Anda di halaman 1dari 15

AKTIFITAS FUNGSIONAL DAN REKREASI

“PARALLEL BAR”

Dosen:
Siswoyo, SST.Ft

Anggota Kelompok:
1. Tria Lasinia (151410213004)
2. Nino Andina (151410213011)
3. Sani Kusuma Dewi (151410213018)
4. Ismy Nur Aisyah (151410213023)
5. Jalaludin Akbar Chuzen (151410213027)
6. Rizky Dwi Septianingrum (151410213032)
7. Dessy Dwi Setyoningtiyas (151410213041)
8. Aditya Vega Sinarta (151410213052)
9. Nur Iflaha Aisyah (151410213054)

PROGRAM STUDI FISIOTERAPI


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2015/2016

i
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang


Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami
selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas
“Paralel Bar”, sebagaimana kita tahu bahwa paralel bar merupakan alat
bantu yang sering digunakan di Rehabilitasi Medik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
"Paralel Bar dan Penerapannya pada Pasien", yang kami sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran
dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.
Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan
perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Siswoyo, SSTFt
telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini..
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih
luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang
membangun. Terima kasih.

Surabaya, 16 Mei 2016

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. i

Daftar isi ........................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................... 1
1.4 Manfaat Penulisan ...................................................................................... 2

BAB 2 ISI

2.1 Pengertian .................................................................................................. 3


2.2 Bagian-bagian Parallel Bar ........................................................................ 3
2.3 Cara menggunakan Parallel Bar................................................................. 3
2.4 Kegunaan Parallel Bar ............................................................................... 4
2.5 Tujuan Penggunaan .................................................................................... 4
2.6 Kontraindikasi, Indikasi, dan Precautian Parallel Bar ............................... 4
2.7 Keuntungan dan Kerugian Parallel Bar ..................................................... 5
2.8 Jenis Latihan .............................................................................................. 5

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 11


3.2 Saran ......................................................................................................... 11

Daftar Pustaka .................................................................................................. iii

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Parallel bar pertama kali ditemukan oleh Friedrich Ludwig Jahn di
Berlin. Pada tahun 1819 untuk pertama kalinya arallel bar di perkenalkan.
Pada tahun 1856 di Hermann Otto Kluge Jerman menggunakan tabung
untuk membuat arallel bar dan horizontal bar yang dapat di stel/sesuaikan.
Dia menggunakan alat tersebut pada gimnasiumnya. Di Anna Tolstoy’S
Karenina diperkenalkan pada tahun 1873-1877 penggunaan parale bar untuk
latihan.Pada pasien dengan gangguan berjalan untuk memulai belajar
berjalan kembali tentunya akan kesulitan sehingga membutuhkan bantuan.
Selain karena pasien memang tak mungkin bisa langsung belajar
berjalan sendiri, faktor keseimbangannya juga belum baik dan kekuatan
otot-ototnya belum sempurna. Bantuan bisa dilakukan dengan ditatah atau
yang lebih memungkinkan adalah dengan penggunaan Parallel bar. Karena
parallel bar lebih stabil dalam penggunaanya dari pada alat bantu jalan
lainnya sehingga pasien tidak akan terjatuh apalagi terbalik.dengan
menggunakan arallel bar pasien dapat belajar berdiri dan berkonsentrasi,
juga dapat mengoreksi sikap jalan yang tidak tepat, dapat menguatkan otot-
otot tangan dan kaki, melatih dan mengembalikan kepercayaan diri dan
keberanian pasien dan juga melatih koordinasi tangan dan kaki.

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Apa pengertian Parallel Bar?
2. Bagian-bagian Parallel Bar?
3. Cara menggunakan Parallel Bar?
4. Apa kegunaan Parallel Bar?
5. Apa tujuan dari penggunaan Parallel Bar?
6. Apa kontra-indikasi, indikasi dan precaution dari Parallel Bar?
7. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari Parallel Bar?
8. Apa dan bagaimana jenis latihan di Parallel Bar?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan daripada penulisan makalah ini adalah:
1. Memberikan penjelasan tentang pengertian Parallel Bar
2. Mengetahui bagaian-bagian Parallel Bar
3. Mengetahui cara menggunakan Parallel Bar
4. Mengetahui kegunaan Parallel Bar
5. Memahami tujuan dari penggunaan Parallel Bar

1
6. Mengetahui kontra-indikasi, indikasi dan precaution dari Parallel
Bar
7. Mengetahui keuntungan dan kerugian dari Parallel Bar
8. Mengetahui jenis latihan di Parallel Bar

1.4 Manfaat Penulisan


Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat
kepada semua pihak, khususnya kepada fisioterapi untuk menambah
pengetahuan dan wawasan. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah
dengan adanya penulisan makalah ini, diharapkan dapat dijadikan acuan
dalam memberikan pengetahuan dan cara penggunaan suatu alat bantu jalan
(Parallel Bar) yang digunakan oleh fisioterapi untuk menangani pasien yang
menderita CP, hemiplegi, stroke, hemiparese, post amputasi, kecelakaan, dll.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Alat bantu jalan pasien adalah alat bantu jalan yang digunakan pada
penderita/pasien yang mengalami penurunan kekuatan otot dan patah tulang
pada anggota gerak bawah serta gangguan keseimbangan.
Paralel Bar adalah alat yang digunakan untuk latihan berjalan pada
pasien dengan gangguan berjalan sepeti stroke, hemi parese, para parese dll.
Dengan menggunakan alat ini pasien stroke akan lebih percaya diri ketika
berjalan. Alat ini wajib dimiliki pada gym fisioterapi / rehabilitasi medis.

2.2 Bagian-Bagian Paralell Bar


Parallel bar di-design sesuai dengan individu pasien masing masing
karena harus disesuaikan dengan tinggi badan individu masing-masing.
Selain tinggi badan yang diperhatikan, diameter genggaman juga harus
diperhatikan sesuai dengan genggaman pasien tersebut agar tidak terlalu
besar dan tidak terlalu kecil.
Terbuat dari kayu, besi dan cermin panjang 235 cm, lebar 65 cm,tinggi 50
cm atau sesuai dengan tinggi pasien, Diameter pegangan 10 cm. Parallel bar terdiri
dari dua pegangan yang berjalan sejajar satu sama lain pada ketinggian yang sama.
Ketentuan untuk paralel bar senam adalah 350 cm, tapi paralel bar terapi yang
biasa dipakai memilik panjang yang beraneka ragam.

Gambar 2.2 : Paralel Bar


( Dikutip dari : http://rehabmedik.fk.undip.ac.id/images/sarana/sarana21.jpg )

2.3 Cara Menggunakan Parallel Bar


Adapun cara menggunakan parallel bar ini adalah:
1. Dipasang kokoh kelantai

3
2. Pasien diminta untuk berdiri dan memegang 2 lintasan Paralel Bar
dengan kedua tangan
3. Kaki digerakan pelan-pelan untuk berjalan ( Fisioterapis
disamping pasien untuk mendampingi agar pasien tidak merasa
takut untuk jatuh).
4. Fisioterapis mengoreksi jalan dan kaki pasien
5. Pasien diminta untuk melihat depan kearah cermin supaya pasien
dapat mengontrol posisi jalan yang salah

2.4 Kegunaan Parallel Bar


1. Untuk latihan berdiri dan konsentrasi
2. Mengoreksi sikap berjalan yang tidak tepat
3. Penguatan otot kaki dan tangan
4. Melatih kepercayaan diri dan keberanian
5. Koordinasi tangan, mata dan kakiuntuk pasien yang perlu belajar
berjalan lagi
6. Meningkatkan jangkauan gerak mereka
7. Mendapatkan kembali otot dan belajar berjalan tanpa menggunakan
walker, kruk atau tongkat

2.5 Tujuan Menggunakan Parallel Bar


1. Membantu orang mendapatkan kembali kekuatan mereka,
keseimbangan, rentang gerak, dan kemandirian. Bagi orang-orang
pulih dari cedera, penyakit, dan kondisi melemahkan lainnya,
palang sejajar merupakan item penting dari terapi fisik,
rehabilitasi, dan peralatan olahraga.
2. Untuk pasien yang perlu belajar bagaimana untuk berjalan lagi,
meningkatkan jangkauan gerak mereka, mengembalikan kekuatan
otot dan belajar berjalan agar dapat menggunakan alat bantu jalan
seperti walker, krek, tongkat.
3. Untuk latihan pada pasien dengan masalah keseimbangan dan
koordinasi, biasanya pada pasien stroke atau trauma otak.
4. Latihan ambulasi untuk meningkatkan kemampuan pasien untuk
berjalan secara mandiri atau dengan bantuan.
5. Untuk latihan penguatan otot (strengthening).

2.6 Kontra-Indikasi, Indkasi dan Precaution Parallel Bar


2.6.1 Kontraindikasi :
1. Kekuatan otot kurang dari 3
2. Kesadaran yang menurun
3. Tetraplegi

4
4. Pasien tahap Non Weight Bearing
5. Arthtritis
6. Multiple Sclerosis
2.6.2 Indikasi :
1. Untuk latihan keseimbangan
2. CP
3. Hemiplegi
4. Stroke
5. Hemiparese
6. Post Amputasi Anggota Gerak Bawah
7. Trauma
8. Spinal Cord Injury
2.6.3 Precaution :
1. Osteophorosis
2. Pasien lanjut usia
3. Penyakit Jantung Koroner
4. Fraktur dalam proses pemulihan (recovery) Anggota Gerak Bawah
2.7 Keuntungan dan kerugian dari Parallel Bar
2.7.1 Keuntungan
Alat bantu jalan paling stabil karena tidak mudah goyah sehingga
pasien yang sedang belajar berjalan tidak mudah jatuh
2.7.2 Kerugian
Alat terlalu besar dan berat sehingga tidak dapat berpindah tempat dan
dibawah

2.8 Jenis Latihan di Parallel Bar


2.8.1. Latihan Jalan:
Digunakan untuk latihan berjalan pada pasien yang mengalami gangguan
dari anggota gerak bawah seperti paraplegia. Alat ini juga bisa digunakan
untuk latihan berjalan pada pasien yang baru pertama kali memakai kaki
palsu.
A. Metode penggunaan jenis paraller bar di LINE Plus
a. Aksesibilitas dari posisi duduk
Ketika melakukan penyesuaian tinggi, juga memeriksa parallel bar.
Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk nyaman menempatkan
lengannya pada pegangan tangan sambil tetap duduk, tanpa harus
ditransfer ke footboard utama dengan kursi roda (foto 1)

5
Dengan cara ini, pasien dapat memanfaatkan lever dan usaha yang
tersedia untuk berdiri dengan kaki palsu, dan mengurangi
diperlukannya bantuan dari terapis (foto 2).

Gambar 2.8.1: Aksesibilitas dari posisi duduk


Dikutip dari:
(http://www.chinesport.com/DB_files/upload/parallele_e_scale/acce
ssibilita-postura-seduta-1-parallele_-scale.jpg )

b. Penyesuaian segera untuk tinggi


Paralel bar di Plus Line memungkinkan melaksanakan pelatihan
langkah demi mengoptimalkan gerak pasien sebagai akibat dari
sistem sederhana dan langsung untuk tinggi dan lebar, dengan
adaptasi terhadap pola motor yang akan dikembangkan.

Selama tahap awal, dukungan maksimal dipastikan ke tungkai atas


(foto 1); maka tinggi pegangan yang progresssive dikurangi sampai
tangan pengguna tidak menyentuh mereka sama sekali (foto 2).

Dengan cara ini, parallel bar tidak akan menjadi kendala bagi postur
tubuh yang benar oleh pengguna saat ambulasi selama pemulihan
fungsional.

6
Gambar 2.8.1 Penyesuaian segera untuk tinggi
Dikutipp dari
(http://www.chinesport.com/DB_files/upload/parallele_e_scale/para
llel_bars_height-adjustment_1.jpg )

c. Kembali ke posisi duduk


Kembali ke posisi duduk dengan penyesuaian yang tepat dari
parallel bar, yang memungkinkan posisi pegangan tangan di
ketinggian yang cocok dan tepat untuk melaksanakan gerakan ini.
Oleh karena itu disediakan kursi di dalam parallel bar sehingga
pasien untuk kembali duduk tidak harus keluar dari sistem bar
parallel dahulu

Gambar 2.8.1 : kembali ke posisi duduk


Dikutip dari:
(http://www.chinesport.com/DB_files/upload/parallele_e_scale/para
llele_postura-seduta.jpg )

B. Metode penggunaan jenis paraller bar Dynamic Stair Trainer (DST)


Dapat menghemat ruangan, karena menggabungkan paralel bar dan
tangga pelatihan disesuaikan menjadi 241 cm x 89 cm. DST
menggunakan alat/mesin elektronik dapat disesuaikan. Terdapat tombol
kontrol yang dapat disesuaikan 4 langkah secara bertahap 1 cm sampai
dengan 16,5 cm. Satu rel tangan menyesuaikan lebar untuk
personalisasi DST sesuai kemampuan masing-masing pasien.
Reversible Stairs Ramp, 3 langkah tambahan dapat diubah menjadi
lintasan miring. Sebuah handrail lebar yang dapat diatur dapat
ditambahkan untuk memberikan penyesuaian lebar pegangan untuk
berbagai pasien supaya nyaman. Pegangan tangan yang panjang pada

7
bar merupakan keuntungan penggunaan DST sebagai palang sejajar
yang teratur.

Gambar 2.8.1 : paraller bar Dynamic Stair Trainer (DST)


Dikutip dari :
(http://www.assistireland.ie/static/photos/DynamicStair_Trainer_(DPE)
_7950.jpg)

Gambar 2.8.1 paraller bar Dynamic Stair Trainer (DST)


Dikutip dari :
(http://www.deltason.com/products/rehabilitation/DPE_overview.html )

8
2.8.2 Latihan Penguatan (Strengthening)
 Shrugs: tangan memegang parallel bars dengan posisi siku lurus, elevasi
dan depresi bahu. Ditujukan untuk penguatan otot depresi bahu.

Gambar 2.8.2: Shrugs


Dikutip dari ( https://www.youtube.com/watch?v=hOWYZFmTZPo)

 Dips: gerakannya menekuk dan meluruskan siku. Ditujukan untuk


penguatan otot triceps brachii, pectoralis, juga rhomboid.

Gambar 2.8.2 : Dips


(Dikutip dari : https://Dip_(exercise)#/media/File:Dips.png)

 Knee and leg raises: posisi tungkai lurus. Tungkai diangkat sampai 90o.
Ditujukan untuk penguatan otot abdomen dan fleksi hip.

9
Gambar 2.8.2 : Knee and leg raises
Dikutip dari : (http://www.startbodyweight.com/p/knee-leg-raises-
progression.html)

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Paralel Bar adalah alat yang digunakan untuk latihan berjalan pada
pasien dengan gangguan berjalan sepeti stroke, hemi parese, para parese dll.
Parallel bar di-design sesuai dengan individu pasien masing masing karena
harus disesuaikan dengan tinggi badan individu masing-masing. Selain
tinggi badan yang diperhatikan, diameter genggaman juga harus
diperhatikan sesuai dengan genggaman pasien tersebut agar tidak terlalu
besar dan tidak terlalu kecil.
Paralell bar digunakan untuk latihan berdiri dan konsentrasi, mengoreksi
sikap berjalan yang tidak tepat, penguatan otot kaki dan tangan, melatih
kepercayaan diri dan keberanian, koordinasi tangan, mata dan kakiuntuk pasien
yang perlu belajar berjalan lagi, meningkatkan jangkauan gerak mereka,
mendapatkan kembali otot dan belajar berjalan tanpa menggunakan walker, kruk
atau tongkat. Sedangkan tujuannya adalah untuk membantu orang mendapatkan
kembali kekuatan mereka, keseimbangan, rentang gerak, dan kemandirian
ntuk pasien yang perlu belajar bagaimana untuk berjalan lagi, serta sebagai
latihan ambulasi dan latihan penguatan otot
Paralell bar adalah lat bantu jalan paling stabil karena tidak mudah
goyah sehingga pasien yang sedang belajar berjalan tidak mudah jatuh,
namun alat terlalu besar dan berat sehingga tidak dapat berpindah tempat
dan dibawah

3.2 Saran
Parallel bar adalah salah satu alat bantu yang memudahkan pasien
untuk belajar berjalan. Sebaiknya penggunaan parallel bar ini benar-benar
diajarkan dengan baik pada pasien sehingga pasien akan lebih mudah untuk
pulih.

11
Daftar Pustaka

Asmita.____. WALKING PARALEL BARS(Papan Sejajar Berjalan.).


http://www.alatperagapendidikan.co.id/alat-peraga-luar-biasa/walking-
paralel-bars-papan-sejajar-berjalan. Diakses tanggal 15 Mei 2016

Zehr, Michele. 2015. Gait Training & Parallel Bars.


http://www.livestrong.com/article/386739-gait-training-parallel-bars.
Diakses tanggal 15 Mei 2016

http://www.deltason.com/products/rehabilitation/DPE_overview.html. Diakses
tanggal 15 Mei 2016

http://www.chinesport.com/catalogue/parallel-bars-and-exercise-
staircases/rehabilitation-parallel-bars-adults-plus-line/. Diakses tanggal 15
Mei 2016

iii