Anda di halaman 1dari 5

STRUCTURE OF PRONOUNCEMENTS

ISSUED BY THE INTERNATIONAL AUDITING


AND ASSURANCE STANDARDS BOARD*)

IESBA Code of Ethics for Professional Accountants

Services Covered by IAASB Pronouncements

ISGQs 1-99 International Standards on Quality Control

International Framework for Assurance Engagements

Assurance Engagements Other


Audits and Reviews of
than Audits or Reviews of
Historical Financial
Historical Financial
Information
Information

ISA’s 100-999 International ISAEs 3000 – 3699


Standards on Auditing International Standards on
Assurance Engagements

Related Services

ISREs 2000 – 2699 ISREs 4000 – 4699


International Standards International Standards
on Review Engagements on Related Services
STANDAR PENGENDALIAN MUTU

Sebagai upaya untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik (KAP), organisasi
profesi mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu sistem pengendalian mutu . Sebagai
pedoman, IAASB telah menerbitkan International Standard on Quality Control (ISQC) No.1
yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2009.

Secara garis besar struktur ISQC adalah sebagai berikut :

 Pendahuluan yang terdiri dari lingkup, otoritas dan tanggal efektif


 Tujuan
 Definisi
 Ketentuan
 Penerapan dan Penjelasan lain

LINGKUP ISQC
 ISQC berhubungan dengan tanggungjawab KAP utnuk sistem pengendalian mutu
untuk audit dan review atas laporan keuangan, dan penugasan asurans serta jasa lain
yang bersangkutan. ISQC harus dibaca dalam kaitannya dengan ketentuan etik yang
relevan.
 Pernyataan IAASB lain menetapkan standar dan pedoman lain mengenai
tanggungjawab personel KAP tentang prosedur pengendalian mutu untuk tipe
penugasan spesifik. Sebagai contoh, ISA 220 menyangkut prosedur pengendalian
mutu untuk audit atas laporan keuangan.
 Sistem pengendalian mutu terdiri dari kebijakan yang dirancang untuk mencapai
tujuan serta prosedur yang diperlukan untuk mengimplementasikan dan memantau
kesesuaian dengan kebijakan tersebut.
OTORITAS ISQC
o ISQC berlaku bagi semua KAP akuntan profesional dalam kaitannya dengan audit
dan review laporan keuangan, dan penugasan asurans dan jasa lain yang berhubungan.
Sifat dan luas kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh seorang individu KAP
agar sesuai dengan ISQC akan tergantung pada berbagi faktor.
TUJUAN
o Tujuan KAP menetapkan dan memelihara suatu sistem pengendalian mutu adalah
untuk memberikan asurans yang layak bahwa :
a. KAP dan personalianya mematuhi standar profesional serta ketentuan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku
b. Laporan yang diterbitkan KAP atau partnernya sudah tepat sesuai dengan situasi
yang dihadapi.

KETENTUAN

ISQC memuat 47 ketentuan (ISQC 1.13 – ISQC 1.59) yang terbagi dalam beberapa kategori
sebagai berikut :

o Penerapan, dan kepatuhan dengan ketentuan yang relevan


o Elemen sistem pengendalian mutu
o Tanggungjawab kepemimpinan untuk mutu dalam KAP
o Ketentuan etika yang relevan
o Penerimaan klien dan keberlanjutan hubungan dengan klien serta penugasan khusus
o Sumber daya manusia
o Pelaksanaan penugasan
o Dokumentasi sistem pengendalian mutu
Elemen Sistem Pengendalian Mutu
KAP harus menetapkan dan memelihara suatu sistem pengendalian mutu yang mencakup
kebijakan dan prosedur yang mengatur setiap elemen di bawah ini :
a. Tanggungjawab kepemimpinan untuk mutu dalam KAP
b. Ketentuan etika yang relevan
c. Penerimaan klien dan keberlanjutan hubungan dengan klien serta penugasan tertentu
d. Sumber daya manusia
e. Pelaksanaan penugasan
f. Pemantauan
Tabel 1-1 Elemen Pengendalian Mutu
Elemen Ringkasan Ketentuan Contoh Prosedur
KAP harus mendorong terciptanya suatu budaya Program pelatihan yang
Tanggungjawab bahwa mutu penting dalam melaksanakan penugasan diselenggarakan KAP menekankan
Kepemimpinan untuk dan harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang pentingnya mutu pekerjaan dan ini
mutu dalam KAP mendukung budaya tersebut. diperkuat dalam evaluasi pelaksanaan
dan keputusan kompensasi.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Setiap partner dan karyawan harus
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai menjawab “daftar pertanyaan tentang
Ketentuan Etika yang bahwa KAP, para personelnya, dan bila perlu subyek independensi” setiap tahun, yang
relevan lain berkenaan dengan ketentuan independensi, bersangkutan dengan kepemilikan
menjaga indenpedensi apabila diwajibkan oleh saham dan keanggotaan dalam dwan
ketentuan etika yang relevan. (ISQC 1.21) komisaris.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk Untuk klien baru, harus dibuat
penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien formulir evaluasi tentang klien, yang
serta penugasan tertentu yang dirancang agar KAP berisi hal-hal seperti misalnya
mendapatkan keyakinan memadai bahwa klien akan komentar auditor pendahlu dan
diterima atau hubungan atau penugasan akan evaluasi tentang manajemen,
dilanjutkan apabila : sebelum klien tersebut diterima.
Penerimaan klien dan
a. Komponen untuk melaksanakan penugasan
keberlanjutan hubungan
dan memiliki kapabilitas termasuk
dengan klien serta
tersedianya waktu dan sumberdaya untuk
penugasan tertentu
melaksanakan penugasan tersebut.
b. Dapat mematuhi ketentuan etika yang relevan
c. Telah mempertimbangkan integritas klien,
dan memilki informasi yang dapat mengarah
pada kesimpulan bahwa integritas klien
rendah.
(ISQC 1.26)
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Setiap profesional harus dievaluasi
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai untuk setiap penugasan dengan
Sumber daya manusia bahwa KAP memiliki personel yang cukup dengan menggunakan laporan evaluasi
kompetensi, kapabilitas dan komitmen terhadap penugasan individual yang disiapkan
prinsip-prinsip etika yang diperlukan untuk : oleh KAP.
a. Melaksanakan penugasan sesuai dengan
standar profesional dan ketentuan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku
b. Menjadikan KAP dan partner yang ditunjuk
menerbitkan laporan yang sesuai dengan
situasi yang dihadapi.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Direktur akuntansi dan auditing KAP
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai siap untuk memberi konsultasi dan
bahwa penugasan dilaksanakan sesuai dengan standar memberi persetujuan atas semua
profesional dan ketentuan perundang-undangan serta penuagasan sebelum dinyatakan
peraturan yang berlaku dan bahwa KAP atau partner selesai.
yang bertugas menerbitkan laporan yang sesuai
dengan situasi yang dihadapi. Kebijakan dan prosedur
Pelaksanaan Penugasan
tersebut harus mencakup :
a. Hal-hal yang relevan untuk mendorong
konsistensi dan pelaksanaan penugasan
berkualitas
b. Tanggungjawab supervisi
c. Tanggungjawab review
(ISQC 1.32)
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Partner pengendalian mutu harus
dieprlukan untuk dokumentasi yang tepat sebagi bukti menguji prosedur pengendalian mutu
Pemantauan beroperasinya setiap elemen sistem pengendalian sekurang-kurangnya setahun sekali
mutu. untuk memastikan bahwa KAP
(ISQC 1.57) melaksanakan pengendalian mutu.