Anda di halaman 1dari 2

MODUL I

Skenario 1: Kenapa Neonaku?

Seorang bidan merujuk By. Neona ke Puskesmas karena bayi yang ditolongnya pagi tadi, lahir
spontan,cukup bulan, berat badan lahir rendah 2100 gram, panjang badan 47 cm, lingkaran kepala
32cm, tetapi tidak menangis kuat. Setelah dikeringkan dan dibersihkan jalan nafasnya bayi
menangis dengan kuat dan sudah dilakukan IMD pada ibunya kemudian bayi tertidur. Setelah itu
bayi diletakan di kotak pemanas bayi yang ada dirumah bidan tersebut. Dalam pemantauan bidan
terdengar bayi merintih dan terlihat adanya kebiruan di daerahmulut bayi. Bidan memberikan
oksigen dan tidak terlihat adanya perbaikan, malahan nafas bayi makin cepat,dan bayi dipuasakan.
Waktu bidan menjelaskan pada ibu Neona bahwa bayinya dipuasakan ibunya cemasbayinya akan
menjadi kuning karena kurang minum.

Kemudian bidan segera merujuk bayi tersebut ke Puskesmas.Pada pemeriksaan dokter Puskesmas
didapatkan dari anamnesis air ketubannya berwarna hijau tetapi tidak berbau dengan jumlah
sedikit, riwayat demam tinggi pada ibu Neona dua hari sebelum melahirkan dan sudah berobat ke
bidan, dan tidak ada riwayat penyakit diabetes mellitus pada keluarga. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan bayi bernafas dengan cepat, takikardia, suhu 35ºC, sianosis yang tidak berkurang
dengan pemberian oksigen dan irama jantung tidak teratur. Pada pemeriksana glukosa darah
didapatkan hasilnya 45 mg/dl. Dokter melakukan tatalaksana dengan memasang infus,
memberikan oksigen dan antibiotika, dan merencanakan By Neona untuk di rujuk ke fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap karena kemungkinan adanya kelainan jantung. Dokter menjelaskan
masalah Neona kepada keluarga dan di damping oleh bidannya. Sebagai seorang dokter bagaimana
anda menjelaskan masalah pada By Neona.
1. Kenapa bayi neona tidak menangis ?
Menangis adalah cara yang bayi lakukan untuk mendapatkan oksigen. Saat bayi lahir tidak menangis,
memangisnya tidak keras (tidak kuat) atau terlambat, hal ini menunjukkan adanya gangguan pada
paru-paru bayi yang tidak bisa berfungsi dengan baik. Hal ini turut memengaruhi organ vital lain seperti
otak, jantung, ginjal, pembuluh darah, dan organ lainnya. Karena tangisan pertama bayi merupakan
sesuatu yang WAJAR dan WAJIB, maka apabila hal itu tidak terjadi, justru menjadi suatu pertanda
adanya gawat bayi. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus segera mengambil tindakan cepat untuk
mengatasi masalah tersebut.

Penyebab
Penyebab bayi lahir tidak menangis ada banyak. Bahkan, bayi yang saat pemeriksaan dalam kondisi baik,
bisa saja lahir tidak langsung menangis disebabkan oleh berbagai hal tertentu. Berikut adalah penyebabnya
:

1. Sebelum Persalinan
Kondisi ibu sebelum persalinan berpotensi menyebabkan bayi baru lahir tidak bernapas dan tidak
menangis. Kondisi tersebut diantaranya adalah:

Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus


Ibu memiliki panggul sempit

Terjadi perdarahan antepartum (pendarahan semasa sebelum melahirkan) –

2. Selama persalinan
Persalinan bayi sungsang, persalinan lama, ibu dengan jalan lahir yang sempit, membuat bayi mengalami
kesulitan bernapas dan tidak menangis ketika dilahirkan. Penekanan tali pusat oleh bagian tubuh bayi, bayi
kembar, dan tumor di rahim juga dapat mengganggu pernafasaan bayi. Asfiksia juga dapat terjadi jika
plasenta atau ari-ari lepas lebih terlebih dulu dan bayi terlilit tali pusat.

3. Setelah persalinan
Setelah persalinan, asfiksia kemungkinan disebabkan oleh penyakit infeksi akut atau kronis, keracunan
obat bius, uremia dan toksomia gravidarum, anemia berat, cacat bawaan atau trauma, serotinus (kehamilan
kelebihan bulan), dan kekurangan gizi ibu hamil(malnutrisi) dalam kandungan.

2. Adakah hubungan BBLR dengan bayi yg tidak menangis ?

Bayi dengan berat badan lahir rendah baik yang kurang, cukup atau lebih bulan dapat
mengalami gangguan pada proses adaptasi pernafasan waktu lahir sehingga dapat mengalami
asfiksia neonatorum.

3. Kenapa air ketuban ibu berwarn hijau ?

Air ketuban berwarna hijau terjadi saat air ketuban bercampur dengan mekonium yaitu
kotoran atau tinja dari bayi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh karena adanya plasenta yang
tertekan, atau pada kondisi kekurangan oksigen sehingga membuat bayi menjadi stres dan
menyebabkan mekonium keluar dan bercampur dengan air ketuban.. bahaya dari air ketuban
hijau adalah jika ketuban ini tertelan oleh sang bayi. Salah satu komplikasi dari tertelannya air
ketuban hijau adalah adanya Meconium Aspiration Syndrome. Komplikasi ini muncul beberapa
saat setelah kelahiran dan merupakan keadaan gawat darurat pada bayi yang harus segera
ditangani. Kondisi ini ditandai dengan adanya beberapa gejala yaitu pernapasan yang cepat, adanya
sianosis (biru pada bibir dan wajah bayi), pelebaran dari dada karena penggunaan otot napas
tambahan, sulit bernapas.

4.