Anda di halaman 1dari 8

ACARA IV

FRIKSI

I. TINJAUAN PUSTAKA
Gaya gesek adalah gaya yang melawan gerakan dari dua permukaan yang
bersentuhan. Gaya gesek mengubah energi kinetis menjadi panas atau suara.
,
di mana
adalah koefisien gesekan,
adalah gaya normal pada benda yang ditinjau gaya geseknya,
adalah gaya gesek.
Gaya ini memiliki arah yang berlawanan dengan arah gerak benda.
Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan
yang saling bersentuhan. Gaya-gaya yang bekerja antara lain adalah gaya
elektrostatik pada masing-masing permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan
yang halus akan menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek)
menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar, akan
tetapi dewasa ini tidak lagi demikian. Konstruksi mikro (nano tepatnya) pada
permukaan benda dapat menyebabkan gesekan menjadi minimum, bahkan cairan
tidak lagi dapat membasahinya (efek lotus) (Wijaya, 2010).
Terdapat dua jenis gaya gesek, yaitu;
 gaya gesek statis
 gaya gesek kinetis
Gesekan statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak
relatif satu sama lain. Sebagai contoh, gesekan statis dapat mencegah benda
meluncur turun dari permukaan miring. Koefisien gesekan statis, biasanya
dinotasikan sebagai μ s, biasanya lebih tinggi daripada koefisien gesekan kinetik.
Gaya gesekan statis harus diatasi oleh kekuatan diterapkan sebelum benda dapat
bergerak. Gaya gesekan maksimum yang mungkin antara dua permukaan sebelum
meluncur dimulai adalah produk dari koefisien gesekan statis dan gaya normal:
. Ketika tidak ada terjadi geser, gaya gesekan dapat memiliki nilai
apapun dari nol sampai . Kekuatan apapun lebih kecil dari mencoba

29
untuk meluncur satu permukaan atas yang lain ditentang oleh gaya gesekan
besarnya sama dan berlawanan arah. Setiap kekuatan lebih besar dari
mengatasi gaya gesekan statis dan menyebabkan geser terjadi.
Geser instan terjadi, gesekan statis tidak lagi berlaku-gesekan antara dua
permukaan yang kemudian disebut gesekan kinetik. Sebuah contoh dari gesekan
statis adalah gaya yang mencegah roda mobil dari tergelincir seperti gulungan di
tanah. Meskipun roda bergerak, patch dari ban dalam kontak dengan tanah relatif
stasioner ke tanah, sehingga bukan statis gesekan kinetik.
Nilai maksimum dari gesekan statis, ketika gerakan yang akan datang, kadang-
kadang disebut sebagai membatasi gesekan, meskipun istilah ini tidak digunakan
secara universal. Hal ini juga dikenal sebagai traksi.
Kinetik (atau dinamis) gesekan terjadi ketika dua benda bergerak relatif
terhadap satu sama lain dan gosokkan (seperti kereta luncur di tanah). Koefisien
gesekan kinetik biasanya dinotasikan sebagai μ k, dan biasanya kurang dari
koefisien gesek statis untuk bahan yang sama. Namun, Richard Feynman
komentar bahwa "dengan logam kering sangat sulit untuk menunjukkan
perbedaan" (Wijaya, 2010).
Model baru mulai menunjukkan bagaimana gesekan kinetik dapat lebih
besar dari gesekan statis. gesekan kinetik adalah sekarang dipahami, dalam
banyak kasus, akan terutama disebabkan oleh ikatan kimia antara permukaan,
daripada saling asperities; Namun, dalam kasus lain banyak efek kekasaran yang
dominan, misalnya dalam karet gesekan jalan. Permukaan kekasaran dan bidang
kontak, bagaimanapun, mempengaruhi gesekan kinetik untuk benda mikro dan
nano-skala di mana pasukan luas permukaan mendominasi gaya inersia.
Untuk aplikasi tertentu akan lebih berguna untuk mendefinisikan gesekan
statis dalam hal sudut maksimum sebelum yang salah satu item akan mulai
meluncur. Ini disebut sudut sudut gesekan atau friksi. Hal ini didefinisikan
sebagai:
di mana θ adalah sudut dari vertikal dan μ adalah koefisien gesekan statis antara
benda-benda. Rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung μ dari
pengukuran empiris dari sudut gesekan.

30
Friksi mempunyai peranan yang sangat penting di dalam mekanika produk
pertanian.
Contoh :
 Dalam silo dan bangunan penyimpan yang lain, beban vertikal pada dinding
ditentukan oleh koefisien friksi.
 Selama pemindahan produk secara pneumatis, terutama untuk material
berkonsentrasi tinggi, friksi antara produk dengan dinding menentukan besarnya
tenaga untuk pemindahan.
 Bagian-bagian peralatan pemindah bahan, seperti screw conveyor, hanya dapat
dikuantifikasi kalau koefisien friksi diketahui.
 Massa produk granuler atau biji-bijian sangat ditentukan oleh koefisien friksi.
Friksi juga berperan dalam proses pengepresan dan pemotongan produk pertanian.
 Proses penggulungan pada suatu alat yang berputar juga terjadi karena adanya
friksi.
Untuk friksi statis menggunakan pengukuran seperti gambar ini :

Pengukuran friksi statis untuk produk pertanian biji-bijian dan butiran.


Koefisien friksi produk pertanian dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor,
antara lain : kadar air, tekanan permukaan, kecepatan luncur, keadaan natural
produk dan keadaan lingkungan.
Pengaruh kadar air :
• Koefisien friksi meningkat dengan kenaikan kadar air.
• Koefisien friksi peka terhadap kadar air sekitar 40 %.
• Untuk kadar air di atas nilai ini maka air akan tersedia untuk membasahi
permukaan material sehingga menaikkan gaya gesek.
Pengaruh tekanan permukaan :
 Pengaruh tekanan permukaan pada koefisien friksi bervariasi dengan kadar
air.
 Pada kadar air rendah, pengaruh tekanan permukaan tidak signifikan (dapat
diabaikan) misalnya pada produk serealia.

31
 Pada produk pertanian berkadar air tinggi, misalnya silase dan umbi-umbian,
koefisien friksi menurun dengan meningkatnya tekanan permukaan.
Jenis permukaan sangat mempengaruhi koefisien friksi. Hal ini berlaku
untuk friksi antara permukaan dan material. Permukaan yang sering dijumpai
diantaranya metal (bercat atau tidak bercat), kayu, karet dan bermacam-macam
plastik. Koefisien friksi ditentukan terutama oleh kehalusan permukaan dan
material itu sendiri. Kehalusan permukaan tidak mengurangi koefisien friksi
tetapi adhesi yang baik dapat menaikkan koefisien friksi. Adhesi pada permukaan
yang dicat meningkat sehingga menaikkan koefisien friksi. Adhesi pada
permukaan kasar adalah jelek sehingga menurunkan koefisien friksi. Produk yang
mempunyai kulit berserabut meningkatkan koefisien friksi. Pada produk seperti
batang dan tangkai tanaman, koefisien friksi dipengaruhi oleh orientasi produk
(Anonim, 2012).

II. TUJUAN
Mempelajari sifat friksi produk pertanian dengan mengukur sudut friksi dan
koefisien friksi.

III. BAHAN DAN ALAT


Alat yang digunakan:
 Alat pengukur sudut luncur
Bahan yang digunakan:
 Kacang hijau
 Kacang merah
 Kacang tanah
 Kacang kedelai
 Jagung

IV. CARA KERJA DAN HASIL PENGAMATAN


4.1 CARA KERJA
Mula-mula bidang luncur diatur pada posisi horizontal. Kotak tanpa alas
diletakkan pada posisi yang sudah ditentukan. Kotak diisi penuh dengan produk

32
yang akan diukur. Angkat pelan-pelan ujung bebas dari landasan sampai kotak
tanpa alas (balok) tersebut mulai meluncur dan alas (seng). Mencatat besarnya
sudut luncur (friksi) pada skala dan menghitung koefisien friksi (tangent sudut)
produk yang bersangkutan. Untuk tiap-tiap produk dan mengulangi pengukuran
sebanyak 3 kali.

4.2 HASIL PENGAMATAN


4.2.1 Friksi produk kacang hijau
Berat produk Koefisien
Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Balok kayu 15 114,9 0,26
2 Balok kayu 19 114,9 0,34
3 Balok kayu 17 114,9 0,30
Rata-rata 17 114,9 0,3

Berat produk Koefisien


Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Seng 18 114,9 0,32
2 Seng 15 114,9 0,26
3 Seng 20 114,9 0,36
Rata-rata 17,6 114,9 0,32

4.2.2 Friksi produk kacang merah


Berat produk Koefisien
Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Balok kayu 24 43,4 0,49
2 Balok kayu 36 43 0,72
3 Balok kayu 36 44,9 0,72
Rata-rata 32 43,76

Berat produk Koefisien


Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Seng 25 43,4 0,46
2 Seng 30 43 0,57
3 Seng 27 44,9 0,50
Rata-rata 27,33 43,76 0,51

4.2.3 Friksi produk kacang tanah


Berat produk Koefisien
Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi

33
1 Balok kayu 40 116,3 0,83
2 Balok kayu 38 116,3 0,78
3 Balok kayu 39 116,3 0,80
Rata-rata 116,3 0,80

Berat produk Koefisien


Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Seng 29 116,3 0,55
2 Seng 24 116,3 0,44
3 Seng 29 116,3 0,55
Rata-rata 116,3 0,51

4.2.4 Friksi produk kacang kedelai


Berat produk Koefisien
Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Balok kayu 39 130,4 0,80
2 Balok kayu 30 130,4 0,57
3 Balok kayu 42 130,4 0,90
Rata-rata 37 130,4 0,75

Berat produk Koefisien


Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Seng 30 130,4 0,57
2 Seng 27 130,4 0,50
3 Seng 29 130,4 0,55
Rata-rata 28,67 130,4 0,54

4.2.5 Friksi produk jagung


Berat produk Koefisien
Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Balok kayu 25 200,8 0,466
2 Balok kayu 28 200,8 0,531
3 Balok kayu 29 200,8 0,554
Rata-rata 27,3 200,8 0,517

Berat produk Koefisien


Pengamatan ke- Landasan Sudut (0)
(gram) Friksi
1 Seng 30 200,8 0,577
2 Seng 30 200,8 0,577
3 Seng 25 200,8 0,466
Rata-rata 85 200,8 0,54

34
V. PEMBAHASAN
Friksi atau gaya gesekan mempunyai peranan yang sangat penting di dalam
mekanika produk pertanian. Gaya gesek didefinisikan sebagai gaya yang sedang
bekerja pada suatu bidang yang memuat titik atau titik-titik kontak sedemikian
rupa sehingga gaya tersebut menahan gerakan relatif dari permukaan kontak.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai gaya gesek pada suatu produk
pertanian terhadap permukaan alasnya, maka pada percobaan ini dilakukan
pengamatan terhadap berbagai produk pertanian, antara lain : kacang merah,
kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, dan jagung. Dengan menggunakan 2
jenis landasan sebagai alas permukaan produk pertanian, yaitu balok kayu dan
seng.
Pada percobaan ini, pengamatan dilakukan dengan cara melihat sudut yang
diperlukan suatu produk pertanian untuk dapat bergerak/jatuh. Berdasarkan
pengamatan berbagai produk pertanian, diperoleh hasil bahwa produk pertanian
dengan alas permukaan seng lebih cepat terjatuh/bergerak dengan kata lain, sudut
yang diperlukan lebih kecil dibandingkan menggunakan alas balok kayu. Selain
itu jenis permukaan bahan produk pertanian juga mempengaruhi gerak jatuhnya,
diperoleh kacang tanah merupakan produk yang memiliki koefisien friksi terbesar
serat kacang hijau memiliki koefisien friksi terkecil, yaitu 0,80 dan 0,51 serta 0,3
dan 0,32.
Jenis permukaan sangat mempengaruhi koefisien friksi. Hal ini berlaku
untuk friksi antara permukaan dan material. Koefisien friksi ditentukan terutama
oleh kehalusan permukaan dan material itu sendiri. Semakin halus suatu
permukaan maka akan semakin besar koefisien friksinya dengan ditunjukkan
melalui besarnya sudut yang diperlukan.

VI. KESIMPULAN
Koefisien friksi sangat dipengaruhi oleh jenis permukaan yang digunakan.
Pada produk pertanian yang diamati kacang hijau dengan menggunakan alas balok
kayu memiliki koefisien friksi terbesar yaitu 0,80 sedangkan kacang hijau dengan
menggunakan alas seng memiliki koefisien friksi terkecil yaitu 0,3.

35
36