Anda di halaman 1dari 3

syurga dan neraka

ust.ihsan tanjung eramuslim (18 des 2017)

Saudaraku, tahukah Anda bahwa sesungguhnya Surga dan Neraka telah tercipta sejak
dahulu? Keduanya bukan ciptaan Allah yang baru ada setelah Kiamat kelak terjadi. Dalam
kitabnya yang berjudul Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah, Ath-Thahawi menulis sebagai berikut:

”Surga dan Neraka telah diciptakan Allah. Keberadaan keduanya tidak akan pernah
berakhir. Allah menciptakan surga dan neraka sebelum menciptakan yang lain, dan Dia juga
menciptakan penduduk untuk masing-masingnya. Siapa yang diinginkanNya, akan masuk ke
dalam surga dengan ampunan dan pertolonganNya, dan siapa yang diinginkanNya akan
masuk ke dalam neraka sesuai dengan keadilanNya. Setiap orang akan berperilaku sesuai
dengan ketentuan yang telah diciptakan untuknya; perbuatan baik dan perbuatan jelek telah
ditaqdirkan untuk semua orang.”

Dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Kiamat, Dr Umar Sulaiman Al-Asyqar


menyatakan bahwa statement Ath-Thahawi di atas mewakili aqidah ahlus-sunnah wal-
jama’ah. Beliau selanjutnya menguatkan pandangan di atas dengan mengutip beberapa ayat
Al-Qur’an dan Hadits. Di antaranya:

‫ارعُوا إِلَى َم ْغ ِف َرةٍ ِم ْن َربِِّ ُك ْم َو َجنَّ ٍة‬


ِ ‫س‬َ ‫َو‬

ْ ‫ض أ ُ ِعد‬
َ‫َّت ِل ْل ُمتَّقِين‬ ُ ‫س َم َواتُ َو ْاْل َ ْر‬
َّ ‫ض َها ال‬
ُ ‫َع ْر‬

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran
ayat 133)

Ayat ini menegaskan bahwa surga telah Allah sediakan atau siapkan bagi kaum muttaqin
(orang-orang bertaqwa) jauh-jauh hari sebelumnya, maka hendaknya orang-orang beriman
berkompetisi untuk mendapat hak memasukinya. Demikian pula sebaliknya, berdasarkan ayat
di bawah ini berarti Allah telah sediakan atau siapkan bagi kaum kafir api neraka yang
karenanya hendaknya manusia tidak memilih jalan hidup orang kafir jika tidak ingin berakhir
di tempat mengerikan itu.

ْ ‫ار الَّتِي أ ُ ِعد‬


َ‫َّت ِل ْلكَافِ ِرين‬ َ َّ‫َواتَّقُوا الن‬

”Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”
(QS Ali Imran ayat 131)

Di antara sabda Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang membenarkan


pendapat bahwa surga dan neraka telah diciptakan Allah sejak awal ialah:

‫ي‬ ِِّ ‫علَ ْي ِه َم ْقعَدُهُ بِ ْالغَدَاةِ َو ْالعَ ِش‬ َ ‫إِ َّن أ َ َحدَ ُك ْم إِذَا َماتَ ع ُِر‬
َ ‫ض‬

‫إِ ْن َكانَ ِم ْن أَ ْه ِل ْال َجنَّ ِة فَ ِم ْن أ َ ْه ِل ْال َجنَّ ِة‬

ِ َّ‫ار فَ ِم ْن أَ ْه ِل الن‬
‫ار‬ ِ َّ‫َوإِ ْن َكانَ ِم ْن أ َ ْه ِل الن‬
‫َّللاُ يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة‬
َّ َ‫فَيُقَا ُل َهذَا َم ْق َعد ُكَ َحتَّى يَ ْب َعثَك‬

“Sesungguhnya bila salah seorang di antaramu meninggal, maka diperlihatkan kepadanya


tempatnya di waktu pagi dan petang. Jika ia termasuk ahli surga, maka ia ahli surga. Dan
jika termasuk ahli neraka, maka ia ahli neraka. Lalu dikatakan kepadanya: ”Inilah tempatmu
sehingga Allah bangkitkan kamu pada hari Kiamat.” (HR Bukhary)

Hadits di atas menjelaskan bahwa begitu seorang manusia meninggal dunia kemudian
dimasukkan liang lahat, maka setelah selesai proses interview oleh dua malaikat, maka
selanjutnya ia akan diperlihatkan tempat tinggalnya kelak di akhirat. Jika ia calon penghuni
surga, maka ia akan diperlihatkan surga tempat tinggalnya kelak di setiap waktu pagi dan
petang di dalam kuburnya. Sebaliknya, jika ia termasuk calon penghuni neraka maka ia akan
diperlihatkan neraka tempat tinggalnya kelak di setiap waktu pagi dan petang di dalam
kuburnya. Hal ini akan berlangsung terus di alam kubur atau alam barzakh hingga tibanya
hari Kiamat, dimana ia tidak lagi sekedar menyaksikan tempat tinggalnya di akhirat namun ia
bahkan bakal memasukinya. Sehingga di dalam hadits lainnya, Rasulullah shollallahu ’alaih
wa sallam menyebutkan doa yang diucapkan seorang beriman selama di dalam kuburnya saat
ia berhak melihat tempatnya di surga yaitu:

‫عةَ َحتَّى أَ ْر ِج َع إِلَى أ َ ْه ِلي َو َما ِلي‬


َ ‫ب أَقِ ْم السَّا‬
ِ ِّ ‫َر‬

“Ya Rabb, datangkanlah hari Kiamat agar aku dapat kembali kepada keluargaku dan
hartaku.”(HR Ahmad)

Si mu’min tidak sabar menanti datangnya hari Kiamat. Sebaliknya, ucapan seorang kafir atau
munafik selama di dalam kuburnya saat ia melihat neraka sebagai calon tempat tinggalnya di
akhirat kelak nanti ialah:

َ‫ب ََل ت ُ ِق ْم السَّا َعة‬


ِ ِّ ‫َر‬

“Ya Rabb, janganlah Engkau datangkan hari Kiamat.” (HR Ahmad)

Dalam hadits lainnya diriwayatkan bahwa ketika Nabi shollallahu ’alaih wa sallam
diperjalanankan pada malam Isra’ dan Mi’raj, maka beliau diizinkan Allah melihat surga. Hal
ini juga menegaskan bahwa surga sesungguhnya sudah ada sejak dahulu.

‫طلَقَ بِي َحتَّى ا ْنتَ َهى بِي إِلَى ِسد َْرةِ ْال ُم ْنت َ َهى‬
َ ‫ث ُ َّم ا ْن‬

َ‫ِي ث ُ َّم أُد ِْخ ْلتُ ْال َجنَّة‬ ٌ ‫َو َغ ِشيَ َها أ َ ْل َو‬
َ ‫ان ََل أَد ِْري َما ه‬

ُ‫فَإِذَا فِي َها َحبَايِ ُل اللُّؤْ لُ ِؤ َوإِذَا ت ُ َرابُ َها ْال ِم ْسك‬

“Kemudian Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh warna-warna yang
sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam surga, yang cahayanya seperti
cahaya mutiara dan tanahnya seperti kesturi.” (HR Bukhary)

Bahkan ada lagi suatu hadits panjang yang menggambarkan bahwa surga dan neraka telah
Allah ciptakan dahulu dan bahwa Allah telah menyuruh Malaikat Jibril untuk melihat dan
memberikan penilaian terhadap keduanya. Kemudian Allah melapisi masing-masing surga
dan neraka dengan lapisan yang bisa menyebabkan manusia tertipu akan hakikat keduanya.
Dan pelapis itulah –wallahu a’lam– alam fana dunia yang sedang kita jalani saat ini. Dunia
yang fana ini memang sangat kaya dengan tipuan mata bagi manusia.

ُ ‫َّللاُ ْال َجنَّةَ قَا َل ِل ِجب ِْري َل اذْهَبْ فَا ْن‬


‫ظ ْر إِلَ ْي َها‬ َّ َ‫لَ َّما َخلَق‬

َ‫ب َو ِع َّزتِك‬ ْ َ ‫ظ َر إِلَ ْي َها ث ُ َّم َجا َء فَقَا َل أ‬


ِ ِّ ‫ي َر‬ َ َ‫َب فَن‬
َ ‫فَذَه‬

ِ ‫ََل يَ ْس َم ُع بِ َها أ َ َحد ٌ إِ ََّل دَ َخلَ َها ث ُ َّم َح َّف َها بِ ْال َمك‬
‫َار ِه‬

ُ ‫ث ُ َّم قَا َل َيا ِجب ِْري ُل اذْهَبْ فَا ْن‬


َ ‫ظ ْر ِإلَ ْي َها فَذَه‬
‫َب‬

َ‫ب َو ِع َّزتِك‬ ْ َ ‫ظ َر ِإلَ ْي َها ث ُ َّم َجا َء فَقَا َل أ‬


ِ ِّ ‫ي َر‬ َ َ‫فَن‬

ٌ ‫لَقَدْ َخ ِشيتُ أ َ ْن ََل َيدْ ُخلَ َها أ َ َحد‬

ْ‫ار قَا َل َيا ِجب ِْري ُل اذْهَب‬ َّ َ‫قَا َل فَلَ َّما َخلَق‬
َ َّ‫َّللاُ الن‬

‫ظ َر ِإلَ ْي َها ث ُ َّم َجا َء فَقَا َل‬


َ َ‫ب فَن‬ ُ ‫فَا ْن‬
َ ‫ظ ْر ِإلَ ْي َها فَذَ َه‬

‫ب َو ِع َّزتِكَ ََل يَ ْس َم ُع ِب َها أ َ َحد ٌ فَيَدْ ُخلُ َها‬ ْ َ‫أ‬


ِ ِّ ‫ي َر‬

ْ‫ت ث ُ َّم قَا َل يَا ِجب ِْري ُل اذْهَب‬ َّ ‫فَ َحفَّ َها ِبال‬
ِ ‫ش َه َوا‬

‫ظ َر ِإلَ ْي َها ث ُ َّم َجا َء فَقَا َل‬


َ َ‫َب فَن‬ ُ ‫فَا ْن‬
َ ‫ظ ْر ِإلَ ْي َها فَذَه‬

‫ب َو ِع َّزتِكَ لَقَدْ َخ ِشيتُ أ َ ْن ََل يَ ْبقَى أَ َحدٌ ِإ ََّل دَ َخلَ َها‬ ْ َ‫أ‬
ِ ِّ ‫ي َر‬

“Ketika Allah menciptakan surga Dia berfirman kepada Jibril: ”Pergi dan lihatlah surga.”
Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagunganMu
ya Rabb, tidak seorangpun yang mendengar perihal surga melainkan pasti ingin
memasukinya.” Kemudian Allah lapisi surga dengan al-makaarih (hal-hal yang tidak disukai
manusia) lalu Allah berfirman: ”Hai Jibril, pergi dan lihatlah surga.” Maka Jibril pergi dan
melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagunganMu ya Rabb, sungguh aku
khawatir tidak seorangpun bakal ingin memasukinya.” Ketika Allah menciptakan neraka
Dia berfirman kepada Jibril: ”Pergi dan lihatlah neraka.” Maka Jibril pergi dan melihatnya.
Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagunganMu ya Rabb, tidak seorangpun yang
mendengar perihal neraka bakal mau memasukinya.” Kemudian Allah lapisi neraka dengan
asy-syahawaat (hal-hal yang disukai manusia) lalu Allah berfirman: ”Hai Jibril, pergi dan
lihatlah neraka.” Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata:
”Demi keagunganMu ya Rabb, sungguh aku khawatir tidak akan ada orang yang bakal lolos
dari api neraka.” (HR Abu Dawud)

Ya Allah, sungguh kami memohon ridha dan surgaMu, dan sungguh kami berlindung kepada
Engkau dari murka dan nerakaMu. Amin ya Rabb.-