Anda di halaman 1dari 7

No Jenis Pelayanan No Masalah U S

1 Pemeliharan fasilitas dan utilitas 1 Petugas tidak bisa memperbaiki kerusakan alat 4 5

2 Pelayanan pasien keluarga miskin 1 Kepuasan pelanggan belum dievaluasi

3 Pelayanan rekam medik 1 Tidak terlaksananya SIK >> pelayanan lambat 5 5


2 Tidak adanya tenaga RM yang kompeten

4 Pencegahan dan pengendalian infeksi 1 Belum ada tim yang terlatih

2 Rencana program belum dibuat


3 Penggunaan APD belum maksimal, tidak sesuai 3 5
standar
4 Belum pernah terjadi kejadian infeksi nosokomial

5 Pelayanan Gizi 1 Pelayanan Gizi Ranap belum menggunakan RM 3 4


dengan Catatan Perkembangan Terintegrasi
(CPPT), sehingga kolaborasi dan pelayanan gizi
belum optimal

2 Harus ada tenaga Ahli Gizi khusus untuk


pelayanan Ranap

6 Pengelolaan Limbah 1 Kurangnya SDM tenaga sanitarian yang


memenuhi syarat sesuai akreditasi karena
petugas masih D1

2 Belum ada peralatan (sanitasi kit) untuk


mengetahui hasil pemeriksaan baku mutu
limbah cair

3 Limbah padat, khususnya jarum tajam belum


memiliki MOU
G Total RTL
3 12 1. Pelatihan petugas untuk perbaikan alat secara mandiri
2. Mencari kerjasama dengan teknisi

1. Membentuk tim/kegiatan survey khusus untuk keluarga miskin

5 15 1. Memfungsikan kembali SIK


2. Pengusulan tenaga RM yang kompeten

1. Mengusulkan pelatihan

2. Membuat panduan/pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi


4 12 3. Membuat rencana program

4. Melaksanakan sosialisasi penggunaan APD kepada seluruh karyawan


5. Menyediakan APD yang sesuai standar
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan kejadian infeksi nosokomial

4 11 1. Revisi SOP disesuaikan dengan buku pedoman yang terstandar

2. Mengusulkan tenaga gizi untuk Ranap

3. Perbaikan RM dengan memakai CPPT


4. Melaksanakan survey kepuasan pelanggan setiap 6 bulan sekali
5. Sharing ke Instalasi Gizi RSUD untuk mengoptimalkan pelayanan gizi di Puskesmas

1. Pengusulan SDM sesuai aturan akreditasi (S1 Kesling)

2. Pengadaan sanitasi kit

3. MOU untuk penanganan limbah medis tajam


R
R Keterangan : berdasarkan skala likert 1-5 (5=san
Urgency atau urgensi, yaitu dilihat d

Seriousness atau tingkat keseriusan

Growth atau tingkat perkembangan


Rationality merupakan kemudahan m
kan skala likert 1-5 (5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang, 2=kecil, 1=sangat kecil)
au urgensi, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan, artinya apabila masalah tidak segera d

s atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan melihat dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap ke

au tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah, artinya apab
merupakan kemudahan memecahkan masalah dengan rasional (R = rasional, NR = tidak rasional)
ila masalah tidak segera ditanggulangi akan semakin gawat. Contoh: Kasus perdarahan lebih gawat jika dibandingkan dengan patah tulang.

rja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, apabila masalah tidak diselesaikan dengan cepat akan berakibat se

tuk dicegah, artinya apabila masalah tersebut tidak segera diatasi pertumbuhannya akan berjalan terus. Contoh: Kasus malaria pertumbuh
kan dengan patah tulang.

an cepat akan berakibat serius pada masalah lainnya. Contoh: Kekurangan kalori protein pada balita jauh lebih serius jika dibandingkan den

Kasus malaria pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan masalah kekurangan gizi.
ius jika dibandingkan dengan kasus kekurangan zat yodium pada wanita dewasa.