Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam mencapai tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang optimal

dan menjamin kelangsungan usaha, pihak managemen dituntut untuk membuat

perencanaan strategi perusahaan dan beroperasi secara efektif dalam menciptakan

nilai tambah bagi perusahaan yang lebih unggul dari kompetitor. Salah satu strategi

perusahaan yang memiliki peran besar dalam menciptakan daya saing perusahaan

yaitu penetapan harga jual produk (Indrayana : 2013).

Menurut Setiadi, Saerang, dan Runtu (2014) perusahaan membutuhkan

informasi yang lengkap dan akurat mengenai biaya produksi dalam proses

pembuatan suatu produk sehingga perusahaan dapat menentukan harga pokok

produksi. Selanjutnya, perusahaan harus melakukan perhitungan yang akurat dalam

menentukan harga pokok penjualan dan menentukan harga jual produknya.

Kebijakan perusahaan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan,

namun memberikan harga jual yang dapat menarik konsumen untuk membeli produk

perusahaan.

Salah satu aspek yang cukup berperan dalam menentukan daya saing

perusahaan adalah penentuan harga jual. Menurut Machfoedz (2005:136) tujuan

penentuan harga jual suatu produk tidak terbatas hanya untuk meningkatkan laba

dari penjualan, namun mampu meningkatkan jumlah produksi produk, serta

meluaskan target pemasaran. Menurut Harini (2008:55) penentuan harga jual

memiliki tujuan yaitu : 1) mencapai penghasilan atas investasi, 2) kestabilan harga,

3) mempertahankan atau meningkatkan bagian dalam pasar, 4) menghadapi atau

1
2

mencegah persaingan, dan 5) penetapan harga untuk memaksimalkan laba.

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penentuan

harga jual memiliki peranan penting dalam strategi bisnis perusahaan dalam

menciptakan daya saing perusahaan. Walaupun penentuan harga jual memiliki

peranan penting bagi perusahaan, banyak perusahaan yang masih mengalami

kesulitan dalam menghitung. Harga jual produk atau tidak akurat (lebih besar atau

lebih kecil), hal ini akan berpengaruh negatif terhadap pertimbangan konsumen

dalam memiliki barang dan juga terhadap pendapatan perusahaan.

Menurut Krismiaji (2002), kesalahan penentuan harga akan berakibat fatal

bagi perusahaan, jika harga ditentukan terlalu mahal, pelanggan akan enggan

membeli produk dan akan berpindah ke tempat yang lain, sedangkan jika harga

terlalu murah akan mengakibatkan kerugian. Penting bagi perusahaan untuk

melakukan suatu perhitungan yang akurat ketika menetapkan harga jual. Penentuan

harga jual yang salah bisa berakibat fatal pada masalah keuangan perusahaan dan

akan mempengaruhi kontinuitas usaha perusahaan tersebut seperti kerugian terus

menerus. Perubahan harga jual mempunyai tujuan untuk menyesuaikan agar harga

baru yang ditetapkan dapat mencerminkan biaya saat ini (current cost) atau biaya

masa depan (future cost), return yang diinginkan oleh perusahaan, reaksi pesaing

dan sebagainya (Supriyono, 2001:314).

Lotus Garden Cafe and Steak yang berlokasi di Jalan A.Wahab Syahrani

Samarinda yang bergerak dalam bidang restoran (cafe) yang mengelola bahan-

bahan mentah menjadi bahan jadi untuk disuguhkan kepada konsumen. Di Lotus

Garden Cafe and Steak ini, menjual berbagai macam makanan dan minuman,
3

namun restoran ini mempunyai produk unggulan yang menjadi daya tarik konsumen

yaitu steak, yang terdiri dari : 1) New Zealand (NZ) Sirloin, 2) NZ. Tenderloin, 3)

Local Tenderloin, 4) NZ. Lamb Chop, 5) NZ. Tenderloin .Bone, 6) Mix Steak, dan 7)

Salmon Steak. Kondisi diatas melatar belakangi penelitian ini lebih memfokuskan

terhadap penentuan harga jual makanan steak. Karena steak merupakan produk

unggulan dan sumber penjualan tertinggi di restoran tersebut.

Lotus Garden Cafe and Steak dalam pembebanan biaya masih

menggunakan sistem biaya tradisional yang hanya membebankan dua aspek biaya

produksi, yaitu biaya bahan baku, yang terdiri dari : 1) daging steak; 2) kentang; 3)

wortel; 4) brokoli; 5) kacang panjang dan 6) saus (blackpaper, jamur, barbeque) dan

biaya tenaga kerja langsung, yang terdiri dari : 1) chef; dan 2) pegawai lain yang

membantu didapur dalam proses pengolahan daging steak tersebut ke setiap unit

produksi. Untuk mengatasi keterbatasan pada metode akuntansi biaya tradisional

maka penelitian ini berinisiatif mengembangkan sistem biaya yang didasarkan pada

aktivitas yang disebut Sistem Activity Based Costing (ABC), yang didasari oleh

asumsi bahwa pembuatan suatu produk akan mengidentifikasi aktivitas yang

mengkomsumsi biaya. Diharapkan bahwa dengan menggunakan sistem ABC, Lotus

Garden Cafe and Steak dapat menghitung biaya produksi dengan

mempertimbangkan semua aspek biaya, dalam memproduksi tujuh jenis steak

berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
4

Selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang telah disebut

diatas, biaya overhead pabrik dalam pembuatan steak ini, berupa : biaya bahan

penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya operasional, biaya listrik, biaya

gaji dan biaya depresiasi gedung.

Menurut Supriyono (2015:252) ABC merupakan alat untuk membebankan

biaya aktivitas-aktivitas pada rangkaian nilai. Dalam sistem ABC, aktivitas-aktivitas

diidentifikasi sebagai objek biaya yang penting, karena aktivitas adalah unit kerja

basis yang dilaksanakan dalam operasional suatu organisasi. Berkaitan dengan

penentuan harga jual maka peneliti menentukan obyek penelitian pada Lotus

Garden Cafe and Steak di Samarinda sebuah perusahaan yang bergerak dibidang

restoran (cafe) yang ada di Samarinda dari tahun 2014 sampai dengan 2018.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis tertarik

untuk mengadakan penelitian dengan judul Analisis Penentuan Harga Jual Steak

Dengan Menggunakan Sistem Tradisional dan Sistem Activity Based Costing (ABC)

pada Lotus Garden Cafe and Steak Samarinda.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan Masalah berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di

atas, maka rumusan masalah adalah :

1. Apakah terjadi selisih perhitungan penentuan harga jual steak dengan

menggunakan sistem tradisional dan sistem activity based costing (ABC) pada

Lotus Garden Cafe and Steak ?


5

2. Yang mana lebih besar harga pokok produksi steak antara menggunakan sistem

tradisional dan sistem activity based costing (ABC) pada Lotus Garden Cafe and

Steak ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian, adalah :

1. Untuk mengetahui selisih perhitungan penentuan harga jual steak dengan

menggunakan sistem tradisional dan sistem ABC pada Lotus Garden Cafe and

Steak.

2. Untuk mengetahui harga pokok produksi steak dengan menggunakan sistem

tradisional dan sistem ABC pada Lotus Garden Cafe and Steak.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :

1. Manfaat teoritis, hasil dari penelitian dapat menjelaskan teori–teori yang sudah

ada tentang strategi penetapan harga itu sendiri.

2. Manfaat praktik, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam menetapkan harga

jual makanan, sehingga harga jual makanan mampu bersaing dengan makanan

sejenis yang sudah ada.

3. Manfaat kebijakan, hasil penelitian dapat dipakai sebagai bahan perbandingan

terhadap analisis yang dilakukan oleh manager keuangan perusahaan sebagai

tambahan informasi dalam memperbaiki kebijakan dan memperbaiki keputusan

mengenai penetapan harga jual.