Anda di halaman 1dari 4

4.2.

3 Analisis Prasarana BWP

4.2.3.1 Analisis Prasarana Pejalan Kaki

Prasarana pejalan kaki/trotoar di BWP Panaragan tersebar dibeberapa jalan kolektor. Adapun
asusmsi yang didapat panjang pedestrian yang tersedia di BWP Panaragan adalah sebagai
berikut.

Tabel 4. 1
Panjang Pedestrian Pada Jalan Kolektor BWP Panaragan
No Nama Jalan Kelurahan Panjang (Km)

1 Jl. Pangeran Diponegoro Panaragan Jaya +/-20 meter


2 Jl. Panargan Jaya-Pulung Kencana Panaragan Jaya 1,8
Sumber: Hasil Observasi, 2018

Kondisi pedestrian yang sudah ada cukup baik karena tidak ada kerusakan parah dan sesuai
dengan aturan Berdasarkan Pedoman Teknik Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan
Perkotaan, Departemen Permukiman dan Pengembanagn Wilayah, dimana setiap jalan
seharusnya dilengkapi dengan jalur pejalan kaki berupa trotoar dengan lebar minimum 1,5 m.
Namun masih ada ketidaksesuaian fungsi pedestrian di beberapa titik yaitu digunakan sebagai
sarana perdagangan kaki lima. Akan tetapi keberadaan trotoar baru sedikit dan belum memenuhi
kebutuhan trotoar suatu kota.

Gambar 4.19
Kondisi Pedestrian Jalan Kolektor (Jalan. Pangeran Diponegoro)
Sumber: Hasil Observasi, 2018
Menurut Petunjuk Perencanaan Pedestrian klasifikasi lebar minimum pedestrian didasarkan
pada kegiatan pada lingkungan sekitar. Lebar minimum pedestrian menurut kegiatan pada
lingkungan sekitarnya sebaiknya seperti yang tercantum dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4. 2
Lebar Minimum Pedestrian Menurut Kegiatan
Penggunaan Lahan Sekitarnya Lebar Minimum (m)
Jembatan/Terowongan 1.0
Perumahan 1.5
Perkantoran 2.0
Pertokoan/Perbelanjaan 2.0
Terminal/Stop Bus 2.0
Sekolah 2.0
Sumber: Petunjuk Perencanaan Trotoar, 2015
Dari pedoman diatas pada penggunaan lahan disekitarnya dapat dibandingkan dengan kondisi eksisting
yang terdapat dikelurahan Panaragan Jaya. Berikut pembahasan penggunaan lahan sekitar:
a. Jembatan/Terowongan
Pada Jembatan di Panaragan Tiyuh tersedia trotoar namun belum memenuhi lebar minimum
dimana lebar trotoar di jembatan Tiyuh hanya 0.5 meter.

Gambar 4. 1
Pedestrian pada Jembatan
Sumber: Hasil Observasi, 2017
b. Perumahan
Untuk trotoar pada ruas jalan didepan perumahan tidak tersedia trotoar, dimana jalan
langsung berbatasan dengan tanah.
c. Perkantoran
Trotoar pada ruas jalan di depan perkantoran belum tersedia trotoar.

Gambar 4. 21
Pedestrian di Perkantoran
Sumber: Hasil Observasi, 2017
d. Pertokoan/Perbelanjaan
Trotoar di sepanjang pusat pertokoan tidak jauh berbeda dengan trotoar yang ada
disekitarnya memiliki lebar 1.5 meter, ini belum memenuhi standar minimal trotoar
didaerah sekitar pertokoan sendiri, dengan material pembentuk paving blok.
Gambar 4. 2
Pedestrian di Pertokoan
Sumber: Hasil Observasi, 2017
e. Sekolah

Trotoar di sekolah ketersediaannya kurang baik karena belum tersedianya trotoar.