Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. 2


BAB I ....................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ...................................................................................................3
A. Latar Belakang ...................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah ................................................................................................ 4
C. Tujuan .................................................................................................................... 4
BAB II ......................................................................................................................5
PEMBAHASAN ......................................................................................................5
A. Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ........ 5
B. Muhammadiyah Sebagai Bagian dari Pendiri NKRI ...................................... 9
C. Tanggung Jawab Muhammadiyah Terhadap NKRI ...................................... 11
D. Bentuk atau Model Peran Kebangsaan Muhammadiyah .............................. 12
BAB III ..................................................................................................................14
PENUTUP..............................................................................................................14
A. Kesimpulan ......................................................................................................... 14
B. Saran .................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 16
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah


SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
mata kuliah “Kemuhammadiyahan 2”. Kemudian shalawat serta salam tidak lupa
kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan
pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat didunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Al-Islam


Kemuhammadiyahan II di program studi S1 Keperawatan STIK Muhammadiyah
Pontianak. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada bapak Amelyadi, M. Si, selaku dosen Koordinator mata kuliah Al-Islam
Kemuhammadiyahan II dan kepada segenap pihak yang telah memberikan
bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

Penulis telah membuat makalah ini dengan semaksimal mungkin. Apabila


terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang keberadaannya tidak
diragukan lagi perannya dalam perjuangan Indonesia dan juga sebagai
gerakan dakwah yang memfokuskan pada agama Islam. Kyai Ahmad
Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah menyebarkan agama Islam dan
tidak hanya menyeruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Namun juga, Muhammadiyah menjadi sebuah organisasi yang turt serta
membantu bangsa Indonesia lepas dari cengkeraman penjajah dan
mendapatkan Kemerdekaannya.
Sebagai ogranisasi sosial, Muhammadiyah terus dituntut untuk
mengembangkan perannya dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan
kesekahteraan rakyat, keadilan ekonomi, politik, dan hukum, mendorong
terwujudnya kepastian hukum dan pemberantasan korupsi, menciptakan
keharmonisasi dan kerukunan antar umat beragama, mengatasi
kesenjangan ekonomi dan kesenjangan.
Bagi muhammadiyah, negara adalah sebuah mahkota dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, dan Muhammadiyah merasa ikut andil dalam
membentuk kemerdekaan Indonesia karena jauh sebelum kemerdekaan itu
didapat, Muhammadiyah telah ada saat terjadi perdebatan tentang dasar-
dasar negera. Begitu pula, ketika kemerdekaan banyak sekali figur-figur
Muhammadiyah didalam pembahasan dan perdebatan tersebut. Dalam
menjalankannya Muhammadiyah memiliki rencana, dasar pemikiran dan
anggara dasar yang telah ditetapkan dan semua kegiatan yang dilakukan
tidak boleh bertentangan dengan hal tersebut.
Selain itu, Muhammadiyah menyadari bahwa bangsa Indonesia belum
sepenuhnya berdaulat, walaupun memiliki banyak kekayaan dan sumber
daya alam yang melimpah. Namun masih banyak hal harus dilakukan
untuk kemajuan bangsa Indonesia. Karena itu, Muhammadiyah melakukan
berbagai hal sebagai bentuk rasa tanggungjawab terhadap NKRI dan
sebagai salah satu pendiri NKRI. Maka dari itu, komitmen konstitusional
dalam organisasi Muhammadiyah. Muhammdiyah dinilai sebagai salah
satu organisasi yang memiliki dokumen keorganisasian, dasar-dasar dan
pedoman organisasi yang paling lengkap dan mendasar untuk dijadikan
acuan yang sangat kuat.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka permasalahan yang akan
dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara?
2. Bagaimana Muhammadiyah Sebagai Bagian dari Pendiri NKRI ?
3. Bagaimana Tanggungjawab Muhammadiyah Terhadap NKRI ?
4. Apa Bentuk/Model Peran Kebangsaan Muhammadiyah ?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan memahami khittah Muhammadiyah dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Untuk mengetahui dan memahami Muhammadiyah sebagai bagian
dari pendiri NKRI.
3. Untuk mengetahui dan memahami tanggungjawab Muhammadiyah
terhadap NKRI.
4. Untuk mengetahui dan memahami bentuk/model peran kebangsaan
Muhammadiyah.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan


Bernegara
Secara etimologis, kata khittah berasal dari derivasi bahasa Arab
yang berarti rencana, jalan, langkah atau garis (Kamus Al-Munawwir,
1997). Sedangkan secara terminologis yaitu suatu pikiran untuk
melaksanakan perjuangan ideologi atau keyakinan hidup.
Dari masa ke masa kepemimpinan Muhammadiyah, telah muncul
atau lahir beberapa Khittah. Khittah tersebut disusun dan dibuat
berdasarkan perkembangan zaman yang isinya berdasarkan tujuan
Muhammadiyah dan mununjukkan situasi ynag merujuk kepada situasi
yang sedang terjadi saat itu. Umunya suatu Khittah memiliki sifat
pembinaan kepemimpinan dan bimbingan untuk berjuang bagi para
anggota Muhammadiyah.
Pada dasarnya khittah mengandung “Garis Strategi Perjuangan”
yang merupakan aspek atau unsur dari Ideologi Muhammadiyah. Selain
itu, khittah juga mengandung arti sebagai pemikiran perjuangan yang
merupakan tuntunan, pedoman, dan akan kemana arah perjuangan tersebut.
Sehingga dalam hal ini, khittah mempunyai arti yang penting karena
merupakan sebuah landasan pemikiran bagi setiap pemimpin dan yang
menjadi anggota muhammadiyah.
Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah
amar ma’ruf nahi mungkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan
menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam
menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq dan
muamalah dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus
dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif.

Muhammadiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan


bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi
melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi mungkar sebagaimana telah
menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal
setelah kemerdekaan Indonesia.

Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi


kemasyarakatan) yang mengemban misi da’wah amar ma’ruf nahi
mungkar senantiasa bersikap aktif dan kontruktif dalam usaha-usaha
pembangunan dan reformasi nasional yang sesuai dengan khittah (garis)
perjuangan serta tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi-kondisi kritis
yang dialami oleh bangsa dan negara. Muhammadiyah senatiasa merasa
terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut:
1. Muhammadiyah menyakini bahwa politik dalam kehiduapan
bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam
dalam urusan keduniawian yang harus selalu dimotivasi, dijiwai,
dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama.
Karena itu, diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh
warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk
tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Muhammadiyah menyakini bahwa negaradan usaha-usaha
membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui
perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat,
pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk
membangun di mana nilai-nilai ilahiyah melandasi dan tumbuh
subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kebersamaan,
keadilan, perdamaian, ketertiban, dan keadaban untuk terwjudnya
“baldatun thayyibatun wa raabun ghafur”.
3. Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehiduoan berbangsa
dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan
masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani yang kuat
sebagaimana tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan
masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan hal-hal yang
berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses
dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditemouh melalui
pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-
prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam
kehidupan Negara yang demokrastis.
4. Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik
yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan untuk
dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal
kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya system
politik yang demokratis dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita
luhur bangasa dan Negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang
dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar
mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama
sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya
Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945.
5. Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai
wujud dari da’wah amar ma’ruf nahi mungkar dengan jalan
memengaruhi proses dan kebijakan Negara agar tetap berjalan
sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.
Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan
berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju
kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.
6. Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan
organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi
manapun. Muhmmadiyah senantiasa mengembangkan sikap positif
dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi
kritik sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar demi
tegaknya system politik kenegaraan yang demokratis dan
berkeadaban.
7. Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota
persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan
politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih
tersebut harus merupakan tanggungjawab sebgai warga negara
yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi
dan kepentingan Muhammadiyah, demi kemaslahatan bangasa dan
Negara.
8. Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif
dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan
politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan
tanggungjawab (amanah), akhlak mulia (akhlak al-karimah),
keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktivitas
politik tersebut harus sejalan dengan upaya memerjuangkan misi
persyarikatan dan melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi
mungkar.
9. Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau
golongan manapun berdasarkan prinsip kebajikan dan
kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk
membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih
baik, maju, demokratis, dan berkeadaban.

Sesungguhnya, dengan atau tanpa Khittah Muhammadiyah telah


berada pada jalur yang benar dan tepat, apabila semuanya dilakukan
dengan terfokus, optimal, sungguh-sungguh dan yang lebih penting adalah
dengan mengerahkan segala potensi dan terus berpegang teguh pada
Alquran dan As sunnah. Ketika sesuatu yang kecil dalam gerakan dakwah
Muhammadiyah disatukan dengan banyaknya tangan masyarakat
Muhammadiyah dalam menyangga gerakan Islam ini, Insya Allah akan
melahirkan karya amaliah yang luar biasa.

B. Muhammadiyah Sebagai Bagian dari Pendiri NKRI


Muhammadiyah merupakan bagian dari pendiri NKRI, hal ini jelas
dapat dilihat dari lahirnya Organisasi Islam yang berdiri sebagai plopor
kebangkitan Islam di Indonesia sejaktahun 1912. Dalam Muhammadiyah
sendiri banyak organisasi yang dibentuk untuk membangun bangsa ini
mulai dari masalah keagamaan, pendidikan dan sosial. Salah satu contoh
dari organisasi kemuhammadiyahan ini yaitu terobosan baru dalam bidang
pendidikan dengan mengadopsi pendidikan berbasis Belanda namun masih
berdasarkan pada Islam yang pada saat itu masih dianggap asing bagi
masyarakat di Kahuman.
Selain itu kelahiran Muhammadiyah memberikan corak spirit dan
cita-cita untuk perkembangan zaman yang lebih baik sesuai dengan paham
Islam yang sesungguhnya. Adapun sesungguhnya tujuan dari gerakan
Muhammadiyah ini yaitu perjuangan untuk kesejahteraan bersama
(masyarakat) berdasarkan pada tuntunan Al- Qur’an dan As- Sunnah, hal
inilah yang menjadikan Muhammadiyah menjadi salah satu pendiri dari
NKRI karena cita-cita Muhammadiyah dan Kebangsaan Indonesia ini
sama yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Seseorang atau sebuah organisasi yang ikut serta dalam membangun
dan mendirikan NKRI merupakan sebuah kesadaran diri ingin membangun
bangsa ini dengan mewujudkan masa depan bersama dalam sebuah negara
yang besar.
Umat Islam Indonesia melalui partai-partai Islam telah terlibat aktif
dalam proses politik. Ini berati penerimaan pada demokrasi tidak lagi
menjadi masalah alias sudah final. Selama ini tokoh- tokoh Organisasi
Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain- lain telah dapat
bekerja sama dengan pemerintah. Ini menunjukan bahwa demokrasi
menjadi instrument politik bangsa ini untuk mewadahi aspiras- aspirasi
politik yang terus berkembang, dengan demokrasi memungkinkan
terjadinya kesepakatan- kesepakatan politik dicapai guna menjadi
keberlanjutan bangsa ini alam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang memiliki ideologi


yang sama dengan cita-cita Indonesia, yakni seperangkat paham tentang
kehidupan dan strategi perjuangan untuk mewujudkan cita- cita Bangsa,
salah satu Ideologi Muhammadiyah yaitu ajaran atau ilmu pengetahuan
yang secara sistematis dan menyeluruh membahas mengenai gagasan,
cara- cara, angan-angan, atau gambaran dalam pikiran untuk mendapatkan
keyakinan mengenai hidup dan kehidupan yang benar dan tepat
berdasarkan tuntunan Al- Qur’an dan As-Sunnah, salah satu ideologi ini
sama halnya dengan tujuan / cita- cita bangsa yakni mencerdaskan
kehidupan bangsa dan menciptakan keadilan dan kesejahtraan bagi rakyat
Indonesia yang berdasarkan pada tuntunan agama.
Meskipun Muhammadiyah telah menetapkan visinya tentang
masyarakat ideal, namun Muhammadiyah tidak memiliki niat untuk
mendirikan negara Islam Indonesia.Muhammadiyah harus memegang
teguh kerangka NKRI dalam konteks nasionalisme karena beberapa alasan:
1. Muhammadiyah menginginkan kesejahteraan umat (maslahah
ummah) sebagai tujuan utama perjuangan politik Muhammadiyah
sebagai partai politik.
2. Muhammadiyah sangat menyadari bahwa gerakan globalisasi
mengandung “agenda baru atau tersembunyi dari para
pendukungnya, sehingga Muhammadiyah harus membangun
konsep negara demi kedaulatan negara, bangsa dan wilayah, dan
untuk membentengi negara dari intervensi negara lain sebagai
akibat dari ketidakadilan global.
C. Tanggung Jawab Muhammadiyah Terhadap NKRI
Sebagai bagian terbesar dari Negara Keatuan Republik Iondonesia
(NKRI) dan sebagai salah satu pendirinya, Muhammadiyah merasa punya
tanggugjawab. Bagi Muhammadiyah, penunaian tanggung jawab ini
adalah refleksi keimanan dan sekaligus komitmen kebangsaan. Dan
komitmen ini telah dibuktikan oleh Muhammadiyah dengan ikut andil
dalam memajukan kebudayaan dan peradaban pada bangsa ini.
Faktanya dalam segala aspek kehidupan, baik Kehidupan Beragama,
Berbangasa dan Bernegara, Muhammadiyah Telah hadir sebagai Agen
Pembaharuan.
Tanggungjawab Muhammadiyah terhadap NKRI dilakukan melalui
dengan memberikan pencerahan, dengan melakukan gerakan pencerdasan
dengan mendirikan sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA dan Perguruan
Tinggi diseluruh Indonesia, peningkatan kualitas kesehatan dengan
mendirikan rumah sakit, dan kehidupan sosial serta pemberdayaan tarap
klehidupan ekonomi masyarakat dengan membuat amal-amal usaha
sebagai lapangan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan.
Munir Mughni dalam Muhammadiyah Pintu Gerbang Protestanisme
meungungkapkan bahwa kyai Ahmad Dahlan adalah sosok yang memiliki
etika populis yang sangat peduli pada nasib rakyat yang miskin dan
menderita, kyai Ahmad Dahlan membangun rumah sakit dan membuka
sekolah-sekolah yang kesemuanya untuk orang miskin. Dokter-dokter
yang bekerja dirumah sakit tidak hanya berasal dari pribumi sendiri namun
juga dokter-dokter kebangsaan Belanda yang beragama Katolik. Gerakan
yang dilakukan kyai Ahmad Dahlan pada bidang sosial untuk kemajuan
Indonesia tanpa memandang ras, keturunan, bahkan agama apapun.
Dari ungkapan tersebut, dapat kita ketahui bahwa demi kemajuan
dan kedaulatan NKRI, Muhammadiyah melakukan dan membangun
banyak infrastruktur yang berguna untuk masryarakat. Hal ini merupakan
bentuk tanggungjawab Muhammadiyah terhadap NKRI.
Muhammmadiyah menjadi sebagai karakteristik moral power yang selalu
menjadi teladan, pelindung, pengayom dan penyelamat bagi masa depan
bangsa, negara, agama, dan umat manusia.

D. Bentuk atau Model Peran Kebangsaan Muhammadiyah


Bentuk atau model Muhammadiyah dikenal sebagai sebuah
organisasi Islam yang yang didalamnya berisikan tentang pembaharuan
dalam bidang Keyakian dan Kepribadian masyarakat tentang nilai-nilai
kehidupan yang dianut masyarakat berdasarkan budaya bangsa.
Adapun peran dari model Muhammadiyah yaitu untuk merubah
moral dan karakter dari bangsa Indonesia yang beragam dengan pembinaan
terhadap masyarakat. Selain itu, peran Muhammadiyah dalam merubah
bangsa Indonesia menjadi lebih baik yaitu dengan dengan dibangunnya
infrastruktur bagi kepentingan masyarakat baik dalam bidang pendidikan,
kesehatan, sosial dan lain-lain dengan dibangunnya sekolah- sekolah dan
yayasan lainnya. Bentuk dan model Muhammadiyah pada umumnya
mengacu pada kesejahteraan bangsa sesuai dengan dasar-dasar atau
pedoman garis perjuangan Muhammadiyah yaitu menyebarkan dakwah
amal ma’ruf nahi munkar atau menyeruh pada kebaikan.
Adapun bentuk dan model organisasi Muhammadiyah yaitu bersifat
impersonal atau institusional, bukan sekedar himpunan orang-perorangan
yang bersifat kelembagaan. Keunggulan Muhammadiyah terletak pada
gerakan melalui organisasi. Organisasi Muhammadiyah merupakan sebuah
instrumen fisik organisasi (body of structure) yang didalamnya terkandung
nilai-nilai dasar, norma, dan strategi perjuangan untuk mencapai tujuan
yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Dalam kiprahnya, Muhammadiyah dituntut untuk meneguhkan dan
merevitalisasi gerakannya keseluruh lapangan kehidupan dengan
melakukan pembaharuan sehingga sesuai dengan Keyakinan dan
Kepribadian sebagai pilar kekuatan gerakan pencerahan peradaban
diberbagai lingkungan kehidupan.
Sebagai organisasi Islam, tugas Muhammadiyah yaitu sebagai
pelopor nilai-nilai demokrasi Islam. Karena Islam dan demokrasi memiliki
nilai-nilai yang sama yaitu mengembangkan humanisme, pemerintah yang
bersih dan bertanggung jawab, penegakan supermasi hukum, kesetaraan,
keadilan, dan kesejahteraan sosial.
Sebagai salah satu ormas Islam modernis terbesar di Indonesia tujuan dari
organisasi Muhammadiyah yaitu bukan hanya memurnikan ajaran-ajaran
Islam namun juga sebagai gerakan pembaharuan untuk kepentingan bangsa
serta memperkuat demokrasi untuk mewujudkan kepastian hukum dan
kerukunan antar umat beragama.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan :
1. Khittah mengandung “Garis Strategi Perjuangan” yang merupakan
aspek atau unsur dari Ideologi Muhammadiyah. Selain itu, khittah
juga mengandung arti sebagai pemikiran perjuangan yang
merupakan tuntunan, pedoman, dan akan kemana arah perjuangan
tersebut. Sehingga dalam hal ini, khittah mempunyai arti yang
penting karena merupakan sebuah landasan pemikiran bagi setiap
pemimpin dan yang menjadi anggota muhammadiyah.
2. Muhammadiyah merupakan bagian dari pendiri NKRI, hal ini jelas
dapat dilihat dari lahirnya Organisasi Islam yang berdiri sebagai
plopor kebangkitan Islam di Indonesia sejaktahun 1912. Dalam
Muhammadiyah sendiri banyak organisasi yang dibentuk untuk
membangun bangsa ini mulai dari masalah keagamaan, pendidikan
dan sosial.
3. Tanggungjawab Muhammadiyah terhadap NKRI dilakukan
melalui dengan memberikan pencerahan, dengan melakukan
gerakan pencerdasan dengan mendirikan sekolah-sekolah seperti
SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi diseluruh Indonesia,
peningkatan kualitas kesehatan dengan mendirikan rumah sakit,
dan kehidupan sosial serta pemberdayaan tarap klehidupan
ekonomi masyarakat dengan membuat amal-amal usaha sebagai
lapangan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan.
4. Bentuk dan model organisasi Muhammadiyah yaitu bersifat
impersonal atau institusional, bukan sekedar himpunan orang-
perorangan yang bersifat kelembagaan. Keunggulan
Muhammadiyah terletak pada gerakan melalui organisasi.
Organisasi Muhammadiyah merupakan sebuah instrumen fisik
organisasi (body of structure) yang didalamnya terkandung nilai-
nilai dasar, norma, dan strategi perjuangan untuk mencapai tujuan
yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

B. Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah kita sebagai warga
Muhammadiyah hendaknya mengetahui dan memahami Khittah
Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar kita tidak
menyimpang dari garis perjuangan yang telah ditetapkan. Selain itu, kita
juga harus mengetahui dan memahami Muhammadiyah merupakan bagian
dari pendiri NKRI dan memiliki sebuah tanggungjawab terhadap NKRI
serta memiliki bentuk / model peran kebangsaan dalam Muhammadiyah.
DAFTAR PUSTAKA

Akhsrullah. 2015. Khittah Perjuangan Muhammadiyah. Makassar: Pdf

Nashir, Haedar. 2015. Memahami Ideologi Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara


Muhammadiyah.

http://www.irmangusman.com/satu-abad-dan-peran-kebangsaan-muhammadiyah/

http://sutinatanpopo.blogspot.co.id/2015/05/khittah-muhammadiyah-dan-nkri-
makalah.html