Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENGERTIAN UMUM

1.1 Pengertian Mesin Milling

Milling merupakan suatu proses pengikisan material untuk membuat suatu


bentukan. Prosedur permillingan yang tepat, pemilihan perkakas yang cocok dan
ketepatan tinggi memungkinkan pembuatan benda kerja akan meperoleh hasil yang
maksimal. Namun dalam pengerjaannya, benda kerja harus memiliki kualitas
permukaan yang baik. Hasil dari prosses milling dapat berupa kasar maupun halus.
Mesin milling (frais) adalah mesin perkakas pembuat suatu permukaan benda
kerja menjadi rata baik horizontal maupun vertikal serta permukaan sudut atau
permukaan miring. Mesin ini juga dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan khusus
seperti : membuat roda gigi, spiral, uril dan masih banyak lagi.
Salah satu contoh dari mesin milling yaitu mesin milling vertikal (tegak). Pada
mesin milling vertikal (tegak) kepala mesin dapat diputar ke arah kanan, kiri, depan
dan belakang dimana spindel mesin terpasang tegak terhadap kepala mesin. Mesin
jenis ini menggunakan cutter yang tegak lurus.

1.2 Prinsip Kerja

Prinsip dasar dari mesin milling adalah pergerakkan alat potong atau cutter
berputar di tempat sedangkan benda kerja bergerak ke arah cutter sehingga terjadi
penyayatan benda kerja oleh cutter
1.3 Jenis-Jenis Mesin Milling

Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaika


n
dengan posisi spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya, ada beberap
a jenis
mesin milling dalam dunia manufacturing antara lain:
1.3.1 Mesin Milling Horizontal
Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel deng
an arah
horizontal dan digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja
dengan
arah mendatar.

Gambar 1.1 Mesin milling horizontal

1.3.2 Mesin Milling Vertikal


Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin mil
ling ini
pemasangan spindelnya pada kepala mesin adalah vertikal, pada mesin
milling
jenis ini ada beberapa macam menurut tipe kepalanya, ada tipe kepal
a tetap,
tipe kepala yang dapat dimiringkan dan tipe kepala bergerak. Kombin
asi dari
dua tipe kepala ini dapat digunakan untuk membuat variasi pengerjaan
dengan
sudut tertentu.
3

Gambar 1.2 Mesin milling vertikal

1.3.3 Mesin Milling Universal


Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai
dengan
prinsipnya, seperti misalnya frais muka, frais spiral, dan lainnya. Ko
nstruksi
mesin freis universal tidak berbeda dengan mesin freis datar, perbed
aannya
hanya terletak pada mejanya. Meja mesin dapat digeser (diputar) s
ehingga
membentuk sudut (swivel), disamping dapat bergerak mendatar dan
tegak.
Oleh karena itu mesin freis universal sering digunakan untuk membuat
benda
kerja roda gigi spiral (heliks). Sumbu utama (spindel) gaungan bidang
vertikal
dan horizontal.

Gambar 1.3 Mesin Milling universal


4

Jadi frais universal adalah salah satu jenis mesin frais yan
g dapat
digunakan pada posisi tegak (vertical) dan mendatar (horizontal) dan
memilki
meja yang dapat digeser/diputar pada kapasitas tertentu.

1.3.4 Plano Milling


Plano milling digunakan untuk benda kerja yang besar dan berat
.
1.3.5 Surface Milling
Surface milling digunakan untuk produksi massal, kepala spin
del dan
cutter dinaikturunkan.
1.3.6 Tread Milling
Thread milling digunakan untuk pembuatan ulir.
1.3.7 Gear Milling
Gear milling digunakan untuk pembuatan roda gigi.
1.3.8 Copy Milling
Copy milling digunakan untuk pembuatan benda kerj
a yang
mempunyai bentuk tidak beraturan

BAB II

GERAKAN PEMAKANAN

2.1 Bagian-Bagian Milling dan Fungsinya

Mesin milling terdiri dari beberapa bagian utama. Adapun bagian


-bagian
utama dari mesin milling, antara lain:
Gambar 2.1 Komponen pada Mesin Milling

1. Spindle Utama
Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat untuk menc
ekam
alat potong. Di bagi menjadi 3 jenis yaitu vertical spindle, horizontal spind
le,
dan universal spindle.

2. Meja / Table
Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau bend
a
kerja. Di bagi menjadi 3 jenis yaitu, fixed table, swivel table, dan compoun
d
table.
3. Motor Drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian – bagian
mesin
yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin ( cooling ).
Pada
mesin milling sedikitnya terdapat 3 buah motor yaitu motor spindel utama,
motor
gerakan pemakanan (feeding), dan motor pendingin (cooling).
4. Tranmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan
yang
digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan dibedakan menjadi 2 ma
cam
yaitu :
a. Transmisi spindle utama :
b. Transmisi feeding
Berdasarkan sistem tranmisinya dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
a. Transmisi gear box
b. Transmisi v – blet
5. Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada ba
gian
ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).
6. Column / Tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian – bagian mesi
n yang
lain.
7. Base / Dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang bada
n/
tiang. Tempat cairan pendingin.
7

8. Control
Merupakan pengatur dari bagian – bagian mesin yang bergerak. Ada 2 sistem
kontrol yaitu :
a. Mekanik
b. Electric
Dibagi menjadi 2 bagian :
1. Sederhana
2. Komplek ( CNC )
2.2 Gerakan-Gerakan Mesin Milling dan Arah Pemakanan
Seperti yang telah dielaskan pada prinsip kerja, pada mesin milling alat
potong bergerak berputar pada sumbunya. Gerakan-gerakannya ada tiga macam,
yaitu:
1. Main Cutting (Gerakan Pemotongan)
Gerakan main cutting yaitu dengan berputarnya cutter atau alat potong
pada sumbunya. Dengan gerakan ini sisi potong cutter akan memotong benda
kerja secara terus menerus.

2. Feed Motion (Gerakan Pemakanan)


Gerakan Pemakanan adalah gerakan penyayatan yang teratur sehingga
tercapai ukuran dan bentuk yang diinginkan. Gerakan ini dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu:
a. Manual, dilakukan oleh tangan operator dengan cara memutar
hadel yang ada pada mesin, terletak pada sumbu x. Gerakannya ke
arah kanan dan kiri.
b. Otomatis, ditimbulkan oleh putaran motor yang diteruskan oleh
pulley ataupun roda gigi ke meja kerja. Gerakan secara otomatis ini
akan menghasilkan permukaan benda kerja menjadi lebih baik
dibandingkan dengan manual karena gerakan pemakanannya yang konstan.
3.Setting Motion (Penempatan Benda Kerja)
Untuk mesin mesin manual atau semi otomatis gerakan ini dilakukan
dengan cara memutar hadel yang ada pada mesin. Sedangkan untuk mesin-mesin
yang canggih seperti CNC gerakannya dilakukan dengan menekan
tombol tertentu yang ada pada mesin dan kedalaman pemakanan akan
ditunjukkan pada layer monitor.
B. Jenis-Jenis Mesin Freis

Terdapat beberapa jenis mesin freis. Berdasarkan spindelnya, mesin freis

dibedakan atas:

1. Mesin freis tegak (Face Milling)

Mesin ini digunakan untuk pekerjaan yang sangat teliti. Ciri-cirinya sumbu

putaran pahat freis muka tegak lurus dengan permukaan benda kerja.

2. Mesin freis datar (slab milling)

Ciri-ciri mesin ini yaitu poros utamanya yang digunakan sebagai pemutar dan

pemegang alat potong pada posisi mendatar dan sumbu putaran pahat freis selubung

sejajar dengan permukaan benda kerja.

3. Mesin Freis Universal

Mesin ini adalah mesin produksi dari konstruksi yang kasar.Bangkunya ini

adalah benda cor yang kaku dan berat serta menyangga sebuah meja kerja yang hanya

memiliki gerakan longitudinal. Penyetelan vertical diberikan dalam kepala spindel

dan suatu penyetelan lintang dibuat dalam pena atau ram spindel.
Gambar 1, a).mesin freis horizontal. b). mesin freis vertical

C. Bagian - Bagian Mesin Freis

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN FRAIS

Keterangan Gambar :

A = Spindle Mesin : sebagai tempat berputar dan dicekamnya alat potong.

B = Arbor : sebagai penjepit cutter.

C = Pisau Frais (cutter) : sebagai alat penyayat benda kerja.

1
D = Ragum : sebagai tempat untuk menjepit benda kerja.

E = Meja Mesin : sebagai tempat kedudukan ragum.

F = Lampu : sebagai alat penerangan saat proses berlangsung

G = Selang cairan coolant : sebagai tempat mengalirnya air pendingin dari penampungan ke

alat potong

H = Tuas Drill : tuas yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan spindel ketika

proses drilling.

Keterangan Gambar:

I = Tuas Pengatur RPM : sebagai pengatur kecepatan berputarnya alat potong (RPM)

J = Eretan Melintang Sumbu Y : sebagai penggerak pahat maju-mundur ).

K = Eretan Memanjang Sumbu X : sebagai penggerak meja mesin arah horizontal ( kanan-

kiri )

L = Eretan Tinggi Sumbu Z : untuk menggerakkan meja pada arah naik-turun.

M = Bak Penampung Collant : untuk menampung cairan pendingin yang telah selesai

digunakan

2
Keterangan Gambar:

O1 = Tombol ON Spindel : untuk menghidupkan putaran spindel

O = Tombol OFF Spindel : untuk mematikan putaran spindle

P1 = Tombol ON Collant : untuk menghidupkan cairan

P2 = Tombol OFF Collant : untuk mematikan cairan pendingin

Q1 = Tombol ON Fedding : untuk menghidupkan fedding otomatis

Q2 = Tombol OFF Fedding : untuk mematikan fedding otomatis

R = Tombol Emergency : untuk mematikan mesin secara mendadak ketika terjadi kesalahan

T = Lampu Indikator : untuk mengetahui hidup atau matinya dari tombol operasional

Tombol ON/OFF Mesin: untuk menyalakan dan mematikan mesin

3
Panel Kontrol CNC Milling Machine

Pada prinsip nya kontrol panel pada setiap merk mesin CNC Milling memiliki

kesamaan fungsi dan kegunaan, hanya saja perbedaan biasanya berada pada jenis

tombol yang di pakai dan ada pula beberapa fungsi tombol yang fungsi dan

kegunaannya merupakan gabungan dari beberapa tombol pada panel lain.

Dikarenakan fungsi dan kegunaan dari setiap tombol dalam kontrol panel memiliki

kesamaan sehingga Dalam penjelasan panduan ini akan mengacu pada penggunaan

mesin CNC Milling Merk Tongtai (Topper-TMV-720A) dengan control FANUC.

Berikut gambar kontrol panel mesin CNC Milling merk Tongtai :

4
Fungsi dari masing-masing tombol pada panel

 EMERGENCY STOP : Untuk

menghentikan semua sistem operasi pada

mesin.

5
 EDIT : Digunakan untuk

memperbaiki atau

membuat program baru

atau untuk input dan

output dari external

device

 MEMORY : Pilihan untuk menjalankan eksekusi dari program yang telah di

buat ( AUTO MODE)

 MDI : Pilihan mode untuk mode MDI ( Manual Data Input )

 HANDLE : Digunakan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual

menggunakan handle

 JOG : Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual,

kecepatan pergerakan diatur menggunakan “Feedrate Override”. Dan

pergerakan sumbu/axis diatur menggunakan switch axis select dan tombol

 RPD : Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual,

kecepatan pergerakan diatur menggunakan “Rapid Override”. Dan pergerakan

sumbu/axis diatur menggunakan switch axis select dan tombol

 ZRN : Digunakan untuk mengembalikan sumbu/axis ke sumbu awal mesin

atau titik 0 pada mesin

6
 Regulation : Digunakan untuk mengurangi atau

menambah kecepatan putaran spindle secara manual

 Coolant Key : Digunakan untuk

mengidupkan coolan secara manula

ataupun otomatis

 Feedrate Override : Digunakan untuk

mengubah kecepatan pemakanan antara 0-

150% dari kecepatan atau feeding yang

diatur ddidalam program pada saat mesin

dalam mode otomatis atau MDI dan

mengatur kecepatan pergerakan

sumbu/axis yang di lakukan secara manual pada saat mesin dalam mode JOG

7
Spindle Speed : Digunakan untuk mengubah rpm dari spindle mesin antara 50-120 %.

Digunakan untuk mengatur kecepatan pergerakan pemakanan “G0” yang diatur di

dalam program.

1% : Kecepatan pemakanan 1% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin

5% : Kecepatan pemakanan 5% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin

25/50% : Kecepatan pemakanan 25/50% dari kecepatan yang diatur pada program

atau mesin

100% : Kecepatan pemakanan 100% dari kecepatan yang diatur pada program atau

mesin

8
Program Protect : Digunakan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan program

dirubah

Lamp Indikator : Digunakan sebagai penunjukan dari kegiatan/aaktivitas yang telah

di lakukan. Jika melakuakan Point zero retrun maka lampu indikator X, Y, Z akan

meyala. Jika mengaktifkan coolan secara manual ataupun otomatis maka lampu

inidkator akan menyala dan Jika Spindle Clam telah terkunci maka lampu indikator

akan menyala.

9
Block Delete : Tombol ini berfungsi untuk melompati atau tidak mengeksekusi

program yang di dalamnya terdapat “ / “ . Jika tombol ini diaktifkan atau di tekan

maka mesin tidak akan mengeksekusi program yang terdapat tanda /.

DNC : Digunakan jika program manufaktur yang akan digunakan terlalu besar, dan

jika tombol ini di aktifkan maka program dapat dibuat melalui PC dan di transfern ke

CNC yang di sambungkan menggunakan kabel RS-233C

10
Magazine Turn : Digunakan untuk mengaktifkan pergantian tool yang di panggil

dalam program, dan dapat pula digunakan untuk memilih tool yang akan di panggil

secara manual menggunakan mode MDI

Arm Origin : Digunakan untuk membantu mengembalikan posisi arm yang terganggu

akibat kesalahan (listirk padam dan pergantian tool belum terselesaikan).

11
Bed Coolant : Digunakan untuk mengaktifkan bad coolnt motor

Auto Return : Digunakan untuk mengembalkikan posisi sumbu ke posisi 0 mesin

secara otomatis

Open & Close : Untuk mengaktifkan operasi manual penggunaan pintu

Release : Jika tombol Release aktif maka pintu di izinkan untuk dibuka pada saat

spindle berputar. Namun jika tombol off maka sebaliknya.

12
Forward : Untuk memutar Spindle searah jarum jam secara manual

Stop : Untuk menghentikan putaran spindle pada manual mode

Reverse : Untuk memutar spindle berlawanan arah jarum jam secara manual

Digunakan untuk menggerakan posisi sumbu X, Y, Z pada saat mesin dalam mode

handle

X1 : 0,001 mm / strip

X10 : 0,01 mm / strip

13
X100 : 0,1 mm / strip

PENGOPRASIAN STANDAR MESIN

1. Cara Menghidupkan Mesin

A. Putar saklar utama

B. Release Emergency Stop

C. Tekan Tombol Power ON

14
2. Cara Mematikan Mesin

A. Posisikan sumbu mersin pada posisi zero return

B. Tekan Tombol Emergency Stop

C. Tekan tombol OFF

D. Putar sklar utama pada posisi OFF

15
E. Posisikan MCB pada posisi OFF

3. Cara Mengembalikan Posisi Sumbu ke titik 0 mesin (Zero Point Return)

A. Posisikan Switch mode pada posisi handle

B. Tekan tombol auto return

4. Menggerakan Axis/Sumbu ke arah +X, +Y, +Z atau -X, -Y, -Z

16
A. Posisikan Switch mode pada posisi handle

B. Gunakan handle untuk menggerakan sumbu

C. Posisikan axis select yang ada pada handle ke posisi X/Y/Z

D. Posisikan Rapid yang akan di pakai untuk menggerakan axis / sumbu

X1 = 0,001 mm / strip

X10 = 0,01 mm / strip

X100 = 0,1 mm / strip

E. Putar Sumbu/axis kearah negatif (-) atau kerah positif (+)

5. Memutar Spindle Mesin

17
A). Posisikan switch mode pada posisi Handle/JOG/RPD/ZRN (Manual Mode)

B). Tekan tombol Forward untuk putaran searah jarum jam dan tekan tombol

Reverse untuk putaran berlawanan arah jarum jam.

C). Kecepatan atau RPM spindle mengikuti RPM terakhir yang dipakai mesin, namun

dapatdiatur kembali kecepatannya dengan memutar “Spindle Regulation”.

D). Tekan tombol stop pada panel untuk menghentikan putaran

6. Memanggil Tool

18
A). Lihat posisi tool yang sedang di pakai

B). Posisikan switch mode pada posisi MDI

C). Masukan perintah / program manual dengan memasukan T2 M6 untuk

memanggil tool no 2

D). Tekan tombol Insert pada panel

19
E). Tekan tombol Cycle Start / On untuk memulai mengganti tool

D. Macam – Macam Pahat Freis

Ada bermacam – macam pahat pada mesin freis. Berikut ini jenis pahat freis

adalah:

1. Pahat Silindris

Pahat ini digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat

mengerjakan permukaan yang lebar dan pekerjaan berat

2. Pahat Muka dan Sisi


Pahat ini memiliki gigi potong di kedua sisinya digunakan untuk

menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam pemsangan untuk menghasilkan

permukaan rata, kotak, hexadiagonal, dan lain-lain.Untuk ukuran yang besar, gigi

dibuat terpisah dan dimasukkan kedalam badan pahat.Keuntungan ini memungkinkan

cutter dapat dicabut dan dipasang jika mengalami kerusakan.


3. Slotting Cutter

20
Pahat ini hanya memiliki gigi di bagian kelilingnya dan pahat ini digunakan

untuk pemotongan celah dan alur pasak


4. Metal Slitting Saw
Pahat ini memiliki gigi hanya di bagian keliling saja, atau memiliki gigi

keduanya di bagian keliiling dan sisinya saja.Digunakan untuk memotong kedalaman

celah dan untuk pemotongan panjang dari material. Ketipisan pahat bermacam

macam, dari 1mm – 5mm, dan ketipisan pada bagian tengah lebih tipis dari bagian

tepinya, hal ini untuk mencegah pahat untuk terjepit di celah.


5. Freis Ujung
Biasanya berukuran dari diameter 4mm – 40 mm
6. Shell and Mill
Kelopak ujung freis dibuat untuk disesuaikan di bar pendek yang dipasang di

bagian poros.Kelopak freis ujung lebih mudah untuk diganti dari pada freis ujung

padat atau solid.


7. Freis Muka
Pahat ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan berat dan juga digunakan

untuk menghasilkan permukaan yang datar.Ini lebih akurat dari pada Sylindrical Slab

Mill atau Freis Slab Silindris.Freis muka memiliki gigi diujung muka dan

kelilingnya.panjang dari gigi dikelilingnya selalu kurang dari separuh diameter dari

pisaunya.
8. Tee Slot Cutter
Pahat ini digunakan untuk freis celah awal, suatu celah atau alur harus dibuat

pada benda kerja sebelum pahat digunakan.

21
Gambar 2. Macam macam pahat freis

Prinsip Kerja Mesin Freis

1.1. Cara Kerja Mesin Freis (Milling Machine)

Pengerjaan yang terjadi dimesin freis horizontal.Benda kerja dijepit di suatu

ragum mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meeja mesin freis.Pemotongan

dikerjakan oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pahat yang berputar.

22
Tenaga untuk pemotongan berasal dari energy listrik yang diubah menjadi

gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan

diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel

mesin milling.

Adapun langkah – langkah sebelum melakukan pengefreisan, yaitu:

1. Mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dan benda kerja


2. Mengukur benda kerja dengan menggunakan caliper dan menghaluskan sedikit

permukaanya
dengan menggunakan kikir.
3. Mengatur putaran spindel yang sesuai untuk jenis benda kerja
4. Menempatkaan benda kerja yang akan di freis pada meja kerja
5. Mencari titik permukaan/titik nol dan kemudian melakukan pemakanan untuk

masing – masing sisi.


6. Mengatur ketebalan pemakanan
7. Mencatat waktu yang diperlukan untuk satu pemakanan
8. Mencatat keadaan akhir benda kerja

1.2. Jenis – Jenis Pengerjaan Mesin Freis

macam-macam proses mesin frais / milling machine cutting process

mesin frais umumnya digunakan untuk memproses benda benda balok. namun dalam

hal lain dapat digunakan untuk memproses bentuk silindris. berikut ini adalah proses

dasar dalam pengefraisan :

1. Memfrais rata / face milling

adalah proses untuk mengurangi permukaan sebuah benda kerja untuk mendapatkan

ukuran ketebalan tertentu.

pada mesin frais horisontal umumnya digunakan pisau frais mantel / slab mill

23
sedangkan pada mesin frais vertikal untuk memfrais permukaan yang lebar digunakan

face mill, walaupun terkadang menggunakan end mill (pisau ujung / pisau jari) dan

shell end mill (pisau keong)

2. Memfrais Bertingkat / shoulder milling

adalah proses pengefraisan suatu bidang berundak menyerupai tangga dengan ukuran

tertentu

24
3. Memfrais Bidang miring / inclination milling

adalah proses untuk membuat bidang dengan kemiringan tertentu, ada beberapa

proses yang dapat dilakukan , yang pertama dengan memiringkan spindel yang kedua

dengan cara memiringkan benda kerja secara langsung atau dengan bantuan

jig/fixture/dudukan miring atau dengan memiringkan ragum yang dapat disetel

kemiringannya

25
4. Proses pelubangan dan pengetapan / drilling and tapping

karena mesin milling berbentuk menyerupai mesin bor koordinat sehingga untuk

pengeboran dan pengetapan dapat dilakukan langsung di mesin milling sehingga akan

mendapatkan hasil yang presisi. alat bantu untuk penyetelan / setting jarak lubang

dapat dengan bantuan dowel pin atau centerfix

5. Proses memfrais bentuk / contour milling

proses ini ada beberama macam diantaranya :

a. Memfrais radius

ada bebrapa macam pembentukan radius yaitu berbentuk cekungan di tengah dan

cekungan di siku dalam atau disebut radius dalam dan bentuk radius di siku luar

benda kerja. pembuatan profil radius dapat dilakukan dengan menggunakan pisau

khusus radius dengan ukuran tertentu. untuk radius luar dengan ukuran luar yang

besar hanya bisa dilakuan dengan bantuan meja putar / rotary table

26
b. Memfrais profil roda roda gigi / gear cutting

unutk bentuk profil roda gigi menggunakan pisau khusus roda gigi atau sering disebut

pisau frais modul.

selain dengan pisau frais modul pembuatan roda gigi biasanya dengan bantuan kepala

pembagi / dividing head

27
c. memfrais alur ekor burung / dove tail cutting

pada pengefraisan alur ekor burung dapat dilakukan dengan pisau frais ekor burung,

alur ekor burung sanyat banyak digunakan pada komponen-komponen pemesinan.

d. memfrais alur T / Tee Slot cutting

alur T banyak dipakai pada komponen komponen pemesinan, pembuatan alur ini

dapat dilakukan dengan pisau frais alur T.

28
Teknik pengefreisan tergantung dari jenis mesin freis dan posisi alat potong.

Ada 2 macam teknik pengefreisan, yaitu:

1. Pengefreisan Sisi
Sisi mata potong sejajar dengan permukaan bidang benda kerja.Teknik ini

menggunakan mesin freis datar.


2. Pengefreisan Muka
Sisi mata potong tegak lurus terhadap bidang permukaan benda kerja.Pahat freis

mempunyai mata potong sisi dan muka yang keduanya dapat melakukan pemotongan

secara bersamaan.Pengefreisan ini menggunakan mesin freis tegak.

1.4. Kecepatan Potong dan Pemakanan

Kecepatan potongpada mesin freis dapat didefinisikan sebagai panjangnya

geram yang terpotong oleh satu mata potong pisau freis dalam satu menit. Kecepatan

potong untuk tiap – tiap bahan tidak sama. Makin keras bahan, makin kecil harga

kecepatan potongnya dan juga sebaliknya.Kecepatan potong dalam pengefreisan

ditentukan berdasarkan harga kecepatan potong menurut bahan dan diameter pisau

freis. Jika pahat freis mempunyai diameter 100 mm, maka satu putaran penuh

29
menempuh jarak p x d = 3,14 x 100 = 314 mm. jarak ini disebut jarak keliling yang

ditempuh mata freis. Bila Pahat freis berputar n putaran dalam satu menit, maka jarak

yang ditempuh oleh mata potong pahat freis menjadi p x d x n. Jarak yang ditempuh

mata pahat dalam satu menit disebut juga dengan kecepatan potong (V).

Perhitungan

1.1. Perhitungan Deviding Head

Deviding Head adalah satu bagian yang penting dalam proses freis, terutama

untuk pembuatan segi beraturan dan roda gigi. Di dalalm kepala pembagi, terdapat

roda gigi cacing dengan perbandingan 1:40, sehingga jika kita memutarkan 40 kali,

maka benda kerja akan berputar 1 kali penuh.

Untuk pembagian yang lebih presisi, misalnya pembuatan roda gigi, maka di

bantu plat pembagi dengan jumlah lubang seperti yang ada dalam table di bawah ini.

Tabel1.1 Plat Pembagi

PLATE PEMBAGI

BROWN AND SHARPE

Plate 1 15 – 16 – 17 – 18 – 19 – 20

Plate 2 21 – 23 – 27 – 29 – 31 – 33

30
Plate 3 37 – 39 – 41 – 43 – 47 – 49

CINCINNATI STANDARD PLATE

24 – 25 – 28 – 30 – 34 – 37 – 38 – 39 – 41 – 42 –
One Side
43

46 – 47 – 49 – 51 – 53 – 54 – 57 – 58 – 59 – 62 –
Other Side
66

1.2. Perhitungan Pembuatan Roda Gigi Lurus

Roda Gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran tanpa

selip, untuk memindahkan daya dari poros-poros yang sejajar bias digunakan roda

gigi lurus. Bentuk / Lajur gigi ini sejajar dengan sumbunya. Profil gigi bias berbentuk

melalui penggambaran evolvente dengan sudut tekan a = 20 dan cycloid sebuah

roda gigi mempunyai bagian bagian tertentu.

giginya, sering disingkat modul. Bila maka . Penyebutan

modul harus diikuti dengan satuannya, misalkan suatu roda gigi mempunyai modul 3

satuannya mm, jadi M = 3 mm. Berikut dapat dilihat ukuran modul berdasarkan DIN

760.

Tabel 3.2 Ukuran Modul Berdasarkan DIN 760

31
Modul Modul Modul Modul
No No No No
(mm) (mm) (mm) (mm)

1 0,3 15 2,75 29 10 43 27

2 0,4 16 3 30 11 44 30

3 0,5 17 3,25 31 12 45 33

4 0,6 18 3,5 32 13 46 36

5 0,7 19 3,75 33 14 47 39

6 0,8 20 4 34 15 48 42

7 0,9 21 4,5 35 16 49 45

8 1 22 5 36 17 50 50

9 1,25 23 5,5 37 18 51 55

10 1,5 24 6 38 19 52 60

11 1,75 25 6,5 39 20 53 65

12 2 26 7 40 22 54 70

13 2,25 27 8 41 23 55 75

14 2,5 28 9 42 24

Nomor Pahat Freis Untuk Roda Gigi

32
Antara

1 12 – 13 Gigi

2 14 – 16 Gigi

3 17 – 20 Gigi

4 26 – 34 Gigi

5 35 – 54 Gigi

6 55 – 134 Gigi

7 135 – Batang Gigi

8 135 – Batang Gigi

Elemen Pemesinan Mesin Freis

Proses Freis adalah jenis proses pemesinan dengan proses pemotongan

menggunakan mesin freis dan produk yang dihasilkan dengan penampang segiempat.

Pahat freis mempunyai empat mata potong jamak dengan jumlah mata potong sama

dengan jumlah gigi freis. Pahat freis terdapat dua jenis, yaitu : pahat freis selubung

(slab milling cutter) dan pahat freis muka atau

tegak(facemillingcuter).

33
34