Anda di halaman 1dari 2

TATA CARA JAPA MANTRA : Sepenuh hati.

Misalnya [contoh],
Dewi Saraswati, japakan mantra,
(1). MENGUNDANG.
OM AIM SARASWATYAI NAMAHA.
Undanglah kehadiran Ista Dewata Atau misalnya Dewa Shiwa,
Pengayom dan pelindung pribadi kita, Japakan mantra,
Atau kalau tidak tahu, undang kehadiran, OM NAMAH SHIWAYA.
Ista Dewata yang paling kita suka atau,
Mantra-mantra suci Ista Dewata,
Paling menginspirasi kita. Caranya ambil,
Yang telah digunakan selama,
Japa-mala yang kita kalungkan di leher.
Ribuan tahun oleh jutaan mahluk,
Tampilkan mudra namaskara, Sebagai sumber kesembuhan jiwa,
[Mencakupkan tangan di dada] sambil, Pemurnian dan perlindungan.
Memegang japa mala. Duduk tenang,
Ketahuilah bahwa di alam-alam suci
Dalam posisi meditasi, pejamkan,
Para Ista Dewata selalu ada untuk kita.
Mata dan kita konsentrasi melakukan,
Mendengarkan kita, memahami kita
Dhyanawidhi [melakukan visualisasi,
Dengan belas kasih tanpa syarat,
Atau membayangkan].
Tanpa pernah menghakimi kita.
Visualkan di hadapan kita,
(4). MALINGGIHKAN ISTA DEWATA DI DALAM DIRI
Terbentang langit biru dan,
Awan-awan putih yang indah. Setelah selesai menjapakan mantra,
Tangan tetap di dada memegang japa mala.
Visualkan atau bayangkan,
Visualkan seluruh tubuh Ista Dewata,
Ista Dewata hadir disana,
Memancarkan cahaya suci berwarna putih,
Dengan wujud Ista Dewata,
Sangat terang dan kemudian wujud Beliau,
Hidup dan berpendar cahaya.
Lebur sepenuhnya menjadi cahaya suci.
Sebagaimana tertulis di dalam,
Lalu cahaya suci putih terang ini,
Kitab-kitab suci Hindu bahwa,
Bergerak diatas kita dan masuk,
Siapapun yang memikirkan
Ke dalam diri kita melalui chakra,
Ista Dewata dengan kuat, akan,
Sahasrara atau chakra mahkota.
Mengundang kehadiran Beliau.
Cahaya suci ini terserap menyatu,
Rasakan dengan hati dan dengan,
Dengan diri kita. Membuat badan kita,
Sraddha [keyakinan] bahwa Beliau,
Sepenuhnya lebur ke dalam wujud,
Hadir di hadapan kita.
Cahaya suci putih terang benderang.
(2). MEMOHON. Yang menyembuhkan jiwa kita,
Tampilkan mudra puja, Memurnikan kita, mengalirkan kekuatan,
Mencakupkan tangan di kening dan, Belas kasih dan kebijaksanaan-Nya dan,
Sampaikan doa atau permohonan kita. Mengubah semua kesedihan kita,
Menjadi ketenangan dan kedamaian.
Ini kita sampaikan dengan
Kata-kata sendiri, sambil Terus pertahankan visual badan kita,
Tetap melakukan visualisasi, Menjadi wujud cahaya suci putih,
[Membayangkan] kehadiran, Terang benderang-Nya, sampai kita,
Ista Dewata di langit biru dan, Dapat merasakan bahwa antara,
Awan putih di hadapan kita. Diri kita dengan Ista Dewata menjadi satu.

Jika kita sedang bersedih, Lakukan semua latihan sadhana,


Bukalah hati kita dengan semua, Mantra Yoga ini setiap hari,
Perasaan duka dan sakit, Berulang kali dengan tekun.
Yang kita rasakan. Mengundang Beliau,
Menjapakan mantra suci-Nya,
Silahkan curhat kepada beliau, Dan meleburkan diri kita dengan,
Tentang masalah yang kita alami, Kekuatan suci-Nya. Seiring waktu,
Dan benar-benarlah minta pertolongan. Nanti perlahan-lahan kesengsaraan,
Jika kita sedang bahagia, sampaikan, Dan kegelapan bathin kita akan,
Bahwa kita mempersembahkan karma, Dileburkan ke dalam ketenangan,
Baik dari penjapaan mantra kita untuk, Dan kedamaian. Kita akan menyadari,
Orang lain [mungkin untuk keluarga, Dengan kesadaran bahwa Ista Dewata,
Orang dekat, atau siapapun]. Tidak berada diluar diri kita,
Ini bertujuan untuk menumbuhkan, Beliau selalu hadir bersama kita. ☺ 😇 😇 😇
Dan membangun hati belas kasih,
Dan tidak mementingkan diri sendiri.
(3). MEMANGGIL.
Pegang dan gunakanlah japa-mala,
Di dada dengan cara penjapaan mantra,
Sambil tetap melakukan visualisasi,
[Membayangkan] kehadiran Ista Dewata,
Di langit biru dan awan putih di hadapan kita,
Serta ucapkan mantra Ista Dewata dengan