Anda di halaman 1dari 5

CHM-K Health Journal Volume 11 No.

2 Oktober 2016

GAMBARAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK


YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RSUD.
PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG

Engelbertus A. Wutuna,c*, Serlibrina Turwewib, Angela M. Gatumc


a
Mahasiswa S-1 ProdiKeperawatan, STIKes CHMK, Kupang 85211
b
Program Studi Farmasi, STIKes CHMK, Kupang 85211
c
ProdiKeperawatan, STIKes CHMK, Kupang 85211

*E-mail: engelbertus@gmail.com

ABSTRAK

Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana
kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan
elektrolit. Hemodialisa merupakan salah satu metode terapi yang digunakan untuk
mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh. Selama menjalani terapi
hemodialisa banyak masalah yang dialami oleh pasien, baik masalah biologis maupun
masalah psikososial yang muncul dalam kehidupan pasien. Pasien yang melaksanakan
hemodialisis tentunya mempunyai berbagai tanggapan atau reaksi (koping). Maka diperlukan
mekanisme koping untuk mengarahkan pasien berperilaku konstruktif. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui jenis mekanisme koping pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi
hemodialisis, Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan
metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil peneltian menunjukkan bahwa responden yang
menggunakan koping adaptif sebanyak 52 orang (91%), sedangkan yang menggunakan
koping maladaptif sebanyak 5 orang (9%).Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD
Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang menggunakan mekanisme koping adaptif.

Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Mekanisme Koping.

1. PENDAHULUAN selama tiga bulan atau lebih. Dimana yang


Gagal ginjal kronik atau penyakit renal mendasari etiologi yaitu kerusakan massa
tahap akhir End Stage Renal Disease (ESRD) ginjal dengan sklerosa yang irreversibel dan
merupakan gangguan fungsi renal yang hilangnya nephrons ke arah suatu
progresif dan ireversibel. Gagal ginjal kronik kemunduran nilai dari GFR.
menyebabkan kemampuan tubuh gagal untuk Data dalam National Kidney and
mempertahankan metabolisme dan Urologic Disease Information Clearinghouse
keseimbangan cairan serta elektrolit, (NKUDIC) pada tahun 2012 menunjukkan
sehingga terjadi uremia (retensi urea dan bahwa insidensi ESRD di suku Asia terus
sampah nitrogen lain dalam darah)1. Menurut mengalami peningkatan sejak tahun 1980
The Kidney Disease Outcomes Quality hingga tahun 2009 dan menempati urutan
Initiative (K/DOQI) of the National Kidney ketiga dengan jumlah rasio insidensi
Foundation (NKF) pada tahun 2009, sebanyak 400 per juta penduduk. Jumlah
mendefenisikan gagal ginjal kronis sebagai penderita penyakit ginjal kronik di Indonesia
suatu kerusakan ginjal dimana nilai dari diperkirakan akan semakin meningkat.
GFR-nya kurang dari 60 mL/min/1.73 m2 Berdasarkan data laporan tahunan dari

11
CHM-K Health Journal Volume 11 No.2 Oktober 2016

Persatuan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) 2. METODE PENELITIAN


dalam Indonesian Renal Registry (IRR) Lokasi penelitian dilakukan di ruang
tahun 2011, jumlah pasien gagal ginjal di hemodialisa RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes
Indonesia mencapai 12.466 orang2. Menurut Kupang. Waktu penelitian dimulai dari
laporan tahunan The National Kidney tanggal 13 Juni-13 Juli 216. Desain
Foundation 2013, terjadi peningkatan pasien penelitian adalah penelitian deskriptif yang
yang melakukan hemodialisis, pada tahun dilakukan terhadap objek yang biasanya
2012 terdapat 2.497 pasien sedangkan pada cukup banyak dan dalam jangka waktu
tahun berikutnya terdapat 2.518 pasien di tertentu untuk mengetahui “Gambaran
Singapura. Prevalensi gagal ginjal kronik mekanisme koping pasien gagal ginjal kronik
berdasarkan pernah didiagnosis dokter yang menjalani terapi hemodialisa di ruang
sebesar 0,2% dan penyakit batu ginjal hemodialisa RSUD. Prof . Dr. W. Z.
sebesar 0,6% di Indonesia. Penyakit gagal Johannes Kupang”. Populasi penelitian
ginjal juga menempati urutan ke 10 dalam adalah seluruh pasien yang menjalani terapi
penyakit tidak menular3. hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD
Berdasarkan survei awal yang dilakukan Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Sampel
oleh peneliti di ruang rekam medik RSUD. terdiri dari bagian populasi terjangkau yang
Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, jumlah dapat di pergunakan peneliti melalui
kunjungan pasien yang melakukan sampling4. Teknik sampling yang digunakan
hemodialisa pada tahun 2014 sebanyak 6041 dalam penelitian ini adalah purposive
kali, pada tahun 2015 dari bulan Oktober- sampling, yaitu teknik penetapan sampel
Desember sebanyak 1959 kali, dan pada diantara populasi sesuai dengan yang
tahun 2016 dari bulan Januari-Maret dikehendaki peneliti (tujuan/masalah dalam
sebanyak 402 kali dengan jumlah pasien penelitian), sehingga sampel tersebut dapat
sebanyak 67 orang. mewakili karakteristik populasi yang dikenal
Penyebab utama penyakit gagal ginjal sebelumnya4.
kronik adalah glomerulonefritis, diabetes Instrumen yang digunakan dalam
melitus, dan hipertensi, penyebab yang penelitian ini adalah kuesioner yang telah
signifikan dimana kurangnya deteksi dini dimodifikasi sesuai kebutuhan dan diisi
terhadap gejala dari penyakit tersebut. melalui wawancara. Alat ukur yang
Penderita yang mengalami Penyakit gagal digunakan untuk mengukur mekanisme
ginjal kronik dapat menanggulangi penyakit koping berupa Kuesioner. Item pertanyaan
yang ada dengan dilaksanakannya terapi untuk mengukur mekanisme koping terdapat
hemodialisis sebagai pengobatan pengganti 12 pertanyaan dengan 2 poin jawaban yang
untuk penyakit gagal ginjal kronik dengan menggunakan skala likert yang diadopsi dari
mengeluarkan sisi-sisa metabolisme atau penelitian5.
racun tertentu dari peredaraan darah manusia.
Pasien yang menderita penyakit gagal 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
ginjal kronik perlu menjalani terapi Data karakteristik responden ditampilkan
hemodialisa untuk mempertahankan pada Tabel 1. Dari tabel diperoleh distribusi
kehidupan dan kesejateraan pasien sampai responden berdasarkan usia, didapatkan
fungsi ginjal pulih kembali. Pasien dengan responden terbanyak adalah pada rentang
penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani usia 41-60 tahun sebanyak 32 orang (56%).
hemodialisa tentunya mempunyai berbagai Distribusi responden berdasarkan jenis
tanggapan atau reaksi (koping). Maka kelamin, didapatkan jumlah responden
diperlukan mekanisme koping untuk terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah
mengarahkan pasien berperilaku adaptif. sebanyak 35 orang (61%). Distribusi
responden berdasarkan status perkawinan,

12
CHM-K Health Journal Volume 11 No.2 Oktober 2016

didapatkan jumlah responden terbanyak orang (39%). Distribusi responden


adalah yang menikah dengan jumlah berdasarkan lama menjalani hemodialisis,
sebanyak 52 orang (91%). Distribusi didapatkan jumlah responden terbanyak yang
responden berdasarkan pekerjaan, didapatkan lama menjalani hemodialisis >1 tahun
mayoritas responden terbanyak adalah yang sebanyak 35 orang (61%). Distribusi
bekerja sebagai PNS dengan jumlah responden berdasarkan mekanisme koping,
sebanyak 23 orang (40%). Distribusi didapatkan jumlah responden terbanyak yang
responden berdasarkan pendidikan, menggunakan koping adaptif adalah
didapatkan responden yang terbanyak adalah sebanyak 52 orang (91%).
berpendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 22

Tabel 1. Karakteristik Responden


Jumlah
No Karakteristik Kriteria Persentase
responden
25 – 40 9 16 %
41 – 60 32 56 %
1 Umur
>60 16 28 %
Total 57 100 %
Laki-Laki 35 61 %
2 Jenis Kelamin Perempuan 22 39 %
Total 57 100 %
Belum Menikah 3 5%
Menikah 52 91 %
3 Status Perkawinan
Janda/Duda 2 4%
Total 57 100%
Petani 3 5%
Wiraswasta 15 26 %
PNS 23 40 %
4 Pekerjaan IRT 13 23 %
TNI 1 2%
Dosen 2 4%
Total 57 100 %
SD 6 11 %
SMP 8 14 %
5 Tingkat Pendidikan SMA 21 37 %
PT 22 39 %
Total 57 100 %
< 1 bulan 4 7%
2-6 bulan 11 19 %
6 Lama Menjalani Hd 7-12 bulan 7 12 %
> 1 tahun 35 61 %
Total 57 100 %
Adaptif 52 91 %
7 Mekanisme Koping Maladaptif 5 9%
Total 57 100 %
Sumber: Data Primer Juni-Juli, 2016

13
CHM-K Health Journal Volume 11 No.2 Oktober 2016

Strategi koping (mekanisme koping) memungkinkan pasien itu dapat mengontrol


adalah cara berespons bawaan terhadap dirinya dalam mengatasi masalah yang
perubahan lingkungan, masalah atau situasi dihadapi, mempunyai rasa percaya diri yang
tertentu. Mekanisme koping adaptif adalah tinggi, berpengalaman, dan mempunyai
membantu individu menghadapi kejadian perkiraan yang tepat bagaimana mengatasi
yang menimbulkan stress dan meminimalkan kejadian, mudah mengerti tentang apa yang
stress yang diakibatkan secara efektif6. dianjurkan oleh petugas kesehatan, serta
Mekanisme koping adaptif pada pasien gagal dapat mengurangi kecemasan sehingga dapat
ginjal kronik yang menjalani terapi membantu individu tersebut dalam membuat
hemodialisa adalah mampu mengontrol keputusan9.
emosi, bercerita atau berbagi dengan orang Dukungan sosial adalah sumber daya
lain, memecahkan masalah, menerima eksternal utama. Sifat dukungan sosial dan
dukungan, memiliki kewaspadaan yang pengaruhnya pada penyelesaian masalah
tinggi, lebih perhatian pada masalah dan telah diteliti secara ekstensif dan telah
memiliki pandangan yang luas. Koping yang terbukti sebagai moderator stress kehidupan
didapatkan bersumber dari kemampuan, yang efektif. Dukungan sosial diperlukan
bakat, teknik pertahanan, dukungan sosial terutama dalam menghadapi masalah yang
dan motivasi. Kemampuan dan bakat pelik termasuk penyulit yang serius1.
seseorang dapat diperoleh melalui Responden dengan status menikah adalah
pendidikan. yang paling banyak menggunakan
Pendidikan berarti bimbingan yang telah mekanisme koping adaptif. Bentuk dukungan
diberikan seseorang pada orang lain terhadap yang diberikan terlihat saat menjalani cuci
suatu hal agar mereka dapat memahami. darah di ruang hemodialisa, sebagian besar
Tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi responden sudah menikah ditemani saat cuci
pendidikan seseorang makin muda pula darah oleh pasangannya walaupun terkadang
mereka menerima informasi dan pada ada beberapa responden yang tidak ditemani
akhirnya makin banyak pula pengetahuan oleh pasangannya tetapi ditemani oleh
yang dimilikinya. Sebaliknya seseorang keluarga (anak, saudara). Hal ini dikarenakan
dengan tingkat pendidikan yang rendah, akan dengan adanya pasangan (suami/istri)
menghambat perkembangan sikap seseorang merupakan salah satu sumber dukungan
terhadap penerimaan informasi dan nilai-nilai sosial dari responden.
yang baru diperkenalkan7. Responden dengan Pasien gagal ginjal kronik dengan
pendidikan Perguruan Tinggi yang hemodialisa jangka panjang, mereka telah
menggunakan mekanisme koping adaptif berada pada tahap resolusi sehingga sudah
jumlahnya lebih banyak dibandingkan terbiasa dan mulai dapat menerima kenyataan
dengan responden yang berpendidikan serta dapat menerapkan koping adaptif.
rendah. Pendidikan yang tinggi dapat Mekanisme koping adaptif paling tinggi
memiliki pengetahuan yang luas dan digunakan pada pasien gagal ginjal kronik
pemikiran yang lebih realistis dalam yang lama menjalani hemodialisa >1 tahun.
pemecahan masalah yaitu salah satunya Respons psikologis yang meliputi tahap
tentang kesehatan sehingga dapat terkejut atau tidak percaya, tahap
menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar mengembangkan kesadaran, tahap resusitasi
dari penyakit8. dan tahap resolusi10.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Terdapat kesesuaian antara teori dan
yang dilakukan oleh Kusumawardani pada fakta yang dimana mekanisme koping sangat
tahun 2010, dimana penderita yang memiliki diperlukan untuk mengatasi suatu hal atau
pendidikan lebih tinggi akan mempunyai masalah yang dihadapi. Salah satu
pengetahuan yang lebih luas juga untuk penggunaan mekanisme koping tergantung

14
CHM-K Health Journal Volume 11 No.2 Oktober 2016

dari pengalaman masa lalu yang pernah DAFTAR PUSTAKA


dialami pasien. Sebagian besar pasien [1] Smeltzer, Suzane, C. & Brenda, G. B.
hemodialisa memiliki mekanisme koping 2002. Buku Ajar Keperawatan
yang adaptif. Hal ini disebabkan karena Medikal Bedah. vol. 3 (ed. 8). Alih
sebagian besar pasien sudah mengalami Bahasa: Monika, E dan Ellen P.
dialisis berulang kali sehingga sudah menjadi Jakarta: EGC.
pola dalam kehidupanya dan juga mendapat [2] Pernefri. 2011. 4th Annual Report of
dukungan yang baik dari keluarga dimana Indonesia Renal Registry.http://www.
peran keluarga penting dalam memberikan pernefri-inasn.org.Diakses April 2016.
pandangan atau respon yang adaptif bagi [3] Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset
pasien. Lama menjalani terapi hemodialisa Kesehatan Dasar (RISKESDAS).
juga menghasilkan mekanisme koping yang Jakarta : Balitbang Kemenkes RI.
adaptif karena penderita memiliki [4] Nursalam. 2013. Konsep dan
kemampuan beradaptasi dan dapat menerima Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
kenyataan terhadap masalah yang dihadapi. Keperawatan, pendekatan praktis, Ed.
Koping adaptif yang dimiliki pasien dapat 3. Jakarta: Salemba Medika.
bersumber dari kemampuan, bakat, motivasi [5] Artini, B. & Retnayu. N.M. 2014.
dan dukungan keluarga. Kemampuan dan Mekanisme Koping Lansia dalam
bakat yang dimiliki umumnya tidak terlepas Menghadapi Masa Pensiun.
dari dunia pendidikan. Sesuai dengan hasil http://journal.unair.ac.id. Diakses
penelitian didapatkan sebagian besar pasien April 2016.
berpendidikan SMA dan Perguruan tinggi. [6] Barbara, K., Glenora, E., Audrey, B.,
Dimana pasien dengan pendidikan yang Shirlee, J., 2010. Buku Ajar
cukup dapat mempengaruhi daya pikir dan Fundamental Keperawatan: Konsep,
kemampuan mengambil keputusan yang Proses, & Praktik. Ed.7. Vol. 1. Alih
efektif terhadap suatu masalah. Dengan bahasa Pamilih Eko Karyuni. Jakarta:
pendidikan yang dimiliki pasien dapat EGCJakarta EGC.
mempengaruhi strategi koping pasien [7] Mubarak, W.I. 2007. Promosi
tersebut untuk menjaga kesehatan dirinya. Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses
Belajar Mengajar dalam Pendidikan.
KESIMPULAN Yogyakarta. Graha Ilmu.
Berdasarkan hasil penelitian dapat [8] Notoatmodjo, S. 2007. Promosi
disimpulkan bahwa pasien gagal ginjal Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta :
kronik yang menjalani terapi hemodialisa Rineka Cipta.
memiliki mekanisme koping adaptif 52 orang [9] Kusumawardani, A.Y. 2010.
(91%). Oleh karena itu diharapkan materi Hubungan antara Karakteristik
tentang mekanisme koping diberikan dengan Individu dengan Kualitas Hidup
porsi yang lebih banyak selama di kelas Dimensi Fisik Pasien Gagal Ginjal
sehingga mahasiswa mempunyai modal dasar Kronik di RS Dr. Kariadi Semarang.
pada saat memberi pendidikan kesehatan http://digilib.unimus.ac.id. Diakses
pada pasien. Bagi peneliti selanjutnya dapat April 2016.
meninjau hubungan mekanisme koping [10] Hudak, C.M. & Gallo. 1996.
individu dengan tingkat kecemasan pada Keperawatan Kritis. Jakarta: EGC.
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
terapi hemodialisa.

15