Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

KARAKTERISTIK VIRUS DAN PERUSAKAN SEL OLEH VIRUS

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH


Mikrobiologi
Yang dibimbing oleh Dr. Endang Suarsini, M.Ked

Oleh :
Kelompok 5 / Offering A
Dliya Amalia (160341606104)

Firdaus (160341606021)

Naelly Hesty K (160341606054)

Safitri Indah Putri A (160341606045)

Said Muammar A (170341600524)

Yayang Setya Wardhani (160341606077)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI

1
MARET 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT , yang telah


melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah “Karakteristik Virus dan Perusakan Sel Oleh Virus”
dengan tepat waktu. Makalah ini diselesaikan untuk memenuhi tugas matakuliah
Mikrobiologi.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr.
Endang Suarsini, M.Ked selaku dosen pengampu matakuliah yang telah banyak
membantu dan membimbing penulis, kedua orang tua yang telah memberikan
dukungan materil, moral dan spiritual , seluruh teman offering A Pendidikan
Biologi yang juga memberi masukan dalam penyempurnaan makalah.

Makalah ini merupakan tugas yang berisi tentang virus yakni karakteristik
virus dan perusakan sel oleh virus. Penyusunan makalah ini tentu masih terdapat
kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis berharap adanya masukan yang
bersifat memperbaiki dan membantu agar makalah ini menjadi lebih sempurna.
Disamping itu penulis berharap agar hasil tugas ini nantinya berguna bagi semua
pihak khususnya kalangan pendidik.

Malang , 7 Maret 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

Cover.............................................................................................

Kata Pengantar..............................................................................

Daftar Isi.......................................................................................

BAB I Pendahuluan.......................................................................

1.1 Latar Belakang...................................................................

1.2 Rumusan Masalah.............................................................

1.3 Tujuan ..............................................................................

BAB II Isi....................................................................................

2.1 Sifat-Sifat Dari Virus.. ......................................................

2.2 Gejala-Gejala Penyakit Karena Virus. ..............................

2.3 Daur Hidup Dari Virus. ....................................................

2.4 Perusakan Sel Oleh Sel Virus. .........................................

BAB III Penutup.........................................................................

3.1 Kesimpulan........................................................................

3.2 Saran...................................................................................

Daftar Rujukan.............................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Virus merupakan mikroba aseluler dan parasit obligat intraselluler


yang hanya dapat dilihat dengan bantuan elektron mikroskop. Ukuran virus
bervariasi dari 20-200 nm. Untuk dapat bertahan di lingkungan virus harus
mampu berpindah dari inang satu ke lainnya, menginfeksi dan mereplikasi
pada inang yang sesuai (Irianto, 2008). Virus juga termasuk parasit
berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus
dibedakan dari agen infeksius yang lain, karena ukurannya yang kecil (dapat
melewati membran filter bakteri) serta sifatnya sebagai parasit intraseluler
obligat, yang mutlak memerlukan sel inang untuk hidup, tumbuh, dan
bermultiplikasi. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup
dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus
mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan
pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi
ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk
memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur
hidupnya (Padoli, 2016).

Manusia rentan dengan penyakit. Penyebabnya bisa beragam, salah


satu yang sering di jumpai adalah virus, yakni mikroba yang bersifat parasit
dengan ukuran mikroskopik dan cenderung bekerja dengan cara
menginfeksi inangnya.Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen
pewaris sifat. Sebagai agen penyakit,virus memasuki sel dan menyebabkan
perubahan-perubahan yang membahayakan bagi sel, yang akhirnya dapat
merusak atau bahkan menyebabkan kematian pada sel yang diinfekinya.
Sebagai agen pewaris sifat, virus memasuki sel dan tinggal di dalam sel
tersebut secara permanen. Perubahan yang diakibatkannya tidak
membahayakan bagi sel atau bahkan bersifat menguntungkan. Dalam
beberapa kasus, virus dapat bertindak sebagai agen penyakit atau sebagai

4
agen pewaris sifat tergantung dari sel-sel inangnya dan kondisi lingkungan
(Irianto, 2008). Pada makalah ini akan membahas mengenai virus baik ciri-
ciri, daur hidup, gejala-gejala penyakit karena virus juga mekanisme
perusakan sel oleh virus.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah pada makalah karakteristik virus dan perusakan sel oleh
virus antara lain :
1. Bagaimana sifat-sifat dari virus ?
2. Bagaimana gejala-gejala penyakit karena virus ?
3. Bagaimana daur hidup dari virus ?
4. Bagaimana perusakan sel oleh sel virus ?

1.3 TUJUAN

Tujuan yang dapat diambil dari rumusan masalah makalah karakteristik


virus dan perusakan sel oleh virus antara lain

1. Untuk mengetahui sifat-sifat dari virus.


2. Untuk mengetahui gejala-gejala penyakit karena virus.
3. Untuk mengetahui daur hidup dari virus.
4. Untuk mengetahui perusakan sel oleh sel virus.

5
BAB II

ISI

2.1 Sifat-sifat Virus


Pada dasarnya, ada beberapa sifat umum dari virus yang dapat
membedakannya dari bakteri, mengingat bahwa kedua organisme ini sering
disamakan. Berikut ini adalah sifat-sifat virus :
1. Virus merupakan makhluk hidup peralihan antara benda mati atau
benda hidup. Disebut sebagai benda mati karena virus dapat
dikristalkan dan tidak mengandung protoplasma, sedangkan disebut
sebagai makhluk hidup karena dapat berkembang biak dan memiliki
asam nukleat
2. Virus hanya dapat hidup pada organisme yang hidup saja, virus juga
dapat melekatkan dirinya pada permukaan sel hidup atau organisme
3. Virus juga dapat mengenali inangnya dengan suatu mekanisme lock
and key, atau dengan kata lain seperti kunci dan anak kunci.
Adapun sifat – sifat khusus virus menurut Lwoff, Home dan Tournier (1966)
adalah :
1. Bahan genetic virus terdiri dari asam ribonukleat (RNA) atau asam
deoksiribonukleat (DNA), akan tetapi bukan gabungan dari kedua
jenis asam nukleat tersebut.
2. Struktur virus secara relative sangat sederhana, yaitu dari pembungkus
yang mengelilingi atau melindungi asam nukleat.
3. Virus mengadakan reproduksi hanya dalam sel hidup, yaitu dalam
nucleus, sitoplasma atau di dalam keduanya dan tidak mengadakan
kegiatan metabolisme jika berada di luar sel hidup.
4. Virus tidak membelah diri dengan cara pembelahan biner. Partikel
virus baru dibentuk dengan suatu proses biosintesis majemuk yang
dimulai dengan pemecahan suatu partikel virus infektif menjadi
lapisan protein pelindung dan komponen asam nukleat infektif.
5. Asam nukleat partikel virus yang menginfeksi sel mengambil alih
kekuasaan dan pengawasan system enzim hospesnya, sehingga selaras
dengan proses sintesis asam nukleat dan protein virus.

6
6. Virus yang menginfeksi sel mempergunakan ribosom sel hospes untuk
keperluan metabolismenya.
7. Komponen – komponen virus dibentuk secara terpisah dan baru
digabung di dalam sel hospes tidak lama setelah dibebaskan.
8. Selama proses pembebasan, beberapa partikel virus mendapat
selubung luar yang mengandung lipid, protein, dan bahan – bahan lain
yang sebagian berasal dari sel hospes.
9. Partikel virus lengkap disebut Virion dan terdiri dari inti asam nukleat
yang dikelilingi lapisan protein yang bersifat antigenic yang disebut
kapsid dengan atau tanpa selubung di luar kapsid.

2.2 Gejala-gejala Penyakit karena Virus


2.2.1 Gejala-Gejala Penyakit Karena Virus Pada Tumbuhan
a. Mosaik, penyakit yang menyebabkan bercak kuning pada daun
tumbuhan seperti tembakau, kacang kedelai, tomat kentang dan
beberapa jenis labu. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco Mozaic
Virus (TMV). Mentimun (Cucumber Mozaic), buncis (Bean cane
mozaic dan Bean mozaic), gandum (Wheat mozaic), tebu (Sugar cane
mozaic). Virus TMV pada tanaman ditularkan secara mekanis atau
melalui benih. Virus ini belum diketahui dapat ditularkan melalui
vektor (serangga penular). Virus dapat bertahan dan bersifat infektif
selama beberapa tahun. Virus bersifat sangat stabil dan mudah
ditularkan dari benih ke pembibitan pada saat pengelolaan tanaman
secara mekanis misalnya pada saat pemindahan bibit ke pertanaman.
Gejala Serangan daun tanaman yang terserang menjadi berwarna
belang hijau muda sampai hijau tua. Ukuran daun relatif lebih kecil
dibandingkan dengan ukuran daun normal. Jika menyerang tanaman
muda, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
b. Daun menggulung, terjadi pada tembakau, kapas, dan lobak yang
diserang virus TYMV.
c. Penyakit tungro (virus Tungro) pada tanaman padi. Tungro adalah
penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan

7
vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya
jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang
terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering
berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang
berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang
lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua
terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan
N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.
d. Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk (virus citrus vein
phloem degeneration (CVPD). Virus ini dengan begitu cepat menyebar
ditularkan serangga vektor Diaphorina Citri Kuwayana (Homoptera
Psyllidae) atau masyarakat umum menyebutnya kutu loncat atau kutu
putih.

2.2.2 Gejala-Gejala Penyakit Karena Virus Pada Hewan


a. Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas,
terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV).
Ayam yang terjangkit penyakit ini harus dimusnahkan karena dapat
bertindak sebagai sumber pencemaran dan penular.diikuti oleh
gangguan syaraf serta diare.
b. Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak
sapi dan kerbau. penyakit kuku dan mulut merupakan suatu penyakit
yang disebabkan oleh virus yang mudah menyerang hewan ternak
berkuku belah diantaranya sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi.
Penyebaran penyakit itu dapat disebabkan oleh beberapa hal
diantaranya virus yang terbawa oleh angin, persinggungan badan
dengan hewan ternak yang sudah terinveksi, bercampurnya hewan
ternak dalam angkutan truk, serta pakan ternak yang mengandung
virus. Penyakit kuku dan mulut mengakibatkan sariawan yang
mengganggu kuku dan mulut sehingga ternak tidak nafsu makan
selama hampir dua minggu, hingga berangsur kurus dan akhirnya mati.
c. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).

8
d. Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing,
dan monyet. Penyebabnya adalah Rhabdovirus. Penyakit anjing gila
(rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan
syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang
dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit
ini sangat ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia,
karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka
biasanya diakhiri dengan kematian.
e. Polyoma, penyebab tumor pada hewan.
f. Adenovirus, penyebab tumor pada hewan tertentu

2.2.3 Gejala-Gejala Penyakit Karena Virus Pada Manusia


a. Influenza. Penyebab influenza adalah virus orthomyxovirus yang
berbentuk seperti bola.Virus influenza ditularkan lewat udara dan
masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan.Virus influenza
pada umumnya menyerang hanya pada sistem pernapasan.Terdapat
tiga tipe serologi virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Tipe A
dapat menginfeksi manusia dan hewan, sedangkan B dan C hanya
menginfeksi manusia. Gejala influenza adalah demam, sakit
kepala, pegal linu otot, dan kehilangan nafsu makan, Orang yang
terserang influenza biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari.
Penanggulangan virus ini telah diusahakan oleh beberapa
ahli dengan pembuatan vaksin.pendekatan terbaru adalah dengan
pemakaian mutan virus hidup vang dilemahkan untuk mendorong
agar respon kekebalan tubuh meningkat.
Pencegahan terhadap penyakit influenza adalah dengan
menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan
penderita influenza.
b. Campak. Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang tidak
rnengandung enzim neurominidase.Gejala campak adalah demam
tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.

9
Di awal masa inkubasi, virus berlipat ganda di saluran
pernapasan atas.Di akhir masa inkubasi, virus menuju darah dan
beredar keseluruh bagian tubuh, terutama kulit.
c. Cacar Air. Cacar air disebabkan oleh virus Herpesvirus
varicellae.Virus ini mempunvai DNA ganda dan menyerang sel
diploid manusia.
d. Hepatitis (pembengkakan hati), disebabkan oleh virus hepatitis.
Ada 3 macam virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, dau C (non-
A,non-B). Gejalanya adalah demam, mual, dan muntah, serta
perubahan warna kulit dan selaput lendir menjadi kuning.Virus
hepatitis A cenderung menimbulkan hepatitis akut, sedangkan
virus hepatitis B cenderung menimbulkan hepatitis
kronis.Penderita hepatitis B mempunyai risiko menderita kanker
hati.Penyakit ini dapat rnenular melalui minuman yang
terkontaminasi, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang
tidak steril.
e. Polio, disebabkan oleh poliovirus.Serangan poliovirus
menyebabkan lumpuh bila virus menginfeksi selaput otak
(meninges) dan merusak sel saraf yang berhubungan dengan saraf
tepi.
Virus ini menyerang anak - anak berusia antara 1 - 5 tahun
.virus polio dapat hidup di air selama berbulan - bulan, sehingga
dapat menginfeksi melalui air yang diminum. Dalam keadaan beku
virus ini dapat ditularkan lewat lingkungan yang buruk, melalui
makanan dan minuman.penularan dapat terjadi melalui alat makan
bahkan melalui ludah.
f. Gondong. Penyakit gondong disebabkan oleh paramyxovirus dapat
hidup dijaringan otak, selaput otak, pankreas, testis, kelenjar
parotid dan radang di hati. Penyakit gondong ditandai dengan
pembengkakan di kelenjar parotid pada leher di bawah daun
telinga.penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan
penderita melalui ludah, urin dan muntahan.

10
g. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penurunan
sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus).Virus HIV adalah virus kompleks yang
rnempunvai 2 molekul RNA di dalam intinya.Virus tersebut diduga
kuat berasal dari virus kera afrika yang telah mengalami mutasi.
Walaupun AIDS sangat mematikan, penularannya tidak semudah
penularan virus lain. Virus HIV tidak ditularkan melalui kontak
biasa seperti jabat tangan, pelukan, batuk, bersin, peralatan makan
dan mandi, asalkan tidak ada luka di kulit.
Virus HIV dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di
kulit atau selaput lendir.Penularannya dapat terjadi melalui
hubungan seksual, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik
yang tidak steril.Gejala awal ditandai oleh pembesaran nodus
limfa.Penyakit yang umumnya diderita adalah pneumonia, diare,
kanker, penurunan berat badan, dan gagal jantung. Pada penderita,
virus HIV banyak terkonsentrasi di dalam darah dan cairan mani.
Sekali virus menginfeksi penderita, virus akan tetap ada sepanjang
hidup penderita.
h. Ebola. Gejala awal yang ditimbulkan ebola mirip influenza, yaitu
demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan hilang nafsu
makan. Gejala ini muncul setelah 3 hari terinfeksi.Setelah itu virus
ebola mulai mereplikasikan dirinya.Virus ebola menyerang sel
darah. Sebagai akibatnya sel darah yang mati akan menyumbat
kapiler darah, mengakibatkan kulit memar, rnelepuh, dan
seringkali larut seperti kertas basah.
Pada hari ke-6, darah keluar dari mata, hidung, dan
telinga.Selain itu penderita memuntahkan cairan hitam vang
merupakan bagian jaringan dalam tubuh yang hancur.
Pada hari ke-9, biasanya penderita akan mati.
Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh
penderita ebola (darah, feses, urin, ludah, keringat).Sampai saat ini
belum ada obat penyembuhnya.

11
Virus ebola ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan
Zaire.Habitatnya di alam belum diketahui, demikan pula
bagaimana prosesnya menjadi epidemik.Virus ebola dapat hidup di
atmosfer selama beberapa menit.kemudian akan mati oleh radiasi
uliraviolet.
i. Herpes Simplex. Disebabkan oleh virus anggota suku
Herpetoviridae, yang menyerang kulit dan selaput lendir.Virus
herpes simplex dapat menyerang bayi, anak-anak, dan orang
dewasa. Penyakit ini biasanya menyerang mata, bibir, mulut, kulit,
alat kelamin, dan kadang - kadang otak.Infeksi pertama biasanya
setempat dan cenderung hilang timbul.Virus masuk ke dalam tubuh
melalui luka kecil.Pada bayi, virus sering ditularkan pada saat
dilahirkan.
Selain itu virus juga ditularkan melalui hubungan
seksual.Kecuali pada mata dan otak, gejala utama penyakit adalah
timbul gelembung - gelembung kecil.Gelembung tersebut sangat
mudah pecah.Infeksi pada alat kelamin diduga merupakan salah
satu faktor penyebab tumor ganas di daerah genitalia tersebut.
j. Rabies. Disebabkan oleh virus anggota sukuHerpetoviridae, yang
menyerang kulit dan selaput lendir.Virus herpes simplex dapat
menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa.
Penyakit ini biasanya menyerang mata, bibir, mulut, kulit,
alat kelamin, dan kadang - kadang otak.Infeksi pertama biasanya
setempat dan cenderung hilang timbul.Virus masuk ke dalam tubuh
melalui luka kecil.Pada bayi, virus sering ditularkan pada saat
dilahirkan.
Selain itu virus juga ditularkan melalui hubungan
seksual.Kecuali pada mata dan otak, gejala utama penyakit adalah
timbul gelembung - gelembung kecil.Gelembung tersebut sangat
mudah pecah.Infeksi pada alat kelamin diduga merupakan salah
satu faktor penyebab tumor ganas di daerah genitalia tersebut.

12
Disebabkan oleh virus rabies.Rabies sebenarnya merupakan
penyakit yang menyerang hewan, misalnya anjing, kucing, dan
kelelawar penghisap darah.Hewan yang terkena dapat
menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan
Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang
yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi, dari
13 hari sampai 2 tahun (rata-rata 20 - 60 hari), timbul gejaia
kesemutan di sekitar luka gigitan, gelisah, dan otot tegang.
Gangguan fungsi otak, seperti hilangnya kesadaran, terjadi kira -
kira satu minggu kemudian, Rabies sering kali menyebabkan
kematian.

2.3 Daur Hidup Virus


Virus menunjukan satu ciri kehidupan, yaitu reproduksi. Namun,
reproduksi virus hanya terjadi jika berada dalam sel organisme lain. Dengan
demikian, virus hanya dapat hidup secara parasit. Pada dasarnya reproduksi
virus terjadi melalui lima tahap, yaitu tahap pelekatan, penetrasi, replikasi,
sintesis, pematangan dan pelepasan.
a. Tahap pelekatan
Tahap pelekatan adalah saat partikel virus (virion) melekat pada sel
yang diinfeksi. Tempat pelekatan virus pada sel inang terjadi pada reseptor
(protein khusus pada membran plasma sel inang yang mengenali virus).
b. Tahap penetrasi
Tahap penetrasi adalah tahap virus atau materi genetik virus masuk
kedalam sitoplasma sel inang.
c. Tahap replikasi dan sintesis
Tahap replikasi dan sintesis adalah tahap terjadinya perbanyakan
partikel virus di dalam sel inang. Sel inang akan dikendalikan oleh materi
genetik dari virus sehingga sel dapat membuat komponen virus, yaitu
asam nukleat dan protein untuk kapsid.
d. Tahap pematangan

13
Tahap pematangan adalah tahap penyusunan asam nikleat dan
protein virus menjadi partikel virus utuh.
e. Tahap pelepasan
Tahap pelepasan adalah tahap partikel virus keluar dari sel inang
dengan memecahkan sel tersebut (Aryulina, dkk, 2010: 79-81).

2.3.1 Reproduksi Bakteriofage


Virus dapat berkembang biak dalam sel bakteri, sel hewan dan
tumbuhan. Untuk menjelaskan perkembangbiakan virus biasanya
digunakan contoh virus yang menyerang bakteri (bakteriofage).
Misalnya virus yang berkembang biak pada bakteri Escherichia coli.
Perkembangbiakan bakteriofage membentuk suatu daur. Daur
bakteriofage dibagi menajdi dua, yaitu daur litik dan daur lisogenik.
(Nurhayati, 2010:239).

Bakteriofage daur Litik


Pada daur ini, sel bakteri hancur (lisis) sehingga disebut daur litik.
Perkembangbiakannya dimulai dengan menempelnya virus pada
bakteri. Enzim virus melarutkan dinding sel bakteri, sehingga
terbentuk lubang, dan melalui lubang tersebut, virus memasukkan
DNA-nya ke dalam bakteri. Kemudian DNA virus mengambil alih
tugas DNA bakteri dengan menghancurkan DNA bakteri tersbut.
Setelah itu di dalam tubuh bakteri disintesis DNA, protein
pembungkus, dan bagian-bagian tubuh virus lainnya (satu sel bakteri
cukup untuk membentuk 300 virus baru). Setelah virus terbentuk,
dinding sel bakteri hancur (lisis) virus yang baru terbentuk keluar dan
menginfeksi bakteri

14
Gambar Daur Hidup Virus
(Campbell. dkk, 2010)

Bakteriofage Daur Lisogenik


Pada daur ini, hanya terjadi penempelan DNA virus pada DNA
bakteri. DNA virus yang menempel pada DNA bakteri disebut
profage. Daur lisogenik terjadi apabila bakteri-bakteri mempunyai
daya tahan (imun) sehingga virus tidak menjadi virulen. DNA virus
dimasukkan kedalam sel bakteri tetapi tidak terjadi pembentukan
bagian-bagian tubuh virus. Jika bakteri berkembang biak (membelah
diri), maka profage juga ikut membelah sehingga pada tiap bakteri
hasil pembelahan, masing-masing mengandung profage. Apabila
imunitas bakteri hilang, profage akan menjadi virulen dan bakteri akan
hancur (lisis) karena terbentuknya virus baru (profage). Dengan
demikian, daur lisogenik dapat berubah menjadi daur lisis apabila
keadaan lingkungan berubah dan daya tahan (imun) bakteri berkurang
(Nurhayati, 2010:240-241).

Reproduksi Virus Pada Hewan


Salah satu jenis virus hewan adalah virus yang memiliki sampul
virus. Pada tahap pelekatan, sampul virus melekat dan berfisi
(bergabung) dengan membran sel inang. Pada tahap penetrasi, DNA

15
virus kapsid terpusah. Selanjutnya pada tahap repliaksi dan sintesis,
terjadi repliaksi DNA virus, kapsid, dan sampul virus. Pada tahap
pematangan, terbentuklah partikel-partikel virus baru. Pada tahap
pelepasan, virus baru keluar dari sel inang dan siap menginfeksi sel
lain (Aryulina, dkk, 2010:81).

2.4 Perusakan Sel oleh Virus


2.4.1 Reproduksi Virus
Virus memanfaatkan metabolisme sel penjamu untuk membantu
sintesis protein virusdan virion baru; jenis sel yang dapat diinfeksi oleh
virus dapat sedikit dapat banyak.Tahap-tahap replikasi :
a) Peletakan/ Adsorpsi adalah tahap penempelan virus pada dinding sel
inang. Virus menempelkan sisi tempel/ reseptor site ke dinding sel
bakteri.
b) Penetrasi sel inang yaitu enzim dikeluarkan untuk membuka dinding
sel bakteri.Molekul asam.nukleat (DNA/RNA) virus bergerak melalui
pipa ekor dan masuk kedalam sitoplasma sel melalui dinding sel yang
terbuka. Pada virus telanjang, prosespenyusupan ini dengan cara
fagositosis virion (viropexis), pada virus terselubung dengan cara fusi
yang diikuti masuknya nukleokapsid ke sitoplasma.
c) Eklipase : asam nukleat virus menggunakan asam nukleat bakteri
untukmembentuk bagian-bagian tubuh virus.
d) Pembentukan virus (bakteriofage) baru : bagian-bagian tubuh virus
yang terbentuk digabungkan untuk menjadi virus baru. 1 sel bakteri
dihasilkan 100 – 300 virus baru
e) Pemecahan sel inang : pecahnya sel bakteri. Dengan terbentuknya
enzim lisoenzim yang melarutkan dinding sel bakteri sehingga pecah
dan keluarlah virus-virus baru yang mencari sel bakteri lain (Robins
dan Kumar, 1992).

16
Gambar Replikasi Virus (Robins dan Kumar, 1992).
2.4.2 Kerusakan Sel
Kerusakan sel merupakan kondisi dimana sel sudah tidak dapat lagi melakukan
fungsinya secara optimal dikarenakan adanya penyebab-penyebab seperti defisiensi
oksigen atau bahan makanan yang dibutuhkan oleh sel untuk beregenerasi kurang.
Sehingga fungsi dari sel lama kelamaan akan menurun dan terkadang menyebabkan
gangguan morfologis (Corwin, 2009). Bentuk kerusakan sel ada 2 yaitu :
a. Bentuk Umum
1) Degenerasi, yaitu kemerosotan, perubahan fungsi dari yang lebih
tinggi ke bentuk yang lebih rendah, terutama perubahan jaringan yang
kurang fungsional.
2) Nekrosis, adalah kematian sel yang disebabkan oleh :
 Iskemia : kekurangan oksigen, metabolik lain
 Infektif : bakteri,virus, dll
 Fisiko-kimia : panas, sinar X, asam, dll.
Terdapat 2 tipe nekrosis :nekrosis koagulatif dannekrosis
kolikuatif
b. Bentuk Khusus
1) Gangren merupakan kematian dari jaringan sebagai suatu massa,
seringkali dengan pembusukan, terjadi karena bagian tubuh sepert
kulit, otot atau organ kekurangan sirkulasi darah. Ada beberapa tipe
gangren : gangren kering dan angren basah

17
2) Infark, suatu nekrosis iskemik yang timbul oleh kurangnya pasokan
darah, biasanya oleh embolisme atau trombosit. Ada dua tipe
infark, yaitu : aseptic dan septik.
2.4.3 Infeksi Virus
Infeksi virus adalah kolonalisasi yang dilakukan oleh virus
terhadap sel inang dan bersifat membahayakan. Virus menggunakan
sarana yang dimiliki sel,inang untuk memperbanyak diri dan pada
akhirnya merugikan inang. Tahapan Infeksi Virus :
1) Masuk ke Host
2) Replikasi Primer
Setelah mendapatkan masuk ke host potensial, virus harus
memulai infeksi dengan memasukkan sel rentan. Hal ini sering
menentukan apakah infeksi akan tetap terlokalisasi di tempat
masuk atau menyebar menjadi infeksi sistemik.
3) Menyebar Sepanjang Host
Terlepas dari kontak sel-sel langsung, ada 3 mekanisme
utama untuk menyebar ke seluruh host: melalui aliran darah,
melalui aliran saraf, menyeberang melalui jaringan.
4) Selular / Tissue Tropisme
Tropisme, kemampuan virus untuk bereplikasi dalam sel
tertentu atau jaringan, dikendalikan sebagian oleh rute infeksi
tetapi sebagian besar oleh interaksi protein lampiran virus
(VAP) dengan molekul reseptor spesifik pada permukaan sel,
dan memiliki pengaruh yang besar pada patogenesis.
5) Respon Kekebalan Tubuh
6) Replikasi Sekunder
Terjadi pada infeksi sistemik ketika virus mencapai
jaringan lain di mana ia mampu replikasi.
7) Kerusakan Jaringan
Virus dapat mereplikasi secara luas di seluruh tubuh tanpa
gejala penyakit jika mereka tidak menyebabkan kerusakan sel
yang signifikan atau kematian (Pringgoutomo, 2002).

18
2.4.5 Kematian Sel
Jejas sel (cedera sel) terjadi apabila suatu sel tidak lagi dapat
beradaptasi terhadap rangsangan. Berdasarkan tingkat kerusakannya,
cedera atau jejas sel dikelompokkan menjadi 2 kategori utama yaitu jejas
reversible (degenerasi sel) dan jejas irreversible (kematian sel). Jejas
reversible adalah suatu keadaan ketika sel dapat kembali ke fungsi dan
morfologi semula jika rangsangan perusak ditiadakan. Sedangkan jejas
irreversible adalah suatu keadaan saat kerusakan berlangsung secara terus-
menerus, sehingga sel tidak dapat kembali ke keadaan semula dan sel itu
akan mati.Akibat jejas sel yang paling ekstrim adalah kematian sel
(cellular death). Kematian sel dapat mengenai seluruh tubuh (somatic
death) atau kematian umum dan dapat pula setempat, terbatas mengenai
suatu daerah jaringan teratas atau hanya pada sel-sel tertentu saja. Terdapat
dua jenis utama kematian sel, yaitu apoptosis dan nekrosis (Robbins &
Cotran, 2009).Virus yang menginfeksi sel akan seringkali menyebabkan
apoptosis, yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian virus dan sel
host. Hal ini merupakan satu cara yang dikembangkan oleh organisme
hidup untuk melawan infeksi virus.Perubahan morfologi dari sel apoptosis
diantaranya sebagai berikut :
a) Sel mengkerut
b) Kondesasi kromatin
c) Pembentukan gelembung dan apoptotic bodies
d) Fagositosis oleh sel di sekitarnya(Sarjadi, 2003).

19
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berikut ini merupakan kesimpulan dari makalah.

1. Sifat-sifat virus meliputi peralihan antara makhluk hidup dan mati,


membawa RNA atau DNA, hanya dapat hidup pada organisme yang hidup
saja, mengenali inangnya dengan suatu mekanisme lock and key.
2. Gejala-gejala penyakit karena virus yaitu meliputi gejala penyakit pada
tumbuhan (seperti mosaic dan tungro), gejala penyakit pada hewan (seperti
rabies), dan gejala penyakit pada manusia (seperti influenza)
3. Daur hidup virus terjadi melalui lima tahap, yaitu tahap pelekatan,
penetrasi, replikasi, sintesis, pematangan dan pelepasan.
4. Perusakan sel oleh virus yaitu sudah tidak dapat lagi melakukan fungsinya
secara optimal dikarenakan adanya penyebab-penyebab seperti defisiensi
oksigen atau bahan makanan yang dibutuhkan oleh sel untuk beregenerasi
kurang.

3.2 Saran

Pada penyusunan makalah masih terdapat banyak kekurangan seperti


kurangnya sumber literatur untuk dikaji dan disajikan. Untuk ke depannya agar
penyusun makalah menyempurnakan lagi

20
Daftar Rujukan

Aryulina, Diah. 2007. Virus. Jakarta: Esis.


Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2010. Biologi. Edisi ke-8. Terj.
Dari: Biology. 8th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga.
Corwin, Elizabeth J. 2009. Patofisiologi: Buku Saku. Edisi 3. Jakarta: EGC.
Irianto, Agus. 2008. Tinjauan Umum Mikrobiologi Lingkungan: Virus. Bandung :
Universitas Terbuka. Hal 13-16.

Nurhayati. 2012. Virus Penyebab Penyakit Tanaman. Sumatera Selatan: Unsri


Press. 240-241.

Padoli. 2016. Mikrobiologi dan Parasitologi Keperawatan. Jakarta : Kementrian


Kesehatan. Hal 31-38.

Pelezar, M. J., and Chan E. C. S. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI


Press.

Pringgoutomo, S.; S. Himawan; A. Tjarta. 2002. Buku Ajar Patologi I. Jakarta:


Sagung Seto.
Robins. Kumar. 1992. Buku Ajar Patologi I. Jakarta : EGC.
Robbins. Cotran. 2009. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit (Ed.7). Jakarta:
EGC.
Sarjadi. 2003. Patologi Umum. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Tarigan, J. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Derektorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Timotius, K.H. 1984. Mikrobiologi Dasar. Salatiga: Universitas Kristen Satya


Wacana.

21