Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

Pengaruh Perbedaan Tekanan Terhadap Nilai Efisiensi Proses Filtrasi


CaCO3 Dengan Menggunakan Plate and Frame Filter Press
Arief Pangestu dan Devi Abriyani
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jendral Sudirman Km.3 Cilegon, Banten
e-mail : deviabri13@gmail.com ; arief.sulfat@gmail.com

Abstrak Filtrasi adalah proses CaCO3 sama pada semua percobaan


pemisahan solid dan liquid dengan cara yakni 70,297 % dan efisiensi air
melewatkannya (liquid) melalui media berturut-turut adalah 85,8 % ; 85,5 % ;
berpori untuk menyisihkan atau 85,8 % ; 86,1 % .
menghilangkan sebanyak-banyaknya
Kata Kunci Filtrasi, plate and frame
butiran-butiran halus zat padat
filter press, Efisiensi.
tersuspensi dari liquid. Filtrasi banyak
dimanfaatkan untuk berbagai macam I. PENDAHULUAN
industri, salah satunya industri
Filtrasi adalah proses penyaringan
pembuatan gula. Percobaan filtrasi ini
untuk menghilangkan zat padat tersuspensi
bertujuan untuk mengetahui pengaruh
dari air melalui media berpori.[1] Filtrasi
dari penggunaan tekanan yang berbeda
dapat juga diartikan sebagai proses
terhadap nilai tekanan media medium
pemisahan liquid-liquid dengan cara
filter (Rm) dan tahanan filter cake (α),
melewatkan liquid melalui media berpori
serta pengaruhnya terhadap efisiensi
atau bahan-bahan berpori untuk
H2O dan CaCO3 . Prosedur percobaan
menyisihkan atau menghilangkan
ini yaitu ,memisahkan suspensi CaCO3
sebanyak-banyaknya butiran-butiran halus
dalam air dengan melewatkannya pada
zat padat tersuspensi dari liquda.
plate and frame filter press yang
Filtrasi juga memiliki banyak tipe
diberikan 4 macam variasi tekanan 0,5
seperti Filter Gravitasi (Gravity Filter),
kg/cm ; 1 kg/cm ; 1,5 kg/cm ; 2 kg/cm .
Filter Plat dan Bingkai (Plate and Frame),
Mencatat waktu tiap 1 liter filtrat keluar,
Batch Leaf Filter, dan Filter Bertekanan
menghitung massa cake basah & massa
(Filter Press). Namun, banyak industri yang
cake kering dari analisa sampel filtrat
lebih memilih untuk menggunakan sistem
keluar. Berdasarkan percobaan yang
filter bertekanan (filter press) untuk proses
dilakukan didapatkan nilai α dan Rm
penyaringan dan pemurnian bahan. Filter
pada masing-masing percobaan
press tipe plate and frame menggunakan
berturut-turut adalah α1 = 1,2 x 109 m/kg
susunan plate pejal pada satu sisi dan plate
& Rm1 = 1,82 x 1010 m-1 ; α2 = 2,2 x 109
berlubang pada sisi lainnya. Kelebihan dari
m/lg & Rm2 = 3,67 x 1010 m-1 ; α3 = 2,52 x
tipe ini yaitu mudah digunakan, fleksibel,
109 m/kg & Rm3 = 5,22 x 1010 m-1 ; α4 =
dan biaya perawatan rendah. Sedangkan
3,95 x 109 m/kg & Rm4 = 5,67 x 1010 m-1
kelemahan pada tipe adalah pengeluaran
hal ini menunjukkan semakin tingginya
cake yang sulit dikarenakan plat yang
tekanan yang diberikan maka semakin
berbentuk frame dan memerlukan tempat
besar harga α dan Rm .Nilai efisiensi
Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

yang lebih banyak untuk penempatan Tirtayasa. Percobaan ini terdiri atas 3 tahap,
plat.[1] yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
Alat ini akan bekerja berdasarkan dan tahap analisa filtrat.
driving force, yaitu perbedaan tekan. Alat A. Tahap Persiapan
ini dilengkapi dengan kain penyaring yang Pada tahap persiapan percobaan, mula-
disebut filter cloth, yang terletak pada tiap mula memastikan tangki pencampur tidak
sisi platenya. Plate and frame filter bertekanan dan memastikan bahwa
digunakan untuk memisahkan padatan kerangan udara dalam posisi tertutup.
cairan dengan media berpori yang Memastikan kain penyaring pada plate and
meneruskan cairannya dan menahan frame telah terpasang dengan benar.
padatannya. Berikut adalah persamaan Mengeratkan rangkaian sel penyaring
filtrasi pada Filtrasi Bertekanan Tetap : dengan mengencangkan himpitan yang
𝑑𝑡 𝜇𝛼𝐶 𝜇
diberikan oleh dorongan blok penekan
𝑠
= 𝐴2 (−∆𝑃) 𝑉 + 𝐴2 (−∆𝑃) 𝑅𝑚 = sesuai arah ulir batang penekan. Menutup
𝑑𝑉
𝐾𝑝 V + B……………..……… (1) kerangan dan masukan suspensi.
Menyalakan motor pengaduk
Dimana, B. Tahap Pelaksanaan
𝑅𝑚 adalah tahanan medium filter (𝑚−1) Membuat suspensi CaCO3 dalam air,
𝛼 adalah tahanan spesifik cake (𝑚⁄𝑘𝑔) dengan komposisi 200 gr CaCO3 dan 20 L
∆𝑃 adalah pressure drop ( N/m2 ) air pada mixing tank. Memasukkan
𝐴 adalah luas filter ( m2 ) suspensi ke dalam tangki dan tutup dengan
𝜇 adalah viskositas ( Pa.s ) rapat. Menyalakan motor pengaduk agar
𝐶𝑠 dalam ( kg solid/m3 ) mendapatkan suspensi sehomogen
𝐾𝑝 dalam 𝑠⁄𝑚6, dan mungkin. Membuka kerangan udara
B dalam 𝑠⁄𝑚3 perlahan-lahan hingga tekanan udara
didalam tangki telah sesuai degan yang
Apabila diintegrasi, didapat : dikehendaki. Menyaring suspensi dengan
𝐾𝑝 membuka kerangan masukan filter plate
t= 𝑣 2 + 𝐵𝑉 ………………… (2)
2 dan frame setelah tekanan dalam tangki
Dimana, 𝑣 dalam 𝑚3 dan t dalam s mencapai harga yang dikehendaki.
Mencatat waktu dan volume filtrat keluar.
II. ALAT DAN BAHAN Menjaga tekanan dalam tangki dengan
Alat-alat yang digunakan dalam mengatur bukaan kerangan udara masuk
percobaan ini meliputi gelas ukur, selama tumpuhan penyaringan.
homogenizing tank, mixing tank, plate and Membongkar rangkaian plate dan frame
frame filter press, oven, serta vacuum filter. lalu mengumpulkan padatan yang
Sedangkan bahan yang digunakan adalah tertinggal didalam frame lalu
air, kapur (CaCO3), kain jeans, dan kertas menimbangnya.
saring. C. Tahap Analisa Filtrat
III. METEDOLOGI PERCOBAAN Mengambil 30 ml filtrat yang keluar
Percobaan ini dilaksanakan di dan memasukannya kedalam gelas ukur.
Laboratorium Operasi Teknik Kimia, Menyaring larutan filtrat tersebut dengan
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng kertas saring pada vacum filter.
Menghitung berat cake basah yang
Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

diperoleh dari hasil penyaringan.


Mengeringkan cake basah tersebut dengan
oven. Menghitung berat cake kering yang
diperoleh setelah prose pengeringan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Ada beberepa cara yang dapat
digunakan untuk memisahkan padatan dari
liquidnya, salah satunya adalah Gambar 1. Grafik hubungan t/v vs v
menggunakan filtrasi. Dalam filtrasi,
Berdasarkan grafik diatas, diperoleh
padatan tersuspensi dilewatkan pada suatu
masing-masing persamaannya, dimana
medium filter yang memiliki pori-pori
berturut-turut dari percobaan 1-4 adalah y1
dengan ukuran tertentu. Pada percobaan ini,
= 265.036x + 20.129 ; y2 = 242.365x +
filtrasi yang dilakukan menggunkan prinsip
20.331 ; y3 = 185.179x + 19.260 ; y4 =
driving force (perbedaan tekanan) antara
217.507x + 15.682 .
tekanan didalam tangki dengan tekanan
ruangan. Medium filter yang digunakan
4.1 Hubungan Nilai Tahanan Cake (α)
berupa bahan jeans dan alat yang digunakan
Terhadap Tekanan
adalah alat filtrasi tipe plate and frame filter
Berdasarkan data persamaan yang kita
press.
peroleh diawal, maka kita akan
Suspensi yang akan dipisahkan berupa
mendapatkan nilai α untuk masing-masing
campuran CaCO3 dan air dengan
percobaan, seperti gambarkan pada grafik
konsentrasi sebesar 1% berat CaCO3.
dibawah ini:
Percobaan dilakukan dengan
memvariasikan 4 jenis tekanan, yakni 0,5 5E+09
kg/cm2 ; 1 kg/cm2 ; 1,5 kg/cm2 ; 2 kg/cm2. 4E+09
α (m/Kg)

Variabel yang diukur selama proses adalah 3E+09


waktu penampungan akumulasi filtrat yang y = 17493x + 3E+08
2E+09 R² = 0.947
diukur setiap 1 liter filtrat, volume filtrat 1E+09
yang diperoleh, dan massa cake baik pada
0
keadaan basah maupun kering. 0.00 100000.00 200000.00 300000.00
Hasil percobaan ini adalah nilai tahanan Tekanan ( Pa )

spesifik cake (α) dan nilai tahanan medium


Gambar 2. Grafik Hubungan Nilai Tahanan
penyaring (Rm). Setelah didapatkan nilai α
cake (α) Terhadap Tekanan
dan Rm, maka diperoleh pengaruh tekanan
pada nilai α dan Rm. Sebelumnya, Apabila dianalisa dari grafik yang
dilakukan pengolahan data terlebih dahulu diperoleh, dapat disimpulkan bahwa
dari data yang diperoleh ketika praktikum, semakin besar tekanan maka semakin besar
yakni nilai t (waktu) dan v (volume). pula nilai tahanan cake (α) yang diperoleh.
Dengan memplotkan t/v dengan v maka Hal ini sesuai dengan teori yang telah ada
diperoleh persamaan y = ax + b . Adapun pada filtrasi tekanan tetap, dimana
grafik hubungan t/v vs v digambarkan pada persamaaannya adalah
gambar 1.
Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

𝐾𝑝 𝐴2 (−∆𝑃) CaCO3 digambarkan dalam grafik berikut


α= ......................... (5)
𝜇𝐶𝑠
ini :
yang artinya disaat tekanan dinaikan maka
80.000
nilai α akan naik, supaya tetap dapat

Efisiensi CaCO3 (%)


mencegah padatan terbawa dalam filtrat. 60.000
40.000 y = 70.297
4.2 Hubungan Nilai Tahanan Medium R² = #N/A
20.000
Filter (Rm) Terhadap Tekanan 0.000
Selain nilai tahanan medium cake (α), 0.000 1.000 2.000 3.000
tekanan (kg/cm2)
kita juga dapat menghitung nilai tahanan
medium filter (Rm) dari data persamaan Gambar 4. Grafik Hubungan Efisiensi
linear sebelumnya, seperti digambarkan CaCO3 Dengan Tekanan
pada grafik dibawah ini : Berdasarkan grafik diatas, menunjukkan
7E+10 bahwa dalam kondisi tekanan yang
6E+10 berbeda, nilai efisiensi CaCO3 adalah sama,
Rm (1/m)

5E+10
4E+10 yakni 70,297 %. Adapun hasil yang
3E+10 y = 267422x + 8E+09
2E+10 diperoleh ini kurang sesuai dengan yang
R² = 0.9421
1E+10 seharusnya terjadi. Seharusnya, semakin
0
0.00 100000.00 200000.00 300000.00 tinggi tekanan, maka semakin besar pula
Tekanan ( Pa ) efisiensi CaCO3. Hal ini terjadi karena
semakin tinggi tekanan, semakin sedikit
Gambar 3. Grafik Hubungan Nilai Rm CaCO3 yang terbawa dalam filtrat.
Dengan Tekanan Ketidakakuratan ini dapat disebabkan
Berdasarkan grafik diatas, dapat ditarik beberapa faktor, seperti suhu oven yang
kesimpulan bahwa semakin besar tekanan terlalu tinggi dan waktu pengovenan yang
yang diberikan, maka semakin besar pula cukup lama saat proses pengeringan filtrat
nilai tahanan medium filter (Rm) yang dari H2O.
diperoleh. Hal ini sesuai pada teori yang 4.4 Hubungan Efisiensi H2O Dengan
telah ada untuk filtrasi tekanan tetap, Tekanan
dimana persamaannya : Dalam percobaan ini, suspensi yang
𝐵 𝐴(−∆𝑃)
Rm= ............................. (6) dibuat adalah campuran CaCO3 dengan air,
𝜇
yang artinya disaat tekanan dinaikan, nilai dimana volume air sendiri jauh lebih dari
Rm akan semakin besar supaya dapat massa CaCO3. Dari sini, kita juga dapat
menyaring/memisahkan padatan dengan menghitung nilai efisiensi air (H2O) dengan
sempurna. tekanan seperti digambarkan pada grafik
berikut ini :
4.3 Grafik Hubungan Efisiensi CaCO3
Dengan Tekanan
Dalam percobaan ini, padatan yang
digunakan yaitu CaCO3 dengan air. Padatan
CaCO3 dipisahkan dari suspensinya untuk
mendapat filtrat yang jernih. Adapun
pengaruh tekanan terhadap nilai efisiensi
Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

5.2 Saran
86.2
86.1 Beberpa hal yang dapat dijadikan
Efisiensi H2O (%)

86
85.9 bahan kedepan untuk mengmbangkan
85.8 proses filtrsi plate dan frame adalah:
85.7 y = 0.24x + 85.5
85.6 a. Memvariasikan bahan medium filter
R² = 0.4
85.5 yang digunakan, misal dengan jeans
85.4
0.000 1.000 2.000 3.000 dan kanvas.
Tekanan (Kg/cm2) b. Memvariasikan bukaan valve beberpa
Gambar 5. Grafik Hubungan Efisiiensi H2O derajat
Dengan Tekanan c. Memvariasikan jumlah plate and frame
serta konsentrasi masukan suspensi
Berdasarkan grafik diatas, terdapat
d. Pastikan plate and frame terpasang
penurunan nilai efisiensi H2O pada tekanan
sempurna
1 kg/cm2, hal ini disebabkan karena terjadi
kebocoran pada plate and frame filter press VI. DAFTAR PUSTAKA
yang disebabkan kurang kencangnnya [1] Geankoplis, Christie J., 1993. Transport
pemasangan plate and frame filter press. Procesees and Unit Operations, 3rd
Hasil yang diberikan seharusnya adalah edition, India: Asoke K.Ghosh,
makin tinggi tekanan, maka makin besar Prentice-Hall.
efisiensi H2O nya, karena filtrat yang jernih [2] Mc Cabe, W.L.,Smith,Inc.1976. Unit
akan lebih banyak keluar, selain itu, waktu Operation Of Chemical Engineering,
yang digunakanpun lebih singkat. 3rd edition. Tokyo : Mc Graw-Hill
Book Company, Kogakusha,Ltd.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
[3] Terslawan, M.1995. Pengolahan Air
5.1 Kesimpulan
Bersih Dengan Saringan Pasir.
Berdasarkan percobaaan filtrasi yang
PT.Balai Pustaka (Persero) : Jakarta.
telah dilakukan dengan memvariasikan 4
[4] Ali Masduqi, Atiek Moesriati dan Deni
tekanan, diperoleh :
Maryani. 2014. Pengaruh Ketebalan
a. Nilai αdan Rm pada masing-masing
Media dan Rate Filtrasi Dalam
percobaaan berturut-turut adalah, α1 =
Menurunkan Kekeruhan dan Total
1,2 x 109 m/kg & Rm1 = 1,82 x 1010 m-
Coliform. Surabaya : Jurnal Teknik
1
; α2 = 2,2 x 109 m/lg & Rm2 = 3,67 x
POMITS. Vol. 3, No.2.
1010 m-1 ; α3 = 2,52 x 109 m/kg & Rm3
[5] Anggraini,S.P.Abrina. Penyisihan
= 5,22 x 1010 m-1 ; α4 = 3,95 x 109 m/kg
Kromium Pada Limbah Cair Dengan
& Rm4 = 5,67 x 1010 m-1 hal
Menggunakan Unggun Filtrasi Pasir.
inimenunjukkan semakin tingginya
[6] Rinalla, Anita. 2011.Kajian Metode
tekanan yang diberikan maka semakin
Filtrasi Gravitasi dan Filtrasi Sistem
besarnya harga α dan Rm.
Vakum Untuk Proses
b. Nilai efisiensi CaCO3 sama pada
Penyempurnaan Rekristalisasi
semua percobaan yakni 70,297% dan
Amonium Perklorat. Peniliti Bidang
efisiensi air berturut-turut adalah :
Propelan, Pusat Teknologi Roket,
85,8% ; 85,5% ; 85,8% : 86,1%.
LAPAN.
[7] Selinting, Mary dan Saryani Syahris.
Jurnal Laboratorium Operasi Teknik Kimia tahun 2016

Studi Pengolahan Air Melalui Media


Filter Pasir Kuarsa (Studi Kasus
Sungau Malimpung) Makassar :
Group Teknik Sipil .Vol.6.
[7] Widyastuti, Sri dan Antik Sepdian Sari.
2011. Kinerja Pengolahan Air Bersih
Dengan Proses Filtrasi Dalam
Mereduksi Kesadahan. Jurnal Teknik
Waktu.Vol.09 No.01