Anda di halaman 1dari 7

41

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Definisi Operasional

Definisi Operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional

berdasarkan karakteristik yang diamati ketika melakukan pengukuran secara

cermat terhadap suatu objek atau fenomena dengan menggunakan parameter

yang jelas (Hidayat, 2009:59).

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perhitungan penentuan harga

jual steak dan untuk mengetahui tingkat laba steak yang diperoleh berdasarkan

tingkat harga jual yang telah di tetapkan Lotus Garden Cafe and Steak. Adapun

hal yang perlu diamati dalam penelitian adalah sebagai berikut :

1. Aktivitas Level Unit (unit level activity)

Aktivitas yang dilakukan dalam rangka menghasilkan satu unit individual dari

produk atau jasa, contohnya, penggunaan bahan baku, penggunaan tenaga

kerja langsung dan inspeksi unit.

2. Aktivitas Level Batch (batch level activity)

Aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan setiap batch dari produk.

Perusahaan biasanya mengelompokkan dalam satu batch apabila produk

dihasilkan oleh satu proses yang dijadwalkan dalam satu waktu atau diproses

secara bersamaan, contohnya, pengesetan mesin produksi, penanganan

bahan dan pengiriman produk.

3. Aktivitas Level Produk (product level activity)

Aktivitas yang dilakukan untuk mendukung produksi dari satu tipe produk atau

jasa yang spesifik, contohnya, pendesainan produk, modifikasi produk dan

administrasi suku cadang produk.

41
42

4. Aktivitas Level Fasilitas (facility level activity)

Aktivitas pendukung operasi secara umum yang disebabkan oleh adanya

produk atau dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen. Aktivitas ini juga

tidak dapat ditelusur pada produk unit individual, contohnya, keamanan

pabrik, pajak bumi dan bangunan, perawatan bangunan dan penutup bukuan.

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

penelitian kuantitatif. Menurut Arikunto (2006:10), bahwa penelitian kuantitatif

lebih banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.

Penelitian ini berdasarkan eksplanatory research, yaitu penelitian

deskriptif yang menjelaskan secara mendalam tentang variabel tertentu

(Arikunto, 2006:14). Pada dasarnya Lotus Garden Cafe and Steak menjual

beberapa produk yang terdiri dari makanan dan minuman, tetapi penelitian ini

berfokus kepada produk steak yang menjadi sumber penjualan tertinggi di

restoran tersebut. Sehingga penelitian ini mengkaji tentang penerapan sistem

ABC dalam penentuan harga pokok produksi pada Lotus Garden Cafe and Steak

Samarinda, yang terdiri dari : 1) New Zealand (NZ) Sirloin, 2) NZ. Tenderloin, 3)

Local Tenderloin, 4) NZ. Lamb Chop, 5) NZ. Tenderloin .Bone, 6) Mix Steak, dan

7) Salmon Steak. Sedangkan dalam penelitian deskriptif merupakan penelitian

yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-

situasi atau kejadian kejadian, dengan tujuan membuat gambaran secara

sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau

daerah tertentu (Suryabrata (2013:14).


43

Penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian deskriptif

kuantitatif. Menganalisis dengan mendiskripsikan atau menggambarkan

permasalahan yang diteliti melalui data-data yang ada. Penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi. Menganalisis penggunaan

informasi akuntansi biaya dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan

harga jual produk dengan menerapkan sistem ABC dalam mengidentifikasi

biaya-biaya produksi (biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan

overhead pabrik) untuk menghitung harga pokok kemudian membantu Lotus

Garden Cafe and Steak dalam menentukan harga jual.

3.3 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

pendekatan komparatif. Menurut pendapat Arikunto (2002:236), penelitian

komparatif menemukan persamaan dan perbedaan tentang benda, orang,

prosedur kerja dan ide. Sedangkan Kuncoro (2009:271) berpendapat bahwa

penelitian kausal komparatif merupakan penelitian yang berusaha menjelaskan

dan menentukan sebab perbedaan dalam perilaku atau status kelompok individu.

Dari dua definisi diata dapat disimpulkan bahwa komparatif berarti perbandingan.

Karena itu, penelitian ini bermaksud mengadakan perbandingan kondisi yang

berbeda terhadap suatu permasalahan.

Penelitian komparatif akan membandingkan antara dua konteks yang

berbeda. Contohnya, perbandingan antara harga pokok produksi dengan sistem

ABC untuk menentukan harga jual produk membandingkan antara metode yang

digunakan perusahaan dengan metode tradisional dan dari perbandingan

tersebut dapat diketahui apakah terdapat selisih harga jual yang signifikan antara
44

masing-masing sistem yang digunakan dalam proses perhitungan harga pokok

produksi sebagai dasar dalam penetapan harga jual.

3.4 Obyek dan Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian di Lotus Garden Cafe and Steak yang bergerak dibidang

restoran (cafe) yang berlokasi di A. Wahab Syahrani Samarinda. Obyek

penelitian ini adalah pada Lotus Garden Cafe and Steak yang terdiri dari : 1) NZ.

Sirloin, 2) NZ. Tenderloin, 3) Local Tenderloin, 4) NZ. Lamb Chop, 5) NZ.

Tenderloin .Bone, 6) Mix Steak, dan 7) Salmon Steak.

3.5 Jenis Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

3.5.1 Data Primer

Indriantoro (2009:146) mengemukakan bahwa data primer merupakan

sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian.

Peneliti menggunakan data primer yang berupa wawancara langsung dengan

bagian akuntansi dan bagian produksi Lotus Garden Cafe and Steak di

Samarinda untuk memperoleh informasi mengenai pembagian aktivitas dalam

produksi pembuatan tujuh jenis steak.

Wawancara yang akan dilakukan peneliti adalah wawancara dengan

pihak perusahaan yang memiliki pemahaman dalam perhitungan harga pokok

produksi. Wawancara ini dilakukan dengan pimpinan produksi perusahaan yang

merupakan bagian yang dianggap paling memiliki pemahaman terhadap

permasalahan yang diteliti. Serta data berupa laporan biaya-biaya produksi

seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik (BOP).
45

3.5.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti

secara tidak langsung melalui media perantara seperti buku, jurnal, dan media

lain yang mendukung penelitian ini (Indriantoro, 2009:147).

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penulisan ini data serta informasi-informasi diperoleh atau

dikumpulkan melalui tahap-tahap sebagai berikut :

1. Observasi

Teknik penelitian yang dilakukan dengan melakukan pengamatan secara

langsung dalam perusahaan mendapatkan data-data yang berhubungan

dengan pembahasan penelitian (Arikunto, 2006:155). Penulis akan melakukan

pengamatan langsung terhadap objek terutama di bagian akuntansi dan

bagian produksi Lotus Garden Cafe and Steak di Samarinda.

2. Wawancara

Menurut Sugiyono (2008:410) merupakan pertemuan dua orang atau lebih

untuk bertukar informasi melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan

dalam suatu topik tertentu. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan

staf bagian produksi dan staf bagian akuntansi pada Lotus Garden Cafe and

Steak di Samarinda.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu cara pengumpulan data dengan melihat catatan/dokumen

yang ada dalam perusahaan berupa biaya produksi, harga jual, berupa biaya

tetap, biaya variable, BOP serta data lainnya yang menunjang pokok

pembahasan skripsi ini.


46

3.7 Teknik Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

analisis deskriptif dengan menggunakan system ABC. Menurut Nafarin

(2007:203), bahan baku yang dihitung dalam satuan (unit) uang disebut

anggaran biaya bahan baku. Perhitungan bahan baku adalah kuantitas standar

bahan baku dipakai dikalikan harga standar bahan baku per unit.

Menghitung biaya tenaga kerja langsung menurut terlebih dahulu

ditetapkan biaya tenaga kerja langsung standar per unit produk. Perhitungan

biaya overhead pabrik dengan menggunakan sistem ABC dihitung menggunakan

pendekatan yang terdiri dari dua tahap yaitu :

1. Tahap Pertama

Pada tahap pertama ada 5 langkah yang perlu dilakukan menurut Slamet

(2007:207) yaitu :

a. Mengidentifikasi Aktifitas

Aktivitas yang dilakukan dalam pembuatan steak adalah : pemotongan,

pemangangan dan finishing, kemudian dikelompokkan ke tingkat aktivitas

yang terdiri dari aktivitas tingkat unit dan aktivitas tingkat produk.

b. Membebankan Biaya Ke Aktivitas

Biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan steak, berupa : biaya

bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya operasi, biaya

listrik, biaya gaji dan biaya depresiasi gedung.

c. Mengelompokkan Aktivitas Sejenis Untuk Membentuk Kumpulan Sejenis

Mengelompokkan aktivitas yang saling berkaitan untuk membentuk

kumpulan yang sejenis (homogen).


47

d. Menjumlahkan Biaya Aktivitas Yang Dikelompokkan Untuk Mendefinisikan

Kelompok Biaya Sejenis

Mengelompokkan biaya aktivitas yang telah dikelompokkan untuk

mendefinisikan kelompok biaya sejenis (homogeneous cost pool).

e. Menentukan Tarif Per Unit Cost Driver.

Cost driver adalah suatu kejadian yang menimbulkan biaya. Cost driver

merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya

overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktivitas

yang akan menyebabkan biaya dalam aktivitas-aktivitas selanjutnya.

Jumlah Aktivitas
Tarif per Unit Cost Driver =
Cost Driver

2. Tahap Kedua

Pada tahap kedua, biaya dari setiap kelompok overhead pabrik ditelusuri ke

produk, dengan menggunakan tarif kelompok yang telah dihitung.

Pembebanan overhead pabrik dari setiap kelompok biaya pada setiap produk

dihitung dengan rumus sebagai berikut :

BOP Yang Dibebankan = Tarif per unit cost driver x cost driver yang digunakan

Harga pokok produksi dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya

yang digunakan, terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya

overhead pabrik dibagi per unit produk. Setelah melakukan dua tahap tersebut

kemudian penulis melakukakan perbandingan antara perhitungan yang

menggunakan sistem ABC dengan perhitungan sistem tradisional yang

digunakan.