Anda di halaman 1dari 24

PROFIL KECAMATAN TANAH JAWA,KABUPATEN

SIMALUNGUN,PROVINSI SUMATERA UTARA

Meishara Purnama Sari 22115059


M.Rais Taqiuddin 22115069
Deden Gustiawan 22115057
Simon Frederick 22115068
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2018
OUTLINE

1 4

2 5

6
3
7
Pendahuluan
Pengantar
Perdesaan tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian, pertanian dan perdesaan
seolah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Salah satu ciri dari
perdesaan adalah sektor utamanya adalah pertanian. Perdesaan seolah selalu
dibayangi oleh ketertinggalan akan teknologi dan jauh dari gemerlap perkotaan.
Indonesia sebagai Negara Agraris yang hampir sebagian penduduk
bermatapencaharian sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Maka dari itu perencanaan perdesaan harus dilakukan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat desa. Perencanaan perdesaan diperlukan untuk
mempertahankan dan meningkatkan kualitas desa yang tetap mempertahankan
pertanian sebagai sektor utama. Salah satu upaya untuk meningkatkan
pembangunan perdesaan tersebut adalah dengan meningkatkan sektor
ekonomi pertanian yaitu melalui komoditas unggulan di wilayah yang akan
dikembangkan.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam studi ini adalah:
1.Bagaimana potensi sekotor pertanian Kecanata Tanah Jawa,Kabupaten Simalungun,Provinsi Sumatera
Utara, dalam artian luas
2.Bagaimanakah konsdisi perekonomian di Kecanata Tanah Jawa,Kabupaten Simalungun,Provinsi
Sumatera Utara
3.Masalah apa yang dihadapi dalam peningkatan sektor pertanian diKecanata Tanah Jawa, Kabupaten
Simalungun,Provinsi Sumatera Utara
Dari rumusan masalah tersebut maka diperoleh Tujuan dalam studi ini yaitu:
1.Mengetahui potensi sekotor pertanian Kecanata Tanah Jawa,Kabupaten Simalungun,Provinsi Sumatera
Utara, dalam artian luas
2.Mengetahui kondisi perekonomian di Kecanata Tanah Jawa,Kabupaten Simalungun,Provinsi Sumatera
Utara
3.Mengetahui masalah yang dihadapi dalam peningkatan sektor pertanian diKecanata Tanah Jawa,
Kabupaten Simalungun,Provinsi Sumatera Utara
Teori Dasar
Kawasan Perdesaan
Kawasan perdesaan adalah kawasan
yang mempunyai kegiatan utama
pertanian, termasuk pengelolaan
sumber daya alam dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat
Menurut UU No. 32 Tahun 2004 permukiman perdesaan, pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan
Desa adalah kesatuan masyarakat kegiatan ekonomi.
hukum yang memiliki batas-batas
wilayah yurisdiksi , berwenang
untuk mengatur dan mengurus
tugas kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal usul dan
adat istiadat setempat yang diakui
dan/atau dibentuk dalam sistem
pemerintahan nasional dan berada
di kabupaten/kota.

Menurut Kamus Besar Bahasa


Indonesia (2005)
Pedesaan adalah daerah pemukiman penduduk
yang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah,
iklim, dan air sebagai syarat penting bagi
terwujudnya pola kehidupan agraris penduduk
ditempat itu.
Lanjutan….

Pertanian
Menurut Spedding (1979), pertanian dalam pandangan modern merupakan
kegiatan manusia untuk manusia dan dilaksanakan guna memperoleh hasil yang
menguntungkan sehingga hams pula meliputi kegiatan ekonomi dan pengelolaan
di samping biologi.
Menurut Sumantri (1980), agronomi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek
biofisik yang berkaitan dengan usaha penyempurnaan budidaya tanaman untuk
memperoleh produksi fisik yang maksimum.
Pertanian dalam arti luas (Agriculture) diartikan sebagai kegiatan pengelolaan
tanah yang dimaksudkan untuk kepentingan kehidupan. Sedangkan dalam arti
sempit sama halnya dengan agronomy.
Profil
INDONESIA

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di


dunia yang terletak di Asia Tenggara dengan ibu
kota adalah Jakarta. Jumlah pulau yang dimiliki
oleh Indonesia adalah sebanyak 17.508 pulau
dengan keseluruhan luas wilayahnya adalah
sebesar 1,904,569 km2.
Secara astronomis, Indonesia yang berada diantara
Benua Asia dan Benua Australia ini terletak di
antara 6°LU – 11°08’LS dan dari 95°’BT –
141°45’BT.

PETA INDONESIA
INDONESIA

Gambar disamping merupakan PDRB Indonesia


pada tahun 2017, dimana Pertanian menyumbang
sebesar 3,81 % Laju pertumbuhan pada tahun
tersebut

PDRB INDONESIA TAHUN 2017


SUMATERA

Gambar disamping menjelaskan tentang peranan


pulau yang ada di Indonesia dalam PDRB
Indonesia pada tahun 2017.

Dimana penyumbang PRRB terbesar di sumbang


oleh Sumatera.

GAMBAR PERANAN PULAU PADA PDRB INDONESIA


TAHUN 2017
KABUPATEN SIMALUNGUN

Secara astronomis, Kabupaten Simalungun terletak antara 020


36’ – 030 18’ Lintang Utara dan antara 980 32’ − 990 35’ Bujur
Timur dengan luas 4 372,5 km2 berada pada ketinggian 0 – 1
400 meter di atas permukaan.

Kabupaten Simalungun merupakan kabupaten terluas ketiga


setelah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Langkat di
Sumatera Utara dan memiliki letak yang cukup strategis serta
berada di kawasan wisata Danau Toba – Parapat.

Kabupaten Simalungun terdiri dari 31 kecamatan dengan


kecamatan terluas adalah Kecamatan Hatonduhan sedangkan
yang terkecil adalah Kecamatan Haranggaol Horison dengan
ratarata jarak tempuh ke ibukota

PETA KABUPATEN SIMALUNGUN


KECAMATAN TANAH JAWA

Kecamatan Tanah Jawa merupakan kecamatan


yang ada di kabupaten Simalungun Sumatera
Utara, memiliki Luas sebesar 174,33 km^2
berbatasan dengan siantar (utara), hatonduhun
(selatan), dolok (barat), hutabayu (timur).

PETA KECAMATAN TANAH JAWA


POTENSI KECAMATAN TANAH JAWA

Kecamatan Tanah jawa merupakan bagian dari


kabupaten Simalungun dimana kabupaten ini
merupakan penghasil pertanian dan perkebunan
terbesar di Sumatera Utara.

Dengan luas lahan pertanian pada gambar di


samping, cukup menjelaskan bahwa kecamatan ini
memiliki potensi yang tinggi terhadap pertanian,
dengan luas potensi lahan terbesar yaitu 3981 Ha.
Adapun sektor unggulan yang mendominasi lahan
pertanian adalah ubi kayu.

POTENSI LUAS LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN TANAH


JAWA
Permasalahan Desa Tanah Jawa dan
solusinya
Permasalahan
1. Banyaknya lahan produktif yang beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan
perkebunan, terutama perkebunan sawit dan karet.
2. Kalangan muda di Tanah Jawa tidak tertarik menjadi petani dan lebih memilih pergi
ke kota karena mereka menganggap petani tidak membawa hasil yang menjanjikan.
3. Masih seringnya terjadi kemacetan distribusi pupuk ke Tanah Jawa.
4. Minimnya irigasi di Desa Tanah Jawa dikarenakan lahan persawitan membutuhkan
banyak air sehingga pasokan air untuk lahan pertanian berkurang.
5. Hama juga menjadi permsalahan yang mempengaruhi produktifitas pertanian.
6. Kurangnya tenaga penyuluh dari Kabupaten yang seharusnya melakukan
pendampingan kepada petani terkait perkembangan teknologi.
Solusi

1. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan yang kedepannya dapat


membantu petani. Hal ini juga membantu pematangan petani agar tidak
mengalih-fungsikan lahannya menjadi perkebunan.
2. Perlunya diadakan sosialisasi kepada pemuda di Desa Tanah Jawa dan
pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian sehingga pemuda
setempat tertarik untuk berkelut dibidang pertanian.
3. Pembangunan saluran irigasi yang baru untuk keperluan pertanian.

4. Peningkatan mutu dan kesejahteraan petani yang nantinya juga akan


mempengaruhi pemuda pemuda yang ada di Desa Tanah Jawa
Kaitan Terhadap ekonomi Indonesia
– Produksi Global Dapat Ditingkatkan Dengan basis komoditas kecamatan Tanah Jawa
adalah ubi kayu, maka diharapkan para petani dapat
memaksimalkan produksi ubi kayu yang apabila
surplus bisa diberlakukan kebijakan ekspor yang
berimbas kepada peningkatan pendapatan nasional

Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan


– Meluaskan Pasar untuk Produksi dalam negeri setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar
dalam negeri. Sehubungan dengan era globalisasi saat ini yang
memungkinkan setiap individu berhubungan satu sama lain
tanpa ada pembatas apapun, sekaligus memperbesar
kemungkinan untuk memperluas jangkauan wilayah
perdagangan internasional Indonesia dengan negara lain.
– Mampu Meningkatkan PDB Nasional
Sampai tahun 1991 sektor pertanian menyumbang 17,66
persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan
menyerap 49,24 persen tenaga kerja nasional. Dengan basis
pertanian yang dimiliki oleh kecamatan tanah jawa maka
diharapkan dapat terus mampu meningkatan PDB Nasional
yang akan lebih baik apabila ditambahkan intervensi ataupun
insentif dari pemerintah untuk meningkatkan produksi di sektor
pertanian
Perencanaan Kecamatan Tanah
Jawa
Terdapat beberapa perencanaan yang akan dilakukan Kecamatan Tanah Jawa yang
antara lainnya adalah:
– Pembangunan Jaringan Jalan
– Pengembangan Kawasan Industri
– Pembangunan Infrastruktur Melalui Dana Desa
– Pembangunan Kawasan Pariwisata
Kesimpulan

Permasalahan pertanian di Tanah Jawa disebabkan kurangnya minat masyarakat di bidang


pertanian dan lebih tertarik pada bidang perkebunan terutama sawit. Solusi yang tepat adalah
melakukan penyuluhan dan pengembangan industrialisasi pertanian sehingga nilai jual hasil
pertanian meningkat.
Sedangkan sektor pertanian seperti padi, singkong, jagung dan tanaman pertanian lainnya
sangat mumpuni untuk dikembangkan, sedangkan masyarakat lebih memilih berkebun sawit
karena penghasilan dan perawatannya yang mudah. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan
pedesaan untuk Kecamatan Tanah Jawa, hal ini mengingat potensi yang dimilikinya dan harus
dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat untuk kesejahteraan bagi
masyarakatnya.
Daftar Pustaka
– http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-
BAGJA_WALUYA/GEOGRAFI_DESAKOTA/Perencanaan_Desa.pdf diakses pada 11
Maret 2018, pukul 17:38 WIB.
– http://igapurwanti-fh10.web.unair.ac.id/artikel_detail-71525-umum-
Desa%20dan%20Pemrintahan%20Desa.html diakses pada 11 Maret 2018, pukul
19:07 WIB.
– https://www.scribd.com/document/325516040/Pengertian-Desa-Dan-Perdesaan
diakses pada 12 Maret 2018, pukul 20:05 WIB.
– http://afpmidpwjatim.blogspot.co.id/2016/04/perencanaan-pembangunan-
desa.html diakses pada 12 Maret 2018, pukul 19:00 WIB.
Terimakasih