Anda di halaman 1dari 3

NAMA : IQBAL KURNIAWAN

NIM : H1E115009

MATA KULIAH : MANAJEMEN TEKNIK LINGKUNGAN

“ANALISIS DARI BEBERAPA JURNAL TENTANG METODE AHP


(ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)”

Metode AHP merupakan suatu alat untuk menentukan pengaruh suatu elemen
terhadap suatu permasalahan. Penentuan ini dilakukan melalui skala perbandingan
fundamental atas kemampuan individu, yang dibandingkan secara berpasangan terhadap
beberapa elemen.
Pada dasarnya metode Proses Hirarki Analitik (PHA) adalah memfokuskan suatu
situasi yang kompleks tak terstruktur, ke dalam bagian-bagian komponennya, menata
bagian atau variabel itu ke dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numerik pada
pertimbangan subjektif tentang relatif pentingnya setiap variabel, dan mensintesis berbagai
pertimbangan itu untuk menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi
dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.
Pada dasarnya metode AHP dalam penyelesaian nya hampirlah sama dengan adanya
tahapan sebagai berikut; Decomposition, Comparative Judgement, Syhntesis of Priority dan
Logical Consistency.
 Decomposition, jika ingin mendapatkan hasil yang akurat maka dilakukan lah
pemecahan yang utuh menjadi unsur-unsurnya.
 Comparative Judgement, penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu
tingkat tertentu.
 Syhntesis of Priority, meurutkan sintesa dari elemen-elemen tersebut berdasarkan
kepentingan relatif.
 Logical consistency, Konsistensi dalam hal ini mempunyai dua makna. Pertama bahwa objek-
objek yang serupa dapat dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dari relevansinya. Kedua
bahwa tingkat hubungan antara objek-objek didasarkan pada kriteria tertentu.

Menurut Hillerman,untuk mendapatkan keputusan yang melibatkan beberapa


kriteria, harus ada satu set yang didefinisikan dengan baik alternatif yang layak, model
preferensi (didirikan oleh pembuat keputusan) dengan struktur yang rasional, yang berasal
dari kelompok atribut sebagai bersama dengan baik masalah matematika berdasarkan
definisi.

Menurut Faisol, Sebuah penelitian telah dilakukan dengan menerapkan metode


AHP sebagai pendukung keputusan investasi properti. Akan tetapi pada kenyataannya
metode AHP belum mampu mengatasi permasalahan yang samar atau tidak pasti, pada hal
ini yang dilakukan sebagai pembanding adalah Fuzzy AHP dimana keunggulan dengan
metode AHP untuk penentuan pembobotan alternatif sangatlah cepat dibanding Fuzzy
AHP. Disamping itu ada yang namanya teknik Komparasi Berpasang (Badri, S 2014)
Tahap terpenting dalam AHP adalah penilaian dengan teknik komparasi berpasangan
terhadap aktor-aktor pada suatu tingkat hirarki. Penilaian dilakukan dengan memberikan
bobot numerik dan membandingkan antara satu elemen dengan elemen lainnya. Tahap
selanjutnya adalah melakukan sintesa terhadap hasil penilaian untuk menentukan elemen
mana yang memiliki prioritas tertinggi dari terendah. Skala komparasi yang digunakan
adalah 1 sampai 9 adalah yang terbaik. Hal ini telah dibuktikan oleh Saat y dengan
berdasarkan pertimbangan tingginya akurasi yang ditunjukkan dengan nilai Root Means
Square (RMS) dan Median Absolute Deviation (MAD) pada berbagai problema.
DAFTAR PUSTAKA

Badri,S.2014. Proses Keputusan dengan Metode AHP(Aplikasi Model Untuk


Mengembalikan Klaster Agroindustri Kelapa Sawit.Fakultas Ekonomi-Universitas
Widya Dharma Klaten.Jawa Tengah.

Bian, T, Jiantou H.2014.Identifying influential nodes in complex networks based on


AHP.School of Computer and Information Science,Southwest University.China.

Faisol, A,Aziz M, Hadi S.2014.Komparasi Fuzzy AHP dengan AHP pada Sistem
Pendukung Keputusan Investasi Properti.EECCIS Universitas Brawijaya.Malang.

Hillerman, T.2017. Applying clustering and AHP methods for evaluating suspect
healthcare claims.Campus Universitário Darcy Ribeiro.Brazil.

Rachmawati, S.2010. Pengukuran Kinerja Lingkungan dengan Metode Analytical Hierarchy


Proces Perfomance Measurement System.MMT-Institut Teknologi Sepuluh
November.Surabaya.