Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN MESIN DAN

PERALATAN

Disusun Oleh :
Nama : REPI SUGIARTI
NPM : E1G016079
Kelas :C
Kelompok : 1 (Satu)
Hari/jam :Rabu/14.00-15.40
Dosen Pembimbing : 1. Meizul Zuki, Ir. Ms
2. Yusril Dany, Ir.M.Si
Ko-Ass : 1. Nani Endang Wahyuni
2. Deki Haryanto
3. Alif Abdusallam
4. Eliza Niviani
Judul :MESIN PEMARUT KELAPA

LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2017
C. FUNGSI ALAT

Mesin parut kelapa merk Honda ini berfungsi memarut kelapa yang sudah
dipisahkan dari tempurungnya.
Fungsi dari komponen – komponen mesin parut kelapa yaitu :
a. Motor bakar , berfungsi merubah energi kimia (bahan bakar) menjadi energi panas,
yang kemudia energi panas ini dirubah menjadi tenaga gerak atau mekanik.
b. Corong pengeluaran, berfungsi tempat keluarnya hasil dari proses pengecilan ukuran.
c. Corong input, berfungsi sebagai tempat memasukkan bahan yang akan diproses.
d. Fly wheel, berfungsi menyimpan tenaga putar yang dihasilkan pada langkah usaha,
agar proses engkol tetap berputar terus pada langkah lainnya.
e. Selinder gerigi, berfungsi mencacah kelapa yang akan dikecilkan ukurannya.

D. PRINSIP DAN CARA KERJA ALAT


1.Prinsip kerja
Mesin parut kelapa merk honda ini menggunakan motor bakar sebagai sumber
energinya yang mana alat ini salah satu dari alat pengecilan ukuran basah (burh mill).
Bahan baku yang digunakan adalah kelapa yang sudah di pisahkan dari tempurungnya.
Kelapa dimasukkan kedalam corong pemasuk dan di parut dengan menggunakan
silinder gerigi lalu keluar melalui corng pengeluaran dalam bentuk yang sudah kecil.
2.Cara kerja
a. Tekan tombol power lalu mesin diengkol
b. Ketika mesin sudah hidup,masukkan kelapa melalui corong pemasuk yang telah
disediakan.
c. Lalu silinder gerigi akan mengecilkan atau memarutkan kelapa tersebut
d. Hasil dari parutan tersebut akan dikeluarkan melalui corong pengeluaran.

A. KAPASITAS KERJA ALAT


Kapasitas mesin yang digunakan sebanyak ¼ dari kelapa dalam sekali kerja.
Dalam sehari mesin parut kelapa ini dapat memarut kelapa dalam jumlah sesuai
dengan pemesanan, pemesanan dalam sehari bisa mencapai 50 buah kelapa.

3.2 Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan pada saat praktek lapangan yang pertama
kami mengamati mesin yang bernama mesin pemarut kelapa. Mesin Pemarut
Kelapa merupakan salah satu mesin pengolah hasil perkebunan yang paling sering kita jumpai
di hampir setiap pasar tradisional. Mesin Parut Kelapa ini sangat membantu untuk
mempercepat proses memarut kelapa. Mesin Parut Kelapa ini juga dapat menjadi peluang
usaha rumahan yang menjanjikan.

Pada praktikum kali ini kami, kelompok mengunjungi tempat pemarut kelapa yang
ada di jl. Pasar minggu Kota Bengkulu (belakang kanwil Depag) di “SUMBER LOMBOK”.
Nama mesin pemarut kelapa tersebut adalah mesin pemarut kelapa merk HONDA. Alat
pemarut kelapa ii dibeli dengan haarga sebesar 1,800.000,00 dengan sumber kekuataan 5,5
pk.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
1.Mesin merupakan suatu alat yang dapat merubah energi panas yang dihasilkan dari
proses pembakaran bahan bakar menjadi tenaga gerak sehingga memungkinkan suatu alat
bisa bergerak. Istilah mesin biasanya menunjuk ke bagian yang bekerja bersama untuk
melakukan suatu kerja. Saat ini mesin banyak digunakan dalam segala kegiatan yang
dilakukan oleh manusia, dengan kata lain mesin merupakan alat yang dapat melakukan
atau membantu kegiatan yang dilakukan oleh manusia sehingga pekerjaan yang biasanya
membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih lama menjadi lebih cepat dan mudah
dikerjakan dengan menggunakan mesin.
2. Mesin parut kelapa merk honda ini menggunakan motor bakar sebagai sumber energinya
yang mana alat ini salah satu dari alat pengecilan ukuran basah (burh mill). Bahan baku
yang digunakan adalah kelapa yang sudah di pisahkan dari tempurungnya. Kelapa
dimasukkan kedalam corong pemasuk dan di parut dengan menggunakan silinder gerigi
lalu keluar melalui corng pengeluaran dalam bentuk yang sudah kecil.

4.2 Saran
Sebaiknya dalam melakukan praktikum lapangan praktikan harus banyak bertanya dan
aktif. Agar praktikum yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.