Anda di halaman 1dari 2

REKAYASA IDE

Oleh :
Kelompok 8

Nama : 1. Qhathrin Nada (4153121049)

2. Kristanti (4143121028)

3. Fitri Harwina Suci Ginting (4143121018)

Kelas : Fisika Dik C 2014

Ide yang muncul dari pemikiran kelompok kami dalam pembelajaran fisika
inti untuk Siswa/Siswi SMA adalah membuat instrumen tes dalam bentuk soal pilihan
berganda serta membuat media pembelajaran. Berdasarkan silabus kurikulum k13
materi Peluruhan Zat Radioaktif ini dipelajari oleh Siswa/Siswi SMA di kelas XII
semester II. Dikarenakan keterbatasan waktu dan kesempatan, kami tidak dapat
mengujikan instrumen ini kepada Siswa/Siswi SMA karena Siswa/Siswi tersebut
akan melaksanakan UNBK sehingga pihak sekolah tidak memberikan kami ijin untuk
menguji cobakan instrument tes ini. Jadi, kami mengambil sampel yang lain selain
Siswa/Siswi SMA yaitu Mahasiswa Semester I di Universitas Negeri Medan yang
seyogianya baru tamat SMA sehingga pengetahuan mereka tentang materi tersebut
masih segar.
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang perlu
dimiliki Siswa maupun Mahasiswa. Keterampilan berpikir kritis ini perlu diimbangi
dengan alat ukur tes yang sesuai. Tes yang kami berikan merupakan tes yang terdiri
dari 20 butir soal-soal tentang materi Fisika dengan sub materi Peluruhan Zat
Radioaktif, sehingga melalui instrumen ini Siswa lebih tertarik dalam mempelajari
Fisika.
Masalah yang sangat sering dialami oleh Siswa/Siswi dalam menyelesaikan
soal Fisika ialah soal yang cenderung mengajak Siswa/Siswi untuk beradai-andai
tentang peristiwa yang jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan juga
kebanyakan dari Siswia/Siswi tersebut kurang mampu untuk menerapkan teori yang
ada dan pengaplikasiannya dalam mengerjakan soal tersebut.
Berdasarkan penjelasan yang ada, kami akan mencoba untuk meminimalisir
masalah yang sangat sering di alami oleh Siswa/Siswi tersebut, yaitu dengan cara
mengubah metode pembelajaran Fisika menjadi lebih menyenangkan dengan
meggunakan media pembelajaran yang dapat membuat siswa termotivasi dan lebih
aktif dalam pembelajaran. Selain itu, siswa harus sering diberikan latihan-latihan soal
fisika untuk melatih kemampuan pemecahan masalah pada siswa (Azizah . 2015).
Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes. Data kuantitatif diperoleh dari pola
jawaban siswa pada tes. Data tersebut kemudian diolah statistik untuk melihat valid
atau tidaknya soal kami.
Instrumen tes keterampilan berpikir kritis yang disusun digunakan sebagai
instrumen tes untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis Mahasiswa
semester I di Universitas Negeri Medan pada materi fisika inti sub materi Peluruhan
Zat Radioaktif. Dengan menggunakan intrumen tes dan media pembelajaran yang
kami sajikan nantinya kami berharap agar meminimalisir masalah yang sering
dialami oleh siswa.