Anda di halaman 1dari 3

EKONOMI DAN KAITANNYA DENGAN KINERJA EFEK

Ekonomi diartikan sebagai pengaturan atau manajemen rumah tangga yang dimana
mempelajari bagaimana masyarakat berinteraksi satu sama lain, seperti interaksi antara penjual
dan pembeli sehingga dapat menentukan harga dan kuantitas jual sebuah produk. Ekonomi juga
menganalisa kekuatan yang dapat mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan termasuk
seperti jumlah pengangguran, tingkat inflasi, serta kebijakan moneter dan fiskal.

Sebuah pasar dikatakan memiliki persaingan yang sempurna apabila terdiri dari banyak
pembeli dan penjual sehingga masing -masing memiliki dampak yang sama terhadap
pembentukan harga, yang diperoleh melalui proses bertemunya permintaan dan penawaran
terhadap satu barang/jasa yang sama, dimana Bursa Efek merupakan cerminan dari teori ini.
Selain Pasar Persaingan Sempurna, kita juga mengenal beberapa jenis pasar lain yang memiliki
persaingan yang tidak sempurna, antara lain:

a. Pasar Monopoli
b. Pasar Oligopoli
c. Pasar Monopsoni
d. Pasar Oligopsoni

Permintaan (Demand): Hukum Permintaan (Law of demand) dimana apabila harga turun
maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan, dan apabila harga naik maka
jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, ceteris paribus dengan asumsi faktor-
faktor selain harga tidak berubah.
Penawaran (Supply): Hukum penawaran (law of supply) dimana apabila tingkat harga
mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan apabila tingkat harga
turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun, ceteris paribus dengan asumsi faktor-
faktor selain harga tidak berubah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta selain harga barang itu
sendiri:
a. Selera d. Harga barang atau jasa pengganti
b. Jumlah pembeli e. Harga barang atau jasa pelengkap
c. Pendapatan konsumen f. Perkiraan harga dimasa datang
g. Intensitas kebutuhan konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan selain harga barang
itu sendiri:
a. Biaya produksi d. Pajak
b. Teknologi e. Perkiraan harga dimasa datang
c. Harga barang pengganti f. Jumlah penjual
Kesetimbangan pasar adalah suatu kondisi dimana jumlah barang/jasa yang ditawarkan
sama dengan jumlah barang/jasa yang diminta. Surplus tercipta ketika para produsen
menawarkan satu produk dalam jumlah lebih banyak daripada yang diminta oleh pembeli.
Defisit (Kekurangan) adalah kondisi dimana pembeli meminta lebih banyak daripada yang mau
dan mampu ditawarkan oleh para penjual. Kondisi surplus dan defisit menunjukkan kondisi dis-
ekuilbrium pasar.

Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang
ditawarkan. Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut:

a. Elastisitas harga yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang
ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
b. Elastisitas silang adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang
disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
c. Elastisitas pendapatan yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang
diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.

Elastisitas Permintaan Elastisitas Penawaran

Inflasi meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu
atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau
mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan
tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat:

a. inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun
sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang,
terutama orang miskin, bertambah miskin.
b. inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku
ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi
yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi,
investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
c. tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara
tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat
memberikan tekanan pada nilai rupiah.

Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh
seluruh unit usaha di dalam suatu negara, atau dapat juga merupakan jumlah nilai barang dan
jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Angka PDB dapat dihitung menggunakan
Pendekatan Produksi, Pengeluaran, dan Pendapatan.

PERANAN NEGARA DALAM EKONOMI

Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap


Kinerja Efek Kinerja Efek

Penurunan inflasi dan suku bunga acuan Indeks harga saham dan obligasi mengalami
berdampak positif terhadap pertumbuhan harga kenaikan pada saat Pemerintah mengumumkan
efek, yang dalam hal ini tercermin dalam rencana pengurangan subsidi BBM pada bulan
indeks harga komposit saham dan obligasi November 2014, serta pengesahan UU
Pengampunan Pajak pada bulan Juni 2016.
Kedua hal tersebut termasuk dalam Kebijakan
Fiskal yang diyakini investor akan berdampak
baik bagi keuangan negara, terutama dalam
membiayai pembangunan

ANALISA EKONOMI TERHADAP KEGIATAN USAHA PERUSAHAAN

1. Analisis Fundamental merupakan dasar dalam melakukan investasi:


a. Top Down Approach, dimulai dengan melakukan analisis pada ekonomi global
selanjutnya analisis total asset
b. Bottom Up Approach, investor fokus hanya pada analisa satu perusahaan saja
2. Analisis Teknikal digunakan untuk memprediksi pergerakan harga suatu instrumen
keuangan (dalam hal ini surat berharga/efek) di masa yang akan datang berdasarkan data
masa lalu