ijin sebagaimana yang telah ditentukan menurut peraturan perundang-
undangan Indonesia. ------------------------------------------------------------------------------
h. Mengambil langkah-langkah standar keselamatan umum diikuti dalam industri
seperti yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku-------------
(3) Hak PIHAK PERTAMA : ---------------------------------------------------------------------
a. Mendapatkan pembagian keuntungan dalam pelaksanaan joint venture. ----------
b. Mendapatkan pelatihan dan bimbingan pengoperasian peralatan dari PIHAK
KEDUA. -------------------------------------------------------------------------------------------
c. Mendapatkan pinjaman alat pengeboran dan eksplorasi batu bara kepada PIHAK
KEDUA. -------------------------------------------------------------------------------------------

(4) Hak PIHAK KEDUA : --------------------------------------------------------------------------


a. Mendapatkan pembagian keuntungan dalam pelaksanaan joint venture. --------------
b. Menerima laporan kemajuan (progres report) Pelaksanaan pekerjaan Penambangan
batu bara ini kepada PIHAK PERTAMA. -----------------------------------------------------

PASAL 6
RAHASIA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan sebaik-baiknya menjaga kerahasiaan
informasi (know – how) dan lain-lainnya pada pihak-pihak yang tidak ada kaitannya
dalam perjanjian joint venture ini. --------------------------------------------------------------

PASAL 7
HUKUM YANG BERLAKU
Perjanjian ini tunduk dan ditafsirkan berdasakan hukum Negara Republik Indonesia.

PASAL 8
FORCE MAJEUR
(1) Pihak yang tidak dapat memenuhi kewajibannya karena mengalami force majeur tidak
dapat dikenakan ganti rugi. ----------------------------------------------------------------------
(2) Force majeur adalah suatu keadaan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, atau
suatu akibat yang tidak tertanggungkan, karena suatu peristiwa yang tidak dapat
diperkirakan sebelumnya, tetapi tidak terbatas pada bencana alam, pemogokan kerja,
huru-hara, sabotase, banjir, pemberontakan, dan juga keluarnya peraturan pemerintah.
(3) Pihak yang mengalami force majeur harus memberitahukan hal tersebut kepada pihak
lainnya dalam jangka waktu 30 hari setelah terjadinya force majeur. Setelah itu kedua
belah pihak harus bertemu untuk merundingkan bagaimana mengatasi akibat dari force
majeur tersebut. Keadaan tersebut tidak otomatis dapat membatalkan kontrak. ---------
PASAL 9
PEMAKAIAN BAHASA
Perjanjian ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Dalam mana terdapat
perbedaan tafsiran antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris maka naskah Bahasa
Inggris yang berlaku. -----------------------------------------------------------------------------

PASAL 10
JANGKA WAKTU
Perjanjian ini berlaku selama 30 (tiga puluh) Tahun sejak Surat perjanjian ini
ditandatangani oleh kedua belah pihak. --------------------------------------------------------

PASAL 11
PENGAKHIRAN PERJANJIAN
(1) Para pihak dapat memutuskan perjanjian kerjasama usaha patungan ini dengan
memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak lainnya dan atau
terdapat pelanggaran klausul kontrak yang mengakibatkan berakhirnya
perjanjian tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Para pihak dapat memutuskan perjanjian joint venture dengan memberikan
pemberitahuan tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya kepada pihak lain sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. --------------------------

(3) Kecuali ditentukan dalam perjanjian joint venture ini, semua hak dan kewajiban
dari para pihak berdasarkan perjanjian joint venture ini pada akhirnya berhenti
dan berakhir pada tanggal pemutusan perjanjian joint venture ini. -----------------

PASAL 12
PENYELESAIAN SENGKETA
Apabila para pihak tidak dapat mencapai persetujuan untuk menyelesaikan segala
sengketa yang timbul dari perjanjian ini, dalam waktu 30 hari, maka salah satu pihak
dapat menyerahkan sengketa tersebut kepada Badan Arbitrase Internasional. -----------

PASAL 13
SANKSI
(1) Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran hukum atau norma – norma
yang berlaku maupun kewajiban – kewajiban sebagaimana yang diatur dalam Surat
Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA berhak melakukan dan mengajukan klaim dan
meminta ganti rugi serta pertanggungjawaban dari PIHAK KEDUA. --------------------

(2) Apabila PIHAK PERTAMA melakukan perbuatan sebagaimana bunyi ayat (1)
tersebut diatas, maka PIHAK KEDUA berhak melakukan dan mengajukan klaim dan
meminta ganti rugi serta pertanggungjawaban dari PIHAK PERTAMA. ----------------
(3) Apabila PARA PIHAK melakukan pelanggaran – pelanggaran dan atau tidak
memenuhi kewajiban – kewajibannya, baik sebagian maupun seluruhnya atas Isi Surat
Perjanjian ini, maka Pihak yang melanggar tersebut akan dikenakan denda dan harus
bertanggungjawab serta menanggung segala kerugian dan risiko Pihak yang dirugikan,
juga dianggap mengundurkan diri dalam perjanjian ini. ------------------------------------

PASAL 14
PENUTUP
Hal – hal yang belum diatur dalam Perjanjian ini, atas kesepakatan dan mupakat kedua
belah Pihak akan diatur kemudian, dimana hasil keputusannya, merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Surat Perjanjian ini.

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dengan benar dan dalam keadaan sehat serta tanpa
paksaan dari siapapun.Setelah dibacakan dan dimengerti oleh kedua belah Pihak, maka
Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah Pihak. Surat Perjanjian ini dibuat
dalam rangkap dua dengan masing – masing mempunyai kekuatan hukum yang sama
dan dibubuhi dengan materai yang cukup.

Banjarmasin, 05 Januari 2012

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT. TMX Mebocyn coal and energy, Ltd.

ANGGA BIJAKSANA RAIHAN KAMARU


DIREKTUR UTAMA DIREKTUR UTAMA