Anda di halaman 1dari 14

PENGAUDITAN I

“PENGAUDITAN DAN JASA ASURANS”

Oleh Kelompok 7 :

Ni Kadek Nadia Putri Padmayuni (1607532082)


Cokorda Istri Agung Evita Nindia Putri (1607532090)
Ni Made Harista Dwi Anggreni (1607532099)

Program Non Reguler


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2017
SEJARAH PERKEMBANGAN FUNGSI PENGAUDITAN

Pengauditan telah digunakan sejak abad ke limabelas, yang awalnya dilakukan oleh Inggris.

PENGAUDITAN INDEPENDEN SEBELUM TAHUN 1900

Akuntansi sebagai pofesi diperkenalkan di bagian benua ini oleh Inggris. Dalam
Undang-undang Inggris yang disebut Companies Act berbunyi, semua perusahaan public harus
diaudit. Dan fungsi audit juga mulai di ekspor ke Amerika Serikat. Tetapi di Amerika Serikat
semua perusahaan public tidak wajib mealukan audit.

PERKEMBANGAN DI ABAD KEDUAPULUH

Pada abad ke 20 jumlah perusahaan industry telah berkembang dengan pesat. Jumlah
pemegang saham juga bertambah banyak dan sudah mulai menerima laporan auditor. Tetapi
banyak pemegang saham baru tidak memahami makna pekerjaan seorang auditor sehingga
terjadi banyak kesalahpahaman.

PERKEMBANGAN PENGAUDITAN DI INDONESIA

Profesi akuntansi di Indonesia masih tergolong muda. Akuntansi baru mulai dikenal di
Indonesia setelah tahun limapuluhan, yaitu ketika semakin banyak perusahaan ddirikan dan
akuntansi sistem Amerika mulai dikenal, terutama melalui pendidikan perguruan tinggi.

JASA ASURANS DAN PENGAUDITAN

Jasa Asurans (assurance services) adalah jasa profesional independen untuk memperbaiki
kualitas informasi bagi para pengambil keputusan.

JASA ATESTASI

Jasa atestasi adalah jenis jasa asurans yang dilakukan kantor akuntan publik dengan
menerbitkan suatu laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan tentang keandalan pernyataan
tertulis yang dibuat oleh pihak lain.

Audit atas Laporan Keuangan Historis

Audit atas Laporan Keuangan Historis adalah sebuah satu bentuk jasa atestasi yang
dilakukan auditor. Dalam pemberian jasa ini auditor menerbitkan laporan tertulis yang berisi
pernyataan pendapat apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku.

Review atas Laporan Keuangan Historis

Review atas laporan keuangan historis adalah jenis lain dari jasa atestasi yang diberikan kentor-
kantor akuntan publik. Banyak perusahaan non-publik menginginkan asurans atas laporan
keuangannya dengan biaya yang lebih murah.

Jasa Atestasi Lainnya

Kantor-kantor akuntan publik dapat memberikan berbagai macam jasa atestasi. Kebanyakan
dari jasa atestasi tersebut merupakan perluasan dari audit atas laporan keuangan, karena
pemakai laporan membutuhkan aurans independen.

JASA ASURANS LAINNYA

Kebanyakan jasa asurans lain yang diberikan kantor-kantor akuntan publik tidak merupakan
jasa atestasi. Jasa-jasa tersebut mirip dengan jasa atestasi yaitu akuntan publik harus
independen dan harus memberikan jaminan atas informasi yang akan dipakai para pengambil
keputusan.

JASA BUKAN ASURANS

Kantor akuntan publik juga memberikan berbagai jasa lain yang pada umumnya tidak
merupakan jasa asurans. Tiga contoh jenis jasa bukan asurans yang sering diberikan kantor-
kantor akuntan publik adalah jasa akuntansi dan pembukuan, jasa perpajakan, dan jasa
konsultasi manajemen.

DEFINISI DAN JENIS-JENIS PENGAUDITAN

DEFINISI PENGAUDITAN

Pengauditan adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti
yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian
ekonomi secara obyektif untuk menentukan tingkat kepatuhan antara asersi tersebut dengan
kriteria yang telah ditetapkan dan mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
Proses Sistematis
Kata “sistematis” mengandung berbagai hal : bahwa perencanaan audit dan perumusan strategi
audit merupakan bagian penting dari proses audit, bahwa perencanaan audit dan strategi audit
harus berhubungan dengan pemilihan dan penilaian bukti untuk tujuan audit tersebut.“Proses
sistematis” mengandung arti bahwa pengauditan didasarkan pada disiplin dan filosofi metoda
ilmiah.

Memperoleh Dan Mengevaluasi Bukti Secara Obyektif.


Kegiatan ini merupakan hal terpenting dalam pengauditan. Dalam audit laporan keuangan,
bukti tentang tingkat kepatuhan antara asersi dalam laporan keuangan dengan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku terdiri dari data akuntansi.

Asersi Tentang Tindakan-Tindakan Dan Kejadian-Kejadian Ekonomi.


Asersi atau pernyataan yang dibuat manajemen perusahaan yang melekat pada seperangkat
laporan keuangan adalah subyek dari audit atas laporan tersebut, jadi jika auditor akan
mengaudit suatu laporan keuangan, maka ia harus memahami asersi-asersi yang melekat pada
setiap hal atau pos yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

Tingkat Kepatuhan Antara Asersi Dengan Kriteria Yang Telah Ditetapkan


Sesuatu yang dilakukan selama audit dilaksanakan memiliki satu tujuan utama, yaitu untuk
merumuskan suatu pendapat auditor mengenai asersi-asersi tentang tindakan dan kejadian
ekonomi yang telah diaudit.

Audit Operasional
Audit Operasional yaitu pengkajian (review) atas setiap bagian dari prosedur dan metoda yang
diterapkan suatu entitas dengan tujuan untuk mengevaluasi efesiensi dan efektivitas.

AUDITOR DAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP)

JENIS-JENIS AUDITOR

1. Auditor Pemerintah

Auditor Pemerintah yaitu auditor yang bertugas melakukan audit atas keuangan Negara pada
instansi-instansi pemerintah. Di Indonesia audit dilakukan oleh Badan Pemeriksaaan Keuangan
(BPK) yang dibentuk sebagai perwujudan dari Pasal 23 ayat 5 Undang-undang Dasar 1945
yang berbunyi: Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara diadakan suatu
Badan Pemeriksa Keuangan yang pengaturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil
pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

2. Auditor Internal

Auditor Internal adalah auditor yang bekerja pada suatu entitas (perusahaan) dan oleh
karenanya berstatus sebagai pegawai pada entitas tersebut. Tugas audit yang dilakukannya
terutama ditujukan untuk membantu manajemen entitas tempat dimana ia bekerja.

Auditor Independen (Akuntan Publik)

Tanggung jawab auditor independen (akuntan publik) yaitu melakukan fungsi pengauditan atas
laporan keuangan yang diterbitkan entitas (perusahaan dan organisasi lainnya). Akuntan Publik
di Indonesia diatur dalam Undang-undang No 5 tahun 2011. Bidang jasa akuntan publik:

 Jasa atestasi, yang meliputi:


 Jasa audit umum atas laporan keuangan
 Jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif
 Jasa pemeriksaan atas laporan informasi keuangan proforma
 Jasa review atas laporan keuangan, dan
 Jasa atestasi lainnya sebagaimana tercantum dalam Standar Profesional
Akuntan Publik (SPAP)
 Jasa non-atestasi, yang mencangkup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan,
manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan
Publik dan peraturan perundang-undangan.

lzin akuntan publik dikeluarkan oleh Menteri Keuangan dan berlaku selama 5 tahun (dapat
diperpanjang). Akuntan yang mengajukan permohonan untuk menjadi akuntan publik harus
memenuhi persyaratan sebagai berkut:

 Memiliki Sertifikat Tanda Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) yang sah
yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) atau perguruan tinggi
terakreditasi oleh IAPI untuk menyelenggarakan pendidikan profesi akuntan publik.
 Apabila tanggal kelulusan USAP telah melewati masa 2 tahun, maka wajib
menyerahkan bukti telah mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) paling
sedikit 60 Satuan Kredit PPL (SKP) dalam 2 tahun terakhir.
 Berpengalaman praktik di bidang audit umum atas laporan keuangan paling sedikit
1000 jam dalam 5 tahun terakhir dan paling sedikit 500 (lima ratus) jam diantaranya
memimpin dan/atau mensupervisi perikatan audit umum, yang disahkan oleh
Pemimpin/Pemimpin Rekan KAP.
 Berdomisili di wilayah Republik Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda
Penduduk (KTP) atau bukti lainnya.
 Memiliki Nornor wajib Pajak (NPWP).
 Tidak pernah dikenakan sanksi pencabutan izin akuntan publik.
 Tidak pernah dipidana yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan
pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5tahun atau lebih.
 Menjadi anggota IAPI.
 Tidak berada dalam pengampuan.

KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Kantor akuntan public adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan mendapatkan izin usaha berdasarkan Undang-undang
Akuntan Publik. Menurut Undang-undang tersebut, akuntan public dalam memberikan
jasanya wajib mempunyai kantor akuntan public (KAP) paling lambat 6 bulan sejak izin
akuntan public diberikan. Akuntan public yang tidak mempunyai KAP dalam waktu lebih
dari 6 bulan akan dicabuk izin akuntan publicnya.

STRUKTUR KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Bentuk usaha KAP sebagaimana diatur pada Pasal 12 Undang-undang Akuntan


Publik adalah:

1. Perseorangan
2. Persekutuan perdata
3. Firma, atau
4. Bentuk usaha lain yang sesuai dengan karakteristik profesi Akuntan Publik, yang
diatur dalam undang-undang.
Persyaratan Kantor Akuntan Publik di Indonesia

Izin membuka Kantor Akuntan Publik diberikan oleh Menteri Keuangan. Pasal 18
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 mengatur perizinan untuk membuka
Kantor Akuntan Publik sebagai berikut:

1. Untuk mendapatkan izin usaha KAP yang berbentuk badan usaha perseorangan,
Pemimpin KAP mengajukan permohonan tertulis kepada Sekretaris Jenderal u.p
Kepala Pusat dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki ijin akuntan public
b. menjadi anggota IAPI
c. mempunyai paling sedikit 3 (tiga) orang auditor tetap dengan tingkat
Pendidikan formal bidang akuntansi yang paling rendah berijazah setara
Diploma III dan paling sedikit 1 (satu) orang diantaranya memiliki register
negara untuk akuntan
d. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
e. memiliki rancangan Sistem Pengendalian Mutu (SPM) KAP yang memenuhi
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan paling kurang mencakup
aspek kebijakan atas seluruh unsur pengendalian mutu
f. domisili Pemimpin KAP sama dengan domisili KAP
g. memiliki bukti kepemilikan atau sewa kantor, dan daerah kantor yang
menunjukkan kantor terisolasi dari kegiatan lain , dan
h. membuat Surat Permohonan, melengkapi formulir Permohonan Izin Usaha
Kantor Akuntan Publik, dan membuat surat permohonan bermeterai cukup
yang menyatakan bahwa data persyaratan yang disampaikan adalah benar.
2. Untuk mendapatkan izin usaha KAP yang berbentuk badan usaha persekutuan,
Pemimpin Rekan KAP mengajukan permohonan tertulis kepada Sekretaris Jenderal
u.p Kepala Pusat dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Memenuhi persyaratan sebagaimana yang berlaku bagi KAP perseorangan
b. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
c. Memiliki perjanjian kerja sama yang disahkan oleh notaris yang paling sedikit
memuat:
1) Pihak-pihak yang melakukan persekutuan
2) Alamat para sekutu
3) Bentuk badan usaha persekutuan sebagaimana dimaksud dalam pasal
16 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008
4) Nama dan domisili KAP
5) Hak dan kewajiban para sekutu
6) Sekutu yang berhak mengadakan perikatan, untuk dan atas nama
KAP, dengan pihak ketiga berkaitan dengan jasa yang diberikan, dan
7) Penyelesaian sengketa dalam hal terjadi perselisihan.
d. Memiliki surat izin Akuntan Publik bagi Pemimpin Rekan dan Rekan yang
Akuntan Publik
e. Memiliki tanda keanggotaan IAPI yang masih berlaku bagi Pemimpin Rekan
dan Rekan yang Akuntan Publik
f. Memiliki surat persetujuan dari seluruh Rekan KAP mengenai penunjukan
salah satu Rekan menjadi Pemimpin Rekan, dan
g. Memiliki bukti domisili Pemimpin Rekan dan Rekan KAP.

ORGANISASI PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA

Sebagian besar bekerja sebagai akuntan interen perusahaan (perusahaan swasta atau
perusahaan milik negara), dan hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai akuntan publik.

AKUNTAN BEREGISTER NEGARA

Untuk melindungi kepentingan public, pemakaian gelar “akuntan” di Indonesia diatur


dalam sebuah undang-undang, yaitu Undang-undang Nomor 34 tahun 1954.

MENGENAL ORGANSASI IFAC

Misi IFAC

Misi IFAC ialah melayani kepentingan umum dengan: memberi sumbangan untuk
pengembangan, pengadopsian, dan penerapan standar serta pedoman internasional berkualitas
tinggi; memberikan sumbangan bagi pengembangan organisasi profesi akuntansi dan kantor
akuntan yang kuat; dan praktik berkualitas tinggi oleh akuntan professional; mendorong nilai-
nilai profesi akuntan seluruh dunia; menyuarakan persoalan-persoalan kepentingan umum di
mana kepakaran profesi akuntan sangat relevan.
Visi IFAC

Visi IFAC adalah menjadikan profesi akuntansi global diakui kepemimpinannya


dalam pengembangan organisasi, pasar uang dan modal, dan perekonomian yang kuat dan
kesinambungan.

BADAN-BADAN PEMBUAT STANDAR IFAC

IFAC mempunyai beberapa badan pembuat standard (independent standard-setting


boards) yaitu:

 The International Auditing and Assurance Standard Board (IAASB);


 The International Accounting Education Standards Board (IAESB);
 The International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA); dan
 The International Public Sector Accounting Standards Board (IPSASB).

Untuk mengembangkan standar mutu tinggi bagi kepentingan umum, semua badan
pembuat standar tersebut di atas melakukan due process yang ketat, terbuka efisien dan
efektif. Badan-badan tersebut diawasi oleh Public Interest Oversight Board.

STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK (SPAP)

Pada tanggal 1 Agustus 1994 lahirlah Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
yang pertama. SPAP tersebut terdiri dari: Standar Auditing, Standar Atestasi, Standar Jasa
Akuntansi dan Review, Pedoman Audit Industri Khusus.

HIMPUNAN PERNYATAAN (PRONOUNCEMENTS) INTERNATIONAL


AUDITING AND ASSURANCE STANDARDS BOARD (IAASB)

Secara kolektif, ISAs, ISREs, ISAEs, dan ISRSs disebut sebagai Standar Penugasan
IAASB (IAASB’s Engagement Standards). Kelima standar tersebut diatas dihimpun dalam
Handbook of International Quality Control, Auditing Review, Other Assurance and related
Services Pronouncements.
STRUCTURE OF PRONOUNCEMENTS
ISSUED BY THE INTERNATIONAL AUDITING
AND ASSURANCE STANDARDS BOARD*)

IESBA Code of Ethics for Professional Accountants

Services Covered by IAASB Pronouncements

ISGQs 1-99 International Standards on Quality Control

International Framework for Assurance Engagements

Assurance Engagements Other


Audits and Reviews of
than Audits or Reviews of
Historical Financial
Historical Financial
Information
Information

ISA’s 100-999 International ISAEs 3000 – 3699


Standards on Auditing International Standards on
Assurance Engagements

Related Services

ISREs 2000 – 2699 ISREs 4000 – 4699


International Standards International Standards
on Review Engagements on Related Services
STANDAR PENGENDALIAN MUTU

Sebagai upaya untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik (KAP), organisasi
profesi mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu sistem pengendalian mutu . Sebagai
pedoman, IAASB telah menerbitkan International Standard on Quality Control (ISQC) No.1
yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2009. Secara garis besar struktur ISQC adalah sebagai
berikut : Pendahuluan yang terdiri dari lingkup, otoritas dan tanggal efektif, Tujuan, Definisi,
Ketentuan, Penerapan dan Penjelasan lain.

LINGKUP ISQC
 ISQC berhubungan dengan tanggungjawab KAP utnuk sistem pengendalian mutu
untuk audit dan review atas laporan keuangan, dan penugasan asurans serta jasa lain
yang bersangkutan. ISQC harus dibaca dalam kaitannya dengan ketentuan etik yang
relevan.
 Pernyataan IAASB lain menetapkan standar dan pedoman lain mengenai
tanggungjawab personel KAP tentang prosedur pengendalian mutu untuk tipe
penugasan spesifik. Sebagai contoh, ISA 220 menyangkut prosedur pengendalian
mutu untuk audit atas laporan keuangan.
 Sistem pengendalian mutu terdiri dari kebijakan yang dirancang untuk mencapai
tujuan serta prosedur yang diperlukan untuk mengimplementasikan dan memantau
kesesuaian dengan kebijakan tersebut.
OTORITAS ISQC
o ISQC berlaku bagi semua KAP akuntan profesional dalam kaitannya dengan audit
dan review laporan keuangan, dan penugasan asurans dan jasa lain yang berhubungan.
Sifat dan luas kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh seorang individu KAP
agar sesuai dengan ISQC akan tergantung pada berbagi faktor.
TUJUAN
o Tujuan KAP menetapkan dan memelihara suatu sistem pengendalian mutu adalah
untuk memberikan asurans yang layak bahwa :
a. KAP dan personalianya mematuhi standar profesional serta ketentuan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku
b. Laporan yang diterbitkan KAP atau partnernya sudah tepat sesuai dengan situasi
yang dihadapi.
KETENTUAN

ISQC memuat 47 ketentuan (ISQC 1.13 – ISQC 1.59) yang terbagi dalam beberapa kategori
sebagai berikut : Penerapan, dan kepatuhan dengan ketentuan yang relevan, Elemen sistem
pengendalian mutu, Tanggungjawab kepemimpinan untuk mutu dalam KAP , Ketentuan etika
yang relevan, Penerimaan klien dan keberlanjutan hubungan dengan klien serta penugasan
khusus, Sumber daya manusia, Pelaksanaan penugasan, Dokumentasi sistem pengendalian
mutu.

Elemen Sistem Pengendalian Mutu


KAP harus menetapkan dan memelihara suatu sistem pengendalian mutu yang mencakup
kebijakan dan prosedur yang mengatur setiap elemen di bawah ini : Tanggungjawab
kepemimpinan untuk mutu dalam KAP, Ketentuan etika yang relevan, Penerimaan klien dan
keberlanjutan hubungan dengan klien serta penugasan tertentu, Sumber daya manusia,
Pelaksanaan penugasan, Pemantauan.
Tabel 1-1 Elemen Pengendalian Mutu
Elemen Ringkasan Ketentuan Contoh Prosedur
KAP harus mendorong terciptanya suatu budaya Program pelatihan yang
Tanggungjawab bahwa mutu penting dalam melaksanakan penugasan diselenggarakan KAP menekankan
Kepemimpinan untuk dan harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang pentingnya mutu pekerjaan dan ini
mutu dalam KAP mendukung budaya tersebut. diperkuat dalam evaluasi pelaksanaan
dan keputusan kompensasi.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Setiap partner dan karyawan harus
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai menjawab “daftar pertanyaan tentang
Ketentuan Etika yang bahwa KAP, para personelnya, dan bila perlu subyek independensi” setiap tahun, yang
relevan lain berkenaan dengan ketentuan independensi, bersangkutan dengan kepemilikan
menjaga indenpedensi apabila diwajibkan oleh saham dan keanggotaan dalam dwan
ketentuan etika yang relevan. (ISQC 1.21) komisaris.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk Untuk klien baru, harus dibuat
penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien formulir evaluasi tentang klien, yang
serta penugasan tertentu yang dirancang agar KAP berisi hal-hal seperti misalnya
mendapatkan keyakinan memadai bahwa klien akan komentar auditor pendahlu dan
diterima atau hubungan atau penugasan akan evaluasi tentang manajemen,
dilanjutkan apabila : sebelum klien tersebut diterima.
Penerimaan klien dan
a. Komponen untuk melaksanakan penugasan
keberlanjutan hubungan
dan memiliki kapabilitas termasuk
dengan klien serta
tersedianya waktu dan sumberdaya untuk
penugasan tertentu
melaksanakan penugasan tersebut.
b. Dapat mematuhi ketentuan etika yang relevan
c. Telah mempertimbangkan integritas klien,
dan memilki informasi yang dapat mengarah
pada kesimpulan bahwa integritas klien
rendah.
(ISQC 1.26)
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Setiap profesional harus dievaluasi
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai untuk setiap penugasan dengan
bahwa KAP memiliki personel yang cukup dengan menggunakan laporan evaluasi
kompetensi, kapabilitas dan komitmen terhadap penugasan individual yang disiapkan
prinsip-prinsip etika yang diperlukan untuk : oleh KAP.
Sumber daya manusia a. Melaksanakan penugasan sesuai dengan
standar profesional dan ketentuan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku
b. Menjadikan KAP dan partner yang ditunjuk
menerbitkan laporan yang sesuai dengan
situasi yang dihadapi.
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Direktur akuntansi dan auditing KAP
dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai siap untuk memberi konsultasi dan
bahwa penugasan dilaksanakan sesuai dengan standar memberi persetujuan atas semua
profesional dan ketentuan perundang-undangan serta penuagasan sebelum dinyatakan
peraturan yang berlaku dan bahwa KAP atau partner selesai.
yang bertugas menerbitkan laporan yang sesuai
dengan situasi yang dihadapi. Kebijakan dan prosedur
Pelaksanaan Penugasan
tersebut harus mencakup :
a. Hal-hal yang relevan untuk mendorong
konsistensi dan pelaksanaan penugasan
berkualitas
b. Tanggungjawab supervisi
c. Tanggungjawab review
(ISQC 1.32)
KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang Partner pengendalian mutu harus
dieprlukan untuk dokumentasi yang tepat sebagi bukti menguji prosedur pengendalian mutu
Pemantauan beroperasinya setiap elemen sistem pengendalian sekurang-kurangnya setahun sekali
mutu. untuk memastikan bahwa KAP
(ISQC 1.57) melaksanakan pengendalian mutu.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Haryono Jusup. (2014). Auditing (Pengauditan). Yogyakarta : STIE-YKPN.