Anda di halaman 1dari 2

KAJIAN HIDROGEOKIMIA AIRTANAH BEBAS

DI WILAYAH KEPESISIRAN KABUPATEN PURWOREJO

Oleh
Puspa Chattra Barapela
11/316629/GE/07193

INTISARI

Prinsip Uniformitarianisme menyatakan bahwa proses-proses


geomorfologi yang telah terjadi pada masa lampau meninggalkan bekas yang
nyata dan khas pada bentuklahan masa kini. Fenomena yang berkaitan dengan
prinsip tersebut adalah ditemuinya variasi airtanah bebas payau hingga asin di
wilayah kepesisiran Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah: (1)
mengkaji karakteristik dan pola persebaran hidrogeokimia secara spasial di
wilayah kepesisiran Kabupaten Purworejo; dan (2) menemukenali faktor-faktor
yang memengaruhi karakteristik dan pola persebaran hidrogeokimia airtanah
bebas di wilayah kepesisiran Kabupaten Purworejo.

Metode pengambilan dan pengukuran data didasarkan pada bentuklahan


sebagai unit analisis. Pengambilan dan pengukuran data dilakukan secara
systematic sampling untuk ketinggian muka airtanah (TMA), nilai daya hantar
listrik (DHL), dan sifat fisik airtanah, serta purposive sampling untuk
pengambilan sampel airtanah dengan memerhatikan pola sebaran bentuklahan dan
karakteristik airtanah. Selanjutnya tipe hidrogeokimia dianalisis dengan metode
ion dominan, diagram stiff, dan diagram piper segiempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama terdapat lima tipe airtanah


bebas pada daerah penelitian yang dipengaruhi oleh genesis bentuklahan. Tipe air
bikarbonat berada pada sistem akuifer dataran banjir dan tanggul alam. Tipe semi-
bikarbonat dominan dan tersebar merata di seluruh bentuklahan dengan senyawa
utama Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2. Tipe evaporit dan fosil berada di swale muda
yang berasosiasi dengan laguna masa lampau. Tipe sulfat ditemui di gisik pantai
dekat muara Sungai Jali. Kedua, faktor-faktor yang memengaruhi karakteristik
dan pola persebaran hidrogeokimia airtanah bebas di daerah penelitian adalah: (i)
proses pelarutan mineral-mineral dari material marin dan aluvium sungai serta
proses infiltrasi dan perkolasi air hujan membentuk tipe air bikarbonat dan semi-
bikarbonat, (ii) proses evaporasi intesif zona perairan laut dangkal pada kala
pleistosen meninggalkan kristal-kristal garam yang terlarut dalam membentuk tipe
air evaporit, (iii) proses reduksi bahan organik dari vegetasi pada laguna masa
lampau membentuk tipe air sulfat, dan (iv) proses pertukaran kation airtanah
dengan mineral lempung marin yang bersifat menjebak air dan penemuan fosil
molluscca membentuk tipe air fosil.

Kata kunci: airtanah bebas, bentuklahan, genesis, hidrogeokimia, dan wilayah kepesisiran
THE STUDY OF
UNCONFINED GROUNDWATER HYDROGEOCHEMICAL IN
COASTAL AREA OF PURWOREJO DISTRICT

By
Puspa Chattra Barapela
11/316629/GE/07193

ABSTRACT

The Uniformitarianism Principle explains that geomorphology processes


had happened in the past will left the real and specific traces on present
landscapes. There’s a phenomena that related with that principle. It’s the
availability ofbrackish to saline groundwater variety in the unconfined aquifer
that found in coastal area of Purworejo District. The aims of this research are:
(1) to review characteristic and spatial distribution pattern of hydrogeochemical
in coastal area of Purworejo District; and (2) to identify factors that potentially
influence the characteristic and spatial distribution pattern of hydrogeochemical
in coastal area of Purworejo District.

The method ofdata measurement based on landforms as analytical unit.


Data are measured and selected by using systematic sampling for water table
elevation, electrical conductivity, and physical characteristic of groundwater, and
area purposive sampling for determination of groundwater sample base on spatial
distribution pattern of landforms and groundwater characteristic. The
hydrogeochemical’s analyzed by dominant ion method, stiff diagram, and
rectangular piper diagram.

The research results, first shows there are five types of groundwater that
influenced by landform genesis. Bicarbonate water found in flood plain and
natural levee aquifer system. Semi carbonate water’s most dominant and found
almost in every landforms with main form of Ca(HCO3)2 and Mg(HCO3)2.
Evaporate and fossil water are found in swale that associates with ancient lagoon
and littoral zone in the past. Sulfate water locally is in beach near Jali estuary.
Second, factors that potentially influence the characteristic and spatial
distribution pattern of hydrogeochemical in coastal area of Purworejo District
are: (1) dissolution minerals from marine and alluvium material also process of
infiltration and percolation of rain created bicarbonate and semi carbonate
water, (2) intensive evaporation of littoral zone on Pleistocene era that left salt
crystals which dissolved into groundwater created evaporate water, (3) reduction
process of organic materials from vegetation that lived in ancient lagoon created
sulfate water, and (4) cation exchange process of groundwater and mineral
marine clay which can trap water and mollusca fossil that founded, created fossil
water (connate water).

Key words: coastal area, genesis, groundwater, hydrogeochemical, and landform