Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN OBSERVASI

PT. SELO PROGO SAKTI (SPS)


Jalan raya Solo – Jogja km 19 , Geneng , Kemudo , Tlogo ,
Prambanan , Kabupaten Klaten

Disusun Oleh :
1. Kresna Halim Widya Atmaja 15509134003
2. Ahmad solikin 15509134016
3. Tahta Setiagama 15509134022
4. Didik setyawan 15509134023
5. Uhrizal Setyawan 15509134024
6. Bayu Purwo Nugroho 15509134028

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA
TEKNIK OTOMOTIF
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil Industri
PT. Selo Progo Sakti (SPS) merupakan development yang mengerjakan
berbagai macam proyek industri dan prasarana, antara lain: Sewa alat berat
Asphalt mixing plant, Stone Crusher ,General Trading. Beralamat di Jalan raya
Solo – Jogja km 19 , Geneng , Kemudo , Tlogo , Prambanan , Kabupaten
Klaten

Data Badan Usaha

Nama Badan Usaha : PT. SELO PROGO SAKTI


Jl. Solo - Yogya Km 45 Ds. Geneng, Kec. Prambanan,
Alamat Badan Usaha :
Kab. Klaten
Jl. Solo - Yogya Km. 45 Ds. Geneng, Prambanan, Klaten
Alamat AMP :
(1 unit AMP)
Telepon : 085293129336
Fax : -
Email : sego_amp@yahoo.com
Website : -
NPWP : 31.484.482.0-525.000
B. Unit Alat Berat

a. Excavator Caterpillar 320D / 320DL Hydraulic excavator

Pada umumnya excavator merupakan salah satu alat berat yang digunakan
untuk memindahkan material. Tujuannya untuk membantu melakukan
pekerjaan sehingga dapat menghemat waktu. Excavator banyak digunakan
untuk mengakat dan untuk memindahkan material, meratakan permukaan
tanah, menggeruk sungai dan permukaan tanah, menghancurkan gedung,
pertambangan, menggali parit, lubang dan pondasi. Beberapa bidang indutri
yang menggunakannya antara lain kontruksi, pertambangan, infrastruktur
dan sebagainya.
Spesifikasi exacavator :
b. Whell loader CLG

Wheel loader adalah traktor dengan roda karet yang dilengkapi bucket atau
attachment ( opsional ). Wheel loader effisien untuk daerah kerja kering rata
dan kokoh, terutama bila dituntut agar kerusakan landasan kerja minimal
dan mobilitas unit yang tinggi. Fungsi utama dari whell loader sebagai alat
pemindah material
c. Aspalt Paver

Peralatan penghampar campuran aspal panas atau asphalt paver adalah


peralatan bermesin untuk menghamparkan campuran aspal panas di atas
permukaan badan jalan sesuai dengan lebar dan tinggi ketebalan hamparan
yang direncanakan. Bagian utama peralatan ini secara garis besarnya terbagi
menjadi dua bagian yaitu bagian penggerak dan bagian penghampar. Dilihat
dari jenis atau tipe penggeraknya peralatan ini ada dua tipe, yaitu tipe
penggerak rantai kelabang atau crawler type dan tipe penggerak roda ban
karet atau wheel type. Namun fungsi kedua tipe tersebut sebagai peralatan
penghampar campuran aspal panas adalah sama.
SPESIFIKASI ALAT

1. Paver Asphalt Track Caterpilar AP1055E


2. Wheel Asphalt Paver Caterpilar AP500E
BAB II
PEMBAHASAN

A. Manajemen Perawatan Alat Berat

a. Job Deskriptif
 Supervisor
Supervisor bertugas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi
kerja keseluruhan kemudian membuat laporan untuk diserahkan
kepada manager operasional
 Formen atau pengawas
Formen bertugas untuk melakukan pengawasan dilapangan dan
membuat laporan kondisi unit alat berat kemudian diserahkan
kepada supervisor
 Staff traksi dan krani traksi
Betugas untuk melakukan kordinasi dengan formen dan
menyiapkan part dan krani traksi bertugas untuk administrasi dan
hitungan alokasi waktu kerja untuk perawatan
 Operator
Operartor bertugas untuk menjalankan unit alat berat sesuai
dengan standar operasional yang berlaku. Jam kerja untuk operator
8 jam kerja.
 Mekanik
Mekanik bertugas untuk memperbaiki unit atau melakukan
perawatan pada unit alat berat , membuat rincian kerusakan pada
unit alat berat kemudian diserahkan kepada pengawas lapangan
atau formen
 Helper
Helper bertugas untuk membantu pekerjaan mekanik
b. Safety ( keselamatan kerja )
Alat Pelindung Diri (APD)

Dalam bidang konstruksi, ada beberapa peralatan yang digunakan untuk


melindungi seseorang dari kecelakaan ataupun bahaya yang kemungkinan
bisa terjadi dalam proses konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh
seseorang yang bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi. Peralatan ini
wajib digunakan oleh seseorang yang bekerja dalam suatu lingkungan
konstruksi. Namun tidak banyak yang menyadari betapa pentingnya
peralatan-peralatan ini untuk digunakan. Kesehatan dan keselamatan kerja
adalah dua hal yang sangat penting. Oleh karenanya, semua perusahaan
konstraktor berkewajiban menyediakan semua keperluan peralatan/
perlengkapan perlindungan diri atau personal protective Equipment (PPE)
untuk semua karyawan yang bekerja, yaitu :

1. Pakaian Kerja

Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan manusia


terhadap pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau yang bisa melukai
badan. Megingat karakter lokasi proyek konstruksi yang pada umumnya
mencerminkan kondisi yang keras maka selayakya pakaian kerja yang
digunakan juga tidak sama dengan pakaian yang dikenakan oleh karyawan
yang bekerja di kantor. Perusahaan yang mengerti betul masalah ini
umumnya menyediakan sebanyak 3 pasang dalam setiap tahunnya.

Gambar Pakaian Kerja di Proyek

2. Sepatu Kerja
Sepatu kerja (safety shoes) merupakan perlindungan terhadap kaki.
Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang tebal supaya
bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh benda-benda tajam atau
kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. Bagian muka sepatu harus cukup
keras supaya kaki tidak terluka kalau tertimpa benda dari atas.

Gambar Spesifikasi Safety Shoes

3 Kacamata Kerja

Kacamata Kerja Kacamata pengaman digunakan untuk melidungi mata


dari debu kayu, batu, atau serpih besi yang beterbangan di tiup angin.
Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil yang terkadang tidak
terlihat oleh mata. Oleh karenanya mata perlu diberikan perlindungan.

Gambar Kamata Kerja

4. Sarung Tangan
Tujuan utama penggunaan sarung tangan adalah melindungi tangan dari
benda-benda keras dan tajam selama menjalankan kegiatannya.

Gambar .Sarung Tangan

5. Helm

Helm (helmet) sangat pentig digunakan sebagai pelindug kepala, dan


sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja konstruksi untuk
mengunakannya dengar benar sesuai peraturan. Helm ini diguakan untuk
melindungi kepala dari bahaya yang berasal dari atas, misalnya saja ada
barang, baik peralatan atau material konstruksi yang jatuh dari atas.

Gambar Helm

6. P3K

P3K Apabila terjadi kecelakaan kerja baik yang bersifat ringan ataupun
berat pada pekerja konstruksi, sudah seharusnya dilakukan pertolongan
pertama di proyek. Untuk itu, pelaksana konstruksi wajib menyediakan obat-
obatan yang digunakan untuk pertolongan pertama.

Gambar Standar Isi Kotak P3K

Keselamatan Pengoperasian

Dengan semakin meningkatnya penggunaan alat berat di bidang industri dan


jasa, dimana pesawat angkat & angkut / ALAT BERAT dapat juga menyebabkan
kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa
manusia, maka perlu diusahakan pencegahan.
Agar pengoperasian Asphalt Paver dapat dilaksanakan dengan aman makan
perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
 Operator
Hanya operator yang telah ditunjuk yang berhak mengoperasikan asphalt
paver. Operator yang ditunjuk haruslah sesuai dengan kualifikasi dan syarat-
syarat sebagai berikut:

Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. PER.05/ MEN/ 1985 tentang pesawat
angkat dan angkut;

Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi R.I. No. PER. 09/ MEN/ VII/
2010 tentang operator dan petugas pesawat angkat dan angkut;
Undang-Undang No.1 Thn 1970 tentang Keselamatan Kerja.

 APAR (Alat Pemadam Kebakaran)


Alat beras harus dilengkapi dengan Alat Pemadam Kebakaran (APAR).
 Alat Lengkap dan Berfungsi dengan Baik

Alat indikator pada mesin harus lengkap dan berfungsi.


1. Memperhatikan Petunjuk Penggunaan
Lihatlah label peringatan dan stiker yang ada di sekitar mesin untuk
peringatan spesifik lainnya atau instruksi pada mesin tertentu.

Gambar Label Petunjuk Penggunaan dan Peringatan

2. Pada saat berhenti bekerja / istirahat alat berat harus diparkir di tempat yang
rata.
3. Pada saat pengisian bahan bakar mesin harus dimatikan.
4. Pengecekan sebelum operasi : pelumas, air, radiator, air accu, attachment,
lampu spion, dan APAR dll.

Safety bagi mekaik saat melakukan perawatan


 Pergunakanlah APD ( Alat Pelindung Diri ) helm, safety shoes, kacamata dan
sarung tangan.
 Parkirlah unit di tempat yang rata.
 Pasang tanda peringatan “DO NOT START" atau “SEDANG DALAM
PERBAIKAN" di dash board / kunci kontak untuk mencegah orang lain
menstart mesin dengan tidak sengaja.
 Jika bekerja dalam team koordinasikan pekerjaan dengan teman team demi
keselamatan.
 Cegah orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati mesin atau unit
ketika pekerjaan inspeksi / perawatan sedang dilakukan.
 Pergunakan suku cadang genuine parts jika melakukan penggantian part.
 Ketika menambah level oli harus sesuai dengan level.
 Pergunakanlah grease / oil dengan viscositas yang sesuai rekomendasi dealer.

 Saat mengisi / mengganti oli jaga kebersihan tool dan oli yang digunakan
untuk mencegah kotoran memasuki system pelumasan / system hydraulik .
 Bersihkanlah segera semua minyak pelumas atau grease yang tercecer di
engine/unit

Safety bagi operator

1. Hanya operator yang memiliki kemampuan dan terlatih yang dapat


mengoperasikan dan merawat unit ini.
2. Perhatikan semua syarat-syarat keselamatan kerja, label petunjuk
keselamatan dan semua petunjuk pengoperasian dan perawatan mesin selama
menjalankan mesin.
3. Jangan mengoperasikan mesin dalam kondisi badan yang tidak sehat,
mengantuk, mabuk dan mengkonsumsi obat. Ini akan menyebabkan beberapa
kasus kecelakan dikarenakan kecerobohan dan tidak teliti dalam
mengoperasikan mesin
4. Yakinkan bahwa semua orang memahami hand signal yang digunakan
selama bekerja bersama operator yang lain atau bekerja di bawah perintah
commando di lokasi kerja.
5. Ikuti semua peraturan yang berhubungan dengan keselamatan kerja.

Penerapan sistem manajemen perawatan


 Maintenance Philosophies
Secara umum perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha dan tindakan
yang dilakukan untuk menjaga kondisi dan performance dari sebuah mesin /
unit selalu dalam kondisi prima, dengan biaya perawatan serendah mungkin.
Untuk menjaga kondisi dan performance dari mesin agar tidak menurun di
perlukan perawatan secara terencana. Vibratory roller harus di jaga dalam
kondisi yang prima dan dapat bekerja secara maksimal dengan down time
seminimum mungkin tetapi dengan biaya perawatan yang minimal.
Perawatan / maintenace dapat diartikan sebagai kegiatan service untuk
mecegah timbulnya keausan tidak normal (kerusakaan) sehingga umur
alat sesuai dengan yang direkomendasikan pabrik. Kegiatan perawatan
meliputi pekerjaan berupa
1. Pengontrolan
2. Penggantian
3. Penyetelan
4. Perbaikan
5. Pengetesan

 Tujuan perawatan.
Mainetanace / perawatan bertujuan untuk :
1. Agar alat / unit selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability =
berdaya guna physic yang tinggi ).
2. Agar alat / unit selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis
yang paling baik (Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost ).

Perawatan yang sering dilakukan pada PT.SELO PROGO SAKTI


adalah prefentive maintenance Perawatan yang dilakukan dengan tujuan
untuk menjaga agar kondisi dan performa machine tidak menurun yang
merupakan hasil usaha yang bersifat teknis.Preventive Maintenance
dilakukan tanpa perlu menunggu untuk adanya tanda-tanda kerusakan
atau rusak. Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga
model perawatan:

1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhaul
3. Condition Basa Maintenance
Selain itu dialkukan juga corrective maintenance yaitu Perawatan yang
dilakukan untuk mengembalikan unit ke kondisi standard dapat berupa
repair atau penyetelan. Berbeda dengan preventive maintenance yang
pelaksanaannya teratur tampa menunggu adanya kerusakan. Sedangkan
pada corrective maintenance perbaikan dilakukan setelah komponen/unit
tersebut menunjukan adanya gejala kerusakan atau rusak sama sekali.
Corrective maintenance dibagi 2 macam yaitu:

 Repair Dan Adjusment

Perawatan yang bersifat memperbaiki kerusakan yang belum parah,


atau unit belum break down (tidak bisa digunakan)

 Break Down Maintenance

Perawatan yang dilaksanakan setelah unit tersebut betul-betul rusak.


Hal ini biasanya terjadi kerana adanya kerusakan yang diabaikan
terus tanpa ada usaha untuk memperbaiki. Sehingga kerusakan
tersebut semakin lama semakin parah. Bila unit break down seperti
ini, umumnya kerusakan kecil menjadi besar dan menyebabkan
komponen lain ikut menjadi rusak juga.

Perawatan ini akan menyebabkan biaya perbaikan melambung tinggi.


Untuk menghindari hal ini, dilakukan perawatan (Preventive
Maintenance) dengan baik dan segera perbaiki bila ada gejala
kerusakan agar kerusakan yang lebih besar dapat dihindari.

3 Item Perawatan
a. Prefentive maintenance pada unit exacavator
a. Perawatan Harian (Daily Maintenance)\

Daily maintenance adalah inspeksi atau dalam pemeriksaan sebelum


unit dioperasikan. Hal ini untuk mengetahui keadaan didalam unit
apakah aman untuk dioperasikan. Berikut merupakan inspeksi yang
dilakukan saat melakukan daily maintenance:
1) Pengecekan ruang kabin
Hal yang dilakukan dalam pengecekan ruang kabin yaitu
melakukan beberapa pengecekan antara lain:
a. Keadaan monitor.
b. Pemeriksa hour meter untuk mengetahui seberapa lama unit
beroperasi sehingga akan diketauhui kapan unit di service.
c. Kondisi lever.
d. Consul panel.
e. Supensi tempat duduk.

2) Pengecekan pada daerah uppersturctur


Hal ini dilakukan dalam pengecekan upperstuctur yaitu
melakukan beberapa pengecekan antara lain:
a. Control valve yang di cek adalah kebocoran oli pada pipa yang
menghubungkan front attacmant dari control valve dan hose yang
menghubungkan ke pompa utama ke control valve.
b. Oli hydrolic level.
c. Air radiator level.
d. Kebocoran dari filter bypass yang masuk dari silinder front
attacmant sebelum masuk ke tank dan filter pilot yang masuk dari
pompa pilot ke pipa spul control valve.
e. Kebocoran fan motor cooler.
f. Level oil swing device.
g. Motor swing device.
h. Kebocoran hose arch.

3) Pengecekan engine
Hal yang dilakukan pengecekan di ruang engine yaitu:
a. Level oil engine.
b. Fuel filter.
c. Hose mapler.
d. Coolant filter.
e. Kebocoran-kebocoran oli.

4) Pengecekan autolube
Hal yang dilakukan pengecekan pada autolube yaitu:
a) Kuantiti grease tank
b) Pressure gauge
c) Sambungan-sambungan hose autolube
5) Pengecekan pada battery
Pengecekan di ruang battery
yaitu:
a. Level air battery
b. Sambungan electric
c. Terminal battery
6) Pengecekan di ruang
pompa Pengecekan diruang
pompayaitu:
a) Level oil tranmisi
b) Kebocoran hose dari pompa ke control valve
c) Cek keadaan hose
d) Sambungan electric ke regulator masing-masimg pompa

Perkerjaan Preventive Maintenance

No Preventive Maintenance Pekerjaan


1 Preventive Maintenance 1. Engine oil level (check daily)
1 (PM 1)  Ambil stick pengukur engine oil
Service 250 hour meter dan bersihkan dengan majun.
 Masukan kembali stick engine
oil, kemudian ambil kembali
stick engine oil dan lihat perubahan
nya oli level harus berbeda pada
sebelumnya jika kurang dari tanda
minimum, maka tambahkan engine
oil sampai melampaui batas
maximum.
2. Pengecekan filter udara

Catatan : pekerjaan ini dilakuakan seitaap


250 jam kerja unit sehingga wajib
dilakukan pada setiap kelipatan nya
2 Preventive Maintenance 1. Penggantian oli mesin pada unit
2 (PM 2) setiap 500 jam dan kelipatannya
Service 500 hour 2. Penggantian filter oli yang
meliputi :
a. Engine oil filter
b. Primary oil filter
c. Secondary oil filter

d. Hydraulic return filter


e. Hydraulic pilot filter

Catatan : Pada engine oil filter harus di


isi oil yang baru terlebih dahulu,
sedangkan primary dan secondary oil filter
di isi menggunakan solar, lalu hydraulic
return dan pilot filter tidak perlu di isi oil
maupun solar. Ketika service 500 jam dan
kelipatannya yang perlu diganti hanya 3
item yaitu engine oil filter, primary dan
secondary oil filter.

3 Preventive Maintenance Service 1000 jam adalah kelanjutan dari


3 (PM 3) service sebelumnya atau kelipatan 500
Service 1000 hour jam. Namun ada tambahan penggantian
komponen dan pencatatan dari hasil
service yang telah dilakukan atau
performance test. Tambahan yang
dilakukan adalah penggantian
 hydraulic retrun,
 pilot filter dan
 Oil pump transmission pada service
1000 jam dan kelipatannya.
4 Preventive Maintenance Service 2000 jam sering disebut oleh para
4 (PM 1) mekanik dengan service besar. Namun
Service 2000 hour sebenernya pada service ini hampir sama
dengan service 1000 jam, karena service
ini juga mengganti komponen yang diganti
pada service 100 jam. Tetapi ada tambahan
penggantian yaitu:
 gear oil,
 Hydraulic oil dan
 Filter udara pada service 2000 jam
dan kelipatannya.

 Performance Test
Untuk mengevaluasi setiap fungsi operasi secara luas, dapat dilakakukan
dengan membandingkan data dari hasil pengujian dengan nilai standart uji
kemampuan/performance. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perbaikan,
penyetelan atau pergantian part disa dilakukan untuk mengembalikan
kemampuan machine sesuai dengan standart yang diinginkan. Unit akan
bekerja secara ekonomis dengan kondisi yang optimal.
Evaluasi tersebut tidak harus sama dengan data pengujian, tetapi
mempunyai toleransi yang diperbolehkan. Dalam mengevaluasi data pengujian
didasarkan pada jam operasi unit, jenis beban serta operasi dan kondisi
perawatan unit. Kemampuan unit akan sedikit menurun seiring dengan
meningkatnya usia jam kerja. Meski demikian, kemampuan unit harus terjaga
seiring bertambahnya jam operasi. Maka dari itu harus dilakukan
pengembalian kemampuan dengan melakukan perbaikan, penyetelan serta
penggantian komponen pada sasaran yang tepat.

Corrective Maintenance
No Komponen Uraian Tindakan

1 Pompa hidrolik Terjadi kerusakan pada Perbaiki atau ganti


komponen pompa sehingaa pompa
terjadi malfungsi

2 Spool Spool mengalami abrasive Ganti

3 Gear platerary Gear planet mengalami keausan Ganti


(patah ) disebabkan kekurangan
oli dalam swing drive

4 Seal Oli tumpah dari tabung cylinder Ganti


bucket arm dan boom

5 Hose / selang Mengalami keretakan disebabkan Ganti


pemakaian yang terlalu lama
dengan tekanan yang terlalu
tinggi maka bisa mengakibatkan
hose pecah

6 Stick cylinder Seal viver sobek dan lip seal Melakukan rekondisi
fatigue stik cylinder

7 Oil pan Gasket oil pan kaku atau rusak Menutup sisi oil pan
yang bocor dengan
silicon paste

8 Swing gear Pergerakan memutar excavator Ganti


sulit karena gear mengalami
kerusakan (aus) akibat oli habis

9 Fuel lines Penyumbatan pada sirkulasi Ganti selang bahan


bahan bakar mengakibatkan bakar
engine sulit running

10 Grease injector Tidak ada pelumasan grease pada Ganti grease injector
komponen tertentu karena
mengalami penyumbatan
Preditive maintenance

NO Komponen Prediksi
1 Filter udara 2000 jam dan
kelipatannya
2 Penggantian filter oli yang meliputi :
d. Engine oil filter
e. Primary oil filter 500 jam
f. Secondary oil filter

f. Hydraulic return filter


g. Hydraulic pilot filter

3 hydraulic retrun, 1000 jam

4 pilot filter 1000 jam

5 Oil pump transmission 1000 jam


6 Hydraulic oil 2000 jam
7 Gear oil 2000 jam

b. Prefentive maintenance pada unit whell loader


Setiap 10 jam/pemeliharaan sehari-hari
o Memeriksa batterei dan kekencangan konektor batterei
o Memeriksa level oli mesin
o Memeriksa level cairan pendingin
o Memeriksa level oli hidraulik
o Memeriksa fuel level
o Membuang air dan endapan kotoran dalam fuel prefilter, primer dan
secondary filter.
o Memeriksa secara visual fan dan driving belt.
o Memeriksa lampu dan kondisi operasional dari instrumen panel.
o Periksa tekanan dan kondisi ban dari kerusakan.
o Memeriksa status operasional dari back-up alarm.
o Melumasi ke berbagai as gardan menurut tabel pelumasan yang terlampir
(jika yang dilengkapi dengan auto lube periksa tanki automatic
lubrication system )
o Melakukan pemeriksaan visual pada unit untuk melihat apakah ada
kebocoran dan kejadian abnormal pada berbagai sistem. Dan secara visual
periksa belt penggerak dan blower mesin.

Setiap 50 jam / pemeliharaan mingguan


o Lakukan pemeriksaan dan pekerjaan seperti pada service 10 jam
o Memeriksa level oli transmisi.
o Kencangkan bolt front dan rear drive shaft.

o Jika unit dilengkapi AC periksa kekencangan belt kompresor, dan


bersihkan kotoran yang menempel pada kondensor.
o Periksa kondisi pelumasan dari setiap lubricating points.
o Periksa kondisi accumulator dan air inflating pressure accumulator setelah
50 jam pertama

Setiap 100 jam / pemeliharaan dua mingguan


o Lakukan pemeriksaan dan pekerjaan seperti pada service 50 jam
o Mengganti oli transmisi pada 100 jam pertama, setelah itu mengganti oli
transmisi pada tiap-tiap 1000 jam / setiap 1 tahun. ketika mengganti oli
transmisi, perlu mengganti juga filter oli transmisi dan membersihkaan
coarse filter oli transmisi.
o Mengganti gear oil axle pada 100 jam pertama, setelah itu mengganti oli
gear oil axle pada tiap-tiap 1000 jam / setiap 1 tahun. ketika mengganti oli
transmisi filter axle element dari axle juga harus diganti.
o Beri grease pada drive shaft spline dan universal joint.
o Bersihkan cylinder head of engine.
o Bersihkan radiator group.
o Bersihkan fuel strainer.

Setiap 250 jam / pemeliharaan 1 bulan


o Lakukan pemeriksaan dan pekerjaan seperti pada service 100 jam
o Memeriksa kekencangan wheel rims bolts.
o Memeriksa kekencangan bolt transmisi dan mesin.
o Memeriksa welding dan kekencangan bolts attachment, front dan rear axle
apakah ada yang retak atau hilang.
o Memeriksa level oli pada front dan rear axle.
o Memeriksa dust indicator, jika sudah tersumbat bersihkan/ganti filter udara.
o Memeriksa air intake sistem
o Ganti oli engine dan filter oli engine.
o Ganti coolant filter engine.
o Bersihkan return filter element hidraulik system pada 250 jam pertama,
kemudian ganti setiap 1000 jam.
o Chek kekencangan dan kerusakan dari fan belt dan compressor belt.
o Jika unit dilengkapi AC periksa refigerant, tambahkan jika perlu.
o Bersihkan iner dan outer filter cab.
o Memeriksa kemampuan rem parkir dan rem utama.
o Chek air inflating pressure pada accumulator pada 50 jam operasi pertama.

Setiap 500 jam / 3 bulan


o Lakukan pemeriksaan dan pekerjaan seperti pada service 250 jam
o Periksa kondisi aditif coolant.
o Ganti prefuelfilter, primary dan secondary filter engine.
o Kencangkan bolts front dan rear axle.
o Periksa bolts hing pin frame apakah ada yang rusak / hilang.
o Chek air inflating pressure pada accumulator pada 50 jam operasi pertama,
kemudian lakukan pemeriksaan setiap 1000 jam.

Setiap 1000 jam /6 bulan


o Lakukan pemeriksaan dan pekerjaan seperti pada service 500 jam
o Lakukan penyetelan valve pada engine.
o Periksa kekencangan wheel shaft bearing dan fan axle housing engine.
o Ganti oli transmisi, filter oli transmissi dan bersihkan oil sump.
o Ganti driving axle gear oil.
o Ganti core return oil filter hidraulik sistem.
o Bersihkan fuel tank.
o Bersihkan dan kencangkan konektor batterei.
o Periksa pre-charging nitrogen pressure dari accumulator.
o Jika unit dilengkapi AC ganti outer filter cab.

Setiap 2000 jam / 1 tahun


o Periksa vibration damper.
o Ganti cairan pendingin, cooling filter dan bersihkan cooling system.
o Ganti hidraulik oil dan bersihkan hidraulik tank, periksa kemungkinan
adanya kebocoran pada system hidraulik.
o Periksa operasional system brake dan parking brake, periksa keausan dan
ganti jika perlu.
o Lakukan penyetelan valve.
o Jika unit dilengkapi system AC periksa kondisi hose-hosenya, periksa jika
ada retak dan kencangkan jika kendor.
o Ganti iner filter cab.
o Periksa flexibility dari steering system.

c. Preventif maintenance pada unit aspalt


Periode berjalan minimum untuk Asphalt Finisher adalah 60 jam. Selama itu
aturan- aturan berikut harus diikuti :
o Setelah dinyalakan, biarkan mesin untuk sementara waktu.

o Sebelum mulai bekerja, yakinkan bahwa oli hidrolik sudah mencapai


temperatur kerja yang diperlukan.

o Jangan biarkan mesin dengan muatan maksimum dalam waktu yang lama.
o Lakukan pengecekan semua level sesering mungkin.
o Periksa kekencangan hubungan hidrolik, kancing dan skrup roda.

Selama 100 jam pertama ganti :


 Engine oil (pertama setelah 25 jam).
 Engine oil filter
 Fuel oil filter
 Traverse filter pump
 Final reduction gear oil
 Gear/differential box oil
 Vibrator box oil

Tindakan tersebut harus diulang setelah 200 jam pertama, dan


juga dilakukan setelah overhaul asphalt finisher.
Perawatan setiap 10 jam
Periksa level oli mesin diesel
Ketika mesin sudah berhenti cukup lama sehingga oli sudah tenang, lakukan
pemeriksaan level dengan dipstick. Tambahkan jika perlu. Pastikan kendaraan
rata ketika melakukan pemeriksaan, jangan mencampur bermacam-macam oli
dan gunakan oli yang memenuhi standar. Kebutuhan oli dalam 200 jam
pertama melebihi normal, karenanya periksa level olidua kali sehari dan ta
mbah jika perlu.

Periksa level oli hidrolik


Periksa bahwa level oli hidrolik mencapai tengah level indikator yang ada di
kanan atas mesin. Tambahkan jika perlu melalui filler cap.
Periksa level fuel oil
Periksa level pada dua jendela samping kiri mesin. Jendela bawah : level
minimum. Jendela atas : level maksimum. Jika perlu tambahkan melalui filler
cap.
Periksa level pendingin radiator
Buka tutup tangki, periksa apakah level air mencapai tepi bawah mulut
filler. Tambahkan jika perlu. Buka tutup dengan hati-hati, air atau uap bisa
menyembur keluar. Jangan pernah menambah air dingin ke dalam mesin panas,
perbedaan suhu bisa merusakkan mesin.

Periksa mesin diesel –peralatan peringatan filter udara terhalang.


Dengan mesin berhenti periksa bahwa zona “merah”vacuometer
tidak terlihat. Jika terlihat maka bersihkan atau ganti filter cartridge.
Bersihkan penunjuk ketebalan penumbuk screed
Bersihkan permukaan roller yang berjalan dari kotoran. Jika perlu gunakan
pembersih diesel oil spray jet.
Periksa adanya kebocoran oli, fuel oil, udara, atau gas buangan.
Sebelum mulai bekerja pemeriksaan dengan hati-hati harus dilakukan
untuk meyakinkan tidak ada kebocoran apapun. Telusuri dan perbaiki
kebocoran untuk menghindari tidak berfungsinya atau mati.
Perawatan setiap 50 jam
Pembersihan
Bersihkan kendaraan dengan menyeluruh, ini akan memperlihatkan
adanya kebocoran oli, baut kendor atau kesalahan lainnya.
Pemberian grease pada sendi-sendi screed raising ram. Bersihkan dan beri
grease.
Pemberian grease pada sendi-sendi hopper control ram. Bersihkan dan beri
grease.
Pemberian grease pada conveyor drive shaft side support dan chain drive
Bersihkan dan beri grease.
Pemberian grease pada conveyor control shaft central support . Bersihkan dan
beri grease.
Pemberian grease pada screw feed control shaft side support. Bersihkan dan
beri grease.
Pembersihan cartridge air filter
Ketika bekerja pada lingkungan yang berdebu, cartridge harus lebih
sering dibersihkan.
Pemeriksaan battery liquid level
Periksa level cairan battery setelah cairan elektrolit tenang dan dingin,
periksa bahwa elektrolit menutupi elemen sekitar 1 cm, tambahkan dengan air
suling. Periksa bahwa terminal sudah kencang dan beri grease.
Pemeriksaan rear drive wheel nuts
Gunakan torgue wrench yang disetel pada 30 kg untuk
memeriksa kekencangan baut roda belakang.
Pemeriksaan kekencangan hidrolik hose fitting.
Periksa kebocoran fitting sistem hidrolik, kencangkan jika perlu.
Pemeriksaan main nuts dan bolts.
Periksa dengan hati-hati kekencangan semua baut dan kancing dari rakitan
utama, kencangkan jika perlu. Periksa juga skrup penahan tutup mesin, jika
perlu kencangkan.
Perawatan setiap 100 jam
Penggantian oli mesin (setelah 25 jam pertama)
Ambil tutup filler, lepas sumbat pengalir dan biarkan oli yang lama
mengalir seluruhnya. Pasang kembali sumbat pengalir dan tuangkan oli ke
dalam filler sampai “max”pada dipstick. Pasang kembali tutup filler dan
dipstick; hidupkan mesin dan biarkan dengan kecepatan nol untuk sementara
waktu. Matikan mesin dan periksa levelnya sekali lagi, tambahkan jika perlu.

Dengan mesin baru, penggantian pertama harus dilakukan setelah 25 jam


pertama. Lakukan penggantian oli ketika mesin masih panas untuk membantu
aliran oli. Jaga kendaraan rata ketika mengganti oli. Selalu gunakan jenis oli
yang tepat, jangan menggunakan jenis oli yang tidak disarankan.
Penggantian cartridge filter oli
Filter oli mesin harus diganti setiap penggantian oli mesin. Lepaskan
filter, bersihkan permukaan filter, oleskan oli pada seal filter yang baru, isi
dengan oli yang baru dan skrup dikembalikan dengan tangan sampai filter
seal terpasang sempurna. Kencangkan filter dengan kedua tangan tanpa
menggunakan alat.
Setelah mengganti filter oli hidupkan mesin dengan kecepatan nol untuk
sementara waktu dan periksa tekanan oli dan seal. Periksa level oli dan
tambahkan jika perlu.
Pemeriksaan ketegangan alternator belt
Belt seharusnya tidak memberikan lebih dari 10 mm ketika ditekan
dengan ibu jari ditengah-tengah panjang belt. Jika kekendoran lebih dari 10
mm maka belt harus di setel atau diganti.

Pemeriksaan ketegangan service pump belt


Lakukan penekanan ibu jari di tengah-tengah belt. Belt seharusnya tidak
memberikan lebih dari 10 mm. Jika lebih maka harus di setel atau diganti.
Untuk menyetel ketegangan belt, kendorkan baut pengunci, dan setel untuk
ketegangan yang benar dengan mengencangkan baut. Ketika ketegangan belt
sudah benar, kencangkan kembali baut pengunci. Belt yang baru seharusnya
diperiksa disetel kembali setelah mesin berjalan sekitar 15 –20 menit.
Pemeriksaan level oli screw feed transmission box
Ambil tutup dan periksa bahwa campuran oli dan grease mencapai bibir
bawah bukaan box. Jika perlu tambahkan dengan campuran oli dan grease
dengan perbandingan 50/50.
Pemeriksaan tegangan conveyor belt
Periksa ketegangan slat conveyor. Untuk menyetel ketegangan belt
hidupkan mesin dan jalankan pada putaran sedang, jalankan conveyor belt
dan kemudian gunakan baut penyetel untuk memperoleh ketegangan belt
yang dikehendaki.
Pembersihan sirip radiator sistem pendingin mesin
Kotoran pada sirip pendingin radiator mesin dapat menurunkan effisiensi
pendinginan unit ini. Bersihkan dengan semburan udara kompressor dan
peralatan penggaruk. Jika tersedia peralatan pembersih uap akan lebih bagus
untuk tindakan ini.
Pembersihan filter pompa mesin diesel feed
Pindahkan filter dari pompa dan bersihkan dengan merata dengan bahan
bakar diesel. Periksa seal dari filter gasket ketika menempatkan kembali filter.
Filter juga harus dibersihkan ketika ada kehilangan tenaga mesin.

Pembersihan bleed valve dari tangki oli hidrolik


Periksa dan bersihkan dengan merata.
Perawatan setiap 300 jam
Pemeriksaan engine silentblock
Lakukan pemeriksaan, karet jangan sampai rusak atau menunjukkan
tanda- tanda kehilangan daya lentingnya. Block menghindari getaran
mencapai rangka yang luar biasa dan juga melindungi komponen lain mesin
dari kerusakan dan kesalahan operasi.
Pemeriksaan engine radiator silentblock
Lakukan pemeriksaan, karet jangan sampai rusak atau menunjukkan
tanda- tanda kehilangan daya lentingnya. Block menghindari getaran yang
luar biasa.
Bahan bakar dan oli hidrolik menyebabkan karet menjadi rusak,
karenanya bagian mesin harus dibersihkan merata secara teratur. Seharusnya
perlu untuk mengganti satu atau lebih silentblock kemudian dapat disarankan
mengganti semuanya bersamaan.

Penggantian road travel oil pump filter cartridge


Ambil cartridge dengan cara melepas skrup dari tempatnya. Sebelum
memasang cartridge baru, bersihkan dahulu dengan hati-hati, beri pelumas
pada seal kemudian skrup kembali cartridge.
Biarkan mesin untuk sementara sebelum menyetel untuk bekerja. Periksa
adanya kebocoran dari seal. Periksa level di dalam tangki oli hidrolik
dan tambahkan jika perlu.

Pemberian grease penopang pompa


Bersihkan dengan merata dan beri grease dengan grease gun.

Perawatan setiap 600 jam


Penggantian fuel oil filter cartridge (setelah 100 jam pertama)
Lepaskan cartridge dengan hati-hati karena bahan bakar akan keluar,
bersihkan permukaannya. Oleskan oli pada seal washer yang baru dan secara
manual skrupkan filter sampai terhubung. Kemudian kencangkan filter
setengah putaran tanpa menggunakan alat.

Jika filter perlu diganti sebelum waktunya (biasanya ditunjukkan dengan


hilangnya power mesin), hal ini menunjukkan secara pasti bahwa bahan bakar
kotor. Periksa fuel tank dan fuel filler seal. Ganti filter ini setelah 100 jam
pertama.
Penggantian oli speed change/differential box (setelah 100 jam pertama) Ulir
sumbat pengalir di belakang mesin ke kanan srew feed transmision box
dan biarkan oli lama mengalir keluar semuanya. Pasang kembali sumbat dan
ring. Isi dengan oli baru melalui lubang pengisi sampai oli mencapai batas
atas dipstick. Pasang kembali sumbat dan ring kemudian bersihkan dari
tumpahan oli. Bersihkan bleed valve. Lakukan penggantian oli pertama
setelah 100 jam pertama.

Penggantian oli peralatan reduksi akhir roda belakang (rear wheel final
reduction gear) dan pembersihan bleed valve (setelah 100 jam pertama).
Lepas sumbat bawah dan biarkan oli lama keluar semuanya. Pasang kembali
sumbat dan ring. Bersihkan filler plug/bleed valve dan pindahkan. Isi dengan
oli yang baru sampai levelnya di tengah indikator transparan. Pasang kembali
filler plug/bleed valve dan ring kemudian bersihkan dari tumpahan oli.
Lakukan penggantian oli pertama kali setelah 100 jam pertama.

Pemeriksaan ketegangan rantai conveyor shaft Periksa ketegangan rantai


conveyor shaft dan setel ketegangannya.
Pemeriksaan ketegangan rantai screw feed shaft
Pemeriksaan sistem buangan dan sistem penyedia udara mesin

Pemberian grease pada sendi-sendi tangkai cardan antara speed


change/differential dan wheel final reduction gear.

Perawatan setiap 1200 jam

Penggantian oli hidrolik, pembersihan tangki dan penggantian inlet filter


Pindah dan bersihkan sumbat aliran magnetik, lepaskan plug/ bleed valve;
pindahkan tutup pemeriksa tangki dan pindahkan semua yang ada di dalam
tangki. Pasang kembali sumbat aliran magnetik. Isi tangki dengan oli sampai
batas atas. Pasang kembali tutup pemeriksa tangki. Nyalakan mesin untuk
sementara waktu dan kemudian periksa lagi level oli. Oli jangan melebihi
batas atas indikator. Tambahkan jika perlu dan bersihkan dari tumpahan oli.

Pembersihan tangki bahan bakar dan penggantian filter mesin diesel Lepas
sumbat aliran magnetik dan biarkan oli mengalir keluar seluruhnya; pindah
penutup pemeriksa tangki. Bersihkan semuanya dari dalam tangki. Ganti
filter fuel oil. Bersihkan sumbat aliran magnetik dan ringnya kemudian
pasang kembali. Pasang kembali tutup pemeriksa setelah yakin tidak ada
kerusakan pada tali isolasinya. Isi kembali tangki dengan bahan bakar yang
bersih dan disaring. Pasang kembali tutupnya dan kencangkan.
Pemeriksaan bearing pada steering wheel
Angkat steering wheel. Periksa permainan bearing. Pindah tutup pelindung,
pindah pin pemisah pada sekerup kemudian setel sekerup. Periksa banyaknya
grease.

Penggantian campuran oli/grease dalam kotak transmisi screw feed

Encerkan oli pelumas di dalam kotak dengan cara menambahkan oli bahan
bakar dari bukaan depan dan kemudian kosongkan kotak. Setelah itu
tambahkan kira-kira ½ liter oli dan tambah grease sampai level campuran
mencapai tepi bawah bukaan. Pastikan tali isolasi penutup dalam keadaan
baik, dan pasang kembali tutupnya.
Penggantian cairan pendingin mesin dan pembersihan sistem pendingin.

Perawatan mesin kosong (idle) dalam waktu yang lama


Jika mesin tetap kosong dalam waktu yang cukup lama tindakan
tindakan berikut harus dilakukan :

Pembersihan mesin secara umum.


Pemberian grease.
Pengisian penuh tangki bahan bakar.
Pemeriksaan semua level.
Pengisian battery.
Pindahkan injektor diesel dan beri sedikit oli ke dalam silinder mesin.

Beri tutup kendaraan, jika tidak memungkinkan ambil battery dan lindungi
dari keadaan dingin.

Kendaraan harus dihidupkan dan dijalankan dalam jarak dekat sedikitnya


sekali dalam sebulan sehingga ada oli yang dipertahankan dalam berbagai
komponen hidrolik dan mekanik, hal ini untuk meyakinkan adanya
perlindungan yang cukup dari bagian-bagian transmisi.
Ikuti perintah yang terdapat pada manual mesin.

Setelah kosong untuk waktu yang lama, perlu untuk mengganti semua filter
sebelum memulai bekerja dengan mesin lagi.

3. Mekanisme pemeriksaan uji kelayakan

4. Tahapan alur perawatan

Tahapan alur perawatan alat berat pada PT. SELO PROGO SAKTI
Operator melapor pada formen atau asisten divisi → formen atau asisten divisi
mengatur unit pengganti , berkordinasi dan melapor pada staff trakssi → staff
traksi melakukan kordinasi dan penyiapan part→ diserahkan pada mekanik untuk
dilakukan pemeriksaan dan perawatan → krani traksi menghitung alokasi jam
kerja dan melakukan administrasi
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil observasi dapat disimpulkan
o Unit yang dimiliki oleh perusahaan ini sebagian besar digunakan untuk
proyek pembangunan baik jalan maupun kontruksi lainnya
o Manajemen perawatan alat berat menggunakan prefentif maintenance atau
perawatan secara berkala agar kondisi unit dalam kondisi baik namun ada
beberapa unit yang hanya dilakukan corectif maintenance sehingga tidak
ada jaminan kendaraan dapatbekerja secara maksimal
o Preventif maintenance lebih baik daripada corrective maintenance karena
ada jaminan unit dapat bekerja dengan baik
o Prosedur atau mekanisme yang ada sudah cukup baik

B. DATA ATAU LAMPIRAN HASIL OBSERVASI


Gambar kondisi PT. SELO PROGO SAKTI
Gambar kondisi di workshop Kementrian Pekerjaan Umum tanggap bencana

Cupuwatu , Kalasan , sleman

Anda mungkin juga menyukai