Anda di halaman 1dari 2

KOMISI B

Ketua komisi: Dra. Trsinawaty Bowta, M.Kes

Topik bahasan :

1. KEAKTIFAN ANGGOTA DALAM KEGIATAN PD/PC


Bagi anggota yang tidak aktif, dalam hal ini tidak mengikuti seluruh kegiatan IAI di Gorontalo
tanpa alasan setelah diakumulasi selama 3 (tiga) kali dalam setahun (berlaku terhitung sejak
tanggal rakerda 5 november 2016) baik secara mandiri maupun undangan akan dikenakan
sanksi. Sanksi adalah akan diberikan surat peringatan dan apabila tidak diindahkan untuk
kegiatan selanjutnya, akan diberikan sanksi berupa pengurangan SKP sebanyak 2 SKP. Surat
peringatan ini akan dikeluarkan oleh pengurus PD/PC IAI.

2. PENATAAN KEANGGOTAAN
Keanggotaan disesuaikan dengan tempat dimana apoteker melakukan praktek kefarmasian. Jika
belum memiliki tempat praktek, maka disesuaikan dengan KTP.

3. KESERAGAMAN ATRIBUT PRAKTEK (papan praktek, jas praktek dan jas pengurus)
Papan praktek : Papan Praktek Apoteker sesuai hasil rakernas dan akan disosialisasikan oleh
pengurus daerah ke pengurus cabang masing-masing terkait model dan
ketentuan lainnya.
Jas praktek : Ketentuan untuk jas praktek apoteker yaitu warna Putih gading (sesuai
ketentuani Rakernas) dan pengadaannya melalui Pengurus Daerah.
Jas pengurus : seluruh pengurus PD maupun PC wajib memiliki jas pengurus. Pengadaan Jas
pengurus akan di koordinir oleh pengurus daerah.

4. PENYELESAIAN TUNGGAKAN IURAN ANGGOTA DAN MEKANISME PEMBAYARAN

PERATURAN ORGANISASI TENTANG

IURAN ANGGOTA IKATAN APOTEKER INDONESIA

PROVINSI GORONTALO

1. Uang Pangkal
Dibayarkan hanya satu kali pada saat pertama kali mendaftar sebagai anggota ke Pengurus
Daerah setempat sebesar Rp 50.000.
Untuk anggota lama tidak diputihkan dan uang pangkal diberlakukan bagi anggota baru yaitu
apoteker yang baru lulus atau baru mendaftar sebagai anggota IAI Provinsi Gorontalo pada
tahun 2016 dan belum pernah terdaftar sebagai anggota IAI dimanapun.
2. Iuran Tahunan bagi Apoteker yang baru lulus dari perguruan tinggi farmasi untuk satu tahun
pertama adalah Rp 120.000. dan untuk tahun selanjutnya sesuai ketentuan.
Perhitungan satu tahun berdasarkan waktu pendaftaran sebagai anggota IAI bulan dan tahun
sejak mendaftar sampai dengan bulan dan tahun berikutnya, misalnya mendaftar pada bulan
juni 2016 berarti satu tahun adalah Juni 2016 s/d Juni 2017. Bulan Juni 2017 s/d Juni 2018
adalah perhitungan untuk tahun selanjutnya dan pembayaran sesuai ketentuan yaitu Rp
240.000,dibayarkan melalui Pengurus Daerah setempat.
3. Iuran Tahunan adalah iuran wajib bagi setiap anggota yang di bayarkan melalui Pengurus
Daerah setempat sebesar Rp 240.000 pertahun.
4. Teknis penarikan iuran tahunan di atur oleh pengurus daerah masing-masing
Pengurus Daerah menunjuk Pengurus Cabang (Bendahara Cabang) sebagai kolektor di masing-
masing cabang , selanjutnya Pengurus cabang menyetorkan secara kolektif ke PD disertai
dengan daftar nama anggota, nomor keanggotaan, periode penarikan dan nominal (format
terlampir ). Nominal yang disetorkan adalah pembayaran untuk satu periode atau satu tahun
sebesar Rp 240.000 dan disetorkan ke PD selambat-lambatnya 60 hari setelah seluruh iuran
terkumpul. Bagi anggota yang belum melunasi sampai batas waktu 45 hari diberikan surat
pemberitahuan.
5. Pengalokasian Iuran Tahunan kepada masing-masing pengurus dilakukan oleh PD
Pengalokasian dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah seluruh iuran diterima oleh PD
dengan ketentuan PP sebesar 10 %, PD sebesar 40 % dan PC sebesar 50 %
6. Apabila apoteker melakukan mutasi ke Provinsi lain pada tahun pertama,maka iuran tahunan di
alokasikan 50 % untuk pengurus daerah asal dan 50 % untuk pengurus daerah tujuan sesuai
proporsi di atas.
7. Pengurus Daerah menyampaikan laporan penarikan dan distribusi iuran tahunan selambat-
lambatnya empat bulan sekali kepada pengurus pusat, tembusan pengurus cabang.
Ini dilakukan jika periode penarikan berbeda, sedangkan untuk PD IAI Gorontalo periode
penarikan pada umumnya sama.
8. Bagi anggota yang lalai dalam membayar iuran Tahunan akan dikenakan sanksi.
Anggota di anggap lalai apabila setelah 45 hari periode penarikan belum juga melunasi iuran
Tahunan. Sanksi adalah pengurangan SKP sebanyak 2 SKP untuk setiap periode, yang akan
dihitung pada pengurusan resertifikasi.