Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Akuntansi Biaya Tradisional

Penentuan harga pokok produksi dengan sistem tradisional terutama dalam

perhitungan biaya overhead pabrik tidak dihitung secara detail berdasarkan atas

pemicu biaya dan sumber daya yang dikonsumsi oleh produk menu makanan pada

Lotus Garden , karena harga pokok produksi dihitung dengan cara menjumlahkan biaya

bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Sistem akuntansi biaya

pada Lotus Garden tidak mencerminkan sebab akibat biaya dan menggolongkan biaya

langsung dan tidak langsung serta biaya tetap dan variabel hanya mendasarkan faktor

penyebab tunggal yaitu volume produk dan jam kerja langsung. Perusahaan Lotus

Garden cafe and steak menentukan harga pokok produksi masih menggunakan sistem

tradisional, berikut ini adalah penentuan harga pokok produksi berdasarkan sistem

tradisional.

Peneliti melakukan analisis data dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui

pembebanan biaya overhead pabrik yang dilakukan oleh Lotus Garden. Dari analisis ini

diketahui bahwa pembebanan biaya overhead pabrik yang selama ini dilakukan oleh

perusahaan masih secara tradisional..

1.Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Menurut Perusahaan (Tradisional)

Salah satu fungsi pokok dalam perusahaan manufaktur adalah fungsi produksi,

sedangkan dua fungsi pokok yang lain yakni fungsi administrasi dan umum serta fungsi

pemasaran. Sesuai dengan fungsi pokok tersebut, maka biaya yang terjadi meliputi biaya-biaya
produksi, biaya administrasi dan umum serta biaya pemasaran. Dari ketiga biaya tersebut,

unsur biaya produksi merupakan biaya yang terbesar dari seluruh biaya yang dikeluarkan oleh

perusahaan dalam kegiatannya. Biaya produksi pada Lotus Garden dibagi menjadi tiga elemen

yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Adapun ketiga elemen

biaya produksi tersebut akan membentuk harga pokok produk.

Dalam pembebanan biaya overhead pabrik, Lotus Garden menggunakan tarif yang

ditentukan di muka dengan dasar pembebanan tarif overhead tunggal untuk semua produk.

Dalam pembebanan tarif overhead tunggal mengasumsikan bahwa semua biaya overhead

hanya dapat dijelaskan oleh satu cost driver. Cost driver yang digunakan oleh Lotus Garden

adalah satuan produksi.

Lotus Garden memiliki kapasitas normal produk restoran selam 3 bulan


sebesar 23.000.000 unit buku dengan jumlah halaman sebanyak 27.284.842,00
. Biaya overhead pabrik yang dianggarkan tahun sebesar Rp 81.854.526

Berdasarkan data yang ada maka tarif biaya overhead pabrik untuk produk
buku di Lotus Garden triwulan adalah sebagai berikut:
BOP yang Dianggarkan Lotus Garden triwulan
Tarif BOP/produk = Kapasitas Normal Produksi Satu Tahun
6.704.993.000
=
2.944.000.000 halaman
= Rp 2,278 / halaman
Setelah menghitung tarif biaya
overhead
pabrik dengan dasar satuan
produksi, yaitu total halaman maka biaya
overhead
pabrik dapat dihitung
untuk masing-masing produk. Perhitungan biaya
overhead
pabrik ke masing-
masing produk dapat dilihat pada tabel V.4
Pembebanan biaya overhead pabrik yang dilakukan oleh perusahaan
berdasarkan sistem tradisional. Pada tabel V.4 memperlihatkan bahwa
semakin banyak volume produksi buku maka pembebanan biaya overhead
pabrik per unit semakin besar dan semakin sedikit volume produksi maka
pembebanan biaya overhead pabrik per unit semakin kecil.

Sistem ABC

Perusahaan Lotus Garden cafe and steak menghasilkan beberapa jenis produk dengan

menggunakan fasilitas yang sama (common products) maka biaya overhead pabrik merupakan

biaya bersama untuk seluruh produk yang dihasilkan. Masalah ini dapat diselesaikan dengan

menggunakan sistem Activity Based Costing (ABC) karena sistem Activity Based Costing (ABC)

menentukan driver-driver biaya untuk mengidentifikasikan biaya overhead pabrik yang

dikonsumsi oleh masing-masing produk

Analisis penentuan harga pokok produksi yang lebih akurat dapat dilakukan dengan

menggunakan sistem activity based costing. Penentuan harga pokok produksi pada Lotus

Garden cafe and steak dibagi menjadi beberapa cost pool. Namun hanya enam cost pool yang

dibahas dalam penelitian ini yaitu Nz.Tenderloin, Nz.T.Bone, Nz.Sirloin, Local Tenderloin, Mixed

Steak, Salmon Steak Aktivitas yang terjadi dalam produk menu makanan tersebut

dikelompokkan dalam lima cost driver yaitu pemotongan, menjahit, finishing, pengemasan dan

pengiriman.

Proses klasifikasi biaya dapat dimulai dengan suatu pengelompokkan yang sederhana

dari semua biaya dalam dua golongan, yaitu harga pokok produksi (manufacturing cost) dan

biaya-biaya komersil (commercial cost). Harga pokok produksi dibagi menurut tiga unsur utama
dari biaya yaitu biaya bahan baku (BBB), biaya tenaga kerja (BTK), dan biaya overhead pabrik

(BOP). Sedangkan biaya komersil yaitu biaya- biaya pemasaran.