Anda di halaman 1dari 14

Jakarta,

Nomor :
Sifat : Segera
Lampiran : 1 (satu) lembar
Perihal : Pedoman Teknis Penyusunan DPHP dan DPS

Kepada
Yth 1. Sdr. Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh
2. Sdr. Ketua KPU/KIP Kabupaten/Kota
di.
Tempat

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2018


tentang Perubahan atas PKPU Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaran
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau
Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 yang dilaksanakan pada 171 daerah
yang terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota, dan 115 Kabupaten dengan salah satu
tahapannya adalah penyusunan Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) dan
Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Dalam upaya mendapatkan Daftar Pemilih Hasil Perbaikan dan Daftar
Pemilih Sementara yang berkualitas maka ditentukan oleh proses
pemutakhiran dengan menggunakan Sidalih. Sehubungan dengan hal di atas
KPU Provinsi/ KIP Aceh dan KPU/ KIP Kabupaten/ Kota dapat melaksanakan
hal sebagai berikut :
A. Tata cara penggunaan Sidalih menuju DPHP dan DPS
1. Fitur
2.
B. Kegiatan penyusunan DPHP di PPS
1. PPS menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dalam formulir Model
A.B-KWK dalam bentuk softfile setelah menerima hasil Coklit dari PPDP.
Penyusunan DPHP tersebut bersumber dari formulir Model A-KWK dan
Model A.A-KWK yang telah dimutakhirkan oleh PPDP.
2. Data pemilih yang dimasukkan dalam formulir Model A.B-KWK tersebut
meliputi :
a. Pemilih dalam Model A-KWK yang Tidak Memenuhi Syarat
dikarenakan meninggal dunia, ganda, di bawah umur, pindah
domisili, tidak dikenal, TNI, POLRI, hilang ingatan (sakit jiwa) yang
dibuktikan dengan surat keterangan dokter, hak pilih dicabut
(berdasarkan keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap), dan
bukan penduduk.
b. Pemilih dalam Model A-KWK yang mengalami perubahan elemen data
karena adanya perbaikan atau koreksi data mulai dari perbaikan
NKK, NIK, Nama, Jenis Kelamin, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Status
Perkawinan, Alamat, RT, RW, dan Disabilitas
c. Pemilih Baru yang dicatat oleh PPDP dalam formulir Model A.A-KWK
3. PPS dalam menyusun hasil pemutakhiran dibantu oleh PPDP dengan
menggunakan softcopy formulir Model A.B-KWK dengan format yang
sudah ditentukan oleh Sidalih sebagai berikut:

Keterangan :
3.1. Nama Provinsi wajib berada dalam cell D5
3.2. Nama Kabupaten/Kota wajib berada dalam cell D6
3.3. Nama Kecamatan wajib berada dalam cell J5
3.4. Nama Kelurahan/Desa wajib berada dalam cell J6
3.5. Nomor TPS wajib berada dalam cell J7
3.6. Data pemilih wajib berada dari kolom A hingga N (No Urut hingga
kolom Keterangan) dan dimulai dari baris 11
3.7. Kolom NKK dan NIK wajib dalam format text dan berjumlah 16
digit
3.8. Kolom tanggal lahir wajib menggunakan tanda pemisah pipe/
garis lurus (|) bukan huruf “ I ”, contoh : 27|06|2000
3.9. Kolom usia boleh dikosongkan
3.10. Kolom status perkawinan wajib menggunakan kode B, S, atau P
3.11. Kolom jenis kelamin wajib menggunakan kode L atau P
3.12. Kolom RT dan RW berupa angka atau boleh kosong atau 0 (nol)
3.13. Kolom disabilitas jika ada wajib diisi kode 1, 2, 3, 4, atau 5 jika
tidak dapat diisi 0 (nol) atau kosong
3.14. Kolom keterangan wajib diisi U, B, atau kode saring TMS (angka 1
sampai 10) dan tidak boleh kosong.
4. Dalam menyusun daftar pemilih hasil pemutakhiran PPS melakukan
input data pemilih berdasarkan buku kerja PPS
5. Setelah menyusun DPHP, PPS menyusun formulir daftar pemilih
potensial non KTP-el ke dalam formulir Model A.C-KWK. Daftar Pemilih
Potensial non KTP-el bersumber dari hasil coklit PPDP baik formulir
Model A.KWK dan/atau Model A.A-KWK dimana pada saat coklit tidak
mampu menunjukkan KTP-el dan belum dipastikan memiliki KTP-el.
Pemilih tersebut dicatat di kolom Keterangan A.KWK dan/atau A.A-KWK
Belum KTP-el (atau angka 11) dan/atau Belum dipastikan KTP-el
(atau angka 12)
6. PPS dalam menyusun Daftar Pemilih Potensial non-KTP-el dengan
menggunakan softcopy formulir Model A.C-KWK dengan format yang
sudah ditentukan oleh Sidalih sebagai berikut:

Keterangan :
6.1. Nama Provinsi wajib berada dalam cell D5
6.2. Nama Kabupaten/Kota wajib berada dalam cell D6
6.3. Nama Kecamatan wajib berada dalam cell J5
6.4. Nama Kelurahan/Desa wajib berada dalam cell J6
6.5. Nomor TPS wajib berada dalam cell J7
6.6. Data pemilih wajib berada dari kolom A hingga N (No Urut hingga
kolom Keterangan) dan dimulai dari baris 11
6.7. Kolom NKK dan NIK dapat diisi dalam format text 16 digit
6.8. Kolom tanggal lahir wajib menggunakan tanda pemisah pipe/
garis lurus (|) bukan huruf “ I ”, contoh : 27|06|2000
6.9. Kolom usia boleh dikosongkan
6.10. Kolom status perkawinan wajib menggunakan kode B, S, atau P
6.11. Kolom jenis kelamin wajib menggunakan kode L atau P
6.12. Kolom RT dan RW berupa angka atau boleh kosong atau 0 (nol)
6.13. Kolom disabilitas jika ada wajib diisi kode 1, 2, 3, 4, atau 5 jika
tidak dapat diisi 0 (nol) atau kosong
6.14. Kolom keterangan wajib diisi dengan kode 11 atau 12 dan tidak
boleh kosong.
7.

C. Proses pindah TPS


Dalam hal perlakuan pemilih yang mengalami pindah TPS dalam satu
desa/kelurahan, PPS melakukan langkah-langkah proses sebagai berikut:
1. Setelah PPS menerima hardcopy Model A-KWK dari PPDP maka PPS
menyalin pemilih yang mengalami pindah TPS tersebut ke dalam softfile
Model A-KWK menggunakan salah satu jenis kriteria saring pindah
domisili (kode 4), tidak dikenal (kode 5) atau bukan penduduk (kode 10)
pada kolom keterangan.

2. PPS menyalin semua pemilih yang mengalami pindah TPS di softcopy


Model A-KWK dengan kode 4, 5, atau 10 tersebut ke softcopy formulir
Model A.B-KWK.
3. PPS menginput pemilih yang mengalami pindah TPS tersebut ke dalam
softfile Model A.A-KWK berdasarkan hardcopy Model A.A-KWK TPS
tujuan

4. PPS menyalin semua pemilih baru dari softfile Model A.A-KWK ke dalam
softfile Model A.B-KWK

D. Kegiatan rekapitulasi DPHP di PPS


PPS melakukan rapat Pleno Rekapitulasi DPHP paling lambat 3 hari setelah
penyusunan daftar pemilih pemutakhiran selesai dilakukan. Ada 2 jenis
rekapitulasi yang dilakukan oleh PPS yakni:
1. Rekapitulasi DPHP menggunakan formulir Model A.B.1-KWK
2. Rekapitulasi Daftar Pemilih Potensial non KTP-el dengan menggunakan
formulir Model A.C.1-KWK

E. Kegiatan rekap DPHP di PPK


PPK melakukan rapat Pleno Rekapitulasi DPHP paling lambat 3 hari setelah
penyusunan daftar pemilih pemutakhiran selesai dilakukan. Ada 2 jenis
rekapitulasi yang dilakukan oleh PPK yakni:
1. Rekapitulasi DPHP menggunakan formulir Model A.B.2-KWK
2. Rekapitulasi Daftar Pemilih Potensial non KTP-el dengan menggunakan
formulir Model A.C.2-KWK

F. Penetapan DPS di KPU/KIP Kabupaten/Kota


KPU/KIP Kabupaten/Kota melakukan rapat Pleno Rekapitulasi DPS paling
lambat 3 hari setelah rekapitulasi ditingkat kecamatan selesai dilakukan.
G. Pengerjaan Sidalih
Operator memastikan format excel, penulisan serta penempatan nama
wilayah sesuai dengan Point B angka 3 dan 6 sebelum melakukan proses
unggah file excel. Langkah-langkah proses unggah sebagai berikut :
1. Login ke dalam Sidalih;
2. Pilih menu Kepemilihan >> Pemutakhiran >> Unggah XLS;
3. Pilih Kecamatan dan Kelurahan dan Klik tombol OK;
4. Klik tombol Tambah

5. Pilih “Choose File” dan pilih file excel yang akan di unggah sesuai dengan
wilayah kelurahan yang dipilih kemudian klik tombol Simpan;
6. Saat mengunggah file excel, dahulukan mengunggah form A.B-KWK
kemudian baru mengunggah form A.C-KWK.

H. Permasalahan khusus :
Penanganan pemilih di lapas/rutan berpedoman pada SE KPU Nomor
60/PL.031-50/01/KPU/I/2018 poin 9 menegaskan bahwa Bagi
Kabupaten/Kota yang terdapat Lembaga Permasyarakatan (Lapas)/Rumah
Tahanan (Rutan), Pemilih di dalam Lapas/Rutan tersebut dilayani melalui
mekanisme pindah memilih. Dalam hal jumlah pemilih dalam Lapas/Rutan
tidak memungkinkan untuk dilayani melalui mekanisme pindah memilih,
KPU/KIP Kabupaten/Kota melakukan Pemutakhiran Data dan Penyusunan
Daftar Pemilih di Lapas/Rutan berkoordinasi dengan petugas Lapas/Rutan.
Dari penjelasan penanganan Pemilih Lapas/Rutan antara lain
1. Pemilih lapas/rutan difasilitasi dengan mekanisme pindah memilih
melalui formulir A.5-KWK. Dalam hal pemilih di lapas/rutan difasilitasi
dengan mekanisme pindah pemilih A.5-KWK, maka KPU/KIP
Kabupaten/Kota tujuan memfasilitasi pemilih yang tinggal di
Lapas/Rutan di wilayah kerjanya untuk kemudian diterbitkan A.5-KWK.
A.5-KWK tersebut diinformasikan kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota asal
untuk kemudian pemilih – pemilih tersebut ditandai di DPT dengan
penandaan pindah pemilih.
2. Dibentuk TPS di Lapas/rutan dengan melakukan pendataan pemilih
penghuni lapas/rutan. Dalam mekanisme pendataan tersebut KPU/KIP
Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan petugas/pengelola lapas dengan
cara sebagai berikut:
a. Meminta informasi jumlah penghuni lapas/rutan
b. Memilah penghuni lapas/rutan (penghuni yang berasal dari daerah
pemilihan dan penghuni yang berasal dari luar daerah pemilihan)
c. Meminta informasi terkait masa akhir tahanan penghuni lapas/rutan
khususnya penghuni lapas/rutan yang masih berada di lapas/rutan
tersebut sampai hari H pemungutan suara
d. Menghimbau keluarga penghuni lapas/rutan membawa dokumen
kependudukan (KTP-el/KK) yang menunjukkan informasi identitas
penghuni lapas/rutan.
e. Mendata pemilih lapas/rutan tersebut dengan mencatat identitas diri
dari penghuni lapas/rutan secara benar mulai dari nama, jenis
kelamin, tanggal lahir, alamat atau daerah asal penghuni
lapas/rutan dan informasi lain yang mendukung kemudahan dalam
pencatatan identitas penghuni lapas/rutan
f. Setelah mendapatkan informasi penghuni lapas/rutan, KPU/KIP
Kabupaten/Kota berkoordinasi baik dengan Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil setempat maupun KPU Provinsi/KIP Aceh untuk
mendapatkan informasi terkait NKK,NIK dan elemen data lain sesuai
dengan syarat pendaftaran pemilih.

1. Pemilih di Lapas
Penanganan pemilih di lapas/rutan berpedoman pada SE KPU Nomor
60/PL.031-50/01/KPU/I/2018 poin 9 menegaskan bahwa Bagi
Kabupaten/Kota yang terdapat Lembaga Permasyarakatan
(Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan), Pemilih di dalam Lapas/Rutan
tersebut dilayani melalui mekanisme pindah memilih. Dalam hal jumlah
pemilih dalam Lapas/Rutan tidak memungkinkan untuk dilayani
melalui mekanisme pindah memilih, KPU/KIP Kabupaten/Kota
melakukan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih di
Lapas/Rutan berkoordinasi dengan petugas Lapas/Rutan.
Dari penjelasan penanganan Pemilih Lapas/Rutan antara lain
a. Pemilih lapas/rutan difasilitasi dengan mekanisme pindah memilih
melalui formulir A.5-KWK. Dalam hal pemilih di lapas/rutan
difasilitasi dengan mekanisme pindah pemilih A.5-KWK, maka
KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan memfasilitasi pemilih yang tinggal
di Lapas/Rutan di wilayah kerjanya untuk kemudian diterbitkan A.5-
KWK. A.5-KWK tersebut diinformasikan kepada KPU/KIP
Kabupaten/Kota asal untuk kemudian pemilih – pemilih tersebut
ditandai di DPT dengan penandaan pindah pemilih.
b. Dibentuk TPS di Lapas/rutan dengan melakukan pendataan pemilih
penghuni lapas/rutan. Dalam mekanisme pendataan tersebut
KPU/KIP Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan petugas/pengelola
lapas dengan cara sebagai berikut:
- Meminta informasi jumlah penghuni lapas/rutan
- Memilah penghuni lapas/rutan (penghuni yang berasal dari
daerah pemilihan dan penghuni yang berasal dari luar daerah
pemilihan)
- Meminta informasi terkait masa akhir tahanan penghuni
lapas/rutan khususnya penghuni lapas/rutan yang masih berada
di lapas/rutan tersebut sampai hari H pemungutan suara
- Menghimbau keluarga penghuni lapas/rutan membawa dokumen
kependudukan (KTP-el/KK) yang menunjukkan informasi identitas
penghuni lapas/rutan.
- Mendata pemilih lapas/rutan tersebut dengan mencatat identitas
diri dari penghuni lapas/rutan secara benar mulai dari nama,
jenis kelamin, tanggal lahir, alamat atau daerah asal penghuni
lapas/rutan dan informasi lain yang mendukung kemudahan
dalam pencatatan identitas penghuni lapas/rutan
- Setelah mendapatkan informasi penghuni lapas/rutan, KPU/KIP
Kabupaten/Kota berkoordinasi baik dengan Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil setempat maupun KPU Provinsi/KIP Aceh
untuk mendapatkan informasi terkait NKK, NIK dan elemen data
lain sesuai dengan syarat pendaftaran pemilih.
2. Pemilih dengan NIK dan NKK sebagai berikut:
a. Tidak ada NIK dan tidak ada NKK
KPU/KIP Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil
setempat untuk mendapatkan data NIK dan NKK pemilih yang
bersangkutan. Apabila data pemilih tersebut tidak ditemukan di
dalam database Dinas Dukcapil setempat maka KPU/KIP
Kabupaten/Kota mencoret pemilih yang bersangkutan pada proses
perbaikan DPS berakhir dan menuangkan dalam Berita Acara yang
ditanda tangani oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota setempat dan Dinas
Dukcapil setempat dan disaksikan oleh Panwas Kabupaten/Kota.
Data pemilih yang tidak ditemukan di dalam database Dinas
Dukcapil setempat maka KPU/KIP Kabupaten/Kota melaporkan
kepada KPU RI untuk dilakukan koordinasi dengan Dirjen Dukcapil
agar mendapatkan data NIK dan NKK pemilih yang bersangkutan.
Apabila data pemilih tersebut ditemukan oleh Dirjen Dukcapil di
Daerah Pemilihan lain maka KPU/KIP Kabupaten/Kota mencoret
data pemilih tersebut dalam DPT Kabupaten/Kota tersebut dan
apabila data pemilih tersebut tidak ditemukan oleh Dirjen Dukcapil
maka data pemilih tersebut dikoordinasikan kembali oleh KPU/KIP
Kabupaten/Kota kepada Dinas Dukcapil setempat untuk diterbitkan
surat keterangan sementara untuk dapat memilih pada waktu
berlangsungnya pemilihan di TPS.
b. Ada NIK tidak ada NKK
KPU/KIP Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil
setempat untuk mendapatkan data NKK pemilih yang bersangkutan.
3. Pemilih di daerah batas wilayah
Pemilih di daerah batas wilayah disesuaikan dengan wilayah identitas
penyelenggaraan pemilihan
4. Pemilih di daerah pemekaran
Pemilih di daerah pemekaran disesuaikan dengan administrasi wilayah
yang dimekarkan.

Demikian surat ini dibuat untuk dapat dilaksanakan.

KETUA
KOMISI PEMILIHAN UMUM
REPUBLIK INDONESIA

ARIEF BUDIMAN
LAMPIRAN

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN SUMBAWA

BERITA ACARA
Nomor : …..……………………………………..
TENTANG
REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH HASIL PEMUTAKHIRAN
PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR …………………
SERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI……………./ WALIKOTA DAN WAKIL
WALIKOTA ………..
TAHUN 2018

KELURAHAN/DESA ………………………… KECAMATAN ……………………

Pada hari ini ………… tanggal ……. Bulan ……… Tahun Dua Ribu Delapan Belas,
bertempat di ……………… Panitia Pemungutan Suara Kelurahan/Desa …………….. telah
melaksanakan rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur ………………… serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati /
Walikota dan Wakil Walikota ……………… Tahun 2018.
Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Kelurahan/Desa …………… dengan
jumlah pemilih baru sebanyak ..…….., pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak…………..,
Perbaikan Data Pemilih sebanyak ..……. tersebar di …….. TPS sesuai dengan rincian pada
formulir Model A.B.1-KWK sebagaimana terlampir.
Jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Potensial NON KTP-elektronik di Kelurahan/Desa
………….. dengan jumlah pemilih sebanyak ………….. tersebar di ……….. TPS sesuai dengan
rincian pada Formulir Model A.C.1-KWK sebagaimana terlampir.
Demikian Berita Acara ini dibuat dan ditandatangani dengan sebenar-benarnya.

Ditetapkan di : ……………………………..
Pada Tanggal : ………………………………

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA KELURAHAN/DESA………………..

1. ……………………………………….. KETUA ………………………………

2. ……………………………………….. ANGGOTA ………………………………

3. ……………………………………….. ANGGOTA ………………………………