Anda di halaman 1dari 9

BAB III

PENDEKATAN FORMULA
III.1 Bahan Pengawet
III.1.1 Metil Paraben (Rowe, 2009; Dirjen POM, 1995)
Nama Resmi : Methyl Hydroxybenzoate
Nama lain : Metil Paraben, nipagin, Methyl-4-hydroxybenzoate
RM/BM : C8H8O3 / 152.15 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian : Serbuk hablur putih, hampir tidak berbau, tidak mempunyai


rasa, kemudian agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air, 20 bagian air mendidih, dalam 3,5
bagian etanol (95%) P dan dalam 3 bagian aseton P, mudah
larut dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pengawet
Inkompatibilitas : Aktivitas antimikroba metil paraben dan paraben lainnya sangat
berkurang dengan adanya surfaktan nonionik, seperti polisorbat
80, sebagai akibat dari miselisasi. Namun propilen glikol (10%)
telah terbukti mempotensiasi aktivitas antimikroba dari paraben
dengan adanya surfaktan nonionik dan mencegah interaksi antara
metil paraben dan polisorbat.
Stabilitas : mudah terurai oleh cahaya
Alasan penambahan : Digunakan sebagai pengawet dan anti mikroba dalam formulasi
sediaan farmasi dan digunakan baik sendiri atau dalam
kombinasi dengan antimikroba lain
Konsentrasi : 0,18%
III.1.2 Propil paraben (Rowe, 2009; Dirjen POM, 1995)
Nama Resmi : Propylis parabenum
Nama lain : Propil paraben, Nipasol
RM / BM : C10H12O3/ 180,20 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian : Serbuk hablur putih, tidak berbau, tidak berasa


Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air ,larut dalam 3,5 bagian
etanol(95%P),dalam 3 bagian aseton P,dalam 140 bagian gliserol
P dan dalam 40 bagian minyak lemak, mudah larut dalam alkil
hidroksida
Kegunaan : Sebagai pengawet
Inkompatibilitas : Surfaktan non ionik
Stabilitas : Propil paraben berair pada pH 3-6 dapat distabilkan oleh autoklaf
tanpa dekomposisi pada pH 3-4 berair stabil 4% pada suhu
kamar
Alasan penambahan : Propil paraben merupakan antimikroba yang paling banyak
digunakan
Konsentrasi : 0,02%
III.2 Bahan Antioksidan
III.2.1 Butil Hidroksitoluen (Rowe, 2009; Dirjen POM, 1995)
Nama Resmi : BUTHYLIS HYDROXYTOLUENUM
Nama Lain : Butil Hidroksitoluen
RM/BM : C15H24O/ 220,35 gr/mol
Rumus Struktur :
Pemerian : Hablur padat, putih, bau khas lemah.
Kelarutan : Tidak larut dalam air, dalam propilenglikol, dalam kloroform dan
dalam eter.
Kegunaan : Antioksidan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Stabilitas : Kondisi paparan cahaya, kelembaban, dan panas menyebabkan
pelunturan dan hilangnya aktivitas BHT. BHT harus disimpan
dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, di tempat
sejuk dan kering.
Inkompatibilitas :.Tidak cocok dengan bahan pengoksidasi kuat seperti
permanganat dan peroksida karena ada reaksi dari zat asam
karbol, yang dapat menyebabkan hilangnya aktivitas dan
pembakaran.
Alasan Penambahan : Sebaga antioksidan untuk bahan yang mudah teroksidasi
Konsentrasi : 0,02%
III.2.2 Asam Askorbat (Dirjen POM, 1979; Rowe, 2009)
Nama Resmi : ACIDUM ASCORBICUM
Nama Lain : Vitamin C
RM/BM : C6H8O6/176,13 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian :.Serbuk atau hablur, putih atau agak kuning,tidak berbau, rasa
asam. Oleh pengaruh cahaya lambat laun menjadi gelap. Dalam
keadaan kering, mantap diudara, dalam larutan cepat teroksidasi.
Kelarutan :.Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%),
praktis dalam eter P, dan dalam Benzen P.
Penyimpanan :.Dalam wadah yang tertutup baik, terlindung dari cahaya
Kegunaan : Antioksidan
Stabilitas : Secara bertahap menjadi gelaplewat paparan terhadap cahaya,
namun sedikit perubahan warna tidak berpengaruh pada efek
terapinya. Asam askorbat teroksidasi dengan cepat pada udara
atau senyawa basa
Inkompatibilitas :.Dengan larutan alkalis logam berat dan bahan perioksida
fenileferin, HCL, pirilamin meleat, salisilamit, NaNO3, Natrium
salisilat, teobromin, salisilat.
Alasan Penambahan :.Digunakan sebagai antioksidan ntuk bahan yang mudah
teroksidasi oleh udara dan cahaya sitrat yaitu mampu mengikat
logam
Konsentrasi : 0,04%
III.3 Bahan Emulien
III.3.1 Paraffin Cair (Dirjen POM, 1995; Rowe, 2009)
Nama Resmi : PARAFFINUM LIQUIDUM
Nama Lain : Parafin Cair
Pemerian : .Transparan, tidak berwarna, cairan kental, tidak berfluoresensi,
tidak berasa dan tidak berbau ketika dingin dan berbau ketika
dipanaskan.
Kelarutan : Praktis tidak larut etanol 95%, gliserin dan air. Larut dalam jenis
minyak lemak hangat.
Penyimpanan : Wadah tertutup rapat, hindari dari cahaya, kering dan sejuk
Kegunaan : sebagai emulien
Stabilitas : Dapat teroksidasi oleh panas dan cahaya.
Inkompatibilitas : Dengan oksidator kuat.
Alasan Penambahan : Digunakan sebagai emulien pada fase minyak
Konsentrasi : 8%
III.3.2 Gliserin (Dirjen POM, 1979; Rowe, 2009)
Nama Resmi : GLYCEROLUM
Nama Lain : Gliserin, Gliserol
RM/BM : C3H8O3/ 92,10 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian :.Garam jernih seperti sirup,tidak berwarna ,rasa manis, berbau


khas lemah ,hidroskopik, netral terhadap lakmus .
Kelarutan :.Dapat bercampur dengan air dan etanol ,tidak larut dalam
kloroform ,dalam eter ,dalam minyak lemak dan minyak
menguap.
Kegunaan : Sebagai emulien
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Stabilitas : Gliserin bersifat higroskopis. Dapat terurai dengan pemanasan
yang bisa menghasilkan akrolein yang beracun. Campuran
gliserin dengan air, etanol 95 % dan propilena glikol secara
kimiawi stabil. Gliserin bisa mengkristal jika disimpan pada suhu
rendah yang perlu dihangatkan sampai suhu 200 C untuk
mencairkannya.
Inkompatibilitas :.Gliserin bisa meledak jika bercampur dengan oksidator kuat
seperti kromium trioksida, potasium klorat atau potasium
permanganat. Adanya kontaminan besi bisa menggelapkan warna
dari campuran yang terdiri dari fenol, salisilat dan tanin. Gliserin
membentuk kompleks asam borat, asam gliseroborat yang
merupakan asam yang lebih kuat dari asam borat.
Alasan Penambahan : Digunakan sebagai emulien pada fase cair
Konsentrasi : 8%
III.4 Bahan Pengemulsi
III.4.1 Trietanolamin (Dirjen POM, 1995; Rowe, 2009)
Nama Resmi : TRIETHAOLAMIN
Nama Lain : Trietanolamin
RM/BM : (C2H5)3N/101,19 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian : Berwarna sampai kuning pucat, cairan kental.


Kelarutan :.Bercampur dengan aseton, dalam benzene 1 : 24, larut dalam
kloroform, bercampur dengan etanol.
Kegunaan : Zat pengemulsi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Inkompatibilitas : Akan bereaksi dengan asam mineral menjadi bentuk garam kristal
dan ester dengan adanya asam lemak tinggi.
Stabilitas : TEA dapat berubah menjadi warna coklat dengan paparan udara
dan cahaya.
Alasan Penambahan : sebagai zat pengemulsi pada sediaan lotion

Konsentrasi : 5%

III.4.2 Asam Stearat

Nama Resmi : ACIDUM STEARICUM


Nama Lain : Asam Stearat
RM/BM : C18H36O2 / 284,48 gr/mol
Rumus struktur :

Pemerian : Zat padat keras-keras mengkilat seperti susu dan hablur kuning
dan kering pucat
Kelarutan :.Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 30 bagian etanol (95%)
P dan bagian kloroform P dan dalam eter P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Zat tambahan
Inkompatibilitas :.Inkomapatibel dengan hamper semua logam hidroksida dan zat
pengoksidasi.
Stabilitas : Zat stabil, harus disimpan di tempat tertutup
Alasan Penambahan : sebagai zat pengemulsi pada sediaan lotion
Konsentrasi : 5%
III.5 Peningkat Viskositas
III.5.1 Na-CMC (Dirjen POM, 1995; Rowe, 2009)
Nama resmi : NATRII CARBOXYMETHYLCELLULOSUM
Nama lain : Natrium karboksimetilselulosa
RM/BM : C23H46N2O6.H2SO4.H2O/694,85 gr/mol
Rumus Struktur :

Pemerian : Serbuk atau butiran putih atau putih kuning gading tidak
berbau/hampir tidak berbau, higroskopik.
Kelarutan :.Mudah mendispersi dalam air, membentuk suspensi
koloidal, tidak larut dalam etanol (95%), dalam eter dan
dalam pelarut organik.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai peningkat viskositas.
Stabilitas :.Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH
dibawah 2. Viskositas larutan berkurang dengan cepat jika pH
diatas 10. Menunjukan viskositas dan stabilitas maksimum pada
pH 7-9. Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada suhu 160
selama 1 jam, tapi terjadi pengurangan viskositas.
Inkompatibilitas : Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam
besi dan beberapa logam seperti aluminium, merkuri dan zink
juga dengan gom xanthan; pengendapan terjadi pada pH dibawah
2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.; Membentuk
kompleks dengan gelatin dan pectin
Alasan Penambahan :.Merupakan polimer turunan selulosa yang mengendap bila
diberikan bersama air, mempunyai sifat netral dan dapat berfungsi
sebagai peningkat viskositas
Konsentrasi : 2%
III.6. Pembawa
III.6.1 Olive Oil
Nama Resmi : OLEUM OLIVAE
Nama Lain : Minyak Zaitun, Olive Oil
Pemerian :.Minyak berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan dengan
sedikit bau khas dan rasa yang khas.
Kelarutan :.Sukar larut dalam alcohol, larut dalam aseton, karbon disulfide,
kloroform dan eter.
Kegunaan : Pembawa
Stabilitas : Stabil pada suhu tinggi maupun rendah
Inkompatibilitas : Minyak zaitun dapat disaponifikasi oleh hidroksida alkali. Karena
olahan mengandung asam lemak tidak jenuh yang tinggi, olive
oil rentan terhadap oksidasi dan tidak sesuai dengan oksidator.
Alasan Penambahan : Sebagai pembawa untuk fase minyak
Konsentrasi : add 30%
III.6.1 Aquadest
Nama resmi : Aqua destillata
Nama lain : Air suling, Aquadest
RM/BM : H2O/18,02
Rumus Struktur :

Pemerian :.Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai


rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan : Sebagai zat pembawa
Stabilitas : Air adalah salah satu bahan kimia yang stabil dalam bentuk Fisik
(es , air , dan uap). Air harus disimpan dalam wadah yang sesuai.
Pada saat penyimpanan dan penggunaannya harus terlindungi
dari kontaminasi partikel – pertikel ion dan bahan organik yang
dapat menaikan konduktivitas dan jumlah karbon organik. Serta
harus terlindungi dari partikel – partikel lain dan mikroorganisme
yang dapat tumbuh dan merusak fungsi air.
Inkompatibilitas : Dalam formula air dapat bereaksi dengan bahan eksipient lainya
yang mudah terhidrolisis.
Alasan Penambahan : Sebagai pembawa pada fase air
Konsentrasi : add 70%