Anda di halaman 1dari 352

ht

tp
s:
//w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
STATISTIK SUMBER DAYA LAUT DAN PESISIR
STATISTICS OF MARINE AND COASTAL RESOURCES
2017

ISSN : 2086-2806
No. Publikasi/Publication Number : 04320.1702
Katalog BPS/BPS Catalogue : 3312002
Ukuran Buku/Book Size : 17,6 cm X 25 cm
Jumlah Halaman/Number of Pages : xl + 310 halaman/pages

id
Naskah/Script :

.
Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup

go
Subdirectorate of Environment Statistics s.
p
.b

Penyunting/Editor :
w

Sub Direktorat Statistik Lingkungan Hidup


w

Sub Directorate of Environment Statistics


//w
s:

Gambar Kulit/Cover Design:


tp

Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup


ht

Subdirectorate of Environment Statistics

Diterbitkan oleh/Published by:


© Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa
izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

Prohibited to announce, distribute, communicate, and/or copy part or all of this book
for commercial purpose without permission from BPS-Statistics Indonesia

ii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


KATA PENGANTAR

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan dengan tiga perempat
wilayahnya terdiri dari laut, memiliki potensi sumber daya laut dan pesisir yang sangat besar. Visi dan

Misi Nawacita yang telah dicanangkan oleh pemerintah salah satunya adalah untuk menjadikan Indonesia

sebagai Poros Maritim Dunia. Dalam mewujudkan hal tersebut diperlukan penegakan kedaulatan
wilayah laut NKRI, pengembangan konektivitas maritim melalui program Tol Laut, revitalisasi sektor
ekonomi kelautan, konservasi keanekaragaman hayati ekosistem kelautan, serta peningkatan kualitas
dan kuantitas sumber daya manusia di sektor kelautan.

. id
Sumber daya laut dan pesisir memiliki cakupan yang luas dan memiliki hubungan kausal dengan

go
berbagai faktor-faktor ekologi dan sosial ekonomi yang ada. Untuk itu, Publikasi Statistik Sumber Daya
s.
Laut dan Pesisir (SDLP) 2017 ini menyajikan statistik sumber daya laut dan pesisir yang mengacu pada
p
.b

kerangka pikir DPSIR (Driving forces-Pressures-States-Impacts-Responses) yang umum digunakan dalam


w

analisis pengelolaan lingkungan. Data yang disajikan merupakan hasil kompilasi data yang diambil dari
w

publikasi maupun laporan yang diterbitkan oleh berbagai kementerian maupun lembaga dan dinas
//w

terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
s:

dan Badan Lingkungan Hidup Daerah.


tp

SDLP 2017 merupakan publikasi tahunan yang di terbitkan oleh BPS sejak tahun 2004 dalam rangka
ht

menyediakan data dan informasi statistik yang mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan
sumber daya laut dan pesisir. Diharapkan SDLP 2017 dapat menjadi sumber informasi utama bagi para
pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya laut dan pembangunan
wilayah pesisir, akademisi serta pemerhati masalah laut dan pesisir.
Saran dan masukan untuk perbaikan publikasi ini di masa datang sangat kami harapkan. Kepada
semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan publikasi ini disampaikan penghargaan dan

ucapan terimakasih.
Jakarta, Desember 2017
Kepala Badan Pusat Statistik

Dr. Suhariyanto

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 iii


PREFACE

The Republic of Indonesia (NKRI), as an archipelagic country with three-quarters of its territory,
is sea, has a huge potential of marine and coastal resources. Nawacita’s vision and mission that has

been declared by government one of them are to make Indonesia as the World Maritime Axis. In

order to achieve that, it is necessary to enforce the sovereignty of NKRI marine territory, maritime
connectivity development through marine highway program, marine economic sector revitalization,
marine ecosystem biodiversity conservation, and human resources quality and quantity improvement
in the marine sector.

id
Marine and coastal resources have a wide scope and causal relationship with various ecological

.
go
and socioeconomic factors. Therefore, Statistics of Marine and Coastal Resources (SDLP) 2017
s.
publication provides statistics on marine and coastal resources referring to the DPSIR (Driving forces-
p
.b

Pressures-States-Impacts-Responses) framework that commonly used in environmental management


w

analyzes. The data presented are the compilation of data taken from publications and reports
w

published by various ministries, institutions, and related agencies, such as Ministry of Marine Affairs
//w

and Fisheries, Ministry of Environment and Forestry, and Regional Environment Agency.
s:

SDLP 2017 publication is an annual publication published by BPS since 2004 in order to provide
tp

statistical data and information supporting the planning and evaluation of marine and coastal resource
ht

development. It is expected that SDLP 2017 can be a major information source for stakeholders in
formulating policies on marine resource management and coastal area development, academics and
observers of marine and coastal issues.
Feedback for this publication improvement in the future is expected. To all who have
participated in preparing for this publication, I would like to express my appreciation and gratitude.

Jakarta, December 2017


BPS-Statistics Indonesia

Dr. Suhariyanto
Chief Statistician

iv Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


RINGKASAN EKSEKUTIF

Tiga perempat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wilayah perairan.
NKRI adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia yaitu 17.504 pulau serta
mempunyai panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Hal tersebut menjadikan
laut Indonesia memiliki sumber daya laut dan pesisir serta keanekargaman hayati yang amat besar.
Indonesia mempunyai produksi perikanan tangkap tertinggi kedua di dunia pada perairan laut (FAO,
2016). Penyebaran daerah penangkapan ikan di Indonesia mencapai luas sekitar 5,8 juta km2 yang
terbagi menjadi 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Disamping
potensi perikanan tangkap, wilayah pesisir Indonesia juga memiliki potensi perikanan budidaya laut
seluas 12.123.383 hektar.
Selain ikan, kekayaan laut Indonesia di wilayah pesisir berupa sumber daya hayati seperti
mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Luas mangrove, terumbu karang, dan padang lamun
di Indonesia selama kurun waktu 2014-2016 cenderung fluktuatif namun mempunyai kecenderungan
menurun baik luas maupun kondisi. Penurunan kondisi ketiga ekosistem tersebut diakibatkan oleh
faktor alami dan faktor aktivitas manusia. Laut juga menyimpan potensi cadangan minyak dan gas
bumi serta mineral. Tujuh puluh persen cadangan minyak dan gas bumi terdapat di cekungan-cekungan
tersier lepas pantai dan lebih dari separuhnya terletak di laut dalam. Selain itu, laut juga menyimpan
potensi yang besar sebagai sumber energi terbarukan. Namun potensi tersebut sampai saat ini belum
dimanfaatkan secara optimal. Potensi lain dari keberadaan laut dan pesisir adalah berbagai jasa
lingkungan, seperti potensi wisata bahari, perdagangan, dan industri maritim. Peningkatan potensi
jasa lingkungan didukung dengan adanya program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu
Program Tol Laut, Program Poros Maritim Dunia, dan pemberantasan pencurian ikan dan penyelundupan.
Pada tahun 2016, kontribusi perikanan dalam Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 19,00 persen.
Volume ekspor hasil perikanan pada periode 2012-2015 mengalami kenaikan sebesar 1,49 persen per
tahun. Sebaliknya volume impor perikanan mengalami penurunan sebesar 6 persen per tahun pada
periode yang sama. Selama periode tahun 2011-2015, trend ketersediaan ikan untuk konsumsi terus
mengalami kenaikan, yaitu sebesar 8,69 persen atau rata-rata sebesar 9,96 juta ton ikan per tahun.
Persediaan ikan untuk konsumsi yang terus mengalami kenaikan kemungkinan berasal dari besarnya
impor perikanan dan adanya overfishing. Produksi perikanan tangkap selama kurun tahun 2011-2016
mengalami pertumbuhan sebesar 13,19 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan produksi
perikanan tangkap di laut sebesar 9,49 persen dan peningkatan produksi perikanan tangkap di perairan
umum sebesar 3,02 persen. Perikanan budidaya mengalami pertumbuhan hanya sebesar 2,91 persen
pada kurun periode yang sama. Aktivitas perikanan budidaya selain membawa dampak positif juga
menimbulkan dampak negatif. Pembukaan lahan di wilayah pesisir yang dimanfaatkan untuk kegiatan
perikanan budidaya secara berlebihan akan berpengaruh terhadap fungsi ekologis wilayah laut dan
pesisir.
Rusaknya ekosistem laut disebabkan terjadinya pencemaran air laut yang mempengaruhi kualitas
air laut. Pencemaran air laut berasal dari berbagai sumber, antara lain adanya tumpahan minyak
(oil spill), limbah industri, limbah proses pengeboran minyak di lepas pantai, dan lain-lain. Dalam

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 v


kurun waktu 1998-2017, diperkirakan telah terjadi 37 kasus tumpahan minyak di perairan Indonesia.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) di
seluruh provinsi, terdapat empat parameter yang digunakan sebagai ukuran kualitas air laut yang sesuai
dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu
Air Laut (BMAL). Keempat parameter tersebut sebagian besar menunjukkan kenormalan. Hanya ada di
beberapa perairan laut yang melebihi batas normal. Perairan laut Sulawesi Tengah menunjukkan pH
yang agak rendah, Timbal (Pb) dan Kadmium di (Kd) perairan laut Provinsi DI Yogyakarta diatas BMAL.
Untuk Total Coliform melebihi BMAL di perairan Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Maluku.
Di Indonesia, sekitar 15,61 persen wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan berada
di tepi laut. Data Podes 2014 mencatat hanya sekitar 21,16 persen desa/kelurahan yang sebagian
besar penduduknya mempunyai sumber penghasilan utama pada subsektor perikanan. Itupun lebih
didominasi oleh perikanan tangkap (18,19 persen) daripada perikanan budidaya (2,97 persen). Menurut
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2013), jumlah nelayan di Indonesia hanya sekitar 2.164.969 jiwa.
Angka tersebut hanya sekitar 1,95 persen dari jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja
(Sakernas, 2013). Kecilnya persentase penduduk yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan
dapat disebabkan karena banyak hal, di antaranya penghasilan nelayan yang tidak pasti dan nilai upah
yang kecil, pemanasan global yang mengakibatkan ketidakpastian cuaca, dan lain-lain.
Pekerjaan nelayan merupakan pekerjaan dengan resiko yang tinggi sehingga lebih didominasi
oleh laki-laki dan biasanya anggota keluarga yang lain tidak dapat membantu secara penuh (Mugni,
2006). Maka tidak heran jika lebih dari 62,20 persen nelayan berumur antara 30-49 tahun (BPS, 2014a).
Jika dikaitkan dengan rata-rata upah buruh yang bekerja pada sektor perikanan selama satu bulan,
mereka hanya memperoleh pendapatan maksimal sekitar 1.032.080 rupiah per bulan. Nilai tersebut
sangat jauh dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang mencapai 1.997.819,00 rupiah
per bulan (BPS, 2016). Jika dilihat dari Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP), pada tahun
2016 rata-rata NTNP nasional adalah sebesar 102,83, dimana Nilai Tukar Nelayan (NTN) memiliki indeks
sebesar 108,24 dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mencapai 98,96. Hal ini menunjukkan bahwa
nelayan memiliki kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan pembudidaya ikan.
Untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir, salah satu upaya
yang dilakukan adalah melalui pemberian bantuan serta meningkatkan sarana dan prasaranan seperti
perumahan, pendidikan, kesehatan baik berupa fasilitas maupun asuransi misalnya BPJS, Jamkesmas,
dan Jamkesda, perekonomian, transportasi, dan telekomonikasi, serta pengembangan industri mikro
dan kecil. Pengelolaan sumber daya laut dan pesisir serta peningkatan kondisi kesejahteraan masyarakat
di wilayah pesisir dipengaruhi oleh besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Provinsi
DKI Jakarta memiliki APBD kelautan dan perikanan terbesar pada tahun 2016, yaitu 499,6 miliyar
rupiah, namun jika dilihat secara persentase hanya mengambil 0,79 persen dari total keseluruhan APBD.
Provinsi Maluku Utara memiliki persentase APBD kelautan dan perikanan terbesar dari total keseluruhan
APBD yaitu sebesar 4,18 persen. Pemanfaatan potensi ekonomi khususnya potensi sumber daya laut dan
pesisir harus diawasi agar tetap bersandar pada kepentingan publik dan kelestarian lingkungan. Adanya
perangkat hukum dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengarahkan berbagai kegiatan pembangunan
melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara selaras dan seimbang.

vi Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


EXECUTIVE SUMMARY

Three-quarters of the Republic of Indonesia (NKRI) territory is a water area. NKRI is an


archipelagic country with the largest number of islands in the world with 17,504 islands and has the
second longest coastline in the world after Canada. This makes Indonesian sea has huge marine and
coastal resources and biodiversity. Indonesia has the world’s second-largest capture fisheries production
in marine waters (FAO, 2016). Fishing areas distribution in Indonesia reaches about 5.8 million km2
which are divided into 11 Fisheries Management Areas of the Republic of Indonesia (WPPNRI). Besides
capture fisheries potential, Indonesian coastal areas also have marine aquaculture potential areas of
12,123,383 hectares.
Besides fish, Indonesia’s marine wealth in the coastal areas is biological resources such as
mangroves, coral reefs, and seagrass. Mangroves, coral reefs, and seagrass area in Indonesia during
2014-2016 tend to fluctuate but has a tendency to decline both the area and conditions. The decline
in these three ecosystem conditions is caused by natural and human activity factors. The sea also
holds oil, gas, and mineral reserves potential. Indonesian’s oil and gas reserves of about seventy
percent are located in tertiary basins offshore and more than half of them are located in the deep
sea. In addition, the sea also holds great potential as a renewable energy source. However, this
potential has not been optimally utilized yet. Another potential of marine and coastal existence is the
various environmental services that are closely related to the sea and coast, such as marine tourism,
trade, and maritime industries potentials. Increased potential of environmental services is supported
by programs implemented by government, namely Marine Highway Program, World Maritime Axis
Program, and eradication of illegal fishing and smuggling.
In 2016, fisheries contribution in Gross Domestic Product (GDP) is 19.00 percent. The export
volume of fishery products in 2012-2015 continues to increase by 1.49 percent per year. Otherwise, the
volume of fishery imports decreased by 6 percent per year in the same period. During 2011-2015, the
trend of fish availability for consumption continued to increase, ie 8.69 percent or an average of 9.96
million tons of fish per year. Fish stocks for consumption that continue to rise may due to large imports
of fisheries and overfishing. Capture fisheries production during 2011-2016 grew by 13.19 percent,
which was driven by an increased capture fisheries production in marine by 9.49 percent and in open
waters by 3.02 percent. While the fisheries aquaculture experienced growth of only 2.91 percent
in the same period. Besides positive impacts, fisheries aquaculture activities also have a negative
impact. Land clearing in the coastal areas which utilized for excessive aquaculture activities will have
an effect on the ecological functions of marine and coastal areas.
Destruction of marine ecosystems is caused by seawater pollution that affects seawater quality.
Seawater pollution comes from a variety of sources, including oil spills, industrial waste, waste from
vessel processing, and others. In 1997-2017, it is estimated that 43 oil spill cases in Indonesian waters
had occurred. Based on data collected from the Regional Environmental Management Agency (BPLHD),
there are four parameters that are used as a measure of seawater quality in accordance with Decree
of the Minister of Environment and Forestry No. 51 of 2004 on Marine Quality Standard (BMAL).

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 vii


These four parameters mostly show the normality. Only in some sea waters that exceed the normal
limits. Central Sulawesi marine waters show a rather low pH, while DI Yogyakarta shows Lead (Pb)
and Cadmium in (Kd) above BMAL. As for biological parameters, there are three territorial waters
exceeding BMAL for Total Coliform which are West Sumatra, South Kalimantan, and Maluku.
In Indonesia, about 15.61 percent of the administrative area of the village is on the coastal.
Podes data 2014 recorded that only about 21.16 percent of villages that most of the population
has a major source of income in fisheries sub-sector. But, it was more dominated by capture fishery
(18.19 percent) than aquaculture fishery (2.97 percent). According to Ministry of Marine Affairs and
Fisheries (2013), the number of fishermen in Indonesia is only about 2,164,969 person. It is only about
1.95 percent of working population aged 15 years and over (Sakernas, 2013). The small percentage
of fishermen can be caused by many things, including uncertain fishermen’s income and small wage
value, global warming, and others.
Being fishermen is a high-risk job so that it is more dominated by men and usually other family
members cannot fully helping (Mugni, 2006). So, no wonder if there are more than 62.20 percent of
fishermen aged between 30-49 years (BPS, 2014a). If it is associated with an average wage of fishery
sector workers, they only get a maximum income of 1,032,080 rupiahs per month. That value far below
from Regional Minimum Wage (UMR) which reached 1,997,819.00 rupiahs per month (BPS, 2016).
When viewed from the Fisherman and Fishery Cultivation Exchange (NTNP), national NTNP average
by 2016 is 102.83, where Fisherman Exchange (NTN) has an index of 108.24 and Fishery Cultivation
Exchange (NTPi) reaches 98,96. This shows that fishermen have better welfare than fish farmers.
To improve the condition of community welfare in coastal areas, one of the efforts made
is through the provision of assistance and improve facilities and infrastructure such as housing,
educational, and health facilities in the form of facilities and insurance such as BPJS, Jamkesmas, and
Jamkesda, infrastructure of economic, transportation and telecommunication, and development of
micro and small. Management of marine and coastal resources and improving the welfare conditions
of communities in coastal area is influenced by the amount of Regional Revenue and Expenditure
Budget (APBD). DKI Jakarta province has the largest marine and fishery budget in 2016, which is 499.6
billion rupiahs, which is down 17.93 percent compared to the previous year. However, when viewed
the percentage of marine and fisheries budgets compared to total APBD amount is only taking 0.79
percent. North Maluku province has the largest percentage of marine and fisheries budget compared
to total APBD owned by 4.18 percent. The economic potential, especially marine and coastal resources
must be supervised to keep relying on the public interest and environmental sustainability. Legal
instruments existence in the form of Regional Regulation, Governor Regulation, Governor Decree, and
others can be used as a reference in directing various development activities through the management
and utilization of marine and coastal resources in a harmonious and balanced manner.

viii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


KARTU CATATAN ANGKA/SCORECARD

Tren
secara
Indikator Status dan Komentar
No Umum
Indicator Status and Comments
General
Trend
(1) (2) (3) (4)

Keadaan Sumber Daya Laut dan Pesisir/State of Coastal and Marine Resources
1 Tutupan Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Mangrove/ luas mangrove tahun 2014 sebesar 4,4 juta hektar, tahun
Mangrove Cover 2015 sebesar 3,7 juta hektar dan tahun 2016 sebesar 3,9 juta
hektar. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi, kerusakan mangrove tahun 2016 sebesar 52 persen.
Based on data from the Ministry of Marine Affairs and
Fisheries, mangrove area of 2014 was 3.9 million hectares,
2015 by 3.6 million hectares and 2016 by 3,9 million
hectares.
2 Kondisi terumbu - Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, luas
karang/Condition terumbu karang tahun 2014 adalah 3,2 juta hektar dan 2015
of coral reefs adalah 2,3 juta hektar, sedangkan tahun 2016 adalah 2,5
juta hektar. Berdasarkan hasil penelitian LIPI pada tahun
2015 menunjukkan bahwa di 1.259 lokasi kawasan terumbu
karang yang ada di Indonesia terdapat sekitar 30,02 persen
dalam kondisi kurang (tutupan karang hidup 0-24 persen);
37,97 persen mengalami kerusakan dengan kondisi cukup
(tutupan karang hidup 25-49 persen); 27,01 persen masih
dalam kondisi baik (tutupan karang hidup 50-74 persen);
dan hanya tinggal 5,00 persen dalam kondisi sangat baik
(tutupan karang hidup 75-100 persen).
Based on data from the Ministry of Marine Affairs and
Fisheries, the coral reefs of 2014 was 3,2 million hectares,
2015 by 2,3 million hectares, and 2016 by 2,5 million
hectares. Based on the research of LIPI in 2015 shows that
in 1,259 locations of coral reefs in Indonesia about 30.02
percent under inadequate conditions (live coral surface 0-24
percent); 37.97 percent suffered damage with adequate
conditions (live coral surface 25-49 percent); 27.01 percent
are still in good condition (live coral surface 50-74 percent);
and only 5.00 percent in excellent condition (live coral
surface 75-100 percent).
3. Tutupan padang Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi,
lamun/Seagrass luas padang lamun di Indonesia tahun 2016 adalah sebesar
cover 560 ribu hektar. Kerusakan padang lamun di Indonesia tahun
2016 sebesar 59,97 persen.
Based on data from the Department of Marine and Fisheries
Province, seagrass in Indonesia in 2016 was 560 thousand
hectares. Seagrass damage in Indonesia in 2016 was 59.97
percent.

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 ix


Tren
secara
Indikator Status dan Komentar
No Umum
Indicator Status and Comments
General
Trend
(1) (2) (3) (4)
4. Produksi perikanan Produksi perikanan tangkap selama kurun tahun 2011-2016
Tangkap/Capture mengalami pertumbuhan sebesar 13,19 persen. Kenaikan
Fisheries Volume tersebut didorong oleh peningkatan produksi perikanan
tangkap di laut sebesar 9,49 persen dan peningkatan produksi
perikanan tangkap di perairan umum sebesar 3,02 persen.
Sedangkan perikan budidaya mengalami pertumbuhan hanya
sebesar 2,91 persen pada kurun periode yang sama.
Capture fisheries production during 2011-2016 grew by 13.19
percent, which was driven by an increased capture fisheries
production in marine by 9.49 percent and in open water
by 3.02 percent. While cultivation fisheries experienced
growth of only 2.91 percent in the same period.
5. Kawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah bertambah dari 112
konservasi kawasan menjadi 121 dengan luasan pada 2014 7.265.831
laut/Marine hektar menjadi 7.941.084 hektar.
conservation area Regional Aquatic Conservation Area increased from 112
areas to 121 with an area of 2014 was 7,265,831 hectares to
7,941,084 hectares.
Tekanan pada Wilayah Pesisir/Pressure on Coastal Zone
1 Laju pertumbuhan Berdasarkan data Potensi Desa (PODES) selama 2008-2014,
penduduk di jumlah desa yang berada di tepi laut mengalami kenaikan,
wilayah pesisir/ namun secara persentase tidak ada kenaikan yang signifikan.
Population in Hal ini kemungkinan disebabkan adanya proses pemekaran
coastal zone and wilayah desa.
its growth Based on data Village Potential (PODES) in 2008-2014,
number of seaside villages was increased. but the
percentage wasn’t increased significantly. This is probably
due to the process of expansion of village areas.
2. Sampah di wilayah - Berdasarkan data PODES 2014, jumlah desa tepi laut yang
pesisir/Waste in mempunyai fasilitas TPS hanya sekitar 11,05 persen.
coastal area Based on data PODES 2014, number of seaside villages have
TPS facilities was 11.05 percent.
3. Kualitas air laut/ - Dalam kurun waktu 1998-2017, diperkirakan telah terjadi 37
Sea water quality kasus tumpahan minyak di perairan Indonesia.
In 1998-2017, it was estimated that 37 oil spill cases in
Indonesian waters had occurred.
4. K o n s u m s i Ketersediaan ikan selama kurun waktu 2014-2015 mengalami
perikanan/Demand kenaikan sebesar 5,51 persen, diikuti dengan ketersediaan
for fish and fishery ikan per kapita yang naik sebesar 4,27 persen.
products Fish availability during 2014-2015 has increased by 5.51
percent, followed by fish availability for per capita
consumption which increased by 4.27 percent.

x Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


Tren
secara
Indikator Status dan Komentar
No Umum
Indicator Status and Comments
General
Trend
(1) (2) (3) (4)

Manajemen Kapasitas Kelembagaan dan Alokasi Anggaran untuk Sumber Daya Laut dan Pesisir/
Institutional Capacity and Budget Allocation for Marine and Coastal Resources Management

1 Jumlah desa - Jumlah desa tepi Laut yang menerima dana modal usaha
tepi laut yang untuk Program Pemberdayaan Masyarakat selama 3 tahun
menerima dana yang bersumber dari PNPM 20.242 desa, dari Non-PNPM
modal usaha 15.904 desa, dan dari gabungan PNPM dan Non PNPM 7.122
untuk Program desa.
Pemberdayaan Number of seaside villages that receive capital fund
Masyarakat/ through the community empowerment program during the
Number of coastal last 3 years sourced from PNPM were 20,242 villages, from
villages that non-PNPM were 15,904 villages and combined both PNPM
receive capital and Non-PNPM were 7,122 villages.
fund through
the comunity
empowerment
program
2. Jumlah Pusat - Jumlah P2MKP pada tahun 2016 berjumlah 413 unit dengan
Pelatihan unit di bidang budidaya paling banyak dengan jumlah 283
Mandiri Kelautan unit disusul Pengolahan Hasil Perikanan (PHP) sebanyak 99
dan Perikanan unit.
(P2MKP)/The Number of P2MKP in 2016 was 413 units, with the highest
number of number was in cultivation when in 2016 was 283 units
independent followed by Processing of Fisheries Products (PHP) as much
training center as 99 units.
of marine and
fisheries
3. Persentase APBD APBN untuk program prioritas KKP yang tertuang pada pagu
untuk lingkungan indikatif pada tahun 2017turun dibanding dengan tahun
hidup (laut 2016 setelah penghematan sebesar Rp. 10,87 triliun. Untuk
dan perikanan) APBD untuk kelautan dan perikanan di 33 provinsi, hanya
terhadap 14 provinsi APBD untuk kelautan dan perikanan mengalami
APBD Provinsi/ kenaikan, dan 19 sisanya mengalami penurunan.
Percentage of The APBN for the KKP priority program as stated in the
provincial Budget indicative ceiling in 2017 decreased compared to 2016 after
for Enviroment a savings of Rp. 10.87 trillion rupiahs. For APBD for marine
(marine and and fisheries in 33 provinces, only 14 provinces of APBD
fisheries) for marine and fisheries increased, and the remaining 19
decreased.

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xi


Tren
secara
Indikator Status dan Komentar
No Umum
Indicator Status and Comments
General
Trend
(1) (2) (3) (4)
Manajemen Sumber Daya Laut dan Pesisir/Coastal Resource Management
1. Penduduk dengan - Persentase desa tepi laut yang mempunyai jamban sendiri
akses ke sanitasi 66,54 persen, dan yang tidak mempunyai jamban 21,40
dan saluran air persen. Sedangkan tempat pembuangan limbah cair terdiri
limbah/Population dari lubang resapan (7,62 persen), drainase berupa got dan
with access to selokan (22,36 persen), langsung dibuang ke sungai atau
sanitation and saluran irigasi atau danau atau laut (11,37 persen), dalam
sewerage lubang atau tanah (57,22 persen), dan lainnya (1,43 persen).
Percentage of seaside villages with own latrines is 66.54
percent, and those with no latrines is 21.40 percent. While
the liquid waste disposal site consists of absorption hole
(7.62 percent), sewer and sewer drainage (22.36 percent),
directly discharged into river/irrigation channel/ lake/ sea
(11.37 percent), in hole or soil (57.22 percent), and others
(1.43 percent).
2. Kemiskinan di - Jumlah desa tepi laut yang terdapat warga penerima
rumah tangga Jamkesmas/Jamkesda selama tahun 2013 sebanyak 11.977
nelayan/Poverty desa atau 93,37 persen dari seluruh desa yang ada di tepi
among fishing laut. Jumlah desa yang terdapat warga sebagai peserta BPJS
households kesehatan sebanyak 10.357 desa (80,74 persen). Jumlah
desa tepi laut yang mengeluarkan SKTM sebanyak 7.040 desa
(54,88 persen).
The number of seaside villages with Jamkesmas/Jamkesda
beneficiaries during 2013 is 11,977 villages or 93.37 percent
of all seaside villages. The total number of villages where
there are BPJS’ members is 10,357 villages (80.74 percent),
and the number of seaside villages that issued SKTM is
7.040 villages (54.88 percent).
3. Nilai Tukar Rata-rata NTNP nasional tahun 2016 adalah sebesar 102,83
Nelayan dan dimana Nilai Tukar Nelayan (NTN) memiliki indeks sebesar
Pembudidaya Ikan 108,24 dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mencapai
(NTNP)/Fisherman 98,96. Nilai ini naik jika dibadingkan dengan 2015, Rata-rata
and Fisheries NTNP nasional sebesar 102,38.
Farmer’s Terms of The national average of NTNP 2016 is 102.83 where
Trade of Fisheries Fisherman Exchange (NTN) has an index of 108.24 and
Subsector Fishery Cultivation Exchange (NTPi) reaches 98.96. This
value is increased than 2015, the national average of NTNP
was 102.38.

xii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


PETA TITIK-TITIK PENTING/HOT SPOT MAPS

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xiii


xiv Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017
DAFTAR ISI/CONTENTS

Halaman
Page
Kata Pengantar/Preface ....................................................................................... iii
Ringkasan Eksekutif/Executive Summary ................................................................... v
Kartu Catatan Angka/Scorecard .............................................................................. ix
Peta Titik-titik Penting/Hot Spot Maps ...................................................................... xiii
Daftar Isi/Contents ........................................................................................... xv
Daftar Tabel/List of Tables .................................................................................... xix
Daftar Gambar/List of Figures................................................................................ xxxi
Daftar Singkatan/List of Abbreviations ..................................................................... xxxiii
Penjelasan Umum/Explanatory Notes ....................................................................... xxxvii
I. GAMBARAN UMUM WILAYAH LAUT DAN PESISIR ...................................................... 1
GENERAL OVERVIEW OF MARINE AND COASTAL REGION
1.1. Negara Kepulauan/Archipelago Country ..................................................... 3
1.2. Keanekaragaman Hayati (Kehati)/Biodiversity .............................................. 5
1.3. Manfaat Ekosistem Laut dan Pesisir ........................................................... 7
Advantage of Marine and Coastal Ecosystems

II. POTENSI SUMBER DAYA LAUT DAN PESISIR/MARINE AND COASTAL RESOURCES ................. 17
2.1. Sumber Daya Perikanan/Fisheries Resources ................................................ 19
2.2. Sumber Daya Hayati/Biological Resources ................................................... 22
A. Mangrove/Mangrove.......................................................................... 23
B. Terumbu Karang/Coral Reefs ............................................................... 25
C. Padang Lamun/Seagrass ..................................................................... 27
2.3. Sumber Daya Energi/Energy Resources ....................................................... 29
2.4. Jasa-jasa Lingkungan/Environmental Services .............................................. 32

III. TEKANAN TERHADAP SUMBER DAYA LAUT DAN PESISIR .............................................. 63


PRESSURE ON COASTAL AND MARINE RESOURCES
3.1. Penangkapan Berlebih/Overfishing............................................................ 66
3.2. Eksplorasi Mineral, Minyak Bumi, dan Gas ................................................... 68
Minerals, Petroleum, and Gas Exploration

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xv


3.3. Dampak Pembukaan Lahan untuk Perikanan Budidaya ..................................... 69
Land Clearing Impact for Aquaculture
3.4. Pencemaran Laut/Marine Pollution ........................................................... 70
3.5. Perubahan Iklim/Climate Change ............................................................. 73
A. Kerusakan Ekosistem/Ecosystem Damage................................................. 74
B. Penurunan Keanekaragaman Hayati/Decrease of Biodiversity ........................ 74
C. Sedimentasi dan Abrasi/Sedimentation and Abrasion .................................. 75

IV. KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR/COASTAL COMMUNITY LIVELIHOODS .......................... 137


4.1. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir ................................................... 139
Socio-Economic Coastal Communities Condition
4.2. Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pesisir .................................................. 145
Coastal Communities Lives Improvement
A. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)................................... 145
Community Empowerment National Program (PNPM)
B. Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR)................................. 146
People’s Salt Enterprise Empowerment Program (PUGAR)
4.3. Pengembangan dan Perlindungan Masyarakat Pesisir ....................................... 147
Coastal Communities Development and Protection
A. Sarana Perumahan/Housing Facilities ..................................................... 150
B. Sarana Pendidikan dan Kesehatan/Education and Health Facilities .................. 151
C. Sarana Perekonomian, Transportasi, dan Telekomonikasi .............................. 154
Economics, Transportation, and Telecommunications Facilities
D. Industri Mikro dan Kecil/Micro and Small Industries .................................... 158

V. KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT DAN


PESISIR/POLICY, STRATEGY, AND PLANNING MANAGEMENT OF MARINE AND COASTAL
RESOURCES MANAGEMENT .............................................................................. 213
5.1. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Pesisir Terpadu ........................... 215
Integrated Marine and Coastal Resources Management Policy
5.2. Perangkat Hukum Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Pesisir ............................ 216
Law of Marine and Coastal Resources Management
5.3. Tindak Pidana Perikanan dan Pengawasan Kelautan ........................................ 219
Fisheries Crime and Marine Surveillance

xvi Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


VI. TANTANGAN DI MASA DEPAN: KONDISI TRANSPORTASI LAUT NASIONAL ........................... 249
CHALLENGES FOR THE FUTURE: CONDITION OF NATIONAL MARINE TRANSPORTATION
6.1. Evaluasi Tol Laut/Evaluation of Marine Highway ........................................... 251
6.2. Kondisi Transportasi Laut Nasional/Condition of National Marine Transportation .... 254
A. Kementerian Perhubungan/Ministry of Transportation................................. 254
B. Logistics Performance Index (LPI) ......................................................... 255
C. The Global Competitiveness Report ....................................................... 256
D. Lloyd’s List and Containerisation International ......................................... 257

VII. LAMPIRAN/APPENDIX..................................................................................... 265


7.1. Kerangka Kerja dan Metodologi DPSIR (Driving forces-Pressures-States-Impacts-
Responses) ........................................................................................ 267
Framework and Methodology The DPSIR (Driving force-Pressures-States-
Impacts-Responses)
7.2. Istilah, Definisi, dan Sumber Definisi .......................................................... 275
List of Terminology, Definition, and Source of Definition

Daftar Pustaka/References .................................................................................... 303

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xvii


xviii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017
DAFTAR TABEL/LIST OF TABLES

Halaman
Page
I. GAMBARAN UMUM WILAYAH LAUT DAN PESISIR/GENERAL OVERVIEW OF
MARINE AND COASTAL REGION
1.1 Pembagian Wilayah Ekoregion Laut di Indonesia ................................... 9
Division of Marine Ecoregion in Indonesia
1.2 Luas Wilayah, Jumlah Wilayah Administrasi, dan Panjang Garis Pantai menurut
Provinsi, 2016 ............................................................................ 10

id
Area, Number of Administration Area, and Length of Coastline

.
go
by Province, 2016
1.3 s.
Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan menurut Provinsi dan Letak
p
Geografis, 2014 .......................................................................... 11
.b

Number and Percentage of Villages by Province and Geographical


w

Location, 2014
w

1.4 Rekapitulasi Data Pulau di Indonesia Sebelum dan Sesudah Diverifikasi


//w

menurut Provinsi, 2016 ................................................................. 12


s:

Recapitulation of Islands Data in Indonesia Before and After Verified


tp

by Province, 2016
ht

1.5 Pulau-pulau Kecil Terluar menurut Provinsi, 2016 .................................. 13


Small Outer Islands by Province, 2016
1.6 Jumlah Pulau-pulau Kecil Terluar menurut Status Kependudukan dan
Provinsi, 2016 ............................................................................ 16
Number of Small Outer Islands by Population Status and Province, 2016

II. POTENSI SUMBER DAYA LAUT DAN PESISIR/MARINE AND COASTAL RESOURCES
2.1 Produksi Perikanan Budidaya Laut menurut Jenis Ikan, 2011-2015 (Ton) ....... 37
The Production of Mariculture by Type of Fish, 2011-2015 (Tonnes)
2.2 Produksi Perikanan Tangkap Udang di Laut menurut Jenis Udang dan
Provinsi, 2014 (Ton) ..................................................................... 38
Production of Marine Shrimp Capture Fisheries by Type of Shrimp and
Province, 2014 (Tonnes)

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xix


2.3 Nilai Produksi Perikanan Tangkap Udang di Laut menurut Jenis Udang
dan Provinsi, 2014 (Juta Rupiah) ...................................................... 40
Production Value of Marine Shrimp Capture Fisheries by Type of Shrimp and
Province, 2014 (Million Rupiahs)
2.4 Produksi Perikanan Budidaya Laut menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) .......... 42
Production of Mariculture by Province, 2011-2015 (Tonnes)
2.5 Nilai Produksi Perikanan Budidaya Laut menurut Provinsi,
2011-2015 (Juta Rupiah) ................................................................ 43
Production Value of Mariculture by Province, 2011-2015 (Million Rupiahs)
2.6 Produksi Perikanan Budidaya Tambak menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) ...... 44
Production of Brackishwater Pond Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

id
2.7 Nilai Produksi Perikanan Budidaya Tambak menurut Provinsi,

.
go
2011-2015 (Juta Rupiah) ................................................................ 45
s.
Production Value of Brackishwater Pond Culture by Province, 2011-2015
p
(Million Rupiahs)
.b

2.8 Produksi Budidaya Rumput Laut menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) ............ 46
w

Production of Seaweed Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)


w
//w

2.9 Produksi Budidaya Udang menurut Jenis Udang dan Provinsi, 2015 (Ton) ...... 47
Production of Shrimp Culture by Type of Shrimp and Province, 2015 (Tonnes)
s:

2.10 Nilai Produksi Budidaya Udang menurut Provinsi dan Jenis Udang,
tp

2015 (Juta Rupiah) ...................................................................... 48


ht

Production Value of Shrimp Culture by Province and Type of Shrimp, 2015


(Million Rupiahs)
2.11 Produksi Budidaya Udang Windu menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) ............ 49
Production of Black Tiger Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)
2.12 Produksi Budidaya Udang Putih menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) ............. 50
Production of White Tiger Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)
2.13 Produksi Budidaya Udang Vaname menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton) .......... 51
Production of Vaname Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)
2.14 Luas dan Kondisi Hutan Mangrove menurut Provinsi, 2016 ........................ 52
Area and Condition of Mangrove Forest by Province, 2016
2.15 Luas dan Kondisi Terumbu Karang menurut Provinsi, 2016 ........................ 53
Area and Condition of Coral Reef by Province, 2016

xx Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


2.16 Jumlah Lokasi dan Persentase Kondisi Terumbu Karang menurut Wilayah,
2011-2015 ................................................................................. 54
Number of Locations and Percentage of Coral Reef Condition by Area,
2011-2015
2.17 Luas dan Kondisi Padang Lamun menurut Provinsi, 2016 .......................... 55
Area and Condition of Seagrass by Province, 2016
2.18 Jumlah Pelabuhan menurut Jenis Pelabuhan Perikanan dan Provinsi, 2016 .... 56
Number of Port by Type of Fishing Port and Province, 2016
2.19 Jumlah Pengunjung Taman Wisata Alam Laut di Beberapa Provinsi,
2009-2014 (Orang) ....................................................................... 57
Number of Visitors to Marine Ecotourism Parks in Several Provinces,

id
2009-2014 (Person)

.
go
2.20 Jumlah Jasa Wisata Bahari/Tirta, 2015-2016 ....................................... 58
s.
Number of Marine/Water Tourism Service, 2015-2016
p
2.21 Jumlah dan Luas Kawasan Konservasi Laut menurut Provinsi, 2015 ............. 59
.b

Number and Area of Marine Conservation by Province, 2015


w
w
//w

III. TEKANAN TERHADAP SUMBER DAYA LAUT DAN PESISIR/PRESSURE ON COASTAL


AND MARINE RESOURCES
s:

3.1 Neraca Perdagangan Internasional Komoditas Perikanan, 2012-2016 ........... 77


tp

The International Balance of Trade of Fish Commodity, 2012-2016


ht

3.2 Ketersediaan Ikan untuk Konsumsi, Angka Konsumsi Ikan,


dan Ketersediaan Nutrisi dari Ikan per Kapita, 2011-2015 ........................ 78
The Fish Supply for Consumption, Fish Consumption, and Fish Nutrition per
Capita Availability, 2011-2015
3.3 Produksi Perikanan Indonesia, 2011-2016 (1 000 Ton) ............................. 79
Fisheries Production of Indonesia, 2011-2016 (1 000 Tonnes)
3.4 Potensi Lahan Budidaya dan Tingkat Pemanfaatan di Indonesia, 2015 .......... 80
The Potency of Aquaculture Area and Usage Level in Indonesia, 2015
3.5 Persentase Kontribusi Perikanan Terhadap Produk Domestik Regional Bruto
Atas Dasar Harga Berlaku menurut Provinsi, 2012-2016 ........................... 81
Percentage of Fishery Contribution to Gross Regional Domestic Product at
Current Market Price by Province, 2012-2016

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxi


3.6 Volume Ekspor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Ton) ............. 82
Volume of Export on Fishery Products by Province, 2012-2016 (Tonnes)
3.7 Nilai Ekspor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (000 US$) ........... 83
Value of Export on Fishery Products by Province, 2012-2016 (000 US$)
3.8 Persentase Nilai Ekspor Hasil Perikanan Terhadap Total Nilai Ekspor
menurut Provinsi, 2014-2015 .......................................................... 84
Percentage of Export Value on Fishery Products to Total of Export Value
by Province, 2014-2015
3.9 Volume dan Nilai Ekspor Hasil Perikanan menurut Komoditas Utama,
2012-2016 ................................................................................. 85
Export Volume and Value of Fish Product By Major Commodities, 2012-2016

id
3.10 Volume Impor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Ton) .............. 86

.
go
Volume of Import on Fishery Products by Province, 2012-2016 (Tonnes)
p s.
3.11 Nilai Impor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (000 US$) ............ 87
Value of Import on Fishery Products by Province, 2012-2016 (000 US$)
.b

3.12 Persentase Nilai Impor Hasil Perikanan Terhadap Total Nilai Impor
w

menurut Provinsi, 2014-2015 .......................................................... 88


w
//w

Percentage of Import Value on Fishery Products to Total of Import Value


by Province, 2014-2015
s:

3.13 Volume dan Nilai Impor Hasil Perikanan menurut Komoditas Utama,
tp

2012-2016 ................................................................................ 89
ht

Import Volume and Value of Fish Product By Major Commodities, 2012-2016


3.14 Exploitasi Sumber Daya Ikan di Indonesia, 2012-2015 (Ton) ...................... 90
Exploitation of Fish Resources in Indonesia, 2012-2015 (Tonnes)
3.15 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Indonesia, 2012-2015 (Juta Rupiah) ....... 91
Production Value of Fish Resources in Indonesia, 2012-2015 (Million Rupiahs)
3.16 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Barat Sumatera, 2012-2015 (Ton) .............. 92
Exploitation of Fish Resources in Western Sumatera, 2012-2015 (Tonnes)
3.17 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Timur Sumatera, 2012-2015 (Ton) ............. 93
Exploitation of Fish Resources in Eastern Sumatera, 2012-2015 (Tonnes)
3.18 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Utara Jawa, 2012-2015 (Ton) ................... 94
Exploitation of Fish Resources in Northern Java, 2012-2015 (Tonnes)
3.19 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan Jawa, 2012-2015 (Ton) ................. 95
Exploitation of Fish Resources in Southern Java, 2012-2015 (Tonnes)

xxii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


3.20 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Bali dan Nusa Tenggara, 2012-2015 (Ton) ..... 96
Exploitation of Fish Resources in Bali and Nusa Tenggara, 2012-2015 (Tonnes)
3.21 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selat Malaka, 2012-2015 (Ton) ................. 97
Exploitation of Fish Resources in Malacca Strait, 2012-2015 (Tonnes)
3.22 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan/Barat Kalimantan,
2012-2015 (Ton) .......................................................................... 98
Exploitation of Fish Resources in Southern/Western Kalimantan,
2012-2015 (Tonnes)
3.23 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Timur Kalimantan, 2012-2015 (Ton) ........... 99
Exploitation of Fish Resources in Eastern Kalimantan, 2012-2015 (Tonnes)
3.24 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Utara Sulawesi, 2012-2015 (Ton) ............... 100

id
Exploitation of Fish Resources in Northern Sulawesi, 2012-2015 (Tonnes)

.
go
3.25 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan Sulawesi, 2012-2015 (Ton) ............ 101
s.
Exploitation of Fish Resources in Southern Sulawesi, 2012-2015 (Tonnes)
p
3.26 Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Maluku dan Papua, 2012-2015 (Ton) ........... 102
.b

Exploitation of Fish Resources in Maluku and Papua, 2012-2015 (Tonnes)


w

3.27 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Barat Sumatera,


w
//w

2011-2014 (Juta Rupiah) ................................................................ 103


Production Value of Fish Resources in Western Sumatera,
s:

2011-2014 (Million Rupiahs)


tp

3.28 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Timur Sumatera,


ht

2011-2014 (Juta Rupiah) ................................................................ 104


Production Value of Fish Resources in Eastern Sumatera,
2011-2014 (Million Rupiahs)
3.29 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Utara Jawa, 2011-2014 (Juta Rupiah) ..... 105
Production Value of Fish Resources in Northern Java,
2011-2014 (Million Rupiahs)
3.30 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan Jawa, 2011-2014 (Juta Rupiah) ... 106
Production Value of Fish Resources in Southern Java,
2011-2014 (Million Rupiahs)
3.31 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Bali dan Nusa Tenggara,
2011-2014 (Juta Rupiah) ................................................................ 107
Production Value of Fish Resources in Bali and Nusa Tenggara, 2011-2014
(Million Rupiahs)

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxiii


3.32 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selat Malaka, 2011-2014 (Juta Rupiah).... 108
Production Value of Fish Resources in Malacca Strait, 2011-2014
(Million Rupiahs)
3.33 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan/Barat Kalimantan, 2011-2014
(Juta Rupiah) ............................................................................. 109
Production Value of Fish Resources in Southern/Western Kalimantan,
2011-2014 (Million Rupiahs)
3.34 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Timur Kalimantan, 2011-2014
(Juta Rupiah) ............................................................................. 110
Production Value of Fish Resources in Eastern Kalimantan, 2011-2014
(Million Rupiahs)

id
3.35 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Utara Sulawesi, 2011-2014

.
go
(Juta Rupiah) ............................................................................. 111
s.
Production Value of Fish Resources in Northern Sulawesi, 2011-2014
p
(Million Rupiahs)
.b

3.36 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan Sulawesi, 2011-2014


w

(Juta Rupiah) ............................................................................. 112


w
//w

Production Value of Fish Resources in Southern Sulawesi, 2011-2014


(Million Rupiahs)
s:

3.37 Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Maluku dan Papua, 2011-2014
tp

(Juta Rupiah) ............................................................................. 113


ht

Production Value of Fish Resources in Maluku and Papua, 2011-2014


(Million Rupiahs)
3.38 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi, Pemanfaat Laut, dan Keberadaan
Mangrove, 2014 ......................................................................... 114
Number of Seaside Villages by Province, Utilization of the sea,
and the Existence of Mangrove, 2014
3.39 Luas Usaha dan Produksi Budidaya Tambak dan Laut menurut Provinsi,
2015 (Ton)................................................................................. 115
Area and Production of Brackishwater Pond and Mariculture by Province,
2015 (Tonnes)
3.40 Jumlah Benih Ikan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi,
2014-2015 ................................................................................. 116
Number of Fish Seeds by Type of Culture and Province, 2014-2015

xxiv Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


3.41 Jumlah Pakan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi,
2011-2015 ................................................................................. 119
Number of Feed by Type of Culture and Province, 2011-2015
3.42 Jumlah Pupuk yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi,
2011-2015 ................................................................................. 122
Number of Fertilizer by Type of Culture and Province, 2011-2015
3.43 Jumlah Obat-obatan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi,
2011-2015 ................................................................................. 123
Number of Pesticide by Type of Culture and Province, 2011-2015
3.44 Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari dari Ikan menurut Provinsi dan
Tipe Daerah, 2015-2017 (kkal) ......................................................... 124

id
Daily Average per Capita Consumption of Calorie from Fish by Province and

.
go
Type of Region, 2015-2017 (kcal)
s.
3.45 Rata-Rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari dari Ikan menurut Provinsi dan
p
Tipe Daerah, 2015-2017 (kkal) ......................................................... 125
.b

Daily Average per Capita Consumption of Protein from Fish by Province and
w

Type of Region, 2015-2017 (kcal)


w
//w

3.46 Kejadian Tumpahan Minyak di Perairan Indonesia, 1997-2016 .................... 126


Occurrence of Oil Spill in Indonesian Waters, 1997-2016
s:

3.47 Kualitas Air Laut di Sekitar Pelabuhan di Indonesia, 2016 ......................... 127
tp

Quality of Sea Water Around Port in Indonesia, 2016


ht

3.48 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Terjadinya Pencemaran, 2014 ... 130
Number of Seaside Villages by Province and Pollution Incident, 2014
3.49 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi, Tempat Buang Sampah oleh
Sebagian Besar Keluarga, dan Ketersediaan Tempat Penampungan Sampah
Sementara (TPS), 2014 ................................................................. 132
Number of Seaside Villages by Province, Type of Garbage Dump Area,
and Temporary Shelters Trash, 2014
3.50 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Perubahan Penggunaan
(Konversi) Lahan Selama Setahun Terakhir, 2014 ................................... 133
Number of Seaside Villages by Province and Land Conversion during
Last Year, 2014

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxv


3.51 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Kejadian/Bencana Alam
yang terjadi selama 3 Tahun Terakhir, 2014 ......................................... 134
Number of Seaside Village by Province and Type of Natural Disaster for the
Last 3 Years, 2014
3.52 Jumlah Desa Tepi Laut yang Mempunyai Fasilitas/Upaya Antisipasi/Mitigasi
Bencana Alam menurut Provinsi, 2014 ............................................... 136
Number of Seaside Villages Having Anticipation/Mitigation of Natural
Disasters Facility by Province, 2014

IV. KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR/COASTAL COMMUNITY LIVELIHOODS


4.1 Rata-rata Upah Buruh Tani Nasional Sektor Perikanan (Rp/Hari),

id
2011-2016 ............................................................................... 161

.
go
Average of National Wages of Farm Laborers Fishery Sector (Rupiahs/Day),
2011-2016
p s.
4.2 Persentase Rumah Tangga Usaha Penangkapan Ikan Menurut Jenis
.b

Kapal/Perahu dan Kondisi Kesulitan Dalam Pemasaran, 2014 .................. 162


w

Percentage of Fishing Household by Type of Ship/Boat and Complication


w
//w

in Marketing Condition, 2014


4.3 Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Ikan yang Diusahakan dan
s:

Penyebab Utama Kesulitan Pemasaran, 2014 ...................................... 163


tp

Percentage of Fishing Household by Type of Ship/Boat and Complication


ht

in Marketing Condition, 2014


4.4 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Sumber Penghasilan
Utama Sebagian Besar Penduduk, 2014 ............................................. 164
Number of Seaside Villages by Province and Main Income Source
of Major Population, 2014
4.5 Jumlah Nelayan di Laut menurut Propinsi, 2011-2015 (Orang) ................... 166
Number of Marine Fishermen by Province, 2011-2015 (Person)
4.6 Jumlah Nelayan di Laut menurut Provinsi dan Kategori Nelayan,
2015 (Orang).............................................................................. 167
Number of Marine Fishers by Province and Category of Fishers, 2015 (Person)
4.7 Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan menurut Provinsi, 2016 ............. 168
Fisherman and Fish Farmers’ Terms of Trade Value by Province,
2016 (2012=100)

xxvi Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


4.8 Nilai Tukar Nelayan menurut Provinsi, 2016 ......................................... 170
Fishermans’ Terms of Trade Value by Province, 2016 (2012=100)
4.9 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan menurut Provinsi, 2016 ............................. 172
Fish Farmers’ Terms of Trade Value by Province, 2016 (2012=100)
4.10 Jumlah Desa Tepi Laut yang menerima Dana Modal Usaha untuk Program
Pemberdayaan Masyarakat Selama 3 tahun terakhir menurut Provinsi dan
Sumber Dana, 2014 ...................................................................... 174
Number of Seaside Villages that Receive Capital Fund through the Comunity
Empowerment Program for the Last 3 years by Province and Type of Funding
Sources, 2014
4.11 Luas Lahan, Jumlah Produksi, dan Jumlah Petambak Garam menurut Provinsi,

id
2011-2015 ................................................................................. 176

.
go
Land Area, Production Number, and Labors Number of Salt Farmers by
Province, 2011-2015
p s.
4.12 Jumlah Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan (RTP/PP) Tangkap di Laut
.b

menurut Provinsi, 2011-2015 .......................................................... 179


w

Number of Marine Capture Household/Fishing Company by Province,


w
//w

2011-2015
4.13 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Laut dan Tambak serta
s:

Pembudidaya Ikan menurut Provinsi, 2015 .......................................... 180


tp

Number of Mariculture and Brackishwater Pond Culture Households and


ht

Fish Farmer by Province, 2015


4.14 Jumlah Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan (RTP/PP) Tangkap di Laut
menurut Provinsi dan Jenis Perahu yang Digunakan, 2015 ........................ 181
Number of Marine Capture Fisheries Households/Fishing Company by
Province and Type of Fishing Boat, 2015
4.15 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Perairan Laut menurut Provinsi dan
Jenis Kapal yang Digunakan, 2014-2015.............................................. 182
Number of Marine Fishing Boats by Province and Type of Fishing Boat,
2014-2015
4.16 Jumlah Alat Penangkap Ikan Laut menurut Jenis Alat Penangkap,
2011-2015 (buah) ........................................................................ 183
Number of Marine Fishing Gear by Type of Fishing Gear, 2011-2015 (units)

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxvii


4.17 Jumlah Desa yang Berbatasan Langsung dengan Laut menurut Keberadaan
Permukiman di Bantaran Sungai, di Bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra
Tinggi (SUTET), dan Permukiman Kumuh, 2014 ..................................... 185
Number of Seaside Villages by Availability of Settlement on River Bank,
Below Extra High Voltage Air Channel, and Slum Settlement, 2014
4.18 Jumlah Keluarga pada Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Pengguna Listrik,
2014........................................................................................ 187
Number of Families on Seaside Villages by Province and Power Electricity
Users, 2014
4.19 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi, Tempat Buang Air Besar, dan
Tempat/Saluran Pembuangan Limbah Cair/Air Kotor Sebagian Besar

id
Keluarga, 2014 ........................................................................... 188

.
go
Number of Seaside Villages by Province, Type of Toilet Facility, and Type of
s.
Drain/Area Liquid Waste Disposal by Most of Families, 2014
p
4.20 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi, Sumber Air Minum, dan Jenis
.b

Bahan Bakar untuk Memasak Sebagian Besar Keluarga, 2014 ..................... 189
w

Number of Seaside Villages by Province, Main Source of Drinking Water,


w
//w

and Type of Cooking Fuel Most of Families, 2014


4.21 Jumlah Desa Tepi Laut yang mempunyai Fasilitas Pendidikan menurut
s:

Provinsi dan Tingkat Pendidikan, 2014 ............................................... 192


tp

Number of Seaside Villages Having Education Facility by Province and


ht

Type of Education Level, 2014


4.22 Jumlah Desa Tepi Laut yang Mempunyai Sarana Kesehatan menurut Provinsi
dan Jenis Sarana Kesehatan, 2014 .................................................... 195
Number of Seaside Villages Having Health Facility by Province and Type of
Health Facility, 2014
4.23 Banyaknya Desa di Tepi Laut Menurut Keberadaan Tenaga Kesehatan
Dan Dukun Bayi Yang Tinggal Di Desa, 2014 ......................................... 197
Number of Seaside Villages By Availability Of Health Practitioner And
Traditional Birth Attendant Who Live In Village, 2014
4.24 Banyaknya Desa Tepi Laut Menurut Keberadaan Warga Penerima Jamkesmas/
Jamkesda, BPJS Kesehatan (JKN), dan Warga Penerima Surat Keterangan
Tidak Mampu Pada Tahun 2013 ....................................................... 198
Number of Seaside Villages By Presence Of People Who Received Jamkesmas/
Jamkesda, JKN, and People Who Received Poor Certificate In 2013

xxviii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


4.25 Banyaknya Desa Tepi Laut menurut Keberadaan Penderita Gizi Buruk dan
Orang yang Dipasung , 2014 ........................................................... 199
Number of Seaside Villages by Presence of Malnutrition and
Deprived People, 2014
4.26 Jumlah Desa Tepi Laut yang Mempunyai Sarana Perdagangan dan Hotel
menurut Provinsi, 2014 ................................................................. 200
Number of Seaside Villages Having Trade Facility and Hotel by Province,
2014
4.27 Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Sarana dan Prasarana
Transportasi Antardesa, 2014 .......................................................... 201
Number of Seaside Villages by Province and Transportation Facilities

id
between Village, 2014

.
go
4.28 Jumlah Desa Tepi Laut yang Mempunyai Sarana Komunikasi menurut Provinsi
p s.
dan Jenis Sarana Komunikasi, 2014 .................................................. 202
Number of Seaside Villages Having Communication Facilities by Province
.b

and Type of Communication Facility, 2014


w

4.29 Banyaknya Desa Tepi Laut menurut Keberadaan Base Transceiver Station
w
//w

(BTS) dan Sinyal Telepon Seluler, 2014 ............................................... 205


Number of Seaside Villages by Existence Of Base Transceiver Station (BTS)
s:

and Cellular Phone Signal, 2014


tp

4.30 Banyaknya Desa Tepi Laut menurut Keberadaan dan Jenis Industri Kecil dan
ht

Mikro, 2014 ............................................................................... 206


Number of Seaside Villages by Availability and Type of Small and
Micro Industry, 2014
4.31 Jumlah Desa Tepi Laut yang Mempunyai Sarana Koperasi menurut
Provinsi, 2014 ............................................................................ 208
Number of Seaside Villages Having Cooperation Facility by Province, 2014
4.32 Banyaknya Desa Tepi Laut Menurut Keberadaan Bank, 2014 ...................... 209
Number of Seaside Villages by Availability of Bank, 2014
4.33 Jumlah Penyuluh Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Orang) .............. 210
Number of Fishery Counselling by Province, 2012-2016 (Person)
4.34 Jumlah Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) menurut
Provinsi dan Bidang Usaha, 2016 ...................................................... 211
Number of Independent Training Center of Marine and Fisheries by Province
and Business Field, 2016

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxix


V. KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR/ POLICY,
STRATEGY, AND PLANNING MANAGEMENT OF COASTAL AREAS
5.1 Program Prioritas dan Pagu Indikatif KKP Tahun 2017 .............................. 225
Priority Program and Indicative Budget of Ministry of Marine and Fishery,
2017
5.2 Kebijakan Pemerintah Daerah terkait Kelautan dan Perikanan................... 226
Local Goverment Policies related to Marine and Fisheries
5.3 Jumlah Peraturan Perundang-undangan (Peraturan Daerah, Peraturan
Pemerintah, Surat Keputusan Menteri, dan Undang-undang) di Bidang
Kelautan dan Perikanan, 2012-2016 .................................................. 227
Number of Legislation (Local Laws, Government Regulations, the Decree

id
of the Minister, and Law) in the Marine and Fishery Sector, 2012-2016

.
go
5.4 Nilai dan Persentase APBD Provinsi untuk Perikanan dan Kelautan terhadap
p s.
APBD Provinsi menurut Provinsi, 2015-2016 ......................................... 228
Value and Percentage of Provincial Budget for The Marine and Fishery
.b

by Province, 2015-2016
w

5.5 Penanaman/Rehabilitasi Hutan Mangrove, Rawa, dan Gambut menurut


w
//w

Provinsi, 2011-2015 (Ha) ................................................................ 229


Mangrove, Peat, and Swamp Forest Plantation/Rehabilitation by Province,
s:

2011-2015 (Ha)
tp

5.6 Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan


ht

Hidup (PROPER) yang terkait dengan Pesisir dan Kelautan Berdasarkan


Kategori Peringkat, 2015-2016......................................................... 230
Result of Corporate Performance Rating in Environmental Management
(PROPER) related to Coastal and Marine Based by Category Ranking,
2015-2016
5.7 Jumlah dan Nama Speedboat Pengawas menurut Provinsi, 2015 ................ 232
Number and Name of Surveillance Speedboat by Province, 2015
5.8 Jumlah Tindak Pidana Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Kasus) ......... 234
Number of Fisheries Crime by Province, 2012-2016 (Cases)
5.9 Jumlah Tindak Pidana Perikanan menurut Jenis Tindak Pidana, 2011-2015
(Kasus)..................................................................................... 235
Number of Fisheries Crime by Type of Crime, 2011-2015 (Cases)
5.10 Hasil Operasi Kapal Pengawas, 2012-2016 (buah) .................................. 237
The Result of Surveillance Operations Vessels, 2012-2016 (units)

xxx Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


5.11 Jumlah Kapal yang ditangkap menurut Negara Asal, 2012-2016 ................. 238
Number of Arrested Vessel by Origin Country, 2012-2016
5.12 Jumlah Kapal Tindak Pidana Perikanan yang ditenggelamkan Berdasarkan
Bendera Asal, 2015-2016 ............................................................... 239
Number of Ship Sunk of Fisheries Crime by Origin Flag, 2015-2016
5.13 Jumlah Polisi Khusus Pengawasan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil,
2012-2016 ................................................................................. 240
Number of Special Police Surveillance of Coastal Area and Small Island,
2012-2016
5.14 Jumlah Awak KapaI Pengawas, 2012-2016 (Orang) ................................. 241
Number of Surveillance Vessel’s Crews, 2012-2016 (People)

id
5.15 Kelembagaan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan,

.
go
2015-2016 ................................................................................. 242
s.
The Institution of Marine and Fisheries Resources Surveillance, 2015-2016
p
5.16 Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawasan (POKMASWAS), 2012-2016 .......... 244
.b

Number of Community Control Groups by Province, 2012-2016


w

5.17 Jumlah Lulusan Sekolah Perikanan Lingkup Kementerian Kelautan dan


w
//w

Perikanan menurut Provinsi dan Nama Sekolah, 2011-2015 ....................... 245


Number of Fishery School Alumni in Ministry of Marine Affairs and Fisheries
s:

by Province and Name of School, 2011-2015


tp

5.18 Jumlah Peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan menurut Satuan Kerja
ht

Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, 2012-2016 ..... 246
Number of Ministry of Marine Affairs and Fisheries Researchers by working
unit and Laboratory by Each Work Unit of Agency of Marine and
Fisheries Research, 2012-2016
5.19 Jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Tersertifikat Lingkup Balitbang KP
dan Capaian Sertifikat Paten Sentra HKIKKP, 2012-2016 ........................... 247
Number of The Right of Intelectual Sertification in Agency of Marine and
Fisheries Research and The Achievement of Patent Registration Center
of Right of Intelectual Ministry of Marine Affairs and Fisheries, 2012-2016

VI. TANTANGAN DI MASA DEPAN: KONDISI TRANSPORTASI LAUT NASIONAL/CHALLENGES


FOR THE FUTURE: CONDITION OF NATIONAL MARINE TRANSPORTATION
6.1 Rute Tol Laut/Marine Highway Route ............................................... 259

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxxi


6.2 Laju Inflasi 20 Kota yang dilewati Tol Laut di Indonesia ........................... 260
Inflation Rate of 20 Cities Passed by Marine Highway in Indonesia (2012=100)
6.3 Posisi Logistic Performance Index (LPI) Indonesia, 2012–2016 .................. 261
Indonesia Logistic Performance Index (LPI) Positions, 2012–2016
6.4 Peringkat dan Nilai Indonesia Tiap Indikator ...................................... 262
Logistic Performance Index (LPI) 2016
6.5 The Global Competitiveness Index World Economic Forum 2014–2017
(Infrastruktur/Infrastructure) ....................................................... 263
6.6 Peringkat Pelabuhan di Kawasan Asia Tenggara, 2014-2015 ..................... 264
Port Ranking in Southeast Asia Region, 2014-2015

. id
go
p s.
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

xxxii Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


DAFTAR GAMBAR/LIST OF FIGURES

Halaman
Page
1.1 Pembagian Wilayah Ekoregion Laut di Indonesia ........................................... 5
Division of Marine Ecoregion in Indonesia
1.2 Jenis Keanekaragaman Hayati Biota Laut/Type of Biodiversity of Sea Biota .......... 6
2.1 Peta WPPNRI beserta Potensinya .............................................................. 20
Map of Fishery Management Area of the Republic of Indonesia and its Potential
2.2 Luas Mangrove, Terumbu Karang, dan Padang Lamun di Indonesia, 2014-2016 ........ 24

id
The Area of Mangroves, Coral Reefs, and Sea Grasses in Indonesia, 2014-2016

.
go
2.3 Peta Cekungan Sedimen Tersier di Indonesia, 2007 ........................................ 29
Map of Tertiary Sedimentary Basins in Indonesia, 2007
p s.
2.4 Peta Kandungan Mineral di Kawasan Perairan Indonesia .................................. 30
.b

Map of Mineral Content in Indonesian Waters Area


w

2.5 Alur Laut Kepulauan Indonesia/Archipelagic Sea Lanes of Indonesia ................... 34


w
//w

3.1 Angka Konsumsi Ikan per Kapita, 2011-2015 ................................................ 66


Fish Consumption per Capita, 2011-2015
s:

3.2 Produksi Perikanan Indonesia, 2011-2015 .................................................... 68


tp

Fisheries Production of Indonesian, 2011-2015


ht

3.3 Pengetahuan tentang Perubahan Iklim/Knowledge about Climate Change ............ 73


4.1 Perkembangan Desa Tepi Laut dan Persentase Desa Tepi Laut menurut Sumber
Penghasilan Utama .............................................................................. 140
Overview of Seaside Villages and Percentage of Seaside Villages by Major Earnings
Source
4.2 Perkembangan Jumlah Nelayan, di Laut, Persentase Nelayan di Laut menurut Kategori
Nelayan, dan Persentase Nelayan di Laut menurut Kelompok Umur .................... 141
Overview of the Number of Fishermen, by the Sea, Percentage of Fishermen in the
Sea by Category of Fishermen, and Percentage of Fishermen in the Sea by Age Group
4.3 Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP), 2014-2016 .......................... 144
Fisherman and Fish Farmers’ Terms of Trade (NTNP), 2014-2016
4.4 Grafik Produksi PUGAR, 2011-2016 ........................................................... 147
Graphic of People’s Salt Empowerment Program Production, 2011-2016

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxxiii


4.5 Grafik Perkembangan RTP/PP Tangkap di Laut menurut Jenis Perahu yang Digunakan,
2014-2016 ......................................................................................... 149
Graphic of Overview of Capture Fishery Household/Company by Type of Boat Used,
2014-2016
5.1 Jumlah Perusahan Perikanan dan Galangan Kapal Berdasarkan Peringkat PROPER
yang Diberikan, 2013-2014, 2014-2015, 2015-2016 ........................................ 219
Number of Fishing Enterprises and Shipyard based on PROPER Rating Provided,
2013-2014, 2014-2015, 2015-2016
5.2 Jumlah Hakim Adhoc di Pengadilan Perikanan .............................................. 221
Number of Adhoc Judges in Fisheries Court
6.1 Rute Tol Laut/Marine Highway Route ........................................................ 252

id
7.1 Kerangka Kerja DPSIR (Driving forces-Pressures-States-Impacts-Responses) .......... 269

.
go
The DPSIR (Driving forces-Pressures-States-Impacts-Responses) Framework
p s.
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

xxxiv Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


DAFTAR SINGKATAN/LIST OF ABBREVIATIONS

ALKI : Alur Laut Kepulauan Indonesia /Indonesian Archipelagic Sea Lane


APBD : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/Regional Revenue and Expenditure Budget
AT : Approach Time
B3 : Bahan Beracun dan Berbahaya/Hazardous and Toxic Waste
Bappenas : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Ministry of National Development
Planning
BIG : Badan Informasi Geospasial/Geospatial Information Agency

id
BMAL : Baku Mutu Air Laut /Marine Water Quality Standard

.
go
BOD5 : 5 days Biochemical Oxygen Demand
BPPT : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi/Agency for the Assessment and
s.
p
Application of Technology
.b

bph : barel per hari/barel per day


w

BPLHD : Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah/Regional Environmental Agency


w
//w

BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/Social Insurance Administration Organization


BPR : Bank Perkreditan Rakyat/People’s Credit Bank
s:

BTS : Base Transceiver Stasion


tp

BUMN : Badan Umum Milik Negara/Indonesia State-Owned Enterprises


ht

CAP : Chlor Alkali Plant


COD : Chemical Oxygen Demand
DAS : Daerah Aliran Sungai/Watershed
DO : Dissolved Oxygen
DPN : Destinasi Pariwisata Nasional/National Tourism Destinations
DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/Regional House of People’s Representatives
DPSIR : Driving forces-Pressures-States-Impacts-Responses
DWT : Dead Weight Tonnage
EBTKE : Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi/New Renewable Energy and Energy
Conservation
EEA : European Environment Agency
EL : Ekoregion Laut/Marine Ecoregion
ENSO : El-Nino Southern Oscillation

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxxv


ESDM : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/Ministry of Energy and Mineral
Resources
ET/BT : Effective Time/Berth Time
FAO : Food and Agriculture Organization
GRK : Gas Rumah Kaca/Greenhouse Gas Emissions
GT : Gross Tonnage
HKI : Hak Kekayaan Intelektual/Intellectual Property Rights (IPR)
HKIKKP : Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Kelautan dan Perikanan/Intellectual Property
Rights of Ministry of Marine Affairs and Fisheries
IHK : Indeks Harga Konsumen/Consumer Price Index

id
ISPS : International Ship and Port Facility Security

.
go
IUU : Illegal, Unreported, and Unregulated
Jamkesda : Jaminan Kesehatan Daerah/Regional Health Insurance
s.
p
Jamkesmas : Jaminan Kesehatan Masyarakat/Public Health Insurance
.b

Kehati : Keanekaragam Hayati/Biodiversity


w

KII : Kapal Ikan Indonesia/Indonesian Fishing Vessels


w
//w

KIA : Kapal Ikan Asing/Foreign Fishing Vessels


KKP : Kementerian Kelautan dan Perikanan/Ministry of Marine and Fisheries
s:

KLHK : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Ministry of Environment and Forestry


tp

KP : Kapal Pengawasa/Surveillance Vessel


ht

KPPN : Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional/National Tourism Development Zone


KSPN : Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/National Strategic Tourism Area
KUB : Kelompok Usaha Bersama/Joint Business Group
KUD : Koperasi Unit Desa/Village Cooperation Unit
LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/Indonesian Institute of Sciences
LPG : Liquefied Petroleum Gas
LPI : Logistics Performance Index
MW : Mega Watt
NKRI : Negara Kesatuan Republik Indonesia/The Republic of Indonesia
NTNP : Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan/Fisherman and Fish Farmers’ Terms of
Trade
NTN : Nilai Tukar Nelayan/Fishermans’ Terms of Trade
NTPi : Nilai Tikar Pembudidaya Ikan/Fish Farmers’ Terms of Trade

xxxvi Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


OECD : Organisation for Economic Co-operation and Development
OTEC : Ocean Thermal Energy Conversion
P2MKP : Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan/Independent Training Center of
Marine and Fisheries
PAM : Perusahaan Air Minum/Water Company
PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum/Regional Water Company
PDB : Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product (GDP)
PEMP : Pemberdayan Ekonomi Masyarakat Pesisir/Economic Empowerment of Coastal
Communities
pH : potential of Hydrogen

id
PHP : Pengolahan Hasil Perikanan/Processing of Fisheries Products

.
go
PIHPS : Pusat Informasi Harga Pangan Strategis/Strategic Food Price Information Center
PLN : Perusahaan Listrik Negara/State Electricity Company
s.
p
PLTAL : Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut/Sea Flow Power Plant
.b

PMDN : Proyek Penanaman Modal Dalam Negeri/Domestic Investment Projects


w

PML : Penanaman Modal Luar Negeri/Foreign Investment


w
//w

PNPM : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat/National Program for Community


Empowerment
s:

PODES : Potensi Desa/Village Potential Statistics of Indonesia


tp

POKMASWAS : Pembinaan Kelompok Masyarakat Pengawas/Community Development Group


ht

Supervisor
PROPER : Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup/Corporate
Performance Rating in Environmental Management
PSDKP : Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan/Surveillance of Marine Resources
and Fisheries
PUGAR : Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat/People’s Salt Empowerment Program
RPPLH : Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup/Environmental Protection
and Management Plan
RTP/PP : Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan/Capture Household/Fishing Company
SBNP : Sarana Bantu Navigasi Pelayaran/Sail Navigation Support Facility
SKTM : Surat Keterangan Miskin/Poor Mark Certificate
SLB : Sekolah Luar Biasa/Special School
SPB : Surat Persetujuan Berlayar/Sailing Approval Letter

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxxvii


STP : Sekolah Tinggi Perikanan/Fisheries School
SUPM : Sekolah Umum Perikanan Menengah/Secondary Fishery Business Schools
SUTET : Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi /Below Extra High Voltage
TPA : Tempat Pembuangan Akhir/Landfill
TPID : Tim Pengendalian Inflasi Daerah/Regional Inflation Control Team
TPS : Tempat Penampungan Sampah Sementara/Temporary Shelters Trash
TVRI : Televisi Republik Indonesia/Indonesia’s Broadcasting Television Network
TSS : Total Suspended Solids
UMR : Upah Minimum Regional/Regional Minimum Wage
UNCLOS : United Nations Convention on the Law of the Sea

id
UNCSGN : United Nations Conferences on the Standardization of Geographical Names

.
go
UNGEGN : United Nations Group of Experts on Geographical Names
WPPNRI : Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia/State Fisheries
s.
p
Management Territory of the Republic of Indonesia
.b

WEF : The World Economic Forum


w

WMO : The World Meteorological Organization


w
//w

WT : Waiting Time
ZEE : Zona Ekonomi Ekslusif/Exclusive Economic Zone
s:
tp
ht

xxxviii S t a t i s t i k S u m b e r D a y a L a u t d a n P e s i s i r 2 0 1 7
PENJELASAN UMUM/EXPLANATORY NOTES

TANDA-TANDA/SYMBOLS :

Data belum tersedia/Data not yet available : ...


Data tidak tersedia atau dapat diabaikan/Data not available or negligible : -
Data kurang dari setengah satuan yang digunakan/
Data less than half of the unit used : 0
Data/angka sementara/Preliminary figures : x)

id
Data/angka sangat sementara/Very preliminary figures : xx)

.
go
Data/angka diperbaiki/Revised figures : r)
Data/angka perkiraan/Estimation figures s. : e)
p
Tidak Terdeteksi/Undetected : tt
.b

Tidak Terpantau/Not Monitored : tp


w
w
//w

SATUAN/UNITS :
s:
tp

Liter (untuk beras)/Litre (for rice) : 0,80 kg


ht

Barrel : 158,99 liter = 1/6,2898 m3.


mscf : 1/35,3 m3.
Long ton : 1.016,50 kg.
Metric ton (m. ton) : 0,98421 long ton = 1.000 kg.
Hectare (Ha) : 10.000 m2

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 xxxix


ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N
1.1. Negara Kepulauan 1.1. Archipelagic Country

Negara Kesatuan Republik Indonesia The Republic of Indonesia (NKRI) is


(NKRI) secara geografis terletak di sekitar garis geographically located around the equator,
khatulistiwa, tepatnya berada di antara 94°45´ between 94°45’ to 141°01’ east longitude and
BT - 141°01´ BT dan 06°08´ LU - 11°05´ LS. Tiga 06°08’ north latitude to 11°05’ south latitude.
perempat wilayah Indonesia adalah wilayah per- Three-quarters of the Indonesian territory is
airan, yang terdiri dari kurang lebih 3,351 juta water, composed by approximately 3.351 mil-
km2 wilayah laut (perairan pedalaman, kepu- lion km2 of marine (inland waters, islands, and
lauan, dan laut territorial) dan kurang lebih 2,936 territorial sea) and approximately 2.936 mil-
juta km2 wilayah perairan Zona Ekonomi Ekslusif lion km2 of Exclusive Economic Zone (ZEE) and
(ZEE) dan landasan kontinen. NKRI mempunyai continental shelf. NKRI has the longest coastline

id
panjang garis pantai terpanjang kedua setelah after Canada, which is 99,093 km (BIG, 2016a).

.
Kanada, yaitu 99.093 km (BIG, 2016a).

go
NKRI sebagai negara kepulauan memiliki NKRI, as an archipelagic country, has
2
luas daratan sekitar 1,919 juta km dengan jum-
p s.
about 1.919 million km2 of land area with the
lah pulau terbanyak di dunia yaitu 17.504 pulau. largest number of islands in the world which
.b

Pulau-pulau tersebut terdiri dari pulau besar, is 17,504 islands. The islands consist of large,
w

sedang maupun kecil dan belum seluruhnya diberi medium, small, and not entirely named island.
w

nama. Baru sekitar 16.056 pulau yang telah mem- There are only about 16,056 islands have names
//w

punyai nama dan didaftarkan oleh Tim Nasional and are registered by “Tim Nasional Pembakuan
Pembakuan Nama Rupa Bumi (BIG, 2017). Dari Nama Rupa Bumi” (BIG, 2017). From 2007 to
s:

tahun 2007 sampai dengan 2012, tim tersebut 2012, the team has successfully verified 76.83
tp

telah berhasil memverifikasi 76,83 persen pulau percent of the islands in Indonesia (Table 1.4).
ht

yang ada di Indonesia (Tabel 1.4). Kemudian pada In 2017, the “Tim Nasional Pembakuan Nama
tahun 2017, Tim Nasional Pembakuan Nama Rupa Rupa Bumi” has reported 2,590 more islands to
Bumi telah melaporkan 2.590 pulau lagi kepada the UN through the United Nations Conferences
PBB melalui forum United Nations Conferences on the Standardization of Geographical Names
on the Standardization of Geographical Names (UNCSGN) and United Nations Group of Experts
(UNCSGN) dan United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) which held in
on Geographical Names (UNGEGN) yang diseleng- New York, on August 7-18, 2017.
garakan di New York, pada tanggal 7-18 Agustus
2017.
Pulau besar yang dimiliki NKRI ada lima, There are five major islands in NKRI,
yaitu Kalimantan (544.150 km 2 ), Sumatera Kalimantan (544,150 km2), Sumatera (480,793
(480.793 km2), Papua (418.708 km2), Sulawesi km2), Papua (418,708 km2), Sulawesi (188,522
(188.522 km 2), dan Jawa (129.438 km2) sedang- km2), and Java (129,438 km2) while the rest are
kan sisanya merupakan pulau sedang dan kecil small and medium islands spread from Sabang to
yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan Merauke and adjacent to neighboring countries
berbatasan dengan negara tetangga (Tabel 1.2). (Table 1.2). Not all islands are habited by the
Tidak semua pulau dihuni oleh penduduk Indo- Indonesian population and causing illegal activity

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 3


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R
nesia, hal inilah yang menyebabkan maraknya often and mainly occur on small and outermost
praktek illegal yang terutama terjadi pada pulau islands. From 111 small outermost islands in 22
kecil dan terluar. Dari 111 pulau-pulau kecil provinces, there are 41 islands that have been
terluar yang tersebar di 22 provinsi, terdapat habited by the population, while the other 67
41 pulau yang sudah didiami oleh penduduk, islands have no population, and the remaining
sementara 67 pulau lainnya tidak ada penduduk, 3 islands are not known whether residents are
dan 3 pulau sisanya belum diketahui ada tidaknya existed (Table 1.6).
penduduk (Tabel 1.6).
Secara administrasi, seluruh wilayah In- Administratively, the whole Indonesian
donesia terbagi habis ke dalam 34 provinsi, 514 is divided into 34 provinces, 514 districts, 7,083
kabupaten, 7.083 kecamatan, dan 82.038 wilayah sub-districts, and 82,038 villages (Table 1.2.).
setingkat desa (Tabel 1.2.). Dan jika dilihat dari Viewed from the existence of area which directly

id
keberadaan wilayah yang berbatasan langsung adjacent to the sea, there is 15.61 percent of

.
dengan laut maka terdapat 15,61 persen desa/ villages which directly adjacent to the sea and

go
kelurahan yang berada di tepi laut dan sisanya the remaining 84.39 percent are not (PODES,
84,39 persen tidak berada di tepi laut (PODES,
p s.
2014). The percentage of coastal villages during
2014). Persentase desa/kelurahan yang berada 2008 to 2014 have increased. This is probably
.b

di tepi laut selama tahun 2008 sampai dengan due to the process of expansion of village areas
w

2014 mengalami kenaikan. Hal ini kemungkinan that are located on coastal. In 2014, Kepulauan
w

disebabkan adanya proses pemekaran wilayah Riau Province has the highest percentage of
//w

desa yang berada di tepi laut. Pada tahun 2014, coastal villages, which is 86.99 percent while the
province with the lowest percentage of coastal
s:

Provinsi Kepulauan Riau mempunyai persentase


desa tepi laut paling banyak yaitu 86,99 persen villages is in Sumatera Selatan Province at 0.90
tp

sedangkan provinsi dengan persentase desa tepi percent (Table 1.3).


ht

laut terendah terdapat di Provinsi Sumatera Se-


latan sebesar 0,90 persen (Tabel 1.3).
Indonesia sebagai negara maritim yang As a maritime country which has an
memiliki luas wilayah perairan 6,315 juta km2 me-
area of 6.315 million km2 of waters, Indonesia
merlukan perencanaan perlindungan dan penge- requires plans for the good water resources
lolaan sumber daya perairan yang baik. Untuk itu, protection and management. Therefore, the
ditetapkanlah pembagian wilayah ekoregion laut territorial division of the Indonesian marine
Indonesia yang secara umum bertujuan sebagai ecoregion which is generally intended as the ba-
dasar pertimbangan dalam penetapan Rencana sis for consideration in the establishment of the
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Environmental Protection and Management Plan
(RPPLH) serta memberikan arahan agar peneta- (RPPLH) and provides direction for the determi-
pan tersebut sesuai dengan karakteristik wilayah nation in accordance with the characteristics of
ekoregion (LIPI, 2014). Terdapat 18 wilayah the ecoregion area (LIPI, 2014) is set. There are
ekoregion laut di Indonesia, seperti yang ter- 18 marine ecoregion areas in Indonesia, as shown
saji pada Gambar 1.1 dan Tabel 1.1. Pembagian in Figure 1.1. and Table 1.1. The division is based
tersebut didasari oleh kesamaan karakteristik on the similarities of ecoregion characteristics
ekoregion yang mencakup karakteristik sumber that include the characteristics of natural re-

4 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N
daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya sources, ecosystems, geographical conditions,
masyarakat setempat, dan kearifan lokal, yang local cultures, and local wisdom, which entirely
keseluruhannya dapat mencapai keseimbang- can achieve a balance of utilization and nature
an antara pemanfaatan dan pelestarian alam conservation which can optimize the productivity
sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas of existing marine natural resources in order to
sumber daya alam laut yang ada demi mencapai achieve sustainable development (KLHK, 2013).
pembangunan yang berkelanjutan (KLHK, 2013).

Gambar Pembagian Wilayah Ekoregion Laut di Indonesia


1.1
Figure Division of Marine Ecoregion in Indonesia

. id
go
p s.
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

Sumber/Source : Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (Online : bp2ksi.litbang.kkp.go.id, diakses tanggal 6 September
2017)/Fish Resource Recovery Research Center (Online: bp2ksi.litbang.kkp.go.id, accessed September 6,
2017)

1.2. Keanekaragam Hayati (Kehati) 1.2. Biodiversity

Indonesia, secara geografi dilewati oleh Indonesia, geographically, is bypassed


dua jalur pegunungan muda dunia, di sebelah by two paths of the world’s young mountain
barat dilewati Pegunungan Mediterania dan di se- system, Mediterranean Mountains in the west
belah timur dilewati Pegunungan Sirkum Pasifik. and Circum-Pacific Mountains in the east. It
Hal ini menjadikan Indonesia memiliki banyak makes Indonesia has many active volcanoes and
gunung berapi yang aktif sehingga sering disebut often referred as The Pacific Ring of Fire. That
sebagai The Pasific Ring of Fire. Posisi geografis Geographical position causes Indonesia has a very

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 5


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R
tersebut menyebabkan Indonesia memiliki kehati high biodiversity. Biodiversity in Indonesia is a
yang sangat tinggi. Kehati Indonesia merupakan combination of Asia and Australia (Australasia)
gabungan antara Asia dan Australia (Australasia) as well as the encounters of the two continents.
serta kawasan pertemuan kedua benua.
Dari wilayah Sumatera sampai Papua, ke- From Sumatera to Papua, ecosystem
hati ekosistem terbagi menjadi 19 tipe ekosistem biodiversity is divided into 19 types of natural
alami yang terbagi lagi menjadi 74 tipe vege- ecosystems that are subdivided into 74 types
tasi. Namun, kekayaan kehati tersebut belum of vegetation. However, the wealth of the
seluruhnya teridentifikasi (Kartawinata (2013) biodiversity has not been fully identified (Kar-
dalam Bappenas (2016)). Jenis kehati di Indo- tawinata (2013) in Bappenas (2016)). The type
nesia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu of biodiversity in Indonesia can be grouped into
kehati yang hidup di ekosistem laut dan pantai two, the biological living in marine and coastal

id
(biota laut) dan kehati yang hidup di ekosistem ecosystems (marine biota) and living in terres-

.
terestrial (biota terestrial). Jenis biota laut di trial ecosystems (terrestrial biota) biodiversity.

go
Indonesia yang teridentifikasi baru sekitar 6.869 Marine biota in Indonesia has identified only
jenis termasuk tumbuhan laut (mangrove, alga,
p s.
about 6,869 species including marine plants
.b

Gambar Jenis Keanekaragaman Hayati Biota Laut


1.2
w

Figure Type of Biodiversity of Sea Biota


w
//w
s:
tp
ht

Sumber/Source : LIPI (2014) dalam Bappenas (2016)/LIPI (2014) in Bappenas (2016)

6 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N
dan lamun), yang terbagi 77,87 persen fauna (mangroves, algae, and seagrasses), which are
laut, 14,14 persen alga, 2,08 persen flora laut, divided into 77.87 percent of marine fauna,
dan 5,91 persen mikroba laut (Gambar 1.2.). 14.14 percent algae, 2.08 percent marine flora,
Hal ini sangat jauh berbeda dengan jenis kehati and 5.91 percent marine microbial (Figure 1.2.).
yang sudah teridentifikasi pada biota terestrial This is very different from a number of identified
dimana jumlahnya mencapai 126.806 jenis atau species in terrestrial biota which amounts are
18 kali lebih banyak dibandingkan dengan biota 126,806 species or 18 times more than marine
laut. Menurut Bappenas (2016), luasnya wilayah biota. According to Bappenas (2016), the extent
perairan di Indonesia dan kurangnya tenaga ahli of the territorial waters in Indonesia and the lack
taksonomi kelautan menjadi faktor terhambatnya of marine taxonomist became inhibit factor of
pengumpulan dan pendataan kehati biota laut. marine biota data collection.

. id
1.3. Manfaat Ekosistem Laut dan Pesisir 1.3. The Benefits of Marine and Coastal

go
Ecosystems
p s.
Wilayah ekosistem laut dan pesisir meru- Coastal and marine ecosystem areas are
.b

pakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai dynamic ecosystems and have unique characteris-
w

karakteristik unik. Dibutuhkan pengelolaan se- tics. It takes wise and integrated management
w

cara bijaksana dan terpadu sehingga wilayah ini so that the region is able to provide strategic
//w

mampu memberikan nilai strategis bagi pengem- value for the national economic development
and improve the community welfare. In addition
s:

bangan ekonomi nasional dan meningkatkan


kesejahteraan masyarakat. Selain potensi dari to the potential of the fishery sector, Indonesia’s
tp

sektor perikanan, laut Indonesia terkenal mem- marine is famous for its biodiversity and beauti-
ht

punyai keanekaragaman hayati dan keindahan ful beaches that can be an attraction for both
pantai yang dapat menjadi daya tarik wisatawan local and foreign tourist.
lokal maupun mancanegara.
Keindahan laut Indonesia terkenal sampai The beauty of Indonesia’s sea is well
ke mancanegara. Destinasi wisata bahari yang known to foreign countries. Maritime tourism
banyak diminati oleh wisatawan mancanegara destinations which are in great demand by
antara lain Raja Ampat di Provinsi Papua Barat, foreign tourists are Raja Ampat in Papua Barat
Bunaken di Provinsi Sulawesi Utara, dan Taman Province, Bunaken in Sulawesi Utara Province,
Nasional Wakatobi di Provinsi Sulawesi Teng- and Wakatobi National Park in Sulawesi Tenggara
gara. Ketiga lokasi tersebut merupakan spot Province. These three locations are a wonderful
yang indah untuk menyelam. Selain dari peman- spot for diving. Apart from underwater scenery,
dangan bawah laut, Indonesia juga mempunyai Indonesia also has beautiful beaches, including
pantai yang indah, antara lain Pantai Sanur di Sanur Beach in Kuta Bali Province, Pink Beach on
Kuta Provinsi Bali, Pantai Pink di Pulau Komodo Komodo Island Nusa Tenggara Timur Province,
Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pantai Derawan Derawan Beach, Kalimantan Timur Province, and
Provinsi Kalimantan Timur, dan lain-lain. Masih others. There are much more sea and beaches
banyak lagi laut dan pantai di Indonesia yang in Indonesia that have the potential for marine

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 7


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R
mempunyai potensi wisata bahari. Jumlah kun- tourism. The number of foreign tourists that visit
jungan wisatawan mancanegara ke Taman Nasi- the Komodo National Park increased 9.42 percent
onal Komodo meningkat 9,42 persen pada tahun in 2013 compared to 2011, from 41,833 people
2013 dibandingkan tahun 2011, pada tahun 2011 in 2011 increased to 45,776 people in 2013. For
sebesar 41.833 orang meningkat menjadi 45.776 Raja Ampat Islands, a number of foreign tourists
orang pada tahun 2013. Untuk kunjungan wisa- visiting increased by 56.48 percent in 2012 com-
tawan mancanegara ke Kepulauan Raja Ampat pared to 2010, which 3,858 people in 2010 to
meningkat sebesar 56,48 persen pada tahun 6,037 people in 2012. For Wakatobi, the number
2012 dibandingkan tahun 2010, dimana pada of foreign tourists increased by 45.77 percent in
tahun 2010 berjumlah 3.858 orang menjadi 6.037 2013, which 2,274 people in 2011 to 3,315 people
orang pada tahun 2012. Untuk Wakatobi, jumlah in 2013 (Ministry of Tourism, 2014).
wisatawan mancanegara meningkat sebesar 45,77

id
persen di tahun 2013, dimana pada tahun 2011

.
berjumlah 2.274 orang menjadi 3.315 orang pada

go
tahun 2013 (Kementerian Pariwisata, 2014).
Wisata bahari memiliki potensi 35 persen
p s.
Marine tourism has a potency as much as
dari keseluruhan potensi wisata alam di Indonesia 35 percent of the total potential of nature tour-
.b

(Kementerian Pariwisata, 2015). Wisata bahari ism in Indonesia (Ministry of Tourism, 2015). Ma-
w

pada destinasi unggulan di Indonesia mengalami rine tourism in Indonesian leading destinations
w

kenaikan. Diperkirakan sektor wisata bahari has increased. It is estimated that the marine
//w

mempunyai potensi mencapai US$ 29 miliar per tourism sector has potency up to US$ 29 billion
per year but the potency is not fully developed
s:

tahun namun potensi tersebut belum sepenuhnya


dikembangkan (KKP, 2014). (KKP, 2014).
tp
ht

8 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N

Tabel Pembagian Wilayah Ekoregion Laut di Indonesia


1.1
Table Division of Marine Ecoregion in Indonesia

Ekoregion Dikelilingi oleh ekoregion laut


No
Ecoregion Surrounded by sea ekoregion
(1) (2) (3)
1. Sumatera Samudera Hindia Sebelah Barat Sumatera/Indian Ocean West Side of Sumatera(EL 1),
Selat Malaka/Malacca Strait (EL 3),
Selat Karimata/Karimata Strait (EL 5),
Samudera Hindia Sebelah Selatan Jawa/Indian Ocean South Side of Java (EL 2),
Laut Jawa/Java Sea (EL 6)
2. Jawa Laut Jawa/Java Sea (EL 6)
Samudera Hindia Sebelah Selatan Jawa/Indian Ocean South Side of Java (EL 2)
3. Kalimantan Selat Karimata/Karimata Strait (EL 5)
Laut Sulawesi/Sulawesi Sea (EL 7)

id
Selat Makassar/Makassar Strait (EL 8)

.
Laut Natuna/Natuna Sea (EL 4)

go
4. Bali dan Nusa Tenggara Perairan Bali dan Nusa Tenggara/Bali and Nusa Tenggara Waters (EL 9)
5. Sulawesi Laut Sulawesi/Sulawesi Sea (EL 7)
s.
Selat Makassar/Makassar Strait (EL 8)
Teluk Tomini/Tomini Bay (EL 10)
p
Laut Banda Sebelah Timur Sulawesi/Banda Sea East Side of Sulawesi (EL 12)
.b

Laut Banda Sebelah Selatan Sulawesi dan Teluk Bone/Banda Sea South Side of Sulawesi and
w

Bone Bay (EL 13)


6. Maluku Laut Halmahera/Halmahera Sea (EL 11)
w

Laut Banda Sebelah Timur Sulawesi/Banda Sea East Side of Sulawesi (EL 12)
//w

Laut Banda/Banda Sea (EL 15)


7. Papua Laut Seram dan Teluk Bintuni/Seram Sea and Bintuni Bay (EL 14)
Samudera Pasifik Sebelah Utara Papua/Pacific Ocean North Side of Papua (EL 16)
s:

Teluk Cendrawasih/Cendrawasih Bay (EL 17)


tp

Laut Arafura/Arafura Sea (EL 18)


Sumber/Source : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Ministry of Environment and Forestry (http://www.menlh.go.id/kebijakan-
ht

ekoregion-untuk-memperkuat-perencanaan-perlindungan-dan-pengelolaan-lingkungan-hidup, diakses tanggal 6 September 2017/


accessed on September 6, 2017)

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 9


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Luas Wilayah, Jumlah Wilayah Administrasi, dan Panjang Garis Pantai menurut Provinsi, 2016
1.2
Table Area, Number of Administration Area, and Length of Coastline by Province, 2016

Panjang Garis
Jumlah Jumlah Jumlah Desa/ 3
1 1 2 2
Pantai
Provinsi Luas/Area Kabupaten/Kota Kecamatan Kelurahan
Length of
Province (km2/sq.km) Number of Number of Number of
Coastline
Regency/City Subdistrict Village
(km)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 57 956,00 23 289 6 513 2 666,27
Sumatera Utara 72 981,23 33 440 6 112 1 300,00
Sumatera Barat 42 012,89 19 179 1 117 1 973,24
Riau 87 023,66 12 166 1 847 2 358,58
Jambi 50 058,16 11 141 1 562 236,00

id
Sumatera Selatan 91 592,43 17 232 3 261 570,14

.
Bengkulu 19 919,33 10 129 1 520 525,00

go
Lampung 34 623,80 15 227 2 643 1 579,00
Kepulauan Bangka Belitung 16 424,06 7 47 387 2 295,08
Kepulauan Riau 8 201,72 7
p s. 67 416 -

DKI Jakarta 664,01 6 44 267 35,00


.b

Jawa Barat 35 377,76 27 626 5 962 846,63


Jawa Tengah 32 800,69 35 573 8 559 741,58
w

DI Yogyakarta 3 133,15 5 78 438 112,80


w

Jawa Timur 47 799,75 38 664 8 501 3 498,12


Banten 9 662,92 8 155 1 551 866,13
//w

Bali 5 780,06 9 57 716 630,17


Nusa Tenggara Barat 18 572,32 10 116 1 141 2 333,00
s:

Nusa Tenggara Timur 48 718,10 22 307 3 279 5 700,00


tp

Kalimantan Barat 147 307,00 14 174 2 066 1 398,00


ht

Kalimantan Tengah 153 564,50 14 136 1 574 750,60


Kalimantan Selatan 38 744,23 13 152 2 009 1 320,96
Kalimantan Timur 129 066,64 10 103 1 032 1 169,81
Kalimantan Utara 75 467,70 5 50 479 3 523,58

Sulawesi Utara 13 851,64 15 168 1 832 2 395,99


Sulawesi Tengah 61 841,29 13 175 2 018 6 653,31
Sulawesi Selatan 46 717,48 24 306 3 033 1 937,00
Sulawesi Tenggara 38 067,70 17 217 2 300 1 740,00
Gorontalo 11 257,07 6 77 735 903,70
Sulawesi Barat 16 787,18 6 69 648 617,52

Maluku 46 914,03 11 118 1 230 10 630,10


Maluku Utara 31 982,50 10 115 1 196 -
Papua Barat 99 671,63 13 181 1 614 11 243,59
4
Papua 319 036,05 29 505 4 480 1 170,00
5
Indonesia 1 913 578,68 514 7 083 82 038 73 720,90
4
Catatan/Note : Data tahun 2015/Data for 2015
5
Penjumlahan data dari tiap provinsi, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah 99 093 km/The summation of data
from each province, the data of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries is 99 093 km
Sumber/Source : 1 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tanggal 29 Juni 2015, Kementerian Dalam Negeri
Based on Minister of Home Affairs Regulation Number 56/2015, June 29, 2015, Ministry of Home Affairs
2
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 66 Tahun 2016 Tanggal 18 Juli 2016 tentang Kode dan Nama
Wilayah Kerja Statistik Tahun 2016
Chief Statistician Regulation Number 66/2016, July 18 2016, on Code and Name of Regional Level of Data Collection
3
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2016/Departement of Marine and Fisheries Provinces, 2016

10 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N

Tabel Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan menurut Provinsi dan Letak Geografis, 2014
1.3
Table Number and Percentage of Villages by Province and Geographical Location, 2014

Letak Geografis/Geographical Location Persentase/Percentage


Provinsi
Desa Tepi Laut Desa Bukan Tepi Laut Desa Tepi Laut Desa Bukan Tepi Laut
Province
Seaside Villages Non Seaside Villages Seaside Villages Non Seaside Villages
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 748 5 764 11,49 88,51
Sumatera Utara 459 5 645 7,52 92,48
Sumatera Barat 127 1 018 11,09 88,91
Riau 271 1 564 14,77 85,23
Jambi 30 1 521 1,93 98,07
Sumatera Selatan 29 3 208 0,90 99,10
Bengkulu 186 1 346 12,14 87,86

id
Lampung 241 2 391 9,16 90,84
Kepulauan Bangka Belitung 166 215 43,57 56,43

.
go
Kepulauan Riau 361 54 86,99 13,01

DKI Jakarta 16 251


s. 5,99 94,01
Jawa Barat 227 5 735 3,81 96,19
p
Jawa Tengah 357 8 221 4,16 95,84
.b

DI Yogyakarta 33 405 7,53 92,47


Jawa Timur 678 7 824 7,97 92,03
w

Banten 135 1 416 8,70 91,30


w

Bali 175 541 24,44 75,56


//w

Nusa Tenggara Barat 301 840 26,38 73,62


Nusa Tenggara Timur 1 011 2 259 30,92 69,08
s:

Kalimantan Barat 161 1 948 7,63 92,37


Kalimantan Tengah 44 1 525 2,80 97,20
tp

Kalimantan Selatan 165 1 843 8,22 91,78


Kalimantan Timur 175 851 17,06 82,94
ht

Kalimantan Utara 55 424 11,48 88,52

Sulawesi Utara 778 1 058 42,37 57,63


Sulawesi Tengah 1 021 965 51,41 48,59
Sulawesi Selatan 531 2 499 17,52 82,48
Sulawesi Tenggara 947 1 325 41,68 58,32
Gorontalo 203 533 27,58 72,42
Sulawesi Barat 152 496 23,46 76,54

Maluku 914 174 84,01 15,99


Maluku Utara 941 255 78,68 21,32
Papua Barat 543 1 024 34,65 65,35
Papua 646 4 225 13,26 86,74

Indonesia 12 827 69 363 15,61 84,39


Sumber/Source : Diolah dari Hasil PODES 2011 dan 2014, Badan Pusat Statistik
Based on 2011 and 2014 Village Potential Statistics of Indonesia, BPS- Statistics Indonesia

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 11


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Rekapitulasi Data Pulau di Indonesia Sebelum dan Sesudah Diverifikasi menurut Provinsi, 2016
1.4
Table Recapitulation of Islands Data in Indonesia Before and After Verified by Province, 2016

Jumlah Pulau Data Kemdagri Sebelum


1
Jumlah Pulau Yang Sudah Diverifikasi
Provinsi Verifikasi 2
Sementara
Province Number of Islands By Ministry of Home 2
1
Tentative Number of Islands Verified
Affairs Before Verified
(1) (2) (3)
Aceh 663 260
Sumatera Utara 419 206
Sumatera Barat 391 186
Riau 139 142
Jambi 19 15
Sumatera Selatan 53 23

id
Bengkulu 47 10

.
Lampung 188 132

go
Kepulauan Bangka Belitung 950 467
Kepulauan Riau 2 408 1 788

DKI Jakarta 218


p s. 110
Jawa Barat 131 19
.b

Jawa Tengah 296 33


DI Yogyakarta 23 28
w

Jawa Timur 287 431


w

Banten 131 61
//w

Bali 85 27
Nusa Tenggara Barat 864 280
Nusa Tenggara Timur 1 192 432
s:

Kalimantan Barat 339 217


tp

Kalimantan Tengah 32 63
ht

Kalimantan Selatan 320 133


Kalimantan Timur 200 200
Kalimantan Utara 170 178

Sulawesi Utara 668 287


Sulawesi Tengah 750 1 137
Sulawesi Selatan 233 312
Sulawesi Tenggara 651 527
Gorontalo 136 123
Sulawesi Barat 62 41

Maluku 1 422 987


Maluku Utara 1 474 803
Papua Barat 1 945 3 239
Papua 598 552

Indonesia 3 17 504 13 449


1
Catatan/Note : Kemdagri dan tim dalam “Data Pulau di Wilayah NKRI”, tahun 2003
Ministry of Home Affairs and Team in “Data Pulau di Wilayah NKRI”, 2003
2
Data Berdasarkan hasil Verifikasi “Timnas Pembakuan Nama Rupabumi”, tahun 2007 s.d. 2012
Based on the result of verification data by “Timnas Pembakuan Nama Rupabumi”, 2007 up to 2012
3
Jumlah Pulau yang telah Didaftarkan ke PBB tahun 2017 adalah 16.056 Pulau/Number of Islands that has been registered to UN at
2017 is 16 056 islands
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan dalam Angka 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2015, Ministry of Marine and Fisheries
3
http://news.kkp.go.id/index.php/indonesia-laporkan-16-056-pulau-bernama-ke-pbb/, diakses 29 Oktober 2017
http://news.kkp.go.id/index.php/indonesia-laporkan-16-056-pulau-bernama-ke-pbb/, accessed on October 29, 2017

12 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N

Tabel Pulau-pulau Kecil Terluar menurut Provinsi, 2016


1.5
Table Small Outer Islands by Province, 2016

Provinsi Nama Pulau Nama Kabupaten/Kota


Province Name of Islands Name of Regency/City
(1) (2) (3)
Aceh Simeulue Cut Kabupaten Simeulue
Salaut Besar Kabupaten Simeulue
Raya Kabupaten Aceh Jaya
Rusa Kabupaten Aceh Besar
Benggala Kota Sabang
Rondo Kota Sabang
Weh Kota Sabang
Sumatera Utara Wunga Kabupaten Nias Utara

id
Simuk Kabupaten Nias

.
Berhala Kabupaten Serdang Bedagai

go
Sumatera Barat Sibarubaru Kabupaten Kepulauan Mentawai
Niau/Sinyaunyau Kabupaten Kepulauan Mentawai
Pagai Utara
p s. Kabupaten Kepulauan Mentawai
Riau Batumandi Kabupaten Rokan Hilir
.b

Rupat Kabupaten Bengkalis


Bengkalis Kabupaten Bengkalis
w

Rangsang Kabupaten Bengkalis


w

Bengkulu Enggano Kabupaten Bengkulu Utara


Mega Kabupaten Bengkulu Utara
//w

Lampung Batu Kecil/Bertuah Kabupaten Lampung Barat


s:

Kepulauan Riau Berakit Kota Batam


Sentut Kabupaten Bintan
tp

Tokong Malang Biru Kabupaten Natuna


Damar Kabupaten Kepulauan Anambas
ht

Mangkai Kabupaten Kepulauan Anambas


Tokongnanas Kabupaten Natuna
Tokongbelayar Kabupaten Natuna
Tokongboro Kabupaten Natuna
Semiun Kabupaten Natuna
Sebetul Kabupaten Natuna
Sekatung Kabupaten Natuna
Senua Kabupaten Natuna
Subi Kecil Kabupaten Natuna
Kepala Kabupaten Natuna
Tokonghiu kecil/Iyu Kecil Kabupaten Karimun
Karimun Anak (Karimun Kecil) Kabupaten Karimun
Nipa Kota Batam
Pelampung Kota Batam
Putri/Nongsa Kota Batam
Batu Berantai Kota Batam
Bintan Kabupaten Bintan
Malangberdaun Kabupaten Bintan

Jawa Barat Nusamanuk/Manuk Kabupaten Tasikmalaya


Batukolotok Kota Tasikmalaya
Jawa Tengah Nusakambangan Kabupaten Cilacap
Jawa Timur Nusa Barong/Barung Kabupaten Jember
Ngekel/Sekel Kabupaten Trenggalek
Panikan/Panehan Kabupaten Trenggalek

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 13


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R

Lanjutan Tabel/Continued Table 1.5

Provinsi Nama Pulau Nama Kabupaten/Kota


Province Name of Islands Name of Regency/City
(1) (2) (3)
Banten Deli Kabupaten Pandeglang
Karangpabayang Kabupaten Pandeglang
Guhakolak *)

Bali Nusapenida Kabupaten Klungkung


Nusa Tenggara Barat Gili Sepatang/Sophialouisa Kabupaten Lombok Barat
Nusa Tenggara Timur Alor Kabupaten Alor
Batek Kabupaten Kupang

id
Rote Kota Kupang
Ndana/Dana Kabupaten Rote Ndao

.
go
Sabu Kota Kupang
Dana Kabupaten Sabu Raijua
Manggudu s.
p Kabupaten Sumba Timur

Kalimantan Timur Maratua Kabupaten Berau


.b

Sambit Kabupaten Berau


Kalimantan Utara Sebatik Kabupaten Nunukan
w

Unarang *)
w

Sulawesi Utara Bongkil/Bangkit Kabupaten Bolaang Mongondow Utara


//w

Mantehage/Manterawu Kabupaten Minahasa Utara


Makalehi Kabupaten Siau Tagulandang Biaro
s:

Kawaluso Kabupaten Kepulauan Sangihe


Kawio Kabupaten Kepulauan Sangihe
tp

Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe


Batubawaikang Kabupaten Kepulauan Sangihe
ht

Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud


Marampit Kabupaten Kepulauan Talaud
Intata Kabupaten Kepulauan Talaud
Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud
Sulawesi Tengah Lingayan/Lingian Kabupaten Toli Toli
Dolangan Kabupaten Toli Toli
Salando Kabupaten Toli Toli

Maluku Ararkula Kabupaten Kepulauan Aru


Karawiera Besar/Karerei Kabupaten Kepulauan Aru
Panambulai Kabupaten Kepulauan Aru
Kultubai Utara Kabupaten Kepulauan Aru
Kultubai Selatan Kabupaten Kepulauan Aru
Karang Kabupaten Kepulauan Aru
Enu Kabupaten Kepulauan Aru
Batu Goyang Kabupaten Kepulauan Aru
Nuhu Yut/Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara
Larat Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Asutubun Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Selaru Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Batarkusu Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Marsela Kabupaten Maluku Barat Daya
Meatimiarang Kabupaten Maluku Barat Daya
Leti Kabupaten Maluku Barat Daya

14 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


G E N E R A L O V E R V I E W O F M A R I N E A N D C O A S TA L R E G I O N

Lanjutan Tabel/Continued Table 1.5

Provinsi Nama Pulau Nama Kabupaten/Kota


Province Name of Islands Name of Regency/City
(1) (2) (3)
Maluku Kisar Kabupaten Maluku Barat Daya
Lirang Kabupaten Maluku Barat Daya
Wetar Kabupaten Maluku Barat Daya
Maluku Utara Jiew Kabupaten Halmahera Tengah
Papua Barat Moff/Budd Kabupaten Raja Ampat
Fani Kabupaten Raja Ampat
Miossu Kabupaten Tambrauw

id
Papua Fanildo Kabupaten Supiori
Bras Kabupaten Supiori

.
go
Bepondi Kabupaten Biak Numfor
Liki Kabupaten Sarmi
Habe s. Kabupaten Merauke
Komolom Kabupaten Merauke
p
Laag Kabupaten Asmat
.b

Puriri Kabupaten Mimika


Kolepon Kabupaten Merauke
w

Catatan/Note : *) Tidak ada informasi/No information


w

Sumber/Source : Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Penetapan Pulau-pulau Kecil Terluar
//w

Based on Presidential Decree No. 6 of 2017 on the Establishment of the Smallest Small Islands
http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_data, diakses tanggal 7 September 2017
s:

http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/data_ppkt, accessed on September 7th, 2017


tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 15


G A M B A R A N U M U M W I L AYA H L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Pulau-pulau Kecil Terluar menurut Status Kependudukan dan Provinsi, 2016
1.6
Table Number of Small Outer Islands by Population Status and Province, 2016

Status Kependudukan
Provinsi Jumlah Pulau Population Status
Province Number of Islands Berpenduduk Tidak Berpenduduk Tidak Ada Informasi
Populated Unpopulated No Information
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 7 1 6 -
Sumatera Utara 3 1 2 -
Sumatera Barat 3 - 3 -
Riau 4 3 1 -
Jambi - - - -
Sumatera Selatan - - - -

id
Bengkulu 2 1 1 -
Lampung 1 - 1 -

.
go
Kepulauan Bangka Belitung - - - -
Kepulauan Riau 22 4 17 1

DKI Jakarta - - s. - -
Jawa Barat 2 - 2 -
p
Jawa Tengah 1 1 - -
.b

DI Yogyakarta - - - -
w

Jawa Timur 3 - 3 -
Banten 3 - 2 1
w

Bali 1 1 - -
//w

Nusa Tenggara Barat 1 - 1 -


Nusa Tenggara Timur 7 3 4 -
s:

Kalimantan Barat - - - -
tp

Kalimantan Tengah - - - -
Kalimantan Selatan - - - -
ht

Kalimantan Timur 2 1 1 -
Kalimantan Utara 2 1 - 1

Sulawesi Utara 12 9 3 -
Sulawesi Tengah 3 1 2 -
Sulawesi Selatan - - - -
Sulawesi Tenggara - - - -
Gorontalo - - - -
Sulawesi Barat - - - -

Maluku 19 10 9 -
Maluku Utara 1 - 1 -
Papua Barat 3 - 3 -
Papua 9 4 5 -

Indonesia 111 41 67 3

Sumber/Source : http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_data, diakses tanggal 7 September 2017


http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/data_ppkt, accessed on September 7th, 2017

16 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
Indonesia, sebagai negara kepulauan Indonesia, as an archipelagic country
dengan jumlah pulau terbanyak di dunia dan with the largest number of islands and, has the
mempunyai panjang garis pantai terpanjang second longest coastline in the world, has abun-
kedua di dunia mempunyai potensi sumber daya dant marine and coastal resources. Marine and
laut dan pesisir yang berlimpah. Sumber daya coastal resources are generally divided into three
laut dan pesisir secara umum terbagi menjadi groups, there were renewable resources such
tiga kelompok, yaitu sumber daya yang dapat as fishery and biodiversity resources like mang-
diperbaharui (renewable resource) antara lain roves, coral reefs, and seagrass; non-renewable
sumber daya perikanan dan kehati seperti mang- resources such as mineral resources contained in
rove, terumbu karang, serta padang lamun; the sea like petroleum and natural gas includ-
sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (non- ing other mining materials; and environmental
renewable resource) antara lain sumber daya services such as maritime tourism and industry.

id
mineral yang terkandung dalam laut seperti mi- The potential not only has a high economic value

.
nyak bumi dan gas alam termasuk bahan tambang but also has a social value that can be used to

go
lainnya; dan jasa-jasa lingkungan (enviromental develop coastal areas in Indonesia.
service) antara lain wisata maritim dan industri
p s.
maritim. Potensi tersebut tidak hanya memiliki
.b

nilai ekonomi yang tinggi, namun juga memiliki


w

nilai sosial yang dapat digunakan untuk mengem-


w

bangkan wilayah pesisir di Indonesia.


//w
s:

2.1. Sumber Daya Perikanan 2.1. Fisheries Resources


tp
ht

Sebagai negara kepulauan terbesar As the largest archipelagic country with


dengan luas perairan sekitar tiga perempat dari a water area approximately three-quarters of
seluruh wilayah, perairan Indonesia memiliki 27,2 the entire territory, Indonesian coastal areas
persen dari seluruh spesies flora dan fauna yang have 27.2 percent of all flora and fauna species
terdapat di dunia, meliputi 12 persen mamalia; in the world, covering 12 percent of mammals;
23,8 persen amfibi; 31,8 persen reptilia; 44,7 23.8 percent amphibian; 31.8 percent reptilian;
persen ikan; 40 persen moluska; dan 8,6 persen 44.7 percent of fish; 40 percent molluscs; and
rumput laut. Potensi sumber daya ikan meli- 8.6 percent of seaweed. Potential fish resources
puti: pelagis besar, pelagis kecil, udang penaeid include large pelagic, small pelagic, penaeid
dan krustasea lainnya, demersal, moluska dan shrimp and other crustaceans, demersal, mollusk
teripang, cumi-cumi, ikan konsumsi perairan and sea cucumber, squid, coral reef fish, orna-
karang, ikan hias, penyu laut, mamalia laut, dan mental fish, sea turtles, marine mammals, and
rumput laut (Mallawa dalam Adam dan Surya, seaweed (Mallawa in Adam and Surya, 2013).
2013). Tidak heran jika Indonesia menjadi negara It is not surprising if Indonesia has become
yang mempunyai produksi perikanan tangkap the world’s second largest fisheries production
tertinggi kedua di dunia pada perairan laut, dan nation in marine waters, and country that has
menjadi negara yang mempunyai produksi per- the world’s seventh largest fisheries production

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 19


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
ikanan tangkap tertinggi ketujuh di dunia pada in the public waters (FAO, 2016).
perairan umum (FAO, 2016)
Penyebaran daerah penangkapan ikan di Distribution of fishing areas in Indonesia
Indonesia mencapai luas sekitar 5,8 juta km2 reaches about 5.8 million km2 which is divided
yang terbagi menjadi 11 Wilayah Pengelolaan Per- into 11 State Fisheries Management Territory
ikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), yaitu of the Republic of Indonesia (WPPNRI), namely
Selat Malaka, Samudera Hindia (2 WPPNRI), Laut the Malacca Strait, Indian Ocean (2 WPPNRI),
Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Makassar-Laut South China Sea, Java Sea, Makassar Strait-
Flores, Laut Banda, Teluk Tomini-Laut Seram, Flores Sea, Banda Sea, Tomini Bay-Seram Sea,
Laut Sulawesi, Samudera Pasifik, dan Laut Ara- Sulawesi Sea, Pacific Ocean, and Arafura Sea-
fura-Laut Timor. Potensi lestari sumber daya ikan Timor Sea. Sustainable potential of fish resources
di Indonesia saat ini mencapai 9,9 juta ton yang in Indonesia currently reaches 9.9 million tons

id
tersebar di sebelas WPPNRI. Potensi tersebut spread across eleven WPPNRI, consists of small

.
terdiri dari ikan pelagis kecil 3,52 juta ton, ikan pelagic fish 3.52 million tons, large pelagic fish

go
pelagis besar 2,49 juta ton, ikan demersal 2,32 2.49 million tons, demersal fish 2.32 million
juta ton, ikan karang 977 ribu ton, udang penaeid
p s.
tons, reef fish 977 thousand tons, penaeid 327
327 ribu ton, lobster 8,8 ribu ton, kepiting 44,5 thousand tons, lobster 8.8 thousand tons, crab
.b

ribu ton, rajungan 48,7 ribu ton, dan cumi-cumi 44.5 thousand tons, 48.7 thousand tons of crabs,
w

197 ribu ton (Keputusan Menteri Kelautan dan and squid of 197 thousand tons (Decree of the
w
//w

Gambar Potensi Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia


2.1
Figure Potency of Fishery Management Area of the Republic of Indonesia
s:
tp
ht

Sumber/Source : Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, No. 47/KEPMEN-KP/2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Decree of the Minister of Marine Affairs and Fisheries of Indonesia, No. 47/KEPMEN-KP/2016, Ministry of
Marine Affairs and Fisheries

20 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
Perikanan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun Minister of Marine Affairs and Fisheries of the
2016 tentang Estimasi potensi, jumlah tangkapan Republic of Indonesia No. 47 of 2016 on potential
yang diperbolehkan, dan tingkat pemanfaatan estimation, the number of catches allowed, and
sumber daya ikan di WPPNRI). the utilization rate of fish resources in WPPNRI).
Disamping potensi perikanan tangkap, Besides the potential of capture fisheries,
wilayah pesisir Indonesia juga memiliki potensi coastal areas of Indonesia also has the potential
perikanan budidaya laut seluas 12.123.383 hek- of marine aquaculture area of 12,123,383 hect-
tar. Potensi perikanan budidaya laut tersebut ares. The potential of marine aquaculture is only
baru termanfaatkan sekitar 281.474 hektar, atau utilized around 281,474 hectares or only about
hanya sekitar 2,32 persen dari potensi perikanan 2.32 percent of Indonesia’s potential of marine
budidaya laut yang dimiliki Indonesia. Hal ini aquaculture. It means the marine aquaculture
berarti sektor perikanan budidaya laut di Indo- sector in Indonesia still has development op-

id
nesia masih memiliki peluang pengembangan portunities up to 11,841,909 hectares which is

.
hingga seluas 11.841.909 hektar. Ini merupakan an enormous amount. If they can be developed

go
jumlah yang sangat besar. Jika mampu dikem- optimally, that will give a significant influence
bangkan secara optimal, akan bisa memberikan
p s.
for the improvement of people’s welfare and also
pengaruh yang cukup signifikan bagi peningkatan increase national income (Directorate General of
.b

kesejahteraan masyarakat dan juga peningkatan Aquaculture, 2015).


w

penerimaan bagi negara (Ditjen Perikanan Budi-


w

daya, 2015).
//w

Jenis komoditas perikanan budidaya laut Types of marine aquaculture commodities


s:

mencakup rumput laut, udang, dan berbagai include seaweed, shrimp, and various types of
jenis ikan seperti Kerapu, Kakap, Bandeng dan fish such as Grouper, Giant seaperch, Milkfish and
tp

sebagainya. Tabel 2.1 menunjukkan bahwa so on. Table 2.1 shows that during 2011-2015,
ht

selama periode tahun 2011-2015, rumput laut seaweed has become a leading commodity of
telah menjadi komoditas unggulan perikanan marine aquaculture (KKP, 2017a). During that
budidaya laut (KKP, 2017a). Selama periode itu period, seaweed production has increased to
pula, produksi rumput laut telah mengalami 17.37 percent per year. Seaweed production,
peningkatan mencapai 17,37 persen setiap mainly derived from marine aquaculture, has 9
tahun. Produksi rumput laut, terutama berasal times more production than aquaculture pond.
dari budidaya laut yang mempunyai produksi 9 By 2015, Sulawesi Selatan province is the highest
kali lipat lebih banyak daripada hasil budidaya seaweed producer in Indonesia, while the low-
tambak. Pada tahun 2015, Provinsi Sulawesi Se- est producer is from Bengkulu Province (Table
latan merupakan provinsi penghasil rumput laut 2.8). South Sulawesi Province is the largest
tertinggi di Indonesia, sedangkan penghasil ter- producer of Eucheuma cottoni and Gracilaria
endah berasal dari Provinsi Bengkulu (Tabel 2.8). seaweed in Indonesia. Production of seaweed
Provinsi Sulawesi Selatan merupakan penghasil species Eucheuma cottoni nine times greater
rumput laut Eucheuma cottoni dan Gracilaria than Gracilaria (KKP, 2017a).
terbesar di Indonesia. Produksi rumput laut jenis
Eucheuma cottoni sembilan kali lipat lebih besar
dibandingkan jenis Gracilaria (KKP, 2017a).

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 21


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
Budidaya kekerangan di Indonesia me- Shells cultivation in Indonesia has great
miliki potensi yang besar untuk dikembangkan. potential to be developed, because it is easy,
Budidaya kekerangan merupakan budidaya yang cheap, and provides a great advantage espe-
mudah dan murah serta memberikan keuntungan cially for pearl cultivation. Shells cultivation
yang besar terutama untuk budidaya kerang can be done in the sea and fresh water. During
mutiara. Budidaya kekerangan dapat dilakukan the period 2011-2015, shells cultivation at sea
di perairan laut dan perairan tawar. Budidaya ke- decreased by 4.99 percent. This is probably due
kerangan di laut selama kurun waktu 2011-2015, to the high carbon level in seawater that affect
mengalami penurunan sebesar 4,99 persen. Hal the habitat of marine life at sea.
ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi kand-
ungan karbon yang begitu tinggi di air laut yang
mempengaruhi habitat hidup kekerangan di laut.

id
Selama periode 2014-2015, budidaya During 2014-2015, sea cucumbers cul-

.
teripang atau timun laut mengalami peningkatan tivation has increased tremendously, which is

go
yang luar biasa, yaitu sekitar 151,1 persen. Hal about 151.1 percent. This is because Indonesian
ini disebabkan karena teripang Indonesia sangat
s.
sea cucumbers are in great demand by the
p
diminati oleh masyarakat internasional. Permin- international community. The demand for sea
.b

taan teripang berasal dari Singapura, Thailand, cucumbers comes from Singapore, Thailand, and
w

dan China. Teripang bermanfaat untuk pengo- China. Sea cucumbers are beneficial for cancer
w

batan kanker dan banyak digunakan untuk bahan treatment and are widely used for the main
//w

utama minuman kesehatan. Selain itu, produksi ingredients of health drinks. In addition, fish
budidaya ikan pada tahun 2015 didominasi oleh aquaculture production in 2015 is dominated
s:

ikan Kakap (0,022 persen) dan Bawal Bintang by snapper (0.022 percent) and Bawal Bintang
tp

(0,026 persen). Sayangnya, produksi ikan Kerapu 0.026 percent. Unfortunately, the production
ht

mengalami penurunan yang sangat tajam pada of grouper fish experienced a very sharp decline
periode 2014-2015, yaitu sekitar 55,77 persen in the period 2014-2015, which is about 55.77
(Tabel 2.1). percent (Table 2.1).

2.2. Sumber Daya Hayati 2.2. Biological Resources

Selain ikan, kekayaan laut Indonesia di Besides fish, Indonesia’s marine wealth
wilayah pesisir berupa sumber daya hayati, se- in the coastal area is biological resources,
perti mangrove, terumbu karang, dan padang la- such as mangroves, coral reefs, and seagrass.
mun. Ketiga ekosistem ini mempunyai keterkait- These three ecosystems have ecological link-
an secara ekologis dalam hubungan fungsional ages in functional relationships. If one of these
di mana jika salah satu ekosistem tersebut ecosystems is disturbed than other ecosystems
mengalami gangguan maka ekosistem lainnya will be affected as well. Based on a study by
akan terpengaruh pula. Berdasarkan penelitian Nagelkerken et al. (2000) on Curacao Island,
oleh Nagelkerken et al. (2000) di Pulau Curacao, Caribbean, stated that the linkage of mangrove
Karibia, menyatakan bahwa keterkaitan eko- ecosystems, coral reefs, and seagrass will create

22 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
sistem mangrove, terumbu karang, dan padang habitat that is widely used by several fish species
lamun akan menciptakan habitat yang banyak di- as the nursery ground, so these ecosystems have
gunakan oleh beberapa jenis ikan sebagai tempat high biodiversity.
asuhan (nursery ground) sehingga ekosistem ini
mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi.

A. Mangrove A. Mangrove

Indonesia merupakan negara yang mem- Indonesia is a country that has the most
punyai hutan mangrove (hutan bakau) paling extensive mangrove forest in the world. Based
luas di dunia. Berdasarkan data Kementerian on data from the Ministry of Environment and
Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2006, Forestry in 2006, Indonesia’s mangrove forest

id
luas hutan mangrove Indonesia mencapai 4,3 juta area reaches 4.3 million hectares. Meanwhile,

.
hektar. Sedangkan menurut FAO (2007), Indonesia according to FAO (2007), Indonesia has a mang-

go
mempunyai hutan mangrove seluas 3.062.300 rove forest area of 3,062,300 hectares in 2005,
hektar pada tahun 2005, yang merupakan 19
p s.
which represents 19 percent of the total area
persen dari total luas hutan mangrove di seluruh of mangrove forest in the worldwide (Haryani,
.b

dunia (Haryani, 2012). Hutan mangrove di Indo- 2012). Mangrove forests in Indonesia are spread
w

nesia tersebar di seluruh provinsi. Luas terbesar throughout the province. The largest area in
w

pada tahun 2016 terdapat di Provinsi Papua, 2016 is located in Papua Province, which is
//w

yaitu 1,1 juta hektar atau 29,05 persen dari luas 1.1 million hectares or 29.05 percent of the
s:

mangrove di Indonesia. Sedangkan luas mangrove mangrove area in Indonesia. While the smallest
terkecil terdapat di Provinsi DI Yogyakarta yaitu mangrove area found in Yogyakarta Province is
tp

40,10 hektar (Tabel 2.14). 40.10 hectares (Table 2.14).


ht

Namun begitu, luas mangrove di Indonesia However, mangrove area in Indonesia


cenderung mengalami fluktuasi. Berdasarkan tends to fluctuate. Based on data from the
data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, mang-
luas mangrove tahun 2014 sebesar 4,4 juta rove area of 2014 was 3.9 million hectares, 2015
hektar, tahun 2015 sebesar 3,7 juta hektar dan by 3.6 million hectares and 2016 by 3,9 million
tahun 2016 sebesar 3,9 juta hektar (Gambar 2.2). hectares (Figure 2.2.). Based on data from the
Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Per- Department of Marine and Fisheries Province,
ikanan Provinsi, kerusakan mangrove tahun 2016 mangrove damage in 2016 was 52 percent. The
sebesar 52 persen. Kerusakan terbesar terdapat greatest damage was found in Sulawesi Selatan
pada Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi dan luas Province. The condition and mangrove area in
mangrove di Indonesia tahun 2016 dapat dilihat Indonesia in 2016 can be seen in Table 2.14.
pada Tabel 2.14.

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 23


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Gambar Luas Mangrove, Terumbu Karang, dan Padang Lamun di Indonesia, 2014 - 2016
2.2
Figure The Area of Mangroves, Coral Reefs, and Seagrass in Indonesia, 2014 - 2016

. id
go
p s.
.b
w

Sumber/Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2015 - 2017/Departement of Marine and Fisheries Province, 2015-2017
w
//w

Salah satu penyebab kerusakan mangrove One of the causes of mangrove damage
berasal dari aktivitas manusia. Aktivitas manusia comes from human activities, like land clearing
s:

yang menyebabkan kerusakan mangrove adalah for fish, salt, and shrimp ponds, settlements, ag-
tp

pembukaan lahan untuk tambak ikan, garam, dan riculture, mining, industry, and excessive mang-
ht

udang, pemukiman, pertanian, pertambangan, rove encroachment such as charcoal, firewood,


dan perindustrian, serta perambahan mangrove and building materials (Mulyadi, E., and Fitriani,
secara berlebihan misalnya untuk pembuatan N., 2010). According to Purnobasuki (2011), the
arang, kayu bakar, dan bahan bangunan (Mulyadi, main threat of mangrove damage can occur
E. dan Fitriani, N., 2010). Menurut Purnobasuki directly or indirectly. The direct threat is the
(2011), ancaman utama kerusakan mangrove increased development in coastal areas such as
dapat terjadi secara langsung maupun tidak utilization of aquaculture, agriculture, industry,
langsung. Ancaman secara langsung adalah coastal infrastructure including port, and cons-
adanya peningkatan pembangunan di wilayah truction of trading and housing places. While
pesisir misalnya pemanfaatan untuk budidaya the indirect threat comes from the outside by
perairan, pertanian, industri, infrastruktur pantai activities that exist far from the mangrove habi-
termasuk pelabuhan, serta pembangunan tempat tat. For example, careless management of River
perdagangan dan perumahan. Sedangkan ancam- Basin (DAS), industrial and domestic products
an secara tidak langsung berasal dari luar yang or households pollution included in the cycle of
disebabkan oleh aktivitas yang terdapat jauh dari hydrology, soil erosion, and high sedimentation.
habitat mangrove. Misalnya pengelolaan Daerah This activity will cause mass death of mangrove.
Aliran Sungai (DAS) yang serampangan, pence- Lenticel mangrove will be clogged with pollution

24 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
maran hasil industri dan domestik atau rumah from liquid waste and solid so that will inhibit
tangga yang masuk dalam daur hidrologi, erosi the growth of mangrove.
tanah, dan sedimentasi yang tinggi. Aktivitas
tersebut akan menyebabkan kematian massal
(dieback) mangrove. Lentisel mangrove akan
tersumbat polusi yang berasal dari limbah cair
dan padat sehingga akan menghambat pertum-
buhan mangrove.

B. Terumbu Karang B. Coral Reefs

Terumbu karang merupakan salah satu Coral reefs are one of the most produc-

id
ekosistem di bumi yang paling produktif dan tive and richest ecosystems on earth. Coral reefs

.
paling kaya dari segi keanekaragamanhayati. provide enormous benefits to millions of people

go
Terumbu karang memberikan manfaat sangat living near the coast. Coral reefs are an impor-
besar bagi jutaan penduduk yang hidup dekat pe-
p s.
tant food and income source, home to a wide
sisir. Terumbu karang merupakan sumber pangan variety of traded fish species, attracting divers
.b

dan pendapatan yang penting, menjadi tempat travelers and coral reef-lovers from around the
w

asuhan bagi berbagai spesies ikan yang diperda- world, allowing coastal sand for marine tourism,
w

gangkan, menjadi daya tarik wisatawan penyelam and protecting coastlines from hurricanes (Su-
//w

dan pengagum terumbu karang dari seluruh du- roso, 2012). According to LIPI (1983) in Hutomo
(1996) states that coral reefs can only live in
s:

nia, memungkinkan terbentuknya pasir di pantai


untuk wisata bahari, dan melindungi garis pantai clear and shallow sea (less than 40 meters), with
tp

dari hantaman badai (Suroso, 2012). Menurut LIPI sea temperatures 25-280C, have 250/00 salinity,
ht

(1983) dalam Hutomo (1996) menyatakan bahwa current, and sunlight. This environmental condi-
terumbu karang hanya dapat hidup pada perairan tion describes the tropical waters.
laut jernih dan dangkal (kurang dari 40 meter),
dengan suhu air laut 25-280C, mempunyai salini-
tas 250/00, terdapat arus, dan terdapat cahaya
matahari. Kondisi lingkungan ini menggambarkan
perairan tropis.
Indonesia dengan iklim tropisnya meru- Indonesia with its tropical climate is an
pakan ekosistem yang sangat baik bagi per- excellent ecosystem for the growth of coral
tumbuhan terumbu karang. Hal ini menjadikan reefs. This makes Indonesia as a country that
Indonesia sebagai negara yang memiliki terumbu has the largest and most extensive coral reefs
karang terluas dan terbanyak jenisnya di dunia. in the world. The coral reefs areas in Indonesia’s
Luas terumbu karang di perairan laut Indonesia marine waters is more than 75,000 km2 or 14
lebih dari 75.000 km2 atau sebesar 14 persen percent of the total area of the world’s coral
dari luas total terumbu karang dunia (Dahuri reefs (Dahuri (2003) in Arini (2013)). The pro-
(2003) dalam Arini (2013)). Proses terbentuknya cess of coral reefs formation takes millions of
terumbu karang membutuhkan waktu jutaan years. Coral reefs in Indonesia are estimated to

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 25


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
tahun. Terumbu karang di Indonesia diperkirakan be formed since 450 years ago. The diversity of
terbentuk sejak 450 tahun yang lalu. Keragaman coral species in Indonesia is quite high. From 800
jenis terumbu karang di Indonesia cukup tinggi. species of coral reefs in the world, 60 percent
Dari total 800 jenis terumbu karang di dunia, 60 are in Indonesia. But until now only 480 species
persen berada di Indonesia. Namun sampai saat identified. From the type of coral reefs, 60
ini baru teridentifikasi 480 jenis terumbu karang. percent are in eastern Indonesia (Arini, 2013).
Dari jenis terumbu karang tersebut tersebut, 60
persen berada di bagian timur Indonesia (Arini,
2013).
Luas terumbu karang di Indonesia cen- Coral reefs areas in Indonesia tends to
derung berfluktuasi. Berdasarkan data Kemente- fluctuate. Based on data from the Ministry of
rian Kelautan dan Perikanan, luas terumbu karang Marine Affairs and Fisheries, the coral reefs of

id
tahun 2014 adalah 3,2 juta hektar, tahun 2015 2014 was 3,2 million hectares, 2015 by 2,3 mil-

.
adalah 2,3 juta hektar, dan tahun 2016 adalah lion hectares, and 2016 by 2,5 million hectares.

go
2,5 juta hektar. Terumbu karang di Indonesia Coral reefs in Indonesia are scattered through-
tersebar di seluruh provinsi. Luas terbesar pada
p s.
out the provinces. The largest area in 2016 is
tahun 2016 terdapat di Provinsi Kalimantan Timur, located in Kalimantan Timur Province, which
.b

yaitu 783 ribu hektar. Sedangkan luas terumbu is 783 thousand hectares. While the smallest
w

karang terkecil terdapat di Provinsi Sumatera coral reefs found in Sumatera Selatan Province
w

Selatan yaitu 10,30 hektar. is 10,30 hectares.


//w

Laporan yang dirilis oleh World Resources A report released by World Resources
Institutes 2002 mengenai kondisi terumbu ka- Institutes 2002 about coral reefs condition in
s:

rang di Asia Tenggara menyebutkan 64 persen Southeast Asia says 64 percent of coral reefs
tp

terumbu karang di Asia Tenggara terancam oleh in Southeast Asia are threatened by overfishing
ht

penangkapan ikan secara berlebihan dan 56 and the remaining 56 percent are threatened
persen sisanya terancam oleh teknik penangkap- by destructive fishing techniques. The activities
an ikan yang merusak. Aktivitas yang berhubung- related to the development of coastal areas
an dengan pembangunan wilayah pesisir seperti such as dredging, landfill, mining of sand and
pengerukan, penimbunan, penambangan pasir coral, building construction, and waste dis-
dan karang, pendirian bangunan, dan pembuang- posal threatens 25 percent of coral reefs in
an limbah mengancam 25 persen terumbu karang Southeast Asia. 20 percent of the threat comes
di kawasan Asia Tenggara. 20 persen ancaman from sedimentation and pollution that comes
berasal dari sedimentasi dan pencemaran yang from deforestation and agricultural activity.
berasal dari penebangan hutan dan aktivitas Global warming is also a threat to coral reefs
pertanian. Pemanasan global (global warming) in Southeast Asia, where the increase in sea
juga merupakan ancaman bagi terumbu karang surface temperatures caused coral bleaching.
di kawasan Asia Tenggara, dimana peningkatan As a result of the El-Nino Southern Oscillation
suhu permukaan air laut menyebabkan terjadinya (ENSO) event in 1997-1998, 18 percent of the
pemutihan karang (coral bleaching). Akibat coral reefs in Southeast Asia were damaged or
peristiwa El-Nino Southern Oscillation (ENSO) destroyed (Burke, Selig, and Spalding, 2002).
pada tahun 1997-1998 menyebabkan 18 persen

26 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
terumbu karang di kawasan Asia Tenggara rusak
atau hancur (Burke, Selig, dan Spalding, 2002).
Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Based on data from the Department of
Perikanan Provinsi, kerusakan terumbu karang Marine and Fisheries Province, coral reef damage
tahun 2016 sebesar 70,52 persen. Kerusakan in 2016 was 70.52 percent. The greatest dam-
terbesar terdapat pada Provinsi Banten. Kondisi age was in Banten Province. The condition and
dan luas terumbu karang di Indonesia tahun extent of coral reefs in Indonesia in 2016 can
2016 dapat dilihat pada Tabel 2.15. Sedangkan be seen in Table 2.15. Meanwhile, based on the
berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian research of the Indonesian Institute of Sciences
Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indone- Research Center (LIPI) in 2015 shows that in 1,259
sia (LIPI) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa locations of coral reefs in Indonesia about 30.02
di 1.259 lokasi kawasan terumbu karang yang percent under inadequate conditions (live coral

id
ada di Indonesia terdapat sekitar 30,02 persen surface 0-24 percent); 37.97 percent suffered

.
dalam kondisi kurang (tutupan karang hidup 0-24 damage with adequate conditions (live coral

go
persen); 37,97 persen mengalami kerusakan surface 25-49 percent); 27.01 percent are still in
dengan kondisi cukup (tutupan karang hidup 25-
ps.
good condition (live coral surface 50-74 percent);
49 persen); 27,01 persen masih dalam kondisi and only 5.00 percent in excellent condition (live
.b

baik (tutupan karang hidup 50-74 persen); dan coral surface 75-100 percent). The most severe
w

hanya tinggal 5,00 persen dalam kondisi sangat coral reef damage occurred in eastern Indonesia
w

baik (tutupan karang hidup 75-100 persen). of 40.29 percent in poor conditions (Table 2.16).
//w

Kerusakan terumbu karang paling parah terjadi di


Indonesia bagian timur yaitu 40,29 persen dalam
s:

kondisi kurang (Tabel 2.16).


tp
ht

C. Padang Lamun C. Seagrass

Dalam ekosistemnya, padang lamun me- In the ecosystem, seagrass have various
miliki berbagai macam fungsi, antara lain: (1) functions, among others: (1) As a medium for
Sebagai media untuk filtrasi atau menjernihkan filtration or cleansing shallow sea waters; (2)
perairan laut dangkal; (2) Sebagai tempat ting- As the home of diverse marine life, includ-
gal berbagai biota laut, termasuk biota laut yang ing economically valuable marine life, such
bernilai ekonomis, seperti ikan baronang/lingkis, as rabbitfish, various kinds of shell, crab, sea
berbagai macam kerang, rajungan atau kepiting, cucumbers, and others. The existence of the
teripang, dan lain-lain. Keberadaan biota terse- biota is beneficial to humans as a source of food;
but bermanfaat bagi manusia sebagai sumber (3). As a breeding ground for various types of
bahan makanan; (3) Sebagai tempat pemeli- marine life. When grown up, the seedling will
haraan anakan berbagai jenis biota laut. Pada migrate, for example to the reef area; (4). As a
saat dewasa, anakan tersebut akan bermigrasi, place to find food for a variety of marine life,
misalnya ke daerah karang; (4) Sebagai tempat especially dugongs (Dugong dugon) and turtles
mencari makanan bagi berbagai macam biota is almost extinct; (5). Reduces the magnitude of
laut, terutama duyung (Dugong dugon) dan penyu wave energy at the coast and acts as a sediment

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 27


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
yang hampir punah; (5) Mengurangi besarnya stabilizer so as to prevent erosion on the coast;
energi gelombang di pantai dan berperan untuk (6). Participate in mitigation and climate change
menstabilkan sedimen sehingga mampu mence- adaptation (Kennedy & Björk, 2009; McKenzie,
gah erosi di pesisir pantai; (6) Berperan dalam 2008; Dorenbosch et al., 2005; Green & Short,
mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (Kennedy & 2003; Nagelkerken et al., 2002; Nagelkerken et
Björk, 2009; McKenzie, 2008; Dorenbosch et al., al., 2000 in Rahmawati, Irawan, Supriyadi, and
2005; Green & Short, 2003; Nagelkerken et al., Azkab (2014)).
2002; Nagelkerken et al., 2000 dalam Rahmawati,
Irawan, Supriyadi, dan Azkab (2014).
Ekosistem padang lamun Indonesia diper- Indonesian seagrass ecosystem is esti-
kirakan sebesar 30.000 km2, dimana terdapat 30 mated at 30,000 km2, which there are 30 of the
dari 60 spesies padang lamun yang ada di dunia 60 species of seagrasses present in the world

id
(Nontji, 2010 dalam Solihin, A., Batungbacal, (Nontji, 2010 in Solihin, A., Batungbacal, E., and

.
E., dan Nasution A.M., 2013). Berdasarkan data Nasution A.M., 2013). Based on data from the

go
dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, luas Department of Marine and Fisheries Province,
padang lamun di Indonesia tahun 2016 adalah
s.
seagrass in Indonesia in 2016 was 560 thousand
p
sebesar 560 ribu hektar. Padang lamun terluas hectares. The largest seagrass in West Papua
.b

terdapat pada Provinsi Papua Barat yaitu 288 Province is 288,000 hectares or about 51 per-
w

ribu hektar atau sekitar 51 persen luas padang cent of the seagrasses of Indonesia. While the
w

lamun Indonesia. Sedangkan luas padang lamun smallest seagrass was found in Kalimantan Utara
//w

terkecil terdapat pada Provinsi Kalimantan Utara, Province, which is 10.08 hectares.
yaitu 10,08 hektar.
s:

Luas padang lamun di Indonesia cenderung Seagrass in Indonesia tends to fluctuate,


tp

fluktuatif, namun lebih sering mengalami penu- but more often decreased. Decreased area of
ht

runan. Penurunan luas padang lamun di Indonesia seagrass in Indonesia can be caused by natu-
dapat disebabkan oleh faktor alami dan hasil ral factors and the result of human activity,
aktivitas manusia terutama di lingkungan pesisir. especially in the coastal environment. These
Faktor alami tersebut antara lain gelombang natural factors include strong waves and
dan arus yang kuat, badai, gempa bumi, dan currents, storms, earthquakes, and tsunamis.
tsunami. Sementara itu, kegiatan manusia yang Meanwhile, human activities are contributing
berkontribusi terhadap penurunan area padang to the decreased seagrass area is coast reclama-
lamun adalah reklamasi pantai, pengerukan dan tion, dredging and sand mining, and pollution
penambangan pasir, serta pencemaran (Rah- (Rahmawati et al, 2014). Seagrass damage in
mawati dkk, 2014). Kerusakan padang lamun Indonesia in 2016 was 59.97 percent. The big-
di Indonesia tahun 2016 sebesar 59,97 persen. gest damage was in Sulawesi Tengah Province,
Kerusakan terbesar terdapat pada Provinsi Su- which 69.98 percent. The condition and seagrass
lawesi Tengah, yaitu 69,98 persen. Kondisi dan in Indonesia in 2016 can be seen in Table 2.17.
luas padang lamun di Indonesia tahun 2016 dapat
dilihat pada Tabel 2.17.

28 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
2.3. Sumber Daya Energi 2.3. Energy Resources

Minyak dan gas bumi (migas) mendominasi Oil and natural gas dominate the energy
potensi energi yang tersimpan di laut Indonesia. potential stored in Indonesian Seas. Indonesia’s
Cadangan migas Indonesia sekitar 70 persen ter- oil and gas reserves of about 70 percent are lo-
dapat di cekungan-cekungan tersier lepas pantai cated in tertiary basins offshore and more than
dan lebih dari separuhnya terletak di laut dalam. half are located in the deep sea. According to
Menurut Litbang Sumber Daya Geologi Kelautan Research and Development of Marine Geology
(2016a), telah terindikasi 66 cekungan migas di Resources (2016a), 66 oil and gas basins are
seluruh Indonesia, dimana sebagian besar terle- indicated throughout Indonesia, which is mostly
tak di darat dan laut dangkal perairan teritorial located on land and the shallow sea of territorial
dan hanya beberapa cekungan yang terletak waters and only a few basins are located on the

id
di landas kontingen (cekungan busur muka). contingent ridge. Of all the indicated basins, 16

.
Dari seluruh cekungan yang telah terindikasi, basins have been produced, 8 potential basins,

go
16 cekungan diantaranya telah berproduksi, 8 and 42 basins unexplored (Figure 2.3).
cekungan berpotensi, dan 42 cekungan belum
p s.
dieksplorasi (Gambar 2.3).
.b
w

Gambar Peta Cekungan Sedimen Tersier di Indonesia, 2007


2.3
w

Figure Map of Tertiary Sedimentary Basins in Indonesia, 2007


//w
s:
tp
ht

Sumber/Source : Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/Executive Agency for Upstream Oil and Gas
Business Activities

Kawasan laut juga kaya akan berbagai je- Marine areas are also rich in various
nis bahan tambang dan mineral. Berdasarkan data types of mines and minerals. Based on data from
Litbang Sumber Daya Geologi Kelautan (2016b), Research and Development of Marine Geological

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 29


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
cadangan mineral bernilai ekonomis di perairan Resources (2016b), mineral reserves of economic
Indonesia diperkirakan tersebar di perairan antar value in Indonesian waters are estimated to be
pulau (Gambar 2.4). Mineral tersebut terperang- spread in inter-island waters (Figure 2.4). The
kap di dalam lapisan sedimen, mulai dari sedi- minerals are trapped in sediment layers, ranging
men permukaan berumur kuarter sampai dengan from surface sediments of the quarter to thou-
ribuan meter yang terletak di bawah dasar laut sands of meters deep beneath the seabed in ter-
pada sedimen tersier. Mineral yang sudah teriden- tiary sediments. The identified minerals offshore
tifikasi yang berada di lepas pantai terdiri dari consist of tin which is a placer deposit, chromite
timah yang merupakan endapan letakan (placer that associated with ultrabasic-ophiolite rock,
deposit), kromit yang berasosiasi dengan batuan phosphorus in the form of potassium phosphate,
ultrabasa-ofiolit, fosforit berupa fosfat kalium, cobalt, iron sand, iron metal slurry, crust and
kobal, pasir besi, lumpur logam besi, kerak dan (manganese) indication of oxide nodules, zircon

id
nodul oksida yang berindikasi mangaan, mineral and monazite minerals, carbonates, and aggre-

.
zirkon dan monasit, karbonat dan agregat bahan gates of construction materials concentrated in

go
kontruksi yang terkonsentrasi pada zona-zona the mineralized zones. On the seabed of Paparan
mineralisasi. Pada dasar laut Paparan Sahul yaitu
s.
Sahul between the Timor Island and Australia
p
antara Pulau Timor dan Australia telah ditemukan has been found phosphorus resenes sediment
.b

endapan fosporit berumur resen berupa fospat as potassium phosphate in the form of nodules
w

kalium dalam bentuk nodul atau butiran. or granules.


w
//w

Gambar Peta Kandungan Mineral di Kawasan Perairan Indonesia


2.4
Figure Map of Mineral Content in Indonesian Waters Area
s:
tp
ht

Sumber/Source : http://www.litbang.esdm.go.id/data/files/laporan/laut/laut2.png, diunduh pada 2 November 2017/


downloaded at November 2, 2017

30 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
Selain sumber daya energi mineral, Besides mineral energy resources, oil
minyak dan gas, laut juga menyimpan potensi and gas, the sea also holds great potential as
yang besar sebagai sumber energi terbarukan. renewable energy sources. Renewable energy
Sektor energi terbarukan yang terdiri dari energi sector comprises of ocean currents, ups, and
arus laut, pasang surut, gelombang, biofuel alga, downs, waves, algae biofuels, sea heat of US$
panas laut sebesar US$ 80 miliar per tahun (KKP, 80 billion per year (KKP, 2014). All forms of re-
2014). Segala bentuk energi terbarukan yang newable energy resulting from the utilization of
dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya laut marine resources are referred as ocean energy.
disebut sebagai energi laut. Menurut Litbang According to Research and Development Marine
Sumber Daya Geologi Kelautan (2016c), energi Geology Resources (2016c), marine energy can be
laut dapat digolongkan menjadi empat jenis classified into four types, which are wave energy,
yaitu energi gelombang (wave power), energi tide and tidal power, ocean current energy and

id
pasang surut (tide and tidal power), energi arus ocean heat energy OTEC (Ocean Thermal Energy

.
laut (current power), dan energi panas laut OTEC Conversion). The practical potential resulting

go
(Ocean Thermal Energy Conversion). Potensi from ocean wave energy is 1,995.2 Mega Watt
praktis yang dihasilkan dari energi gelombang
p s.
(MW), tidal energy produces 4,800 MW, and
laut sebesar 1.995,2 Mega Watt (MW), energi OTEC energy produces 41,012 MW (Directorate
.b

pasang surut menghasilkan 4.800 MW, dan energi General of EBTKE, 2016). While the waters of
w

OTEC menghasilkan 41.012 MW (Ditjen EBTKE, Indonesia produce speeds above 1.5 m/s with
w

2016). Sedangkan arus perairan Indonesia meng- the duration of 10-18 hours per day. In addi-
//w

hasilkan kecepatan di atas 1,5 m/det dengan tion, the density generated by sea water is 800
durasi antara 10-18 jam per hari. Selain itu
s:

times greater than the air density so that the


densitas yang dihasilkan oleh air laut 800 kali turbine rotation produced is much higher than
tp

lebih besar daripada densitas udara sehingga the turbine that is rotated by air or wind. The
ht

putaran turbin yang dihasilkan jauh lebih tinggi energy generated by the ocean currents can be
dibandingkan turbin yang diputar oleh udara utilized as Ocean Current Power Plant (PLTAL)
atau angin. Energi yang dihasilkan oleh arus laut (Research and Development of Marine Geological
tersebut dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Resources, 2016c).
Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) (Litbang Sumber
Daya Geologi Kelautan, 2016c).
Daerah Samudera Indonesia sepanjang The area of the Indonesian Ocean along
Pantai Selatan Jawa sampai Nusa Tenggara meru- the South Coast of Jawa to Nusa Tenggara is a
pakan lokasi dengan potensi gelombang cukup location with a considerable wave potential of
besar yaitu 10-20 kW per meter gelombang. 10-20 kW per wavemeter. Whereas tidal energy
Sedangkan potensi energi pasang surut di Indo- potential in Indonesia is in some areas namely
nesia terdapat di beberapa daerah yaitu Bagan Bagan Siapi-api with ups and downs reaching 7
Siapi-api dengan pasang surut mencapai 7 meter, meters, Palu Bay in Palu Sulawesi Tengah Pro-
Teluk Palu di Palu Provinsi Sulawesi Tengah, Teluk vince, Bima Bay in Sumbawa Nusa Tenggara Barat
Bima di sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Province, Kalimantan Barat, Papua and South
Kalimantan Barat, Papua, dan Pantai Selatan Pu- Coast of Jawa Island that ups and downs reach-
lau Jawa yang pasang surutnya mencapai 5 meter. ing 5 meters. The potential energy of OTEC in

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 31


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
Potensi energi OTEC Indonesia terletak pada dae- Indonesia lies in the region between 6-9° south
rah antara 6-9°LS dan 104-109°BT, dimana daerah latitude and 104-109° east longitude, where
tersebut diperoleh suhu rata-rata permukaan laut the area obtained the average temperature of
di atas 28°C pada jarak kurang dari 20 km dari sea level above 28°C at a distance less than 20
pantai dan perbedaan antara suhu permukaan km from the coast and the difference between
dan kedalaman laut (1.000 m) sebesar 22,8°C surface temperature and sea depth (1,000 m)
(Ditjen EBTKE, 2016). Namun potensi tersebut of 22.8°C (Directorate General of EBTKE, 2016).
sampai saat ini belum dimanfaatkan secara op- However, this potential has not been optimally
timal. Hambatan dalam besarnya biaya investasi utilized yet. Obstacles in the amount of invest-
yang dibutuhkan dan teknologi yang dimiliki oleh ment cost required and the technology owned
Indonesia yang belum lengkap masih menjadi by Indonesia that is not yet complete is still
alasan belum optimalnya pemanfaatan potensi the reason for not optimally utilized potential.

id
tersebut. Indonesia memerlukan usaha lebih Indonesia needs to work harder in order to be

.
keras agar mampu mengelola potensi kelautan able to manage the existing marine potential

go
yang ada dengan kemajuan teknologi yang telah with technological advances that have been
tersedia (BPPT, 2016 dalam Ditjen EBTKE, 2016).
s.
available (BPPT, 2016 in Directorate General of
p
EBTKE, 2016).
.b
w
w

2.4. Jasa-jasa Lingkungan 2.4. Environmental Services


//w
s:

Potensi lain dari keberadaan laut dan pe- Another potential of marine and coastal
sisir adalah berbagai jasa-jasa lingkungan yang existence is the various environmental services
tp

berkaitan erat dengan laut dan pesisir, seperti po- that are closely related to the sea and coast,
ht

tensi wisata bahari, perdagangan maupun industri such as maritime tourism potentials, trade, and
maritim. Wisata bahari mencakup wisata pesisir, maritime industries. Marine tourism includes
wisata laut, dan wisata bawah laut. Data dari Ke- coastal tourism, marine tourism, and underwa-
menterian Pariwisata (2015) menunjukan bahwa ter tourism. Based on data from the Ministry
wisatawan lebih banyak memilih wisata pantai of Tourism (2015) show that tourists prefer
(60 persen) dibandingkan wisata laut (25 persen) coastal tourism (60 percent) compared to sea
seperti cruise dan yacht ataupun wisata bawah tourism (25 percent) such as cruise and yacht or
laut (15 persen) seperti diving dan snorkeling. underwater tourism (15 percent) such as diving
Jumlah dan lokasi yang menyediakan jasa wisata and snorkeling. The number and locations that
bahari tersaji pada Tabel 2.20, dimana pada Ta- provide marine tourism services are presented
hun 2016 Pulau Komodo yang berada di Provinsi in Table 2.20, in 2016 Komodo Island which is
Nusa Tengara Timur dan Wakatobi yang berada located in Nusa Tenggara Timur Province and
di Provinsi Sulawesi Tenggara mempunyai jumlah Wakatobi which is located in Sulawesi Tenggara
lokasi wisata bahari paling banyak yaitu 30 spot Province has the most number of marine tourism
sedangkan Kepulauan Seribu Provinsi Lampung sites that are 30 spots while Kepulauan Seribu
mempunyai lokasi wisata bahari paling sedikit Lampung Province has the least maritime tourism
yaitu hanya ada 5 spot. sites that are only 5 spots.

32 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
Saat ini, pemerintah sedang meningkatkan Currently, the government is improving
aksesibilitas wisata bahari sebagai pengembang- the marine tourism accessibility as the develop-
an dari Program Tol Laut. Kementerian Pariwisata ment of the Marine Highway Program. The Mi-
(2015) menyatakan bahwa upaya ini diperkirakan nistry of Tourism (2015) states that this effort
akan meningkatkan jumlah wisatawan hingga 4 is expected to increase the number of tourists
kali lipat pada tahun 2019 dibandingkan dengan up to 4 times by 2019 compared to 2014 and will
tahun 2014 dan akan menghasilkan devisa negara generate a state foreign exchange of US$ 4 bil-
sebesar US$ 4 Miliar. Selain itu, pemerintah lion. In addition, the government has also set 50
juga telah menetapkan 50 Destinasi Pariwisata National Tourism Destinations (DPN) consisting
Nasional (DPN) yang terdiri dari 88 Kawasan of 88 National Strategic Tourism Area (KSPN) and
Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan 222 222 National Tourism Development Zone (KPPN).
Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional Eight of the KSPNs are prioritized as marine tour-

id
(KPPN). Delapan dari KSPN tersebut diprioritas- ism development in 2014 and will increase to 25

.
kan sebagai pengembangan wisata bahari pada KSPN by 2019 (Government Regulation Number

go
tahun 2014 dan akan bertambah menjadi 25 KSPN 50 of 2011 about National Tourism Development
pada tahun 2019 (Peraturan Pemerintah Nomor 50
p s.
Master Plan 2010-2025).
Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan
.b

Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025).


w

Selain itu, Indonesia mempunyai potensi In addition, Indonesia has great potential
w

yang besar untuk meningkatkan perdagangan to increase trade by sea because its waters are
//w

melalui jalur laut karena wilayah perairannya bypassed by international traffic lane or better
known as Indonesian Archipelagic Sea Lane
s:

dilewati oleh jalur lalu lintas internasional


atau lebih dikenal sebagai Alur Laut Kepulauan (ALKI). ALKI route makes the Indonesian sea a
tp

Indonesia (ALKI). Jalur ALKI menjadikan laut liaison between the islands and the country.
ht

Indonesia sebagai penghubung antar pulau dan In accordance with UNCLOS 1982 International
negara. Sesuai dengan Hukum Internasional Law which recognizes that Indonesia as an ar-
UNCLOS 1982 yang mengakui bahwa Indonesia chipelagic country, Indonesia has an obligation
sebagai negara kepulauan, maka Indonesia mem- to provide sea lanes for ships and aircraft traffic
punyai kewajiban menyediakan alur laut untuk for foreign countries that will pass continuously
lalu lintas kapal dan pesawat udara bagi negara and directly and as quickly as possible through
asing yang akan lewat secara terus menerus dan or over its archipelagic and territorial waters
langsung serta secepat mungkin melalui atau di which alongside with it (Budiman, 2010 in Rus-
atas perairan kepulauannya dan teritorial yang tam, I., 2015).
berdampingan dengannya (Budiman, 2010 dalam
Rustam, I., 2015).
ALKI dibagi ke dalam tiga jalur, yaitu (1) ALKI is divided into three lines, namely
ALKI I terdiri dari Selat Sunda, Selat Karimata, (1). ALKI I consists of Sunda Strait, Karimata
Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan; (2) ALKI II, Strait, Natuna Sea, and South China Sea; (2) ALKI
terdiri dari Selat Lombok, Selat Makasar, dan II, consist of Lombok Strait, Makassar Strait and
Laut Sulawesi; (3) ALKI III-A, terdiri dari Laut Sulawesi Sea; (3) ALKI III-A, consist of Sawu Sea,
Sawu, Selat Ombai, Laut Banda (Barat Pulau Ombai Strait, Banda Sea (West of Buru Island)

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 33


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
Buru)-Laut Seram (Timur Pulau Mongole)-Laut -Seram Sea (East of Mongole Island)-Maluku
Maluku, Samudera Pasifik; (4) ALKI III-C, terdiri Sea, Pacific Ocean; (4) ALKI III-C, consist of
dari Laut Arafuru, Laut Banda terus ke utara Arafuru Sea, Banda Sea continues to north to
ke ALKI III-A (Peraturan Pemerintah Nomor 37 ALKI III-A (Government Regulation Number 37
Tahun 2002). Gambar 2.5 menyajikan Peta Jalur of 2002). Figure 2.5 presents an ALKI Passage
ALKI yang telah disepakati dalam International Map as agreed in the International Maritime
Maritime Organization. Namun, pemanfaatan Organization. However, the utilization of ALKI
jalur ALKI masih didominasi oleh pelayaran route is still dominated by foreign shipping for
asing untuk perdagangan ekspor, di mana dari export trade, which only 2 percent of the total
total ekspor hanya 2 persen yang diangkut oleh exports are transported by Indonesian vessels
kapal-kapal Indonesia dengan tujuan Jepang dan to Japan and South Korea. Domestic trade using
Korea Selatan. Sedangkan perdagangan domestik Indonesian ships reached 51 percent and the rest

id
menggunakan kapal-kapal Indonesia mencapai used foreign vessels (Rizal, A. and Dewanti, P.,

.
51 persen dan sisanya menggunakan kapal-kapal 2017). However, trade through the sea route is

go
asing (Rizal, A. dan Dewanti, P., 2017). Namun predicted to increase by 44 percent in 2020 and
begitu perdagangan melalui jalur laut diprediksi
p s.
will double in 2031 (Irewati, 2011 in Rustam,
akan mengalami peningkatan sebesar 44 persen I., 2015).
.b

di tahun 2020 dan pada tahun 2031 akan naik dua


w

kali lipat (Irewati, 2011 dalam Rustam, I., 2015).


w
//w

Gambar Alur Laut Kepulauan Indonesia


2.5
Figure Archipelagic Sea Lanes of Indonesia
s:
tp
ht

Sumber/Source : http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=2817, diunduh 12 Oktober 2017/downloaded October


12,2017

34 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S
Perkembangan industri maritim dimung- The development of maritime industry
kinkan akan mengalami peningkatan. Peningkat- is likely to increase. This increase is supported
an ini didukung dengan adanya program-program by programs implemented by the government
yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu Program namely the Marine Highway Program, the World
Tol Laut, Program Poros Maritim Dunia, pem- Maritime Axis Program, the eradication of fish
berantasan pencurian ikan dan penyelundupan theft and smuggling until the maritime con-
sampai dengan terhubungnya maritim Indonesia nection of Indonesia with international maritime
dengan lalu lintas maritim internasional melalui traffic through the archipelagic sea lanes of
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Potensi ini Indonesia (ALKI). This potential should be sup-
harus didukung dengan tersedianya infrastruktur ported by the availability of infrastructure and
dan sumber daya manusia di bidang maritim human resources in the quality maritime field.
yang berkualitas. Industri maritim terdiri dari The maritime industry consists of shipbuilding

id
teknologi perkapalan, perbaikan kapal, galangan technology, ship repair, shipyard, ship com-

.
kapal, manufaktur komponen kapal, dan lainnya ponent manufacturing, and others (Alexander

go
(Alexander (1998) dalam Herdiawan (2015)). (1998) in Herdiawan (2015)).
Berdasarkan data Kementerian Perindus-
p s. Based on data from the Ministry of Indus-
trian (2015), jumlah galangan kapal di Indonesia try (2015), the number of shipyards in Indonesia
.b

mencapai 250 perusahaan dengan 5 perusahaan reaches 250 companies with 5 companies are
w

berstatus Badan Umum Milik Negara (BUMN). State-Owned Enterprises (BUMN). The shipyard
w

Galangan kapal tersebut mampu membangun is able to build various ship types and sizes up to
//w

berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50,000 Dead Weight Tonnage (DWT) and capable
50.000 Dead Weight Tonnage (DWT) serta mampu repair ship up to 150,000 DWT. Only 10 of 250
s:

melakukan reparasi kapal sampai dengan 150.000 shipyards have production capacity above 10,000
tp

DWT. Hanya 10 galangan kapal dari 250 galangan DWT with the largest graving dock facility (about
ht

kapal yang ada memiliki kapasitas produksi di 300,000 DWT) located in Batam and Banten.
atas 10.000 DWT dengan fasilitas graving dock Graving dock is a boat-shaped pond-like facility
terbesar (sekitar 300.000 DWT) yang terletak di located on the coast. In 2013 it was noted that
Batam dan Banten. Graving dock tersebut berupa the new vessels construction reached 859.9
fasilitas pengedokan kapal berbentuk kolam yang thousand DWT and ship repairs reached 8.437
terletak di tepi pantai. Pada tahun 2013 tercatat million DWT.
bahwa pembangunan kapal baru mencapai 859,9
ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437
juta DWT.
Saat ini pemerintah sedang mengembang- The government is currently developing
kan industri maritim secara masif. Pembangun- a massive maritime industry. It’s caused the de-
an di industri maritim secara besar-besaran mand for new ships increasing and also the ship
ini menyebabkan permintaan kapal-kapal baru assistance packages (procurement program) for
meningkat ditambah juga adanya program peng- fishermen in the entire territory of NKRI in 2016
adaan paket bantuan kapal untuk nelayan di by KKP. Besides improving fishermen’s income
seluruh wilayah NKRI pada tahun 2016 oleh KKP. and welfare, this program is aimed to optimize
Program ini selain untuk meningkatkan pendapat- the sustainable use of fish, increase the added

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 35


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
an serta kesejahteraan para nelayan, juga ber- value and competitiveness of fishery products,
tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan and maintain the carrying capacity and quality
secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah of fish resources. Through the fishing vessel as-
dan daya saing produk perikanan, serta peme- sistance package, 3,450 fishing vessels will be
liharaan daya dukung dan kualitas lingkungan built and divided into several size variations of
sumber daya ikan. Melalui paket bantuan kapal 1510 units of 3 Gross Tonnage (GT) 1,020 units
perikanan tersebut akan dibangun 3.450 kapal of 5 GT, 690 units of 10 GT, 200 units of 20 GT,
perikanan yang terbagi ke dalam beberapa variasi and 25 units of 30 GT complete with fishing gear.
ukuran yaitu 3 Gross Tonage (GT) sebanyak 1.510 In addition, 30 GT of transport vessels will be
unit, 5 GT sebanyak 1.020 unit, 10 GT sebanyak built with 5 freezers and 14,782 fishing gear
690 unit, 20 GT sebanyak 200 unit, dan 30 GT packages (Satria, 2016). In the shipbuilding, KKP
sebanyak 25 unit lengkap dengan alat tangkap- cooperated with several national shipyards and

id
nya. Selain itu juga akan dibangun kapal angkut increased ship component manufacturing de-

.
berukuran 30 GT dengan freezer sebanyak 5 unit mand. This certainly advances maritime industry

go
dan 14.782 paket alat penangkap ikan (Satria, in Indonesia and creates many jobs.
2016). Dalam pembuatan kapal tersebut KKP
p s.
berkerja sama dengan beberapa galangan kapal
.b

nasional dan menambah permintaan manufaktur


w

komponen kapal. Hal ini tentunya menambah


w

maju industri maritim di Indonesia dan membuka


//w

banyak lapangan pekerjaan.


s:
tp
ht

36 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Produksi Perikanan Budidaya Laut Menurut Jenis Ikan, 2011-2015 (Ton)
2.1
Table The Production of Mariculture by Type of Fish, 2011-2015 (Tonnes)

Jenis Komoditas Tahun/Years Kenaikan Rata-rata


Comodity 2011 2012 2013 2014 2015 Increasing Average (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Kerapu/Groupers 8 091 8 786 11 024 11 369 137 -55,77


Kakap/Giant seaperch 2 129 2 828 2 838 2 375 2 292 1,49
Udang/Shrimp 225 488 914 202 161 -6,48
Kekerangan/Shells 48 449 17 251 29 091 44 394 37 503 -4,99
Teripang/Sea cucumber 219 475 206 138 22 029 151,5
Rumput Laut/Seaweed 4 539 413 5 738 688 8 335 663 8 971 463 10 112 107 17,37
Bandeng/Milk fish 283 127 81 104 54 -28,2

id
Bawal Bintang - - 643 1 367 2 663 -

.
7 019 1 094 -15,76

go
Lainnya/Others 5 811 2 833 2 978

Jumlah/Total 4 605 828 5 769 737 8 386 271 9 034 245 10 159 924 17,14
s.
Sumber/Source : Ditjen Perikanan Budidaya, Kelautan dan Perikanan dalam Angka 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
p
General Directorate of Aquaculture, Marine and Fishery in Figures 2017, Ministry of Marine and Fisheries
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 37


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Produksi Perikanan Tangkap Udang di Laut menurut Jenis Udang dan Provinsi, 2014 (Ton)
2.2
Table Production of Marine Shrimp Capture Fisheries by Type of Shrimp and Province, 2014 (Tonnes)

Udang Donggol
Endeavour prawn/ Udang putih/Jerbung
Udang Krosok Udang Ratu/Raja
Provinsi shrimp, Bluetail Banana prawn/
Tiger cat/Rainbow King prawn/
Province endeavour prawn/ white shrimp/Indian
shrimp Blue legged
shrimp, Red banana
greasiback
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 41 2 390 12 16
Sumatera Utara 3 998 11 601 229 1 713
Sumatera Barat 1 150 990 279 54

id
Riau 77 6 542 39 -
Jambi 1 201 4 025 1 023 67

.
104 2 485

go
Sumatera Selatan 3 171 -
Bengkulu 1 824 3 201 3 674 10
Lampung 419 6 s. 3 618 -
Kepulauan Bangka Belitung 279 1 796 257 -
p
Kepulauan Riau 414 1 423 920 -
.b

DKI Jakarta - 1 592 - -


7 514 6 970
w

Jawa Barat 1 837 -


Jawa Tengah 5 774 743 2 593 182
w

DI Yogyakarta - 10 - -
Jawa Timur 10 4 515
//w

- -
Banten 1 1 489 1 056 -
s:

Bali - 91 - -
Nusa Tenggara Barat 37 2 682 32 21
tp

Nusa Tenggara Timur - 270 2 6


ht

Kalimantan Barat 2 039 2 312 1 761 106


Kalimantan Tengah 1 418 2 285 1 241 211
Kalimantan Selatan 3 467 15 451 2 219 352
Kalimantan Timur 2 257 2 056 - -
Kalimantan Utara 1 496 1 095 221 -

Sulawesi Utara - - - -
Sulawesi Tengah - 3 442 - -
Sulawesi Selatan 118 595 - -
Sulawesi Tenggara 104 1 674 - -
Gorontalo - 6 - -
Sulawesi Barat - - - -

Maluku - 1 240 - -
Maluku Utara - - - -
Papua Barat 2 158 2 385 - 200
Papua 5 15 195 752 12

Indonesia 35 905 101 243 24 250 2 950

38 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 2.2

Udang Windu
Provinsi Udang Barong/Udang Karang Udang Lainnya
Jumbo/Giant/Blue/Brown
Province Spiny lobsters Other shrimps
tiger prawn
(1) (6) (7) (8)
Aceh 2 689 - 916
Sumatera Utara 4 862 25 3 535
Sumatera Barat 1 549 68 773
Riau 302 - 8 467
Jambi 2 676 - 13 510
Sumatera Selatan 41 - 855
Bengkulu 12 66 12

id
Lampung 51 - 147
Kepulauan Bangka Belitung - 105 1 966

.
70

go
Kepulauan Riau - 1 287

DKI Jakarta - - 981


Jawa Barat 18 s. 132 3 074
Jawa Tengah 32 82 1 465
p
DI Yogyakarta - 8 2
.b

Jawa Timur 1 348 246 1 112


w

Banten - - 388
w

Bali 4 81 5
Nusa Tenggara Barat 327 50 1 006
//w

Nusa Tenggara Timur 75 1 275

Kalimantan Barat 508 75 2 979


s:

Kalimantan Tengah 4 437 - 13 031


tp

Kalimantan Selatan 5 839 1 113 2 170


Kalimantan Timur 245 42 2 948
ht

Kalimantan Utara 501 16 360

Sulawesi Utara - 6 -
Sulawesi Tengah - 3 95
Sulawesi Selatan 56 106 1 815
Sulawesi Tenggara 1 289 225 1 023
Gorontalo - - -
Sulawesi Barat - 4 1

Maluku 2 384 692 1 166


Maluku Utara 118 - 1 426
Papua Barat 3 299 1 767 4 681
Papua 1 005 31 24

Indonesia 33 667 5 014 71 495

Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 39


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Perikanan Tangkap Udang di Laut menurut Jenis Udang dan Provinsi, 2014 (Juta Rupiah)
2.3
Table Production Value of Marine Shrimp Capture Fisheries by Type of Shrimp and Province, 2014 (Million
Rupiahs)

Udang Donggol
Endeavour prawn/ Udang putih/Jerbung
Udang Krosok Udang Ratu/Raja
Provinsi shrimp, Bluetail Banana prawn/
Tiger cat/Rainbow King prawn/
Province endeavour prawn/ white shrimp/Indian
shrimp Blue legged
shrimp, Red banana
greasiback
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 2 287 120 134 522 1 106
Sumatera Utara 173 282 484 302 14 526 108 387

id
Sumatera Barat 41 485 48 393 8 177 3 247
Riau 2 699 196 367 1 442 -

.
go
Jambi 50 420 124 983 43 769 2 384
Sumatera Selatan 1 806 289 648 39 912 -
Bengkulu 106 506 101 460 s. 67 713 255
Lampung 17 722 160 82 969 -
p
Kepulauan Bangka Belitung 11 780 115 960 4 016 -
.b

Kepulauan Riau 25 371 36 912 26 792 -


w

DKI Jakarta - 64 570 - -


Jawa Barat 385 810 456 079 80 845 -
w

Jawa Tengah 227 622 36 064 46 680 8 508


//w

DI Yogyakarta - 1 278 - 1
Jawa Timur 2 937 152 368 - -
Banten 65 127 703 62 848 -
s:

Bali - 3 684 - -
tp

Nusa Tenggara Barat 1 153 132 837 942 870


Nusa Tenggara Timur 8 376 86 310
ht

Kalimantan Barat 49 735 66 990 22 173 -


Kalimantan Tengah 33 666 82 046 26 572 10 353
Kalimantan Selatan 113 118 563 056 68 695 11 396
Kalimantan Timur 49 641 78 560 - -
Kalimantan Utara 44 980 56 126 5 932 -

Sulawesi Utara - - - -
Sulawesi Tengah - 340 805 - -
Sulawesi Selatan 3 991 15 501 8 -
Sulawesi Tenggara 2 937 41 151 - -
Gorontalo - 109 - -
Sulawesi Barat - - - -

Maluku - 24 800 - -
Maluku Utara - - - -
Papua Barat 115 009 127 942 - 11 737
Papua 34 302 727 15 035 438

Indonesia 1 464 056 4 201 091 619 654 158 992

40 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 2.3

Udang Windu
Provinsi Udang Barong/Udang Karang Udang Lainnya
Jumbo/Giant/Blue/Brown
Province Spiny lobsters Other shrimps
tiger prawn
(1) (6) (7) (8)
Aceh 197 857 - 28 006
Sumatera Utara 249 093 3 016 113 309
Sumatera Barat 60 889 3 512 26 506
Riau 7 192 - 217 924
Jambi 158 670 - 525 364
Sumatera Selatan 2 242 - 10 158
Bengkulu 148 10 560 142

id
Lampung 2 465 - 5 875
Kepulauan Bangka Belitung - 11 065 58 855

.
4 323 46 021

go
Kepulauan Riau -

DKI Jakarta - 14 713


Jawa Barat 976 s. 16 921 67 160
Jawa Tengah 6 934 7 931 17 817
p
DI Yogyakarta - 2 402 41
.b

Jawa Timur 66 102 9 040 155 833


16 437
w

Banten - -
w

Bali 238 25 338 212


Nusa Tenggara Barat 35 356 3 970 20 815
//w

Nusa Tenggara Timur 3 474 48 7 219

Kalimantan Barat 36 655 99 88 682


s:

Kalimantan Tengah 330 429 - 322 063


tp

Kalimantan Selatan 171 349 71 774 37 129


Kalimantan Timur 25 153 3 780 26 471
ht

Kalimantan Utara 50 369 2 877 7 762

Sulawesi Utara - 152 -


Sulawesi Tengah - 213 1 329
Sulawesi Selatan 2 966 3 972 39 704
Sulawesi Tenggara 53 039 7 176 35 652
Gorontalo - - -
Sulawesi Barat - 185 16

Maluku 52 423 38 676 27 288


Maluku Utara 2 604 - 31 815
Papua Barat 191 942 87 141 238 778
Papua 48 445 1 030 513

Indonesia 1 757 010 315 201 2 189 609

Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 41


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Produksi Perikanan Budidaya Laut menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.4
Table Production of Mariculture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 164 43 84 109 158
Sumatera Utara 3 566 3 086 4 348 4 350 4 363
Sumatera Barat 79 833 335 243 268
Riau 3 2 5 401 619
Jambi - - - - -
Sumatera Selatan - - - - -
Bengkulu 248 421 23 24 1
Lampung 10 696 10 142 7 142 6 775 4 440
Kepulauan Bangka Belitung 4 585 5 164 779 1 088 1 964

id
Kepulauan Riau 4 682 14 057 15 927 15 358 19 044

.
go
DKI Jakarta 26 726 3 071 2 517 4 066 2 464
Jawa Barat 7 934 3 726 1 528 1 015 3 964
Jawa Tengah 5 737 6 604 s. 14 211 42 413 22 785
DI Yogyakarta - - - - -
p
Jawa Timur 412 798 561 887 580 683 601 413 615 466
.b

Banten 16 708 17 219 21 930 25 671 26 110


w

Bali 106 667 144 610 146 192 84 931 107 921
Nusa Tenggara Barat 278 107 451 482 599 742 749 659 921 540
w

Nusa Tenggara Timur 377 203 398 739 1 846 350 1 966 261 2 283 347
//w

Kalimantan Barat 20 147 177 1 631 32


Kalimantan Tengah 149 230 88 339 364
s:

Kalimantan Selatan 2 303 2 726 2 426 2 706 486


Kalimantan Timur 83 216 195 530 249 746
tp

321 128 22 128


Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 311 038
ht

Sulawesi Utara 103 544 159 642 181 052 301 876 339 578
Sulawesi Tengah 734 635 891 428 1 234 021 1 137 589 1 274 906
Sulawesi Selatan 1 024 310 1 480 791 1 661 417 2 087 873 2 411 918
Sulawesi Tenggara 588 745 640 334 918 245 956 495 916 313
Gorontalo 89 190 95 482 10 407 24 991 53 740
Sulawesi Barat 21 553 27 343 33 127 39 323 36 864

Maluku 610 712 476 175 586 106 496 004 712 609
Maluku Utara 65 093 121 135 98 312 103 213 41 592
Papua Barat 26 280 57 555 75 565 57 760 37 847
Papua 176 131 146 51 155

Indonesia 4 605 829 5 769 735 8 292 631 9 034 756 10 174 024
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

42 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Perikanan Budidaya Laut menurut Provinsi, 2011-2015 (Juta Rupiah)
2.5
Table Production Value of Mariculture by Province, 2011-2015 (Million Rupiahs)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 9 946 2 201 4 555 9 416 10 643
Sumatera Utara 268 249 160 663 129 282 234 188 423 234
Sumatera Barat 23 819 9 538 31 170 19 686 41 020
Riau 97 88 174 5 249 5 847
Jambi - - - - -
Sumatera Selatan - - - - -
Bengkulu 372 2 022 1 650 4 248 1
Lampung 336 861 775 758 194 483 120 060 31 821
Kepulauan Bangka Belitung 11 919 29 610 14 695 17 108 24 982

id
Kepulauan Riau 180 444 305 628 481 576 539 631 333 839

.
go
DKI Jakarta 84 562 39 835 35 575 71 726 76 095
Jawa Barat 43 122 11 860 3 801 1 930 8 235
Jawa Tengah 15 059 14 993 s. 30 597 50 997 19 695
DI Yogyakarta - - - - -
p
Jawa Timur 432 477 1 143 145 1 008 276 960 885 485 066
.b

Banten 54 404 31 654 38 472 45 629 49 315


w

Bali 383 800 389 816 206 578 173 333 168 566
Nusa Tenggara Barat 493 312 1 171 728 1 282 558 1 632 734 997 616
w

Nusa Tenggara Timur 1 320 537 997 133 5 679 085 7 005 154 2 300 302
//w

Kalimantan Barat 589 2 055 2 645 159 864 1 376


Kalimantan Tengah 149 1 613 88 339 364
s:

Kalimantan Selatan 15 924 20 706 4 554 5 771 1 933


Kalimantan Timur 790 541 597 834 454 044 665 144 38 090
tp

Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 311 113


ht

Sulawesi Utara 137 547 263 193 1 132 085 707 268 415 791
Sulawesi Tengah 1 627 457 1 341 773 2 603 953 1 812 817 1 535 473
Sulawesi Selatan 1 537 153 2 222 247 4 156 199 3 091 252 3 617 967
Sulawesi Tenggara 1 815 997 1 047 827 1 197 250 1 614 403 1 214 003
Gorontalo 180 261 145 313 211 696 17 428 42 055
Sulawesi Barat 55 127 83 710 65 697 80 612 62 460

Maluku 1 589 815 1 145 179 2 940 723 5 038 295 1 692 036
Maluku Utara 123 638 249 227 490 884 1 119 793 93 693
Papua Barat 141 649 202 646 829 480 255 062 138 439
Papua 3 300 7 572 2 748 1 788 3 212

Indonesia 11 678 132 12 416 567 23 234 573 25 461 810 14 144 282
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 43


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Produksi Perikanan Budidaya Tambak menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.6
Table Production of Brackishwater Pond Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 23 405 27 994 32 940 37 721 42 223
Sumatera Utara 32 830 33 841 35 506 29 345 29 496
Sumatera Barat 12 26 179 297 332
Riau 2 120 662 329 311 135
Jambi 1 852 732 538 786 521
Sumatera Selatan 70 370 47 278 52 201 53 082 64 496
Bengkulu 1 125 750 1 838 4 767 7 548
Lampung 54 666 50 315 82 822 71 064 53 076
Kepulauan Bangka Belitung 535 961 761 828 1 076

id
Kepulauan Riau 13 19 91 35 42

.
go
DKI Jakarta 1 800 827 1 211 756 2 656
Jawa Barat 179 980 199 923 338 439 310 481 320 278
Jawa Tengah 115 786 110 526 s. 188 407 212 693 171 485
DI Yogyakarta 499 602 817 2 495 3 372
p
Jawa Timur 177 682 170 434 177 077 191 610 206 362
.b

Banten 59 345 51 535 58 511 60 070 60 112


w

Bali 2 232 1 899 3 005 3 554 3 288


Nusa Tenggara Barat 67 999 78 418 97 839 111 554 120 993
w

Nusa Tenggara Timur 1 195 1 497 1 586 1 902 3 575


//w

Kalimantan Barat 10 089 19 805 47 723 46 730 20 158


Kalimantan Tengah 5 224 6 394 9 244 10 745 11 693
s:

Kalimantan Selatan 20 101 23 392 23 826 27 177 33 954


Kalimantan Timur 51 164 60 557 54 208
tp

52 572 38 792
Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 5 366
ht

Sulawesi Utara 428 261 3 451 668 703


Sulawesi Tengah 42 057 30 627 83 215 73 733 113 202
Sulawesi Selatan 600 241 744 385 918 645 1001 214 1 052 493
Sulawesi Tenggara 54 921 66 183 86 506 75 954 74 888
Gorontalo 3 212 3 716 10 879 11 344 9 552
Sulawesi Barat 17 928 19 375 19 627 25 133 32 530

Maluku 1 741 1 205 4 264 5 415 12 485


Maluku Utara 85 296 253 156 92
Papua Barat 1 164 1 212 110 2 988 441
Papua 950 1 154 1 624 1 209 1 548

Indonesia 1 602 748 1 756 801 2 337 672 2 428 389 2 498 963
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

44 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Perikanan Budidaya Tambak menurut Provinsi, 2011-2015 (Juta Rupiah)
2.7
Table Production Value of Brackishwater Pond Culture by Province, 2011-2015 (Million Rupiahs)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 617 884 699 511 966 190 1 153 216 1 373 050
Sumatera Utara 1 349 505 1 169 546 893 630 1 859 430 1 642 580
Sumatera Barat 335 450 7 894 9 116 12 228
Riau 92 468 15 936 10 698 7 915 5 892
Jambi 21 489 9 180 16 014 13 150 10 223
Sumatera Selatan 3 520 248 1 974 814 1 949 928 2 422 411 3 291 414
Bengkulu 20 775 22 182 52 950 506 804 896 669
Lampung 2 024 383 1 887 658 5 073 781 4 148 664 3 200 227
Kepulauan Bangka Belitung 21 489 34 647 36 062 2 025 66 282

id
Kepulauan Riau 398 741 3 846 47 722 2 466

.
go
DKI Jakarta 33 637 15 776 21 218 23 281 65 165
Jawa Barat 3 906 440 4 823 961 5 134 891 8 232 921 7 881 032
Jawa Tengah 1 151 343 1 552 973 s. 4 283 683 2 779 838 3 075 044
DI Yogyakarta 21 365 23 956 34 652 103 831 150 796
p
Jawa Timur 4 188 446 4 307 943 4 322 955 5 049 778 5 562 178
.b

Banten 321 568 402 261 420 915 420 766 416 670
w

Bali 96 417 79 894 130 564 215 008 158 881


Nusa Tenggara Barat 1 711 492 1 977 378 4 055 146 6 090 213 6 960 113
w

Nusa Tenggara Timur 29 941 26 313 53 756 67 717 171 213


//w

Kalimantan Barat 375 893 786 851 2 435 677 2 918 314 634 974
Kalimantan Tengah 66 738 136 614 99 887 124 494 161 140
s:

Kalimantan Selatan 509 864 723 475 659 309 818 440 959 141
Kalimantan Timur 1 686 755 1 752 407 2 226 101 1 395 565
tp

2 271 582
Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 131 406
ht

Sulawesi Utara 11 299 6 875 123 120 23 410 30 147


Sulawesi Tengah 848 074 362 240 1 350 879 444 259 250 603
Sulawesi Selatan 2 999 917 3 711 875 5 134 563 5 448 291 857 639
Sulawesi Tenggara 895 665 1 744 612 2 105 362 2 103 317 856 554
Gorontalo 130 032 43 563 134 755 248 532 5 277 016
Sulawesi Barat 352 696 368 824 404 905 642 791 1 955 043

Maluku 79 984 60 604 223 270 265 628 546 025


Maluku Utara 3 710 5 103 15 182 6 178 3 097
Papua Barat 5 767 29 955 4 170 91 040 26 433
Papua 12 658 17 832 53 946 40 531 53 616

Indonesia 27 108 256 28 775 952 42 485 378 48 555 131 48 080 522
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 45


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Produksi Budidaya Rumput Laut menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.8
Table Production of Seaweed Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh - - 20 - -
Sumatera Utara 13 69 - - 57
Sumatera Barat - - 1 - -
Riau - - - - -
Jambi - - - - -
Sumatera Selatan - - - - -
Bengkulu 248 421 18 10 1
Lampung 2 369 4 819 4 701 4 647 3 707
Kepulauan Bangka Belitung 4 550 4 481 96 525 1 075

id
Kepulauan Riau 1 658 11 116 11 700 11 252 12 945

.
go
DKI Jakarta 23 5 160 37 3
Jawa Barat 205 788 49 79 55 783
Jawa Tengah 5 042 6 252 s. 13 954 41 518 82 916
DI Yogyakarta - - - - -
p
Jawa Timur 409 536 560 488 580 032 593 702 620 014
.b

Banten 13 337 13 670 17 657 20 226 62 604


w

Bali 106 398 144 168 145 597 84 336 107 209
Nusa Tenggara Barat 277 700 451 031 599 100 749 141 937 462
w

Nusa Tenggara Timur 377 200 398 736 1 846 224 1 966 255 2 283 331
//w

Kalimantan Barat 15 131 157 302 20


Kalimantan Tengah 149 230 88 339 364
s:

Kalimantan Selatan 2 280 2 702 2 404 2 676 454


Kalimantan Timur 83 093 195 314 249 412 320 911 22 418
tp

Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 311 037


ht

Sulawesi Utara 98 838 159 099 176 421 299 677 338 082
Sulawesi Tengah 734 381 891 381 1 233 058 1 137 030 1 362 811
Sulawesi Selatan 1 024 302 1 480 712 1 661 335 2 087 841 3 292 009
Sulawesi Tenggara 586 965 639 192 917 363 956 017 915 895
Gorontalo 89 149 95 422 103 924 24 935 36 767
Sulawesi Barat 21 547 27 335 33 115 39 323 53 740

Maluku 610 365 474 167 583 351 494 743 700 095
Maluku Utara 64 595 120 430 97 502 102 586 41 431
Papua Barat 25 354 56 439 58 058 33 340 27 002
Papua 101 89 59 16 107

Indonesia 4 539 413 5 738 687 8 335 663 8 971 464 11 269 339
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

46 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Produksi Budidaya Udang menurut Jenis Udang dan Provinsi, 2015 (Ton)
2.9
Table Production of Shrimp Culture by Type of Shrimp and Province, 2015 (Tonnes)

Provinsi Udang Windu Udang Putih Udang Vaname Udang Lainnya


Province Black Tiger Shrimp White Shrimp Vaname Shrimp Others Shrimp
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 8 114 169 4 470 67 166
Sumatera Utara 5 635 - 17 475 9
Sumatera Barat - - 3 -
Riau 11 1 40 -
Jambi 27 9 - 2
Sumatera Selatan 4 796 62 42 331 -
Bengkulu 2 325 - 4 103 -
Lampung 1 788 70 42 883 56
Kepulauan Bangka Belitung - - 1 056 -

id
Kepulauan Riau 2 - 1 -

.
go
DKI Jakarta 108 - - -
Jawa Barat 36 901 4 442 60 920 11 083
Jawa Tengah 2 775 308
s. 19 924 2 353
DI Yogyakarta - - 3 364 6
p
Jawa Timur 9 472 1 843 65 582 7 070
.b

Banten 405 679 1 223 754


w

Bali - - 3 243 240


Nusa Tenggara Barat 958 - 89 884 -
w

Nusa Tenggara Timur - - 31 -


//w

Kalimantan Barat 3 011 264 1 544 6


Kalimantan Tengah 103 - 4 1 129
s:

Kalimantan Selatan 7 214 10 - 829


Kalimantan Timur 9 466 5 105 6 209
tp

-
Kalimantan Utara 1 047 13 - 82
ht

Sulawesi Utara 74 174 64 -


Sulawesi Tengah 8 832 1 232 1 237 85
Sulawesi Selatan 14 850 760 12 827 11 984
Sulawesi Tenggara 6 610 - 25 769 -
Gorontalo 11 - 3 239 -
Sulawesi Barat 3 075 97 9 707 559

Maluku - - 10 142 1
Maluku Utara 2 - 23 -
Papua Barat 4 4 - 1
Papua 9 - - -

Indonesia 127 625 15 242 421 089 109 624

Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 47


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Budidaya Udang menurut Provinsi dan Jenis Udang, 2015 (Juta Rupiah)
2.10
Table Production Value of Shrimp Culture by Province and Type of Shrimp, 2015 (Million Rupiahs)

Provinsi Udang Windu Udang Putih Udang Vaname Udang Lainnya


Province Black Tiger Shrimp White Shrimp Vaname Shrimp Others Shrimp
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 578 760 8 077 251 390 15 433
Sumatera Utara 410 482 - 899 110 235
Sumatera Barat - - 152 -
Riau 773 42 3 811 -
Jambi 2 408 110 - -
Sumatera Selatan 280 598 3 172 2 757 763 -
Bengkulu 241 402 - 625 961 -
Lampung 151 083 2 142 2 890 498 1 271
Kepulauan Bangka Belitung - - 65 690 -

id
Kepulauan Riau 171 - 30 -

.
go
DKI Jakarta 6 736 - - -
Jawa Barat 1 995 207 190 729 3 109 506 383 036
Jawa Tengah 186 934 12 582 s. 1 310 487 47 396
DI Yogyakarta - - 150 636 -
p
Jawa Timur 530 381 78 180 2 683 897 173 384
.b

Banten 21 028 23 998 60 229 19 736


w

Bali - - 157 940 -


Nusa Tenggara Barat 76 773 - 6 652 682 -
w

Nusa Tenggara Timur - - 2 355 -


//w

Kalimantan Barat 194 067 6 608 107 230 -


Kalimantan Tengah 6 724 - 321 28 207
s:

Kalimantan Selatan 497 016 297 - 20 051


Kalimantan Timur 557 077 204 217 125 605
tp

-
Kalimantan Utara 73 785 434 - 2 025
ht

Sulawesi Utara 5 688 6 948 5 844 -


Sulawesi Tengah 447 004 53 632 52 739 2 125
Sulawesi Selatan 1 260 983 26 125 766 080 364 526
Sulawesi Tenggara 415 230 - 1 030 758 -
Gorontalo 823 - 156 782 -
Sulawesi Barat 181 701 2 402 363 573 11 187

Maluku - - 405 697 48


Maluku Utara 138 - 928 -
Papua Barat 360 140 - 20
Papua 757 - - -

Indonesia 8 124 089 619 835 24 512 089 1 194 285


Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

48 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Produksi Budidaya Udang Windu menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.11
Table Production of Black Tiger Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 5 040 5 667 5 621 8 048 8 114
Sumatera Utara 7 165 7 580 9 627 8 326 5 635
Sumatera Barat 1 4 2 2 -
Riau 531 68 27 8 11
Jambi 3 1 - 35 27
Sumatera Selatan 27 603 11 730 5 641 5 010 4 796
Bengkulu 127 152 278 781 2 325
Lampung 3 182 2 317 2 791 1 103 1 788
Kepulauan Bangka Belitung - - - 1 -

id
Kepulauan Riau - - - - 2

.
go
DKI Jakarta 129 58 201 129 108
Jawa Barat 25 935 25 944 27 860 42 168 36 901
Jawa Tengah 2 373 2 711 s. 33 580 5 083 2 775
DI Yogyakarta - - - - -
p
Jawa Timur 7 711 9 377 6 578 7 196 9 472
.b

Banten 255 294 404 382 405


w

Bali - - - - -
Nusa Tenggara Barat 551 2 739 4 299 972 958
w

Nusa Tenggara Timur - - - - -


//w

Kalimantan Barat 1 230 1 674 1 865 4 654 3 011


Kalimantan Tengah 140 86 52 46 103
s:

Kalimantan Selatan 4 586 5 015 4 758 5 881 7 214


Kalimantan Timur 10 446 10 758 8 774 9 466
tp

9 531
Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 1 047
ht

Sulawesi Utara 87 45 390 65 74


Sulawesi Tengah 6 352 3 201 22 403 3 985 8 832
Sulawesi Selatan 12 838 14 786 15 319 16 036 14 850
Sulawesi Tenggara 7 489 10 014 13 275 7 961 6 610
Gorontalo 189 282 143 24 11
Sulawesi Barat 1 661 1 360 1 898 2 549 3 075

Maluku 1 400 736 526 - -


Maluku Utara 27 7 1 - 2
Papua Barat 11 9 4 9 4
Papua 10 10 17 5 9

Indonesia 126 157 116 313 168 318 129 233 127 625
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 49


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Produksi Budidaya Udang Putih menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.12
Table Production of White Tiger Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh - 82 114 155 169
Sumatera Utara - 1 - - -
Sumatera Barat - - - - -
Riau - 120 - - 1
Jambi 2 - - 3 9
Sumatera Selatan - - 1 40 62
Bengkulu - - 3 6 -
Lampung 60 161 - 76 70
Kepulauan Bangka Belitung - - - - -

id
Kepulauan Riau - 1 - - -

.
go
DKI Jakarta - - - - -
Jawa Barat - 4 999 5 257 4 293 4 442
Jawa Tengah 778 924 s. 1 091 2 016 308
DI Yogyakarta - - - - -
p
Jawa Timur 3 517 - 2 099 2 103 1 843
.b

Banten 593 444 487 658 679


w

Bali - - - - -
Nusa Tenggara Barat 155 - - - -
w

Nusa Tenggara Timur - - - - -


//w

Kalimantan Barat 93 165 2 369 257 264


Kalimantan Tengah - - - - -
s:

Kalimantan Selatan - - 1 10 10
Kalimantan Timur 5 576 4 936 5 105
tp

5 125 5 312
Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 13
ht

Sulawesi Utara - - - - 174


Sulawesi Tengah - - 57 169 1 232
Sulawesi Selatan 402 453 506 786 760
Sulawesi Tenggara - - - - -
Gorontalo - - - - -
Sulawesi Barat 24 460 99 115 97

Maluku - - - - -
Maluku Utara - - - - -
Papua Barat 8 5 5 11 4
Papua - - - - -

Indonesia 10 757 13 128 17 665 15 634 15 242


1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

50 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Produksi Budidaya Udang Vaname menurut Provinsi, 2011-2015 (Ton)


2.13
Table Production of Vaname Shrimp Culture by Province, 2011-2015 (Tonnes)

Provinsi
2011 2012 2013 2014 2015
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh - - 1 244 1 391 4 470
Sumatera Utara 19 438 19 414 19 791 16 161 17 475
Sumatera Barat - 1 3 2 3
Riau 466 33 32 49 40
Jambi - - - - -
Sumatera Selatan 41 309 32 490 40 016 40 928 42 331
Bengkulu 118 370 945 3 302 4 103
Lampung 44 161 40 489 72 051 62 872 42 883
Kepulauan Bangka Belitung 469 879 710 747 1 056

id
Kepulauan Riau 4 33 32 2 1

.
go
DKI Jakarta - - - - -
Jawa Barat 30 600 29 900 61 633 60 120 60 920
Jawa Tengah 1 962 3 421 s. 13 872 30 610 19 924
DI Yogyakarta 495 597 812 2 446 3 364
p
Jawa Timur 35 058 45 383 33 060 40 899 65 582
.b

Banten 170 294 1 407 1 606 1 223


w

Bali 2 075 1 585 2 932 3 423 3 243


Nusa Tenggara Barat 43 077 38 525 56 960 78 967 89 884
w

Nusa Tenggara Timur 4 5 13 7 31


//w

Kalimantan Barat 5 272 6 670 39 092 32 073 1 544


Kalimantan Tengah - - - - 4
s:

Kalimantan Selatan - - - - -
Kalimantan Timur
tp

- - - - -
Kalimantan Utara ... 1 ... 1 ... 1 ... 1 -
ht

Sulawesi Utara 108 34 272 84 64


Sulawesi Tengah 4 110 761 91 500 1 237
Sulawesi Selatan 4 316 4 393 8 542 15 247 12 827
Sulawesi Tenggara 13 056 12 734 18 369 27 230 25 769
Gorontalo 5 39 996 2 209 3 239
Sulawesi Barat 126 623 1 138 3 025 9 707

Maluku - - 2 065 4 915 10 142


Maluku Utara 20 17 111 90 23
Papua Barat - - - - -
Papua - - - - -

Indonesia 246 420 238 663 376 189 428 905 421 089
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2011-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2011-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 51


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Luas dan Kondisi Hutan Mangrove menurut Provinsi, 2016


2.14
Table Area and Condition of Mangrove Forest by Province, 2016

Luas Kondisi/Condition (%)


Provinsi
Area Baik Sedang Rusak
Province
(Ha) Good Moderate Damage
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 58 985,57 23,15 56,32 20,53
Sumatera Utara 175 428,80 15,28 51,04 33,67
Sumatera Barat 33 824,09 70,00 - 30,00
Riau 175 607,64 0,36 0,24 0,17
Jambi 12 255,62 84,71 10,70 4,59
Sumatera Selatan 571 778,30 - - -
Bengkulu 2 142,25 89,01 4,74 6,26

id
Lampung 2 162,89 0,20 22,65 17,80
Kepulauan Bangka Belitung 83 107,35 54,75 16,60 11,35

.
go
Kepulauan Riau - - - -

DKI Jakarta 1 207,29 70,00 30,00 -


Jawa Barat 27 218,36 16,23 s. 32,34 50,54
Jawa Tengah 21 024,04 0,69 0,09 0,22
p
DI Yogyakarta 40,10 38,39 18,75 42,85
.b

Jawa Timur 19 765,54 2,82 0,03


424,99 48,57
w

Banten 11,98 17,91


w

Bali 2 225,75 78,95 9,66 11,39


Nusa Tenggara Barat 18 356,88 65,81 28,29 5,90
//w

Nusa Tenggara Timur 51 854,83 - - -

Kalimantan Barat 229 396,60 70,00 20,00 10,00


s:

Kalimantan Tengah - - - -
tp

Kalimantan Selatan 105 038,90 21,95 49,23 26,42


Kalimantan Timur 360 819,26 3,66 3,26 0,16
ht

Kalimantan Utara 180 370,37 69,89 20,96 9,16

Sulawesi Utara 12 036,29 - - -


Sulawesi Tengah 24 733,59 60,49 - 39,51
Sulawesi Selatan 41 065,20 22,00 26,00 52,00
Sulawesi Tenggara 62 426,42 - - -
Gorontalo 21 101,11 30,89 27,09 42,03
Sulawesi Barat 3 226,00 30,00 40,00 30,00

Maluku 53 029,38 19,97 66,72 13,32


Maluku Utara - - - -
Papua Barat 456 395,00 0,92 0,00 0,08
Papua 2 1 148 948,51 - - -

Indonesia 3 954 996,92 3 12,92 8,94 5,66


1
Catatan/Note : Data tahun 2013/Data for 2013
2
Data Tahun 2015/Data for 2015
3
Penjumlahan data dari tiap provinsi, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015 adalah 3 616 445,19 Ha
Summation of data from each province, the data of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries 2015 is 3 616 445,19 Ha
Sumber/Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2017/Department of Marine and Fisheries Province, 2017

52 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Luas dan Kondisi Terumbu Karang menurut Provinsi, 2016


2.15
Table Area and Condition of Coral Reef by Province, 2016

Luas Kondisi/Condition (%)


Provinsi
Area Baik Sedang Rusak
Province
(Ha) Good Moderate Damage
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 14 689,70 41,64 10,63 47,73
Sumatera Utara 111 899,80 26,28 24,00 49,71
Sumatera Barat 21 486,99 36,75 - 63,25
Riau 120,00 41,67 12,50 45,83
Jambi - - - -
Sumatera Selatan 10,30 23,08 23,08 53,84
Bengkulu 5 772,87 68,30 18,38 13,32

id
Lampung 1 870,87 0,30 29,13 15,98
Kepulauan Bangka Belitung 67 354,17 16,77 13,28 26,57

.
go
Kepulauan Riau - - - -

DKI Jakarta 5 000,00 50,00 - 50,00


Jawa Barat 7 533,70 s.
2,98 27,70 42,78
Jawa Tengah 779,66 0,10 0,01 0,89
p
DI Yogyakarta 5 100,00 10,00 20,00 70,00
.b

Jawa Timur 17 949,24 6,80 17,10 6,85


1 770,50 70,52
w

Banten 18,32 11,17


w

Bali 2 585,36 52,81 38,15 9,04


Nusa Tenggara Barat 27 651,62 28,96 27,69 43,36
//w

Nusa Tenggara Timur 154,34 17,60 18,80 23,50

Kalimantan Barat 265 928,74 70,00 20,00 10,00


s:

Kalimantan Tengah 35,59 75,60 0,20 24,20


tp

Kalimantan Selatan 13 179,18 87,63 10,17 2,20


Kalimantan Timur 782 775,53 0,01 0,03 0,02
ht

Kalimantan Utara 141 163,00 49,34 33,71 16,95

Sulawesi Utara 28 938,80 - - -


Sulawesi Tengah 24 733,59 60,49 - 39,51
Sulawesi Selatan 117 055,07 27,00 32,00 41,00
Sulawesi Tenggara 53 153,45 28,00 - -
Gorontalo 15 888,91 64,74 0,41 34,85
Sulawesi Barat 16 302,00 26,30 44,74 52,03

Maluku 26 729,76 64,97 16,87 18,16


Maluku Utara - - - -
Papua Barat 492 665,00 32,60 42,60 24,80
Papua 1 232 892,20 48,90 19,65 31,44
2
Indonesia 2 503 169,93 28,29 18,43 17,67
1
Catatan/Note : Data Tahun 2015/Data for 2015
2
Penjumlahan data dari tiap provinsi, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan 2017 adalah 2 517 857,90 Ha
Summation of data from each province, the data of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries 2017 is 2 517 857.90 Ha
Sumber/Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2017/Departmen of Marine and Fisheries Province, 2017

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 53


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Lokasi dan Persentase Kondisi Terumbu Karang menurut Wilayah, 2011-2015
2.16
Table Number of Location and Percentage of Coral Reef Condition by Area, 2011-2015

Wilayah Jumlah Lokasi/Kondisi


2011 2012 2013 2014 2015
Area Number of Location/Condition
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Indonesia Jumlah Lokasi/Number of locations 479 504 509 536 ...


Bagian Barat Persentase kondisi/Percentage of condition
Sangat Baik/Very Good 5,64 5,36 5,50 5,22 4,94
West
Baik/Good 28,81 29,56 30,06 29,29 28,92
Indonesian Cukup/Moderate 34,03 34,33 33,99 35,26 36,68
Kurang/Damaged 31,52 30,75 30,45 30,22 29,45

Indonesia Jumlah Lokasi/Number of locations 292 308 316 327 ...


Bagian Tengah Persentase kondisi/Percentage of condition

id
Sangat Baik/Very Good 5,82 5,52 5,70 5,81 5,48
Center
Baik/Good 30,14 29,55 30,38 29,66 29,39

.
go
Indonesian Cukup/Moderate 44,18 44,81 44,30 43,73 44,38
Kurang/Damaged 20,55 20,78 19,62 20,80 20,75

Indonesia Jumlah Lokasi/Number of locations 305


p s. 321 321 321 ...
Bagian Timur Persentase kondisi/Percentage of condition
4,98 4,98 4,98 4,64
.b

Sangat Baik/Very Good 5,25


East
Baik/Good 20,98 21,18 21,18 21,18 21,45
w

Indonesian Cukup/Moderate 34,43 34,58 34,58 34,58 33,62


Kurang/Damaged 39,34 39,25 39,25 39,25 40,29
w
//w

Indonesia Jumlah Lokasi/Number of locations 1 076 1 133 1 146 1 184 1 259


Persentase kondisi/Percentage of condition
s:

Sangat Baik/Very Good 5,58 5,30 5,41 5,32 5,00


Baik/Good 26,95 27,18 27,66 27,20 27,01
tp

Cukup/Moderate 36,90 37,25 37,00 37,42 37,97


Kurang/Damaged 30,76 30,45 29,93 30,07 30,02
ht

Catatan/Note : Tidak ada data terbaru/No recent data


Sangat Baik/Very Good : 75-100 % tutupan karang hidup/the living surface of coral reef
Baik/Good : 50-74 % tutupan karang hidup/the living surface of coral reef
Cukup/Moderate : 25-49 % tutupan karang hidup/the living surface of coral reef
Kurang/Damaged : 0-24 % tutupan karang hidup/the living surface of coral reef
Sumber/Source : www.coremap.or.id, didownload 12 Mei 2016/www.coremap.or.id,downloaded on May 12, 2016

54 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Luas dan Kondisi Padang Lamun menurut Provinsi, 2016


2.17
Table Area and Condition of Seagrass by Province, 2016

Luas Kondisi/Condition (%)


Provinsi
Area Baik Sedang Rusak
Province
(Ha) Good Moderate Damage
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 223,03 - 97,76 2,24
Sumatera Utara 172,20 18,87 53,97 27,14
Sumatera Barat 42 120,00 100,00 - -
Riau - - - -
Jambi - - - -
Sumatera Selatan - - - -
Bengkulu - - - -

id
Lampung 371,00 12,10 35,51 30,82
Kepulauan Bangka Belitung 43 087,07 14,52 21,78 36,30

.
go
Kepulauan Riau - - - -

DKI Jakarta - - - -
Jawa Barat 802,00 s.
54,69 21,45 23,87
Jawa Tengah 119,88 0,94 - 0,06
p
DI Yogyakarta - - - -
.b

Jawa Timur 1 034,40 - - -


1 246,00 7,40 19,74
w

Banten 17,28
w

Bali 1 316,00 89,42 - 10,58


Nusa Tenggara Barat 8 061,54 71,70 11,86 16,43
//w

Nusa Tenggara Timur 13 953,55 - - -

Kalimantan Barat 1 18 934,40 80,00 15,00 5,00


s:

Kalimantan Tengah 210,00 23,81 42,86 33,33


tp

Kalimantan Selatan 204,22 - - -


Kalimantan Timur 508,55 21,69 7,49 3,34
ht

Kalimantan Utara 10,08 - 100,00 -

Sulawesi Utara 7 691,40 - - -


Sulawesi Tengah 2 87 018,69 28,61 1,40 69,98
Sulawesi Selatan 3 18 696,40 86,00 3,00 11,00
Sulawesi Tenggara 11 644,69 - - -
Gorontalo 4 2 170,92 95,35 5,34 -
Sulawesi Barat 1 674,00 29,30 48,70 22,00

Maluku 9 374,72 38,00 51,81 10,20


Maluku Utara - - - -
Papua Barat 288 569,00 - - -
Papua 5 1 309,80 87,93 12,07 -
6
Indonesia 560 523,54 21,34 3,88 14,81
1
Catatan/Note : Jumlah Padang Lamun yang diinput merupakan jumlah padang lamun yang dilaporkan oleh kabupaten Ketapang, Kayong Utara,
Bengkayang, dan Sambas/The number of Seagrass inputted is the number of seagrasses reported by the districts of Ketapang,
Kayong Utara, Bengkayang, and Sambas
2
Data tahun 2013/Data for 2013
3
Luas Padang Lamun 2016 mengalami kenaikan terutama pada daerah Selayar dan Luwu masing-masing sebesar 8 971,6 ha dan
3 688 ha/The seaweed area of 2016 has increased especially in Selayar and Luwu by 8 971.6 ha and 3 688 ha
4
Ada 2 Kabupaten tidak teridentifikasi/There are 2 unidentified districts
5
Data tahun 2015/Data for 2015
6
Penjumlahan data dari tiap provinsi/The Summation of data from each province
Sumber/Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2017/Departement of Marine and Fisheries Province, 2017

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 55


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Pelabuhan menurut Jenis Pelabuhan Perikanan dan Provinsi, 2016
2.18
Table Number of Port by Type of Fishing Port and Province, 2016

Pelabuhan Perikanan
Pelabuhan Perikanan Pelabuhan Perikanan Pangkalan
Provinsi Nusantara
Samudera Pantai Pendaratan Ikan
Province Fishery Archipelago
Fishery Ocean Port Fishery Coastal Port Fishery Landing Quay
Port
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 1 1 - 25
Sumatera Utara 1 1 1 9
Sumatera Barat 1 - 1 6
Riau - - - 2
Jambi - - - 3
Sumatera Selatan - - - 1

id
Bengkulu - - - 3
Lampung - - 4 10

.
go
Kepulauan Bangka Belitung - 2 - 7
Kepulauan Riau - - 1 5

DKI Jakarta 1 -
p s. - 5
Jawa Barat - 2 5 42
Jawa Tengah 49
.b

1 1 9
DI Yogyakarta - - 1 1
w

Jawa Timur - 2 7 55
Banten - 1 1 15
w
//w

Bali - 1 - 2
Nusa Tenggara Barat - - 1 7
Nusa Tenggara Timur - - 1 9
s:

Kalimantan Barat - 1 2 18
tp

Kalimantan Tengah - - - 5
Kalimantan Selatan - - 1 3
ht

Kalimantan Timur - - - 6
Kalimantan Utara - - 1 -

Sulawesi Utara 1 - 2 10
Sulawesi Tengah - - - 13
Sulawesi Selatan - - - 13
Sulawesi Tenggara 1 - - 7
Gorontalo - 1 - 6
Sulawesi Barat - - - 2

Maluku - 2 - 5
Maluku Utara - 1 2 3
Papua Barat - - 1 5
Papua - - - 3

Indonesia 7 16 41 355

Sumber/Source : http://pipp.djpt.kkp.go.id/profil_pelabuhan/kategori_pelabuhan (diakses tanggal 25 Juli 2017)


th
http://pipp.djpt.kkp.go.id/profil_pelabuhan/kategori_pelabuhan (accessed on July 25 , 2017)

56 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Jumlah Pengunjung Taman Wisata Alam menurut Jenis Kunjungan dan Asal, 2013-2015 (Orang)
2.19
Table Number of Visitors to Ecotourism Parks by Type of Visit and Origin, 2013-2015 (Person)

Jenis Kunjungan Asal Tahun/Years


Type of Visit Origin 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5)
Penelitian & Pengembangan Dalam Negeri/Domestic 112 135 170
Research & Development Luar Negeri/Foreign 5 95 20

Dalam Negeri/Domestic 2 484 675 3 256 230 3 173 743


Rekreasi/Recreation
Luar Negeri/Foreign 261 140 264 055 154 082

Pendidikan/Ilmu Pengetahuan Dalam Negeri/Domestic 15 958 5 558 4 228


Education Luar Negeri/Foreign - - -

Dalam Negeri/Domestic 876 2 725 1 159

id
Berkemah/Camping
Luar Negeri/Foreign - 10 -

.
go
Dalam Negeri/Domestic 344 50 126 3 817
Lain-lain/Others
Luar Negeri/Foreign 1 10 551 -

Jumlah/Total
Dalam Negeri/Domestic
Luar Negeri/Foreign
p s. 2 501 965
261 146
3 314 774
274 711
3 183 117
154 102
Jumlah/Total 2 763 111 3 589 485 3 337 219
.b

Catatan/Note : Tabel yang disajikan berbeda dari Tabel pada SDLP sebelumnya/The table presented is different from the Table in the previous SDLP
w

Sumber/Source : Statistik Kehutanan Indonesia 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Forestry Statistics of Indonesia 2016, Ministry of Environtment and Forestry Republic of Indonesia
w
//w
s:
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 57


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Jasa Wisata Bahari/Tirta, 2015-2016


2.20
Table Number of Marine/Water Tourism, 2015-2016

Provinsi Kabupaten/Kota Nama Lokasi Jumlah Lokasi (Spot)


Province District/City Name of Location Number of Location
(1) (2) (3) (4)
Aceh Kota Sabang Pulau Weh 18
Lampung Lampung Selatan Kepulauan Krakatau 5

DKI Jakarta Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu 13

Bali Klungkung Nusa Penida 16


Karangasem Padang Bai 6
Karangasem Amed dan Tulamben 17
Buleleng Pulau Menjangan 12
Nusa Tenggara Barat

id
Lombok Utara Gili Matra 18
Nusa Tenggara Timur Manggarai Barat Pulau Komodo 30

.
go
Sikka Maumere 28
Alor Selat Pantar 18

Kalimantan Timur Berau Kakaban


p s. 28

Sulawesi Utara Kota Manado Bunaken 25


.b

Kota Bitung Selat Lembeh 25


Sulawesi Tengah Donggala Donggala dan Teluk Palu 20
w

Tojo Una Una Kepulauan Togean 23


w

Sulawesi Selatan Pangkajene Kepulauan Kapoposang 12


Bulukumba Tanjung Bira 17
//w

Kepulauan Selayat Selayar 16


Sulawesi Tenggara Wakatobi Wakatobi 30
s:

Gorontalo Gorontalo Gorontalo 21


tp

Maluku Kota Ambon Pulau Ambon 21


Maluku Tengah Kepulauan Banda 22
ht

Maluku Utara Pulau Morotai Pulau Morotai 19


Halmahera Barat Halmahera Barat 12
Kota Ternate Pulau Ternate 12
Papua Barat Raja Ampat Raja Ampat 17
Raja Ampat Kepulauan Waigeo 20
Teluk Cendrawasih Teluk Cendrawasih 27

Indonesia 548

Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

58 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Tabel Jumlah dan Luas Kawasan Konservasi Laut menurut Provinsi, 2015
2.21
Table Number and Area of Marine Conservation by Province, 2015

Taman Wisata Perairan


Taman Nasional Laut Taman Wisata Alam Laut
Marine Nature Recreation
Marine National Park Marine Ecotourism Park
Provinsi Park
Province
Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area
Number (Ha) Number (Ha) Number (Ha)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Aceh - - 2 231 400 - -
Sumatera Utara - - - - - -
Sumatera Barat - - - - 1 39 900
Riau - - - - - -

id
Jambi - - - - - -
Sumatera Selatan - - - - - -

.
go
Bengkulu - - - - - -
Lampung - - - - - -
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Riau
-
-
-
-
s.
p -
-
-
-
-
1
-
1 262 686

DKI Jakarta 1 107 489 - - - -


.b

Jawa Barat - - - - - -
w

Jawa Tengah 1 110 117 - - - -


DI Yogyakarta - - - - - -
w

Jawa Timur - - - - - -
//w

Banten - - 1 720 - -

Bali - - - - - -
s:

Nusa Tenggara Barat - - 2 8 600 1 2 954


Nusa Tenggara Timur - - 3 119 350 - -
tp

Kalimantan Barat - - - - - -
ht

Kalimantan Tengah - - - - - -
Kalimantan Selatan - - - - - -
Kalimantan Timur - - 1 280 - -
Kalimantan Utara - - - - - -

Sulawesi Utara 1 89 065 - - - -


Sulawesi Tengah 1 362 605 - - - -
Sulawesi Selatan 1 530 765 - - - -
Sulawesi Tenggara 1 1 390 000 2 117 800 1 50 000
Gorontalo - - - - - -
Sulawesi Barat - - - - - -

Maluku - - 3 13 098 1 2 500


Maluku Utara - - - - - -
Papua Barat - - - - - -
Papua 1 1 453 500 - - 1 183 000

Indonesia 7 4 043 541 14 491 248 6 1 541 040

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 59


P O T E N S I S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Lanjutan Tabel/Continued Table 2.21

Kawasan Konservasi Laut


Cagar Alam Laut
Suaka Margasatwa Laut Daerah
Marine Natural
Provinsi Marine Sanctuary District Marine Conservation
Preservation
Province Area
Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area
Number (Ha) Number (Ha) Number (Ha)
(1) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
Aceh - - - - 4 53 582,98
Sumatera Utara - - - - 4 167 714,20
Sumatera Barat - - - - 9 156 335,99
Riau - - - - 1 40 741,80

id
Jambi - - - - 2 30,27

.
Sumatera Selatan - - - - ... ...

go
Bengkulu - - - - 3 87 475,78
Lampung - - 1 11 200 3 106 243,31
Kepulauan Bangka Belitung - - - s. - 5 789 652,40
Kepulauan Riau - - - - 5 1 077 463,47
p
.b

DKI Jakarta 1 90,00 - - - -


Jawa Barat 1 90,00 2 1 620 3 33 250,08
w

Jawa Tengah - - - - 6 62 721,73


w

DI Yogyakarta - - - - 2 3 570,46
Jawa Timur - - - - 4 121 606,40
//w

Banten - - - - 1 7 391,00

Bali - - - - 3 37 630,65
s:

Nusa Tenggara Barat - - - - 7 103 643,85


tp

Nusa Tenggara Timur - - 1 2 000 4 817 882,30


ht

Kalimantan Barat - - 1 77 000 1 15 300,00


Kalimantan Tengah - - - - 1 171 679,00
Kalimantan Selatan - - - - 2 34 959,14
Kalimantan Timur 1 220,00 - - 2 290 670,33
Kalimantan Utara - - - - 3 274,00

Sulawesi Utara - - - - 5 68 481,00


Sulawesi Tengah - - - - 7 189 452,49
Sulawesi Selatan - - - - 5 76 476,94
Sulawesi Tenggara - - - - 9 547 173,54
Gorontalo - - - - 3 2 540,56
Sulawesi Barat - - - - 2 82 880,00

Maluku - - - - 6 1 073 331,22


Maluku Utara - - - - 5 17 408,46
Papua Barat 2 5278,25 1 62 660 3 1 656 537,80
Papua - - - - 1 46 983,62

Indonesia 5 5678,25 6 154 480 121 7 941 084,77

60 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


M A R I N E A N D C O A S TA L R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 2.21

Suaka Perikanan Suaka Alam Perairan Taman Nasional Perairan


Provinsi Fishery Sanctuary Marine Nature Preserves Marine National Park
Province Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area Jumlah Luas/Area
Number (Ha) Number (Ha) Number (Ha)
(1) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
Aceh - - - - - -
Sumatera Utara - - - - - -
Sumatera Barat - - - - - -
Riau - - - - - -
Jambi - - - - - -
Sumatera Selatan - - - - - -

id
Bengkulu - - - - - -
Lampung - - - - - -

.
go
Kepulauan Bangka Belitung - - - - - -
Kepulauan Riau - - - - - -

DKI Jakarta - - s.- - - -


Jawa Barat - - - - - -
p
Jawa Tengah 1 12,00 - - - -
.b

DI Yogyakarta - - - - - -
Jawa Timur 370,23
w

2 - - - -
Banten - - - - - -
w

Bali - - - - - -
//w

Nusa Tenggara Barat 1 71,00 - - - -


Nusa Tenggara Timur - - - - 1 3 355 352,82
s:

Kalimantan Barat - - - - - -
tp

Kalimantan Tengah - - - - - -
Kalimantan Selatan - - - - - -
ht

Kalimantan Timur - - - - - -
Kalimantan Utara - - - - - -

Sulawesi Utara - - - - - -
Sulawesi Tengah - - - - - -
Sulawesi Selatan - - - - - -
Sulawesi Tenggara - - - - - -
Gorontalo - - - - - -
Sulawesi Barat - - - - - -

Maluku - - 1 114 000 - -


Maluku Utara - - - - - -
Papua Barat - - 2 331 630 - -
Papua - - - - - -

Indonesia 4 453,23 3 445 630 1 3 355 352,82


Sumber/Source : Analisis Data Pokok 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Basic Data Analysis 2016, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 61


ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
ht
tp
s:
//w
w
w
.b
ps.
go
.id
P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
Pada tahun 2016, perikanan termasuk In 2016, fisheries are included in three
dalam tiga subsektor yang mempunyai kontribusi sub-sectors that have the largest contribution in
terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Gross Domestic Product (GDP) for agricultural,
untuk lapangan usaha pertanian, kehutanan, forestry, and fishery fields. The largest contribu-
dan perikanan. Kontribusi terbesar pada sektor tion in agriculture, forestry, and fishery sector
pertanian, kehutanan, dan perikanan berasal came from plantation crops (25.74 percent),
dari tanaman perkebunan (25,74 persen), tana­ food crops (25.46 percent) and fisheries (19.00
man pangan (25,46 persen) dan perikanan (19,00 percent). This fisheries contribution increased
persen). Kontribusi perikanan ini sedikit mening­ slightly compared to 2015 (18.57 percent).
kat dibandingkan tahun 2015 (18,57 persen). However, total GDP growth rate of fisheries
Namun, secara total laju pertumbuhan PDB (5.15 percent) in 2016 was recorded lower than
perikanan (5,15 persen) pada tahun 2016 tercatat in 2015 at 7.89 percent (BPS, 2017a).

id
menurun dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar

.
7,89 persen (BPS, 2017a).

go
Meskipun begitu, komoditas perikanan Nevertheless, Indonesia’s fishery com-
Indonesia tetap mengalami surplus dalam neraca
p s.
modities continue to experience a surplus in the
perdagangan internasional. Volume ekspor hasil international trade balance. The export volume
.b

perikanan pada periode 2012­2015 terus meng­ of fishery products in 2012-2015 continues to
w

alami kenaikan sebesar 1,49 persen per tahun. increase by 1.49 percent per year. While the
w

Sedangkan volume impor perikanan mengalami volume of fishery import decreased by 6 percent
//w

penurunan sebesar 6 persen per tahun pada per year in the same period (Table 3.1). Based
on KKP data, Indonesia’s trade balance of fish
s:

periode yang sama (Tabel 3.1). Berdasarkan data


KKP, neraca perdagangan ikan Indonesia meng­ was surplus during the period 2012 to September
tp

alami surplus selama periode 2012­September 2016. This is because fish commodity exports
ht

2016. Hal ini dikarenakan nilai ekspor komoditas value is higher than the imports value.
perikanan lebih tinggi dibandingkan nilai impor.
Penurunan laju pertumbuhan PDB perikan­ The decrease in GDP of fisheries growth
an dapat disebabkan oleh menurunnya produksi rate can be caused by decreasing of fishery pro-
perikanan baik perikanan tangkap maupun budi­ duction both capture and cultivation fisheries
daya yang diakibatkan curah hujan yang tinggi. due to high rainfall. Specifically, the decline in
Lebih spesifik lagi, penurunan laju pertumbuhan GDP of fisheries growth rate is also caused by
PDB perikanan juga disebabkan oleh menurunnya decreased production of seaweed and aquacul-
produksi rumput laut dan perikanan budidaya ture fisheries (Sari, S.M., 2017a). This decline in
(Sari, S.M., 2017a). Penurunan hasil sumber daya marine and coastal resource yields can be caused
laut dan pesisir ini dapat disebabkan karena by pressure on marine and coastal areas, includ-
adanya tekanan terhadap wilayah laut dan pe­ ing long-lasting overfishing, marine mineral ex-
sisir, diantaranya adalah overfishing yang telah ploration, marine pollution, and climate change.
berlangsung lama, eksplorasi mineral di laut,
pencemaran laut, dan perubahan iklim.

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 65


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
3.1. Penangkapan Berlebih (Overfishing) 3.1. Overfishing

Ketersediaan ikan untuk dikonsumsi meru­ The availability of fish for consumption
pakan penjumlahan produksi perikanan tangkap, is the sum of capture fisheries production,
produksi perikanan budidaya, dan impor ikan aquaculture production, and fish imports minus
dikurangi dengan ekspor ikan. Ketersediaan ikan exports. The availability of fish for consumption
untuk dikonsumsi selama kurun waktu 2014­2015 during 2014-2015 has increased by 5.51 percent,
mengalami kenaikan sebesar 5,51 persen, diikuti followed by fish availability for per capita
dengan ketersediaan ikan untuk dikonsumsi per consumption which increased by 4.27 percent.
kapita yang naik sebesar 4,27 persen. Selama During 2011-2015, the trend of fish availability
periode tahun 2011­2015, trend ketersediaan for consumption continued to increase, ie 8.69
ikan untuk konsumsi terus mengalami kenaikan, percent or an average of 9.96 million tons of fish

id
yaitu sebesar 8,69 persen atau rata­rata sebesar per year (Table 3.2).

.
9,96 juta ton ikan per tahun (Tabel 3.2).

go
Gambar
3.1
Angka Konsumsi Ikan per Kapita, 2011-2015 s.
Figure Fish Consumption per Capita, 2011-2015
p
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan/Marine and Fishery in
Figures 2016, Ministry of Marine and Fishery

Persediaan ikan untuk konsumsi yang Fish stocks for consumption that continue
terus mengalami kenaikan kemungkinan ber­ to rise may be due to large imports of fisheries
asal dari besarnya impor perikanan dan adanya and overfishing. Overfishing will undermine
overfishing. Overfishing akan merusak stabilitas marine ecosystems stability, reduce the ocean’s
ekosistem laut, mengurangi kemampuan laut ability to produce seafood, resist diseases,

66 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
menyediakan seafood, mengurangi kemampuan filter pollutants, and rebound from stress such
laut bertahan terhadap penyakit, mengurangi as climate change. The ocean’s ability to repair
kemampuan menyaring polutan, dan mengurangi itself is very influential on the life of all the
kemampuan untuk pulih dari tekanan peruba­ species in it. With the decline of fish stocks in
han iklim. Kemampuan laut untuk memperbaiki the sea, aquaculture is expected to fulfill the
dirinya sendiri sangat berpengaruh terhadap consumption of fish. According to the UN Food
kehidupan seluruh spesies di dalamnya. Dengan and Agriculture Organization, nearly 43 percent
menurunnya stok ikan di laut, perikanan budidaya of the fish consumed comes from fisheries culti-
diharapkan dapat memenuhi konsumsi ikan. vation (Clover, C, 2006).
Menurut UN Food and Agriculture Organisation,
hampir 43 persen ikan yang dikonsumsi berasal
dari perikanan budidaya (Clover, C, 2006).

id
Status tingkat pemanfaatan ikan di se­ The status of fish utilization in eleven

.
belas WPPNRI berbeda­beda. Ada yang dalam WPPNRIs are different. There are in the condi-

go
kondisi overfishing, full capacity, dan ada yang tion of overfishing, full capacity, and still under
masih dalam kondisi under fishing. Eksploitasi
p s.
fishing conditions. Fisheries resources exploita-
sumber daya ikan di Indonesia yang terdiri dari tion in Indonesia consist of shrimp, demersal,
.b

udang, demersal, pelagis kecil, tuna besar, dan small pelagic, large tuna, and squids increased
w

cumi­cumi mengalami kenaikan selama periode during 2012-2015 with an average increase by
w

2012­2015 dengan rata­rata kenaikan sebesar 3.23 percent per year. Squid experienced the
//w

3,23 persen per tahun. Cumi­cumi mengalami largest increase in exploitation compared to the
other four fish species of 11.97 percent per year
s:

rata­rata kenaikan eksploitasi terbesar diban­


dingkan dengan empat jenis ikan lainnya yaitu in the same period. Fish resources exploitation
tp

sebesar 11,97 persen per tahun di periode yang and production value in 11 WPPNRIs are pre-
ht

sama. Eksploitasi sumber daya ikan dan nilai sented in Table 3.14-3.37. Largest fish resources
produksi di 11 WPPNRI disajikan pada Tabel 3.14­ exploitation by 2015 occurred in the northern
3.37. Eksploitasi sumber daya ikan terbesar pada waters of Jawa.
tahun 2015 terjadi di perairan utara Jawa.
Produksi perikanan tangkap selama kurun Capture fisheries production during 2011-
tahun 2011­2016 mengalami pertumbuhan sebe­ 2016 grew by 13.19 percent, which was driven
sar 13,19 persen. Kenaikan tersebut didorong by an increased capture fisheries production in
oleh peningkatan produksi perikanan tangkap marine by 9.49 percent and in open water by 3.02
di laut sebesar 9,49 persen dan peningkatan percent. While cultivation fisheries experienced
produksi perikanan tangkap di perairan umum growth of only 2.91 percent in the same period
sebesar 3,02 persen. Sedangkan perikanan budi­ (Table 3.3).
daya mengalami pertumbuhan hanya sebesar 2,91
persen pada kurun periode yang sama (Tabel 3.3).

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 67


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Gambar Produksi Perikanan Indonesia, 2011-2015


3.2
Figure Production Fisheries of Indonesian, 2011-2015

. id
go
p s.
.b
w
w
//w
s:

Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan/Marine and Fishery in
tp

Figures 2016, Ministry of Marine and Fishery


ht

3.2. Eksplorasi Mineral, Minyak Bumi, dan 3.2 Minerals, Petroleum, and Gas Explo-
Gas ration

Selama periode 2000­2035, kebutuhan During the period 2000-2035, energy de-
energi di Indonesia cenderung mengalami kenaik­ mand in Indonesia tends to increase on average
an rata­rata sebesar 4,8 persen per tahun. Hal by 4.8 percent per year. This is in line with
ini sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan increasing on GDP growth about 3.2-6 percent
PDB sekitar 3,2­6 persen pada periode yang in the same period (Santosa and Yudiarto (2011)
sama (Santosa dan Yudiarto (2011) dalam Luhur, in Luhur, Muhartono, and Suryawati (2013)).
Muhartono, dan Suryawati (2013)). Kebutuhan This energy requirement still much depends on
energi ini masih banyak bergantung pada minyak petroleum. Based on ESDM data (2017), current
bumi. Berdasarkan data ESDM (2017), porsi baur­ oil mix share reaches 43 percent and by 2025
an minyak saat ini mencapai 43 persen dan pada will be reduced by almost half. Although in
tahun 2025 akan diturunkan hampir separuhnya. terms of usefulness decrease, but in terms of
Meskipun dari sisi peranan turun, namun dari sisi oil’s demand volume is still increasing. By 2017,
volume kebutuhan akan minyak masih meningkat. the demand for petroleum is about 1.6 million
Pada tahun 2017, kebutuhan minyak bumi sekitar barrels per day (bpd), but not equivalent to oil

68 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
1,6 juta barel per hari (bph), namun tidak setara production of less than 800,000 bpd. The same
dengan produksi minyak yang hanya mencapai is also experienced by natural gas. So, right now,
kurang dari 800 ribu bph saja. Hal yang sama the government massively explores not only in
juga dialami oleh gas bumi. Sehingga, saat ini the land area but also in the territorial waters
pemerintah melakukan eksplorasi secara masif ti­ of Indonesia.
dak hanya di wilayah darat tetapi juga di wilayah
perairan Indonesia.

3.3. Dampak Pembukaan Lahan untuk 3.3. Land Clearing Impact for Aquaculture
Perikanan Budidaya

id
Wilayah pesisir merupakan wilayah per­ Coastal areas are a meeting area bet-

.
temuan antara ekosistem darat dan laut yang ween terrestrial and marine ecosystems that

go
mempunyai fungsi ekonomi dan ekologis. Fungsi have economic and ecological functions. The
ekonomi yaitu dengan memanfaatkan wilayah pe­
p s.
economic function is to utilize coastal areas for
sisir untuk pengembangan perikanan tangkap dan the development of capture and aquaculture
.b

perikanan budidaya. Sedangkan fungsi ekologis fisheries. While ecological function is the role of
w

merupakan peran wilayah pesisir sebagai habitat coastal area as habitat for a number of species,
w

bagi sejumlah spesies, tempat berlindung dan shelter and feeding ground, and place to repro-
//w

mencari makan (feeding ground), dan tempat duce (nursery ground). Land clearing in coastal
bereproduksi (nursery ground). Pembukaan la­ areas which utilized for excessive aquaculture
s:

han di wilayah pesisir yang dimanfaatkan untuk activities will have an effect on the ecological
tp

kegiatan perikanan budidaya secara berlebihan function of coastal areas.


ht

akan berpengaruh terhadap fungsi ekologis


wilayah pesisir.
Pembukaan lahan di wilayah pesisir, Land clearing in coastal areas, for
misalnya dengan pembukaan hutan mangrove example by clearing mangrove forests into fish
menjadi lahan budidaya ikan dan udang, akan and shrimp aquaculture will damage coastal
merusak ekosistem pesisir. Air buangan budidaya ecosystems. Wastewater from fish and shrimp
ikan dan udang mengandung bahan­bahan pence­ aquaculture contains pollutants from the re-
mar yang berasal dari sisa­sisa pakan, detritus, maining feed, detritus, metabolite excretion,
hasil ekskresi metabolit, mikroorganisme, serta microorganisms, and various environmental con-
residu berbagai bahan pengendali lingkungan dan trollers and diseases residues will contaminate
penyakit akan mencemari air di wilayah pesisir coastal areas waters if immediately discharged
jika langsung dibuang tanpa pengelolaan terlebih without management first (djpb-KKP, 2004).
dahulu (djpb­KKP, 2004). Contoh lain adalah bu­ Another example is seaweed cultivation, besides
didaya rumput laut, dimana rumput laut selain has high economic value, also has side effects.
memiliki nilai ekonomis tinggi juga mempunyai Seaweed cultivation is considered to disrupt
efek samping dalam pembudidayaannya. Pem­ the ship’s voyage line and reduce the beauty
budidayaan rumput laut dianggap mengganggu of marine coastal areas. Because of that, good

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 69


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
alur pelayaran kapal dan mengurangi keindah­ management is required to avoid overlapping
an wilayah bahari pantai, sehingga dibutuhkan interests (Ariyanti, Widowati, and Rejeki, 2016).
pengelolaan yang baik agar tidak terjadi kepen­
tingan yang tumpang tindih (Ariyanti, Widowati,
dan Rejeki, 2016).

3.4. Pencemaran Laut 3.4. Marine pollution

Terjadinya pencemaran merupakan salah The occurrence of pollution is one of


satu faktor yang mempengaruhi kualitas air the factors that affect the quality of seawater.
laut. Menurut Sulistyono (2013), pencemaran According to Sulistyono (2013), marine pollu-

id
laut berasal dari berbagai sumber, antara lain tion comes from a variety of sources, such as

.
adanya tumpahan minyak (oil spill), limbah in­ oil spill, industrial waste, vessel waste, offshore

go
dustri, limbah dari proses di kapal, limbah proses oil drilling, landfill, marine transport emissions,
pengeboran minyak di lepas pantai, sampah dari
p s.
pesticide waste from agriculture, and others.
daratan, emisi transportasi laut, limbah pesti­ From these sources, pollution from oil spills is
.b

sida dari pertanian, dan lain­lain. Dari sumber a major source of pollutants, whether from ship
w

pencemaran tersebut, pencemaran yang berasal processes, offshore drilling, or ship accident. The
w

dari tumpahan minyak merupakan sumber utama consequences of the oil spill are significant to
//w

pencemar, baik itu berasal dari proses di kapal, damage species that live in the sea and around it.
s:

pengeboran lepas pantai, maupun kecelakan


kapal. Akibat yang ditimbulkan oleh tumpahan
tp

minyak sangat signifikan merusak spesies yang


ht

hidup di laut maupun yang berada di sekitar


laut tersebut.
Indonesia, yang sepertiga wilayahnya Indonesia, which is one-third of its terri-
berupa lautan dan mempunyai jalur transportasi tory is oceans and has inter-island transportation
dan perdagangan antarpulau bahkan antarne­ and trade routes even between countries has the
gara, berpotensi untuk dilewati kapal­kapal peng­ potential to be passed by oil carriers and goods
angkut minyak maupun kargo barang sehingga cargo so vulnerable to marine pollution. In addi-
rentan terhadap pencemaran laut. Ditambah, tion, Indonesia has the potential of oil refineries
Indonesia memiliki potensi kilang minyak di in some marine waters and some Indonesian ports
beberapa perairan laut dan beberapa pelabuhan which become petroleum loading and unloading
Indonesia yang menjadi terminal bongkar muat terminals increase the risk of pollution in marine
minyak bumi menambah resiko pencemaran di waters. In 1997-2017, it was estimated that 43
perairan laut. Dalam kurun waktu 1997­2017, oil spill) cases in Indonesian waters had occurred
diperkirakan telah terjadi 43 kasus tumpahan (Table 3.46).
minyak di perairan Indonesia (Tabel 3.46).

70 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
Selain tumpahan minyak, sampah juga Besides oil spills, waste is also a source
merupakan sumber penurunan kualitan air laut. of qualitative degradation of seawater. Ellen
Ellen MacArthur dalam laporannya yang berjudul MacArthur in his report entitled The New Plas-
The New Plastics Economy : Rethinking the future tics Economy: Rethinking the future of plastics
of plastics menyatakan bahwa saat ini penggu­ states that current use of plastics has doubled
naan plastik meningkat 2 kali lipat dibandingkan compared to 50 years ago and is predicted to rise
dengan 50 tahun yang lalu dan diprediksi akan double again in the next 20 years. Plastic waste,
naik 2 kali lipat lagi dalam 20 tahun ke depan. every year at least 8 million tons is discharged
Sampah yang berasal dari plastik, setiap tahun into the sea, this is equivalent to dumping one
sedikitnya 8 juta ton dibuang ke laut, hal ini truck into the sea every minute. In the absence
setara dengan membuang sampah satu truk of preventive and prohibitive acts, the volume
ke laut setiap menit. Apabila tidak dilakukan will rise to twice per minute by 2030 and become

id
tindakan pencegahan maupun pelarangan, pada four times per minute by 2050. The report also

.
tahun 2030 volume tersebut akan naik menjadi mentioned that, at present, there are estimated

go
dua kali per menit dan menjadi empat kali per more than 150 million tons of plastic in the sea,
menit pada tahun 2050. Dalam laporan tersebut
p s.
and it is estimated that by 2025 the sea will
juga disebutkan bahwa pada saat ini diperkirakan contain 1 ton of plastic waste for every 3 tons of
.b

ada lebih dari 150 juta ton plastik di laut, dan fish and by 2050 a number of plastics in the sea
w

diperkirakan pada tahun 2025 nanti laut akan will be more than the number of fish (WEF, 2016).
w

berisi 1 ton sampah plastik untuk setiap 3 ton


//w

ikan dan pada tahun 2050 jumlah plastik yang ada


s:

di laut akan lebih banyak dibandingkan jumlah


ikan (WEF, 2016).
tp

Pengelolaan sampah dengan penyediaan Waste management with TPS procure-


ht

TPS sebagai tempat penampungan sampah se­ ment as a temporary dump site before being
mentara sebelum diangkut ke tempat pendaur transported to a recycling site, management, and
ulangan, pengelolaan, dan pemrosesan akhir final processing in a landfill is important to be
di TPA penting untuk difasilitasi keberadaannya facilitated to reduce waste that is dumped into
untuk mengurangi sampah yang terbuang ke laut. the sea. However, based on PODES 2014 data,
Namun berdasarkan data PODES 2014, jumlah the number of seaside villages with TPS facili-
desa tepi laut yang mempunyai fasilitas TPS ties is only about 11.05 percent. The behavior
hanya sekitar 11,05 persen. Perilaku terhadap of the majority of families living in seaside
sampah sebagian besar keluarga yang tinggal di villages includes: disposing of waste in rivers
desa tepi laut antara lain: membuang sampah di or irrigation channels or lakes or seas by 21.57
sungai atau saluran irigasi atau danau atau laut percent, dumping waste in pits or burning (55.69
sebesar 21,57 persen, membuang sampah dalam percent), and only 11.34 percent families living
lubang atau membakar (55,69 persen), dan hanya in seaside villages dump waste in the trash then
11,34 persen sebagian besar keluarga yang tinggal transported (Table 3.49).
di desa tepi laut membuang sampah di tempat
sampah kemudian diangkut (Tabel 3.49).

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 71


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Based on data collected by Regional Envi-
Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah ronmental Management Agency (BPLHD), there
(BPLHD), terdapat empat parameter yang digu­ are four parameters that are used as a measure
nakan sebagai ukuran kualitas air laut yang sesuai of seawater quality in accordance with Decree
dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup of the Minister of Environment and Forestry
dan Kehutanan Nomor 51 Tahun 2004 tentang Number 51 The of 2004 on Marine Quality Stan-
Baku Mutu Air Laut (BMAL). Keempat parameter dard (BMAL). These four parameters are physics,
tersebut adalah: fisika, kimia, logam telarut, chemistry, dissolved metals, and biology.
dan biologi.
Parameter fisika diantaranya adalah: Physical parameters include brightness,
kecerahan, kebauan, padatan tersuspensi total, smell, total suspended solids, waste, tempera-
sampah, suhu, dan lapisan minyak. Dari laporan ture, and oil layer. From BPLHD reports all over

id
BPLHD di seluruh Indonesia, data yang cukup Indonesia, fairly complete data is seawater tem-

.
lengkap adalah suhu air laut. Suhu air laut mem­ perature. Seawater temperature has a natural

go
punyai BMAL alami, maksudnya adalah suhu alami BMAL, meaning that the natural temperature
yang bervariasi antarwaktu siang dan malam serta
p s.
varies between day and night and between
antarmusim. Suhu air laut di seluruh Indonesia seasons. Seawaters temperatures throughout
.b

normal dengan kisaran terendah 22,5­32,0°C. Indonesia are normal with the lowest range
w

Untuk parameter kimia yang cukup lengkap is 22.5-32.0°C. For chemical parameter from
w

dari data BPLHD adalah pH dan salinitas. pH air BPLHD, fairly complete data is pH and salinity.
//w

laut di seluruh Indonesia normal dalam kisaran According to BMAL, the pH of seawater through-
out Indonesia is normal in the range of 6.5-8.5.
s:

6,5­8,5 sesuai BMAL. Hanya ada pH yang agak


rendah terjadi di Perairan Sulawesi Tengah yaitu There is only a rather low pH occurring in the
tp

hampir mendekati normal diangka 6,2. Parameter waters of Sulawesi Tengah, which is almost close
ht

logam terlarut bisa dilihat dari nilai Raksa (Hg), to normal at 6.2. The parameters of dissolved
Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), dan metals can be seen from the values of Mercury
Seng (Zn). Timbal yang dilaporkan dari BPLHD (Hg), Cadmium (Cd), Copper (Cu), Lead (Pb),
seluruh Indonesia hanya perairan laut di Provinsi and Zinc (Zn). The reported lead from BPLHD
DI Yogyakarta yang berada diatas BMAL, yaitu throughout Indonesia, only in DI Yogyakarta
0,29 mg/L dari persyaratan BMAL normal 0,05 Province marine waters above the BMAL, ie 0.29
mg/L. Provinsi DI Yogyakarta juga dilaporkan mg/L from the normal BMAL requirement of 0.05
memiliki BMAL diatas normal untuk parameter mg/L. DI Yogyakarta Province is also reported to
Kadmium yaitu 0,04 mg/L dari BMAL Kadmium have above normal BMAL for Cadmium param-
normal 0,01 mg/L. Sementara untuk parameter eters ie 0.04 mg/L from the normal cadmium
Seng dan Tembaga normal di seluruh Perairan BMAL of 0.01 mg/L. While Zinc and Copper
Indonesia. Sedangkan untuk parameter biologi, parameters are normal throughout Indonesian
terdapat tiga perairan yang melebihi BMAL untuk waters. As for biological parameters, there are
Total Coliform, yaitu Sumatera Barat, Kaliman­ three territorial waters exceeding BMAL for Total
tan Selatan, dan Maluku, dengan masing­masing Coliform, which are Sumatera Barat, Kalimantan
sebesar 4.610, 5.000, dan >10.000 jml/100 mL. Selatan, and Maluku, with 4,610, 5,000, and >
Sementara BMAL yang disyaratkan tidak lebih dari 10,000 jml/100 mL. While the required by BMAL
1.000 jml/100 mL. is not more than 1,000 jml/100 mL.

72 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
3.5. Perubahan Iklim 3.5. Climate change

Kenaikan rata­rata suhu permukaan bumi In recent decades the average rise in
dan samudera pada beberapa dekade terakhir earth’s surface temperature and oceans or global
atau global warming telah menyebabkan pe­ warming has led to extreme climate change
rubahan iklim ekstrim dalam jangka waktu yang over the long term. According to the World Me-
panjang. Menurut laporan World Meteorological teorological Organization (WMO) report, global
Organization (WMO), suhu global pada Januari temperatures from January to September 2016
sampai dengan September 2016 mencapai 0,88°C reached 0.88°C (1.58°F) above the baseline pe-
(1,58°F) di atas rata­rata periode baseline 1961­ riod of 1961-1990. The same thing also happened
1990. Hal yang sama juga terjadi pada suhu in sea temperatures that are above the normal
lautan yang berada di atas suhu normal. Kondisi temperature. The condition nearly occurred in

id
tersebut hampir terjadi pada sebagian besar most land and sea areas in the world (public.

.
wilayah daratan maupun laut di dunia (public. wmo.int, accessed 6 October 2017). Emissions

go
wmo.int, diakses tanggal 6 Oktober 2017). Emisi of greenhouse gases (GRK) as a trigger of global
Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai pemicu pema­
p s.
warming should be reduced. Various studies
nasan global harus dapat dikurangi. Berbagai indicate the vulnerability ecosystems, socio-
.b

penelitian menunjukkan kerentanan sistem baik economic, and institutional systems of humans
w

itu ekosistem, sosial ekonomi, maupun kelem­ to various indicators of climate change, such as
w

bagaan yang dialami manusia terhadap berbagai floods, droughts, rising sea levels, the incidence
//w

indikator perubahan iklim, seperti banjir, keke­ of various diseases and others.
s:

ringan, kenaikan permukaan air laut, timbulnya


berbagai penyakit dan lain­lain.
tp
ht

Gambar Pengetahuan tentang Perubahan Iklim


3.3
Figure Knowledge about Climate Change

Sumber/Source : Knowledge Center Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Knowledge Center of Climate Change, Ministry of Environment and Forestry

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 73


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
A. Kerusakan Ekosistem A. Ecosystem Damage

Kenaikan suhu permukaan laut berkontri­ Sea surface temperature rises signifi-
busi terhadap pemutihan karang dan kerusakan cantly contribute to coral bleaching and marine
ekosistem laut yang signifikan di beberapa per­ ecosystems damage in some tropical waters.
airan tropis. Great Barrier Reef yang berada di The Great Barrier Reef located off Australia’s
lepas pantai timur Australia mengalami kematian east coast has coral mortality up to 50 percent.
karang hingga 50 persen. Hal yang sama juga The same is also experienced by the Pacific Is-
dialami oleh negara-negara kepulauan di Pasifik lands countries such as Fiji and Kiribati (public.
seperti Fiji dan Kiribati (public.wmo.int, diakses wmo.int, accessed 6 October 2017).The rise in
tanggal 6 Oktober 2017). Kenaikan suhu global global temperatures also melting the glaze in
juga menyebabkan lapisan es di kutub utara dan the north and south poles. This results sea level

id
selatan mencair. Hal ini mengakibatkan permu­ rises so that a number of small islands became

.
kaan air laut (sea level) naik sehingga sejumlah submerged. KKP data (2011) mentions, 28 small

go
pulau­pulau kecil menjadi tenggelam. Data KKP islands in Indonesia have been drowned and 24
(2011) menyebutkan, 28 pulau kecil di Indonesia
p s.
small islands threatened to drown. Meanwhile,
sudah tenggelam dan 24 pulau kecil terancam according to the Climate Change Impact Assess-
.b

tenggelam. Sedangkan menurut Kajian Indeks ment Index by the World Maplecroft institute,
w

Dampak Perubahan Iklim oleh lembaga dunia 1,500 small islands in Indonesia are predicted to
w

Maplecroft, 1.500 pulau kecil di Indonesia di­ drown by 2050 (Kompas, 2015c). This sea level
//w

prediksi tenggelam pada 2050 (Kompas, 2015c). rise also threatens the life of coastal communi-
ties, where coastal floods from high tidal water
s:

Kenaikan permukaan air laut ini juga mengancam


kehidupan masyarakat pesisir, dimana bencana will damage the coastal settlements, facilities,
tp

banjir rob yang berasal dari air pasang yang tinggi economies and social communities.
ht

akan merusak pemukiman, fasilitas, ekonomi,


dan sosial masyarakat pesisir.

B. Penurunan Keanekaragaman hayati B. Decrease of Biodiversity

Kenaikan permukaan air laut yang terus Continuous sea level rise will decrease the
menerus akan menyebabkan ekosistem mang- mangrove ecosystem, coral reefs, and seagrass
rove, terumbu karang, dan padang lamun semakin size. This will affect marine life that lives in it.
berkurang luasnya. Hal ini akan mempengaruhi Ecosystem changes cause the growth and breed-
kehidupan biota laut yang hidup di dalamnya. ing of marine biota are inhibited. These damaged
Perubahan ekosistem menyebabkan pertumbuhan ecosystem conditions trigger the migration of
dan perkembangbiakan biota laut terhambat. marine life. Marine life that commonly lives
Kondisi ekosistem yang rusak ini memicu ter­ in the tropics will migrate to the sub-tropical
jadinya migrasi biota laut. Biota laut yang biasa area. This causes marine ecosystems biodiversity
hidup di daerah tropis akan bermigrasi ke daerah in Indonesia to be threatened (Syahailatua, A.,
subtropis. Hal ini menyebabkan keanekaragam­ 2008). In Southeast Asia waters, it is estimated
an hayati ekosistem laut di Indonesia menjadi that by 2050 the potential for fisheries will fall

74 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S
terancam (Syahailatua, A., 2008). Di wilayah by 30 percent as a result of fish migration. Coral
perairan Asia Tenggara, diperkirakan pada tahun reefs in East Africa and India have been dying,
2050 potensi perikanan turun 30 persen sebagai eventually, the marine life that lives in it die,
akibat dari migrasi ikan. Terumbu karang di Afrika which ultimately eliminates the fisherman liveli-
Timur dan India telah banyak mati sehingga biota hood of. For countries that rely on marine tour-
laut yang hidup didalamnya ikut mati sehingga ism from coral reefs will also lose their income
menghilangkan mata pencarian nelayan. Untuk from the sector. For example, Australia, which
negara­negara yang mengandalkan wisata ba­ lost nearly 93 percent of the Great Barrier Reef
hari dari terumbu karang juga akan kehilangan coral reefs due to coral bleaching in early 2016
pendapatannya dari sektor tersebut. Misalnya, (Fauziah, l., 2016).
Autralia yang kehilangan hampir 93 persen karang
Great Barrier Reef akibat pemutihan karang pada

id
awal tahun 2016 (Fauziah, L., 2016)

.
go
C. Sedimentasi dan Abrasi C. Sedimentation and Abrasion
p s.
Kerusakan ekosistem laut di Indonesia Marine ecosystems damage in Indone-
.b

salah satunya diakibatkan oleh proses sedimen­ sia, one of which, is caused by the process of
w

tasi dan abrasi. Kenaikan permukaan air laut sedimentation and abrasion. Sea level rise will
w

akan mengakibatkan sedimen terjebak dalam result in sediment trapped in mangroves that
//w

mangrove yang dibawa oleh arus pasang surut. are carried by tidal currents. High levels of sedi-
mentation can cause seawater to become turbid,
s:

Tingkat sedimentasi yang tinggi dapat menyebab­


kan air laut menjadi keruh sehingga mempenga­ affecting the sunlight cannot penetrate to the
tp

ruhi masuknya sinar matahari tidak dapat tembus seafloor habitat marine life. This will certainly
ht

sampai ke dasar laut habitat biota laut. Hal ini lead to disruption of photosynthesis processes
tentunya akan menyebabkan terganggunya proses that interfere the growth of marine life. Sedi-
fotosintesis yang mengganggu pertumbuhan mentation can also cause abrasion. Abrasion oc-
biota laut. Sedimentasi juga dapat menyebabkan curred due to the erosion or reduction of land
terjadinya abrasi. Abrasi terjadi karena adanya by the wave, current, and tidal activity (Suwedi,
pengikisan atau pengurangan daratan oleh aktivi­ 2006 in Damaywanti, K., 2013). Residents will
tas gelombang, arus, dan pasang surut (Suwedi, lose their place and agricultural land due to
2006 dalam Damaywanti, K., 2013). Penduduk abrasion. This will affect the economic sectors
akan kehilangan lahan tempat tinggal dan lahan of the population who lost their livelihoods.
pertanian akibat terjadinya abrasi. Hal tersebut
akan berpengaruh pada sektor perekonomian
penduduk yang kehilangan mata pencaharian.
Selain dampak yang disebutkan di atas, In addition to the above-mentioned
pemanasan global menyebarkan patogen seperti impact, global warming is spreading pathogens
kolera dan ledakan alga yang dapat menimbul­ such as cholera and algal blooms that can cause
kan berbagai penyakit. Kenaikan permukaan air various diseases. Sea level rise due to global
laut akibat pemanasan global tahun 1990­2100 warming of 1990-2100 is estimated to reach

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 75


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R
diperkirakan mencapai 5­10 mm per tahun atau 5-10 mm per year or an average of 6 mm per
rata­rata mencapai 6 mm per tahun. Peristiwa ini year. These events will trigger coastal abrasion,
akan memicu abrasi pantai, meningkatkan resiko increase flood risk, loss of natural or artificial
banjir, hilangnya struktur pantai alami maupun beach structures, saltwater intrusion into es-
buatan, intrusi air asin ke dalam estruaria dan tuaries and aquifers, and disruption of coastal
akuifer, serta terganggunya ekologi pantai (Bap­ ecology (Bappelda, 1999 in Harmony 2005).
pelda, 1999 dalam Harmoni 2005).

. id
go
p s.
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

76 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Neraca Perdagangan Internasional Komoditas Perikanan, 2012-2016


3.1
Table The International Balance of Trade of Fish Commodity, 2012-2016

Rincian / Item
Tahun / Year
Surplus Nilai Ekspor / Export Value Nilai Impor / Import Value
(1) (2) (3) (4)

2012 3 396 079 3 853 658 457 579

2013 3 719 899 4 181 857 461 957

2014 4 223 475 4 641 913 418 438

id
2015 3 565 490 3 944 068 378 577

.
go
2016x) 2 769 173 3 038 964 269 792

s.
Kenaikan Rata­Rata / Increasing Average (%)
p
.b

2012­2015 2,50 1,49 ­6,00


w

-15,58
w

2014­2015 ­15,03 ­9,53


//w

x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan September 2016/Preliminary fiqure up to September 2016
Sumber/Source : Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kelautan dan Perikanan dalam Angka 2016, Kementerian Kelautan
s:

dan Perikanan/Directorate General of Strengthening Competitiveness of Marine and Fishery Products, Marine and Fisheries in
Figures 2016, Ministry of Marine and Fisheries
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 77


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Ketersediaan Ikan untuk Konsumsi, Angka Konsumsi Ikan, dan Ketersediaan Nutrisi dari Ikan per Kapita,
3.2
Table 2011-2015
The Fish Supply for Consumption, Fish Consumption, and Fish Nutrition per Capita Availability, 2011-
2015

Kenaikan Rata­Rata
Rincian Tahun / Year
Keterangan Increasing Average (%)
Item
2011 2012 2013 2014 2015 2011­2015 2014­2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Jumlah/Total (1000
Penyedia 7 954 8 741 10 431 11 042 11 651 10,15 5,51
ton)
Ikan/Fish
Per Kapita/Per Capita
Providers 32,87 35,59 41,95 43,76 45,63 8,69 4,27
(kg/kap/Thn)
Konsumsi
Per Kapita/Per Capita

id
Ikan/Fish 32,25 33,89 35,21 38,14 41,11 6,27 7,79
(kg/kap/Thn)
Consumption

.
go
Ketersediaan Energi/Calory (kkal/
70 85 108 118 121 15,05 2,54
Nutrisi/ kap/hari)
Availability of Protein/Protein (gram/ s.
7,88 9,33 10,80 11,26 11,56 10,25 2,66
kap/hari)
Nutrition
p
Lemak/Fat (gram/kap/
0,98 1,16 1,38 1,49 1,50 11,37 0,67
.b

hari)
w

Sumber/Source : DJPT, DJ P2HP, Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016, Pusat Data, Statistik, dan Informasi, Kementerian Kelautan dan
Perikanan/DJPT, DJ P2HP, Marine and Fisheries in Figures 2016, The Centre for Data, Statistics, and Information, Ministry of
w

Marine and Fisheries


//w
s:
tp
ht

78 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Produksi Perikanan Indonesia, 2011-2016 (1 000 Ton)


3.3
Table Fisheries Production of Indonesia, 2011-2016 (1 000 Tonnes)

Kenaikan Rata­Rata
Rincian Tahun / Year
Increasing Average (%)
Item
2011 2012 2013 2014 2015 2016x) 2012­2015 2014­2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Perikanan Tangkap/
5 715 5 830 6 115 6 485 6 678 6 831 13,19 6,66
Capture Fisheries
- Laut/Marine 5 346 5 436 5 707 6 038 6 205 6 351 9,49 5,35
- Perairan Umum/Inland
369 394 408 447 473 480 3,02 2,29
Openwater
Perikanan Budidaya/
7 929 9 676 13 301 14 359 15 634 16 675 2,91 2,35
Aquaculture Fisheries
Produksi Perikanan/

id
13 644 15 506 19 416 20 844 22 312 23 506 4,48 1,48
Production Fisheries

.
go
Catatan/Note : x) Angka Sementara/Preliminary fiqure
Sumber/Source : Analisis Data Pokok, Pusat Data, Statistik, dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan/Basic Data Analysis, Center of Data,
Statistic, and Information Ministry of Marine Affairs and Fisheries
s.
p
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 79


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Potensi Lahan Budidaya dan Tingkat Pemanfaatan di Indonesia, 2015


3.4
Table The Potency of Aquaculture Area and Usage Level in Indonesia, 2015

Peluang
1) 2)
Persentase
Jenis Budidaya Potensi Pemanfaatan Pengembangan
Pemanfaatan
Type of Aquaculture Potency Usage Developing
Percentage of Usage
Opportunity
(1) (2) (3) (4) (5)
Laut/Mariculture 12 123 383 281 474 11 841 909 2,32
Payau/Brackishwater pond
2 964 331 667 083 2 297 248 22,50
culture
Jumlah/Total 15 087 714 948 557 14 139 157 24,82
1)
Catatan/Note : Data berdasarkan Buku Saku Statistik Perikanan Budidaya Tahun 2009/Data based on Pocket Book of Statistics of Aquaculture

id
Fisheries 2009
2)
Data berdasarkan Buku Statistik Perikanan Budidaya Indonesia Tahun 2015/Data based on Book of Statistics of Aquaculture

.
Fisheries Indonesia 2015

go
Sumber/Source : Ditjen Perikanan Budidaya, Kelautan dan Perikananan dalam Angka 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan/ Directorate
General of Aquaculture Fisheries, Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine and Fisheries
p s.
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

80 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Persentase Kontribusi Perikanan Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku
3.5
Table menurut Provinsi, 2012-2016
Percentage of Fishery Contribution to Gross Regional Domestic Product at Current Market Price by
Province, 2012-2016

Provinsi x) xx)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 4,53 4,51 4,51 4,51 4,83
Sumatera Utara 2,23 2,26 2,26 2,30 2,37
Sumatera Barat 3,23 3,28 3,28 3,48 3,56
Riau 2,15 2,32 2,32 2,52 2,96
Jambi 1,95 1,88 1,88 2,08 2,28
Sumatera Selatan 3,11 3,15 3,15 3,37 3,38

id
Bengkulu 7,74 7,50 7,50 7,15 6,96
Lampung 6,28 6,25 6,25 6,46 5,94

.
go
Kepulauan Bangka Belitung 6,28 6,46 6,46 6,50 6,64
Kepulauan Riau 2,33 2,33 2,33 2,32 2,36

DKI Jakarta 0,04 0,04


p s. 0,04 0,04 0,04
Jawa Barat 0,86 0,88 0,88 0,92 0,95
Jawa Tengah 1,02 1,05 1,05 1,04 1,04
.b

DI Yogyakarta 0,39 0,41 0,41 0,44 0,44


w

Jawa Timur 2,20 2,32 2,32 2,43 2,48


Banten 0,52 0,52 0,52 0,54 0,53
w

Bali 4,41 4,25 4,25 4,27 4,26


//w

Nusa Tenggara Barat 4,18 4,04 4,04 4,20 3,80


Nusa Tenggara Timur 4,51 4,48 4,48 4,70 4,73
s:

Kalimantan Barat 1,69 1,63 1,63 1,63 1,62


tp

Kalimantan Tengah 2,62 2,59 2,59 2,46 2,59


Kalimantan Selatan 3,24 3,29 3,29 3,35 3,69
ht

Kalimantan Timur 1,42 1,18 1,18 1,30 1,52


Kalimantan Utara ­ 5,68 5,68 6,21 6,57

Sulawesi Utara 7,55 7,75 7,75 8,21 7,77


Sulawesi Tengah 6,21 6,20 6,20 6,29 6,02
Sulawesi Selatan 5,44 6,92 6,92 7,62 8,00
Sulawesi Tenggara 10,15 10,60 10,60 10,97 10,25
Gorontalo 8,06 7,94 7,94 8,36 8,68
Sulawesi Barat 10,33 10,65 10,65 10,69 10,79

Maluku 13,38 13,57 13,57 13,72 13,24


Maluku Utara 8,02 7,90 7,90 7,72 7,42
Papua Barat 4,98 5,01 5,01 5,36 5,48
Papua 5,16 5,01 5,01 5,27 5,69

Indonesia 2,33 2,16 2,16 2,21 2,27


x)
Catatan/Note : Angka sementara/Preliminary figures
xx) Angka sangat sementara/Very preliminary figures
Sumber/Source : Hasil Perhitungan dari Produk Domestik Regional Bruto Provinsi­provinsi di Indonesia menurut Lapangan Usaha 2012­2016, Badan
Pusat Statistik/2012-2016 Calculation from Gross Regional Domestic Product by Province in Indonesia by Industrial Origin, BPS-
Statistics Indonesia

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 81


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Volume Ekspor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Ton)


3.6
Table Volume of Export on Fishery Products by Province, 2012-2016 (Tonnes)

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 105 97 73 100 44
Sumatera Utara 79 119 74 538 81 545 83 945 55 547
Sumatera Barat 125 63 189 37 36
Riau 5 001 3 619 3 860 4 398 4 979
Jambi ­ ­ ­ ­ ­
Sumatera Selatan 1 311 1 474 1 216 1 065 750
Bengkulu ­ ­ ­ ­ ­
Lampung 28 228 26 909 28 064 27 610 17 571
Kepulauan Bangka Belitung 4 626 5 256 4 157 3 607 2 135

id
Kepulauan Riau 26 606 27 090 22 597 27 280 14 316

.
go
DKI Jakarta 277 388 283 555 271 363 283 019 189 399
Jawa Barat 82 55 37 15 16
Jawa Tengah 36 871 31 447 s. 31 689 32 760 23 319
DI Yogyakarta 16 120 803 775 551
p
Jawa Timur 359 044 348 634 376 892 417 887 269 158
.b

Banten ­ 97 62 ­ ­
w

Bali 15 747 19 660 16 121 8 572 6 759


Nusa Tenggara Barat 15 15 10 1 1
w

Nusa Tenggara Timur 567 785 593 514 253


//w

Kalimantan Barat 1 433 1 251 985 1 492 1 801


Kalimantan Tengah 0 2 0 0 0
s:

Kalimantan Selatan 420 357 536 159 42


Kalimantan Timur 12 726 14 965 1 286 1 344 810
tp

Kalimantan Utara 1 ... 1 ... 1 13 884 12 774 8 051


ht

Sulawesi Utara 32 585 28 101 29 583 19 481 12 399


Sulawesi Tengah 23 23 12 158 ­
Sulawesi Selatan 91 960 103 569 139 702 146 273 93 657
Sulawesi Tenggara 1 509 2 887 1 362 157 41
Gorontalo ­ ­ ­ 4 ­
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­ ­

Maluku 187 352 203 976 162 285 3 521 10


Maluku Utara 4 ­ ­ ­ ­
Papua Barat 42 844 38 418 34 556 896 95
Papua 35 216 39 415 51 511 1 2

Indonesia 1 240 923 1 256 378 1 274 973 1 077 845 701 742
x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
1
Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

82 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Ekspor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (000 US$)
3.7
Table Value of Export on Fishery Products by Province, 2012-2016 (000 US$)

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 116 224 593 815 360
Sumatera Utara 285 774 301 809 355 735 290 475 203 237
Sumatera Barat 535 211 184 80 204
Riau 3 790 4 509 7 444 7 764 7 841
Jambi ­ ­ ­ ­ ­
Sumatera Selatan 10 264 15 456 11 971 9 907 5 650
Bengkulu ­ ­ ­ ­ ­
Lampung 250 745 298 845 352 016 257 321 165 072
Kepulauan Bangka Belitung 8 524 10 157 7 119 5 138 3 733

id
Kepulauan Riau 27 561 24 823 22 469 69 042 14 600

.
go
DKI Jakarta 1 041 639 1 147 779 1 197 780 1 042 771 779 087
Jawa Barat 420 503 840 881 574
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
133 989
60
117 610
318
p s. 161 304
1 521
142 538
1 304
104 471
1 008
Jawa Timur 1 369 301 1 474 665 1 719 600 1 639 980 1 085 820
.b

Banten ­ 1 343 697 ­ ­


w

Bali 101 030 104 729 94 940 67 891 54 339


Nusa Tenggara Barat 223 248 435 55 81
w

Nusa Tenggara Timur 1 205 1 491 479 270 86


//w

Kalimantan Barat 9 522 7 088 6 753 6 216 5 053


Kalimantan Tengah 4 7 5 21 2
s:

Kalimantan Selatan 2 591 2 102 3 540 887 138


Kalimantan Timur 79 924 101 916 3 220 3 615 2 200
tp

Kalimantan Utara ... 1 ... 1 119 396 86 235 45 226


ht

Sulawesi Utara 163 382 140 275 129 050 79 727 56 352
Sulawesi Tengah 45 46 23 205 ­
Sulawesi Selatan 205 133 209 629 276 935 217 024 143 833
Sulawesi Tenggara 3 983 7 260 3 843 1 116 323
Gorontalo ­ ­ ­ 20 ­
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­ ­

Maluku 105 872 124 756 90 296 3 826 100


Maluku Utara 41 ­ ­ ­ ­
Papua Barat 49 655 40 915 39 959 8 943 1 118
Papua 16 201 21 953 33 763 1 4

Indonesia 3 871 529 4 160 667 4 641 910 3 944 068 2 680 512
x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
1
Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 83


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Persentase Nilai Ekspor Hasil Perikanan Terhadap Total Nilai Ekspor menurut Provinsi, 2014-2015
3.8
Table Percentage of Export Value on Fishery Products to Total of Export Value by Province, 2014-2015

*)
Nilai Ekspor Hasil Pertanian **)
Total Nilai Ekspor Persentase
Export Value of Fishery
Provinsi Total of Export Value Percentage
Product
Province (000 US$) (%)
(000 US$)
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 593 815 505 292 93 356 0,12 0,87
Sumatera Utara 355 735 290 475 9 361 110 7 752 819 3,80 3,75
Sumatera Barat 184 80 2 105 614 1 753 309 0,01 0,00
Riau 7 444 7 764 17 248 437 14 374 252 0,04 0,05
Jambi ­ ­ 1 267 280 1 076 261 ­ ­

id
Sumatera Selatan 11 971 9 907 3 084 045 2 442 613 0,39 0,41
Bengkulu ­ ­ 95 898 79 667 ­ ­

.
go
Lampung 352 016 257 321 3 856 748 3 841 208 9,13 6,70
Kepulauan Bangka Belitung 7 119 5 138 2 082 209 1 404 709 0,34 0,37
Kepulauan Riau 22 469 69 042 s.
16 112 777
p 11 577 117 0,14 0,60

DKI Jakarta 1 197 780 1 042 771 48 079 487 46 390 851 2,49 2,25
.b

Jawa Barat 840 881 1 277 467 793 295 0,07 0,11
Jawa Tengah 161 304 142 538 5 633 676 5 374 701 2,86 2,65
w

DI Yogyakarta 1 521 1 304 16 885 11 306 9,01 11,53


Jawa Timur 1 719 600 1 639 980 18 724 463 17 120 381 9,18 9,58
w

Banten 697 ­ 1 489 017 963 789 0,05 ­


//w

Bali 94 940 67 891 298 346 254 958 31,82 26,63


Nusa Tenggara Barat 435 55 307 504 1 472 516 0,14 0,00
s:

Nusa Tenggara Timur 479 270 21 037 23 938 2,28 1,13


tp

Kalimantan Barat 6 753 6 216 661 402 566 036 1,02 1,10
Kalimantan Tengah 5 21 496 390 461 549 0,00 0,00
ht

Kalimantan Selatan 3 540 887 8 028 992 6 025 791 0,04 0,01
Kalimantan Timur 3 220 3 615 24 967 791 17 483 274 0,01 0,02
Kalimantan Utara 119 396 86 235 1 151 839 1 107 243 10,37 7,79

Sulawesi Utara 129 050 79 727 1 003 821 807 531 12,86 9,87
Sulawesi Tengah 23 205 179 279 801 152 0,01 0,03
Sulawesi Selatan 276 935 217 024 1 747 916 1 409 099 15,84 15,40
Sulawesi Tenggara 3 843 1 116 326 380 134 489 1,18 0,83
Gorontalo ­ 20 15 051 31 382 ­ ­
Sulawesi Barat ­ ­ 152 008 ­ ­ ­

Maluku 90 296 3 826 173 071 44 861 52,17 8,53


Maluku Utara ­ ­ 29 803 11 173 ­ ­
Papua Barat 39 959 8 943 3 949 279 2 728 150 1,01 0,33
Papua 33 763 1 1 529 674 2 007 517 2,21 0,00

Indonesia 4 181 858 4 641 913 182 551 799 175 979 987 2,29 2,64
*)
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries
**)
Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia­Ekspor Jilid I 2016, Badan Pusat Statistik
Indonesia Foreign Trade Statistics-Exports Volume I 2016, BPS-Statistics Indonesia

84 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Volume dan Nilai Ekspor Hasil Perikanan menurut Komoditas Utama, 2012-2016
3.9
Table Export Volume and Value of Fish Product By Major Commodities, 2012-2016

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Volume (Ton) 1 229 114 1 258 179 1 274 982 1 077 844 789 812
Udang/Shrimp 162 068 162 410 196 623 193 276 152 321
Tuna, Cakalang, Tongkol/ 201 159 209 072 206 553 172 293 104 714
Tuna, Skipjack, Little Tuna
Mutiara/Pearl 336 315 475 7 5
Rumput Laut/Seaweed 174 011 183 075 208 197 211 872 140 822
Kepiting/Crab 28 212 34 173 28 091 23 746 22 420
Ikan Lainnya/Other Fish 538 723 519 293 500 384

id
476 652 369 530
Lainnya/Others 124 605 149 841 134 660

.
go
Nilai-Value (000 US$) 3 853 658 4 181 857 4 641 913 3 944 068 3 038 964
Udang/Shrimp 1 304 149 1 684 086 s. 2 140 862 1 627 473 1 290 038
Tuna, Cakalang, Tongkol/
749 992 764 791 692 281 583 588 406 916
Tuna, Skipjack, Little Tuna
p
Mutiara/Pearl 31 186 27 766 31 188 31 239 32 067
.b

Rumput Laut/Seaweed 177 923 209 975 279 916 205 320 119 371
w

Kepiting/Crab 329 724 359 304 414 372 309 735 244 331
Ikan Lainnya/Other Fish 965 062 1 056 117 771 147
w

1 186 714 946 242


Lainnya/Others 295 622 79 817 312 146
//w

x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
s:

Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 85


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Volume Impor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (Ton)


3.10
Table Volume of Import on Fishery Products by Province, 2012-2016 (Tonnes)

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh ­ ­ 3 ­ 1
Sumatera Utara 41 109 46 186 31 317 25 834 15 168
Sumatera Barat 4 ­ ­ ­ ­
Riau 40 4 0 6 4
Jambi ­ ­ ­ ­ ­
Sumatera Selatan 16 ­ ­ ­ ­
Bengkulu ­ ­ ­ ­ ­
Lampung 14 228 15 232 14 288 16 255 11 600
Kepulauan Bangka Belitung ­ ­ ­ ­ ­

id
Kepulauan Riau 3 210 3 479 4 353 4 766 3 715

.
go
DKI Jakarta 159 384 144 126 142 844 135 710 74 155
Jawa Barat ­ ­ ­ 81 59
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
8 987
0
10 911
0
p s. 6 920
3
5 430
­
4 579
2
Jawa Timur 142 975 131 955 106 266 102 957 64 223
.b

Banten ­ ­ ­ ­ ­
w

Bali 19 24 49 44 13
Nusa Tenggara Barat 0 ­ ­ ­ ­
w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ ­ ­


//w

Kalimantan Barat 1 549 2 783 1 007 666 711


Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­ ­
s:

Kalimantan Selatan ­ ­ ­ ­ ­
Kalimantan Timur 6 4 ­ ­ ­
tp

Kalimantan Utara ... 1 ... 1 4 ­ ­


ht

Sulawesi Utara ­ ­ 57 26 56
Sulawesi Tengah ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Selatan 43 194 133 280 270
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­ ­
Gorontalo ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­ ­

Maluku ­ ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ ­ ­ ­ ­
Papua ­ ­ ­ ­ ­

Indonesia 371 570 354 898 307 244 292 055 174 556
x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
1
Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

86 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Impor Hasil Perikanan menurut Provinsi, 2012-2016 (000 US$)
3.11
Table Value of Import on Fishery Products by Province, 2012-2016 (000 US$)

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh ­ ­ 1 ­ 2
Sumatera Utara 48 223 52 554 35 371 28 132 14 476
Sumatera Barat 2 025 ­ ­ ­ ­
Riau 751 63 4 132 140
Jambi ­ ­ ­ ­ ­
Sumatera Selatan 88 ­ ­ ­ ­
Bengkulu ­ ­ ­ ­ ­
Lampung 16 884 18 335 15 967 17 898 13 536
Kepulauan Bangka Belitung ­ ­ ­ ­ ­

id
Kepulauan Riau 5 978 6 060 7 772 8 761 7 119

.
go
DKI Jakarta 170 641 176 242 183 924 170 815 114 004
Jawa Barat ­ ­ ­ 52 84
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
12 476
1
11 520
1
p s. 7 091
10
6 384
­
3 925
6
Jawa Timur 197 715 193 133 165 023 144 266 113 770
.b

Banten ­ ­ ­ ­ ­
w

Bali 551 496 847 852 738


Nusa Tenggara Barat 0 ­ ­ ­ ­
w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ ­ ­


//w

Kalimantan Barat 1 132 2 343 960 617 605


Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­ ­
s:

Kalimantan Selatan ­ ­ ­ ­ ­
Kalimantan Timur 986 206 ­ ­ ­
tp

Kalimantan Utara ... 1 ... 1 764 ­ ­


ht

Sulawesi Utara ­ ­ 240 415 175


Sulawesi Tengah ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Selatan 129 1 003 465 252 1 211
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­ ­
Gorontalo ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­ ­

Maluku ­ ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ ­ ­ ­ ­
Papua ­ ­ ­ ­ ­

Indonesia 457 580 461 956 418 439 378 576 269 791
x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
1
Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 87


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Persentase Nilai Impor Hasil Perikanan Terhadap Total Nilai Impor menurut Provinsi, 2014-2015
3.12
Table Percentage of Import Value on Fishery Products to Total of Import Value by Province, 2014-2015

*)
Nilai Impor Hasil Pertanian **)
Total Nilai Impor Persentase
Import Value of Fishery
Provinsi Total of Import Value Percentage
Product
Province (000 US$) (%)
(000 US$)
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 1 ­ 40 515 116 818 0,002 ­
Sumatera Utara 35 371 28 132 5 046 452 3 992 118 0,70 0,70
Sumatera Barat ­ ­ 1 034 606 632 798 ­ ­
Riau 4 132 1 716 763 1 341 046 0,0002 0,01
Jambi ­ ­ 196 851 109 026 ­ ­

id
Sumatera Selatan ­ ­ 750 206 1 466 217 ­ ­
Bengkulu ­ ­ 12 632 6 948 ­ ­

.
go
Lampung 15 967 17 898 3 440 457 2 383 698 0,46 0,75
Kepulauan Bangka Belitung ­ ­ 58 959 49 891 ­ ­
Kepulauan Riau 7 772 8 761
p s.
10 877 427 8 462 343 0,07 0,10

DKI Jakarta 183 924 170 815 84 604 814 71 132 703 0,22 0,24
.b

Jawa Barat ­ 52 1 842 777 1 843 537 ­ 0,00


Jawa Tengah 7 091 6 384 15 801 097 10 738 859 0,04 0,06
w

DI Yogyakarta 10 ­ 1 406 2 204 0,71 ­


Jawa Timur 165 023 144 266 25 210 957 19 283 722 0,65 0,75
w

Banten ­ ­ 12 174 900 9 852 071 ­ ­


//w

Bali 847 852 376 946 131 935 0,22 0,65


Nusa Tenggara Barat ­ ­ 118 936 166 975 ­ ­
s:

Nusa Tenggara Timur ­ ­ 31 919 7 873 ­ ­


tp

Kalimantan Barat 960 617 500 018 628 237 0,19 0,10
Kalimantan Tengah ­ ­ 106 692 70 733 ­ ­
ht

Kalimantan Selatan ­ ­ 2 495 287 1 388 572 ­ ­


Kalimantan Timur ­ ­ 8 421 455 5 506 268 ­ ­
Kalimantan Utara 764 ­ 50 040 35 124 1,53 ­

Sulawesi Utara 240 415 122 063 72 103 0,20 0,58


Sulawesi Tengah ­ ­ 226 690 707 844 ­ ­
Sulawesi Selatan 465 252 835 554 943 674 0,06 0,03
Sulawesi Tenggara ­ ­ 578 660 412 821 ­ ­
Gorontalo ­ ­ 52 271 102 644 ­ ­
Sulawesi Barat ­ ­ 5 516 2 548 ­ ­

Maluku ­ ­ 391 603 259 372 ­ ­


Maluku Utara ­ ­ 12 325 61 706 ­ ­
Papua Barat ­ ­ 27 550 35 654 ­ ­
Papua ­ ­ 1 014 472 746 724 ­ ­

Indonesia 418 439 378 576 178 178 817 142 694 804 0,23 0,27
Sumber/Source : *) Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries
**)
Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia­Ekspor Jilid I 2016, Badan Pusat Statistik
Indonesia Foreign Trade Statistics-Exports Volume I 2016, BPS-Statistics Indonesia

88 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Volume dan Nilai Impor Hasil Perikanan menurut Komoditas Utama, 2012-2016
3.13
Table Import Volume and Value of Fish Product By Major Commodities, 2012-2016

Provinsi x)
2012 2013 2014 2015 2016
Province
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Volume (Ton) 371 570 354 897 307 243 292 055 174 556
Tepung Ikan/Fish Meal 174 188 186 601 147 059 142 334 90 825
Ikan Segar/Beku/Fresh/ 170 038 147 249 133 886 127 579 66 630
Frezzed
Lainnya/Others 27 344 21 047 26 298 22 142 17 101

Nilai-Value (000 US $) 457 579 461 957 418 438 378 578 269 792
Tepung Ikan/Fish Meal 167 474 194 955 146 057 130 241 80 422
Ikan Segar/Beku/Fresh/
213 397 210 625 203 396 188 968 148 694

id
Frezzed
Lainnya/Others 76 708 56 377 68 985 59 369 40 676

.
go
x)
Catatan/Note : Angka Sementara hingga bulan Septermber 2016/Preliminary Figure up to September 2016
Sumber/Source : Kelautan dan Perikanan Dalam Angka Tahun 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan
s.
Marine and Fisheries in Figures 2017, Ministry of Marine Affairs and Fisheries
p
.b
w
w
//w
s:
tp
ht

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 89


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Exploitasi Sumber Daya Ikan di Indonesia, 2012-2015 (Ton)


3.14
Table Exploitation of Fish Resources in Indonesia, 2012-2015 (Tonnes)

1
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 263 032 251 343 273 133 274 524

DEMERSAL 720 876 772 855 798 863 822 868


Kurau/Four Finger Threadfin 5 296 5 586 5 604 5 938
Manyung/Giant Catfish 92 409 107 053 102 111 79 815
Layur/Hairtails 64 274 68 784 57 372 69 187
Kurisi/Treadtins Breams 63 885 63 225 70 659 74 353

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 36 442 42 817 40 319 28 920
Swanggi/Big Eyes 38 228 41 775 48 951 42 921

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 20 441 20 867 22 283 17 540
Golok­golok/Wolf Herrings 14 377 13 838 13 835 21 778
Gulamah/Croackers/Drums 77 709
p s. 82 416 77 928 91 117
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 119 088 123 416 130 301 125 792
.b

Kerapu/Grouppers 92 183 99 904 110 418 143 839


Kuwe/Jack Trevalies 88 495 93 706 109 441 116 152
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 8 049 9 468 9 641 5 516


w

PELAGIS KECIL 796 247 779 124 800 799 926 430
//w

Banyar/Indian Mackarel 44 240 109 974 84 321 85 829


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

266 358 239 216 269 411 325 774


Ikan Terbang/Flying Fishes 12 332 15 973 16 896 21 836
tp

Ikan Layang/Scads 427 510 368 221 376 276 424 890
ht

Lemuru/Bali Sardinella 45 807 45 740 53 895 68 101


TUNA BESAR 462 695 513 341 537 102 461 958
Cakalang/Skipjack Tuna 429 024 481 014 496 682 415 060
Albakora/Albacore 11 028 6 095 8 750 7 301
Setuhuk/Marlin 6 930 8 748 9 979 13 218
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 5 981 7 918 9 774 9 793
Lemadang/Common Dolphin Fish 9 732 9 566 11 917 16 586
CUMI-CUMI 140 924 140 499 150 623 221 484
1
Catatan/Note : Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
1
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012­2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

90 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Indonesia, 2012-2015 (Juta Rupiah)
3.15
Table Production Value of Fish Resources in Indonesia, 2012-2015 (Million Rupiahs)

1
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 7 331 475 7 485 073 8 618 648 10 705 612

DEMERSAL 11 177 435 13 583 067 15 754 399 16 979 850


Kurau/Four Finger Threadfin 122 870 228 057 179 690 203 455
Manyung/Giant Catfish 1 254 347 1 711 167 1 625 817 1 267 884
Layur/Hairtails 624 005 745 039 726 327 1 220 636
Kurisi/Treadtins Breams 816 656 876 976 1 053 136 1 147 266

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 324 456 351 067 307 836 321 964
Swanggi/Big Eyes 292 280 339 761 409 897 483 837

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 130 058 159 441 166 970 120 381
Golok­golok/Wolf Herrings 265 230 308 170 225 953 330 986
Gulamah/Croackers/Drums 696 067
p s. 860 193 837 769 1 079 113
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 2 603 673 2 928 183 3 482 261 3 669 060
.b

Kerapu/Grouppers 2 628 559 3 268 355 4 292 266 4 419 845


Kuwe/Jack Trevalies 1 337 693 1 655 957 2 270 719 2 614 299
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 81 541 150 701 175 758 101 124
w

PELAGIS KECIL 7 577 455 9 169 056 9 632 494 9 973 924
//w

Banyar/Indian Mackarel 524 004 1 224 540 921 460 969 425
Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

3 489 049 4 032 603 4 406 902 4 771 782


Ikan Terbang/Flying Fishes 68 543 135 603 138 439 169 857
tp

Ikan Layang/Scads 3 295 476 3 500 272 3 772 626 3 236 670
ht

Lemuru/Bali Sardinella 200 383 276 038 393 067 826 190
TUNA BESAR 5 221 805 6 478 627 7 873 706 8 357 302
Cakalang/Skipjack Tuna 4 733 166 5 930 656 7 012 704 7 539 549
Albakora/Albacore 182 561 151 737 276 379 170 644
Setuhuk/Marlin 125 271 180 923 231 237 209 937
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 77 546 95 357 181 323 188 322
Lemadang/Common Dolphin Fish 103 261 119 954 172 063 248 850
CUMI-CUMI 2 214 797 2 866 575 3 124 025 4 661 132
1
Catatan/Note : Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
1
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012­2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 91


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Barat Sumatera1, 2012-2015 (Ton)


3.16
Table Exploitation of Fish Resources in Western Sumatera1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 47 803 24 994 37 170 19 347

DEMERSAL 84 794 77 366 75 943 77 312


Kurau/Four Finger Threadfin 769 839 557 273
Manyung/Giant Catfish 10 659 11 327 7 082 5 066
Layur/Hairtails 9 674 9 698 8 072 19 862
Kurisi/Treadtins Breams 7 341 4 479 6 201 5 606

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 162 307 434 499
Swanggi/Big Eyes 5 272 5 440 5 682 4 127

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 5 501 5 445 5 421 2 680
Golok­golok/Wolf Herrings 1 110 1 127 1 525 920
Gulamah/Croackers/Drums 3 385
p s. 3 740 3 014 2 407
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 10 288 8 872 8 206 8 994
.b

Kerapu/Grouppers 11 965 9 947 10 015 13 303


Kuwe/Jack Trevalies 18 289 14 300 18 217 12 400
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 1 489 1 845 1 517 1 175


w

PELAGIS KECIL 46 732 48 287 45 647 50 863


//w

Banyar/Indian Mackarel 2 357 ... 1 831 3 440


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

28 086 36 156 30 711 30 885


Ikan Terbang/Flying Fishes 645 ... 813 762
tp

Ikan Layang/Scads 14 534 12 131 12 292 15 570


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 206


TUNA BESAR 29 216 35 138 34 371 32 597
Cakalang/Skipjack Tuna 25 139 31 536 28 549 28 061
Albakora/Albacore 136 ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 1 898 1 900 2 855 2 375
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 1 485 1 057 2 213 1 348
Lemadang/Common Dolphin Fish 558 645 754 813
CUMI-CUMI 3 843 3 043 3 792 6 374
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Barat Sumatera terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu,
Lampung
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Western Sumatera consist of Province of Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
Bengkulu, Lampung
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

92 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Timur Sumatera1, 2012-2015 (Ton)


3.17
Table Exploitation of Fish Resources in Eastern Sumatera1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 39 300 47 054 50 847 51 191

DEMERSAL 97 158 104 183 114 302 117 728


Kurau/Four Finger Threadfin 2 153 2 362 2 355 1 978
Manyung/Giant Catfish 22 117 19 514 25 703 17 842
Layur/Hairtails 3 229 3 535 3 296 6 695
Kurisi/Treadtins Breams 15 354 13 395 14 071 18 656

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 6 149 9 193 9 385 2 126
Swanggi/Big Eyes 2 154 1 582 1 905 81

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 739 660 787 123
Golok­golok/Wolf Herrings 6 238 5 536 5 349 2 176
Gulamah/Croackers/Drums 6 613
p s. 6 575 6 905 13 859
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 12 250 13 846 14 287 15 633
.b

Kerapu/Grouppers 11 283 12 707 13 978 24 067


Kuwe/Jack Trevalies 14 749 14 909 15 645 14 354
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 368 369 636 138


w

PELAGIS KECIL 43 223 35 085 33 683 34 632


//w

Banyar/Indian Mackarel 2 307 ... 1 284 1 947


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

29 243 31 025 26 701 29 457


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ ­
tp

Ikan Layang/Scads 5 435 4 060 5 698 3 075


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 153


TUNA BESAR 314 179 188 4 154
Cakalang/Skipjack Tuna ­ ­ 12 1 436
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 5 5 6 2 707
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 280 128 169 4
Lemadang/Common Dolphin Fish 29 46 1 7
CUMI-CUMI 12 295 13 783 11 230 8 004
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Timur Sumatera terdiri dari Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka
Belitung, Lampung
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Eastern Sumatera consist of Province of Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan
Bangka Belitung, Lampung
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 93


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Utara Jawa1, 2012-2015 (Ton)


3.18
Table Exploitation of Fish Resources in Northern Java1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 21 722 21 250 19 450 28 166

DEMERSAL 126 846 141 678 140 739 156 635


Kurau/Four Finger Threadfin 546 613 711 1 287
Manyung/Giant Catfish 17 601 27 110 16 282 13 490
Layur/Hairtails 8 980 11 357 9 484 8 310
Kurisi/Treadtins Breams 7 316 7 568 9 589 15 015

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 27 338 29 125 26 738 21 561
Swanggi/Big Eyes 22 114 23 706 28 393 16 778

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 5 462 5 085 6 188 5 563
Golok­golok/Wolf Herrings 1140 790 646 13 294
Gulamah/Croackers/Drums 12 793
p s. 12 513 11 058 9 521
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 12 479 11 558 16 396 25 750
.b

Kerapu/Grouppers 7 677 7 304 7 232 13 617


Kuwe/Jack Trevalies 4 270 4 726 7 894 12 387
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 270 223 128 62


w

PELAGIS KECIL 185 244 137 216 140 425 212 828
//w

Banyar/Indian Mackarel 441 ... 1 508 6 182


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

37 362 33 807 48 882 70 191


Ikan Terbang/Flying Fishes 752 ... 25 92
tp

Ikan Layang/Scads 124 080 90 952 84 443 114 000


ht

Lemuru/Bali Sardinella 21 469 12 457 5 567 22 363


TUNA BESAR 41 830 44 918 50 300 42 092
Cakalang/Skipjack Tuna 35 531 37 872 45 961 39 508
Albakora/Albacore 2 488 2 814 ... 773
Setuhuk/Marlin 1 082 1 881 1 218 406
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 517 500 505 298
Lemadang/Common Dolphin Fish 2 212 1 851 2 616 1 107
CUMI-CUMI 73 752 53 255 68 274 103 206
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Utara Jawa terdiri dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Northern Java consist of Province of Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

94 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan Jawa1, 2012-2015 (Ton)


3.19
Table Exploitation of Fish Resources in Southern Java1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 6 593 5 841 2 264 15 006

DEMERSAL 23 117 24 075 22 989 55 309


Kurau/Four Finger Threadfin ­ 2 28 52
Manyung/Giant Catfish 2 273 2 512 1 539 3 021
Layur/Hairtails 11 752 10 841 9 468 18 075
Kurisi/Treadtins Breams 1 739 1 575 1 506 3 912

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 534 1 589 1 199 2 164
Swanggi/Big Eyes 29 50 76 2 482

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 182 65 330 2 304
Golok­golok/Wolf Herrings 65 12 355 1 724
Gulamah/Croackers/Drums 2 330
p s. 3 141 1 915 7 304
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 1 311 1 018 1 582 6342
.b

Kerapu/Grouppers 1 304 1 228 2 670 4 547


Kuwe/Jack Trevalies 1 276 1 488 1 912 2 815
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 387 554 409 567


w

PELAGIS KECIL 52 509 47 081 44 353 38 629


//w

Banyar/Indian Mackarel 570 ... 740 1 516


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

4 883 5 506 4 035 11 878


Ikan Terbang/Flying Fishes 99 ... 692 296
tp

Ikan Layang/Scads 34 433 26 012 18 681 15 956


ht

Lemuru/Bali Sardinella 12 459 15 563 20 205 8 983


TUNA BESAR 14 881 10 567 11 936 14 692
Cakalang/Skipjack Tuna 12 274 7 539 8 900 10 988
Albakora/Albacore 679 1 054 ... 1 249
Setuhuk/Marlin 593 879 1 290 1 142
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 606 458 535 776
Lemadang/Common Dolphin Fish 729 637 1 211 537
CUMI-CUMI 3 355 3 835 4 118 16 884
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan Jawa terdiri dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern Java consist of Province of Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta,
Jawa Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 95


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Bali dan Nusa Tenggara1, 2012-2015 (Ton)
3.20
Table Exploitation of Fish Resources in Bali and Nusa Tenggara1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 2 056 2 718 6 004 4 965

DEMERSAL 24 620 26 904 28 817 39 152


Kurau/Four Finger Threadfin ­ ­ 447 56
Manyung/Giant Catfish 184 876 868 1 105
Layur/Hairtails 2 075 1 941 1 977 4 322
Kurisi/Treadtins Breams 2 885 3 014 3 293 3 491

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 580 559 548 543
Swanggi/Big Eyes 178 265 263 242

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 549 202 220 522
Golok­golok/Wolf Herrings 132 378 395 272
Gulamah/Croackers/Drums 262
p s. 818 1 128 1 750
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 6 059 4 981 5 383 7 389
.b

Kerapu/Grouppers 8 798 9 759 10 460 15 643


Kuwe/Jack Trevalies 3 048 4 099 3 823 3 754
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 2 12 12 63


w

PELAGIS KECIL 44 328 47 054 73 993 74 380


//w

Banyar/Indian Mackarel 339 ... 757 1 096


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

11 947 5 889 19 036 16 779


Ikan Terbang/Flying Fishes 2 440 ... 3 617 4 445
tp

Ikan Layang/Scads 17 591 23 582 22 460 24 210


ht

Lemuru/Bali Sardinella 11 879 17 583 28 123 27 850


TUNA BESAR 34 345 37 043 44 944 28 838
Cakalang/Skipjack Tuna 22 087 27 997 36 873 17 202
Albakora/Albacore 7 725 2 227 ... 5 279
Setuhuk/Marlin 1 800 2 028 2 268 1 418
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 624 1 969 2 167 1 787
Lemadang/Common Dolphin Fish 2 109 2 822 3 636 3 152
CUMI-CUMI 3 772 6 253 7 864 9 414
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Bali & Nusa Tenggara terdiri dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Bali & Nusa Tenggara consist of Province of Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

96 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selat Malaka1, 2012-2015 (Ton)


3.21
Table Exploitation of Fish Resources in Malacca Strait1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 34 831 37 472 42 956 32 451

DEMERSAL 53 605 66 708 70 768 60 646


Kurau/Four Finger Threadfin 523 539 586 488
Manyung/Giant Catfish 8 496 8 855 9 239 4 696
Layur/Hairtails 3 064 3 709 4 331 2 755
Kurisi/Treadtins Breams 4 726 7 577 7 016 6 509

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 450 415 119 ­
Swanggi/Big Eyes 4 446 5 875 5 515 3 566

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 874 808 758 1 028
Golok­golok/Wolf Herrings 2 720 2 924 1 999 1 247
Gulamah/Croackers/Drums 11 136
p s. 12 616 14 305 21 629
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 3 647 4 579 5 108 3 049
.b

Kerapu/Grouppers 6 029 7 755 9 169 7 289


Kuwe/Jack Trevalies 5 483 6 149 6 665 5 339
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 4 731 4 907 5 958 3 051


w

PELAGIS KECIL 67 217 61 461 58 520 83 777


//w

Banyar/Indian Mackarel 1 010 ... 793 4 433


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

50 100 47 558 45 016 51 724


Ikan Terbang/Flying Fishes 237 ... ­ ­
tp

Ikan Layang/Scads 13 150 13 903 12 711 27 262


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 358


TUNA BESAR 3 074 4 692 3 565 4 558
Cakalang/Skipjack Tuna 2 644 4 334 3 201 4 044
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 99 71 68 328
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 139 83 122 123
Lemadang/Common Dolphin Fish 192 204 174 63
CUMI-CUMI 13 427 20 898 22 498 21 296
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selat Malaka terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Malacca Strait consist of Province of Aceh, Sumatera Utara, Riau
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 97


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan/Barat Kalimantan1, 2012-2015 (Ton)


3.22
Table Exploitation of Fish Resources in Southern/Western Kalimantan1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 906 367 53 216 56 425 52 435

DEMERSAL 655 414 54 863 55 437 57 020


Kurau/Four Finger Threadfin 12 491 541 178 192
Manyung/Giant Catfish 149 835 16 697 20 346 22 366
Layur/Hairtails 10 711 2 277 2 306 1 526
Kurisi/Treadtins Breams 57 083 4 327 4 057 2 026

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 461 151 168 16
Swanggi/Big Eyes 8 258 753 550 616

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 846 31 1 1 801
Golok­golok/Wolf Herrings 4 262 686 634 477
Gulamah/Croackers/Drums 98 171
p s. 10 406 10 459 8 033
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 118 579 7 518 8 821 9 754
.b

Kerapu/Grouppers 98 658 4 978 3 522 1 598


Kuwe/Jack Trevalies 96 353 5 571 4 223 8 530
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 3 968 927 172 85


w

PELAGIS KECIL 139 216 23 444 33 436 33 911


//w

Banyar/Indian Mackarel ­ ... 2 938 5 271


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

116 350 9 384 11 985 15 788


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ 786
tp

Ikan Layang/Scads 18 604 14 060 18 513 11 268


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 798


TUNA BESAR 11 278 1 741 581 6 256
Cakalang/Skipjack Tuna 776 ­ ­ 1 357
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 3 140 373 ­ 2 070
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 5 208 1 368 580 948
Lemadang/Common Dolphin Fish 2 154 ­ 1 1 881
CUMI-CUMI 186 910 11 960 7 901 8 662
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan/Barat Kalimantan terdiri dari Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern/Western Kalimantan consist of Province of Kepulauan Riau, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

98 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Timur Kalimantan1, 2012-2015 (Ton)


3.23
Table Exploitation of Fish Resources in Eastern Kalimantan1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 32 855 33 181 31 310 21 859

DEMERSAL 21 153 18 304 16 883 20 096


Kurau/Four Finger Threadfin 42 62 55 164
Manyung/Giant Catfish 2 533 1 518 1 575 2 235
Layur/Hairtails 222 221 230 75
Kurisi/Treadtins Breams 2 475 2 165 1 479 1 280

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 92 92 93 18
Swanggi/Big Eyes 271 273 204 9

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 34 51 42 3
Golok­golok/Wolf Herrings 307 289 296 119
Gulamah/Croackers/Drums 2 399
p s. 2 456 2 369 2 357
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 4 723 4 485 4 459 5 146
.b

Kerapu/Grouppers 6 173 4 360 3 659 3 855


Kuwe/Jack Trevalies 2 112 2 256 2 347 4 835
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 77 76 75 ­


w

PELAGIS KECIL 24 207 22 799 21 000 51 067


//w

Banyar/Indian Mackarel 293 ... 268 51


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

11 132 12 115 11 411 36 302


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ ­
tp

Ikan Layang/Scads 12 475 10 684 9 321 14 623


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 91
TUNA BESAR 1 980 2 373 2 863 283
Cakalang/Skipjack Tuna 1 791 2 182 2 676 144
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 153 154 151 ­
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 18 21 20 137
Lemadang/Common Dolphin Fish 18 16 16 2
CUMI-CUMI 4 864 6 187 5 157 5 774
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di TImur Kalimantan terdiri dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Eastern Kalimantan consist of Province of Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 99


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Utara Sulawesi1, 2012-2015 (Ton)


3.24
Table Exploitation of Fish Resources in Northern Sulawesi1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 1 231 441 435 3 552

DEMERSAL 18 261 30 034 47 198 30 095


Kurau/Four Finger Threadfin 97 8 ­ ­
Manyung/Giant Catfish 37 6 ­ 1
Layur/Hairtails 287 707 464 402
Kurisi/Treadtins Breams 811 668 1 317 954

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 475 308 776 332
Swanggi/Big Eyes 183 177 1 526 231

.
go
Beloso/Greater Lizardfish ­ 11 3 ­
Golok­golok/Wolf Herrings 137 90 72 72
Gulamah/Croackers/Drums 72
p s. 27 48 59
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 4 090 6 191 9 379 6 555
.b

Kerapu/Grouppers 8 239 13 482 18 153 12 335


Kuwe/Jack Trevalies 3 970 8 356 15 460 9 153
w

Ikan Lidah/Flat Fishes ­ 3 ­ 1


w

PELAGIS KECIL 114 437 72 516 92 780 87 999


//w

Banyar/Indian Mackarel 22 792 ... 24 631 5 801


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

1 728 902 3 558 12 102


Ikan Terbang/Flying Fishes 1 358 ... 1 008 1 329
tp

Ikan Layang/Scads 88 422 71 477 63 583 68 288


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ 137 ­ 479


TUNA BESAR 151 171 204 621 186 487 115 630
Cakalang/Skipjack Tuna 148 222 201 366 182 318 111 716
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 510 552 1 158 1 656
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 1 096 1 712 2 264 1 389
Lemadang/Common Dolphin Fish 1 343 991 747 869
CUMI-CUMI 3 245 3 281 3 222 8 424
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Utara Sulawesi terdiri dari Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Northern Sulawesi consist of Province of Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

100 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Selatan Sulawesi1, 2012-2015 (Ton)


3.25
Table Exploitation of Fish Resources in Southern Sulawesi1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 3 663 3 988 5 110 7 010

DEMERSAL 50 101 50 320 49 621 73 423


Kurau/Four Finger Threadfin 418 249 251 266
Manyung/Giant Catfish 1 987 2 314 1 232 2 128
Layur/Hairtails 1 786 1 298 1 719 4 168
Kurisi/Treadtins Breams 6 816 5 740 6 633 7 676

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 473 348 676 1 389
Swanggi/Big Eyes 422 296 254 2 453

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 106 65 221 178
Golok­golok/Wolf Herrings 307 22 29 261
Gulamah/Croackers/Drums 1 126
p s. 1 943 1 800 1 881
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 11 995 12 503 11 428 15 038
.b

Kerapu/Grouppers 15 365 14 446 15 628 22 709


Kuwe/Jack Trevalies 9 607 11 096 9 750 15 276
w

Ikan Lidah/Flat Fishes ­ ­ ­ ­


w

PELAGIS KECIL 74 820 63 410 97 422 104 610


//w

Banyar/Indian Mackarel 14 120 ... 15 983 17 004


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

20 940 20 901 25 416 23 241


Ikan Terbang/Flying Fishes 1 662 ... 1 843 6 823
tp

Ikan Layang/Scads 37 791 42 509 54 180 52 606


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 4 936


TUNA BESAR 53 962 50 173 61 236 54 332
Cakalang/Skipjack Tuna 51 469 47 652 58 520 48 846
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 269 297 316 81
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 318 269 503 1 876
Lemadang/Common Dolphin Fish 1 906 1 955 1 897 3 529
CUMI-CUMI 5 605 4 302 6 182 10 800
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan Sulawesi terdiri dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat,Sulawesi
Tenggara
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern Sulawesi consist of Province of Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi
Tenggara
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 101


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Eksploitasi Sumber Daya Ikan di Maluku dan Papua1, 2012-2015 (Ton)
3.26
Table Exploitation of Fish Resources in Maluku and Papua1, 2012-2015 (Tonnes)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish

(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 22 605 21 188 21 162 38 540

DEMERSAL 164 389 179 215 176 166 135 456


Kurau/Four Finger Threadfin 315 371 436 1 182
Manyung/Giant Catfish 16 311 16 324 18 245 7 865

id
Layur/Hairtails 21 218 23 200 16 025 2 997
Kurisi/Treadtins Breams 10 823 12 717 15 497 9 228

.
go
Kuniran/Sulphur Goalfish 120 730 183 272
Swanggi/Big Eyes 2 515 3 358 4 583 12 336
Beloso/Greater Lizardfish 6 880
p s. 8 444 8 312 3 337
Golok­golok/Wolf Herrings 1 845 1 984 2 535 1 216
.b

Gulamah/Croackers/Drums 29 368 28 181 24 927 22 318


Ikan Kakap Merah/Red Snappers 46 294 47 865 45 252 22 143
w

Kerapu/Grouppers 10 957 15 285 15 932 24 879


w

Kuwe/Jack Trevalies 19 233 20 756 23 505 27 309


//w

Ikan Lidah/Flat Fishes 355 552 734 374


PELAGIS KECIL 143 550 94 824 159 540 153 701
s:

Banyar/Indian Mackarel 11 ... 33 588 39 089


tp

Kembung/Short-bodied Mackerels 61 780 35 973 42 660 27 428


ht

Ikan Terbang/Flying Fishes 5 139 ... 8 898 7 266


Ikan Layang/Scads 74 775 58 851 74 394 78 034
Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 1 884
TUNA BESAR 130 789 121 896 131 881 158 527
Cakalang/Skipjack Tuna 129 782 120 536 129 672 151 759
Albakora/Albacore ­ ­ ... ­
Setuhuk/Marlin 351 608 649 1 035
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 328 353 696 1 108
Lemadang/Common Dolphin Fish 328 399 864 4 625
CUMI-CUMI 7 762 13 702 10 385 22 647
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Maluku dan Papua terdiri dari Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Maluku dan Papua consist of Province of Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

102 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Barat Sumatera1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.27
Table Production Value of Fish Resources in Western Sumatera1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 1 155 121 866 799 1 281 642 759 484

DEMERSAL 1 460 303 1 507 551 1 546 766 1 725 165


Kurau/Four Finger Threadfin 8 920 10 540 7 760 4 166
Manyung/Giant Catfish 152 342 157 265 115 291 96 110
Layur/Hairtails 112 419 123 048 134 938 245 298
Kurisi/Treadtins Breams 115 473 67 818 ... 118 729

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 1 839 2 989 3 248 5 248
Swanggi/Big Eyes 44 431 60 567 51 372 72 343

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 35 264 57 129 47 132 4 141
Golok­golok/Wolf Herrings 10 742 16 504 17 463 10 558
Gulamah/Croackers/Drums 35 520
p s. 51 401 41 492 45 734
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 241 008 310 377 299 131 303 402
.b

Kerapu/Grouppers 356 192 329 937 363 219 490 451


Kuwe/Jack Trevalies 342 964 319 976 446 635 311 408
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 13 931 22 337 19 085 17 577


w

PELAGIS KECIL 739 833 912 748 866 476 911 096
//w

Banyar/Indian Mackarel 23 198 ... 15 757 42 920


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

499 755 723 097 636 799 610 438


Ikan Terbang/Flying Fishes 7 364 ... 15 079 8 534
tp

Ikan Layang/Scads 198 774 189 651 195 968 246 938
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ 2 873 2 266


TUNA BESAR 529 037 643 034 670 540 582 570
Cakalang/Skipjack Tuna 449 942 571 639 534 165 488 701
Albakora/Albacore 3 021 ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 37 469 40 196 79 826 49 200
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 28 650 19 169 56 549 29 687
Lemadang/Common Dolphin Fish 9 955 12 031 ... 14 982
CUMI-CUMI 79 874 82 870 104 708 130 579
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Barat Sumatera terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu,
Lampung
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Western Sumatera consist of Province of Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
Bengkulu, Lampung
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 103


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Timur Sumatera1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.28
Table Production Value of Fish Resources in Eastern Sumatera1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 1 156 187 866 799 1 497 815 1 952 256

DEMERSAL 1 959 934 2 794 052 2 503 075 3 380 062


Kurau/Four Finger Threadfin 74 416 169 780 129 020 120 055
Manyung/Giant Catfish 287 631 319 768 424 107 311 479
Layur/Hairtails 31 142 33 047 30 420 169 972
Kurisi/Treadtins Breams 297 897 284 798 ... 298 502

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 60 647 95 543 83 725 37 248
Swanggi/Big Eyes 23 213 18 476 19 723 911

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 4 412 3 908 4 748 1 177
Golok­golok/Wolf Herrings 118 243 118 412 116 806 34 551
Gulamah/Croackers/Drums 69 429
p s. 66 315 73 025 218 445
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 266 347 388 643 486 014 779 165
.b

Kerapu/Grouppers 576 613 931 072 729 305 969 527


Kuwe/Jack Trevalies 266 151 364 291 403 316 437 357
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 2 036 1 878 2 866 1 673


w

PELAGIS KECIL 599 740 503 218 554 410 539 261
//w

Banyar/Indian Mackarel 50 287 ... 26 818 36 210


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

379 496 455 136 446 548 474 036


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ ­
tp

Ikan Layang/Scads 51 714 48 082 77 113 27 784


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ 3 931 1 231


TUNA BESAR 3 901 3 039 3 506 40 118
Cakalang/Skipjack Tuna ­ ­ 121 9 827
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 80 122 155 30 154
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 3 447 2 154 3 230 49
Lemadang/Common Dolphin Fish 374 763 ... 88
CUMI-CUMI 262 468 82 870 243 620 306 252
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Timur Sumatera terdiri dari Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka
Belitung, Lampung
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Eastern Sumatera consist of Province of Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan
Bangka Belitung, Lampung
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

104 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Utara Jawa1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.29
Table Production Value of Fish Resources in Northern Java1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 708 495 645 283 611 865 1 062 495

DEMERSAL 1 525 557 1 678 608 1 556 409 2 138 105


Kurau/Four Finger Threadfin 5 795 7 333 6 220 22 728
Manyung/Giant Catfish 222 218 423 584 185 327 180 044
Layur/Hairtails 83 683 116 479 89 473 87 355
Kurisi/Treadtins Breams 54 800 57 754 ... 183 918

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 241 425 206 831 179 375 208 018
Swanggi/Big Eyes 125 798 132 068 191 864 154 316

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 28 579 28 922 32 321 41 877
Golok­golok/Wolf Herrings 4 064 4 289 4 783 142 462
Gulamah/Croackers/Drums 92 372
p s. 104 706 99 678 107 426
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 414 292 320 206 546 892 604 871
.b

Kerapu/Grouppers 180 594 187 888 100 819 261 440


Kuwe/Jack Trevalies 73 933 88 547 118 658 143 071
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 2 068 1 412 999 579


w

PELAGIS KECIL 1 358 903 1 258 829 1 295 814 2 173 691
//w

Banyar/Indian Mackarel 5 792 ... 23 451 40 394


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

385 419 395 531 553 999 813 369


Ikan Terbang/Flying Fishes 3 762 ... 121 512
tp

Ikan Layang/Scads 871 876 788 150 669 119 1 059 232
ht

Lemuru/Bali Sardinella 87 990 ­ 49 124 260 184


TUNA BESAR 624 002 805 466 981 125 738 759
Cakalang/Skipjack Tuna 512 885 ­ 807 487 662 901
Albakora/Albacore 46 777 ­ 112 309 32 854
Setuhuk/Marlin 25 030 46 135 43 991 15 288
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 8 207 9 434 17 338 10 641
Lemadang/Common Dolphin Fish 31 103 32 422 ... 17 075
CUMI-CUMI 916 042 865 913 1 081 478 2 055 045
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Utara Jawa terdiri dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Northern Java consist of Province of Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 105


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan Jawa1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.30
Table Production Value of Fish Resources in Southern Java1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 177 976 323 869 117 119 973 191

DEMERSAL 268 500 342 742 413 305 1 601 083


Kurau/Four Finger Threadfin 4 25 498 1 165
Manyung/Giant Catfish 16 164 22 855 15 511 88 456
Layur/Hairtails 118 671 167 646 180 653 487 422
Kurisi/Treadtins Breams 19 805 24 564 ... 76 613

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 3 550 20 654 8 245 34 148
Swanggi/Big Eyes 432 861 957 8 888

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 979 251 1 651 31 193
Golok­golok/Wolf Herrings 441 171 7 923 16 850
Gulamah/Croackers/Drums 14 311
p s. 18 404 15 158 86 296
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 35 426 24 651 34 205 328 913
.b

Kerapu/Grouppers 39 272 36 925 110 476 256 035


Kuwe/Jack Trevalies 17 752 25 737 34 624 175 094
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 2 134 3 279 3 404 10 010


w

PELAGIS KECIL 281 226 393 018 458 488 883 487
//w

Banyar/Indian Mackarel 4 200 ... 13 929 24 705


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

59 809 80 515 65 920 194 680


Ikan Terbang/Flying Fishes 704 ... 4 443 955
tp

Ikan Layang/Scads 178 307 222 627 217 633 394 876
ht

Lemuru/Bali Sardinella 37 765 89 875 156 563 268 271


TUNA BESAR 208 726 178 933 271 114 1 298 767
Cakalang/Skipjack Tuna 161 847 110 254 140 633 1 202 961
Albakora/Albacore 17 596 23 240 81 123 30 822
Setuhuk/Marlin 13 440 25 022 34 621 32 848
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 8 277 11 340 14 737 16 298
Lemadang/Common Dolphin Fish 7 566 9 078 ... 15 838
CUMI-CUMI 69 601 101 826 81 541 522 494
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan Jawa terdiri dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern Java consist of Province of Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta,
Jawa Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011­2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2011-2014, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

106 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Bali dan Nusa Tenggara1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.31
Table Production Value of Fish Resources in Bali and Nusa Tenggara1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 85 324 323 869 330 820 244 926

DEMERSAL 395 440 498 960 503 148 768 306


Kurau/Four Finger Threadfin 2 ­ 3 356 1 050
Manyung/Giant Catfish 1 836 10 838 15 216 20 062
Layur/Hairtails 20 509 21 546 25 663 69 132
Kurisi/Treadtins Breams 39 441 47 028 ... 69 550

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 4 814 6 626 6 873 2 257
Swanggi/Big Eyes

.
1 520 3 293 4 762 3 778

go
Beloso/Greater Lizardfish 2 706 1 217 1 347 7 169
Golok­golok/Wolf Herrings 1 011 2 976 3 443 4 080
Gulamah/Croackers/Drums 3 017
p s. 11 156 12 992 13 140
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 104 404 97 290 110 422 160 995
.b

Kerapu/Grouppers 178 579 240 791 254 863 347 821


Kuwe/Jack Trevalies
w

38 596 56 200 63 784 67 655


Ikan Lidah/Flat Fishes 16 68 427 1 617
w

PELAGIS KECIL 403 648 421 843 771 262 755 023
//w

Banyar/Indian Mackarel 3 300 ... 14 450 16 574


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

136 726 77 775 285 745 234 851


Ikan Terbang/Flying Fishes 18 670 ... 37 735 60 443
tp

Ikan Layang/Scads 169 313 235 488 253 192 278 459
ht

Lemuru/Bali Sardinella 74 628 108 581 180 140 164 696


TUNA BESAR 529 308 587 056 806 863 530 453
Cakalang/Skipjack Tuna 350 534 436 076 641 816 314 499
Albakora/Albacore 115 167 57 902 82 947 106 968
Setuhuk/Marlin 31 926 35 700 43 681 30 042
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 6 550 22 021 38 419 25 278
Lemadang/Common Dolphin Fish 25 131 35 357 ... 53 666
CUMI-CUMI 81 079 148 444 212 800 247 961
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Bali & Nusa Tenggara terdiri dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Bali & Nusa Tenggara consist of Province of Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 107


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selat Malaka1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.32
Table Production Value of Fish Resources in Malacca Strait1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 991 908 323 869 1 412 064 1 385 110

DEMERSAL 839 497 1 318 097 1 308 253 1 245 425


Kurau/Four Finger Threadfin 11 627 ­ 14 946 13 691
Manyung/Giant Catfish 145 221 196 536 192 545 110 707
Layur/Hairtails 44 411 45 505 54 082 45 801
Kurisi/Treadtins Breams 54 310 132 090 ... 120 016

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 1 884 4 715 1 427 ­
Swanggi/Big Eyes 70 235 89 381 88 837 52 040

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 2 449 8 197 5 568 11 162
Golok­golok/Wolf Herrings 109 116 142 559 34 212 99 843
Gulamah/Croackers/Drums 71 779
p s. 131 879 150 237 177 932
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 105 406 157 646 159 100 116 356
.b

Kerapu/Grouppers 189 950 297 729 340 730 299 089


Kuwe/Jack Trevalies 86 942 111 860 126 126 132 310
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 55 283 108 338 140 443 66 478


w

PELAGIS KECIL 1 043 182 1 208 273 1 158 878 1 415 726
//w

Banyar/Indian Mackarel 16 738 ... 16 024 76 023


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

761 186 960 764 919 388 991 045


Ikan Terbang/Flying Fishes 297 ... ­ 561
tp

Ikan Layang/Scads 155 845 247 510 223 466 341 182
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 6 915


TUNA BESAR 79 121 94 076 77 481 86 247
Cakalang/Skipjack Tuna 70 093 86 059 73 834 75 107
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 1 776 1 348 1 321 7 268
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 2 740 1 643 2 326 2 779
Lemadang/Common Dolphin Fish 4 512 5 026 ... 1 093
CUMI-CUMI 246 349 552 133 605 472 483 526
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selat Malaka terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Malacca Strait consist of Province of Aceh, Sumatera Utara, Riau
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

108 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan/Barat Kalimantan1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.33
Table Production Value of Fish Resources in Southern/Western Kalimantan1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 906 367 1 145 249 1 124 803 1 737 744

DEMERSAL 655 414 1 048 590 1 066 896 857 997


Kurau/Four Finger Threadfin 12 491 ­ 7 242 4 588
Manyung/Giant Catfish 149 835 326 036 395 196 313 306
Layur/Hairtails 10 711 24 747 26 060 16 590
Kurisi/Treadtins Breams 57 083 79 956 ... 15 202

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 461 1 617 2 374 329
Swanggi/Big Eyes 8 258 9 385 3 555 12 671

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 846 191 20 ­
Golok­golok/Wolf Herrings 4 262 7 546 8 188 3 844
Gulamah/Croackers/Drums 98 171
p s. 156 082 143 819 74 118
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 118 579 208 038 279 465 187 175
.b

Kerapu/Grouppers 98 658 125 188 97 139 46 440


Kuwe/Jack Trevalies 96 353 109 804 102 365 183 308
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 3 968 9 702 1 473 426


w

PELAGIS KECIL 139 216 248 738 509 987 422 880
//w

Banyar/Indian Mackarel ­ ... 54 292 33 262


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

116 350 163 891 260 403 273 743


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ 2 358
tp

Ikan Layang/Scads 18 604 84 847 195 292 105 571


ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 7 946


TUNA BESAR 11 278 19 278 10 955 84 676
Cakalang/Skipjack Tuna 776 ­ ­ 31 640
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 3 140 10 565 ­ 10 616
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 5 208 8 713 10 955 16 013
Lemadang/Common Dolphin Fish 2 154 ­ ... 26 407
CUMI-CUMI 186 910 311 270 251 132 223 552
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan/Barat Kalimantan terdiri dari Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern/Western Kalimantan consist of Province of Kepulauan Riau, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 109


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Timur Kalimantan1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.34
Table Production Value of Fish Resources in Eastern Kalimantan1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 895 390 945 605 885 426 723 118

DEMERSAL 975 777 481 004 459 144 446 614


Kurau/Four Finger Threadfin 1 345 ­ 2 379 6 299
Manyung/Giant Catfish 34 883 13 401 14 147 41 098
Layur/Hairtails 5 990 3 397 3 482 191
Kurisi/Treadtins Breams 16 340 15 368 ... 21 878

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 544 546 481 791
Swanggi/Big Eyes 1 070 1 260 1 038 114

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 201 279 232 20
Golok­golok/Wolf Herrings 1 965 1 340 1 474 908
Gulamah/Croackers/Drums 18 347
p s. 20 383 20 232 23 853
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 123 955 125 739 135 635 137 340
.b

Kerapu/Grouppers 315 857 243 579 215 140 104 767


Kuwe/Jack Trevalies 457 001 55 408 64 664 109 355
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 244 242 240 ­


w

PELAGIS KECIL 352 135 374 320 373 488 500 525
//w

Banyar/Indian Mackarel 2 283 ... 2 164 482


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

209 441 235 418 223 830 255 194


Ikan Terbang/Flying Fishes ­ ... ­ ­
tp

Ikan Layang/Scads 138 446 138 902 147 494 238 295
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 6 554


TUNA BESAR 56 496 65 305 76 631 4 186
Cakalang/Skipjack Tuna 55 027 64 067 75 419 2 114
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 1 148 1 157 1 130 ­
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 72 82 82 2 048
Lemadang/Common Dolphin Fish 249 ­ ... 24
CUMI-CUMI 100 869 311 270 113 758 169 526
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di TImur Kalimantan terdiri dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Eastern Kalimantan consist of Province of Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

110 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Utara Sulawesi1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.35
Table Production Value of Fish Resources in Northern Sulawesi1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 260 172 8 578 17 734 342 607

DEMERSAL 311 378 594 632 1 742 122 753 264


Kurau/Four Finger Threadfin 972 82 ­ ­
Manyung/Giant Catfish 136 51 1 12
Layur/Hairtails 1 708 8 462 6 601 6 881
Kurisi/Treadtins Breams 6 779 6 724 ... 14 163

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 5 136 4 161 13 095 5 342
Swanggi/Big Eyes 1 345 2 489 15 720 4 008

.
go
Beloso/Greater Lizardfish ­ 64 21 ­
Golok­golok/Wolf Herrings 610 891 831 1 025
Gulamah/Croackers/Drums
p
690
s. 89 477 647
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 92 227 113 757 246 947 176 643
.b

Kerapu/Grouppers 151 838 333 256 1 158 833 349 264


Kuwe/Jack Trevalies 50 547 124 607 299 596 195 261
w

Ikan Lidah/Flat Fishes ­ 8 ­ 18


w

PELAGIS KECIL 983 936 675 335 860 391 997 168
//w

Banyar/Indian Mackarel 252 298 ... 232 246 85 027


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

11 782 9 071 35 192 181 024


Ikan Terbang/Flying Fishes 5 504 ... 5 903 8 181
tp

Ikan Layang/Scads 713 742 663 830 587 050 719 629
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ 2 434 ­ 3 307


TUNA BESAR 17 673 2 184 662 2 247 879 1 698 512
Cakalang/Skipjack Tuna 1 347 2 155 612 2 216 230 1 664 370
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 3 138 9 067 10 459 13 450
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 6 741 13 193 21 190 12 342
Lemadang/Common Dolphin Fish 6 447 6 790 ... 8 350
CUMI-CUMI 46 259 64 078 56 453 172 290
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Utara Sulawesi terdiri dari Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Northern Sulawesi consist of Province of Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 111


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Selatan Sulawesi1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.36
Table Production Value of Fish Resources in Southern Sulawesi1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 132 139 182 134 230 775 206 299

DEMERSAL 942 394 939 056 1 119 067 2 019 233


Kurau/Four Finger Threadfin 5 562 2 174 2 505 4 142
Manyung/Giant Catfish 21 430 26 854 14 797 31 646
Layur/Hairtails 9 694 12 128 18 908 49 173
Kurisi/Treadtins Breams 72 860 69 025 ... 147 142

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 3 637 3 740 7 368 25 733
Swanggi/Big Eyes 3 397 3 598 3 489 74 087

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 759 454 1 663 1 676
Golok­golok/Wolf Herrings 2 172 250 340 3 674
Gulamah/Croackers/Drums 13 189
p s. 23 766 22 479 24 729
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 262 012 265 946 297 027 423 010
.b

Kerapu/Grouppers 417 487 357 900 528 330 883 243


Kuwe/Jack Trevalies 132 368 173 220 222 161 350 978
w

Ikan Lidah/Flat Fishes ­ ­ ­ ­


w

PELAGIS KECIL 757 600 825 662 1 417 720 1 337 544
//w

Banyar/Indian Mackarel 165 862 ... 287 888 230 889


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

203 449 296 095 376 918 354 406


Ikan Terbang/Flying Fishes 16 405 ... 24 972 24 462
tp

Ikan Layang/Scads 359 712 529 567 727 942 669 960
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 57 827


TUNA BESAR 534 696 680 616 946 123 1 011 196
Cakalang/Skipjack Tuna 511 270 655 587 933 281 902 136
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 4 148 4 021 4 924 1 290
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 4 468 4 092 7 918 54 038
Lemadang/Common Dolphin Fish 14 810 16 918 ... 53 732
CUMI-CUMI 103 236 83 490 141 310 205 986
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Selatan Sulawesi terdiri dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat,Sulawesi
Tenggara
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Southern Sulawesi consist of Province of Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi
Tenggara
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

112 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Nilai Produksi Sumber Daya Ikan di Maluku dan Papua1, 2011-2014 (Juta Rupiah)
3.37
Table Production Value of Fish Resources in Maluku and Papua1, 2011-2014 (Million Rupiahs)

2
Ikan
2012 2013 2014 2015
Fish
(1) (2) (3) (4) (5)

UDANG 1 096 249 1 108 893 1 108 585 1 316 378

DEMERSAL 2 019 309 2 195 749 2 378 852 2 044 600


Kurau/Four Finger Threadfin 1 735 4 797 5 765 25 570
Manyung/Giant Catfish 222 650 213 979 253 679 74 965
Layur/Hairtails 185 067 189 034 156 047 42 820
Kurisi/Treadtins Breams 81 869 91 853 ... 81 555

id
Kuniran/Sulphur Goalfish 520 3 645 1 624 2 850
Swanggi/Big Eyes 12 583 18 383 28 580 100 681

.
go
Beloso/Greater Lizardfish 53 861 58 825 72 267 21 965
Golok­golok/Wolf Herrings 12 605 13 231 30 490 13 194
Gulamah/Croackers/Drums 279 242
p s. 275 711 258 182 306 794
Ikan Kakap Merah/Red Snappers 870 016 915 891 887 421 451 190
.b

Kerapu/Grouppers 123 519 184 089 289 188 411 769


Kuwe/Jack Trevalies 186 387 226 307 388 789 508 501
w

Ikan Lidah/Flat Fishes 1 860 3 437 6 820 2 746


w

PELAGIS KECIL 1 193 569 986 930 1 365 145 1 586 803
//w

Banyar/Indian Mackarel 47 ... 234 441 382 938


Kembung/Short-bodied Mackerels
s:

725 637 635 311 602 160 388 996


Ikan Terbang/Flying Fishes 16 137 ... 50 187 63 853
tp

Ikan Layang/Scads 439 143 351 619 478 357 704 023
ht

Lemuru/Bali Sardinella ­ ­ ­ 46 993


TUNA BESAR 1 282 067 1 216 973 1 609 310 2 281 822
Cakalang/Skipjack Tuna 1 273 935 1 204 482 1 589 719 2 185 293
Albakora/Albacore ­ ­ ­ ­
Setuhuk/Marlin 3 986 7 591 11 012 19 783
Ikan Layaran/Indo Pacific Sailfish 3 186 3 516 8 579 19 150
Lemadang/Common Dolphin Fish 960 1 384 ... 57 596
CUMI-CUMI 122 109 213 133 231 752 143 919
1
Catatan/Note : Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Maluku dan Papua terdiri dari Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat
1
Regional Fisheries Management (WPP) in Maluku dan Papua consist of Province of Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat
2
Penentuan Jenis Ikan yang disajikan berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. KEP.45/MEN/2011
2
The Determination of Fish Type served based on Ministry of Marine Affairs and Fisheries RI No. KEP.45/MEN/2011
Sumber/Source : Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2012-2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capture Fisheries Statistics of Indonesia 2012-2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 113


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi, Pemanfaat Laut, dan Keberadaan Mangrove, 2014
3.38
Table Number of Seaside Villages by Province, Utilization of the sea, and the Existence of Mangrove, 2014

Perikanan Perikanan Transpotasi


Tambak Wisata Bahari
Provinsi Tangkap Budidaya Umum Mangrove
Garam Marine
Province Capture Aquaculture Public Mangrove
Salt Pond Tourism
Fisheries Fisheries Transportation
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 647 117 35 38 61 230
Sumatera Utara 401 74 4 31 96 162
Sumatera Barat 119 22 0 23 41 72
Riau 260 26 1 6 144 235
Jambi 28 3 1 0 18 22
Sumatera Selatan 22 14 0 0 22 23

id
Bengkulu 146 5 0 5 3 37
Lampung 199 57 2 31 38 79

.
go
Kepulauan Bangka Belitung 163 37 0 14 28 145
Kepulauan Riau 344 215 0 39 210 302

DKI Jakarta 13 12
p
0
s. 7 11 9
Jawa Barat 205 92 38 59 15 113
.b

Jawa Tengah 301 187 60 53 22 195


DI Yogyakarta 29 4 6 1 2
w

Jawa Timur 614 270 108 51 106 310


Banten 118 43 1 38 17 42
w
//w

Bali 153 36 16 45 20 25
Nusa Tenggara Barat 274 135 41 35 58 130
Nusa Tenggara Timur 899 253 105 47 237 420
s:

Kalimantan Barat 157 29 1 8 51 128


tp

Kalimantan Tengah 44 12 0 2 18 41
Kalimantan Selatan 161 55 0 17 94 120
ht

Kalimantan Timur 162 101 0 31 58 142


Kalimantan Utara 50 32 0 2 32 43

Sulawesi Utara 734 111 9 65 207 422


Sulawesi Tengah 977 335 6 60 218 596
Sulawesi Selatan 508 353 26 51 149 292
Sulawesi Tenggara 904 442 1 54 323 554
Gorontalo 192 63 2 13 25 116
Sulawesi Barat 149 48 1 15 20 87

Maluku 868 248 8 40 459 393


Maluku Utara 866 75 3 25 531 470
Papua Barat 516 66 5 39 165 323
Papua 615 90 8 12 206 281

Indonesia 11 838 3 662 482 962 3 704 6 561


Sumber/Source : Diolah dari Hasil PODES 2014, Badan Pusat Statistik
Based on 2014 Village Potential Statistics of Indonesia, BPS-Statistics Indonesia

114 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Luas Usaha dan Produksi Budidaya Tambak dan Laut menurut Provinsi, 2015 (Ton)
3.39
Table Area and Production of Brackishwater Pond and Mariculture by Province, 2015 (Tonnes)

Budidaya Tambak Budidaya Laut


Provinsi Brackishwater Pond Culture Mariculture
Province Luas Lahan Produksi Luas Lahan Produksi
Area Production Area Production
(1) (2) (3) (4) (5)
Aceh 45 999 42 223 3,6 158
Sumatera Utara 5 177 29 496 19,8 4 363
Sumatera Barat 19 332 3,5 268
Riau 587 135 30,3 619
Jambi 405 521 ­ ­
Sumatera Selatan 26 073 64 496 ­ ­

id
Bengkulu 335 7 548 5,0 1
Lampung 37 912 53 076 783,4 4 440

.
go
Kepulauan Bangka Belitung 132 1 076 10,2 1 964
Kepulauan Riau 77 42 3 864,7 19 044

DKI Jakarta 487


p s.
2 656 100,7 2 464
Jawa Barat 57 735 320 278 22,7 3 964
Jawa Tengah 41 117 171 485 22,3 22 785
.b

DI Yogyakarta 149 3 372 ­ ­


w

Jawa Timur 51 778 206 362 130 629,9 615 466


Banten 10 399 60 112 861,6 26 110
w

Bali 199 3 288 533,2 107 921


//w

Nusa Tenggara Barat 7 617 120 993 13 444,1 921 540


Nusa Tenggara Timur 1 010 3 575 11 014,1 2 283 347
s:

Kalimantan Barat 10 516 20 158 1,1 32


tp

Kalimantan Tengah 6 156 11 693 15,0 364


Kalimantan Selatan 17 032 33 954 224,0 486
ht

Kalimantan Timur 113 053 38 792 1 953,1 22 128


Kalimantan Utara 78 805 5 366 2 145,0 311 038

Sulawesi Utara 299 703 1 679,5 339 578


Sulawesi Tengah 8 263 113 202 31 564,4 1 274 906
Sulawesi Selatan 109 561 1 052 493 48 087,9 2 411 918
Sulawesi Tenggara 23 795 74 888 12 974,4 916 313
Gorontalo 7 801 9 552 343,0 53 740
Sulawesi Barat 15 061 32 530 2 475,5 36 864

Maluku 477 12 485 17 124,7 712 609


Maluku Utara 43 92 3 618,1 41 592
Papua Barat 37 014 441 1 951,5 37 847
Papua 761 1 548 20,1 155

Indonesia 715 844 2 498 963 285 526,4 10 174 024

Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 115


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Benih Ikan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi, 2014-2015
3.40
Table Number of Fish Seeds by Type of Culture and Province, 2014-2015

Budidaya Laut Budidaya Tambak Budidaya Kolam


Provinsi
Mariculture Brackishwater Pond Culture Freshwater Pond Culture
Province
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 294 397 661 410 800 114 127 668 123 440
Sumatera Utara 13 283 10 915 1 417 927 1 383 065 429 695 471 449
Sumatera Barat 593 657 1 898 2 207 1 088 494 1 109 244
Riau 15 12 4 776 3 485 284 085 281 863
Jambi ­ ­ 4 479 4 182 147 359 144 501
Sumatera Selatan ­ ­ 2 827 328 2 952 912 1 178 290 1 499 264
Bengkulu 35 ­ 246 388 368 207 260 413 320 076
Lampung 929 323 4 026 422 2 813 495 397 974 319 110

id
Kepulauan Bangka Belitung 456 386 61 122 66 121 19 128 7 661

.
Kepulauan Riau 10 005 14 942 310 343 96 366 122 081

go
DKI Jakarta 2 608 2 459 8 787 16 984 43 790 35 957
Jawa Barat
Jawa Tengah
2
2 595
9
49
s.
6 616 121
2 880 466
p 6 666 132
2 009 271
3 521 475
1 508 377
3 772 357
1 390 033
DI Yogyakarta ­ ­ 153 100 210 301 445 389 464 510
.b

Jawa Timur 405 441 3 986 615 4 650 712 1 647 486 1 809 872
Banten 37 29 263 461 200 864 140 665 136 381
w

Bali 1 561 1 815 214 514 202 926 80 544 55 697


w

Nusa Tenggara Barat 1 248 1 358 5 029 796 5 727 101 125 477 119 996
//w

Nusa Tenggara Timur 13 39 16 133 17 382 12 106 12 395

Kalimantan Barat 3 322 33 2 283 705 326 534 120 503 123 980
s:

Kalimantan Tengah ­ ­ 49 342 63 425 82 901 107 286


Kalimantan Selatan 73 80 437 310 538 890 148 503 203 890
tp

Kalimantan Timur 587 1 296 1 384 232 1 495 291 23 358 18 119
ht

Kalimantan Utara ... 1 2 ... 1 69 203 ... 1 2 492

Sulawesi Utara 8 453 5 636 10 938 26 868 364 836 341 466
Sulawesi Tengah 1 942 2 314 267 825 635 491 35 171 43 874
Sulawesi Selatan 118 3 140 2 369 898 2 167 899 55 363 58 688
Sulawesi Tenggara 1 234 1 186 2 260 942 2 115 799 32 737 16 088
Gorontalo 206 343 182 023 232 617 78 279 30 597
Sulawesi Barat ­ ­ 404 881 846 066 8 616 11 856

Maluku 1 939 12 871 309 847 646 502 598 1 069


Maluku Utara 1 572 402 5 965 1 841 2 989 1 696
Papua Barat 1 364 2 131 16 947 2 841 10 813 11 387
Papua 135 178 6 359 7 696 47 730 44 182

Indonesia 55 024 63 443 38 411 267 37 272 767 12 567 178 13 212 557

116 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.40

Budidaya Karamba Budidaya Jaring Apung


Provinsi
Cage Culture Floating Net Culture
Province
2014 2015 2014 2015
(1) (8) (9) (10) (11)
Aceh ­ ­ 1 252 1 561
Sumatera Utara 2 320 8 851 489 805 362 368
Sumatera Barat 31 305 31 003 262 422 388 105
Riau 25 892 24 702 144 821 142 523
Jambi 927 441 56 180 55 431
Sumatera Selatan 310 451 262 382 23 602 51 228
Bengkulu 5 824 7 404 19 999 16 336
Lampung 2 597 1 835 20 058 18 786

id
Kepulauan Bangka Belitung ­ ­ 8 3

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
1 274
9 243
p s.
1 296
6 211
947 122
241 853
1 016 235
228 983
DI Yogyakarta 185 180 4 1
.b

Jawa Timur 3 877 7 079 59 679 57 641


Banten 336 337 5 731 6 606
w

Bali ­ ­ 22 308 24 004


w

Nusa Tenggara Barat 7 499 8 628 11 534 4 247


//w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ ­

Kalimantan Barat 87 544 112 068 15 834 21 267


s:

Kalimantan Tengah 103 495 109 529 2 059 1 282


Kalimantan Selatan 149 524 129 596 43 598 39 402
tp

Kalimantan Timur 170 650 139 820 15 5


ht

1
Kalimantan Utara ... ­ ... 1 ­

Sulawesi Utara 1 835 1 620 183 865 184 041


Sulawesi Tengah 180 99 505 311
Sulawesi Selatan 1 961 2 649 ­ ­
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­
Gorontalo 148 98 24 596 23 596
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­

Maluku ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ 193 151
Papua Barat ­ ­ ­ 44
Papua ­ ­ 3 674 7 625

Indonesia 917 067 855 828 2 580 717 2 651 782

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 117


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.40

Budidaya Jaring Tancap Budidaya Jaring Minapadi


Provinsi
Pen Culture Paddy Field Culture
Province
2014 2015 2014 2015
(1) (8) (9) (10) (11)
Aceh ­ 3 563 8 445 13 363
Sumatera Utara ­ 7 56 488 50 513
Sumatera Barat ­ 7 766 39 425 45 009
Riau ­ 1 048 15 15
Jambi ­ 172 113 84
Sumatera Selatan 50 87 297 70 467 61 571
Bengkulu ­ 15 466 30 098 28 837
Lampung ­ ­ 268 283

id
Kepulauan Bangka Belitung 145 2 352 ­ ­

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
p ­
­
s. 175 231
23 332
197 195
25 946
DI Yogyakarta ­ ­ 832 1 156
.b

Jawa Timur ­ ­ 812 578 880 454


Banten ­ ­ 4 143 3 555
w

Bali ­ ­ 1 870 1 414


w

Nusa Tenggara Barat ­ ­ 3 265 4 478


//w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ 467 4 018

Kalimantan Barat 24 8 465 ­ ­


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan ­ 3 164 3 684 3 387
tp

Kalimantan Timur ­ ­ 2 501 43


ht

Kalimantan Utara ... 1 ­ ... 1


­

Sulawesi Utara ­ 9 458 92 671 92 793


Sulawesi Tengah ­ 2 148 95 95
Sulawesi Selatan ­ ­ 30 687 31 026
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­
Gorontalo ­ 21 892 83 19
Sulawesi Barat ­ ­ 10 047 9 091

Maluku ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ ­ ­ ­
Papua ­ ­ ­ ­

Indonesia 219 162 798 1 366 805 1 454 345


1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015­2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015-2016, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

118 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Jumlah Pakan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi, 2011-2015
3.41
Table Number of Feed by Type of Culture and Province, 2011-2015

Budidaya Laut Budidaya Tambak Budidaya Kolam


Provinsi
Mariculture Brackishwater Pond Culture Freshwater Pond Culture
Province
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh ­ ­ ­ 720 336 ­ 20
Sumatera Utara 19 883 173 383 62 071 158 486 301 629 55 220
Sumatera Barat 513 310 802 118 185 20 000 64 496
Riau 15 10 10 401 270 197 625 3 810 794
Jambi ­ ­ 15 325 5 894 34 179
Sumatera Selatan ­ ­ ­ 184 1 662 457 106 325
Bengkulu 36 36 2 584 108 246 56 851 377 304
Lampung 1 879 ­ 54 389 15 544 50 560 2 188 787

id
Kepulauan Bangka Belitung 450 347 781 2 234 1 750 799

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
­
­
ps.1 080
­
148 893
71 841
20 766
­
6 701 742
194 574
DI Yogyakarta ­ ­ 2 273 409 46 995 218 243
.b

Jawa Timur ­ 445 25 593 671 525 61 507 9 895 427


Banten 18 22 15 994 35 071 63 330 185 585
w

Bali ­ 1 912 ­ 753 ­ 2 536


w

Nusa Tenggara Barat ­ 1 497 28 610 141 115 577 19 566


//w

Nusa Tenggara Timur ­ 159 ­ 7 365 ­ 4 103

Kalimantan Barat 10 11 2 074 1 843 544 100 410 858


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan ­ ­ ­ ­ 50 310 51 150
tp

Kalimantan Timur ­ ­ ­ ­ 1 548 1 553


ht

Kalimantan Utara ... 1 ­ ... 1


­ ... 1
119

Sulawesi Utara ­ ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Tengah 13 928 46 982 168 349 33 316 740 135 35 652
Sulawesi Selatan 2 ­ 19 897 ­ 9 013 ­
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ 1 130 183 ­ ­
Gorontalo 12 651 12 228 35 034 1 793 314 800 570 659
Sulawesi Barat ­ ­ ­ 1 419 422 ­ 34

Maluku 497 471 1 850 1 61 697


Maluku Utara ­ 9 400 ­ 82 184 ­ 373 155
Papua Barat ­ 4 ­ 140 25 000 14 387
Papua ­ 1 ­ 6 ­ 180

Indonesia 49 882 557 710 420 722 5 152 670 4 174 908 25 318 144

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 119


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.41

Budidaya Karamba Budidaya Jaring Apung


Provinsi
Cage Culture Floating Net Culture
Province
2014 2015 2014 2015
(1) (8) (9) (10) (11)
Aceh ­ ­ ­ ­
Sumatera Utara 658 13 895 270 837 159 185
Sumatera Barat ­ 4 307 ­ 22 895
Riau ­ 81 968 ­ 645
Jambi 10 19 158 1 860 13 651
Sumatera Selatan ­ 7 350 ­ 1 640
Bengkulu 25 4 574 2 646 3 607
Lampung 484 79 316 234

id
Kepulauan Bangka Belitung ­ ­ ­ 1

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
168
2 024
p s. ­
­
13 576 658
133 293
DI Yogyakarta 29 963 1 ­
.b

Jawa Timur 2 091 1 654 310 4 645


Banten 32 82 4 424 11 901
w

Bali ­ ­ ­ 1 828
w

Nusa Tenggara Barat ­ 47 329 ­ 859


//w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ ­

Kalimantan Barat 16 940 16 940 3 754 5 233


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan 39 639 50 058 1 095 898
tp

Kalimantan Timur ­ 5 551 ­ ­


ht

1 1
Kalimantan Utara ... ­ ... ­

Sulawesi Utara ­ ­ ­ ­
Sulawesi Tengah ­ ­ 41 46
Sulawesi Selatan 659 ­ 262 ­
Sulawesi Tenggara 685 ­ ­ ­
Gorontalo 78 78 13 177 7 138
Sulawesi Barat ­ ­ ­ ­

Maluku ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ ­ 23
Papua Barat ­ ­ ­ ­
Papua ­ ­ ­ ­

Indonesia 61 330 256 178 298 723 13 944 380

120 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.41

Budidaya Jaring Tancap Budidaya Jaring Minapadi


Provinsi
Pen Culture Paddy Field Culture
Province
2014 2015 2014 2015
(1) (8) (9) (10) (11)
Aceh ­ ­ ­ ­
Sumatera Utara ­ 2 13 760 7 179
Sumatera Barat ­ 371 27 966
Riau 21 105 ­ ­
Jambi ­ 40 7 11
Sumatera Selatan ­ ­ 3 075 1 295
Bengkulu 1 764 2 025 3 960 10 305
Lampung ­ ­ 36 3

id
Kepulauan Bangka Belitung 23 243 ­ ­

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
p s.­
­
­
­
16 244
1 789
DI Yogyakarta ­ ­ 115 ­
.b

Jawa Timur ­ 56 11 512 7 239


Banten ­ ­ 6 16
w

Bali ­ ­ ­ 40
w

Nusa Tenggara Barat ­ ­ ­ 12 763


//w

Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ 264

Kalimantan Barat 1 714 282 502 ­ 80


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan 3 478 2 471 548 6 227
tp

Kalimantan Timur ­ ­ ­ ­
ht

Kalimantan Utara ... 1 ­ ... 1


­

Sulawesi Utara ­ ­ ­ ­
Sulawesi Tengah 487 709 150 ­
Sulawesi Selatan ­ ­ 685 ­
Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­
Gorontalo 65 132 17 717 16 300 1 100
Sulawesi Barat ­ ­ ­ 46

Maluku ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ ­ ­ ­
Papua ­ ­ ­ ­

Indonesia 72 619 306 241 50 181 65 567


1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015­2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015-2016, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 121


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Pupuk yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi, 2011-2015
3.42
Table Number of Fertilizer by Type of Culture and Province, 2011-2015

Budidaya Tambak Budidaya Kolam Budidaya Jaring Minapadi


Provinsi
Brackishwater Pond Culture Freshwater Pond Culture Paddy Field Culture
Province
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 1 945 14 364 ­ 1 ­ ­
Sumatera Utara ­ 27 342 ­ 13 511 ­ 914
Sumatera Barat 3 7 ­ 2 400 ­ ­
Riau 21 8 374 652 3 328 ­ ­
Jambi 12 45 797 1 286 51 43
Sumatera Selatan ­ ­ 56 470 48 328 18 180 17 489
Bengkulu 61 149 7 235 8 540 265 212
Lampung 11 3 4 8 ­ ­

id
Kepulauan Bangka Belitung 13 13 28 15 ­ ­

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
44 451
1 800 825
p s.
1 990
­
2 940 828
45 326
­
­
3 781 115
84
DI Yogyakarta ­ 3 ­ 3 804 ­ ­
.b

Jawa Timur 120 210 64 927 22 657 22 096 9 734 20 013


Banten 16 575 18 893 1 255 3 083 ­ ­
w

Bali ­ 16 2 661 750 102 ­ 7


w

Nusa Tenggara Barat 212 000 954 412 ­ 152 ­ 66


//w

Nusa Tenggara Timur ­ 140 ­ 69 ­ 45

Kalimantan Barat 2 231 524 17 223 145 910 ­ 10


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan 2 246 1 387 575 635 4 ­
tp

Kalimantan Timur ­ ­ 1 125 1 126 ­ ­


ht

Kalimantan Utara ... 1 41 ... 1 2 ... 1 ­

Sulawesi Utara ­ ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Tengah 388 180 15 238 224 143 92 751 105 ­
Sulawesi Selatan 134 101 ­ 1 325 ­ 501 ­
Sulawesi Tenggara ­ 1 120 320 ­ ­ ­ ­
Gorontalo 109 528 1 644 ­ 1 ­ ­
Sulawesi Barat ­ 2 030 933 ­ 13 ­ 27

Maluku 15 ­ 8 1 ­ ­
Maluku Utara ­ 7 697 ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ 139 ­ 65 ­ ­
Papua ­ ­ ­ 38 ­ ­

Indonesia 987 152 6 111 887 2 997 237 3 333 419 28 840 3 820 025
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015­2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015-2016, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

122 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Jumlah Obat-obatan yang Ditebar Menurut Jenis Budidaya dan Provinsi, 2011-2015
3.43
Table Number of Pesticide by Type of Culture and Province, 2011-2015

Budidaya Tambak Budidaya Kolam Budidaya Jaring Minapadi


Provinsi
Brackishwater Pond Culture Freshwater Pond Culture Paddy Field Culture
Province
2014 2015 2014 2015 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 11 475 27 513 ­ 2 ­ ­
Sumatera Utara ­ 20 371 ­ 741 ­ 333
Sumatera Barat ­ 1 ­ 3 505 ­ ­
Riau 22 18 115 5 271 3 377 ­ ­
Jambi ­ 207 179 5 966 2 18
Sumatera Selatan ­ ­ 1 882 1 610 871 606 016 582 960
Bengkulu 429 641 732 2 376 23 370
Lampung 354 89 333 138 ­ ­

id
Kepulauan Bangka Belitung 123 61 772 70 6 666 ­ ­

.
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­ ­ ­

go
DKI Jakarta ­ ­ ­ ­ ­ ­
Jawa Barat
Jawa Tengah
­
­
76 051
121 146
p s. 277
­
1 463 485
82 022
­
­
506 190
9
DI Yogyakarta ­ 44 ­ 1 383 ­ ­
.b

Jawa Timur 28 254 271 021 142 453 175 379 2 642 33 034
Banten 62 372 95 072 1 381 4 259 ­ ­
w

Bali ­ 77 ­ 336 ­ 80
w

Nusa Tenggara Barat ­ 56 248 ­ 48 ­ 15


//w

Nusa Tenggara Timur ­ 70 ­ 728 ­ ­

Kalimantan Barat 3 356 376 7 930 541 888 ­ 30


s:

Kalimantan Tengah ­ ­ ­ ­ ­ ­
Kalimantan Selatan 48 557 67 343 84 71 2 ­
tp

Kalimantan Timur ­ ­ 6 71 ­ ­
ht

Kalimantan Utara ... 1 18 ... 1 1 ... 1


­

Sulawesi Utara ­ ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Tengah 1 087 2 856 1 113 1 131 25 ­
Sulawesi Selatan 23 577 ­ 812 ­ 169 ­
Sulawesi Tenggara ­ 76 339 ­ ­ ­ ­
Gorontalo 36 6 971 ­ 22 ­ ­
Sulawesi Barat ­ 560 077 ­ 1 635 ­ ­

Maluku 67 ­ ­ ­ ­ ­
Maluku Utara ­ 111 ­ ­ ­ ­
Papua Barat ­ 340 ­ 627 ­ ­
Papua ­ ­ ­ 26 ­ ­

Indonesia 179 709 1 462 869 162 523 3 906 754 608 879 1 123 039
1
Catatan/Note : Data masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur/Data were included in Kalimantan TImur Province
Sumber/Source : Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2015­2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesian Aquaculture Statistics 2015-2016, Ministry of Marine Affairs and Fisheries

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 123


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari dari Ikan menurut Provinsi dan Tipe Daerah, 2015-2017
3.44
Table (kkal)
Daily Average per Capita Consumption of Calorie from Fish by Province and Type of Region, 2015-
2017 (kcal)

Perkotaan + Perdesaan
Provinsi Perkotaan / Urban Pedesaan / Rural
Urban + Rural
Province
2015 2016 2017 2015 2016 2017 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Aceh 72,38 76,47 78,48 74,15 75,06 78,02 73,65 75,47 78,16
Sumatera Utara 58,60 58,61 67,67 61,89 61,00 71,45 60,26 59,80 69,52
Sumatera Barat 44,92 45,19 47,72 46,71 47,87 48,93 46,00 46,77 48,43
Riau 54,46 53,58 60,74 55,00 52,12 65,18 54,79 52,69 63,42

id
Jambi 46,43 49,66 51,91 41,49 43,27 51,24 42,99 45,24 51,45
Sumatera Selatan 48,32 47,30 59,61 47,38 45,08 52,51 47,72 45,88 55,10

.
go
Bengkulu 53,98 50,05 51,90 40,95 42,24 48,44 45,00 44,72 49,55
Lampung 37,97 37,46 45,22 37,25 35,66 45,06 37,44 36,15 45,11
Kepulauan Bangka Belitung 75,44 69,32 87,72 71,71 s. 68,72 88,64 73,55 69,02 88,16
Kepulauan Riau 68,77 69,76 73,08 96,46 89,12 115,09 73,31 72,77 79,38
p
DKI Jakarta 35,20 36,36 46,43 ­ . . 35,20 36,36 46,43
.b

Jawa Barat 32,07 35,55 39,08 32,59 35,64 36,54 32,24 35,58 38,36
w

Jawa Tengah 25,57 23,77 29,62 23,12 23,54 29,07 24,24 23,65 29,34
DI Yogyakarta 19,37 20,88 26,03 18,10 22,87 22,85 18,95 21,52 25,08
w

Jawa Timur 34,57 34,42 38,54 35,44 34,25 41,36 35,02 34,33 39,92
//w

Banten 43,36 43,02 51,23 41,87 45,42 49,90 42,89 43,76 50,83

Bali 33,77 32,92 33,07 41,30 36,93 34,45 36,67 34,41 33,57
s:

Nusa Tenggara Barat 39,99 41,57 43,92 39,72 47,34 49,69 39,84 44,84 47,12
Nusa Tenggara Timur 50,72 49,58 53,78 25,53 28,74 37,68 30,59 33,00 41,16
tp

Kalimantan Barat 54,53 56,15 63,31 52,36 50,81 61,11 53,03 52,48 61,81
ht

Kalimantan Tengah 57,71 62,57 63,56 57,13 59,32 67,40 57,33 60,46 66,02
Kalimantan Selatan 55,10 53,26 56,66 73,91 66,07 76,26 65,94 60,52 67,62
Kalimantan Timur 57,99 58,48 72,56 62,46 55,36 73,09 59,65 57,37 72,74
Kalimantan Utara 70,78 76,37 111,17 67,55 70,26 90,30 69,36 73,74 102,27

Sulawesi Utara 79,00 79,51 80,41 88,22 77,40 83,48 84,02 78,38 82,02
Sulawesi Tengah 68,52 72,35 69,09 70,75 68,52 66,16 70,20 69,50 66,92
Sulawesi Selatan 78,22 79,03 82,42 66,68 66,95 83,34 70,99 71,60 82,98
Sulawesi Tenggara 100,14 98,11 110,10 80,47 82,67 96,33 86,14 87,27 100,74
Gorontalo 102,28 86,23 87,80 77,25 70,66 78,85 85,93 76,26 82,11
Sulawesi Barat 89,52 97,25 74,46 72,60 77,22 74,26 76,00 81,32 74,30

Maluku 88,13 84,58 82,64 78,08 82,96 101,24 81,99 83,60 93,67
Maluku Utara 100,44 79,77 87,51 87,94 90,69 102,38 91,34 87,74 98,27
Papua Barat 79,88 80,60 86,45 68,00 64,97 79,93 72,49 70,98 82,48
Papua 65,37 63,88 71,95 35,88 30,39 42,13 43,69 39,19 50,19

Indonesia 41,06 41,77 47,23 44,00 44,06 51,36 42,52 42,88 49,17
Sumber/Source : Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi 2015­2017 (Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2015­2017), Badan Pusat
Statistik/Consumption of Calorie and Protein of Indonesia and Province 2015-2017 (Based on Susenas March 2015-2017), BPS-
Statistics Indonesia

124 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Rata-Rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari dari Ikan menurut Provinsi dan Tipe Daerah, 2015-2017
3.45
Table (kkal)
Daily Average per Capita Consumption of Protein from Fish by Province and Type of Region, 2015-
2017 (kcal)

Perkotaan + Perdesaan
Provinsi Perkotaan / Urban Pedesaan / Rural
Urban + Rural
Province
2015 2016 2017 2015 2016 2017 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Aceh 12,25 12,97 13,27 12,33 12,49 12,94 12,31 12,63 13,04
Sumatera Utara 10,37 10,31 11,69 10,77 10,56 12,15 10,57 10,44 11,92
Sumatera Barat 7,49 7,48 7,97 7,73 7,95 8,19 7,63 7,75 8,10
Riau 8,81 8,77 10,00 8,99 8,55 10,81 8,92 8,64 10,49

id
Jambi 7,72 8,05 8,88 6,63 6,85 8,55 6,96 7,22 8,65
Sumatera Selatan 8,01 7,87 10,00 7,54 7,09 8,46 7,71 7,37 9,02

.
go
Bengkulu 8,94 8,09 8,53 6,43 6,65 7,81 7,21 7,11 8,04
Lampung 6,49 6,31 7,72 6,12 5,83 7,33 6,21 5,96 7,44
Kepulauan Bangka Belitung 13,23 11,93 14,43 12,47
s. 11,88 14,41 12,84 11,90 14,42
Kepulauan Riau 11,55 11,69 12,35 16,01 14,95 17,94 12,28 12,19 13,19
p
DKI Jakarta 6,00 6,17 8,25 ­ . . 6,00 6,17 8,25
.b

Jawa Barat 5,43 5,94 6,80 5,52 5,98 6,24 5,46 5,96 6,65
w

Jawa Tengah 4,31 3,99 4,67 3,90 3,95 4,56 4,09 3,97 4,62
DI Yogyakarta 3,18 3,41 3,83 2,95 3,73 3,38 3,11 3,52 3,70
w

Jawa Timur 5,88 5,83 6,56 5,95 5,72 6,84 5,92 5,77 6,70
//w

Banten 7,35 7,23 9,12 7,05 7,67 8,38 7,25 7,36 8,90

Bali 5,71 5,57 5,76 7,01 6,28 6,02 6,21 5,83 5,85
s:

Nusa Tenggara Barat 6,67 6,93 7,64 6,63 7,96 8,43 6,65 7,52 8,08
Nusa Tenggara Timur 8,79 8,80 8,99 4,36 4,96 6,09 5,25 5,74 6,72
tp

Kalimantan Barat 9,49 9,56 11,04 8,54 8,31 10,09 8,83 8,70 10,39
ht

Kalimantan Tengah 9,22 10,02 10,48 8,90 9,07 10,63 9,01 9,40 10,58
Kalimantan Selatan 9,36 8,81 9,65 12,07 10,77 12,47 10,92 9,92 11,22
Kalimantan Timur 9,82 9,81 12,00 10,28 9,07 11,94 9,99 9,55 11,98
Kalimantan Utara 12,20 12,91 18,27 11,37 11,69 14,40 11,83 12,38 16,62

Sulawesi Utara 13,24 13,17 13,38 14,28 12,64 13,91 13,80 12,88 13,66
Sulawesi Tengah 11,52 12,10 11,66 11,72 11,36 11,05 11,67 11,55 11,21
Sulawesi Selatan 12,83 13,02 13,45 10,97 10,99 13,57 11,66 11,77 13,52
Sulawesi Tenggara 17,23 16,53 18,11 13,55 13,90 15,82 14,61 14,69 16,56
Gorontalo 16,85 14,36 14,27 12,43 11,55 12,91 13,97 12,56 13,40
Sulawesi Barat 15,04 15,99 12,16 11,84 12,50 11,88 12,48 13,22 11,94

Maluku 14,90 14,53 13,68 13,20 14,30 16,56 13,86 14,39 15,39
Maluku Utara 16.77 13,34 14,34 14,47 15,33 16,59 15,29 14,79 15,97
Papua Barat 13,43 13,61 14,97 11,48 11,15 13,50 12,21 12,10 14,08
Papua 11,27 10,98 12,40 5,90 5,14 6,54 7,32 6,67 8,13

Indonesia 6,95 7,03 8,03 7,32 7,32 8,45 7,14 7,17 8,23
Sumber/Source : Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi 2015­2017 (Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2015­2017), Badan Pusat
Statistik/Consumption of Calorie and Protein of Indonesia and Province 2015-2017 (Based on Susenas March 2015-2017), BPS-
Statistics Indonesia

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 125


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Kejadian Tumpahan Minyak di Perairan Indonesia, 1998-2017


3.46
Table Occurrence of Oil Spill in Indonesian Waters, 1998-2017

Tahun Lokasi Kejadian


Year Location Occurence
(1) (2) (3)
1998 Tanjung Priok Kapal Permina suplai No. 27 kandas
1998 Amamapare, Papua MV Lonian Express, tabrakan, minyak mentah
1999 Batam Mighty Serent II, tenggelam, minyak sisa
1999 Tanjung Priok Pertamina Supply OS.27, tumpah, minyak sisa
1999 Sungai Siak Riau MT Stephanie XVII, tabrakan, premium
1999 Cilacap MT. King Fisher robek (640 ribu liter tumpah)
2000 Cilacap KM. HHC tenggelam (9.000 ton asphal)
2000 Batam MT. Natuna Sea kandas (4.000 ton minyak)
2001 Tegal, Cirebon Steadfast tenggelam (1.200 ton limbah minyak)

id
2002 Bengkalis Riau TKG Bumindo, kandas, MFO

.
2004 Wiriagar TK­OSC 10, tenggelam, minyak mentah

go
2004 Wilayah TSS MV. Kamimasen Hyundai, tongkang cargo, tabrakan, minyak
2004 Santuriang Tanker MT. Pan Sejati, tenggelam, minyak
2004 Teluk Tomini
s.
Tanker MT. Istana VII, tenggelam, minyak
2004 Balikpapan Tanker MT. Panos 6, bocor,minyak
p
2004 Teluk Tomini Tanker MT. North Star, tenggelam, minyak
.b

2004 Tanjung Balai Karimun Tanker MT. Vista Mariner, kandas minyak
w

2004 Pekanbaru Tanker MT. Maulana, terbakar, minyak


2004 Cilacap Tanker MT. Lucky Lady, bocor, minyak
w

2004 Batu Ampar Batam KM. Swadaya Lestari, minyak kotor


//w

2004 Ambon Tanker MT. PJST 03/YB 9043, terbakar, solar


2005 Teluk Ambon Meledaknya kapal ikan MV Fu Yuan Fu F66
2008 Semarang MT Kharisma Selatan terbalik 500 kilo liter MFO
s:

2009 Laut Timur, NTT Meledaknya ladang minyak Montara (kilang PTTEP Australia) 400 barel per hari
tp

2009 Gresik PT. Aremada Hess Indonesia Pangkah, Minyak Hidro Karbon Cair
2010 Tanjung Perak MV Traveller Biglift bocor 200 ton
ht

2010 Cilacap Kebocoran pengisian minyak MFO ke kapal tangker MT Asia 17


2011 Blora Pencurian pipa sepankang 4 meter yang merupakan trunklin 4 inchi antara
Nglobo dan Cepu
2011 Dumai Tumpahnya puluhan ton CPO dari tangki timbun
2012 Cilacap Tumpahan minyak di sekitar dermaga Sleko, hingga radius 200 m
2014 Perairan Dumai, Riau Tumpahan minyak di pelabuhan minyak KCPI Dumai dari Kapal Medelyn West
2015 Tuban Kebocoran pipa minyak lepas pantai PT. PetroChina
2015 Nusakambangan, Cilacap Kebocoran pipa minyak bawah laut PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap
2015 Teluk Penyu, Cilacap Tumpahan minyak dari Kapal MT Martha Petrol yang tersangkut karang
2016 Dumai Tumpahan tangki timbun minyak sawit mentah (CPO) PT. Nagamas Palmoil
Lestari di kawasan Pelindo Dumai, Riau
2016 Malang Tumpah minyak mentah di Perairan Malang Selatan
2017 Padang, Sumatera Barat Tumpahan minyak CPO jenis PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) dari tangki
timbun PT Wira Innomas sekitar 50 ton

Sumber/Source : Data dihimpun dari berbagai sumber/Data compiled from various sources

126 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Tabel Kualitas Air Laut di Sekitar Pelabuhan di Indonesia, 2016


3.47
Table Quality of Sea Water Around Port in Indonesia, 2016

Parameter
Fisika/Physics Kimia/Chemistry
Nama Kota/Pelabuhan Suhu Minyak & Lemak
City/Port TSS Salinitas Fe
Temperature pH Oil & Fat
o
(mg/l) (0/00) (mg/l)
( C) (mg/l)
(1) (3) (4) (5) (6) (7)
Jembatan Ulee Lheue, Aceh ­ 188,00 8,0 ­ 0,01 ­
PT. Inalum (PLTU), Sumatera ­ ­ 7,8 ­ ­ 0,32
Utara
Sumatera Barat 27,90 6,00 7,4 18,39 ­ ­

id
Jambi 22,50 173,00 8,2 22,50 ­ ­
Sungsang, Banyuasin, Sumatera 28,10 37,40 7,3 12,80 ­ ­

.
go
Selatan
Bukit Asam, Lampung 30,9 142,00 8,3 25,00 ­ 0,963
Kepulauan Riau 27,00 15,00
p s.8,0 27,60 ­ ­
1
Cirebon, Jawa Barat 32,00 60,00 7,5 25,00 ­ 0,16
.b

Glagah, Yogyakarta 26,10 28,90 8,01 35,00 ­ ­


w

2
Jawa Timur 27,00 64,00 8,1 32,40 0,00 ­
w

Cilegon, Banten 25,0 92,50 8,16 33,00 ­ 0


//w

Padangbai, Bali 30,00 1,08 6,56 ­ ­ 7 000,00


TPI Oeba, Nusa Tenggara Timur 29,00 135,00 8,3 3,90 ­ ­
s:

Kalimantan Barat 22,80 117,15 7,79 3,23 ­ 22,80


tp

Pelabuhan Trisakti, Kalimantan 28,30 155,00 6,8 17,00 0,34 5 500,00


Selatan
ht

Donggala, Sulawesi Tengah 29,0 ­ 6,2 44,05 ­ ­

Pulau Lae­Lae, Sulawesi Selatan 30,20 ­ 7,37 25,50 ­ ­


Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara 28,60 3,00 6,80 21,50 0,001 3,40
Teluk Tomini, Gorontalo ­ ­ 7,80 5,00 ­ 2,70
Pelabuhan Belang­Belang, ­ 58,75 7,80 2,60 ­ ­
Sulawesi Barat 3

Teluk Ambon, Maluku 28,69 3,80 8,17 34,43 ­ 0,20


Pantai Falajawa, Maluku Utara 29,00 38,00 8,07 33,40 ­ 0,10
4
Manokwari, Papua Barat 24,60 24,60 7,7 28,00 ­ ­

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 127


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.47

Parameter
Nama Kota/Pelabuhan Kimia Lainnya/Other Chemistry
City/Port COD BOD5 DO NO3 PO4
(mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l)
(1) (3) (4) (5) (6)
Jembatan Ulee Lheue, Aceh 46,23 1,71 ­ 1,00 ­
PT. Inalum (PLTU), Sumatera ­ 2,13 ­ ­ ­
Utara
Sumatera Barat 9,80 ­ ­ 2,60 0,01
Jambi ­ ­ ­ ­ ­

id
Sungsang, Banyuasin, Sumatera 9,65 1,25 5,96 3,00 0,05
Selatan

.
go
Bukit Asam, Lampung ­ 21,60 1,39 ­ ­
Kepulauan Riau ­ ­ ­ ­ ­

Cirebon, Jawa Barat 1


22,10 7,00
p s. 4,60 0,18 0,36
Glagah, Yogyakarta ­ 0,43 6,25 0,07 0,02
.b

2
Jawa Timur ­ ­ ­ ­ ­
w

Cilegon, Banten ­ ­ ­ ­ ­
w

Padangbai, Bali 15,07 2,02 8,07 0,244 ­


//w

TPI Oeba, Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ 0,136 ­

Kalimantan Barat ­ ­ ­ 0,555 0,009


s:

Pelabuhan Trisakti, Kalimantan 65,92 26,26 5,32 0,04 ­


tp

Selatan
Donggala, Sulawesi Tengah ­ ­ ­ ­ ­
ht

Pulau Lae­Lae, Sulawesi Selatan 64,52 33,28 7,04 0,01


Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara ­ 28,50 5,50 0,02 0,045
Teluk Tomini, Gorontalo ­ ­ ­ ­ ­
Pelabuhan Belang­Belang, ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Barat 3

Teluk Ambon, Maluku 26,73 3,50 0,01 ­


Pantai Falajawa, Maluku Utara 55,60 22,40 7,20 0,10 0,10
4
Manokwari, Papua Barat ­ ­ 6,75 0,68 ­

128 Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017


P R E S S U R E O N C O A S TA L A N D M A R I N E R E S O U R C E S

Lanjutan Tabel/Continued Table 3.47

Parameter
Nama Kota/Pelabuhan Logam Terlarut/Dissolved metal Biologi/Biology
City/Port Cd Cu Pb Zn Total Koli
(mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (jmlh/100 ml)
(1) (3) (4) (5) (6)
Jembatan Ulee Lheue, Aceh 0,0012 0,004 0,0012 0,0011 4
PT. Inalum (PLTU), Sumatera ­ ­ ­ ­ ­
Utara
Sumatera Barat ­ ­ ­ ­ 4 610
Jambi ­ ­ ­ ­ ­

id
Sungsang, Banyuasin, Sumatera ­ ­ ­ ­ ­
Selatan

.
go
Bukit Asam, Lampung ­ ­ ­ ­ ­
Kepulauan Riau 0,007 0,044 0,024 0,1 ­

Cirebon, Jawa Barat 1


­
p
­
s. ­ ­ ­
Glagah, Yogyakarta 0,0372 0,0519 0,2911 0,0191 4
.b

2
Jawa Timur 0,009 0,0169 0,0546 0,0177 2 040
w

Cilegon, Banten 0,0081 0,0079 0,0238 0,0054 2


w

Padangbai, Bali ­ ­ ­ ­ ­
//w

TPI Oeba, Nusa Tenggara Timur ­ ­ ­ ­ ­

Kalimantan Barat 0,0001 0,0004 0,001 0,0002 ­


s:

Pelabuhan Trisakti, Kalimantan 0,0043 ­ 0,0043 0,0416 5 000


tp

Selatan
Donggala, Sulawesi Tengah 0,01 0,01 0,01 0,01 ­
ht

Pulau Lae­Lae, Sulawesi Selatan 0,001 0,005 0,005 0,04 ­


Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara ­ ­ ­ ­ ­
Teluk Tomini, Gorontalo ­ ­ 0,01 ­ 1,35
Pelabuhan Belang­Belang, ­ ­ ­ ­ ­
Sulawesi Barat 3

Teluk Ambon, Maluku 0,0005 0,0005 0,0050 0,0005 17 680


Pantai Falajawa, Maluku Utara ­ ­ 0,05 ­ ­
4
Manokwari, Papua Barat ­ ­ ­ ­ ­
1
Catatan/Note : Pantai Kelapa Cirebon
2
PLTU Surabaya
3
Data Tahun 2015/Data for 2015
4
Sebagian data tahun 2015/Some data by 2015
Sumber/Source : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah, 2017/Regional Environment Impact Control Agency, 2017

Statistics of Marine and Coastal Resources 2017 129


T E K A N A N T E R H A DA P S U M B E R DAYA L A U T DA N P E S I S I R

Tabel Jumlah Desa Tepi Laut menurut Provinsi dan Terjadinya Pencemaran, 2014
3.48
Table Number of Seaside Villages by Province and Pollution Incident, 2014

Sumber Pencemaran
Jenis Pencemaran
Provinsi Source of Pollutants
Types of Pollutants
Rumah Tangga/Household Pabrik/Factory
Province Air Tanah Udara Air Tanah Udara Air Tanah Udara
Water Soil Air Water Soil Air Water Soil Air
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Aceh 42 9 105 11 4 4 10 0 16
Sumatera Utara 29 2 102 10 1 2 16 0 12
Sumatera Barat 12 1 48 5 0 0 4 0