Anda di halaman 1dari 17

E2018

ARTIKERABATDANMASYARAKATDALAMKELOMPOK

SOSIAL

Kelompok4

E2018 ARTIKERABATDANMASYARAKATDALAMKELOMPOK SOSIAL Kelompok4 AnggotaKelompok: AthaRifqiaPradana ZulfaaNurinNuhaa YusufAfif

AnggotaKelompok:

AthaRifqiaPradana

ZulfaaNurinNuhaa

YusufAfif

RizkianaWulandari

NurAfifahAzhari

25010116120119

25010116140131

25010116140134

25010116130139

25010116130143

FAKULTASKESEHATANMASYARAKAT

UNIVERSITASDIPONEGORO

SEMARANG

2018

BABI

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang Perkembangan sosial adalah kemampuan seseorang dalam bertingkah laku dan berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan norma, nilai atau harapan sosial. Masa usia 2-3 tahun merupakan masa sosialisasi anak yang sesungguhnya, di mana anak mulai mempergunakan kriteria orang dewasa dalam menilai orang-orang dan situasi. Pada usia ini, anak biasanya sudah mulai belajar mengembangkan kemampuan sosial sehingga anak sudah dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa, anak mulai melaksanakan kontak sosial dengan orang-orang diluar keluarganya terutama dengan anak-anak seusianya. Kemampuan bersosialisasi adalah salah satu yang perlu dikuasai anak, karena anak akan berinteraksidenganoranglain.

Perkembangan sosial adalah suatu proses yang dijalani individu yang sejak lahir sudah memiliki potensinya masing-masing dan diarahkan untuk mengembangkan tingkah laku sosial. Pola tingkah lakusosialterbentukselamatahun-tahunawalyangakanberpengaruh terhadappolatingkahlakusosialindividudimasa-masaberikutnya.

Perkembangan social merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan social. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi; meleburkan diri menjadi suatu kesatuan dan saling berkomunikasidanbekerjasama.

Anak dilahirkan belum bersifat social. Dalam arti, dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Untuk

mencapai kematangan social, anak harus belajar tentang cara-cara menyesuaikan diri dengan orang lain. Kemampuan ini diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya, baik orangtua, saudara, teman sebaya atauorangdewasalainnya.

Seorang anak akan berinteraksi dengan baik jika dia memiliki kemampuansosial yang ada dalam dirinya. Usia 2-3 tahunmerupakan masa di mana anak membutuhkan permainan yang lebih banyak dari sebelumnya.

Jika anak pada masa kanak-kanaknya tidak didampingi oleh orang tua dan kerabat dengan baik, maka akan perkembangannya akan terhambat, seperti perkembangan kognitif, motorik, emosi, dan sosial. Perkembangan sosial dapat terhambat karena anak kurang bersosialisasidenganlingkungansekitarnya.

Sueann Robinson Ambron (1981) mengartikan sosialisasi itu sebagai proses belajar yang membimbing anak kea rah perkembangan kepribadian social sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan efektif. Sosialisasi dari orangtua sangat penting, karena anak masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri kearahkematangan.

Anak kurang sosialisasi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan berupa perubahan perlakuan orang dewasa terhadap anak, termasuk perlakuan orang tua dan kerabatnya. Misalnya, orang tua lebih memilih memberi gadget kepada anaknya agar tidak repot untuk mengurus anak yang rewel. Hal ini membuat kebanyakan anak kurang bersosialisasi dengan teman-temannya di luar rumah dan individu lain

dilingkungannya.

Dari beberapa ulasan di atas, maka peran kerabat dan masyarakat sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan sosial anak. Namun, dalam menjalankan peran perannya, kerabat dan masyarakat tidak boleh melakukannya dengan main-main dan tidak memikirkan dampak pada anaknya sehingga anak siap untuk bergabung dengan kelompoksosialyangadadimasyarakat.

B. RumusanMasalah

1. Apa yang dimaksud dengan kerabat, masyarakat, dan kelompok sosial?

2. Apaperankerabatdanmasyarakatdalamperkembangansosial?

3. Bagaimana proses, syarat, ciri-ciri dan apa saja macam-macam kelompoksosialdalamkerabatdanmasyarakat?

C. Manfaat

1. Mengetahui

pengertian

perkembangansosial

dari

kerabat,

masyarakat,

dan

2. Mengetahui peran kerabat dan masyarakat dalam perkembangan sosial

3. Mengetahui proses, syarat, ciri-ciri dan macam-macam kelompok sosialdalamkerabatdanmasyarakat

BABII

TINJAUANPUSTAKA

A. PengertianKerabat,Masyarakat,danPerkembanganSosial

1. PengertianKerabat Kekerabatan adalah unit – unit sosial yang terdiri dari bebarapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri dari ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hinggabesar. Menurut Chony dalam Ali Imron (2005:27) “Sistem kekerabatan dijelaskan bukan hanya saja karena adanya ikatan perkawinan atau karena adanya hubungan keluarga, tetapi karena adanya hubungan darah”. Selain itu Chony juga mengungkapkan bahwa kunci pokok sistem perkawinan adalah kelompok keturunan atau linege dan garis keturunan atau descent. Anggota kelompok keturunan saling berkaitan karena mempunyai nenek moyang yang sama. Kelompok keturunan ini dapat bersifat patrilinealataumatrilineal.

2. PengertianMasyarakat Masyarakat adalah golongan masyarakat kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain.

(HasanShadily1984:47).

Menurut Mayor Polak dalam Abu Ahmadi (2003:96), menyebutkan bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar

hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dalam tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompoklebihbaikatausubkelompok.

Sedangkan menurut Djojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antar manusia dengan manusia (dalam Abu Ahmadi 2003:97). Pendapat lain mengenai masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

3. PengertianPerkembanganSosial Menurut Hurlock, Perkembangan Sosial berarti perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu bermasyarakat (sozialized) memerlukan tiga proses. Diantaranya adalah belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, memainkan peran sosial yang dapatditerima,danperkembangansifatsosial. Sedangkan, menurut Ahmad Susanto, perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi danbekerjasama. Perkembangan sosial biasanya dimaksudkan sebagai perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat di mana anak berada. Perkembangan sosial diperoleh dari kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons lingkungan

terhadap anak.dalam periode prasekolah, anak dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan berbagai orang dari berbagai tatanan,yaitukeluarga,sekolah,dantemansebaya. Menurut berbagai pendapat diatas, perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial yang merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan social, baik itu dalam tatanan keluarga, sekolah, danmasyarakat.

B. FaktorPenyebabPerkembanganSosial

Menurut Dini P. Daeng yang dikutip oleh Singgih dan Yulia D. Gunarsa, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sosialanakusiadini,yaitu:

1. Adanya kesempatan untuk bergaul dengan orang yang ada di sekitarnyadenganberbagaiusiadanlatarbelakang.

2. Adanya minat dan motivasi untuk bergaul. Semakin banyak pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh malalui pergaulan dan aktivitas sosialnya, maka minat dan motivasi seseoranguntukbergaulakansemakinberkembang.

3. Adanya bimbingan dan pengajaran dari orang lain yang biasanya menjadi “model” untuk anak. Namun, kemampuan sosialisasi ini dapat berkembang melalui cara try and error melalui pengalaman bergaul. Akan tetapi kemampuan cara tersebut menjadi efektif apabila disertai bimbingan dan pengajaran yang sengaja diberikan kepada anak untuk mengerahkan perkembangansosialyangbaik.

4. Adanyakemampuanberkomunikasi yangbaikyangdimiliki anak. Dalam berkomunikasi dengan orang lain, anak tidak hanya

dituntut untuk berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dipahami, namun juga dapat membicarakan topik yang dapat dimengertidanmenarikbagilawanbicaranya.

C. TahapPerkembanganSosial

Setiap anak memiliki tahapan perkembangan sosial yang didasarkan pada usia dari masing-masing anak. Charlotte Buhler menjelaskan bahwa tingkatan perkembangan sosial anak dibagi

menjadi4(empat)tingkatan,yaitu:

1. TingkatanPertama Dimulai sejak anak berusia 0-4 atau 0-6 tahun. Pada usia tersebut, anak mulai memberikan reaksi positif terhadap orang lain,sepertitertawaapabilamendengarsuaraoranglain.

2. TingkatanKedua Perkembangansosial tingkatankedua terjadi pada anakusia kurang lebih 2 tahun. Pada tingkatan ini, sudah timbul rasa bangga dan segan pada dikiri anak yang terpancar melalui gerakan dan mimiknya jika anak dapat mengulangi suatu hal. Contoh perkembangan sosial pada tingkatan ini adalah anak yang berebut suatu mainan, dan jika anak menang maka dia akankegiranganyangditampilkanmelaluigerakdanmimik.

3. TingkatanKetiga Pada tingkatan ini, pada diri anak mulai timbul perasaan simpati (rasa setuju) dan atau rasa antipati (tidak setuju) kepada orang lain, baik yang sudah dikenalnya atau belum. Contoh perkembangan sosial tingkatan ketiga adalah timbulnya perasaan tidak setuju pada diri anak apabila orang tua tidak memenuhikeinginannyadengansegera.

4. TingkatanKeempat Perkembangan sosial tingkatan keempat terjadi saat anak menyadari pergaulannya dengan orang lain keinginan untuk ikut campur yang diwujudkan melalui gerak dan tingkah lakunya. Tingkatan ini terjadi saat anak berusia 4 hingga 6 tahun dimana ia senang bergaul dengan teman sebaya serta kelompoknya. Contohperkembembangansosial pada tingkatanini adalahanak yang sudah bersekolah di taman kanak-kanak mulai dapat bermaindengantemansebayanya.

D. Pengaruh Kerabat dan Kelompok Sosial Terhadap Perkembangan Sosial

Pada semua tingkatan umur, seseorang dipengaruhi oleh kelompok sosial yang terdapat hubungan tetap dan merupakan salah stau tujuan dari identifikasi diri. Pengaruh sosial paling kuat terjadi pada masa kanak-kanak dan sebagian masa remaja awal, dimana terjadi kelenturan psikologis yang terbesar. Pola pengaruh kelompok sosial berbeda-beda pada masing-masing anak pada umur yang berlainan.

Selama masa prasekolah, keluarga merupakan agen sosialisasi terpenting. Saat memasuki usia sekolah, sosialisasi anak-anak dipengaruhi oleh kuat oleh teman sebaya, dibandingkan pengaruh dari orangtua dan guru. Sebuah studi mengatakan bahwa dengan meningkatnya umur anak, maka anak akan lebih terpengaruh oleh teman sebayanya dibandingkan dengan nasihat yang diberikan oleh orangtuadanguru.

Pengaruh kelompok terhadap perkembangan sosial anak dibagi

kedalamtigabidang,yaitu:

1. Keinginanmenyesuaikandiridengantuntutansosial

Hal tersebut mencerminkan kemauan individu untuk menyesuaikan perilaku, sikap, dan nilainya sesuai dengan tuntutan kelompok. Sebagian anak menyesuaikan diri karena mereka menghendaki popularitas dan kasih sayang dari teman sebaya, terutama jika merasa tidak mendapat kasih sayangdirumah.

2. Membantu Anak-anak dalam Mencapai Kemandirian dari OrangtuadanMenjadiDiriSendiri

Melalui hubungan dengan teman sebaya maka anak-anak akan berpikir secara mandiri, mengambil keputusan sendiri, menerima pandangan dan nilai-nilai yang bukan berasal dari keluarganyam serta mempelajari pola perilakuyangditerimaolehkelompok.

3. PengaruhKelompokterhadapKonsepDiriAnak

Anak akan mulai menduga pendapat orang lain dan makna dari reaksi orang lain yang akan berpengaruh terhadapdirianaksendiri.

E. PeranKerabatdanMasyarakatdalamPerkembanganSosial

Di dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah keluarganya, yang bisa terdiri atas orangtuanya, saudara-saudaranya yang lebih tua, serta mungkin kerabat dekatnya yang tinggal serumah. Melalui lingkungan inilah si

anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup yang berlaku sehari-hari. Melalui lingkungan ini juga si anak mengalami proses sosialisasi awal. Orangtua, saudara, ataupun kerabat terdekat lazimnya mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak supaya anak memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin dan kebebasan serta penyerasiannya terhadapnilai-nilaidannorma.

Manusia senantiasa hidup dalam suatu lingkungan, baik lingkungan fisik, psikis, atau spiritual yang didalamnya ia adakan hubungan timbal balik sejak dilahirkan. Pengaruh masyarakat dan kerabat terhadap perkembangan sosial ditekankan terhadap pengaruh kelompok sosial, dan yang pertama dihadapi manusia adalah keluarga. Keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial. Selain itu keadaan sosial ekonomi keluarga jugadapatberperanterhadapperkembangansosial.

Berdasarkan hasil eksperimen bahwa pengaruh latar belakang sosial ekonomi yang paling menguntungkan bagi perkembangan sosial anak ialah status ekonomi yang menengah, kecuali bahwa terdapat kemungkinannya bahwa dalam hal tu agak lambat dalam menyesuaikan diri. Faktor lain yang mempengaruhi adalah keutuhan keluarga selain itu status anak, sikap dan kebiasaan orang tua juga mempengaruhi.

Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia social dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Perkembangan sosial manusia dimulai dari masa bayinya. Keluarga merupakan kelompok primer, yaitu kelompok yang mempunyai

interaksi social yang cukup intensif, cukup akrab, hubungan antara anggota satu dengan anggota yang lain cukup baik. Pengalaman-pengalamannya dalam interaksi social dalam keluarganya turut menentukan pula cara-cara tingkah lakunya terhadaporanglaindalampergaulansocialdiluarkeluarganya.

Pada saat ini, orangtua, saudara, ataupun kerabat (secara sadar atau setengah sadar) melakukan sosialisasi yang biasa diterapkan melalui kasih sayang. Atas dasar kasih sayang itu, anak didik untuk mengenal nilai-nilai tertentu, seperti nilai ketertibandanketenteraman, nilai kebendaan dan keakhlakan, nilai kelestarian dan kebaruan, dan seterusnya.

Interaksi sosial yang berlaku disekolah biasanya tidak begitu mendalam dan berkesinambungan seperti yang terjadi dikeluarga. Penelitian mengenai peranan sekolah dalam perkembangan sosial lebih sulit dilakukan secara terinci seperti yang dapat dilakukan pada keluarga.

Peranan sekolah sebenarnya jauh lebih luas, yaitu pembentukan sikap dan kebiasaan yang wajar, perangsang dari potensi, perkembangan dari kecakapan pada umumnya, belajar bekerja sama dengan kawan atau kerabat, belajar memahami diri demi kepentingan oranglan,memperolehpelajaran.

Perkembangan social anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, baik orangtua, sanak keluarga, orang dewasa lainnya atau teman sebayanya. Apabila lingkungan social tersebut memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif, maka anak dapat mencapai perkembangan sosialnya secara

matang. Namun, apabila lingkungansocial itukurangkondusif, seperti perlakuanorangtuayangkasar,seringmemarahi,acuhtakacuh,tidak memberikan bimbingan, teladan, pengajaran atau pembiasaan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma baik agama maupun tatakrama/budi perkerti: cenderung menampilkan perilaku maladjustment¸ seperti: (1) bersifat minder; (2) senang mendominasi orang lain; (3) bersifat egois; (4) senang mengisolasi diri; (5) kurang memiliki perasaan tenggang rasa; dan (6) kurang memperdulikan normadalamberperilaku.

BABIII PENUTUP Usia 2 –3 tahun merupakan tahapan sosialisasi yang sesungguhnya,perkembangansosialdapatterhambatkarenaanakkurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Anak kurang sosialisasi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan berupa perubahan perlakuan orang dewasa terhadap anak, termasuk perlakuan orang tua dan kerabatnya

Kekerabatan adalah unit sosial yang terdiri dari bebarapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Kunci pokok sistem Masyarakat memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Perkembangan sosial kematangan dalam hubungan sosial sehingga terjadi proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasidanbekerjasama.

Pengaruh masyarakat dan kerabat terhadap perkembangan sosial ditekankan terhadap pengaruh kelompok sosial, dan yang pertama dihadapi manusia adalah keluarga. Keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial. Selain itu keadaan sosial ekonomikeluargajugadapatberperanterhadapperkembangansosial.

Maka peran kerabat dan masyarakat sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan sosial anak. Namun, dalam menjalankan peran perannya, kerabat dan masyarakat tidak boleh melakukannya dengan main-main dan tidak memikirkan dampak pada anaknya sehingga anak siapuntukbergabungdengankelompoksosialyangadadimasyarakat.

DAFTARPUSTAKA

Agustin, Uyu Wahyudin. 2011. Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini. Bandung:PTRefikaAditama.

Azri, M.S.(2017, October).Latar BelakangPembentukanKelompokSosial

MahasiswaPendatang.JomFISIP,4(2),1-15.

Hurlock,E.B.(2011).PerkembanganAnak.Jakarta:PenerbitErlangga.

Narulita, N. (2013). Dipetik 04 23, 2018, dari Digilib UIN Surabaya:

http://digilib.uinsby.ac.id/10831/5/bab%202.pdf

Saifuddin, A. F. (2014). Keluarga dan rumah tangga: Satuan penelitian dalamperubahanmasyarakat.AntropologiIndonesia.

Singgih Gunarsa, Yulia D.Gunarsa. (2003). Psikologi Perkembangan Anak

danRemaja,Jakarta:PT.BPKGunungMulia,p:96

Suparlan, P. (1986). Masyarakat: Struktur Sosial.dalamIndividu, Keluarga,

danMasyarakat.

Wahyudi. (2015). Dipetik 04 21, 2018,

dari

Digilib UIN Surabaya:

http://digilib.uinsby.ac.id/3200/5/Bab%202.pdf

Yusuf, Syamsu. 2012.

Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja.

Bandung:PTRemajaRosdakaryaOffset.