Anda di halaman 1dari 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SURVEY KONTAK PENDERITA MALARIA


PUSKESMAS AIR HITAM LAUT
Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Tabung Timur

No Dokumen :

No Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :

Penanggung Jawab

Disusun Diperiksa Disahkan

1. Pengertian Kegiatan yang dilakukan dengan cara memeriksa sediaan darah pada
populasi yang memiliki resiko yang sama dengan kasus penderita
malaria.
2. Tujuan Untuk mengetahui luasnya penularan atau kejadian malaria.
3. Ruang Lingkup Prosedur ini dipergunakan dalam melakukan survey kontak penderita
malaria oleh petugas puskesmas.
4. Kebijakan
5. Referensi Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kementrian
Kesehatan RI, 2017
6. Prosedur 1. Persiapan alat :
A. Formulir survey kontak
B. Lancet
C. Object glass (kaca sediaan)
D. Kotak penyimpanan slide
E. Alat GPS atau HP android untuk menandai titik koordinat
F. ballpoint
Proses:
1. survey kontak pada kasus Idigenous (kasus yang penularannya
terjadi diwilayah setempat dalam satu kabupaten ataukotadan tidak
ada buki langsung dengan kasus impor)
a. memeriksa sediaan darah pada seluruh anggota keluarga/orang
yang tinggal bersama kasus
b. memeriksa sediaan darah pada tetangga yang tinggal dalam
radius 200 m atau 5 rumah sekitar kasus.
c. Memeriksa sediaan darah pada teman yang bekerja dilingkungan
yang sama dengan kasus
d. Survey kontak dilakkukan berjenjang, apabila ditemukan kasus
positif kembali setelah ditemukan survey kontak yang pertama
maka dilakukan survey kontak kembali dengan radius yang sama
atau diperluas radiusnya.
2. survey kontak pada kasus impor (kasus yang enularannya terjadi
diluar wilayah kabupaten atau kota)
a. kasus impor di darah reseptif (wilayah yang memilliki vektor
malaria dengan kepadatan tinggi dan terdapat faktor lingkungan
serta iklim yang menunjang terjadinya penularan malaria), apabila
suatu daerah masih merupakan daerah reseptif, survey kontak
dilakukan pada populasi berisiko (seperti kasus indigenous).
b. Kasus impor di daerah non reseptif, kasus impor didaerah non
reseptif dilakukan survey kontak apabila kasus bepergian secara
berkelompok atau rombongan yang pergi bersama dengan kasus.
7. Unit terkait A. Lintas program (survailans dan P2)
B. Laboratorium
8. Dokumen terkait  Formulir survey kontak malaria
 Buku buku register laboratorium
8. Catatan SOP ini dapat berubah sesuai dengan perkemangan ilmu pengetahuan.