Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

EXCHANGE RATE DETERMINATION


Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Manajemen Keuangan
Internasional dengan dosen pengampu : Marchamatul Maolaa, SE., MM

Anggota Kelompok :

Ayu Putriyana (612010114020)

Dwi Putri Nurbaeti (612010114039)

Ikah Nurjanah (612010114060)

Haris (6120101140)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS WIRALODRA
INDRAMAYU
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya
sehingga ini dapat tersusun hingga selesai. Makalah yang berjudul Exchange Rate
Determination ini di tunjukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah
Manajemen Keuangan Internasional dengan dosen pengampu Marchamatul
Maolaa, SE., MM. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik
materi maupun pemikirannya.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini masih banyak
kekurangan baik dari bentuk maupun isi, oleh karena itu saya harapkan kepada
para pembaca untuk memberikan masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Indramayu, Maret 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN ...............................................................................

1.1. Latar Belakang................................................................................


1.2. Tujuan Penulisan ............................................................................
1.3. Rumusan Masalah ..........................................................................

BAB 2 PEMBAHASAN ..................................................................................

2.1. Pengertian Kurs dan Pasar Valuta Asing

2.2. Faktor-Faktor yang mempengaruhi nilai tukar uang

2.3. Sistem-Sistem Nilai Tukar dan Kebijakan Kurs

2.4. Contoh kasus dalam exchange rate determination

BAB 3 PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu hal yang menandai pergerakan meluasnya globalisasi adalah semakin
bebasnya pasar dunia, hambatan perdagangan mulai berkurang dan semakin
tidakberarti. Transaksi melewati batas negara merupakan hal yang relatif mudah dan
bukanhal yang luar biasa. Sehingga volume perdagangan internasional pun semakin
meningkat.

Seiring dengan meningkatnya perdagangan internasional, meningkat pula


penggunaan valuta asing. Nilai tukar valuta asing selalu berubah-ubah. Banyak hal yang
mempengaruhi perubahan tersebut, misalnya tingkat inflasi, tingkat pendapatan
masyarakat, suku bunga, kontrol pemerintah atas perekonomian, termasuk harapan
atau perkiraan masyarakat mengenai kondisi-kondisi perekonomian di masa yang akan
datang juga turut mempengaruhi perubahan dalam nilai tukar mata uang.

Dengan melihat latar belakang di atas, dalam makalah ini, penyusun akan membahas
tentang nilai tukar baik yang konvensional maupun Islam.

1.2. Tujuan Penulisan

1.3. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan nilai tukar mata uang (kurs)?
2. Apa yang dimaksud dengan Pasar Valuta Asing?
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang?
4. Bagaimana sistem nilai tukar dan kebijakan kurs?
5. Bagaimana contoh kasus penentuan nilai tukar mata uang?
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kurs dan Pasar Valuta Asing

Nilai Tukar Mata Uang disebut Kurs, Menurut Paul R Krugman dan
Maurice kurs adalah Harga sebuah Mata Uang dari suatu negara yang diukur atau
dinyatakan dalam mata uang lainnya. Menurut Nopirin Kurs adalah Pertukaran
antara dua Mata Uang yang berbeda, maka akan mendapat perbandingan
nilai/harga antara kedua Mata Uang tersebut. Menurut Salvator Kurs atau Nilai
Tukar adalah Harga suatu Mata Uang terhadap Mata Uang lainnya. Kurs juga bisa
disebut sebagai Jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk
mendapatkan satu satuan mata uang asing. Jika kurs satu dolar Amerika untuk
membeli adalah Rp 10.000,00 maka harus diserahkan uang sebanyak Rp
10.000,00 untuk mendapat satu dolar Amerika. Kenaikan nilai tukar mata uang
dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing. Penurunan nilai tukar uang
dalam negeri disebut depresiasi atas mata uang asing.

Pasar valuta asing yaitu Tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam
transaksi penukaran mata uang dan pasar ini tidak punya lokasi fisik, transaksi di
pasar ini biasanya dilakukan oleh bank dengan menggunakan sistem jaringan
antar bank (interbank trading). Ada beberapa jenis pasar yang terjadi dalam
perdagangan valuta asing yaitu :

1. Pasar Spot

2. Pasar Forward

3. Pasar Futures

4. Pasar Opsi

Valuta Asing ini memiliki fungsi sebagai berikut:


· Melakukan transfer mata uang sebuah negara dengan negara lain, agar bisa
dipergunakan di negara tersebut (mentransfer daya beli antar negara).

· Mendapatkan atau menyediakan kredit untuk membiayai transaksi


perdagangan internasional.

· Sebagai sarana untuk memperkecil resiko karena perubahan kurs.

2.2. Faktor-Faktor yang mempengaruhi nilai tukar uang

Ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai tukar mata
uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Faktor-faktor tersebut adalah:

a. Laju inflasi relatif

Dalam pasar valuta asing, perdagangan internasional baik dalam bentuk barang
atau jasa menjadi dasar yang utama dalam pasar valuta asing, sehingga perubahan
harga dalam negeri yang relatif terhadap harga luar negeri dipandang sebagai
faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta asing. Misalnya, jika Amerika
sebagai mitra dagang Indonesia mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi maka
harga barang Amerika juga menjadi lebih tinggi, sehingga otomatis permintaan
terhadap barang dagangan relatif mengalami penurunan.

b. Tingkat pendapatan relatif

Faktor lain yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam pasar mata
uang asing adalah laju pertumbuhan riil terhadap harga-harga luar negeri. Laju
pertumbuhan riil dalam negeri diperkirakan akan melemahkan kurs mata uang
asing. Sedangkan pendapatan riil dalam negeri akan meningkatkan permintaan
valuta asing relatif dibandingkan dengan supply yang tersedia.

c. Suku bunga relatif

Kenaikan suku bunga mengakibatkan aktifitas dalam negeri menjadi lebih


menarik bagi para penanam modal dalam negeri maupun luar negeri. Terjadinya
penanaman modal cenderung mengakibatkan naiknya nilai mata uang yang
semuanya tergantung pada besarnya perbedaan tingkat suku bunga di dalam dan
di luar negeri, maka perlu dilihat mana yang lebih murah, di dalam atau di luar
negeri. Dengan demikian sumber dari perbedaan itu akan menyebabkan terjadinya
kenaikan kurs mata uang asing terhadap mata uang dalam negeri.

d. Kontrol pemerintah

Menurut Madura bahwa kebijakan pemerintah bisa mempengaruhi keseimbangan


nilai tukar dalam berbagai hal termasuk :

a. Usaha untuk menghindari hambatan nilai tukar valuta asing.

b. Usaha untuk menghindari hambatan perdagangan luar negeri.

c. Melakukan intervensi di pasar uang yaitu dengan menjual dan membeli mata
uang.

Alasan pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar uang adalah :

1. Untuk memperlancar perubahan dari nilai tukar uang domestik yang


bersangkutan.
2. Untuk membuat kondisi nilai tukar domestik di dalam batas-batas yang
Ditentuka.

3. Tanggapan atas gangguan yang bersifat sementara.

d. Berpengaruh terhadap variabel makro seperti inflasi, tingkat suku bunga dan
tingkat pendapatan.

e. Ekspektasi

Faktor kelima yang mempengaruhi nilai tukar valuta asing adalah ekspektasi atau
nilai tukar di masa depan. Sama seperti pasar keuangan yang lain, pasar valas
bereaksi cepat terhadap setiap berita yang memiliki dampak ke depan. Dan
sebagai contoh, berita mengenai bakal melonjaknya inflasi di AS mungkin bisa
menyebabkan pedagang valas menjual Dollar, karena memperkirakan nilai Dollar
akan menurun di masa depan. Reaksi langsung akan menekan nilai tukar Dollar
dalam pasar.

2.3. Sistem-Sistem Nilai Tukar dan Kebijakan Kurs

A. Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh pemerintah, ada beberapa jenis,
antara lain :

a. Fixed exchange rate system (Sistem kurs tetap)

Nilai tukar yang ditahan secara tahap oleh pemerintah atau berfluktuasi di dalam
batas yang sangat sempit. Jika nilai tukar berubah terlalu besar, maka pemerintah
akan mengintervensi untuk memeliharanya dalam batas-batas yang dikehendaki.

b. Freely floating exchange rate system (Sistem kurs bebas)

Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh tekanan pasar tanpa intervensi dari
pemerintah.

c. Managed floating exchange rate system (Sistem kurs mengambang


terkendali)

Sistem nilai tukar yang terletak diantara fixed system dan freely floating, tetapi
mempunyai kesamaan dengan fixed exchange system, yaitu pemerintah bisa
melakukan intervensi untuk menjaga supaya nilai mata uang tidak berubah terlalu
banyak dan tetap dalam arah tertentu. Sedangkan bedanya dengan free floating,
managed float masih lebih fleksibel terhadap suatu mata uang. Lalu menurut
Krugman dan Obstfeld managed floating exchange rate system adalah sebuah
sistem dimana pemerintah mengatur perubahan nilai tukar tanpa bermaksud untuk
membuat nilai tukar dalam kondisi tetap.

B. Kebijakan Kurs ada beberapa kebijakan yaitu :


a. Devaluasi yakni kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang dalam
negeri terhadap mata uang asing.

b. Revaluasi yakni kebijakan pemerintah menaikkan nilai mata uang dalam negeri
terhadap mata uang asing.

c. Pengawasan Kurs yakni dengan cara mengawasi pergerakan kurs valuta asing
terhadap rupiah. Jika perlu ikut campur menekan harga valutra asing terhadap
rupiah, maka pemerintah dapat mengambil keputusan menyelamatkan rupiah
terhadap mata uang asing tersebut.

C. Para Pelaku Pasar Valuta Asing (Valas) :

v Dealer

Dealer pada umumnya disebut juga sebagai market maker yang berfungsi sebagai
pihak yang membuat pasar bergairah di pasar uang. Dealer umumnya
mengkhususkan pada mata uang tertentu dan menetapkan tingkat persediaan
tertentu pada mata uang tersebut. Biasanya yang bertindak sebagai dealer adalah
pihak bank, meskipun ada juga beberapa yang nonbank. Mereka mendapatkan
keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli valuta asing.

v Perusahaan atau Perorangan

Perusahaan maupun individu dapat pula melakukan transaksi perdagangan valuta


asing (valas). Pasar valuta asing dimanfaatkan untuk memperlancar transaksi
bisnis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah eksportir, importir, investor
internasional, perusahaan multinasional dan lain-lainnya.

v Spekulan dan Arbitrator

Spekulan dan arbitrator bertindak atas kehendak mereka sendiri dan mereka tidak
memiliki kewajiban untuk melayani konsumen serta tidak menjamin
kelangsungan pasar, berbeda dari dealer. Spekulan juga pelaku pasar yang akan
meramaikan transaksi di pasar uang. Para spekulan dapat keuntungan dari
perubahan atau fluktuasi harga umum (capital gain). Sementara itu, arbitrator
memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan harga di berbagai
pasar.

v Bank Sentral

Fungsi Bank Sentral dalam pasar valuta asing umumnya adalah sebagai
stabilitator nilai tukar mata uang lokal. Bank Sentral memanfaatkan pasar valuta
asing untuk mendapatkan atau membelanjakan cadangan valuta asingnya agar
dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang sehingga berdampak positif
bagi perekonomian nasional negara.

v Pialang

Pialang bertindak sebagai perantara yang mempertemukan penawaran dan


permintaan terhadap mata uang tertentu. Agar dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik, perusahaan pialang memiliki akses langsung dengan dealer dan bank
di seluruh dunia.

2.4. Contoh kasus exchange rate determination


2.4.1. Nilai tukar mata uang tentukan kinerja PT. Indofood

Gerak kurs tentukan arah kinerja Grup Indofood

Grup Indofood terlihat masih mampu menjaga kemampuannya untuk


mencetak laba. Hal itu terlihat dari torehan margin laba bersihnya selama lima
tahun terakhir.

Dimulai dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Margin laba


bersih pada 2016 tercatat sebesar 6%. Angka tersebut relatif stabil, sama seperti
posisi pada 2012 meski terjadi naik turun margin yang bergerak pada kisaran level
4%-5% sepanjang periode 2013-2015.
Lalu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Margin laba
bersihnya justru terlihat lebih stabil. Tahun lalu, margin laba bersihnya tercatat
10%, sama seperti 2012. Sementara, selama periode 2013-2015, marginnya stabil,
sekitar 9%.

Margin INDF Stabil selama INDF juga mampu menjaga efisiensi. Sebab, di sisi
lain, kinerja INDF juga ditentukan oleh pergerakan kurs.

Margin laba bersih INDF tahun lalu yang sebesar 6% bisa dicapai saat perseroan
mencatat kerugian kurs sebesar Rp 3,65 miliar. Bandingkan dengan periode 2015.
Saat itu, margin laba bersihnya sekitar 5%. Pada saat yang bersamaan, INDF
mencatat kerugian kurs sebesar Rp 4,07 miliar.

David memprediksi, pergerakan kurs tahun ini akan jauh lebih stabil. Andai ada
pergerakan, rentang yang terjadi pun tidak terlalu jauh. Sehingga, hal ini turut
mempengaruhi kinerja INDF selama setahun kedepan.

Menurut Presiden Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim “Kinerja
tak terlepas dengan keadaan makro, seperti kurs dollar. Karena kita banyak impor
sehingga nilai tukar sangat mempengaruhi laba perseroan. Ditambah dia, dalam
mendpatkan bahan bakunya ini, sebagian besar diperoleh dari hasil impor. Di
indonesia tidak bisa tanam gandum. Jadi pelemahan rupiah sangat berpengaruh.”

KINERJA INDF KUARTAL III - 2016:

Ditopang Laba Selisih Kurs, Untung Indofood Sukses Makmur Naik 92,5 Persen

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) berhasil meraih kenaikan laba ingga
92.5% di kuartal III/2016. Berdasarkan keterbukaan informasi yang
dipublikasikan Jumat (18/10/16) disebutkan bahwa sepanjang sembilan bulan
pertama di 2016, perseroan membukukan kenaikan penjualan bersih konsolidasi
sebesar 4,8% menjadi Rp. 49,87 triliun dari Rp. 47,56 triliun di periode yang sama
tahun lalu.
Laba usaha tumbuh 9,4% menjadi Rp5,93 triliun dari Rp5,42 triliun dan marjin
laba usaha naik menjadi 11,9% dan 11,4%. Sementara, laba periode berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 92,5% menjadi Rp3,24
triliun dari Rp1,68 triliun terutama disebabkan oleh laba selisih kurs tahun ini
dibandingkan dengan rugi selisih kurs pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim mengatakan kinerja perseroan
secara umum terus meningkat, tercermin pada core profit perseroan.

“Grup CBP dan Bogasari terus mencatatkan kinerja yang positif, sedangkan
turunnya produksi CPO sebagai dampak El Nino telah menekan kinerja grup
agribisnis,” katanya dalam keterangan resmi.

KINERJA INDOFOOD KUARTAL III-2015

Rupiah Tergerus, Laba Indofood Terpental 45%

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat


penurunan laba bersih sebesar 45,2 persen menjadi Rp1,68 triliun di kuartal III-
2015. Angka tersebut turun jauh bila dibanding raihan laba Rp3,07 triliun per
September 2014.

"Kondisi makroekonomi dalam beberapa bulan terakhir cukup memberikan


tantangan bagi kami. Melemahnya harga CPO dan nilai tukar rupiah telah
mempengaruhi laba bersih kami, namun core profit hanya turun 11,8 persen," kata
Direktur Utama & CEO Indofood Sukses Makmur Anthony Salim, dalam siaran
persnya, Jumat (30/10/2015).

Selain itu, margin laba bersih perseroan pun turun menjadi 3,5 persen, dari 6,6
persen periode yang sama tahun lalu. Penurunan margin laba bersih banyak
diakibatkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebagai akibat
melemahnya nilai tukar rupiah.
"Dengan tidak memperhitungkan non-recurring dan selisih kurs, core profit yang
mencerminkan kinerja operasional pun turun menjadi Rp2,71 triliun, dari posisi
Rp3,07 triliun per September 2014. Penurunan itu setara 11,8 persen," sebutnya.

Meski laba mengalami penurunan yang cukup besar, penjualan perseroan masih
tumbuh 1,5 persen menjadi Rp47,56 triliun per September 2015, dari posisi
penjualan sebesar Rp46,88 triliun di kuartal III-2014.

2.4.2. Nilai tukar mata uang

Memahami Pergerakan Dolar

Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat memberikan


pengaruh besar pada nilai tukar dolar terhadap mata uang lainnya, termasuk
rupiah.

Sebelum pemilihan presiden, perbandingan dolar atas rupiah adalah sekitar


Rp13.100 per US$,kemudian naik hampir ke Rp13.400 per US$ sesudah
pemilihan.

Pada pertengahan Januari, dolar AS sempat sedikit melemah akibat komentar


Trump bahwa nilai dolar terlalu tinggi. Saat artikel ini ditulis, kurs dolar AS
adalah Rp.13,360 per US$.

Bagaimanakah pergerakan kurs dolar atas rupiah sampai akhir tahun ini? Seperti
komoditas lainnya, nilai mata uang ditentukan oleh penawaran dan permintaan.

Pada mata uang, penawaran dan permintaan dapat dilihat pada aliran dana yang
masuk dan keluar dari suatu negara. Ketika aliran dana masuk bertambah
(permintaan naik) maka mata uang akan menguat, dan melemah bila aliran dana
masuk berkurang (permintaan berkurang).

Demikian pula mata uang akan menguat bila aliran dana keluar turun (penawaran
turun), dan melemah bila aliran dana keluar naik (penawaran naik).
Aliran dana dari dan ke Amerika Serikat akan dipengaruhi kebijakan
pemerintahan Trump dan keputusan the Fed (Bank Sentral AS) tentang suku
bunga.

Kebijakan Trump yang akan banyak berpengaruh adalah kebijakan tentang pajak
impor, stimulus fiskal, dan pengurangan pajak.

The Fed sendiri sejak 2016 telah memberikan sinyal ke pasar bahwa akan ada
beberapa kenaikan suku bunga pada 2017.

Kebijakan-kebijakan Trump juga akan mempengaruhi the Fed untuk mempercepat


kenaikan suku bunga yang akan berakibat pada menguatnya dolar AS.

Trump berencana untuk mengenakan pajak pada barang-barang impor. Tujuannya


adalah mengurangi defisit perdagangan dan menopang industri dalam negeri.

Dengan adanya pajak impor, harga barang impor akan naik sehingga volume
impor turun karena masyarakat AS lebih banyak membeli barang buatan dalam
negeri.

Turunnya impor menyebabkan berkurangnya jumlah dolar AS yang mengalir


keluar AS untuk pembayaran impor. Sebagai akibatnya,dolar AS akan menguat.

STIMULUS FISKAL

Kebijakan stimulus fiskal dilakukan dengan menambah belanja negara, terutama


pada pembangunan infrastruktur dan belanja militer. Di saat bersamaan di
berlakukan pengurangan pajak, baik pajak korporat maupun pajak peng hasilan.

Tujuan dari kedua kebijakan ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik
melalui belanja negara maupun konsumsi masyarakat. Investasi dari korporat juga
diharapkan meningkat karena keuntungan dari investasi dikenai pajak yang lebih
rendah.
Berkurangnya pemasukan negara dari pajak, sementara terjadi peningkatan
pengeluaran, akan menyebabkan melebarnya defisit anggaran. Melebarnya defisit
ini akan ditutup dengan penjualan obligasi negara dalam jumlah besar.

Pembelian obligasi pemerintah AS oleh investor internasional akan menarik dana


masuk ke Amerika Serikat sehingga turut mendukung penguatan dolar AS.

Pengurangan pajak korporat juga akan meningkatkan keuntungan perusahaan,


yang adalah positif untuk kenaikan harga saham. Hal ini mendorong investor
internasional untuk berinvestasi pada pasar saham AS sehingga turut pula
meningkatkan aliran dana masuk ke Negeri Paman Sam.

Kebijakan the Fed juga akan mendukung penguatan dolar AS. Dalam menentukan
suku bunga, bank sentral suatu negara mempunyai dua tujuan yaitu mengatur
inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bila inflasi terlalu tinggi, suku bunga akan
dinaikkan.

Tujuannya adalah agar masyarakat mengurangi konsumsi sehingga harga barang


turun. Sebaliknya bila pertumbuhan ekonomi terlalu rendah, suku bunga akan
diturunkan.

Dengan suku bunga yang lebih rendah masyarakat akan meningkatkan konsumsi
sehingga dapat menggerakkan perekonomian. Saat in Amerika Serikat telah mulai
pulih dari krisis ekonomi, ditandai dengan kembalinya pertum buhan ekonomi ke
kisaran 2%—3%, sama dengan tingkat pertum buhan sebelum terjadinya krisis.

Tingkat pengangguran telah turun ke kisaran 4,5%—5% yang dipandang sebagai


tingkat pengangguran yang telah optimal. Sebaliknya inflasi telah meningkat
mendekati target 2% di mana sebelumnya inflasi hanya berkisar antara 0%—1%.
Target inflasi 2% ini tidak pernah tercapai sejak 2012.

Terdapat kekhawatiran bahwa di masa depan inflasi dapat terus naik melewati
target sehingga menjadi terlalu tinggi. Berdasarkan situasi ini, diyakini bahwa the
Fed akan menaikkan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi mendorong dana untuk masuk ke AS karena
mengejar imbal hasil yang lebih tinggi. Proses kenaikan suku bunga akan makin
cepat akibat berbagai kebijakan Trump.

Pajak impor membuat harga barang impor naik sehingga meningkatkan inflasi.
Peningkatan konsumsi masyarakat karena penurunan pajak penghasilan juga akan
meningkatkan harga. Kebijakan Trump lainnya yaitu pembatasan imigran akan
mengurangi jumlah tenaga kerja sehingga tingkat upah naik. Upah yang lebih
tinggi akan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Ekonom Nouriel Roubini, yang sebelumnya sukses memprediksi terjadinya krisis


2008, mengutarakan bahwa stimulus fiskal di tengah tingkat pengangguran yang
sudah optimal akan rawan menyebabkan kenaikan inflasi.

Berbagai faktor yang mendukung peningkatan inflasi akan memaksa the Fed
untuk menaikkan suku bunga secara lebih cepat dibandingkan rencana semula.
Kita lihat bahwa baik kebijakan Trump maupun the Fed mempengaruhi
penawaran dan permintaan dolar AS sedemikian rupa sehingga mendukung
penguatan dolar AS.

Selain itu kebijakan-kebjakan Trump juga mendukung penguatan dolar AS secara


tidak langsung. Kenaikan aliran dana masuk ke Amerika Serikat dan penurunan
aliran dana keluar akan menciptakan kelangkaan dolar AS pada pasar valuta
asing. Padahal dolar AS adalah mata uang yang paling banyak digunakan dalam
transaksi internasional.

Hal ini akan menyebabkan pelaku pasar berusaha mencari dan menyimpan
(hoarding) dolar AS. Perilaku ini akan menciptakan situasi kelangkaan pada dolar
AS, sehingga secara psikologis meningkatkan nilai mata uang tersebut. Dari
uraian di atas saya memperkirakan kurs dolar AS akan terus naik terhadap rupiah
selama 2017.
Perkiraan ini bisa meleset apabila ternyata Trum1p gagal menerapkan kebijakan-
kebijakan yang telah direncanakannya. Namun, peluang terjadinya kemungkinan
ini adalah kecil.

Patut dicermati pula pergerakan nilai ru piah. Inflasi yang diperkirakan meningkat
selama 2017 adalah nega tif bagi rupiah, sedangkan naiknya harga komoditas dan
rencana pem bangunan infrastruktur adalah positif.

Scotiabank dalam analisa yang diterbitkan pada 17 januari 2017, memprediksi


perbandingan kurs dolar atas rupiah akan menjadi Rp13.800 per US$ pada
pertengahan tahun, dan Rp14.000/US$ pada akhir tahun. Mari kita amati
pergerakan itu.
BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Nilai Tukar Mata Uang disebut Kurs, Menurut Paul R Krugman dan Maurice
kurs adalah Harga sebuah Mata Uang dari suatu negara yang diukur atau
dinyatakan dalam mata uang lainnya. Kurs juga bisa disebut sebagai Jumlah
satuan mata uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan satu satuan mata
uang asing. Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri disebut apresiasi atas
mata uang asing. Penurunan nilai tukar uang dalam negeri disebut depresiasi atas
mata uang asing. Pasar valuta asing yaitu Tempat bertemunya penjual dan
pembeli dalam transaksi penukaran mata uang dan pasar ini tidak punya lokasi
fisik, transaksi di pasar ini biasanya dilakukan oleh bank dengan menggunakan
sistem jaringan antar bank (interbank trading).

Ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai


tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Faktor-faktor tersebut
adalah: Laju inflasi relatif, Tingkat pendapatan relatif, Suku bunga relatif, Kontrol
pemerintah dan Ekspektasi. Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh pemerintah,
ada beberapa jenis, antara lain : Fixed exchange rate system (Sistem kurs tetap),
Freely floating exchange rate system (Sistem kurs bebas) dan Managed floating
exchange rate system (Sistem kurs mengambang terkendali). Ada beberapa
kebijakan kurs yang dapat dipakai pemerintah antara lain Devaluasi, Revaluasi,
dan Pengawasan. Didalam Pasar Valuta Asing (Valas) terdapat beberapa pelaku
yang bermain didalamnya yaitu Dealer, Perusahaan atau Perorangan, Spekulan
dan Arbitrator, Bank Sentral dan Pialang.

Penentuan nilai tukar mata uang dapat dipengaruhi dan mempengaruhi


beberapa hal.