Anda di halaman 1dari 97

TATA LAKSANA PENGONTROLAN MAINHOLE SCREEN

RSUP. H.ADAM MALIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH (2 UNIT )

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/001/2015
Ditetapkan
Direktur Utama,
SPO Tanggal Terbit
14 Januari 2015 DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
.
PENGERTIAN Mainhole Screen adalah sebagai sarana penyaring sampah
kasar yang tersalur ke saluran limbah tertutup
TUJUAN Untuk menghindari terjadinya sumbatan pada saringan
pompa di pumping station.
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL mengunakan APD.


2. Petugas IPAL memeriksa sampah yang tersaring pada
screen.
3. Petugas IPAL mengangkat sampah yang tersaring pada
screen.
4. Petugas IPAL membuang sampah ke Tempat
Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).
5. Petugas IPAL membersihkan diri setelah selesai kerja.
6. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
kepada Ka.Instalasi Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh Unit Terkait RSUP H. Adam Malik
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP. H.ADAM MALIK MENGONTROL BAK PENGUMPULAN AIR
LIMBAH
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN
PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/002/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama
KESEHATAN
LINGKUNGAN
Tanggal Terbit
14 Januari 2015 DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pumping Station berfungsi sebagai bak pengumpul air
limbah Rumah Sakit
TUJUAN Untuk menghomogenkan air limbah dari sumber/jenis limbah
air yang berbeda.
 Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
KEBIJAKAN No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015 . Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.
1. Petugas IPAL memakai APD.
PROSEDUR 2. Petugas IPAL mengangkat sampah kasar yang tersaring
dari mainhole screen.
3. Petugas IPAL membuang sampah ke TPS.
4. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin 4 buah
apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel
control.
5. Petugas IPAL memperhatikan aliran tekanan air dari
mesin pompa apakah kuat, lemah atau tidak jalan sama
sekali.
6. Petugas IPAL mengangkat mesin pompa bila tekanan
aliran air lemah atau tidak jalan sama sekali.
7. Petugas IPAL membersihkan sampah dari saringan
pompa.
8. Petugas IPAL memasang kembali mesin pompa
kedalam pumping station dan menghidupkannya.
9. Petugas IPAL membersihkan diri.
10. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan bak pengumpul air limbah kepada Ka. Instalasi
Kesehatan Lingkungan.
1. Seluruh unit terkait RSUP H. Adam Malik.
UNIT TERKAIT 2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP. H.ADAM MALIK MENGONTROL AUTO RAKE SCREEN
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/003/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama,
KESEHATAN Tanggal Terbit
LINGKUNGAN 14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Auto Rake Screen adalah sarana penyaring yang
menggunakan motor yaitu menyaring sampah air limbah
yang dialirkan ke bak buffer basin.

Untuk lebih membersihkan air limbah dari kandungan


TUJUAN
sampah halus (ukuran 0,5 cm)

 Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik


KEBIJAKAN No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

1. Petugas IPAL menggunakan APD.


PROSEDUR
2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa
apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel kontrol.
3. Petugas IPAL memperhatikan kondisi rantai screen
apakah keadaan berpelumas
4. Petugas IPAL membubuhi pelumas pada rantai screen
bila sudah kering.
5. Petugas IPAL membuang sampah hasil penyaringan
screen ke TPS
6. Petugas IPAL membersihkan diri
7. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan auto rake screen kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan

UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.


MENGONTROL BAK BUFFER BASIN
RSUP.H.ADAM MALIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/004/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama,
KESEHATAN Tanggal Terbit
LINGKUNGAN 14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Buffer Basin adalah bak pengolahan
pendahuluan,menghaluskan zat organik menjadi kalis dan
menggunakan submersible mixer dan O2 (aerasi).

Untuk Menghomogenkan air limbah (bahan baku)


TUJUAN
pengolahan air limbah.

Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik


KEBIJAKAN No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

1. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa 3


PROSEDUR
buah apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel
kontrol.
2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi fluting lefel 1
buah apakah dalam keadaan baik.
3. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin
submersible mixer 2 buah apakah dalam keadaan baik
atau trip pada panel kontrol.
4. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan Bak Buffer Basin kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan.
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
UNIT TERKAIT
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK FBBR
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/005/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama,
KESEHATAN Tanggal Terbit
LINGKUNGAN 14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Fluidized Biofilm Basin Reaktor adalah bak proses
dekomposisi zat-zat organik yang terkandung dalam air
limbah.

Untuk mengubah zat organik yang terkandung dalam air


TUJUAN limbah menjadi lumpur dengan memanfaatkan
mikroorganisme pembusuk.

Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik


KEBIJAKAN No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

1. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin blower


PROSEDUR apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel kontrol.
2. Petugas IPAL menyetel stop kran sesuai dengan
kebutuhan atau setelah koordinasi dengan petugas
laboratorium.
3. Petugas IPAL memperhatikan kondisi busa/buih
apakah menutupi permukaan air atau tidak.
4. Petugas IPAL menyiram buih/busa dengan sprayer
dengan memutar (menghidupkan stop kran) dan
mematikan bila keadaan busa telah habis.
5. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan Bak FBBR kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK SETTLING BASIN
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/006/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Settling Basin adalah bak pemisah air dengan lumpur.
TUJUAN Untuk menghasilkan air limbah yang telah diolah agar tidak
kotor (keruh).
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin scrapper
1 buah apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel
kontrol.
2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa
return sluge 2 buah apakah dalam keadaan baik atau trip
pada panel kontrol.
3. Petugas IPAL memperhatikan keadaan scrapper
apakah sesuai dengan putaran jarum jam.
4. Petugas IPAL memperhatikan kondisi permukaan air
apakah terjadi pengapungan lumpur.
5. Petugas IPAL menyiram/mengaduk secara manual
lumpur yang mengapung.
6. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa
sluge storage apakah dalam keadaan baik atau trip pada
panel kontrol.
7. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan Bak settling Basin kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK TREATED WATER
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/007/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Treated Water adalah bak tempat terkumpulnya air yang
telah terpisah dari lumpur.
TUJUAN Untuk mempersiapkan air yang telah terpisah dari lumpur
untuk di saring.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa 3


buah apakah dalam keadaan baik atau trip pada panel
kontrol.
2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi floating level
apakah berfungsi dengan baik.
3. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa
back washing 2 buah apakah berfungsi baik atau tidak
pada panel kontrol.
4. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan Bak Treated water kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.

UNIT TERKAIT
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
5. Petugas IPAL memperhatikan fungsi mesin pompa
injeksi desinfektan 2 buah apakah dalam keadaan baik. (
ml/menit )
6. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan Up Flow Filter kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan kepada Ka. Intalasi Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL RESERVOIR
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/009/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Reservoir adalah Bak air bersih sebagai stok kebutuhan
kegiatan proses pengolahan air limbah.
TUJUAN Untuk tersedianya air bersih untuk keperluan laboratorium,
sprayer di FBBR (Fluidized Bed BioFilm Reactor) dan lain-
lain.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
.
PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan keadaan volume air
apakah cukup untuk dilakukan proses spraying pada
FBBR dan dewatring sluge.
2. Petugas IPAL memperhatikan pelampung stop kran
apakah berfungsi baik.
3. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan bak air bersih kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL MESIN POMPA AIR BERSIH
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/010/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pompa air bersih adalah Pompa yang digunakan untuk
mensuplai air bersih kesistem dan pengelolaan IPAL.
TUJUAN Tersedianya air bersih yang cukup untuk pengelolaan IPAL
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mesin pompa


air bersih 3 buah apakah berfungsi baik atau tidak.
2. Petugas IPAL menyetel tekanan air sesuai dengan
kebutuhan.
3. Petugas IPAL memperhatikan perpipaan air bersih
apakah ada kebocoran.
4. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan mesin pompa air bersih kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1.IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK OUT LET
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/011/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Outlet adalah bak proses akhir sistem pengolahan.
TUJUAN Untuk penghomogenan desinfektan yang di kontakkan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan keadaan endapan


lumpur apakah telah perlu pembersihan.
2. Petugas IPAL memperhatikan lubang overloop apakah
dalam keadaan baik/lancar
3. Petugas IPAL memperhatikan saluran/drainase
pembuangan air limbah apakah dalam keadaan lancar.
4. Petugas IPAL Melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan bak outlet kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan.

UNIT TERKAIT
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BLOWER
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/012/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Blower adalah motor menekan udara untuk proses aerasi air
limbah.
TUJUAN Untuk proses aerasi pada bak buffer basin, FBBR, treated
water dan sluge storage.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL meperhatikan keadaan tekanan udara


pada pressuid.
2. Petugas IPAL memperhatikan keadaan karet/tali kipas
(belting).
3. Petugas IPAL memperhatikan kondisi sistem listrik.
4. Petugas IPAL Menyetel stop kran blower yang di
FBBR sesuai dengan kebutuhan (koordinasi dengan
laboratorium).
5. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan proses system blower kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1.IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK SUBMERSIBLE
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/013/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Bak Submersible adalah bak penampung air atau lumpur
yang bocor dari mesin ataupun kegiatan yang menggunakan
air.
TUJUAN Untuk menampung air dari bocoran perpipaan/mesin sistem
pengolahan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan keadaan bak apakah


kondisi air melimpah.
2. Petugas IPAL memperhatikan keadaan motor pada
panel kontrol apakah berfungsi.
3. Petugas IPAL memperhatikan motor mesin
Submersible apakah masih dapat bekerja secara
otomatis.
4. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan proses bak penampung pada ruang sentral
mesin pengolahan air limbah kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1.IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGONTROL BAK SLUGE STORAGE
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/014/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Sluge Storage adalah bak penampung lumpur yang telah
melebihi kebutuhan untuk proses dekomposisi di FBBR.
TUJUAN Untuk mengumpulkan lumpur yang kondisinya encer.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL memperhatikan volume lumpur apakah


sudah perlu dilakukan pengepresan lumpur.
2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi mixer apakah
berfungsi baik pada panel kontrol.
3. Petugas IPAL memperhatikan fungsi mesin pompa
sluge 2 buah apakah berfungsi baik atau tidak pada
panel kontrol.
4. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan bak sludge storage kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1.IPSRS RSUP H. Adam Malik.


MELAKSAKAN MENGONTROL PROSES DEWATERING
RSUP.H.ADAM MALIK SLUDGE
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/015/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Dewatering Sluge adalah Pengepresan lumpur.
TUJUAN Untuk mengepres lumpur dari hasil pengolahan air limbah.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL menggunakan APD.


2. Petugas IPAL memperhatikan kondisi pengepresan
lumpur apakah dalam keadaan baik pada panel kontrol.
3. Petugas IPAL memperhatikan kecukupan volume
tawas untuk proses pengepresan lumpur.
4. Petugas IPAL memperhatikan mesin pompa injeksi
desinfektan (kaporit) apakah berfungsi dengan baik
( ml/menit).
5. Petugas IPAL memperhatikan mesin pengaduk lumpur
pada proses pengepresan apakah dalam keadaan baik.
6. Petugas IPAL memperhatikan keadaan sprayer
pembersih kain pengepres lumpur.
7. Petugas IPAL menyetel kecepatan putaran pengepres.
8. Petugas IPAL memindahkan lumpur hasil
pengepresan ke lokasi pengumpulan lumpur yang telah
dipres.
9. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan dewatering sludge kepada Ka. Intalasi
Kesehatan Lingkungan.
10. Petugas IPAL membersihkan diri.

UNIT TERKAIT 1.IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
PENGOPERASIAN POMPA KOMPRESSOR AIR

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/016/2015

Ditetapkan
SPO
Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pompa kompressor air adalah suatu alat/pompa air yang
bertekanan tinggi yang berfungsi untuk
memperlancar/membersihkan alat.
Pengoperasian pompa kompressor air adalah langkah-
langkah untuk melakukan fungsi pompa kompressor air
TUJUAN 1. Untuk tidak terjadinya salah langkah dalam pelaksanaan
kegiatan penyemprotan.
2. Untuk membersihkan peralatan kerja.
3. Untuk membersihkan perpipaan yang tersumbat.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
1. Petugas IPAL menggunakan APD.
PROSEDUR 2. Petugas IPAL meletakkan alat pompa pada area aman
dari korsleting air,penggunaan selang isap,selang
tembak tidak bersimpang siuran pada saat penggunaan
alat.
3. Petugas IPAL menyambungkan selang isap pompa
dengan kran air atau masukkan selang pada wadah
yang telah berisi air .
4. Petugas IPAL memasukkan selang isap kedalam wadah
air, pastikan selang isap tidak bocor,bila bocor
kemungkinan besar air tidak terisap mesin.
5. Petugas IPAL meyambungkan selang tembak ke mesin
pompa.
6. Petugas IPAL menghubungkan kabel listrik mesin pompa
dengan arus listrik “ perhatikan terhindar dari korsleting
air “
7. Petugas IPAL menghidupkan tombol pompa, atur
tekanan otomatis pompa.
8. Petugas IPAL menekan pelatuk gun kompresor,bila
mana air belum keluar, pelatuk gun tetap ditekan agar
angin yang ada pada selang tembak keluar di tekan
mesin.
9. Petugas IPAL melihat Setelah air keluar lancar dari gun
kompresor stel semburan gun berbentuk tajam, sprayer
atau mengembun sesuai dengan kebutuhan.
10. Petugas IPAL Setelah selesai
menggunakannya,matikan / lepaskan pelatuk gun selang
kompresor.
11. Petugas IPAL mematikan tombol on/off mesin kompresor.
12. Petugas IPAL melepaskan selang tembak dan lepaskan
gun dari selang tembak.
13. Petugas IPAL mepaskan selang isap dari pipa air atau
lepaskan selang dari wadah penampung air.
14. Petugas IPAL menggulung selang tembak dan ikat.
15. Petugas IPAL menyusun mesin dan selang isap tembak
pada tempat tidak berair.
16. Petugas IPAL membersihkan diri.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
8. Petugas IPAL melaporkan permasalahan yang harus
dilaksanakan dengan terencana.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK PERAWATAN DIFUSER FBBR
PENGOLAHAN AIR LIMBAH
NO DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/018/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Perawatan difuser FBBR adalah kegiatan mengambil
atau membersihkan,memperbaiki kerusakan diffuser.
2. Difuser adalah media / alat yang berpori – pori.
TUJUAN 1. Untuk memaksimalkan fungsi difuser mengoperasi air
limbah.
2. Untuk mencegah tersumbatnya pori –pori diffuser.
Catatan :
Pembersihan dapat dilakukan 2 – 3 pipa / hari dan
selesai antara 3 – 5 hari.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas IPAL menggunakan APD.
2. Petugas IPAL mematikan seluruh pompa proses
pengolahan air limbah.
3. Petugas IPAL mempersiapkan tali untuk mengikat besi
sementara ke besi pagar pengaman.
4. Petugas IPAL membuka baut pengikat pipa yang
terdapat pada stop kran sebanyak 4 buah.
5. Petugas IPAL mengangkat besi pipa dengan tenaga
minimal 3 orang.
6. Petugas IPAL meletakkan pipa yang digeser pada lantai
dengan perlahan,agar plastic diffuser tidak pecah.
7. Petugas IPAL membuka difuser dari pipa.
8. Petugas IPAL membuka penutup / pengepres karet
berpori pada diffuser.
9. Petugas IPAL membersihkan lumpur yang menyumbat
pada pori karet diffuser atau pada sirkulasi semburan
pada difuser.
10. Petugas IPAL memperhatikan karet difuser apakah melar
atau tidak.
11. Petugas IPAL melihat bila karet masih baik,dipasang
kembali.
RSUP.H.ADAM MALIK PERAWATAN DIFUSER FBBR
PENGOLAHAN AIR LIMBAH

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/018/2015

PROSEDUR 12. Petugas IPAL melihat bila karet telah melar,karet tidak
usah dipasang karena dapat berakibat kebocoran /
ataupun lepas.
13. Petugas IPAL bila sudah selesai pembersihan dipasang
kembali pada pipa difuser.
14. Petugas IPAL memasang seluruhnya diffuser pada
pipa,pasang kembali pada posisi semula pada
pasangan perpipaan blower.
15. Petugas IPAL memasang pengikat pipa dipasang dan
dikunci dengan kekuatan seimbang pada empat
baut.Petugas IPAL melaksanakan pembersihan
diffuser pada pipa yang lainnya dapat diteruskan
dengan langkah 3 s/d 14.
16. Petugas IPAL menghidupkan kembali kembali mesin
blower
17. Petugas IPAL membersihkan diri.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
MEMBAKAR SAMPAH MEDIS DENGAN INCENERATOR

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/019/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  Membakar sampah medis adalah pemusnahan sampah
dengan cara membakar dengan suhu tinggi yang dapat
mematikan mikroorganisme pathogen.
 Incenerator adalah sarana pembakaran yang
menggunakan burner sebagai sumber pengapian yang
dapat mencapai suhu > 1000 0C.
TUJUAN Menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dikarenakan
pengelolaan sampah medis yang tidak baik.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas Incenerator menyiapkan APD..
2. Petugas Incenerator memakai APD.
3. Petugas Incenerator membuka pintu ruang pembakaran,
pastikan lantai pembakaran telah bersih dari debu
pembakaran sebelumnya.
4. Petugas Incenerator menyiapkan rak sebagai dudukan
sampah medis yang akan dibakar.
5. Petugas Incenerator mengangkat kantong plastik yang
berisi sampah medis dan masukkan kedalam ruang bakar
incinerator sampai mencapai 70 % s/d 80 % dari ruang
bakar dan pastikan sampah tidak menutupi nozel
pengapian.
6. Petugas Incenerator ,Setelah selesai pengisian ruang
pembakaran pintu ditutup dan pembakaran dapat dimulai.
7. Petugas Incenerator Selama pembakaran, harus
menghidupkan sprayer water pada cerobong asap.
8. Bila asap menebal, Petugas Incenerator mengendalikan
blower untuk mensinkronkan kebutuhan oksigen pada
pembakaran sehingga mengurangi asap yang keluar dari
cerobong.
9. Petugas Incenerator membersihkan diri.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
MENGOPERASIKAN INCENERATOR

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/020/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  Mengoperasikan incenerator suatu tatacara penggunaan
incenerator .
 Incenerator adalah sarana pembakaran yang
menggunakan burner sebagai0 sumber pengapian yang
dapat mencapai suhu > 1000 C.
TUJUAN Pengoperasian incinerator sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas menyalakan aliran listrik (Power ) pada panel


kontrol.
2. Petugas membuka kran bahan bakar pada tangki
harian
3. Petugas mengatur thermocontrol
0
pada primary
chamber sampai 1000 0
.C dan pada secondary
chamber sampai 1.200 C
4. Petugas mengatur Timer proses sesuai dengan lama
pembakaran yang diinginkan( ± 60 menit.
5. Petugas menyalakan excess air blower.
6. Petugas menyalakan burner 3 dan temperatur
secondari chamber menunjukkan ± 300 0 C ,Nyalakan
Primery burner.
7. Petugas Incenerator menyeting waktu pembakaran
pada timer pada waktu satu (1) jam.
8. Proses insinerasi akan terus berlangsung sesuai
waktu yang telah diatur dari timer proses.Masing –
masing burner akan otomatis mati apabila
temperature di chambernya melebihi temperatur yang
telah diset pada thermo control sebelumnya dan akan
kembali menyala apabila temperatur chamber sudah
turun pada temperatur tertentu dibawah temperatur
yang telah disetting.
9. Petugas Incenerator melihat ,Setelah proses
incinerasi selesai pastikan burner, dalam keadaan
mati. Biarkan excess air blower tetap menyala untuk
proses pendinginan ruang bakar. Kira – kira selama ±
30 menit, lalu matikan keduanya dengan urutan
seperti diatas.
10. Petugas Incenerator membuka pintu incenerator untuk
mengisi kembali ruang bakar utama dengan limbah
padat yang baru apabila ingin melanjutkan proses
pembakaran yang baru, tetapi bila tidak mau
membakar maka pintu incenerator bisa tetap ditutup
dan dibuka setelah tidak ada lagi proses pembakaran
atau dibuka setelah keesokan harinya.
11. Petugas Incenerator memastikan semua abu telah
dapat dikeluarkan, lalu tutup kembali pintu
pembuangan abu.
12. Petugas Incenerator mengulangi tahapan kerja yang
sama untuk proses insenerasi berikutnya.
Catatan :
1. Operator harus selalu berada di area incinerator untuk
dapat mengontrol proses incinerator berlangsung aman.
2. Pengisian sampah tidak boleh menutupi lubang burner
yang ada sebab akan menyebabkan “back fire” yang
dapat menyebabkan terbakarnya burner. Pengisian
sampah ke dalam ruang bakar utama yang aman adalah
70 – 80 % dari kapasitas ruang bakar itu sendiri.

UNIT TERKAIT IPSRS RSUP H. Adam Malik.


RSUP.H.ADAM MALIK
PERAWATAN DINDING RUANG BAKAR INCENERATOR

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/021/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Perawatan dinding ruang bakar incinerator adalah perwatan
keadaan dinding incinerator agar tetap baik dan stabil pada
saat pembakaran.
TUJUAN 1. Untuk terjaganya fungsi peralatan incinerator tetap
terjaga baik dalam jangka panjang
2. Untuk menghindari terjadinya kendala pada saat
melaksanakan perubahan
3. Agar suhu pembakaran sesuai dengan yang diharapkan
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas Incenerator memastikan proses insenarasi tidak
berlangsung dan burner dalam keadaan mati.
2. Petugas Incenerator membuka pintu depan incinerator
dan biarkan temperatur dalam ruang bakar sama dengan
temperatur udara normal.
3. Petugas Incenerator membersihkan dinding ruang bakar
dari jelaga dan sisa – sisa abu pembakaran.
4. Apabila dinding ruang bakar terjadi retakan – retakan
yang besarnya melebihi retakkan normal ( > 4 mm ),
maka :
- Petugas Incenerator menyiapkan campuran
homogen antara castable dengan air bersih
- Petugas Incenerator mengoleskan campuran
homogen ke dinding ruang bakar secara merata
menggunakan kuas dengan Ketebalan ± 10 mm.
untuk dinding yang retak,sebelum dilakukan
pelapisan, maka retakan harus ditutup dulu
dengan campuran homogen castable – air bersih.
- Biarkan selama 24 jam sampai lapisan ini
mengering.
Catatan :
Perawatan dinding ruang bakar dilakukan sebanyak dua kali
dalam sebulan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
2. Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PERAWATAN BURNER INCENERATOR

NO DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/022/2015
Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Perawatan burner incinerator adalah tindakan menjaga dan
menservice burner incinerator
TUJUAN 1. Untuk menjaga mekanik pembakaran tetap dalam
keadaan baik dan siap pakai pada saat diperlukan
2. Untuk membuat pengapian tetap stabil saat pembakaran
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Perawatan dan trouble shooting untuk masing – masing


burner disesuaikan dengan manual khusus burner yang
tersedia.
2. Apabila burner tidak dapat bekerja, Petugas Incenerator
memeriksa apakah kopling burner harus segera diganti.
3. Petugas Incenerator memeriksa ,Bila terjadi kegagalan
pada burner,periksa apakah kopling burner terbakar,bila
terbakar,maka kopling burner harus segera diganti.
4. Nozzle burner dibersihkan setiap 2 bulan sekali.
Catatan :
tanki bahan bakar harus selalu dalam keadaan terisi dengan
bahan bakar supaya system pompa yang ada pada burner
tidak rusak.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H.Adam Malik
2. Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGOPERASIAN PANEL INCENERATOR SLI

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/023/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengoperasian panel Incinerator SLI adalah langkah –
langkah penggunaan panel control proses pembakaran
incinerator type SLI.
TUJUAN Untuk menghindari terjadinya korsleting mekanikal listrik
pada panel control, burner maupun kipas pembakaran.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas Incenerator mengaktifkan MCB utama, MCB


beban dan MCB control.
2. Petugas Incenerator mengatur timer ( TM 1 ) selama 1
jam untuk proses pembakaran.
3. Petugas Incenerator memutar selector switch untuk
power ke kanan , maka
4. Timer pembakaran dan thermocontrol 1 dan 2 aktif
5. Petugas Incenerator memutar selector switch untuk
blower 1 ( bawah )
6. Petugas Incenerator memutar selector switch untuk
blower 2 ( atas )
7. Petugas Incenerator memutar selector switch untuk
burner
8. Petugas Incenerator, Setelah 1 jam pembakaran
selesai,maka semua beban mati
9. Petugas Incenerator melakukan Pendinginan ruang
pembakaran incinerator.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H.Adam Malik
2. Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PENDINGINAN INCENERATOR SLI

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/024/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pendinginan incinerator SLI adalah langkah pengontrolan
panel ataupun ruang bakar didalam tahap pendinginan.
TUJUAN 1. Untuk menghindari terjadinya kerusakan mekanikal
burner bila di matikan panel control masih dalam suhu >
3000 c
2. Untuk menjaga kondisi incinerator dalam keadaan baik.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas Incenerator melaksanakan ,Setelah 1 jam
pembakaran selesai, maka semua beban mati.
2. Petugas Incenerator mengembalikan posisi semula
selector switch untuk blower 1, Blower 2, Burner ,dan
selector untuk power ke kiri.
3. Petugas Incenerator mengatur timer ( TM 1 ) selama 30
menit untuk proses pendinginan.
4. Petugas Incenerator memutar selector switch untuk
power ke kanan, maka
5. Petugas Incenerator melihat Timer pembakaran dan
thermocontrol 1 dan 2 aktif.
6. Petugas Incenerator Putar selector switch untuk blower 1
( bawah )
7. Petugas Incenerator Putar selector switch untuk blower 2
( atas )
8. Petugas Incenerator Setelah 30 menit pendingan
selesai, maka semua baban mati.
9. Petugas Incenerator melihat ,Bila suhu ruang bakar
masih > 3000 C ulangi langkah 3 s/d 8
10. Bila suhu ruang bakar telah ≤ 300 0 c maka kembalikan
posisi semula selector switch untuk blower 1, blower 2,
dan selector untuk power ke kiri.
Catatan :
Apabila ingin melakukan pembakaran lagi ikuti petunjuk dari
mulai proses pembakaran sampai proses pendinginan.
UNIT TERKAIT IPSRS RSUP H.Adam Malik

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAWASAN KUALITAS AIR BERSIH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/025/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengawasan Kualitas Air Bersih adalah untuk memantau
kualitas baku mutu persediaan air bersih dengan
pemeriksaan laboratorium terakreditasi.
TUJUAN Terpantau dan terlindunginya penyediaan air bersih agar
tetap aman dan mencegah penurunan kualitas air bersih dan
penggunaan air yang dapat membahayakan kesehatan serta
meningkatkan kualitas air bersih.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.20/IV.4.6/68/2015. Tentang Kebijakan Pemeriksaan
kwalitas Air Bersih di RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan melaksanakan


pengamatan dan menentukan titik pengambilan sampel
pada jaringan distribusi air.
2. Petugas laboratorium lingkungan menentukan titik
pengambilan sample pada ruangan yang telah
ditentukan.
3. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel
pada titik pengambilan sampel yang sudah ditentukan.
4. Petugas laboratorium lingkungan mengantar sampel ke
BTKL/LABKES.
5. Pemeriksaan sampel dilakukan oleh BTKL/LABKES.
6. Petugas laboratorium lingkungan mengambil hasil
pemeriksaan kualitas air bersih dari BTKL/LABKES.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGAWASAN KUALITAS AIR BERSIH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/025/2015
PROSEDUR 7. Kepala instalasi kesling dan Petugas laboratorium
lingkungan mengevaluasi hasil pemeriksaan kualitas air
bersih.
8. Kepala instalasi kesling melaporkan hasil evaluasi
pemeriksaan kualitas air bersih kepada Direktur Utama.
9. Direktur menindak lanjuti hasil evaluasi pemeriksaan
kualitas air bersih Rumah Sakit. Dan mengkordinasikan
dengan pihak terkait.
10. Pemeriksaan kualitas air bersih RSUP H. Adam Malik.
Dilaksanakan setiap 1 x 6 bulan secara kimia dan 1 x 3
bulan secara Mikrobiologi.
TUJUAN 1. Unit pelayanan. RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
3. BTKL Medan/LABKES.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAMBILAN SAMPEL AIR BERSIH DAN AIR MINUM

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/026/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengambilan sampel air bersih adalah pengambilan air
sampel dengan tahap-tahap yang tepat.
TUJUAN 1. Mencegah terjadinya pencemaran sampel saat
pengambilan pada titik-titik sampel.
2. Agar sampel yang diambil tetap kondisi stabil mulai dari
pengambilan sampel sampai ke tempat pemeriksaan
laboratorium lingkungan terakreditasi.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.20/IV.4.6/68/2015.. Tentang Kebijakan Pemeriksaan
kwalitas Air Bersih di RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Ka. Instalasi merekomendasikan titik pengambilan


sampel air guna pemeriksaan yang dibutuhkan sesuai
dengan peraturan yang berlaku (Kepmenkes RI No
1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan lingkungan
rumah sakit). Antara lain adalah : Instalasi Gizi, Ruang
Operasi, Kamar Bersalin, Kamar Bayi, Patologi Klinik,
Farmasi, CSSD, RA1, IGD, Hemodialisa sebelum RO dan
sesudah RO, ICU, Mikrobiologi, Poli gigi, Sumur bor (3
titik), Reservoar, Air PAM, Air Minum (CMU, RA, RB) .
2. Petugas mengenakan sarung tangan karet (handscun)
sebelum mengambil sampel.
3. Petugas laboratorium lingkungan mempersiapkan jumlah
wadah sampel yang telah steril sesuai dengan jumlah
titik pengambilan sample dan wadah penyimpanan /
pengiriman sampel.
4. Petugas laboratorium lingkungan membuat stiker kode di
luar wadah sampel, sesuai dengan titik pengambilan dan
peruntukan pemeriksaan.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAMBILAN SAMPEL AIR BERSIH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/026/2015
PROSEDUR 5. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel
pada titik-titik yang telah direkomendasikan oleh
kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan.
6. Petugas laboratorium lingkungan melaksanakan
fiksasi kemudian menampung air yang sedang
mengalir.
7. Petugas laboratorium lingkungan menutup wadah
sampel, namun sebelum menutup wadah, udara
dalam wadah sampel harus kosong.
8. Petugas laboratorium lingkungan mempersiapkan
pengiriman sampel ke BTKL/LABKES.
9. Petugas laboratorium lingkungan mengantar sampel
dan mengambil hasil pemeriksaan sesuai dengan
tanggal yang ditentukan.
10. Ka instalasi kesling mengevaluasi hasil pemeriksaan
laboratorium.
11. Ka instalasi kesling melaporkan Hasil evaluasi
pemeriksaan laboratorium kepada Direktur Utama.
TUJUAN 1. Unit pelayanan. RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
3. BTKL Medan/LABKES.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGAWASAN KUALITAS AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/027/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengawasan Kualitas Air Limbah adalah memantau kualitas
baku mutu buangan Air Limbah dengan pemeriksaan
laboratorium yang terakreditasi.
TUJUAN Mencegah terjadinya penurunan kualitas air limbah
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas IPAL dan Laboratorium lingkungan


melaksanakan pengamatan pada proses pengolahan air
limbah
2. Petugas Laboratorium lingkungan mengambil sampel air
limbah inlet dan outlet.
3. Petugas Laboratorium lingkungan mengantar sampel air
limbahke BTKL atau LABKES.
4. Pemeriksaan Sampel dilaksanakan di laboratorium yang
terakreditasi
5. Petugas Laboratorium lingkungan mengambil hasil
pemeriksaan air limbah dari BTKL atau LABKES.
6. Ka.instalasi kesling dan petugas Laboratorium
lingkungan dan petugas IPAL Mengevaluasi hasil
pemeriksaan kualitas air limbah.
7. Ka instalasi kesling melaporkan hasil evaluasi
pemeriksaan kualitas air limbah kepada Direktur Utama.
8. Direktur menindaklanjuti hasil evaluasi pemeriksaan
kualitas air limbah Rumah Sakit.
9. Pemeriksaan kualitas air limbah RSUP H. Adam Malik
dilaksanakan setiap 1 x 1 Bulan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit pelayanan RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
3. BTKL /LABKES Medan

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/028/2015

Ditetapkan
Direktur Utama,
SPO
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015 DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
LINGKUNGAN
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengambilan Sampel Air Limbah adalah kegiatan
pengambilan sampel air limbah sesuai dengan tahap-tahap
yang telah ditentukan.
TUJUAN Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengambilan
sampel air limbah.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Ka. Instalasi Kesehatan Lingkungan merekomendasikan
kepada petugas laboratorium kesehatan lingkungan
RSUP H. Adam Malik mengambil sampel pada bak Inlet
dan pada bak outlet.
2. Petugas laboratorium lingkungan menggunakan APD.
3. Petugas laboratorium lingkungan mempersiapkan
wadah pengambilan sampel yang telah steril. Yang
berwarna gelap untuk pemeriksaan biologi dan tidak
berwarna untuk pemeriksaan fisika/Kimia.
4. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel
pada bak Inlet dan pada bak outlet.
5. Petugas laboratorium lingkungan membuat label (kode)
di wadah sampel, sesuai dengan titik pengambilan dan
peruntukan pemeriksaan.
6. Petugas laboratorium lingkungan mempersiapkan wadah
pengiriman sampel.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/028/2015
PROSEDUR 7. Petugas Laboratorium lingkungan, pada lokasi titik
pengambilan sampel, petugas membuka penutup wadah
dan memfiksasi permukaan wadah sampel, kemudian
diisi air limbah yang ada dalam bak inlet dan bak outlet
sampai penuh. Sewaktu menutup wadah sampel
upayakan udara dalam botol sampel dalam keadaan
kosong.
8. Petugas Laboratorium lingkungan mengirim
sampel dan mengambil hasil pemeriksaan sampai
tanggal yang disepakati dari BTKL/LABKES.
9. Ka instalasi kesling ,Petugas IPAL dan laboratorium
lingkungan mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.
10.Ka .instalasi lingkungan melaporkan hasil evaluasi
pemeriksaan laboratorium kepada Direktur Utama.
TUJUAN 1. Seluruh unit kerja RSUP H.Adam Mlik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
3. BTKL Medan
RSUP.H.ADAM MALIK PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BERSIH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/029/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemeriksaan kualitas air bersih adalah pemantauan keadaan
sanitasi dan kualitas air bersih secara mikrobiologi, fisik dan
kimia.
TUJUAN Mencegah terjadinya penurunan kualitas baku mutu air
bersih RSUP H Adam Malik.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.20/IV.4.6/68/2015. Tentang Kebijakan Pemeriksaan
kwalitas Air Bersih di RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas Laboratorium lingkungan memantau keadaan
sanitasi air bersih.
2. Petugas Laboratorium lingkungan memantau kondisi
plumbing air bersih agar tidak terjadi arus balik.
3. Petugas Laboratorium lingkungan mengambil sampel air
bersih untuk pemeriksaan mikrobiologi, fisik dan kimia
pada Inst Bedah Pusat, Inst. Gizi, Ruang Bersalin,
Kamar Bayi, IGD, Inst.Patologi Klinik, Inst CSSD, Inst
Haemodialisa sebelum RO dan sesudah RO, ICU,
Mikrobiologi, Poli gigi, Sumur bor (3 titik), Reservoar, Air
PAM, Air Minum (CMU, RA, RB) ., Inst Mikrobiologi, Inst.
Farmasi.
4. Petugas Laboratorium. lingkungan mengirim sampel ke
BTKL Medan.
5. Ka. Inst. Kesling dan Petugas Laboratorium lingkungan
mengevaluasi hasil pemeriksaan kualitas air bersih.
6. Ka. Inst. Kesling melaporkan dan berkoordinasi dengan
IPSRS apabila dalam hasil pemeriksaan kualitas air
terdapat parameter yang menyimpang dari standar,
maka harus dilakukan pengolahan sesuai permasalahan
parameter dan perbaikan sarana bila diperlukan.
7. Ka. Inst kesling melaporkan keadaan kualitas air bersih
pada Direktur Utama.
8. Pemeriksaan kualitas air bersih dilakukan 1 X 6 bulan,
secara kimia dan 1x3 bulan secara mikrobiologi.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja dan pelayanan RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
3. BTKL/LABKES Medan

RSUP.H.ADAM MALIK
PEMERIKSAAN SUHU AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/030/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemeriksaan suhu air limbah adalah pemantauan keadaan
suhu air limbah.
TUJUAN Untuk menjaga suhu air limbah sesuai dengan baku mutu
suhu air limbah Rumah Sakit.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan menggunakan APD.


2. Petugas Laboratorium lingkungan mengambil sampel air
limbah dari bak ( buffer basin, return sludge, FBBR 1 &
2).
3. Petugas Laboratorium lingkungan memeriksa suhu
sampel air limbah dengan thermometer sampai
terindikasi konstan.
4. Petugas Laboratorium lingkungan mencatat hasil
pemeriksaan pada buku laporan.
5. Petugas Laboratorium lingkungan melaporkan hasil
pemeriksaan kepada penanggungjawab Pengolahan Air
Limbah setiap hari.
6. Apabila suhu air limbah diatas atau dibawah suhu
optimum maka harus dilakukan perbaikan proses
sehingga pertumbuhan mikrobia tidak terganggu.
7. Kapokja Laboratorium Lingkungan membuat laporan
bulanan kepada Instalasi Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik

RSUP.H.ADAM MALIK
PEMERIKSAAN NITROGEN, AMONIA AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/031/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Nitrogen & Amonia adalah gas yang terikat dengan air dan
dapat mengganggu pertumbuhan mikro dalam proses
pengolahan air limbah.
TUJUAN Untuk mengetahui kadar nitrogen & ammonia dalam proses
pengolahan air limbah.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan menggunakan APD.


2. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel air
limbah dari bak effluent.
3. Petugas laboratorium lingkungan memeriksa sampel
dengan Spektrofotometer.
4. Petugas laboratorium lingkungan memilih program untuk
metoda High Range Nitrogen Ammonia Test’N. Tube
(2465), Tekan enter.
5. Layar akan menampilkan : HACH Program 2465 N,
Ammonia HR TNT, dengan panjang gelombang 655 nm.
6. Petugas laboratorium lingkungan membuka tutup Amver
Diluent Reagent High Range Vials. Mengisi satu vial
dengan 0,1 ml deionisasi (sebagai blanko), Mengisi satu
vial yang lain dengan 0,1 ml sample.
7. Petugas laboratorium lingkungan menambahkan satu
ampul Ammonia Salicylate Reagent Powder Pillow ke
setiap vial.
8. Petugas laboratorium lingkungan menutup dan
mengocok sampai tercampur rata.
catatan : bila ada ammonia akan terbentuk warna hijau.
9. Petugas laboratorium lingkungan menekan tombol start
timer, setelah 20 menit reaksi akan dimulai.
10. Petugas laboratorium lingkungan memasukkan Test
Tube Adapter ke sample cell module.
11. Petugas laboratorium lingkungan membersihkan vial
dengan lap bersih / tissue setelah timer berbunyi.

RSUP.H.ADAM MALIK
PEMERIKSAAN NITROGEN, AMONIA AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/031/2015
PROSEDUR 12. Petugas laboratorium lingkungan memasukkan vial
blanko ke dalam sel holder, menekan tombol di bawah
ZERO.Layar akan menampilkan : 0,0 mg/L NH3-N.
13. Petugas laboratorium lingkungan memasukkan vial
sampel ke dalam sel holder, Hasil dalam mg/L NH3-N
akan muncul di layar.
14. Petugas laboratorium lingkungan mencatat hasil
pemeriksaan pada buku laporan.
15. Petugas melaporkan hasil pemeriksaan kepada Kapokja
Pengolahan Air Limbah sehingga apabila ada
permasalahan proses pengolahan air limbah dapat
segera diatasi.
16. Kapokja Laboratorium Lingkungan membuat laporan
bulanan kepada Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK PEMERIKSAAN pH AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/032/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemeriksaan pH air limbah adalah kegiatan pemeriksaan
keaasaman atau kebasaan suatu zat atau unsur kimia.
TUJUAN 1. Untuk mengetahui tingkat kebasaan ataupun keasaman
air limbah.
2. Untuk mengendalikan kehidupan mikroorganime dalam
pengolahan air limbah.
3. Untuk menyesuaikan dengan baku mutu buangan air
limbah RS.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan menggunakan APD.


2. Petugas laboratorium lingkunganmengambil sampel air
limbah dari bak inlet dan bak outlet.
3. Petugas laboratorium lingkungan memeriksa
keasaman/kebasaan air sampel dengan menggunakan
alat ukur pH meter digital atau manual.
4. Petugas laboratorium lingkunganmembaca hasil pada
layar pH meter/ membandingkan dengan standard.
5. Petugas laboratorium lingkungan mengamati tingkat
keasaman/kebasaan sampel dan mencatat hasil
pemeriksaan pada buku laporan.
6. Petugas laboratorium lingkunganmelaporkan hasil
pemeriksaan kepada Kapokja laboratorium lingkungan.
7. Kapokja laboratorium lingkungan membuat laporan
bulanan kepada Ka inst. Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP. H. Adam Malik.

RSUP.H.ADAM MALIK
PEMANTAUAN KECEPATAN ALIR AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/033/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemantauan kecepatan alir air limbah adalah pengamatan
kecepatan alir air limbah pada alat V-Notch.
TUJUAN Untuk mempertahankan laju proses air limbah pada bak
FBBR sampai menuju bak Setling Basin selama waktu ± 4
jam.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas pengolahan air limbah memantau angka


bilangan yang tertera pada Triangle weir pada saat air
limbah mengalir namun tidak di tambah lumpur dari
return sludge.
2. Membaca angka batas atas air limbah dan mencatatnya.
3. Bila laju alir air limbah tidak sesuai dengan yang di
rencanakan, stel kecepatan debit air limbah pada stop
kran Buffer Basin sebanyak 3 unit.
4. Tenaga personil untuk penyetelan laju alir air dari bak
buffer basin ke bak Fluidized Buffer Basin Reactor
minimal sebanyak 2 orang.
5. Satu orang menyetel
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMERIKSAAN DO AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/034/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemeriksaan DO air limbah adalah oksigen terlarut dalam
air.
TUJUAN  Untuk mengetahui kandungan oksigen air limbah
 Untuk mengontrol pengolahan air limbah.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan menggunakan APD.
2. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel air
limbah dari bak influent, buffer basin, FBBR 1 & 2,
Effluent
3. Petugas laboratorium lingkungan memeriksa sampel air
limbah dengan alat DO (Dissolved Oksigen) meter.
4. Petugas laboratorium lingkungan membaca hasil yang
tertera di DO meter.
5. Petugas laboratorium lingkungan mencatat hasil
pemeriksaan pada buku laporan
6. Petugas laboratorium lingkungan melaporkan secara
lisan atau tulisan hasil pemeriksaan DO air limbah
Kepada Ka. Inst. Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/035/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Mikrobiologi adalah mikrobia pengurai dalam proses air
limbah.
TUJUAN  Untuk mengetahui jenis bakteri dalam air limbah.
 Untuk mengetahui tingkat kehidupan bakteri yang
dibutuhkan dalam proses penguraian zat-zat organik air
limbah
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik
No.PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan mengambil sampel air


limbah dengan pipet volume
2. Petugas laboratorium lingkungan memeriksa sampel air
limbah dengan mikroskop.
3. Petugas laboratorium lingkungan memeriksa
pertumbuhan dan aktifitas pergerakan mikrobia yang
ada.
4. Petugas laboratorium lingkungan mengidentifikasi
jenis mikroba sesuai gerak dan bentuknya.
5. Petugas laboratorium lingkungan mencatat hasil
pemeriksaan pada buku laporan.
6. Petugas laboratorium lingkungan membuat laporan
hasil pemeriksaan kepada penanggungjawab/kapokja
pengolahan air limbah setiap hari.
7. Melaporkan secara lisan atau tulisan kehidupan
mikrobiologi pada proses pengolahan air limbah kepada
petugas IPAL dan Ka. Inst. Kesehatan Lingkungan.
8. Kapokja laboratorium lingkungan membuat laporan
bulanan kepada Kepala Inst. Kesehatan Lingkungan.

UNIT TERKAIT 1. Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik.


2. IPSRS RSUP H. Adam Malik

RSUP.H.ADAM MALIK PENGUKURAN SUHU / KELEMBABAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/036/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Suhu adalah kondisi udara dalam keadaan dingin, normal
atau panas.
2. Kelembaban adalah kandungan uap air pada udara.
3. Pengukuran suhu / kelembaban ruangan adalah
pemeriksaan pengukuran keadaan suasana panas /
dingin dan kelembaban pada ruangan kegiatan
pelayanan maupun penunjang.
TUJUAN 1. Untuk menstandarisasi suhu ruangan sesuai
kegunaannya..
2. Untuk menstandarisasi kelembaban ruangan sesuai
kegunaannya.
3. Untuk kenyamanan pengguna ruangan.
4. Untuk menghindari kecelakaan kerja.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/71/2015.Tentang Kebijakan Kebersihan
Lingkungan. di RSUP.H.Adam Malik Medan
PROSEDUR 1. Sebelum pelaksaanaan program pengukuran sanitasi
suhu/kelembaban rumah sakit, terlebih dahulu alat telah
dikalibrasi oleh IPSRS.
2. Petugas laboratorium lingkungan mengkondisikan posisi
baterai :
- Pastikan tegangan baterai masih kondisi 9 volt dengan
menggunakan multitester.
- Pastikan arah kutub baterai (+) dan (-) tidak terbalik
dengan pasangannya.
3. Petugas laboratorium lingkungan membuka penutup
sensor deteksi suhu dengan cara menarik sambil
memutar kekiri ataupun kanan.
4. Petugas menekan tombol on, kemudian perhatikan layar
display, tampak bilangan yang tertera.

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGUKURAN SUHU / KELEMBABAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/036/2015
PROSEDUR 5. Perhatikan bilangan pada display ; Bila dilengkapi hurup
“H”, artinya “ pengukuran dalam kondisi pengukuran
kelembaban (Higrometer). Bila dilengkapi hurup “ 0 C”
artinya pengukuran dalam kondisi pengukuran suhu
udara dalam satuan 0 C( derajat Celsius). Bila tidak
dilengkapi hurup, artinya pengukuran dalam kondisi
pengukuran suhu udara dalam satuan 0 F (Derajat
Fahrenheid).
6. Untuk pengukuran kelembaban tekan tombol yang
tertera “RH%”, hasil pengukuran yang tertera pada
display dicatat. Pengukuran dilakukan 3 kali dalam
rentang waktu 1 menit.
7. Untuk pengukuran suhu ruangan dalam satuan ( 0C)
tekan tombol yang tertera 0 C, hasil pengukuran yang
tertera pada display dicatat. Pengukuran dilakukan 3 kali
dalam rentang waktu 1 menit.
8. Untuk pengukuran suhu ruangan dalam satuan ( 0F) tekan
tombol yang tertera 0F, hasil pengukuran yang tertera
pada display dicatat. Pengukuran dilakukan 3 kali dalam
rentang waktu 1 menit.
9. Ditekan tombol off,jika alat tidak dioperasikan.
10. Keluarkan baterai jika sudah selesai pengukuran.
Membuat laporan tertulis kepada Direktur Utama tentang
hasil pengukuran dan langkah perbaikan yang harus
dilaksanakan.
11. Pengukuran dilakukan dengan thermohygrometer 1 x 6
bulan.
UNIT TERKAIT 1. Setiap unit tempat pengukuran RSUP H. Adam Malik
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGUKURAN KEBISINGAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/037/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Kebisingan adalah intensitas gelombang suara yang
terpapar pada area sekitar dari sumber suara.
2. Pengukuran kebisingan ruangan adalah pelaksanaan
pengukuran intensitas suara di rumah sakit.
TUJUAN 1. Pengawasan sanitasi kebisingan Rumah Sakit.
2. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja pada
petugas, pengunjung ,pengguna pelayanan Rumah Sakit
akibat kebisingan diatas ambang batas.
3. Untuk sebagai acuan pengukuran kebisingan ruangan di
rumah sakit.
KEBIJAKAN Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/71/2015.Tentang Kebijakan Kebersihan
Lingkungan. di RSUP.H.Adam Malik Medan .

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium lingkungan, Sebelum


pelaksaanaan program pengukuran kebisingan rumah
sakit, terlebih dahulu alat telah dikalibrasi oleh IPSRS.
2. Petugas laboratorium lingkungan mengkondisikan posisi
baterai kearah yang benar ( + dan - ).
3. Ditekan tombol On.
4. Baca hasil besaran pengukuran dalam dB yang tertera
pada Display.
5. Catat hasil pengukuran tiap 4 detik selama 1 menit,
hitung rata-rata nya.
6. Ditekan tombol OFF jika alat tidak dioperasikan.
7. Petugas laboratorium lingkungan mengeluarkan baterai
jika sudah selasai pengukuran.
8. Petugas laboratorium lingkungan menganalisa hasil
pengukuran apakah telah sesuai dengan ambang batas
yang ditetapkan dalam peraturan yang berlaku.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGUKURAN KEBISINGAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/037/2015
PROSEDUR 9. Ka Instalasi Kesling membuat laporan tertulis kepada
Direktur utama tentang hasil pengukuran dan langkah –
langkah yang dilakukan untuk pemecahan permasalahan
kebisingan.
10. Pengukuran kebisingan ruangan dilakukan dengan alat
sound level meter 1 x 6 bulan.
UNIT TERKAIT 1. Setiap unit tempat pengukuran RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGUKURAN PENCAHAYAAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/038/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Pencahayaan adalah sinar atau cahaya yang terpancar
dalam ruangan maupun pada media kerja.
2. Pengukuran pencahayaan ruangan adalah pelaksanaan
pengukuran intensitas pencahayaan dalam ruangan di
Rumah Sakit.
TUJUAN 1. Untuk menghindari terjdinya kecelakaan kerja karena
kekurangan cahaya / tidak sesuai ambang batas
2. Sebagai acuan cara pengukuran intensitas cahaya
dalam ruangan dan mendapatkan data intensitas
cahaya.
3. Untuk kenyamanan pengguna ruangan.
KEBIJAKAN a. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/71/2015.Tentang Kebijakan Pengukuran
Pencahayaan, Penghawaan dan Tingkat Kebisingan di
RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Sebelum pelaksaanaan program pengukuran sanitasi


kebisingan RS, terlebih dahulu alat telah dikalibrasi oleh
IPSRS.
2. Pengukuran dilakukan pada suatu bidang kerja disemua
ruangan dalam bangunan rumah sakit.
3. Kondisi dan posisi baterai dikontrol.
4. Ditekan tombol On.
5. Digeser tombol range selection sesuai besaran yang
dikehendaki ( x1,x10, atau x100 ).
6. Letakkan alat ukur pada bidang kerja.
7. Baca hasil besaran pengukuran pada display dan catat
8. Sebanyak 5 titik bidang kerja dilakukan pengukuran
dengan lajur pancaran bintang lima lalu satu titik
pengukuran pada tengah lajur bintang lima.

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGUKURAN PENCAHAYAAN RUANGAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/038/2015
PROSEDUR 9. Keseluruhannya pengukuran dalam satu ruangan adalah
enam titik .
10. Dicatat hasil pengukuran dan hitung rata-ratanya untuk
sampel satu ruangan.
11. Ditekan tombol off bila alat sudah tidak dioperasikan.
12. Lepas akan baterai bila penggunaan alat akan dilakukan
dalam waktu yang panjang.
13. Analisa hasil pengukuran masing-masing ruangan
apakah telah sesuai dengan ambang batas yang
ditetapkan pada peraturan yang berlaku.
14. Membuat laporan tertulis kepada Direktur tentang hasil
pengukuran dan langkah perbaikan yang dilakukan.
15. Pengukuran intensitas cahaya dengan lux meter 1 x 6
bulan.
UNIT TERKAIT 1. Setiap unit tempat pengukuran RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
PENGELOLAAN KESEHATAN LINGKUNGAN TAMAN DAN
RSUP.H.ADAM MALIK HALAMAN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/039/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Lingkungan Taman dan halaman adalah area
pekarangan yang ditata dengan berbagai bentuk
keindahan seperti berbagai pohon bunga atau sejenis,
pepohonan kecil yang indah dapat menyejukkan /
mengindahkan pandangan mata dan sebagian
permukaan tanah ditanami rerumputan dan tidak banyak
ditanami pohon besar.
2. Pengelolaan kesehatan lingkungan taman dan halaman
adalah penataan,pemeliharaan tumbuhan yang ada
pada taman.
TUJUAN 1. Untuk mempertahankan penataan dan keindahan taman
dan halaman.
2. Untuk menghindari/mengurangi pemanasan global.
KEBIJAKAN a. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan
PROSEDUR 1. Petugas/pelaksana pengelola taman dan halaman
melaksanakan :
a. Pemangkasan bunga yang di bonsai.
b. Penyiraman bunga / tumbuhan yang kekurangan
air.
c. Penggantian bunga / tumbuhan yang mati.
d. Memangkas rumput.
e. Pembersihan sampah pada taman dan halaman.
f. Pembersihan gulma liar pada taman dan halaman.
g. Pemaculan / merapikan rumput pada pinggiran
taman dan halaman yang berumput.
h. Pembersihan ranting / dahan yang telah mongering
pada pohon.
2. Petugas /pelaksana mencatat keadaan taman dan
halaman yang bermasalah.
3. Pengawas kesling memonitor cleaning service taman
dalam pelaksanaan pengelolaan taman dan halaman.
4. Pengawas kesling mengevaluasi pelaksanaan pengelola
kesehatan lingkungan taman dan halaman dan
melaporkan ke Ka inst kesehatan lingkungan.
UNIT TERKAIT 1.Pelaksana cleaning service RSUP H. Adam Malik
2.Subbag Rumah Tangga RSUP. Adam Malik.

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGELOLAAN KESEHATAN LINGKUNGAN PARKIR

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/040/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Lingkungan Parkir adalah area pekarangan yang pada
permukaan tanah dipasang paving blok ataupun batuan /
aspal dan sebagian kecil ditanami pepohonan besar
maupun bunga.
2. Pengelolaan kesehatan lingkungan Parkir adalah
penataan, pemeliharaan fasilitas parkir yang ada pada
peparkiran.
TUJUAN 1. Untuk menjaga kebersihan parkir agar tetap kondisi baik.
2. Untuk menjaga kenyamanan parkir.
3. Untuk menjaga kesejukan peparkiran.
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Petugas/pelaksana memantau :


a. Kerusakan permukaan conblok.
b. Ketidakrataan permukaan conblok
c. Kerusakan pembatas parkir dengan halaman atau
taman.
d. Keindahan estetika parkir.
e. Penyiraman tumbuhan .
f. Penggantian bunga / tumbuhan yang mati.
g. Memangkas rumput.
h. Pembersihan sampah pada kelengkapan parkir.
i. Pembersihan rumput liar yang tumbuh pada
parkiran.
j. Pembersihan ranting / dahan pepohonan yang
mengering.
2. Pengawas kesling memonitor dalam pelaksanaan
pengelolaan kebersihan parkir.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGELOLAAN KESEHATAN LINGKUNGAN PARKIR

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/040/2015
PROSEDUR 3. Pengawas kesling memonitor pelaksanaan pengelolaan
Parkir.
4. Pengawas kesling mengevaluasi pelaksanaan
pengelolaan kesehatan lingkungan Parkir dan
melaporkan ke Ka Inst. Kesehatan Lingkungan.
UNIT TERKAIT 1. Pelaksana Cleaning Service RSUP H. A dam Malik..
2. Subbag Rumah Tangga RSUP H. Adam Malik
3. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENDISTRIBUSIAN WADAH PLASTIK SAMPAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/041/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pendistribusian plastik sampah adalah Penyaluran kantong
sampah sesuai dengan kebutuhan dan kategori sampah .
TUJUAN 1. Untuk mendapatkan data jumlah kebutuhan plastik
sampah setiap pelayanan / kegiatan Rumah Sakit.
2. Untuk data pertanggungjawaban pemakaian plastik
sampah.
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan
PROSEDUR 1. Petugas cleaning service meminta Ke Instalasi
Kesehatan Lingkungan kebutuhan plastik sesuai dengan
kategori sampah disetiap ruangan.
2. Staf Instalasi Kesehatan Lingkungan dan petugas
cleaning service menghitung bersama sejumlah yang
dibutuhkan pada ruangan yang menghasilkan sampah.
3. Staf Instalasi Kesehatan Lingkungan mencatat / mendata
jumlah, tanggal,unit kerja, kemudian ditanda tangani
yang menerima dan yang memberi.
4. Setiap akhir bulan staf Instalasi Kesehatan Lingkungan
mentabulasi jumlah plastik yang didistribusikan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik.
2. Petugas cleaning service RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGADAAN WADAH PLASTIK SAMPAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/042/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengadaan wadah plastik sampah adalah proses pengadaan
wadah plastik sampah RS
TUJUAN 1. Agar kebutuhan wadah plastik tetap tersedia.
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan
PROSEDUR 1. Ka Inst. Kesehatan lingkungan mendata seluruh wadah
penampungan sampah.
2. Mengajukan permintaan kebutuhan kantong plastik
sampah sesuai jumlah tong sampah dan kebutuhan ke
Direktur utama melalui Direktur Umum dan Operasional.
3. Direksi menunjuk rekanan yang mengadakan permintaan
kantong plastik sampah sesuai dengan yang di
butuhkan.
4. Rekanan memasukan kantong plastik ke Gudang Rumah
Sakit.
5. Instalasi Kesehatan Lingkungan mengorder kantong
plastik ke Gudang Rumah Sakit.
6. Kantong plastik sampah dimasukkan ke Instalasi
kesehatan lingkungan sesuai permintaan.
7. Instalasi Kesehatan Lingkungan akan mendistribusikan
kantong plastik sampah ke ruangan – ruangan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik
2. Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK PEMAKAIAN CAIRAN DESINFEKTAN LANTAI
RUANG PELAYANAN PASIEN
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/043/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Cairan Desinfektan lantai adalah cairan yang mengandung
desinfektan yang digunakan untuk membersihkan lantai.
TUJUAN 1. Agar lantai bersih dan nyaman
2. Agar lantai terhindar dari kuman
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Siapkan air dalam ember sebanyak 10 Liter


2. Tuangkan cairan Desinfektan sebanyak 32 cc
3. Lalu, Lakukan pengepelan lantai seluas 36 meter
persegi.atau pengepelan dilakukan di setiap kamar
ruangan .
4. Bilas kain pel dan buang air bekas pengepelan. Ganti
dengan air pengepelan yang baru dan tuangkan kembali
Desinfektan sebanyak 32 cc. Lakukan pengepelan seperti
point 3.Penggantian air pengepelan dilakukan setiap
pengepelan kamar berikutnya.
5. Lakukan pembersihan ruangan berikutnya sesuai dengan
point 1 sampai dengan point 4.

UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik.


2. Pelaksana Cleaning Service RSUP H. Adam Malik.
RSUP.
H.ADAM MALIK PEMISAHAN JENIS SAMPAH

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/044/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemisahan jenis sampah adalah pemilahan /
pengelompokan sesuai dengan kategori sampah Infeksius,
Domestik, Radiologi, Farmasi dan Citotoksis.
TUJUAN 1. Untuk memudahkan penangan sampah
2. Untuk menghindari kesalahan pengolahan sampah
3. Untuk mengefisienkan biaya pemusnahan sampah
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Siapkan Tong sampah sesuai dengan warna yang
ditentukan dan jenis sampah.
2. Sampah medis ( infeksius ) dikumpulkan dalam tong
sampah berwarna kuning dan dilapisi kantong plastik
kuning yang berlogo “Biohazard” dan bertuliskan “
Sampah Infeksius “
3. Sampah non infeksius ( Domestik ) dikumpulkan dalam
tong sampah bewarna hitam dan dilapisi pada bagian
dalam dengan katong plastik warna hitam yang
bertuliskan “ Sampah non infeksius
4. Sampah citotoksis dibuang dalam tong sampah
berwarna ungu dan pada bagian dalamnya dilapisi
kantong plastik bewarna ungu berlogo sel dan
bertuliskan “ Sampah Citotoksis “ .
5. Sampah radiologi yang mengandung radiasi
dikumpulkan dalam tong bewarna merah dan dibagian
dalam dilapisi kantong plastik bewarna merah berlogo
Radioaktif bertuliskan “ Sampah Radio Aktift “.
6. Sampah farmasi dibuang dalam tong sampah berwarna
coklat dan pada bagian dalam dilapisi kantong plastik
berwarna coklat dan bertuliskan “ Sampah Farmasi “ .
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik.
2. PD Kebersihan
3. Incenerator
4. BATAN
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBUANGAN SAMPAH NON INFEKSIUS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/045/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembuangan sampah non infeksius adalah perlakuan
pembuangan sampah non infeksius dari ruangan sampai
lokasi tempat pembuangan sementara.
TUJUAN 1. Untuk menghindari terjadinya ceceran sampah dan
menjaga lingkungan tetap bersih.
2. Untuk menghindari terjadinya infeksi nosokomial
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Siapkan tong sampah non infeksius yang berwarna
hitam yang dilapisi dengan kantong plastik warna hitam.
2. Petugas/pengunjung RS membuang sampah domestik
berupa kertas, bungkus makanan dll, kedalam tong
sampah yang disediakan.
3. Petugas Cleaning Service menggunakan APD.
4. Setelah sampah berisi 2/3 dari wadah, petugas Cleaning
Service mengikat kantong plastik sampah dimaksud.
5. Sampah diangkat dan dimasukan kedalam tong
pengangkut sampah domestik,
6. Sampah yang telah dimasukkan kedalam tong
pengangkutan sampah dibawa dalam keadaan tertutup
kearea tempat penampungan sementara ( TPS )
7. Dalam perjalanan menuju TPS sampah tidak
diperbolehkan untuk dibuka atau dibongkar untuk
menghindari ceceran sampah pada lintasan
pembuangan sampah.
8. Pada area TPS sampah dalam plastik diangkat dari tong
pengangkutan sampah dan dimasukkan kedalam
container TPS
9. Bila cleaning service telah selesai melaksanakan
pembuangan sampah non infeksius, petugas
melepaskan APD dan mencuci tangan dan muka pada
air bersih yang mengalir.
UNIT TERKAIT 1. Ruangan penghasil sampah non infeksius
2. Pelaksana cleaning service RSUP H. Adam Malik
3. PD.Kebersihan kota medan

RSUP.H.ADAM MALIK PEMBUANGAN SAMPAH MEDIS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/046/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembuangan sampah medis adalah Perlakuan pembuangan
sampah medis dari ruangan sampai ke lokasi pemusnahan
medis dengan baik.
TUJUAN Untuk menghindari terjadinya infeksi nosokomial dikarenakan
kesalahan pembuangan sampah medis.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.
PROSEDUR 1. Siapkan Tong sampah medis bewarna kuning
bertuliskan sampah Infeksius.
2. Tong sampah kuning dilapisi dengan kantong plastik
warna kuning dan letakkan diruang tindakan pelayanan
medis.
3. Petugas yang melayani pasien diruangan, membuang
sampah yang bersinggungan dengan pasien, seperti
plester, perban, kapas, dan lain-lain ke dalam tong
sampah medis.
4. Petugas Cleaning Service menggunakan alat
pelindung diri.
5. Setelah sampah berisi 2/3 dari wadah, petugas
Cleaning Service mengikat kantong plastik dimaksud.
6. Sampah diangkut dan dimasukan kedalam tong
pengangkut sampah Medis,
7. Cleaning service memperhatikan kebersihan tong
pengumpul sampah medis,bila mana keadaan kotor
harus dibersihkan dengan menggunakan detergen.
8. Cleaning Service mengganti kantong plastik yang baru
pada tong sampah medis.
9. Cleaning Service mengangkut sampah medis dari
ruangan ke area incenerator untuk dimusnahkan dengan
melaporkan sumber sampah medis kepada petugas
incinerator.
10. Petugas incinerator menerima sampah medis dari
petugas cleaning service.
11. Petugas Incinerator memusnahkan / membakar
sampah medis di incinerator.
12. Petugas melepaskan alat pelindung diri apabila sudah
selesai melaksanakan kegiatan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh ruang Pelayanan yang menghasilkan sampah
Medis RSUP H. Adam Malik.
2. Petugas Cleaning Service RSUP H. Adam Malik.

RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN LANTAI LAUNDRY

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/047/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembersihan lantai laundry adalah kegiatan pelaksanaan
cleaning service dalam pembersihan lantai laundry.
TUJUAN 1. Untuk membuat kondisi lantai di laundry dalam keadaan
bersih,aman,nyaman dan sehat.
2. Untuk menghindari terjadinya infeksi nosokomial
terhadap petugas RSUP H.Adam Malik ataupun yang
berkepentingan dengan laundry RSUP H.Adam Malik
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Siapkan , Pengepel, Serokan , Sapu lobi, Ember


pengepel, Desinfektan dan APD
2. Petugas cleaning service memakai alat pelindung diri . .
3. Pukul 07.00 s/d 08.00 WIB Petugas Cleaning Service
membersihkan lantai dengan mempergunakan sapu
lobi.
4. Sampah / debu yang dikumpulkan pada satu titik,untuk
selanjutnya di sapu kedalam serokan.
5. Sampah yang disapu kedalam serokan sampah dibuang
ke tong sampah non infeksius ( Domestik ).
6. Pengepel di basahi kedalam air yang sudah bercampur
desinfektan dan diperas sampai keadaan basah
lembab.
7. Permukaan lantai seluruhnya di pel dan setelah ± 20 m 2
pengepel di bilas kedalam ember pengepel.
8. Bila mana keadaan air pembilas telah kotor,air diganti
dengan air bersih.
9. Setelah selesai pemilahan linen oleh petugas laundry,
cleaning service membersihkan kembali lantai dari
bekas – bekas kotoran pada linen.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN LANTAI LAUNDRY

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/047/2015
PROSEDUR 10. Cleaning service melaksanakan pembersihan ruangan
dari pagi hingga pulang jam kerja seperti berikut .
Senin s/d Kamis pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
Jumat pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
Sabtu pukul 07.00 s/d 18.00 WIB

11. Pengepelan lantai dilaksanakan kembali setelah


selesai pencucian linen.

12. Petugas cleaning service melepaskan alat pelindung


diri setelah selesai melaksakan kegiatan.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi laundry RSUP H. Adam Malik
2. Petugas cleaning service RSUP H.Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN INSTALASI GIZI

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/048/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembersihan ruangan Instalasi Gizi adalah kegiatan
pelaksanaan kebersihan ruang persiapan, pengolahan,
pendistribusian, penyimpanan makanan serta ruang
administrasi Instalasi Gizi.
TUJUAN 1. Agar ruangan Instalasi Gizi bersih,nyaman.
2. Untuk menghindari terjadinya ruang Instalasi Gizi
menjadi media perkembangbiakan serangga dan
binatang pengganggu.
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan
Kebersihan Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Petugas cleaning service memakai APD ( masker,sepatu


boat,sarung tangan ).
2. Siapkan sapu lantai, serokan sampah, pengepel, ember
wadah pembilas pengepel, desinfektan.
3. Siapkan air didalam ember ditambah bahan desifektan.
4. Bilas pengepel pada air dalam ember dan peras sampai
keadaan lembab.
5. Pengepelan dilakukan pada seluruh permukaan lantai.
6. Lakukan pengepelan secara berulang pada permukaan
lantai yang kotornya tidak langsung bersih sekali
pengepelan
7. Bersihkan pengepel, sesuai tingkat kotornya, lalu
lakukan pengepelan pada lantai yang belum dipel.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN INSTALASI GIZI

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/048/2015
PROSEDUR 8. Bersihkan kaca ventilasi, pintu, dan jendela.
9. Bersihkan moubiler administrasi .
10. Bersihkan kamar mandi yaitu dinding, lantai, closed.
11. Bersihkan sampah yang terdapat dalam saluran air dalam
ruang pengelolaan makanan.
12. Bersihkan lawa – lawa yang terdapat pada plafon, dinding
atau sela – sela peralatan kerja pengelolaan makanan.
13. Pengusaha cleaning service melaporkan ke pengawas
kebersihan tentang permasalahan untuk mendukung
kebersihan pengelolaan makanan.
14. Pembersihan lantai dilakukan berulang kali sampai
selesai pengolahan dan pendistribusian makanan.
15. Petugas cleaning service melepaskan APD setelah
selesai melaksanakan tugas.

UNIT TERKAIT 1. Pelaksana cleaning service RSUP H. Adam Malik.


2. Instalasi Gizi RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN RUANG RAWAT PASIEN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/049/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Tata cara membersihkan ruangan Rawat Pasien.
TUJUAN Agar ruangan Rawat bersih, nyaman dan rapi.
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Pukul 06.00 s/d 07.00 WIB Petugas Keamanan maupun


melalui Sound System Informasi menghimbau keluarga
pasien beserta kelengkapan tidurnya untuk berada diluar
ruangan rawat inap pasien.
2. Siapkan sapu lobi dan sapu lantai, Serokan sampah
khusus untuk ruangan, Kain lap sebagai penyeka bercak
yang mudah dibersihkan dengan kain lembab,Kain
pengepel, APD (Sepatu boot, sarung tangan karet,
masker). Ember sebagai wadah pembilasan pengepel,
desinfektan.
3. Petugas Cleaning Service memakai alat pelindung diri
seperti,masker,sarung tangan.
4. Bersihkan permukaan meubiler yang ada pada ruangan
dengan menggunakan lap basah atau yang kering.
5. Sapu lantai dengan menggunakan sapu lobi dari sudut-
sudut ruangan ke arah luar dan dikumpulkan pada satu
titik yang tidak mengganggu aktifitas RS.
6. Sampah/debu bekas yang terkumpul dibersihkan dengan
menggunakan serok sampah dan buang pada tong
sampah terdekat.
7. Siapkan air didalam ember sebanyak 10 L tambahkan
bahan desinfektan sebanyak 32 cc
8. Lakukan Pengepelan seluas 36 m2 atau pengepelan
dilakukan di setiap ruangan.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN RUANG RAWAT PASIEN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/049/2015
PROSEDUR 9. Lakukan penggosokan pengepel secara berulang pada
permukaan lantai yang kotorannya tidak langsung
bersih sekali gosok.
10. Bilas kain Pel dan buang air pengepelan jika sudah
kotor,ganti dengan air pengepelan yang baru dan
tuangkan kembali desinfektan sebanyak 32 cc, lakukan
pengepelan seperti point 8. Penggantian pengepelan
dilakukan setiap pengepelan ruangan berikutnya.
11. Pengepelan dilaksanakan 2 kali sehari.
12. Petugas cleaning service melepaskan APD setelah
selesai melaksanakan pekerjaan dan membersihkan
diri.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik
2. Pelaksana Cleaning Service RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN RUANG ADMINISTRASI

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/050/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembersihan gedung administrasi adalah kegiatan
kebersihan ruang administrasi.
TUJUAN Untuk tetap terjaganya kebersihan kenyamanan di ruangan
administrasi.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan
PROSEDUR 1. Cleaning Service menggunakan APD (sepatu
karet,sarung tangan karet dan masker).
2. Cleaning Service membersihkan meubiler yang ada
pada seluruh ruangan kerja dengan menggunakan lap
dan membersihkan lantai dengan sapu lobi / sapu lantai.

3. Cleaning Service membersihkan lantai koridor ( lantai


diluar ruang kerja ) dengan menggunakan sapu lobi dan
pengepel untuk mengepel.
4 Membersihkan sampah yang ada pada setiap kegiatan
administrasi.
5. Membersihkan kaca seperti besi,jendela,pintu.
6. Membersihkan lawa – lawa pada setiap kemungkinan
keberadaannya seperti plafon, sudut di dinding dengan
menggunakan sapu lawa – lawa.
Siapkan air didalam ember sebanyak 10 L tambahkan
bahan desinfektan sebanyak 32 cc
7. Lakukan Pengepelan seluas 36 m2 atau pengepelan
dilakukan di setiap ruangan.
8 Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan kebersihan
cleaning service menanggalkan APD lalu membersihkan
diri.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh ruangan administrasi RSUP H. Adam Malik.
2. Petugas Cleaning Service RSUP H.Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN KAMAR MANDI/WC

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/051/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pembersihan adalah membersihkan ruangan khusus yang
dilengkapi air bersih untuk membersihkan diri ataupun
tempat membuang hajat.
TUJUAN Agar kamar mandi dan WC bersih dan nyaman dan terhindar
dari sumber Infeksi Nosokomial.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur No. PM.01.24./IV.4.6/70/2015..
PM.01.24/IV.2.1/174/2013. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Siapkan peralatan kerja dan APD.


2. Petugas Cleaning Service mencheking, apakah
floordrain dan WC tersumbat, apabila tersumbat segera
dilaporkan ke IPSRS.
3. Petugas Cleaning Service mengenakan APD
(sepatu boot, sarung tangan karet dan masker).
4. Petugas Cleaning Service mengangkat sampah
yang ada di kamar mandi dan dibuang pada tong
sampah yang ada di luar kamar mandi.
5. Gunakan penyikat pembersih lantai ditambah
detergen sebagai penggelontor kotor yang ada pada
dinding lalu disiram air bersih.Gunakan penyikat
pembersih lantai ditambah detergen sebagai
penggelontor kotor yang ada pada dinding lalu disiram
air bersih.
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBERSIHAN KAMAR MANDI/WC

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/051/2015
PROSEDUR 6. Bersihkan washtafel bila ada dalam kamar mandi
dengan menggunakan Spon lalu siram air bersih.
7. Bersihkan lantai kamar mandi dengan menggunakan
sikat lantai dan detergen lalu disiram.
8. Bersihkan WC dengan menggunakan sikat WC lalu
siram.
9. Setelah pembersihan kamar mandi selesai keset kaki
yang kering diletakkan dilantai depan pintu kamar
mandi.
10. Petugas melepaskan alat pelindung diri dan
membersihkan diri setelah selesai melaksanakan
pekerjaan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik.
2. Pelaksana Cleaning Service RSUP. H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PENANGANAN SAMPAH BENDA TAJAM

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/052/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Penanganan sampah benda tajam adalah cara pembuangan
benda tajam pada tempat yang telah disediakan berupa
safety box atau jerigen.
TUJUAN Untuk menghindari terjadinya kecelakaan terpajan/ tersayat
dan tertusuk pada petugas.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21./IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.
PROSEDUR 1. Petugas menggunakan APD.
2. Siapkan wadah sampah benda tajam yang tahan tusukan
berupa safety box/jerigen yang diberi stiker symbol
Biohazard bertuliskan Limbah Tajam Infeksius didalam
ruang pelayanan pasien.
3. Petugas membuang/memasukan sampah benda tajam ke
dalam safety box atau jerigen yang sudah diberi label.
4. Petugas Menutup kembali safety box/jeringen tempat
benda tajam tersebut.
5. Setelah safety box/jerigen hampir penuh (2/3), safety
box/jerigen Petugas Cleaning Service mengangkut wadah
tersebut, ke tempat Pembuangan akhir limbah infeksius
(Incenerator) dan selanjutnya dibakar di Incenerator
6. Didalam perjalanan dari ruangan sampai ke TPA, tidak
diperbolehkan untuk dibuka.
7. Petugas cleaning service melepaskan APD dan mencuci
tangan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja yang menghasilkan sampah benda
tajam di RSUP H. Adam Malik.
2. Petugas Cleaning Service RSUP H. Adam Malik
RSUP.H.ADAM MALIK
PEMBUANGAN SAMPAH BENDA TAJAM

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/053/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Sampah benda tajam adalah sampah yang berbentuk tajam
yang dihasilkan dari pelayanan pasien yang tidak
dipergunakan lagi (dispossible) seperti jarum spuit, besturi,
jarum infus dan lain-lain.
TUJUAN Untuk menghindari kecelakaan terpajan/ tersayat
dikarenakan limbah tajam dalam pelayanan pasien, pada
petugas
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan..
PROSEDUR 1. Siapkan wadah sampah benda tajam yang tahan tusukan
berupa safety box dan jerigen yang diberi stiker simbol
Biohozard limbah Infeksius didalam ruang pelayanan
pasien.
2. Petugas perawat membuang benda tajam/ jarum bekas
pakai (dispossible) ke wadah yang telah disediakan.
3. Petugas Cleaning Service memakai APD ( sarung tangan
karet tebal dan masker ).
4. Setelah sampah berisi 2/3 dari wadah, Petugas Cleaning
Service mengangkat wadah sampah tersebut ke Tempat
Pembuangan Akhir limbah Infeksius ( Incenerator) dan
selanjutnya di bakar di Incenerator.
5. Didalam perjalanan dari ruangan ke TPA tidak
diperbolehkan wadah dibuka atau dipilah.
6. Petugas Cleaning Service menyerahkan sampah benda
tajam tersebut ke petugas Incenerator untuk pendataan.
7. Setelah selesai membuang sampah, petugas Cleaning
Service melepaskan APD dan selanjutnya membersihkan
tangan pada air mengalir.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh ruang pelayanan yang menghasilkan sampah
benda tajam dan jarum.
2. Pelaksana Petugas Cleaning Service RSUP H. Adam
Malik.

RSUP.H.ADAM MALIK
PENGAWASAN PEMBUANGAN SAMPAH PADAT DOMESTIK

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/054/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Limbah padat domestik adalah sampah Non Infeksius yang
berasal dari buangan kegiatan rumah tangga. Sampah yang
tidak berhubungan dengan tindakan medis.
TUJUAN Agar buangan sampah yang berasal dari petugas,
pengunjung maupun pasien Rumah Sakit dikelola dengan
baik.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.
PROSEDUR 1. Pengawas inst. kesling memantau kondisi volume
sampah dalam tong apakah telah bervolume 2/3 dari
wadah .
2. Petugas Cleaning Service mengangkat sampah setelah
bervolume 2/3 dari wadah sampah ke TPS.
3. Pengawas inst. kesling, melakukan pengawasan
terhadap petugas pengangkut sampah mulai dari sumber
sampah/ruangan sampai ke TPS.
4. Pengawas memberikan teguran lisan kepada petugas
Cleaning Service apabila pengangkutan sampah
terlambat.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh Unit Kerja RSUP H.Adam Malik
2.Petugas Cleaning Service RSUP H.Adam Malik
3.Dinas Kebersihan Kota Medan.
4.Direktur Keuangan RSP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGANGKUTAN SAMPAH INFEKSIUS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/055/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengangkutan Sampah Infeksius adalah kegiatan
memindahkan sampah infeksius dari ruang pelayanan ke
area Incenerator.
TUJUAN Agar sampah infeksius yang dihasilkan tidak tercecer di
sepanjang jalur pengangkutan sampah Infeksius sehingga
tidak menyebabkan kontaminasi lingkungan luar (out door).
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.
PROSEDUR 1. Siapkan Pakaian kerja dan APD ( sarung tangan kerja,
Masker, dan Sepatu boat).
2. Petugas memakai APD.
3. Cleaning Service mengikat plastik sampah Infeksius
yang berada pada tong sampah dan telah berisi ± ⅔
bagian.
4. Cleaning Service mengangkut plastik dari tong sampah
pengumpul dan memasukkan kedalam tong pengangkut
sampah Infeksius warna kuning.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGANGKUTAN SAMPAH INFEKSIUS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/055/2015
PROSEDUR 5. Petugas Cleaning Service memperhatikan kebersihan
tong pengumpul sampah Infeksius, bilamana keadaan
kotor, harus dibersihkan dengan menggunakan
detergen.
6. Petugas Cleaning Service memasang kantong plastik
kuning yang baru pada tong pengumpul sampah
Infeksius.
7. Petugas Cleaning Service mendorong container
sampah infeksius ke area incenerator RSUP H. Adam
Malik.
8. Di TPA Sampah Infeksius, Petugas Cleaning Service
melaporkan sumber sampah medis kepada petugas
incenerator untuk diregristrasi dan selanjutnya
diletakkan pada tempat yang sudah ditentukan.
9. Bila pengangkutan sampah medis telah selesai
dilaksanakan, Petugas Cleaning Service melepaskan
APD dan membersihkan diri ..
UNIT TERKAIT 1. Seluruh Unit penghasil sampah Infeksius di RSUP H.
Adam Malik.
2. Petugas Cleaning Service pengangkut sampah
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGANGKUTAN SAMPAH NON INFEKSIUS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/056/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengangkutan sampah non infeksius adalah kegiatan
memindahkan sampah rumah sakit , dari ruang sumber
sampai ke TPS berupa kertas, bungkus makanan, daun yang
tidak terkontaminasi cairan tubuh pasien.

TUJUAN Agar sampah non infeksius yang dihasilkan tidak tercecer di


sepanjang jalur pengangkutan sampah sehingga tidak
menyebabkan gangguan kebersihan dan kenyamanan
lingkungan luar (out door).
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.
PROSEDUR 1. Siapkan Pakaian kerja dan APD ( sarung tangan
pekerja, Masker, Sepatu boat).
2. Petugas memakai peralatan APD.
3. Letakkan kontainer sampah non infeksius sedekat
mungkin dengan tong sampah warna hitam / abu-abu.
4. Kantong plastik sampah dalam tong telah berisi 2/3
segera diikat dengan baik dan kuat.
5. Angkat kantong plastik yang berisi sampah non
infeksius dari tong sampah dan pastikan tidak ada
ceceran cairan sampah.
6. Masukkan plastik yang berisi sampah kedalam
container sampah pengangkut.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGANGKUTAN SAMPAH NON INFEKSIUS

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/056/2015
PROSEDUR 7. Bersihkan tong sampah penampung bila terjadi ceceran
bocoran dari plastik.
8. Pasang plastik hitam yang baru pada tong sampah yang
telah kosong.
9 Pengangkutan sampah dari tong yang berikutnya
dilakukan seperti point 4 sampai point 8.
10.Bila kontainer pengangkut sampah telah penuh, kontainer
pengangkut dikirim ke TPS, untuk dibuang sampahnya.
11.Setelah selesai seluruhnya pengangkutan sampah
petugas cleaning service membuka APD dan
membersihkan diri.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh Unit penghasil sampah medis di RSUP H. Adam
Malik.
2. Petugas Cleaning Service pengangkut sampah.
 Pembuangan Limbah B3 adalah Perlakuan pembuangan
Limbah B3 dari ruangan sampai ke lokasi pemusnahan
Limbah B3 dengan baik.
TUJUAN Untuk menghindari terjadinya Pencemaran atau kerusakan
lingkungan dikarenakan kesalahan pembuangan Limbah B3.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV.4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di
RSUP.H.Adam Malik Medan.
PROSEDUR 1. Pembuangn limbah B3 dari ruangan radiology langsung
diserahkan ke pihak ke 3 (BATAN) oleh inst. Radiology
dengan menggunakan berita acara.
2. Pembuangan limbah B3 dari IPSRS berupa oli bekas
dan lampu TL bekas di simpan di TPS limbah B3 RSUP
H. Adam Malik dan selanjutnya diserahkan kepada pihak
ke 3 yang mempunyai izin dari kementerian Lingkungan
Hidup dengan menggunakan berita acara.yang
bersinggungan atau terkena cemaran dari Limbah B3 ke
dalam tong sampah Limbah B3
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja dan pelayanan RSUP.H.Adam Malik.
2. IPSRS RSUP. H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
MEMBERSIHKAN KORIDOR/SELASAR

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/058/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Tata cara membersihkan koridor/selasar.
TUJUAN Agar koridor/selasar menjadi bersih dan nyaman.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Petugas memakai APD (sarung tangan, masker, tutup


kepala, dan sepatu boat).
2. Petugas mempersiapkan alat sapu loby, pengepel
selasar/koridor.
3. Koridor/selasar disapu (didorong) dengan sapu Loby
4. Kemudian lantai dipel sampai bersih.
5. Lantai diloby kembali agar terlihat mengkilap dan bersih.
6. Dilaksanakan setiap hari.
7. Petugas melepaskan APD dan membersihkan diri
setelah selesai melaksanakan kegiatan.

UNIT TERKAIT 1. Pelaksana Cleaning Service RSUP.H. Adam Malik.


2. Seluruh unit kerja yang mempunyai Koridor/Selasar.
RSUP.H.ADAM MALIK
MEMBERSIHKAN PLAFON DAN DINDING

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/059/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Tata cara membersihkan Plafon dan Dinding
TUJUAN Agar plafon dan dinding bersih dan nyaman.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Petugas menyiapkan Vacum Cleaner.


2. Petugas memakai APD (sarung tangan, masker, tutup
kepala, dan sepatu boat)
3. Plafond dan dinding dibersihkan dari sudut ke sudut
sehingga tidak terdapat lawa-lawa pada plafon, dengan
Vacum Cleaner.
4. Petugas melepaskan APD dan membersihkan diri setelah
selesai melaksanakan kegiatan.

UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit kerja RSUP H. Adam Malik


2. Petugas Cleaning service RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGANGKUTAN KONTAINER SAMPAH DOMESTIK
OLEH PD KEBERSIHAN
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/060/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Kontainer sampah domestic adalah wadah sampah yang
bervolume ± 10 m3 berseksi / berdinding plat besi
berbentuk persegi panjang.
2. Pengangkutan kontainer sampah domestik adalah
pengangkutan kontainer yang telah berisi sampah
domestik.
3. PD Kebersihan adalah Instansi Pemerintah daerah yang
bergerak dalam pengelolaan sampah.
TUJUAN 1. Untuk terciptanya lingkungan bersih dari sampah.
2. Untuk menghindari penumpukan sampah sebagai
tempat perindukan serangga dan binatang pengganggu.
3. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Kontainer sampah berkapasitas 10 m3 di letakkan


berdekatan pembuangan sampah sementara.
2. Kontainer yang telah penuh di isi sampah domestik RS
ditutup rapat dengan penutup container.
3. Bila armada pengangkut sampah tiba, container sampah
diangkat lalu sampah dibuang ketempat pembuangan
akhir ( TPA ) pemda kota Medan.
4. Bila sampah telah terbuang, armada pengangkut
sampah mengembalikan kontainer sampah domestik RS.
5. Dilokasi TPS Rumah Sakit,armada pengangkut sampah
meletakkan kontainer kosong pada tempat semula.
6. Petugas TPS Rumah Sakit menulis jumlah sampah yang
diangkut,tanggal dan nama sipengangkut pada buku dan
di paraf oleh supir armada.
7. Pengangkutan sampah domestic oleh Dinas Kebersihan
dilaksanakan 23 x 1 bulan sesuai perjanjian KSO.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGANGKUTAN KONTAINER SAMPAH DOMESTIK
OLEH PD KEBERSIHAN
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/060/2015
PROSEDUR 8. Bila telah penuh satu bulan kegiatan pengangkutan
sampah staf petugas PD Kebersihan menagih biaya
pengangkutan sampah ke Rumah Sakit sesuai
perjanjian.
UNIT TERKAIT 1. PD Kebersihan kota medan.
2. Direktur Keuangan RSUP H.Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGAWASAN KEBERSIHAN RUANGAN GEDUNG

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/061/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Ketentuan sistim kebersihan pada Ruangan Gedung
TUJUAN Agar ruangan tetap bersih , terhindar dari kuman, siap
dipakai setiap saat serta nyaman bagi pasien yang dirawat
pegawai dan pengunjung .
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.24./IV.4.6/70/2015.Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Pengawas kesling memantau, mengecek dan


memonitoring semua ruangan meliputi kebersihan lantai,
dinding, plafon, kaca jendela, kosen, bak air, dinding
kamar mandi, closed dan Tong Sampah.
2. Pengawas kesling berwenang menegur dan memerintah
petugas cleaning service untuk melaksanakan pekerjaan
pembersihan apabila dijumpai lokasi yang menjadi
tanggungjawab Petugas Cleaning Service tersebut
tidak/kurang bersih atau tidak sesuai dengan SPK.
3. Pengawas kesling membuat laporan harian dan
mingguan kepada Kepala Instalasi Kesehatan
Lingkungan melalui Kapokja Sanitasi Umum tentang
kebersihan dimaksud sesuai form laporan yang tersedia
dan tembusannya kepada masing-masing Pelaksana
Cleaning Service.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGAWASAN KEBERSIHAN RUANGAN GEDUNG

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/061/2015
PROSEDUR 4. Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan membuat
laporan hasil evaluasi kebersihan setiap bulan kepada
Direktur Umum dan Operasional tembusan disampaikan
kepada masing-masing Pelaksana Cleaning Service dan
Direktur Utama.
5. Dari hasil temuan evaluasi, pengamatan dan penelitian
di lapangan apabila pekerjaaan petugas cleaning
service.

UNIT TERKAIT 1. Seluruh Unit Kerja RSUP. H. Adam Malik.


2. Pelaksana Cleaning Service RSUP .H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGGUNAAN SWING FOG

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/062/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Penggunaan swing fog adalah langkah cara pengoperasian
alat fogging.
TUJUAN 1. Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada alat
fogging.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.14/IV.4.6/69/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Pasang baterai besar ( UM – 1 EBS Size D ( R 20 E)1,5


V ) x 4 buah.
2. Periksa busi,pastikan tidak basah dari bahan bakar.
3. Periksa Nozzle pengasapan, pastikan tidak sumbat.
4. Isi minyak premium kedalam tangki 1 liter.
5. Tutup tangki bahan bakar pastikan tidak bocor.
6. Isi tangki bahan pengasapan dengan solar bercampur
synof sebanyak 6 liter.
7. Tutup tangki pastikan tidak bocor agar tekanan dalam
tangki tetap stabil saat proses pemogingan.
8. Pompa kompres pengapian dengan perlahan “ bila susah
hidup periksa busi, pastikan tidak basah bahan bakar “.
9. Pengapian telah hidup / nyala arahkan cerobong swing
fog ke titik sasaran,lalu buka kran bahan pengasapan.
10. Bila pengasapan telah keluar dengan baik, swing fog di
bawa dan digunakan kearah titik sasaran pengasapan.
RSUP.H.ADAM MALIK
PENGGUNAAN SWING FOG

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/062/2015

PROSEDUR 11. Arahkan ujung cerobong swing fog miring kebawah


antara 00 s/d ± 60 0, guna menghindari terjadinya
kebakaran pada ujung cerobong swing fog.
12. Bila hendak mematikan pengapian swing fog, tutup
terlebih dahulu kran bahan pengasapan selama ± 1
menit, lalu matikan pengapian dengan menekan swit
stop yang terletak diatas sistem pengapian.
13. Pada saat mengisi ulang bahan pengasapan, buka tutup
tungkai perlahan untuk menghindari terjadinya lontaran
tutup tungkai karena kuatnya tekanan udara dalam
tangki.
14. Bila telah selesai pelaksanaan pengasapan
keseluruhan, matikan pengapian seperti langkah No.12
lalu renggangkan tutup tangki guna mengosongkan
tekanan dalam tangki lalu disimpan.
15. Petugas melepaskan seluruh APD yang dikenakan,lalu
mencuci tangan dan muka pada air kran mengalir.
UNIT TERKAIT
1. Subbag Rumah Tangga RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK
PERAWATAN MESIN SWING FOG

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/063/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Perawatan mesin swing fog adalah tindakan / perlakuan
menjaga keawetan peralatan / mekanik swing fog.
TUJUAN 1. Untuk menghindari tidak berfungsinya mekanik mesin
swing fog saat melaksanakan kegiatan pemogingan.
2. Untuk tetap terjaganya keawetan swing fog dalam waktu
yang lama.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.14/IV.4.6/69/2015. Tentang .Kebijakan Kebersihan
Lingkungan di RSUP.H.Adam Malik Medan

PROSEDUR 1. Pada saat akan selesainya pemogingan pastikan hasil


penyemprotan tidak tersumbat dengan mengamati asap
yang keluar masih menebal
2. Bila mana hasil pengasapan tidak menebal, pastikan
bukan karena habisnya bahan pengasapan.
3. Buka nozzle penyemburan bahan pengasapan.
4. Bersihkan lubang nozzle dengan kawat halus 0,1 mm
atau dengan menggunakan angin kompresor.
5. Setelah mengoperasikan swing fog selesai, renggangkan
tutup tangki bahan pengasapan, pastikan tekanan telah
kosong lalu tutup kembali tutup tangki.
6. Buka tutup tangki bahan bakar, pastikan tekanan telah
kosong lalu tutup kembali.
7. Keluarkan baterai kering ( UM – 1 EBS Size D ( R 20 E )
1,5 V ) agar tidak terjadi pengerusakan alat swing fog
dikarenakan baterai rusak mengeluarkan cairan.
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H.Adam Malik.
2. Direktur Keuangan RSUP H.Adam Malik .
RSUP. H.ADAM MALIK PENGENDALIAN SERANGGA DAN BINATANG
PENGGANGGU
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/064/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pengendalian serangga dan binatang penganggu adalah
kegiatan yang bertujuan menekan kepadatan populasi atau
meniadakan serangga dan binatang penganggu di Rumah
Sakit.
TUJUAN Menanggulangi permasalahan keberadaan serangga dan
binatang penganggu, menghindari terjadinya infeksi dari
serangga dan binatang penganggu.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.14/IV.4.6/69/2015. Tentang .Kebijakan Pengendalian
Serangga dan Binatang Pengganggu di RSUP.H.Adam Malik
Medan
PROSEDUR 1. Petugas / pengawas mengontrol keberadaan serangga
dan binatang penganggu ke ruang gedung dan
pertamanan / halaman.
2. Petugas mensurvey asal penyebab adanya serangga
dan binatang penganggu.
3. Petugas melaporkan permasalahan yang ditemui ke
Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan.
4. Petugas mengevaluasi keberadaan / kepadatan
serangga atau binatang penganggu.
5. Petugas mempersiapkan tindakan penanggulangan
keberadaan serangga dan binatang penganggu.
6. Petugas melaksanakan penanggulangan / penanganan
keberadaan serangga / binatang penganggu dengan
cara merusak habitatnya, mengusir, membasmi, dan
lain-lain.
7. Untuk penanggulangan serangga dengan cara Foging.
8. Untuk pennaggulangan tikus dengan cara memberi
racun tikus dan perangkap.
9. Untuk penanggulangan kucing dengan cara menangkap
dan membawanya keluar Rumah Sakit.
10. Petugas mengevaluasi hasil penanggulangan dan
melaporkan ke Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan.
11. Melaporkan secara tulisan hasil penanggulangan
serangga dan Binatang pengganggu. Kepada Direktur
Umum dan Operasional
UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
2. Subbag Rumah Tangga RSUP. H. Adam Malik.
3. SeluruhUnit kerja RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK PEMUSNAHAN SAMPAH MEDIS BILA INCENERATOR
RUSAK (TIDAK BERFUNGSI )
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/065/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN 1. Pemusnahan sampah medis adalah adalah pemusnahan
sampah dengan cara membakar dengan suhu tinggi yang
dapat mematikan mikroorganisme pathogen.
2. Kerusakan Incenerator lebih dari 48 Jam,maka sampah
medis harus di kirim kepada instansi yang berwenang
(mempunyai izin dari KLH) untuk mengelola limbah B3
atau sampah medis.
TUJUAN Menghindari terjadinya penumpukan sampah medis
dikarenakan pembakaran sampah medis tidak dapat
dilaksanakan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan Pengelolaan
Limbah Cair dan sampah padat serta pembuangan limbah B
3 (Bahan Berbahaya Beracun ) di RSUP.H.Adam Malik
Medan.

PROSEDUR
1. Siapkan Pakaian kerja dan APD
2. Petugas memakai pakaian kerja dan APD yang telah
disiapkan.
3. Petugas mengepak sampah medis kedalam kotak atau
Box yang sudah ditentukan.
4. Setelah pengepakan segera dikirim ke pihak ketiga yang
sudah ditentukan dan dibuat berita acara pemusnahan
5. Bila selesai melaksanakan pekerjaan petugas
melepaskan APD dan membersihkan diri.
UNIT TERKAIT
1.Direktur Keuangan RSUP H. Adam Malik.
RSUP. H.ADAM MALIK PEMBUANGAN CAIRAN TUBUH KE SALURAN AIR
LIMBAH (SPOELHOEK)
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/066/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  Cairan tubuh adalah, segala cairan tubuh manusia
(pasien) berupa limbah meliputi : cairan darah, faeces,
urine,sputum dll.
 Spoelhoek adalah Tempat untuk pembuangan cairan
tubuh pasien.
TUJUAN  Agar semua cairan tubuh limbah pasien terbuang ke
saluran yang ditetapkan dan selanjutnya diolah di IPAL
Rumah Sakit.
 Mencegah terjadinya Infeksi Nosokomial.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas menyiapkan wadah untuk menampung cairan


tubuh pasien.
2. Petugas membawa, sekaligus membuang
cairan/limbah cairan pasien ke saluran (Spoelhoek) yang
sudah ditetapkan.
3. Petugas menyiram dan menggelontor, saluran (Spoel
hoek) agar semua cairan terbuang.
4. Petugas menutup kembali saluran (Spoelhoek) agar
tidak dapat dimasuki serangga atau binatang
pengganggu.
5. Petugas membersihkan wadah/tempat cairan tersebut,
dengan Antiseptik yang tersedia, dan menyimpannya
ditempat yang telah ditentukan.
6. Petugas membersihkan diri, mencuci tangan dengan
sempurna.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh Ruang Pelayanan Pasien RSUP H. Adam
Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP.H.ADAM MALIK PEMBUANGAN CAIRAN TUBUH PASIEN

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/1
9/067/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  Cairan tubuh adalah, segala cairan tubuh manusia
(pasien) berupa limbah meliputi : cairan darah, faeces,
urine,sputum dll.
 Water Closed adalah sarana untuk pembuangan cairan
tubuh seperti : cairan darah, faeces, urine,sputum dll.
TUJUAN  Untuk menghindari terjadinya Infeksi Nosokomial.
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang .Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

PROSEDUR 1. Petugas Menyediakan wadah untuk cairan tubuh dan


menggunakan APD.
2. Petugas membuang cairan tubuh ke dalam Water
Closed dan siram dengan menggunakan air yang banyak
sehingga cairan tubuh benar-benar terbuang kesaluran
limbah cair yang selanjutnya diolah di IPAL.
3. Bersihkan wadah cairan tubuh dengan antiseptic dan
buang airnya kedalam Water Closed,kemudian simpan
wadah ditempat yang ditentukan.
4. Siram kembali Water Closed dengan menggunakan air
yang banyak sehingga cairan tersebut benar-benar
masuk ke IPAL.
5. Petugas membersihkan wadah/tempat cairan tersebut,
dengan Antiseptik yang tersedia, dan menyimpannya
ditempat yang telah ditentukan.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh unit pelayanan RSUP H. Adam Malik.
2. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
RSUP. H.ADAM MALIK PEMERIKSAAN TCLP
(Toxitas Carateristik Leacing Prosedur)

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/068/2015

Ditetapkan
SPO Direktur Utama,
INSTALASI Tanggal Terbit
KESEHATAN 14 Januari 2015
LINGKUNGAN DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN Pemeriksaan TCLP adalah suatu jenis pemeriksaan limbah
yang khusus memeriksa komposisi atau carateristik yang
ada pada tanah, lumpur dan abu dari kegiatan pengolahan
limbah padat dan limbah cair ke laboratorium terakreditasi.
TUJUAN Untuk mengetahui kadar atau komposisi atau carateristik
yang ada pada tanah, lumpur dan debu dari kegiatan
pengolahan limbah padat dan limbah cair ke laboratorium
terakreditasi.
KEBIJAKAN  Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang Kebijakan
Pembuangan Sampah dan Pembuangan Limbah B3
(Bahan Berbahaya dan Beracun ) di RSUP.H.Adam
Malik Medan

PROSEDUR 1. Ka. Instalasi Kesehatan Lingkungan membuat usulan


kepada Direktur utama untuk diadakan pemeriksaan
TCLP.
2. Direktur Utama membuat surat permintaan pemeriksaan
TCLP ke laboratorium yang terakreditasi.
3. Pengambilan sampel tanah, lumpur dan abu untuk
dikirim ke laboratorium yang terakreditasi diperiksa.
4. Ka.Instalasi Kesehatan Lingkungan merekomendasikan
kepada petugas laboratorium kesehatan lingkungan
RSUP H. Adam Malik mengambil sampel lumpur IPAL
dan bekas abu Incenerator.
6. PetugasLaboratoriumLingkunganmempersiapkanwadah
pengambilan sampel.
7. Petugas Laboratorium lingkungan mengambil sampel
lumpur IPAL dan bekas abu Incenerator.
RSUP.H.ADAM MALIK PEMERIKSAAN TCLP
(Toxitas Carateristik Leacing Prosedur)

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/068/2015
PROSEDUR 7. Petugas laboratorium lingkungan Membuat label (kode)
pada dinding luar wadah sampel.
8. Mempersiapkan wadah pengiriman sampel.
9. Petugas Laboratorium lingkungan mengirim sampel dan
mengambil hasil pemeriksaan sampai tanggal yang
disepakati dari Instansi Laboratorium yang dihunjuk.
10. Ka Kesling ,Petugas IPAL dan Laboratorium lingkungan
mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.
11. Ka .Kesling melaporkan Hasil evaluasi pemeriksaan
laboratorium kepada Direktur Utama.
1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.
UNIT TERKAIT
2. Instalasi Laboratorium yang terakreditasi.
RSUP.H.ADAM MALIK PENGOPERASIAN HMP (Heavy Metal Precipitator)
PENGOPERASIAN IPAL II

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/069/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama
KESEHATAN
Tanggal Terbit
LINGKUNGAN
14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  HMP (Heavy Metal Precipitator) adalah suatu alat
pengolahan limbah yang berfungsi untuk mengikat logam-
logam berat yang beredar dari limbah Laboratorium.

 Tujuan untuk mengikat logam-logam berat yang berasal


dari air limbah (Laboratorium).
TUJUAN Untuk memperlancar proses pengolahan air limbah.

 Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.


KEBIJAKAN PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

1. Petugas memeriksa panel control, yaitu :


PROSEDUR
a. Petugas menaikkan MCB main power.
b. Petugas menaikkan MCB pompa Submersible
c. Petugas menaikkan MCB Mixer
d. Petugas menaikkan MCB control.
2. Petugas memutar selector switch untuk power ke kanan,
maka lampu indicator ON menyala.
3. Petugas memutar selector switch untuk pompa
submersible ke kanan, maka pompa submersible ON dan
Indicator ON (hijau) menyala. Pompa submersible
bekerja secara automatis, apabila bak control penuh
maka pompa inlet bekerja dan sebaliknya bak control
kosong maka pompa inlet OFF.
PENGOPERASIAN HMP (Heavy Metal Precipitator)
RSUP.H.ADAM MALIK PENGOPERASIAN IPAL II

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/069/2015
PROSEDUR 4. Petugas memutar selector switch untuk motor mixer
ke kanan, maka motor mixer ON dan Indicator ON
(hijau) menyala.
5. Dan apabila sudah selesai pengoperasian, matikan
motor mixer dan pompa inlet dengan memutar
selector switch ke kiri.
6. Petugas memutar selector switch untuk power ke kiri,
maka lampu Indicator ON mati.
7. Petugas mematikan MCB main power.
8. Dan apabila ingin mengoperasikan kembali ikuti
langkah No.1 s/d 7.
9. Petugas IPAL melaporkan secara lisan atau tulisan
keadaan bak lift station kepada Ka. Intalasi Kesehatan
Lingkungan.

1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.


UNIT TERKAIT
PENGOPERASIAN IPAL II
RSUP.H.ADAM MALIK Secara Manual

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


PM. 01.01/IV. 0 1/2
9/070/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama
KESEHATAN Tanggal Terbit
LINGKUNGAN 14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  IPAL Suatu Instalasi (Unit) pengolahan air limbah yang
berfungsi mengolah air limbah sehingga out let yang
keluar sudah memenuhi syarat baku mutu yang
ditetapkan.
 Tujuan : Mengoperasikan sistim pengolahan air limbah
sehingga bekerja dengan baik dan benar.
TUJUAN Untuk memperlancar proses pengolahan air limbah.
 Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.
KEBIJAKAN PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

1. Memeriksa panel control :


PROSEDUR a. Petugas menaikan MCB main power.
b. Petugas menaikan MCB Blower, Submersible,
sentrifugal pump, dozing pump, dan mixer.
c. Petugas menaikan MCB Organic reducing
apparatus dan control.
2. Petugas mensetting timer 1 & 2 untuk sistim On-Off
Blower, waktunya tergantung yang kita inginkan misalkan
3 jam ON dan 1 jam OFF.
3. Petugas memutar selector switch ke kanan untuk power
ke kanan, maka power control panel bekerja.
4. Petugas memutar selector switch ke kanan untuk Blower,
maka Blower bekerja dan lampu Indicator On menyala.
Kemudian stell ball valve yang ada di pipa blower. Ada
tiga ball valve, kita setel oksigen yang masuk ke bak
aerasi-1, bak aerasi-2, dan bak aerasi-3.
RSUP. H.ADAM MALIK PENGOPERASIAN IPAL II
Secara Manual
No. DOKUMEN No. Revisi Halaman
PM. 01.01/IV. 0 2/2
9/070/2015
PROSEDUR 5. Petugas memutar selector swith kekanan untuk
Submersible Pump, maka submersible Pump On dan
lampu Indicator (Hijau) menyala.Bila air di bak
ekualisasi penuh, maka pompa akan hidup dan bila di
bak ekualisasi habis pompa mati sendiri,
6. Petugas menaikan MCB untuk Pompa Trikling, maka
Pompa Trikling On.
7. Petugas memutar selector switch ke kanan untuk
Dozing pump, maka Dozing pump, maka Dozing
pump On dan lampu indicator On (Hijau) menyala.
8. Petugas memutar selector switch ke kanan untuk
Mixer (Alchimia), maka mixer On dan lampu indicator
On (Hijau) menyala.
9. Apabila IPAL tidak dioperasikan, putar selector switch
ke kiri (posisi OFF) untuk blower, submersible pump,
dozing pump, mixer, dan pompa pembilasan.
10. Petugas memutar cam switch ke posisi 0 dan semua
beban OFF.
11. Petugas mematikan main breaker ke posisi OFF.
12. Apabila ingin mengoperasikan IPAL, ikuti petunjuk
dari No. 1 sampai No. 11.

Catatan :
 Sentrifugal pump di hidupkan secara manual diluar
sistem automanual dengan menggunakan selector
switch.
 Sentrifugal pump di operasikan setiap 3 hari sekali
dan lamanya operasiannya selama 10 menit dengan
cara memutar selector switch ke kanan dan sentrifugal
pump On serta lampu indicator On menyala.

UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. Adam Malik.


PEMELIHARAAN IPAL II
RSUP.H.ADAM MALIK

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


PM. 01.01/IV. 0 1/5
9/071/2015
SPO Ditetapkan
INSTALASI Direktur Utama
KESEHATAN
Tanggal Terbit
LINGKUNGAN
14 Januari 2015
DR.dr.YUSIRWAN,Sp.B,Sp.BA(K),MARS
NIP.196211221989031001
PENGERTIAN  Pemeliharaan IPAL adalah suatu kegiatan yang
dilaksanakan untuk menjaga (memelihara) atau
maintenance suatu Instalasi IPAL agar sistim dapat
berfungsi dan terpelihara.

 Tujuan untuk menjaga kondisi Alat IPAL terpelihara


dengan baik.
TUJUAN Untuk memperlancar proses pengolahan air limbah.

 Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik No.


KEBIJAKAN PM.01.21/IV4.6/67/2015. Tentang Kebijakan
Pengelolaan Limbah Cair dan sampah padat serta
pembuangan limbah B 3 (Bahan Berbahaya Beracun )
di RSUP.H.Adam Malik Medan.

CARA PENGOPERASIAN HMP (Heavy Metal Precipitator)


PROSEDUR 1. Memeriksa panel control, yaitu :
a. Menaikkan MCB main power.
b. Menaikkan MCB pompa Submersible
c. Menaikkan MCB mixer.
d. Menaikkan MCB control.
2. Memutar selector switch untuk power ke kanan, maka
lampu indicator ON menyala.
3. Memutar selector switch untuk Pompa Submersible ke
kanan, maka pompa Submersible ON dan indicator ON
( hijau ) menyala. Pompa Submersible bekerja secara
automatis, apabila bak control penuh maka pompa inlet
bekerja dan sebaliknya bak control kosong maka pompa
inlet OFF.
RSUP. H.ADAM MALIK
PEMELIHARAAN IPAL II

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 2/5
9/071/2015
PROSEDUR 4. Memutar selector switch untuk motor mixer ke kanan,
maka motor mixer ON dan indicator ON(hijau) menyala.
5. Apabila selesai pengoperasian, matikan motor mixer
dan pompa inlet dengan memutar selector switch ke kiri.
6. Memutar selector switch untuk power ke kiri, maka
lampu indicator ON mati.
7. Mematikan MCB main power.
8. Apabila ingin mengoperasikan kembali, ikuti langkah no. 1
s/d no.7
B. Pemeliharaan :
1. Aklimatisasi bakteri pendegradasi limbah cair
Pada saat unit pengolah limbah cair akan mulai di
operasikan secara penuh, maka perlu diberikan
biakan unggul bakteri pendegradasi limbah cair
sebagai starter untuk mempercepat
perkembangbiakan dan pertumbuhan bakteri dan
stabilisasi kondisi proses pengolahan. Hal yang perlu
diperhatikan adalah cara pemberian bakteri tersebut
tidak boleh langsung tetapi harus melalui proses
aklimatisasi dengan cara sebagai berikut:
1.1 Membiakkan bakteri padat dimasukkan ke dalam
wadah/ember yang berisi setengah air bersih
dan setengah air limbah, kemudian diaduk
selama lebih kurang lima menit.
1.2 Biarkan biakan bakteri tersebut dalam wadah
selama satu jam. Pada saat ini bakteri akan
mulai menunjukkan aktivitas kehidupannya
kembali dan siap berkembang biak dan
bertumbuh.
1.3 Bakteri kemudian dimasukkan ke dalam ruang
aero-reactor.
RSUP. H.ADAM MALIK PEMELIHARAAN IPAL II

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 3/5
9/071/2015
PROSEDUR 2. Beberapa persyaratan agar aktivitas bakteri dapat
optimum :
2.1 pH : 6 - 8 (optimum 7)
2.2 Kandungan oksigen terlarut (D.O ) : min. 2 - 3
ppm
2.3 Temperatur : 25-30°C
2.4 Kandungan N : min. 1 ppm
3. Beberapa ciri - ciri bakteri sudah bertumbuh secara stabil
dapat dilihat dari kondisi limbah cair yang ada di dalam
unit pengolahan limbah cair ( selain dengan analisa
laboratorium) :
3.1 Warna limbah : coklat tua
3.2 Busa : sedikit dan gelembung kecil
3.3 Busa : sedikit dan gelembung kecil
3.4 Bau : bau khas bakteri (bukan bau busuk)
3.5 Test settling : lama atau tidak bisa mengendap
Sedangkan ciri-ciri bakteri yang sedang mengalami
stress (misalnya akibat kenaikan/penurunan pH yang
terlalu ekstrim, temperature di atas 35°C, beban polutan
terlalu tinggi)
3.1. Warna limbah : Coklat muda
3.2. Busa : banyak dan gelembung besar
3.3. Test settling (pengendapan) : lama atau tidak bisa
mengendap
Bila hal ini yang terjadi, maka perlu dilakukan adalah
menghentikan sementara inlet yang masuk, kemudian
dicari penyebabnya. Jika pH yang ekstrim perlu
dinetralisasi dengan asam/basa (misal: asam sulfat, air
kapur, caustic soda)pada bak ekualisasi; jika kurang
nutrisi maka perlu penambahan nutrien (misal: pupuk
NPK, urea atau gula / sumber karbohidrat ). Ciri-ciri
bakteri yang mati adalah :
3.1. Warna limbah : hitam
3.2. Bau : busuk
RSUP. H.ADAM MALIK PEMELIHARAAN IPAL II

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 4/5
9/071/2015
PROSEDUR Pengisian oli blower dilakukan dengan membuka tutup/baut
bawah, supaya oli lama bias dibuang, kemudian tutup/baut
bawah diberi selotip/ring karet supaya tidak bocor.
a. Oli kemudian diisikan kedalam blower sampai batas
maksimum
(dapat diketahui dengan membuka tutup/baut batas
maksimum).
b. Bila oli yang diisikan melebihi batas maksimum,
maka oli akan keluar melalui lubang baut batas
maksimum.
c. Pengisian oli blower maksimum setengah kapasitas
tangki blower (250 - 300 ml), sebab bila terlalu penuh
akan menyebabkan blower menjadi panas.
d. Pergantian oli pada blower 1 bulan sekali masing –
masing 500 cc pakai Oli mesran SAE 40.
7. Chlorinator
Menggunakan chlorin tablet, oleh sebab itu setiap 3 hari
sekali perlu dilihat chlorine tabletnya dengan membuka
tutup housingnya.
8. Alchimia
Harus ada pembilasan setiap 3 hari sekali dengan cara
memutar selector switch ke kanan untuk alchimia pada
panel control, untuk menggerakan pompa dan On pompa
selama 5 menit.
9. Sampah / padatan / sisa-sisa lemak yang menumpuk
pada bak pretreatment dapur dan laundry perlu sering
dibersihkan sebab bila tidak akan mengeras dan bila
lolos ke sistem jaringan pemipaan akan menyumbat pipa
dan mengganggu proses.
RSUP.H.ADAM MALIK PEMELIHARAAN IPAL II

No. DOKUMEN No. Revisi Halaman


PM. 01.01/IV. 0 5/5
9/071/2015
PROSEDUR 10.Pembersihan Bak Equalisasi
Tutup pada bak ekualisasi dibuka
Bila ada sampah - sampah padat yang tidak dapat
hancur segera diambil supaya tidak mengganggu sistem
pemipaan unit pengolahan limbah cair.
Pengecekan dilakukan minimal satu bulan sekali,
sedangkan pembersihan/pengurasan bak dilakukan 3
hari sekali dengan memakai alat saringan.
11 .Pengisian Kaporit Tablet
a. Penambahan kaporit 3 hari sekali.
b. Bila kaporit habis, maka harus segera diberikan
dengan kaporit baru sebanyak 1 kg.
12.Penambahan Gemuk ( Greese ) Blower
a. Silencer/saringan udara dibuka dengan
menggunakan kunci pipa kemudian gemuk/greese
dimasukkan ke dalam blower melalui lubang atas
(tempat saringan )
b. Penambahan gemuk/greese dilakukan 3 - 4 minggu
sekali
13.Membersihkan PTB Kitchen 2 hari sekali.
14.Membershkan PTB Laundry 2 hari sekali.
15.Pembuangan Lumpur dengan membuka setiap ball
valve yang ada selama 5 menit 2 minggu sekali.

UNIT TERKAIT 1. IPSRS RSUP H. ADAM MALIK