Anda di halaman 1dari 10

`TUGAS PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN KOMUNITAS

DI PUSKESMAS UNTERIWES
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ANEMIA

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
 ELSA APRILIA AL-DINAR
 SURYA WAHIDAH
 RIA APRIANI
 FEBRIANTI ELGIA SAFITRI
 ROSI PRATIWI
 ELZA PRAHERTIWI
 M.ARSYAD

YAYASAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SUMBAWA


AKADEMI KEPERAWATAN SAMAWA
TAHUN 2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Sistem Imun dan Hematologi


Sub Pokok Bahasan : Anemia
Sasaran :
Target :
Waktu :
Hari / Tanggal :
Tempat :
Penyuluh :

A. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1 x 15 menit, diharapkan peserta
penyuluhan diharapkan mampu memahami tentang pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, pengobatan serta pencegahan Anemia.

B. TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, peserta penyuluhan diharapkan mampu:
1. Menyebutkan pengertian Anemia.
2. Menyebutkan penyebab Anemia.
3. Menyebutkan tanda dan gejala dari penyakit Anemia.
4. Menyebutkan penatalaksanan dan pengobatan Anemia.
5. Menyebutkan cara pencagahan Anemia.
6. Menebutkan bagaimana prinsip mengolah dan menyajikan makanan.

C. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi

D. MEDIA
Leaflet

E. MATERI
Terlampir
F. PROSES KEGIATAN

No Kegiatan Respon Waktu


Pasien/Keluarga
1 Pendahuluan: 3 Menit
a. Memberi salam - Menjawab salam
b. Menyampaikan pokok bahasan - Menyimak
c. Menyampaikan tujuan - Menyimak
d. Melakukan apersepsi - Menyimak

2 Isi:
a. Pengertian Anemia - Menyimak
b. Penyebab dari Anemia - Menyimak
c. Tanda & Gejala dari penyakit Anemia - Menyimak
d. Cara-cara penanganan 9 Menit
medis & pengobatanAnemia - Menyimak
e. Pencegahan dari Anemia
f. Prinsip mengolah dan menyajikan - Menyimak
makanan - Menyimak
3 Penutup
a. Diskusi - Aktif bertanya 3 Menit
b. Kesimpulan - Memperhatikan
c. Evaluasi - Menjawab pertanyaan
d. Memberi salam - Menjawab salam

G. SETTING TEMPAT
H. PENGORGANISASIAN
Ketua :
Moderator :
Penyaji :
Sekretaris :
Observer :

I. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Materi siap dua hari sebelum penyuluhan
b. SAP siap 1 hari sebelum penyuluhan
c. Media : lcd, leaflet, dan Laptop siap 1 hari sebelum penyuluhan
d. Penyuluh melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugas
2. Evaluasi Proses
a. Penyuluhan dimulai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Suasana penyuluhan tertib
d. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum penyuluhan
selesai
e. 80% peserta yang dikontrak hadir dalam acara penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
Keluarga pasien dapat :
a. Menyebutkan pengertian Anemia dengan persentase 80%-100%.
b. Menyebutkan penyebab Anemia dengan persentase 80%-100%.
c. Menyebutkan tanda dan gejala dari penyakit Anemia dengan persentase 80%-
100%.
d. Menyebutkan penatalaksanan dan pengobatan Anemia dengan persentase
80%-100%.
e. Menyebutkan cara pencagahan Anemia dengan persentase 80%-100%.
Lampiran 1:
SATUAN ACARA PENYULUHAN
ANEMIA

A. PENGERTIAN ANEMIA
Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi apabila julah sel darah merah (eritrosit)
dan atau jumlah hemoglobin dalam darah menurun di bawah normal. Sel darah merah
dan hemoglobin ini berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh
tubuh. Tanpa kecukupan pasokan oksigen, banyak jaringan dan organ tubuh akan
terganggu.

B. PENYEBAB ANEMIA
Anemia pada anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan anemia pada
orang dewasa. Namun, penyebab anemia pada anak-anak juga memiliki kekhasan
tersendiri, di antaranya:
 Kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia pada
anak. Sebenarnya, bila anak mendapatkan makanan bergizi yang cukup, sangat
kecil kemungkinannya mereka mengalami kekurangan zat besi. Namun, banyak
anak-anak dari kalangan tidak mampu yang kurang mendapatkan makanan bergizi
sehingga mengalami anemia dan gejala kurang gizi lainnya. Anak-anak dari
kalangan mampu juga dapat terkena anemia bila memiliki gangguan pola makan
atau berpola makan tidak seimbang.
 Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan vitamin C
 Parasit. Anak-anak dapat mengalami anemia karena mengidap cacingan. Pola
makan anak mungkin normal, namun penyerapan nutrisinya terganggu karena
diserobot cacing di dalam perutnya.
 Menstruasi. Anemia dapat terjadi pada remaja putri yang mengalami perdarahan
menstruasi berat dan berkepanjangan.
 Infeksi. Penyakit infeksi tertentu dapat mengganggu pencernaan dan mengganggu
produksi sel darah merah.
 Penyakit ginjal dan penyakit kronik lain seperti TBC.
 Perdarahan. Perdarahan ini bisa saja akibat mimisan, luka karena jatuh atau
kecelakaan
C. TANDA DAN GEJALA ANEMIA
1. Anemia Ringan
Anemia ringan biasana tidak menimbulkan gejala apapun. Jika anemia ini
berlangsung secara terus menerus (kronis) tubuh dapat beradaptasi atau
mengimbangi perubahan, dalam hal ini mungkin tidak ada gejala apapun sampai
anemia menjadi lebih berat.
2. Anemia Sedang
Anemia sedang dapat memunculkan gejala-gejala berikut, diantaranya:
a. Wajah tampak pucat
b. Cepat lelah
c. Penurunan energi
d. Sesak napas ringan
e. Jantung berdebar-debar
3. Anemia Berat
Beberapa tanda-tanda yang mungkin menunjukkan anemia berat meliputi:
a. Perubahan warna tinja, termasuk tinja hitam dan tinja lengket dan berbau
busuk, berwarna merah marun atau tampak berdarah.
b. Denyut jantung cepat
c. Tekanan darah rendah
d. Pernapasan cepat
e. Pucat atau kulit dingin
f. Kulit kuning jika anemia karena kerusakan sel darah merah
g. Pembesaran kelenjar getah bening
h. Nyeri dada
i. Pusing atau kepala terasa ringan (terutama ketika berdiri)
j. Kelelahan atau kekurangan energi
k. Sakit kepala tidak bisa berkonsentrasi
l. Pingsan
m. Sesak napas

D. PENANGANAN DAN PENGOBATAN ANEMIA


Apabila terjadi gejala-gejala anemia, segera periksakan kondisi anak ke dokter
untuk mengetahui penyebab anemia sehingga pengobatan dapat diberikan dengan tepat.
Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi
asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya
makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua.
Defisiensi/kekurangan zat besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila
jumlah penderita anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab
yang paling dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama
ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah
anemia. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah
(TTD). Kepada anak umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut
selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara
dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang,
pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri lambung,
muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek samping
dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

E. PENCEGAHAN ANEMIA
1. Usahakan memberikan air susu ibu (ASI) sampai setidaknya anak berumur 12
bulan (idealnya sampai 2 tahun). Ibu menyusui disarankan mengkonsumsi
makanan yang cukup zat besi.
2. Jika anak sudah mendapatkan makanan tambahan, usahakan menambahkan sereal,
bayam, kangkung, katuk dan sumber zat besi lainnya dalam menu makanan padat
yang diberikan.
3. Jika Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, pilihlah susu formula yang
diperkaya dengan zat besi.
4. Pastikan anak Anda yang lebih besar memiliki pola makan seimbang dengan
makanan yang mengandung:
A. Zat Besi ( Fe )
Hati, daging (terutama daging berwarna merah), kuning telur, sayur-sayuran
yang berwarna hijau (kangkung, daun katuk, daun ubi jalar, bayam, daun
singkong, kacang buncis, kacang panjang, dll. ).
B. Asam Folat
Hati, jamur, pisang, apel
C. Protein
Telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacang
5. Berikan makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan
zat besi.
6. Hindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat menghambat
penyerapan zat besi.
7. Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi dan
penyakit cacingan.
8. Ajarkan anak-anak kebiasaan hidup bersih sehingga terhindar dari penyakit infeksi
dan parasit.
F. PRINSIP MENGOLAH DAN MENYAJIKAN MAKANAN
1. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan
2. Alat-alat memasak bersih
3. Sayuran, buah dicuci dahulu baru dipotong-potong
4. Sayuran dimasak, jangan terlalu lama
5. Sajikan makanan bervariasi jenis makanannya
6. Kombinasi makanan hewani dan nabati
7. Perhatikan jadwal menu
8. Jumlah makanan sesuai dengan kebutuhan
DAFTAR PUSTAKA

Brunner 7 Suddarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol: 1, Edisi 8. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC

Guyton, Arthur C. & John E. Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11.Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gannguan Sistem
Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika

Muttaqin, Arif. 2010. Pengkajian Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinik. Jakarta:
Salemba Medika

Sudoyo, Aru W, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta:

Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas


Indonesia.