Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

PENGARUH VISKOSITAS SALIVA TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI


PADA MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Nidia Alfianur1, Budi Suryana2


1, 2
Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Pontianak

ABSTRAK
Latar Belakang: Karies dan gingivitis merupakan dua kasus penyakit gigi dan mulut yang
paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Salah satu faktor utama yang
menyebabkan terjadinya karies dan gingivitis ini adalah plak gigi. Plak tidak dapat dihindari
pembentukannya dan yang mempengaruhi pembentukan plak ini salah satunya yaitu saliva.
Saliva mempunyai peranan penting dalam meminimalisir pembentukan plak, namun struktur
dan komposisi saliva juga berpengaruh dalam memainkan peranannya salah satunya adalah
viskositas atau kekentalan.
Tujuan: untuk melihat pengaruh viskositas saliva terhadap pembentukan plak gigi dan
penelitian dilakukan di Asrama A Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross
sectional. Sampel diambil sebanyak 51 orang dengan teknik random sampling. Validitas data
diuji dengan product moment.
Hasil: penelitian didapatkan p < 0,01 yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara
viskositas saliva dengan pembentukan plak. Disimpulkan bahwa semakin tinggi viskositas
saliva akan diikuti dengan tingginya indeks plak.

Kata Kunci: viskositas saliva, plak gigi

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 1


Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

PENDAHULUAN dari pengaruh buruk bakteri. Peningkatan


Karies dan gingivitis adalah dua viskositas saliva dan penurunan kecepatan
penyakit gigi dan mulut yang paling banyak sekresi saliva dapat mengakibatkan
diderita oleh masyarakat Indonesia. Prevalensi penambahan plak dan karies secara cepat dan
gingivitis di Indonesia berdasarkan indeks akhirnya terjadi kerusakan gigi-geligi6. Saliva
kalkulus mencapai 45,8 % di daerah rural, dan mengandung molekul karbohidrat protein
38,4 % di daerah urban, serta meningkat sesuai (glikoprotein) yang menyebabkan beberapa
bertambahnya umur1. Sedangkan berdasarkan bakteri untuk mengelompok (aglutinasi) atau
Survei Kesehatan Rumah Tangga, prevalensi ditelan. Saliva juga mengandung urea dan
karies di Indonesia mencapai 90,05% dan ini buffer lain yang membantu melarutkan asam
tergolong tinggi dibandingkan dengan negara dalam plak. Saliva memilki peran antimikroba
berkembang lainnya2. plak karena kandungan bermacam-macam
Plak gigi merupakan salah satu protein dan antibodi yang dapat menghambat
penyebab utama terjadinya karies, begitu pula bahkan membunuh bakteri3.
dengan gingivitis. Plak gigi merupakan deposit Besarnya peranan saliva tentunya akan
lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, berbeda pada tiap individu, karena saliva
terdiri atas mikroorganisme yang memiliki komposisi dan konsentrasi yang
berkembangbiak dalam suatu matrik berbeda-beda yang dapat mempengaruhi
intraseluler jika seseorang melalaikan kondisi sekresi saliva sehingga lingkungan
kebersihan gigi dan mulutnya3. rongga mulut juga berbeda. Faktor-faktor yang
Mikroorganisme yang terdapat dalam plak mempengaruhi komposisi dan konsentrasi
inilah yang meremineralisasi gigi dan saliva antara lain laju aliran saliva, viskositas,
menginflamasi gusi. volume, pH dan kapasitas buffer saliva7.
Lokasi dan laju pembentukan plak Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi
adalah bervariasi diantara individu. Faktor komposisi dan konsentrasi saliva. Penelitian
yang mempengaruhi laju pembentukan plak ini melihat pengaruh viskositas atau
salah satunya antara lain adalah laju aliran kekentalan saliva secara khusus terhadap
saliva4. Saliva atau ludah merupakan salah pembentukan plak gigi
satu dari cairan di rongga mulut yang
diproduksi dan diekskresikan oleh kelenjar BAHAN DAN CARA PENELITIAN
saliva dan dialirkan ke dalam rongga mulut Jenis penelitian adalah observasional
melalui suatu saluran. Saliva diekskresi hingga dengan rancangan studi cross sectional,
0.5 – 1.5 liter oleh tiga kelenjar liur mayor dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
minor yang berada di sekitar mulut dan Mahasiswa di Asrama A Poltekkes Kemenkes
tenggorokan untuk memastikan kestabilan di Pontianak yang berjumlah 103 orang. untuk
sekitar rongga mulut5. menentukan besarnya sampel untuk populasi
Saliva merupakan cairan dalam rongga kecil, dapat menggunakan rumus
mulut yang sangat penting keberadaannya sehingga sampel yang akan dipergunakan
terutama berhubungan dengan pembentukan dalam penelitian ini adalah 51 orang. Dan
karies, karena peranannya yang mempengaruhi sampel diambil menggunakan metode random
pertumbuhan plak didalam mulut. Saliva dapat sampling. Data akan dianalisis dengan
menetralkan keadaan mulut yang terlalu asam menggunakan uji product moment. Melihat
dan membentuk lapisan tipis untuk tingkat viskositas saliva kita dapat menghitung
menghalangi kontak antara bakteri mulut waktu dari saliva itu mengalir melalui sebuah
dengan gusi dan gigi. Sekresi saliva pipet kapiler. Waktu yang dibutuhkan saliva
merupakan suatu proses alamiah yang mengalir diukur dengan pengukur waktu,
membersihkan sisa-sisa makanan dari kemudian dicatat sebagai nilai viskositasnya.
permukaan gigi dan melindungi jaringan mulut

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 2


Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

Responden disarankan untuk tidak jumlah yang sama juga terdapat pada kategori
makan dan minum 1 jam sebelum dilakukan viskositas saliva rendah, dan sisanya 11 orang
pengumpulan saliva. Merokok, mengunyah responden (22%) viskositas salivanya normal.
permen karet dan minum kopi juga dilarang Skor indeks plak yang didapat dari 51
selama jam ini. Subjek disarankan untuk responden yang telah dikategorikan terdapat 2
berkumur-kumur beberapa kali dengan air dan kategori yaitu baik dan sedang, frekuensi
kemudian beristirahat selama lima menit. masing-masing kategori pada tabel 2.
Pengumpulan sampel saliva menggunakan
draining method. Sampel saliva yang telah Tabel 2. Distribusi Frekuensi Indeks Plak
dikumpulkan dalam wadah kecil diambil
Kriteria Indeks Plak Frekuensi Persen (%)
sebanyak 1 mL dengan menggunakan pipet
kapiler. Lalu karet hisap dari pipet kapiler Sangat Baik 0 0
dilepas dan saliva dibiarkan mengalir keluar
Baik 23 45
dari skala 0 sampai skala 0,5. Waktu yang
dibutuhkan saliva mengalir diukur dengan Sedang 28 55
pengukur waktu, waktu ini kemudian dicatat Buruk 0 0
sebagai nilai viskositasnya. Setiap pengukuran
Total 51 100
sampel saliva, pipet ukur 1 mL dibersihkan
dengan aquadest dan alkohol 70% lalu
keringkan. Kriteria indeks plak yang mendominasi dari
keseluruhan sampel yaitu kriteria sedang
HASIL PENELITIAN sebanyak 28 responden (55%), namun tak jauh
berbeda dengan kriteria baik yaitu sebanyak
Kategori Kriteria Indeks Plak 23 responden (45%), dan tidak ada responden
Viskositas Total
Baik Sedang yang kriteria indeks plaknya buruk.
Saliva
Frekuensi viskositas saliva dilihat
Tinggi 1 19 20
dengan frekuensi indeks plak ditunjukkan
Normal 5 6 11 pada tabel 3.
Rendah 17 3 20
Total 23 28 51 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Viskositas Saliva
dan Indeks Plak
Data yang diperoleh pada penelitian
dilakukan di Asrama A Poltekkes Kemenkes Dengan jumlah 51 responden terdapat 20
Pontianak salah satunya mengenai viskositas responden yang memiliki viskositas saliva
saliva yang ditunjukkan dalam tabel 1. yang tinggi (salivanya kental), 11 responden
viskositas saliva normal, dan 20 responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Viskositas viskositas salivanya rendah (saliva encer).
Saliva Dari 20 responden yang viskositas salivanya
tinggi terdapat 19 responden memiliki indeks
Kategori Viskositas Persen
Frekuensi plak sedang, dan hanya 1 responden yang
Saliva (%)
indeks plaknya baik Sedangkan untuk
Tinggi 20 39
viskositas saliva yang rendah, dari 20
Normal 11 22 responden 17 diantaranya memiliki indeks
Rendah 20 39 plak yang baik, dan 3 responden yang indeks
Total 51 100 plaknya sedang.
Data dianalisis dengan uji product
Berdasarkan tabel 1, 20 orang responden moment dan hasil analisis ditampilkan pada
(39%) berkategori viskositas saliva tinggi dan tabel 4.

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 3


Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

Tabel 4. Hasil Uji Viskositas Saliva Terhadap tinggi apabila saliva tersebut kental dan
Indeks Plak lambat mengalir, dan viskositas saliva
r ρ dinyatakan rendah apabila saliva tersebut
Variabel Ket
hitung value
Viskositas
encer dan cepat mengalir, dan dari
Saliva penelitian ini menunjukkan semakin rendah
-0,697 0,000 Signifikan
Terhadap viskositas saliva seseorang indeks plaknya
Indeks Plak akan semakin baik.
 dengan tingkat signifikansi α 0,01
Menurut Ratnasari penelitian yang
dilakukan untuk melihat pengaruh fase
Setelah dilakukan analisis data didapatkan
pengobatan tuberkulosis paru terhadap laju
bahwa hasil penelitian menunjukkan terdapat
aliran saliva dan pertumbuhan plak ini
pengaruh antara viskositas saliva dengan
didapatkan hasil bahwa fase pengobatan
indeks plak ditandai dengan p < 0.01. Adapun
tuberkulosis paru berpengaruh menurunkan
hasil r hitung = -0.697 menunjukkan kolerasi
laju aliran saliva yang diikuti dengan
negatif yang kuat dan bermakna (Ha diterima),
meningkatnya pertumbuhan plak8. Laju aliran
korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin
saliva erat kaitannya dengan viskositas saliva
tinggi viskositas saliva seseorang maka indeks
sebagaimana yang diungkapkan Affianti,
plaknya akan semakin rendah atau buruk.
semakin rendah viskositas saliva maka akan
semakin cepat laju aliran salivanya. Maka
PEMBAHASAN
dapat disimpulkan bahwa menurunnya laju
Plak gigi memang tidak dapat dihindari
aliran saliva atau dengan kata lain
pertumbuhannya di permukaan gigi, namun
meningkatnya viskositas saliva akan
tingkat pertumbuhan itu berbeda pula masing- 9
meningkatkan pertumbuhan plak .
masing individu. Perbedaan tersebut dapat
Penelitian ini juga diperkuat dengan
terjadi oleh berbagai faktor, dan salah satu
teori yang dikemukakan Prihartati, bahwa
yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut
kandungan protein dalam saliva memilki
adalah keadaan lingkungan di dalam rongga
banyak fungsi diantaranya lisozim mampu
mulut seseorang dalam hal ini yaitu keadaan
membunuh bakteri tertentu sehingga berperan
salivanya4. Salah satu keadaan saliva yang
dalam sistem penolakan bakterial.,
mempengaruhi pertumbuhan plak gigi ini
laktoperosidase mengkatalisis oksidasi CNS
adalah viskositas saliva tersebut.
(thiosianat) menjadi OSCN (hypothio) yang
Pengaruh viskositas saliva terhadap
mampu menghambat pertukaran zat bakteri
pembentukan plak pada mahasiswa Poltekkes
dan pertumbuhannya10. Dengan adanya fungsi
Kemenkes Pontianak yang menetap di Asrama
dari protein saliva inilah sebenarnya yang
A Poltekkes Kemenkes Pontianak. Hasil
dapat menghambat pertumbuhan bakteri,
analisis data menggunakan uji product
sehingga pertumbuhan plak dapat
moment didapatkan hasil ρ < 0,01 yang
diminimalisir. Namun apabila produksi protein
menunjukkan bahwa hasil penelitian ini
ini berkurang maka aksi proteksi ini juga
signifikan dan terdapat pengaruh yang kuat
berkurang. Menurut Affianti kelenjar saliva
dan bermakna antara viskositas saliva dengan
terdiri dari sel serus dan sel mukus. Sel yang
pembentukan plak gigi. Hasil analisis data
menghasilkan protein, glikoprotein, sejumlah
juga menunjukkan sebanyak 20 responden
enzim, anti mikoba, ikatan kalsium, dan
yang memiliki viskositas saliva tinggi 19
lainnya adalah sel serus. Sedangkan sel mukus
diantaranya memiliki indeks plak dengan
menghasilkan mucin. Walaupun mucin juga
kriteria sedang. Sedangkan dari 20 responden
merupakan glikoprotein tetapi berbeda dari
yang memiliki viskositas rendah 17
glikoprotein sel serus dalam struktur
diantaranya memiliki indeks plak dengan
proteinnya9.
kriteria baik. Viskositas saliva dinyatakan

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 4


Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

Dalam menghambat pertumbuhan plak penyakit gigi dan mulut dapat dicegah. Orang
gigi tentunya saliva harus mensekresikan lebih yang memiliki viskositas saliva yang tinggi
banyak protein mengingat fungsinya sebagai dapat meminimalisir tingginya pembentukan
penghambat pertumbuhan bakteri, dengan kata plak dengan mengkonsumsi makanan berserat,
lain sel serus harus medominasi pengeluaran berair, dan banyak mengandung vitamin dan
saliva dibandingkan dengan sel mukus, karena mineral serta menghindari makanan dan
sel mukus hanya menghasilkan mucin. Jika minuman kariogenik sehingga pembentukan
seseorang memiliki viskositas saliva yang plak dapat diminimalisir.
tinggi (kental) ini menunjukkan dominasi sel
mukus yang memproduksi mucin dan KEPUSTAKAAN
menyebabkan kurangnya produksi protein 1. Depkes RI. 1999. Survei Sosial Ekonomi
saliva sehingga berkurang juga fungsi Nasional. (www.depkes.go.id. diakses 6
penghambat pertumbuhan plaknya9. Dapat Desember 2012)
dilihat dari hasil penelitian bahwa responden 2. Depkes RI. 2004. Survei Kesehatan
yang viskositas salivanya tinggi indeks Rumah Tangga.
plaknya lebih rendah (kriteria sedang) (www.depkes.go.id,diakses 6 Desember
dibandingkan dengan viskositas salivanya 2012)
rendah (encer) yang indeks plaknya lebih baik 3. Putri, Megananda H, . 2009. Ilmu
(kriteria baik).. Pencegahan Penyakit Jaringan Keras
Meskipun terdapat beberapa responden dan Jaringan Pendukung Gigi. EGC.
yang berbeda seperti pada tabel 3, terdapat 1 Jakarta
orang responden dengan viskositas saliva yang 4. Rifki, Ayudia. 2010. Perbedaan Efektifitas
tinggi namun indeks plaknya baik, dan 3 orang Menyikat Gigi dengan Metode Roll dan
responden yang viskositas salivanya rendah Horizontal pada Anak Usia 8 dan 10 di
namun indeks plaknya sedang, dimungkinkan Medan. (www.repository.usu.ac.id,
ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi diakses tanggal 22 Januari 2013)
keadaan tersebut seperti kondisi permukaan 5. Azmi. 2010. Saliva Sebagai Media
gigi geligi responden yang berbeda satu sama Diagnosa (www.repository.usu.ac.id,
lain, dan kondisi responden pada saat diakses 4 Desember 2012)
penelitian. 6. Pardede, Ratna D. 2008. Peranan Saliva
Dalam Melindungi Gigi Terhadap
KESIMPULAN Karies. (www.repository. usu.ac.id,
Terdapat pengaruh antara viskositas diakses 4 Desember 2012)
saliva dengan pembentukan plak, Jika 7. Simanjuntak, Caroline. 2011. Hubungan
viskositas saliva meningkat (kental) maka Keadaan Saliva dengan Risiko Karies
akan terjadi peningkatan plak atau indeks plak pada Siswa Kelas X SMK Negeri 9 Medan
akan semakin buruk. vikositas saliva dengan (www.repository.usu.ac.id, diakses
kategori tinggi dan rendah mendominasi dan tanggal 09 Desember 2012)
hanya sedikit viskositas saliva dengan kategori 8. Ratnasari, H. 2011. Pengaruh Fase
normal. terdapat indeks plak yang berkategori Pengobatan Tuberkulosis Paru Pada Anak
baik dan sedang, serta tidak terdapat indeks Perempuan Berusia 7-10 Tahun Terhadap
plak untuk kategori sangat baik dan buruk. Laju Aliran Saliva Dan Pertumbuhan
Plak. (www.etd.ugm.ac.id, diakses tanggal
SARAN 20 Juli 2013)
Melihat risiko tingkat pembentukan plak 9. Affianti, Hilda Sari. 2010. Viskositas
sehingga dapat disarankan untuk lebih Saliva Sebelum Dan Setelah Mengunyah
memperhatikan kebersihan gigi dan mulut atau Buah Apel Dan Minum Jus Apel Pada
oral hygine dengan itu risiko terjadinya Mahasiswa FKG USU Angkatan 2006-

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 5


Pengaruh Viskositas Saliva Terhadap Pembentukan Plak Gigi ; Nidia Alfianur,dkk

2007 (www.repository.usu.ac.id, diakses 4


Desember 2012)
10. Prihartati, Vera. 2008. Peranan Saliva
Sebagai Media Diagnosa.
(www.repository.usu.ac.id, diakses
tanggal 14 Februari 2013)

Insidental, Vol. 1, No. 1, November 2014 6