Anda di halaman 1dari 23

METODE PELAKSANAAN

Program : Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun


Kegiatan : Penambahan Ruang Kelas Sekolah
Pekerjaan : Penambahan Ruang Kelas SMPN 1 Sampit
Lokasi : Sampit

Berikut ini adalah tahapan pekerjaan yang akan dilakukan dalam


proyek ini :
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
A. Pengukuran
Sebelum dilakukan pelaksanan pekerjaan pertama tama
melakukan pengukuran dilapangan bersama dengan pengawas
teknis dan lapangan serta menentukan letak lokasi Pekerjaan yang
akan dibangun atau dilaksanakan.
Pengukuran dilakukan pada jarak sesuai dengan gambar yang akan
dilakukan oleh Tenaga Ahli dalam Bidang pengukuran Alat yang
digunalan dalam pengukuran antara lain yaitu :
a. Selang untuk pengukuran
b. Meteran
c. Alat Bantu lainnya
Tenaga yang melaksanakan pengukuran diantaranya :
a. Juru Ukur 1 Orang
b. Pembantu Juru Ukur 2 Orang
c. Buruh Lapangan
Hasil Pengukuran akan dijadikan acuan gambar acuan untuk
pelaksanaan Kontruksi yang digambarkan lengkap dengan
potongan/section dari saluran tersebut

B. Pembuatan Barak Kerja/Gudang Material dan Direksi Keet


a. Pembuatan Barak Pekerja
Barak kerja akan dibangun disekitar lokasi pekerjaan dengan
ukuran sesuai keperluan dilapangan.
b. Pembuatan Gudang Material/Peralatan
Gudang Material/Peralatan akan dibangun disekitar lokasi
pekerjaan agar mempermudah pengawasan terhadap
material/peralatan.

c. Pembuatan Direksi Keet


Direksi Keet yang akan dibuat mengikuti ukuran yang
disyaratkan oleh Pengguna Jasa dilengkapi dengan fasilitas
yang dibutuhkan.
d. Pembuatan Papan Nama Pekerjaan
Papan Nama Pekerjaan dibuat dengan ukuran yang sudah
disediakan dan akan dipasang disekitar lokasi pekerjaan
e. Pemasanagn Bouwplank
Pemasngan Bouwplank akan dibuat sesuai dengan profil
yang dibutuhkan dalam pekerjaan yang membentuk profil
dari bagian yang akan digali atau dikerjakan.

C. Mobilisasi dan Demobilisasi


Sebelum melaksanakan pekerjaan, persiapan yang harus dilakukan
dalam proyek adalah mempersiapkan tenaga kerja yang
professional yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan
dilapangan. Selain dari pekerja – pekerja lapangan, dalam
pelaksanaanya juga mempersiapkan staf pengawas lapangan baik
dari proyek itu sendiri, konsultan maupun kontraktor
a. Mobilisasi Personil
Personil yang akan dimobilisasi diantaranya :
 Mandor
 Kepala Tukang
 Tukang
 Tukang Gali Tanah
 Buruh Tak Terlatih ( Pekerja )
 Dan lain-lain ( sesuai kebutuhan lapangan )

b. Mobilisasi Peralatan
Peralatan yang akan dimobilisasi antara lain :
 Mesin Mollen/ Concrete Mixer 2 Unit
 Sepeda Motor ( Kendaraan Roda 2 ) 1 Unit
 Alat Batu Lainnya

Sebelum dilakukan pelaksanan pekerjaan pertama tama


melakukan pengukuran dilapangan bersama dengan pengawas teknis
dan lapangan serta menentukan letak lokasi Pekerjaan yang akan
dibangun atau dilaksanakan. Pemasangan Papan Nama Kegiatan
Pekerjaan di sekitar lokasi pekerjaan yang menandakan pekerjaan
pada nol persen atau awal pelaksanaan untuk dokumentasi pekerjaan
serta sebagai informasi kepada masyarakat dan bisa melihat dari
papan nama kegiatan tersebut.
Membuat barak kerja dan gudang untuk menyimpan bahan
bangunan yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan
pekerjaan.
a. Mobilisasi Tenaga Kerja
Sebelum melaksanakan pekerjaan, persiapan yang harus dilakukan
dalam proyek adalah mempersiapkan tenaga kerja yang
professional yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan
dilapangan. Selain dari pekerja – pekerja lapangan, dalam
pelaksanaanya juga mempersiapkan staf pengawas lapangan baik
dari proyek itu sendiri, konsultan maupun kontraktor
b. Mobilisasi Alat
Mobilisasi Peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan yang berfungsi
untuk mendukung dan menunjang kelancaran dalam pelaksanaan
pekerjaan baik dari awal pelaksanaan maupun sampai akhir
pekerjaan. Alat tersebut harus di sesuaikan dengan jenis pekerjaan,
kondisi lapangan dan kemampuan pekerjaan yang dilaksanakan
guna mendapatkan efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun alat yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah :
1. Concrate Mixer 0,6 M3
2. Alat bantu tukang seperti cangkul, gerobak Arco dan lain-lain
Merencanakan material yang akan digunakan serta menentukan
lokasi penumpukan material yang akan digunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan.
2. PEKERJAAN TANAH
a. Pekerjaan Galian dan Urugan Kembali
Uraian
Pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini akan mencakup pekerjaan
penggalian tanah secara manual untuk lokasi pekerjaan pondasi,
dalam pelaksanaanya semua dilakukan dengan manual atau dengan
menggunakan alat bantu tukang seperti cangkul, linggis dan sekop
untuk penggalian. Untuk menetukan dalam atau luas galian maka
harus disesuaikan dengan gambar kerja yang di setujui oleh direksi
atau pengawas lapangan. Pekerjaan
Pekerjaan Pengurugan tanah kembali dikerjakan sesudah pondasi
selesai sehingga pekerjaan pemadatan dilakukan dengan manual
dapat lebih rapi dan bagus.

b. Pemancangan Cerucuk Kayu Galam


Uraian
Pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini akan mencakup
pengadaan, pemasangan yang disediakan dan ditempatkan sesuai
dengan Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar
sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Teknis Pekerjaan.
Pemasangan diperlukan untuk menentukan jumlah dan panjang
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Pelaksanaan
a) Kayu Cerucuk yang akan digunakan harus sesuai dengan
ketentuan.
b) Semple kayu cerucuk harus diperiksa terlebih dahulu sebelum
dipasang untuk memastikan bahwa kayu tersebut memenuhi
ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan.
c) Pemasangan kayu cerucuk harus memperhatikan letak pasangan
untuk memastikan kestabilan, kekuatan dan daya dukung dari
kayu cerucuk tersebut
c. Pekerjaan Pengurugan Pasir Urug bawah pondasi
Uraian
Pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini akan mencakup pekerjaan
Penngurugan Pasir Urug secara manual untuk lokasi pekerjaan
pondasi, dalam pelaksanaanya semua dilakukan dengan manual
atau dengan menggunakan alat bantu tukang seperti cangkul, arco
dan sekop untuk Pengurugan. Untuk menetukan dalam atau luas
urugan maka harus disesuaikan dengan gambar kerja yang di
setujui oleh direksi atau pengawas lapangan.

3. PEKERJAAN PONDASI DAN BETON


a. Pekerjaan Pembesian
Sebelum mulai menggunakan setiap bahan seperti besi beton yang
diusulkan untuk pekerjaan pembesian yang sesuai dengan kontrak
kerja atau spesifikasi pada gambar kerja, untuk pekerjaan Pondasi,
Sloof, Kolom, Kolom Praktis, Balok maupun ring balk besi yang
digunakan adalah besi SNI dengan diameter besi dan jarak yang
sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja serta disetujui
oleh direksi dan pengawas lapangan.
b. Pekerjaan Beton untuk Lantai Kerja
Uraian
Sebelum mulai menggunakan setiap bahan seperti yang diusulkan
untuk pekerjaan pekerjaan Lantai Kerja, serta bahan-bahan lain
seperti koral ataupun semen yang sesusai dengan kontrak kerja
atau spesifikasi pada gambar kerja, untuk Cor Beton Lantai Kerja
dengan ketebalan 10 cm yang di buat untuk bawah pondasi
Bahan
Batu Koral
Batu koral terdiri atas batu merak ukuran 2/3 cm Mutu dan ukuran
batu koral harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum
digunakan.
Semen
Semen yang digunakan adalah semen gersik 40 kg sesuai dengan
SNI
Pasir
Pasir yang digunakan adalah pasir cor lokal yang ada di sekitar
lokasi terdekat pekerjaan
Peralatan
Concrete Mixer, Gerobak Arco, keranjang, cangkul, alat tukang
lainnya
Pelaksanaan
Penyiapan Batu Koral dan pasir serta besi beton
Batu harus dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat
mengurangi kelekatan dengan adukan.
Pasir cor menggunakan pasir cor lokal karena dilokasi terdekat
pekerjaan memiliki pasir cor yang memenuhi standar dari
pengawas teknis dilapangan
Setelah Pemancangan cerucuk kayu galam selesai dikerjakan maka
dilakukan pengurukan pasir urug bawah pondasi untuk pemadatan
setebal 10 – 12 cm setelah itu baru dilakukan Pengecoran lantai
kerja dengan Pengadukan menggunakan mesin concrete mixer

c. Pekerjaan Pembuatan Bekisting


Untuk mendapatkan hasil cetakan sesuai dengan gambar bestek,
maka dibuatlah bekisting yang terbuat dari kayu papan. Permukaan
kayu papan dibersihkan untuk mendapatkan permukaan beton hasil
pengecoran yang halus dan baik. Kayu bekisting dipotong sesuai
ukuran yang telah ditentukan oleh direksi dengan menggunakan
alat pemotong gergaji, kayu bekisting yang telah dipotong
direkatkan dengan bingkai penguat dengan menggunakan paku
sebagai pengikat. Sebelum pekerjaan pembesian atau pengecoran
maka pekerjaan yang harus dilakukan adalah pembuatan bekisting
untuk Pondasi, sloof, kolom dan ringbalk.

d. Pekerjaan Beton untuk Pondasi Footplat


Uraian
Sebelum mulai menggunakan setiap bahan seperti yang diusulkan
untuk pekerjaan pekerjaan beton yang sesuai dengan spesifikasi
pada bestek atau gambar kerja, serta bahan-bahan lain seperti
koral ataupun semen yang sesusai dengan kontrak kerja atau
spesifikasi pada gambar kerja.
Bahan
Batu Koral
Batu koral terdiri atas batu merak ukuran 2/3 cm Mutu dan ukuran
batu koral harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum
digunakan.

Semen
Semen yang digunakan adalah semen gersik 40 kg sesuai dengan
SNI
Pasir
Pasir yang digunakan adalah pasir cor lokal yang ada di sekitar
lokasi terdekat pekerjaan
Peralatan
Concrete MixerGerobak Arco, keranjang, cangkul, alat tukang
lainnya

Pelaksanaan
Batu harus dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat
mengurangi kelekatan dengan adukan.
Pasir cor menggunakan pasir cor lokal karena dilokasi terdekat
pekerjaan memiliki pasir cor yang memenuhi standar dari
pengawas teknis dilapangan
Pekerjaan untuk pengecoran dengan menggunakan campuran yang
sesuai dengan sfesifikasi teknis sesuai dengan analisa teknis yang
disetujui oleh direksi maupun pengawas lapangan pegadukan
dengan menggunakan mesin conceret mixer. Pada waktu
pengecoran, bekisting sudah di buat dan besi sudah dirakit dan di
setel sesuai dengan gambar kerja.
4. PEKERJAAN DINDING
a. Pekerjaan Pasangan Rolag Batako
- Pasangan Rolag Batako untuk peninggian elevasi lantai dipasang
1 bata, Pasangan bata dipasangan dengan rapi tegak lurus dan
waterpass dengan spesi 1 s/d 1 ½ cm, bata yang akan
digunakan berkualitas baik, cukup masak yang merata tidak
mudah patah.
- Pemasangan rolag batako mulai dari permukaan sloof dengan
pasangan 1 batu menggunakan campuran 1 Ps : 2 Ps.

b. Pekerjaan Pasangan Batako


- Pasangan Batako untuk dinding dipasang ½ bata, Pasangan
bata dipasangan dengan rapi tegak lurus dan waterpass dengan
spesi 1 s/d 1 ½ cm, bata yang akan digunakan berkualitas baik,
cukup masak yang merata tidak mudah patah.
- Pemasangan dinding batako mulai dari permukaan sloof hingga
peil + 0,20 dipasang tembok ½ batu dengan campuran 1 Ps : 2
Ps dan campuran 1 Ps : 4 Ps .
c. Pekerjaan Plasteran :
- Plesteran harus dikerjakan pada seluruh dinding. Plesteran harus rapi serta rata
halus pada seluruh permukaan. Ketebalan plesteran pada semua bidang
permukaan harus sama tebal. Ketebalan berkisar antara 1,00 cm sampai 1,50 cm.
- Sebelum pekerjaan plesteran dimulai akan dilakukan penyiraman pada dinding
bata supaya plesteran lebih kuat dan tidak retak.
- Plaster total bangunan menggunakanr campuran 1 Pc : 4 Ps.

d. Pekerjaan Acian :
- Pekerjaan Acian harus dikerjakan pada seluruh dinding. Acian
harus rapi serta rata halus pada seluruh permukaan. Pengacian
merupakan finishing yang penting untuk kualitas dan kerapian
pekerjaan sehingga pada pekerjaan ini dibutuhkan.

e. Pekerjaan Penulangan Kolom


- Pada penulangan kolom, ujung bawah dihubungkan dengan
pondasi sedangkan bagian atas dihubungkan dengan balok yang
menekan pelat lantai sehingga merupakan satu kesatuan
struktur portal yang kaku. Penulangan kolom dilebihkan sampai
sampai lantai atas untuk menyambung tulangan kolom dengan
ring balk.
- Besi kolom yang dipasang pertama kali berbentuk L dan
diikatkan pada tulangan bawah tulangan foot plate. Pemasangan
tulangan dimulai dengan memasang sebelah luar. Setelah itu
dilakukan pemasangan besi-besi yang lain dan menyambungnya
dengan tulangan yang sudah ada

f. Pekerjaan Pengecoran Kolom


- Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan
bekisting dan tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan
pengecoran dilakukan serentak untuk semua kolom pada
ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana
pengecoran dimulai dari kolom 1 dan dilanjut ke kolom
berikutnya.
- Penuangan spesi beton ke kolom beton dengan menggunakan
cara manual dan dalam pelaksanaan ini menggunakan
campuran beton sesuai dengan spesifikasi teknis yang disetujui
oleh direksi maupun pengawas lapangan.
Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut
:
a. Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis
sampah dan kotoran dengan kompresor, kemudian dilapisi
dengan mud oil.
b. Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus
terpasang dengan baik. Setelah hal-hal tersebut diatas telah
dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
c. Menuangkan spesi beton kedalam bekisting kolom dengan
manual dibantu tenaga pengecor yang berdiri diatas
bekisting kolom.
d. Setelah bekisting kolom terisi penuh oleh spesi beton harus di
kontrol kembali kelurusan horisontal dengan 2 sisi yang
berbeda menggunakan lot grafitasi dengan memutar join pin
kekiri atau kekanan tergantung pada kondisi kolom

5. PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA


Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding,
dipasang rangka yang disebut Kusen, kusen terbuat dari kayu.

A. Pemasangan Kusen Pintu


Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan
mudah dijangkau
2. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
3. Pasang angker pada kusen secukupnya.
4. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2
meter dari tinggi bouwplank.
5. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting.
6. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
7. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh.
8. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada
tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

B. Pemasangan Kusen Jendela


Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan
mudah dijangkau.
2. Rentangkan benang selebar setengah ukuran Batako dari as
bouwplank.
3. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
4. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
5. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
6. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan
pertolongan unting-unting.
7. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
8. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada
keadaan yang benar.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

C. Memasang Daun Pintu


Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen
dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya
digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga
dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun
pintu ada yang tidak berputar pada engsel, melainkan bergeser di
depan kusennya. Pintu tersebur dinamakan dengan pintu geser.
Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing
pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya
dibuat beberapa cm di atas lantai.

Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
2. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
3. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu
tinggi).
4. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai
masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah
lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada
tiang daun pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian
bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu
dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu
dengan 3 engsel)
6. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai
baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen
pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun
pintu.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan
cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang
kusen
8. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan
memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya
sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen
pintunya.
9. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu
dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan
menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.
D. Memasang Daun Jendela
Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan
daun jendela. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok,
sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan
engsel sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal
(ke kiri danke kanan) atau berputar ertikal (ke atas dan ke
bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa
disebut jendela mati engan tujuanuntuk penerangan. Kedudukan
daun jendela pada saat ditutup melekat dengan sponing pada
kusen jendela.

Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu
tinggi).
4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai
masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah
lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela
pada tiang daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi
bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran
horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas
daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk
putaran vertikal).
6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel
sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada
tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai
dengan engsel pada daun jendela.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan
cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam pada
tiang/ambang atas kusen
8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan
memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya
sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen
jendelanya.
9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela
dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup
dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.

E. Pemasangan Kaca
Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan
ekstra hati-hati dalam penanganannya, sebaiknya perlu
diperhatikan beberapa hal yang penting pada saat memasang
kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada
daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam
metode, tergantung dari ukuran kayu, material rangka daun
intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan
tebal kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka
tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu/jendela
berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil dan tidak pecah,
kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk
menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5
mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka
perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian
kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah


sebagai berikut;
1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada
bagian atas. Usahakan letakkan pada meja yang luasnya
minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada
lantai yang datar.
2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan
selembar karton atau kain untuk memegang kaca.
4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat
sisi daun pintu/jendela.
5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan
martil.
6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca
yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari
goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.

6. Pekerjaan Cor Rabat Halaman :


- Pekerjaan cor rabat pada Keliling Bangunan sebelum dilakukan
pengecoran halaman dilakukan pekerjaan urugan pasir urug
sehingga pengecoran dapat dikerjakan serapi mungkin dan elevasi
lantai rabat dapat terpenuhi. Pekerjaan harus rapi serta rata halus
pada seluruh permukaan sangat penting untuk kualitas dan
kerapian pekerjaan sehingga pada pekerjaan ini dibutuhkan.

7. Pekerjaan Lantai

Pekerjaan Sub Lantai


a) Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat bantu lainnya yang digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan ini hingga dicapai hasil pekerjaan yang
bermutu baik dan sempurna.
2. Untuk Lantai baru pekerjaan sub lantai dilakukan pekerjaan rabat
beton dibawah lapisan finishing lantai pada lantai bawah/dasar serta
pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.

b) Persyaratan Bahan
1. Semen Portland harus merk Gersik 40 Kg
2. Pasir beton yang digunakan Pasir Beton Setempat
3. Kerikil/split ½ dan ¾ merak
4. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PBBI 82
pasal 9.
5. Mutu beton sub lantai yang disyaratkan K-100 dan pengendalian
seluruh bahan dalam pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan
dalam PBI 1971 (NI-2), PBBI 1982 dan (NI-8).pp

Uraian Pelaksanaan
1. Bahan-bahan yang digunakan terlebih dahulu harus diserahkan
contohnya kepada Direksi/pengawas.
2. Lapisan sub lantai dilakukan setelah lapisan pasir urug di
bawahnya telah selesai dikerjakan dengan sempurna (telah
dipadatkan sesuai persyaratan dan memenuhi ketebalannya), rata
permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal.
3. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC, pasir beton
dan split/kerikil dengan perbandingan 1 : 3 : 5 bagian.
4. Tebal lapisan sub lantai minimal dibuat 3 cm tanpa penulangan,
kecuali bila disebutkan lain atau sesuai yang ditentukan/disyaratkan
dalam detail gambar.
5. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas, kecuali pada
ruangan-ruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu,
supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas.

Pekerjaan Lantai Keramik


a) Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat bantu lainya yang digunakan untuk melaksanakan
pekerjaan ini hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan
sempurna.
2. Pekerjaan lantai ubin/tegel keramik dilakukan sebagai finishing
seluruh lantai sesuai detail yang ditunjukkan dalam gambar/sesuai
petunjuk Direksi/Pengawas
b) Persyaratan Bahan
1. Bahan yang digunakan adalah jenis tegel keramik buatan dalam
negeri yang bermutu baik dan Disetujui oleh Direksi/Pengawas.
2. Warna untuk lantai tegel yang dipasang pada lantai ruangan dan
selasar/teras adalah putih polos permukaan licin (polis) dengan
ukuran 40x40 cm, sedangkan untuk lantai WC/KM dan tempat cuci
dipasang tegel keramik alur ukuran 20x20 untuk lantai dan untuk
dinding ukuran 20x2 cm, motif permukaannya kasar, warna
ditentukan kemudian.
3. Bahan perekat dan pengisi siar dari grouting berwarna jenis yang
disetujui Direksi/Pengawas.
4. Ukuran-ukuran bahan :
– Tegel Keramik Warna 40x40 cm digunakan pada lantai utama dalam
gedung..
– Tegel Keramik Warna 30 x 30 cm digunakan pada tangga.
– Tegel Keramik 20x20cm digunakan pada lantai Km/Wc dan tempat
cuci
– Tegel Keramik 20x25 cm digunakan untuk dinding km/Wc, tempat
cuci dan dapur.

c) Uraian Pelaksanaan
1. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu
diserahkan contohnya kepada Direksi/Pengawas untuk diminta
persetujuan.
2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak,
tidak cacat dan tidak bernoda.
3. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 Pasir sesuai dengan
yang disyaratkan
4. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar
rata. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang
(lebar siar-siar) harus sama lebar maksimum 4 mm dan kedalaman
maksimum 2 mm, atau sesuai gambar serta petunjuk
Direksi/Pengawas yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang
sama lebar dan sama dalamnya untuk siar-siar yang berpotongan
harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
5. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi grouting sesuai ketentuan
persyaratan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik
yang dipasangnya.
6. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.
7. Bahan yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda pada permukaan hingga betul-betul bersih.
8. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh.
9. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh
pekerjaan lain selama 1x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan
cacat pada permukaannya.

8. Pekerjaan alat pengantung dan Kunci


a) Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat bantu lainya yang digunakan untuk melaksanakan
pekerjaan ini hingga dicapai hasil pekerjaan yang bernutu baik dan
sempurna.
2. Meliputi pemasangan seluruh alat-alat yang dipasang pada daun
pintu dan daun jendela serta seluruh detail dalam bangunan in yang
ditunjukkan dalam gambar/sesuai petunjuk Direksi/Pengawas
b) Persyaratan Bahan
1. Semua hardware dalam pekerjaan ini dari produk yang bermutu
baik, seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan
yang telah disetujui Direksi teknik.
2. Kunci pintu digunakan merk “Series” 2x putar atau yang setara
ukuran besar atau sejenis, yang dipasang kuat pada rangka daun
pintu. Seluruh kunci yang dipasang, lengkap dengan anak kunci
masing-masing minimal 2 (dua) buah anak kuncinya.
3. Engsel pintu yang dipakai adalah jenis cabut “H”, panjang 6” merk
setara “Arch” ukuran 2 ½ x 3 “. Sedangkan untuk jendela dipasang
engsel 2 buah ukuran sedang.
c) Syarat-syarat Pelaksanaan
1. Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini,
sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya
kepada Direksi/Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
2. Setiap daun pintu memakai 3 buah engsel yang dipasang tidak
lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. Engsel bawah
tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas. Engsel
tengah dipasang pada sisi atas antara kedua engsel tersebut. Untuk
daun jendela dipasang masing-masing 2 buah engsel.
3. Gerendel jendela digunakan gerendel tanam kualitas baik.

9. Pekerjaan Pengecatan
- Permukaan dinding bangunan dibiarkan kering kurang lebih 1 bulan
setelah plasteran dan Acian sempurna dikerjakan.
- Sebelum dilakukan pengecatan terlebih dahulu didempul
menggunakan dempul pada beton menggunakan plamur , setelah
itu diamplas sehingga permukaan yang akan dicat rata dan
terbebas dari lobang lobang.
- Setelah permukaan rata dilakukan pengecatan minimal tiga kali
ulang, pengecatan ulang dilakukan apabila cat lapisan pertama
sudah kering.
- Cat tembok yang digunakan 1 Jenis yaitu menggunakan merek
Vinilex atau setara warna akan ditentukan oleh direksi atau
pengawas.
- Keseluruhan Warna Pengecatan akan ditentukan kemudian oleh
Direksi/Pengawas.

10. Pekerjaan Sanitair


Lingkup Pekerjaan
a. Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah
penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai
hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna dalam
pemakaiannya/operasinya.
b. Pekerjaan pemasangan wastafel, klosed, keran, perlengkapan kloset
dan floor drain.

Pekerjaan yang berhubungan


a. Pekerjaan Waterproofing
b. Pekerjaan Plumbing
Persetujuan
a. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Direksi
atau pengawas lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Bahan
yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
b. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian bahan,
pengganti harus disetujui Pengawas atau Direksi.

B. BAHAN/PRODUK
1. Untuk kloset dan keran merk sesuai dengan spesifikasi bestek
atau kontrak .
2. Meja Dapur dengan pasangan keramik sesuai dengan spesifikasi
bestek atau kontrak.

C. PELAKSANAAN
1. Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambar-
gambar yang ada dan kondisi dilapangan, termasuk mempelajari
bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara
pemasangan dan detail-detail sesuai gambar.

2. Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan
gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka
Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Pengawas
dilapangan.
3. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila
ada kelainan/berbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut
diselesaikan.

4. Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan


untuk kesempurnaan hasil pekerjaan dan fungsinya.
5. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan mas
pemeliharaan.
6. Ketinggian dan konstruksi pemasangan harus disesuaikan gambar
bestek untuk itu serta petunjuk-petunjuk dari spesifikasi.
Pemasangan harus baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua
kotoran dan noda dan penyambungan instalasi plumbingnya tidak
boleh ada kebocoran-kebocoran.

7. Pekerjaan Kloset
a. Kloset duduk berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah
Toto standard ex dalam negeri.
b. Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah
diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau
cacat-cacat lainnya dan telah disetujui Konsultan Management
Konstruksi.
c. Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai
gambar, waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan,
sambungan-sambungan pipa tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

8. Pekerjaan Keran
a. Semua keran yang dipakai, kecuali kran dinding adalah Onda atau
setara. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar
plumbing dan brosur alat-alat sanitair.
b. Stop keran yang dapat digunakan Onda atau setara bahan
kuningan
c. Keran-keran harus dipasang pada pipaa air bersih dengan kuat, siku,
penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.

11. Pekerjaan Instalasi Listrik


Pekerjaan instalasi listrik yaitu berupa pekerjaan dari pemasangan
titik lampu stop kontak serta jaringan listrik dengan sfesifikasi
teknis sesuai dengan gambar bestek dan spek yang telah
ditentukan didalam kontrak, semua bahan-bahan untuk instalasi
listrik menggunakan standar SNI yang telah disetujui bersama oleh
Direksi atau pengawas lapangan.

12. Pekerjaan Pembersihan


Sebelum diadakan Serah Terima-1 (Pertama) Pekerjaan, wajib
membersihkan semua bagian Pekerjaan juga harus membersihkan
barang bekas/peralatan, sampah-sampah bekas kantong zak
semen dan membongkar semua konstruksi-konstruksi pembantu
dalam pekerjaan ini, Semua sisa material yang digunakan harus
dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar-
benar bersih dan rapih.

13. Pekerjaan Finishing dan Mobilisasi


Pada pekerjaan finishing ini adalah setelah Pekerjaan Pengeringan
Beton selama 28 hari atau Papan Bekisting sudah bisa dibongkar
dan akan dilakukan pembersihan lokasi dan pekerjaan sudah siap
untuk dilakukan opname 100% sehingga apabila disetujui baik oleh
pengawas teknis maupun P2HP maka setelah itu akan dilakukan
demobilisasi dimana semua alat operasional ataupun personel akan
meninggalkan lokasi pekerjaan.
Apabila waktu dilakukan pengukuran dan pengecekan pekerjaan
atau opname 100% ada pekerjaan yang belum dilakukan maka
penyedia akan melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan
spesifikasi teknis pekerjaan.

14. Pekerjaan Lain-lain


1. Dokumentasi dan Pelaporan
a. Domumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengunakan poto-poto riwayat
atau bukti-bukti pelaksanaan pekerjaan yang akan dilampirkan
dalam album atau dokumen, mulai dari awal pengukuran atau
0% sampai dengan 100 % atau pekerjaan telah selesai.

b. Pelaporan
Untuk pelaporan yang di sampaikan sebagai bahan atau bukti
pelaksanaan real pekerjaan dilapangan yang dibuat oleh
pelaksana pekerjaan
Adapun laporan yang dibuat :
1. Laporan Harian
2. Laporan Mingguan
3. Laporan Bulanan
4. Time Schedule yang berisi rencana pelaksanaan pekerjaan
sampai realisasi pekerjaan serta waktu masa pemeliharaan
5. Asbult Drawing ( gambar realisasi pelaksanaan pekerjaan
dilapangan )

15. Masa Pemeliharaan


Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban
untuk mengganti material yang tidak berfungsi dengan baik, dan
bertanggung jawab atas semua kekurangan dari item pekerja yang
telah dikerjakan.
Sampit, 13 Mei 2016

Dibuat Oleh
CV. SAN KHARISMA

MULIYADI
Direktur